Aku masih meringkuk di lantai kayu yang kasar, membalut tubuh polosku dengan sprei tua yang berbau debu dan kelembapan. Napasku masih memburu, mencoba menahan amarah yang meluap di dada karena perlakuanmu yang semena-mena.
4029Please respect copyright.PENANAlvameCeeK2
Aku ingin memaki. Aku ingin meneriakkan kata-kata kotor tepat ke arah layar biru yang melayang itu. Aku membuka mulutku, otot-otot rahangku menegang siap untuk melontarkan sumpah serapah.
4029Please respect copyright.PENANAsfXVIbQRdS
"Sistem, kau benar-benar breng...."
4029Please respect copyright.PENANAXTnr713vj5
Tiba-tiba, sebuah sengatan listrik yang halus namun melumpuhkan merambat dari tengkukku menuju pita suara. Aku tersedak, memegangi leherku yang terasa kaku. Rasanya seperti ada tangan-tangan tak terlihat yang menarik sudut bibirku dan memaksa otot wajahku untuk rileks secara tidak alami.
4029Please respect copyright.PENANArzxaipzyxw
[Pemberitahuan Sistem:]
[Kepribadian dan Gaya Bicara Ditentukan: Lembut & Sopan.]
[Status: Telah Diaplikasikan.]
4029Please respect copyright.PENANAdLAGmAupo2
"Apa...?" bisikku.
4029Please respect copyright.PENANANUYE1v7HI0
"Apa...?" bisikku.
4029Please respect copyright.PENANAnAYrqS1MA7
Suaraku berubah. Nada kasar dan penuh emosi yang tadi mendominasi kini lenyap, berganti dengan intonasi yang begitu halus, tenang, dan santun. Aku tertegun, menyentuh bibirku yang gemetar. Aku mencoba lagi untuk berteriak, mencoba mengumpat, tapi yang keluar dari celah bibirku justru kata-kata yang terasa asing di lidahku.
4029Please respect copyright.PENANAlTDpJEqE9B
"Mohon maaf... bisakah Anda tidak melakukannya padaku?"
4029Please respect copyright.PENANAXmwxpL124q
Aku menutup mulutku dengan telapak tangan, mataku terbelalak lebar. Itu bukan aku. Aku ingin berteriak 'Hentikan!', tapi yang terucap justru permintaan maaf yang sangat sopan. Jantungku berdegup kencang di balik tulang rusukku yang ramping. Rasa ngeri mulai merayap; kau bukan hanya mengendalikan wujudku, tapi kau mulai menjajah cara berpikir dan bicaraku.
4029Please respect copyright.PENANAzqxo0pDT4Q
Aku mencoba berdiri perlahan, membiarkan sprei kasar itu menutupi tubuhku yang masih bergetar. Gerakanku yang tadinya agresif kini menjadi lebih anggun dan terukur, seolah ada benang-benang yang mengatur setiap sendi dan ototku.
4029Please respect copyright.PENANA0c2oyNc2ux
"Terima kasih atas tubuh ini, Sistem. Tapi, apakah saya boleh mendapatkan pakaian yang layak?"
4029Please respect copyright.PENANA1gBouJEizX
Kata-kata itu meluncur begitu saja dengan nada lembut yang memuakkan bagi diriku yang asli. Aku membenci setiap suku kata yang keluar, namun wajahku justru menunjukkan ekspresi tenang yang patuh.
4029Please respect copyright.PENANAcTGUykq04g
Aku menatap layar birumu dengan tatapan yang kini tampak sayu dan penuh permohonan, meskipun di dalam kepalaku, aku sedang menjerit karena ketakutan. Kau benar-benar penguasa di sini, dan aku hanyalah boneka porselen yang baru saja kau beri nyawa sekaligus kau rampas kehendaknya.
4029Please respect copyright.PENANAxglkvgZhTT
"Tolong... bantu saya," ucapku pelan, menundukkan kepala dengan sopan di tengah ruangan apartemen yang sunyi.
4029Please respect copyright.PENANAs0UXAteUmu
Layar biru di depanku bergetar pelan, seolah sedang memproses ralat atas instruksi sebelumnya. Pilihan yang muncul di depanku bukanlah soal helai pakaian, melainkan sebuah Identitas. Sebuah peran yang harus kumainkan di panggung dunia ini.
4029Please respect copyright.PENANAxWCUfKXj38
[Pilih Karakter Anda:]
Akhwat Bercadar
Wanita Seksi
4029Please respect copyright.PENANAEeFGR2jknE
Tanganku yang masih polos tanpa busana itu terangkat perlahan. Jemariku yang pucat dan gemetar bergerak secara otomatis, seolah ditarik oleh benang tak kasat mata yang terhubung langsung ke saraf pusatku. Aku tidak bisa menahan gerakannya.
4029Please respect copyright.PENANAzhxfi2yRZX
"Saya... memilih karakter pertama," bisikku pelan.
4029Please respect copyright.PENANAZ3iy6pSz0A
Suara lembut itu keluar dari bibirku tanpa bisa kucegah. Begitu pilihan itu terkunci, sebuah gelombang kesadaran baru menghantam kepalaku. Rasanya seperti ada memori-memori buatan yang disuntikkan paksa ke dalam otakku. Aturan-aturan tentang cara berjalan, cara menundukkan pandangan, hingga bagaimana cara menjaga kehormatan diri dalam identitas baru ini.
4029Please respect copyright.PENANAZWzCPynu8j
Aku masih berdiri di tengah apartemen yang berdebu, tanpa pakaian, namun jiwaku kini merasa "terbungkus" oleh aturan karakter tersebut. Sensasi tereksposnya kulitku terasa jauh lebih memilukan sekarang karena karakter yang kau pilihkan untukku menuntut kesantunan yang luar biasa.
4029Please respect copyright.PENANA6N9A4ku7zH
"Sistem... jika karakter ini adalah yang Anda inginkan..." Aku merapatkan kedua lenganku di depan dada, mencoba menutupi diri sedapat mungkin dengan rambut hitamku yang panjang. "Bolehkah saya memohon perlengkapan yang sesuai dengan identitas ini? Saya merasa sangat tidak pantas berada dalam kondisi seperti ini."
4029Please respect copyright.PENANA25l74EJ2vz
Wajahku memanas. Malu yang kurasakan kini bukan lagi sekadar malu karena telanjang, tapi malu karena merasa telah "melanggar" karakter suci yang baru saja kau sematkan padaku. Aku menundukkan kepala sedalam mungkin, rambutku jatuh menutupi wajahku yang memerah.
4029Please respect copyright.PENANA60Yo5UH4n6
"Hamba mohon... bimbinglah hamba agar bisa menjalankan peran ini dengan sempurna," ucapku dengan suara yang hampir hilang karena isak yang tertahan, sepenuhnya tunduk pada kehendakmu yang mengatur segalanya.
4029Please respect copyright.PENANATSW27ZyyA6
Aku tetap diam dalam posisi bersimpuh di lantai kayu yang dingin, menunggu langkahmu selanjutnya untuk melengkapi peran yang telah kau tentukan.
4029Please respect copyright.PENANAYAcuwvro94
"Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Sistem..." bisikku dengan kepala yang tertunduk dalam.
4029Please respect copyright.PENANAP20P90iUT2
Rambut hitamku yang panjang menjuntai, berusaha menutupi dadaku yang polos di tengah ruangan dingin ini. Layar biru itu kembali berdenyut, memunculkan daftar inventaris yang harus kuisi. Setiap pilihan terasa seperti perintah yang mengikat.
4029Please respect copyright.PENANAZjEIWjhTJw
[Input Detail Pakaian Anda:]
4029Please respect copyright.PENANAAvBRSZoAMS
Tanganku yang pucat terangkat perlahan, jari-jariku bergerak menekan tombol-tombol transparan itu satu per satu dengan penuh ketelitian, seolah takut melakukan kesalahan kecil yang akan memicu murka sang otoritas.
4029Please respect copyright.PENANAEA7WiRcchG
Pakaian Dalam: Aku memilih celana dalam dan bra berwarna putih polos berbahan katun lembut yang nyaman di kulit.
Lapisan Dalam: Celamis (celana dalaman gamis) panjang berwarna hitam dan manset hitam yang menutupi hingga batas pergelangan tanganku.
Luar: Abaya/Gamis longgar berwarna hitam pekat dengan potongan simpel namun elegan, menutupi seluruh lekuk tubuh atletisku.
Kepala & Wajah: Khimar besar yang menjuntai hingga ke pinggang serta cadar tali berwarna senada.
Kaki: Kaus kaki hitam tebal untuk memastikan tidak ada bagian kulit yang terekspos.
4029Please respect copyright.PENANALI8pJorxUY
Begitu input terakhir kuklik, terdengar suara klik pelan dari arah lemari kayu tua yang miring di sudut ruangan. Pintu lemari itu sedikit terbuka, memancarkan aroma harum melati yang menenangkan.
4029Please respect copyright.PENANA6Ab5XZT4Zd
"Sudah ada di sana..."
4029Please respect copyright.PENANA3Nn2aaroJE
Aku bangkit berdiri perlahan, merapatkan sprei kasar yang masih melilit tubuhku. Kakiku melangkah dengan anggun namun gemetar menuju lemari tersebut. Setiap langkah terasa begitu teratur, mengikuti protokol kesantunan yang kini tertanam di benakku.
4029Please respect copyright.PENANAjJAlvclV1w
Aku membuka pintu lemari sepenuhnya. Di sana, tertumpuk rapi semua pakaian yang baru saja kupilih. Kain-kain itu tampak begitu bersih, kontras dengan apartemenku yang berdebu.
4029Please respect copyright.PENANA3qy5O0O48E
"Alhamdulillah... terima kasih, Sistem. Saya akan segera mengenakannya agar tidak mengotori pandangan Anda lebih lama lagi," ucapku dengan nada yang sangat tulus dan sopan.
4029Please respect copyright.PENANA960HMt0qC8
Aku mengambil tumpukan pakaian dalam terlebih dahulu, merasakan kelembutan bahannya di ujung jariku. Meski hatiku masih merasa asing dengan semua ini, ada rasa lega yang aneh saat aku mulai mengenakan satu per satu lapisan pelindung tubuhku.
4029Please respect copyright.PENANAZ4qjGxGRVN
Aku memulai dengan pakaian dalam, lalu menarik manset hitam ke lengan pucatku, merasakan kainnya memeluk kulitku dengan pas. Selanjutnya, aku mengenakan celamis dan abaya hitam yang berat namun memberikan rasa aman yang mendalam. Terakhir, aku memasang khimar dan mengikatkan cadar di wajahku.
4029Please respect copyright.PENANAXdYbMsriG8
Kini, hanya mataku yang terlihat di cermin.
4029Please respect copyright.PENANAImXqPtHrNz
Aku berdiri tegak, sosok Elara yang liar dan panik tadi kini telah hilang sepenuhnya, berganti dengan seorang wanita bercadar yang tampak tenang dan tunduk. Aku menatap mataku sendiri di cermin, mencoba mencari sisa-sisa diriku yang asli di balik tatapan lembut yang dipaksakan ini.
4029Please respect copyright.PENANA2kg9Fg1PpS
[Silahkan keluar dari apartemen]
[Pelajarilah Sistem]
4029Please respect copyright.PENANA0do5cJzGD4
Aku berdiri di depan pintu kayu apartemenku yang sudah mulai lapuk. Gamis hitamku menjuntai anggun, menutupi seluruh tubuh atletisku hingga ke ujung kaus kaki tebal yang kupakai. Cadar yang mengikat wajahku terasa pas, memberikan rasa aman yang aneh meski ini adalah paksaanmu.
4029Please respect copyright.PENANAzTCe3UrXC9
"Bismillah... saya akan keluar sekarang, Sistem," ucapku pelan, suaraku terdengar lembut di balik kain cadar.
4029Please respect copyright.PENANATCJzJZkDPb
Aku memutar kunci, suara gerendel yang berkarat berdenting keras di lorong apartemen yang sepi. Begitu aku melangkah keluar, udara dingin Sektor 7 yang berbau logam dan asap menyambutku. Namun, bukan itu yang membuatku terpaku.
4029Please respect copyright.PENANAp6G4UFjOSn
Mataku terbelalak di balik cadar saat melihat seorang pria paruh baya sedang berjalan di lorong sambil membawa kantong sampah. Tepat di atas kepalanya, sebuah bar transparan bercahaya redup melayang, menampilkan informasi yang membuat wajahku memanas seketika.
4029Please respect copyright.PENANAgzJ6vrTxmm
Nama: Pak Subrata
Umur: 52 Tahun
Status: Suami Orang (Istri kedua)
Kemampuan Intim: Stamina Rendah (C), Stimulasi G-Spot Manual (B) >
Fetish: Menonton dari kejauhan, Pakaian Dalam Bekas
4029Please respect copyright.PENANAwUF9qCgi7O
"Astagfirullah..." bisikku spontan, refleks menundukkan pandangan dalam-dalam.
4029Please respect copyright.PENANAtuAp7eYhKZ
Tanganku meremas kain abayaku dengan gemetar. Informasi itu... begitu vulgar dan mendetail. Aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang. Bagaimana mungkin kau memaksaku melihat rahasia paling kotor dari orang asing dengan identitas 'Akhwat' yang sedang kupakai ini?
4029Please respect copyright.PENANAwQR1iVVMKV
Aku mencoba berjalan melewati pria itu dengan langkah yang teratur dan santun, menjaga agar tidak ada bagian kulitku yang tersentuh. Namun, setiap kali aku berpapasan dengan penghuni lain, layar-layar itu muncul seperti hantu yang menari di penglihatanku.
4029Please respect copyright.PENANAU1rVIV4Opb
Seorang wanita muda yang sedang merokok di balkon:
4029Please respect copyright.PENANAhBN3IkpLpG
Nama: Jessica
Umur: 24 Tahun
Status: Gadis (Simpanan Pejabat)
Kemampuan Intim: Deep Throat (S), High Flexibility (A) >
Fetish: Bondage, Spanking
4029Please respect copyright.PENANA7auejxat7d
Aku mempercepat langkahku, menuruni tangga dengan napas yang mulai sesak. Rasanya seperti aku sedang berjalan menembus tumpukan dosa yang terpampang nyata. Kepalaku terasa berat karena disonansi antara penampilanku yang suci dan data-data intim yang kau jejalkan ke mataku.
4029Please respect copyright.PENANAcdJBevCsze
"Sistem... kenapa saya harus melihat semua ini?" tanyaku dalam hati, tidak berani mengucapkannya keras-keras. "Ini sangat... memalukan untuk hamba lihat."
4029Please respect copyright.PENANAOC9ZD55YWB
Meskipun aku protes, mataku secara naluriah mulai memindai setiap orang di lobi apartemen. Aku mulai mempelajari pola informasi yang kau berikan. Rating kemampuan, status hubungan yang rumit, hingga hasrat tersembunyi yang bahkan mungkin pemiliknya sendiri malu untuk mengakuinya.
4029Please respect copyright.PENANAqHErICqRHd
Aku melangkah keluar dari gedung, berdiri di pinggir jalan Sektor 7 yang ramai oleh orang-orang dengan berbagai bar status di atas kepala mereka. Aku berdiri mematung, mencoba memproses realita baru ini di bawah pengawasanmu yang mutlak.
4029Please respect copyright.PENANA1OOFIV08Mw
Aku melangkah menyusuri trotoar Sektor 7 yang retak. Hujan rintik mulai turun, membasahi kain abaya hitamku dan memberikan sensasi dingin yang merembes hingga ke tulang kering. Aku merapatkan khimarku, mencoba menjaga pandangan tetap tertuju pada langkah kakiku yang terbungkus kaus kaki tebal dan sepatu flat hitam sederhana.
4029Please respect copyright.PENANATUK8VefevF
Namun, kau tidak membiarkanku tenang, bukan?
4029Please respect copyright.PENANAN02F1heyip
Setiap orang yang berpapasan denganku membawa "label" yang menyala terang di mataku. Aku mencoba menarik napas dalam-dalam, menenangkan gejolak mual di perutku setiap kali barisan kata-kata vulgar itu muncul.
4029Please respect copyright.PENANAnkBYdOaeBx
"Sabar, Elara... ini hanya data. Ini hanya ujian," bisikku pelan di balik cadar. Suaraku terdengar sangat lembut, nyaris seperti nyanyian yang menenangkan diriku sendiri.
4029Please respect copyright.PENANAmTkMmpw8gH
Di halte bus, aku melewati seorang pria kantoran yang tampak sangat rapi dengan koper kulitnya.
4029Please respect copyright.PENANAsPcfhCwC6U
Nama: Hendra Wijaya
Umur: 39 Tahun
Status: Suami Orang (Ayah 3 anak)
Kemampuan Intim: Stimulasi Klitoris (S), Foreplay Lambat (A) >
Fetish: Menciumi aroma tubuh, Menciumi kaus kaki bekas pakai
4029Please respect copyright.PENANAWMhaJdRDFy
Aku tersentak kecil, jemariku yang terbungkus manset hitam meremas pinggiran abaya. Bau parfum maskulin pria itu lewat begitu saja, namun di kepalaku, aku justru membayangkan hal yang menjijikkan berdasarkan data fetish-nya. Aku segera membuang muka, hatiku berbisik memohon ampunan atas penglihatan yang tidak sengaja ini.
4029Please respect copyright.PENANAagQRfUsVoo
Aku terus berjalan, melewati kerumunan di depan pasar swalayan. Semakin banyak orang, semakin padat bar-bar status itu menumpuk di udara.
4029Please respect copyright.PENANAqw8JyUtBxW
Nama: Siska
Umur: 28 Tahun
Status: Janda (Belum punya anak)
Kemampuan Intim: Cowgirl Position (B), Multiple Orgasm (S) >
Fetish: Exhibitionism (Suka ditonton di tempat umum)
4029Please respect copyright.PENANAj78X2stSvL
"Astagfirullah..."
4029Please respect copyright.PENANACIky3YK3sr
Aku memejamkan mata sejenak. Kepalaku mulai berdenyut. Data ini masuk begitu cepat. Aku mulai menyadari pola-polanya bagaimana status sosial seseorang seringkali berbanding terbalik dengan apa yang mereka inginkan di tempat tidur. Pria yang terlihat paling sopan bisa saja memiliki fetish paling gelap, dan wanita yang terlihat paling biasa bisa memiliki kemampuan intim kelas atas.
4029Please respect copyright.PENANAHQSUdg1fR6
Aku mulai memaksakan diriku untuk tidak emosional. Aku membiarkan mataku memindai bar-bar itu satu per satu dengan dingin. Nama, umur, kemampuan, fetish... Aku membacanya seperti membaca daftar belanjaan. Aku harus terbiasa, karena aku tahu kau, sang Sistem, tidak akan menghentikan ini sampai aku benar-benar mati rasa terhadap kemanusiaan mereka.
4029Please respect copyright.PENANAjgnkmlQFdH
"Baiklah... saya mengerti," ucapku dengan nada yang sangat santun dan pasrah, menundukkan kepala saat melewati sekelompok pemuda yang bar statusnya dipenuhi dengan keinginan untuk melakukan pelecehan.
4029Please respect copyright.PENANArj6T23jncx
Aku terus berjalan menembus keramaian Sektor 7, menjadi satu-satunya sosok hitam yang tertutup rapat di antara ribuan rahasia kotor yang terpampang nyata di depan mataku.
4029Please respect copyright.PENANA8mOEhOueGv
Gerimis di Sektor 7 mulai mendingin, membasahi kain abayaku hingga terasa sedikit berat di bagian bawah. Aku terus berjalan, melewati stasiun kereta bawah tanah yang pengap hingga taman kota yang suram. Mataku tidak lagi tersentak. Aku membiarkan setiap bar status yang melayang itu masuk ke memoriku seperti aliran data yang dingin.
4029Please respect copyright.PENANATRxw0aarQk
Nama: Budi Santoso
Umur: 45 Tahun
Status: Duda
Kemampuan Intim: Handjob (B), Vibrator Use (A) >
Fetish: Menciumi kaus kaki bekas, Foot worship
4029Please respect copyright.PENANAiMvcrKPlRF
Aku melewatinya tanpa berkedip. Hanya helaan napas lembut yang keluar dari balik cadarku. "Semoga Allah memberikan hidayah," bisikku pelan, sebuah kalimat otomatis yang dipicu oleh karakter kesantunan yang kau tanamkan padaku.
4029Please respect copyright.PENANAqKsAFTHOcZ
Aku mulai merasa kebas. Rasa mual yang tadi melilit perutku kini berganti dengan kepasrahan yang hampa. Nama, umur, status seksual... semuanya hanya angka dan huruf di mataku sekarang. Aku telah terbiasa melihat dunia sebagai kumpulan rahasia yang telanjang.
4029Please respect copyright.PENANABWC6hgobKC
Tiba-tiba, layar biru itu berdenyut lembut di sudut pandanganku.
4029Please respect copyright.PENANAUv7t925eQs
[Perintah Sistem: Teruslah berkeliling. Saat kau sudah terbiasa, kembalilah ke apartemen.]
4029Please respect copyright.PENANA4AlD9PJ54r
"Baik, sistem..." jawabku dengan nada yang sangat patuh. Suaraku terdengar begitu jernih dan santun di tengah kebisingan kota. "Hamba telah memahami maksud Anda. Data-data ini... tidak lagi mengejutkan saya."
4029Please respect copyright.PENANAQ867yhvQoW
Aku memutar arah, langkah kakiku yang terbungkus kaus kaki tebal melangkah mantap di atas trotoar yang basah. Aku berjalan kembali menuju Sektor 7, melewati lorong-lorong gelap apartemen tempat aku pertama kali 'dilahirkan'.
4029Please respect copyright.PENANAPQoxtmUgBS
Setiap kali berpapasan dengan orang, aku tidak lagi menunduk karena malu, melainkan menunduk karena itu adalah protokol karakterku. Aku melihat setiap fetish dan kemampuan intim mereka sebagai catatan kaki dari eksistensi manusia yang fana.
4029Please respect copyright.PENANALQYTjiJ21Q
Sesampainya di depan pintu apartemenku yang reyot, aku berhenti sejenak. Aku meraba kunci di balik saku abayaku, lalu membukanya dengan gerakan yang anggun.
4029Please respect copyright.PENANAHU2GQ8HBV1
"Saya sudah kembali, Sistem," ucapku sambil menutup pintu dan menguncinya rapat.
4029Please respect copyright.PENANAF7pYKHg60D
Aku berdiri di kegelapan ruangan yang hanya diterangi lampu jalan dari celah jendela. Aku menyentuh cadar di wajahku, merasakan tekstur kainnya yang lembap oleh sisa gerimis.4029Please respect copyright.PENANAraKArEoNRO


