Bau antiseptik yang menusuk adalah hal pertama yang menyambut kesadaranku. Dingin, kaku, dan menyesakkan. Aku mencoba menggerakkan jemariku, tapi rasanya seperti terkunci dalam semen basah. Ingatan terakhirku hanyalah lampu depan truk yang menyilaukan dan bunyi decit ban yang memekakkan telinga sebelum semuanya menjadi hitam.
2573Please respect copyright.PENANAOIg14T0M9X
Aku masih hidup?
2573Please respect copyright.PENANAU0x4bzlrUC
Perlahan, aku memaksakan kelopak mataku terbuka. Cahaya lampu neon di langit-langit bangsal terasa seperti pisau yang menghujam pupil. Aku mengerang kecil, tenggorokanku terasa seperti baru saja menelan pasir.
2573Please respect copyright.PENANAredxmkGxoO
"Pasien di ranjang 4B sudah sadar!" sebuah suara wanita berseru, cukup dekat dari telingaku.
2573Please respect copyright.PENANA5xnVb1gQLt
Aku menoleh perlahan ke arah suara itu. Seorang perawat muda dengan seragam putih ketat sedang berdiri di samping ranjangku. Wajahnya cukup manis, tapi ekspresinya datar, hampir terlihat jengkel karena tugas tambahannya baru saja dimulai. Seragamnya yang pas di badan menonjolkan lekukan tubuh yang seharusnya tidak menjadi fokus perhatianku di saat seperti ini.
2573Please respect copyright.PENANAwpwMCZKgTU
Namun, saat itulah pandanganku mulai bergetar. Sebuah kotak transparan, mirip antarmuka gim video, muncul tepat di atas kepala perawat itu. Awalnya buram, lalu perlahan menajam dengan teks berwarna neon yang berpendar.
2573Please respect copyright.PENANAtYG3x6Tf0A
[Analisis Target Dimulai...]
Nama: Shinta Rahayu
Pekerjaan: Perawat Junior
2573Please respect copyright.PENANAsEWZGz5Zr3
Status:
Kesehatan: 88/100
Logika: 72/100
Kepatuhan: 65/100
Gairah: 12/100
Mood: Lelah, Teriritasi.
2573Please respect copyright.PENANAMDhuPlunZF
Aku mengerjap berkali-kali, mengira ini adalah efek samping dari benturan di kepalaku. Gegar otak. Ya, pasti itu. Tapi kotak itu tidak hilang. Bahkan saat Shinta mendekat untuk memeriksa infusku, angka-angka itu ikut bergerak, menyesuaikan jarak dengannya.
2573Please respect copyright.PENANA5u8kk4vb0N
"Mas Erlan? Bisa dengar suara saya? Coba ikuti arah jari saya," ucap Shinta dengan nada profesional yang dipaksakan. Matanya melirik jam tangan, seolah menghitung detik sampai shift-nya berakhir.
2573Please respect copyright.PENANA2z2og2Ghfe
Aku tidak melihat jarinya. Aku terpaku pada angka Gairah: 12. Angka itu sangat rendah, kontras dengan bagaimana dadanya yang membusung saat ia membungkuk untuk memeriksa denyut nadiku. Ada sesuatu yang sangat aneh di sini. Bukan hanya aku bisa melihat statusnya, tapi aku merasa seolah-olah ada koneksi antara pikiranku dan kotak transparan itu.
2573Please respect copyright.PENANAa4r2GmFCGU
Sistem Otoritas diinisialisasi, sebuah suara mekanis bergema di dalam kepalaku, begitu jernih hingga membuat bulu kudukku meremang.
2573Please respect copyright.PENANAglWXXzLvTL
Level Otoritas: 1.
Poin Tersedia: 10.
2573Please respect copyright.PENANAH09wEocZUA
"Mas? Kok malah bengong?" Shinta mengibaskan tangannya di depan wajahku. "Apa kepalanya masih pusing banget? Saya panggilkan dokter ya?"
2573Please respect copyright.PENANANVgsSpw1gp
"Tunggu," suaraku serak, hampir tidak terdengar.
2573Please respect copyright.PENANABHE439TF3S
Aku menatap status Shinta sekali lagi. Sebuah dorongan impulsif muncul. Di samping angka Kepatuhan, ada simbol '+' kecil yang berkedip. Seolah-olah sistem ini menantangku untuk mencoba.
2573Please respect copyright.PENANAGvuM3r3vkh
Gunakan 5 poin untuk meningkatkan Kepatuhan Shinta Rahayu? pesan sistem muncul di benakku.
2573Please respect copyright.PENANAtnYyRsCzNi
Ya, jawabku dalam hati, setengah ragu, setengah penasaran.
2573Please respect copyright.PENANAVeO748UMtg
Seketika, angka 65 itu berubah menjadi 70. Dan saat itu juga, aku melihat perubahan yang mustahil secara medis. Bahu Shinta yang tadinya tegang tiba-tiba rileks. Ekspresi jengkel di matanya menghilang, digantikan oleh sorot mata yang lebih lembut hampir tunduk.
2573Please respect copyright.PENANAcAZ54D8AFh
"Ah... maksud saya, Mas Erlan butuh sesuatu? Minum? Atau posisi bantalnya kurang nyaman?" nadanya berubah total. Tidak ada lagi nada malas. Sekarang ia terdengar seperti seseorang yang benar-benar ingin melayaniku.
2573Please respect copyright.PENANA4IZbbz5qin
"Air..." bisikku.
2573Please respect copyright.PENANAXE1SNjHPKK
"Tentu, sebentar ya." Ia bergegas mengambilkan gelas, jemarinya menyentuh tanganku dengan lembut saat ia membantuku minum. Sentuhannya terasa berbeda. Terasa ada aliran hangat yang menjalar dari kontak kulit itu. Tidak ada lagi jarak profesional yang dingin.
2573Please respect copyright.PENANAJV9q2LvTov
Aku meneguk air itu sambil terus memperhatikan layar status di atas kepalanya. Poin otoritas di kepalaku berkurang, tapi kendali yang kurasakan sangat nyata. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah realitas yang bisa kuubah sesuai keinginanku.
2573Please respect copyright.PENANAvABmuuGAnd
Perawat yang tadinya menganggapku beban, kini menatapku seolah perintahku adalah prioritas utamanya. Dan ini baru level satu. Baru Shinta.
2573Please respect copyright.PENANApUp9b7JLmG
Aku menyandarkan kepala kembali ke bantal, sebuah senyum tipis tersungging di bibirku yang pecah-pecah. Dunia tidak akan pernah sama lagi. Di luar sana, ada ribuan orang dengan status yang menunggu untuk aku manipulasi.
2573Please respect copyright.PENANAVZZV38P3YA
"Terima kasih, Shinta," kataku, sengaja menyebut namanya dengan nada yang lebih dalam.
2573Please respect copyright.PENANA46F73TzJhf
Ia tersipu, rona merah tipis muncul di pipinya yang bersih.
Gairah: 15.
2573Please respect copyright.PENANAYjpwLmaQeS
Angkanya naik sedikit hanya karena aku menyebut namanya dengan cara seperti itu.
2573Please respect copyright.PENANA6ksWzoZMuC
"Sama-sama, Mas Erlan. Saya akan di sini kalau Mas butuh apa-apa lagi. Apa saja..."
2573Please respect copyright.PENANA6u4LtHdvnb
Shinta masih berdiri di samping ranjangku, merapikan selimut dengan gerakan yang jauh lebih telaten dari sebelumnya. Aku bisa merasakan tatapannya sesekali mencuri pandang ke arahku. Statusnya masih mengambang di sana, pendar neonnya seolah mengejek hukum alam yang kukenal selama dua puluh lima tahun ini.
2573Please respect copyright.PENANAkoTR7W7rDh
Pintu bangsal terbuka dengan suara gesekan roda yang halus. Seorang pria paruh baya dengan jas putih dokter masuk, diikuti oleh seorang dokter muda wanita yang kecantikannya seketika membuat suasana kamar yang suram ini terasa lebih cerah.
2573Please respect copyright.PENANA4DXCqFmI5L
Namanya, menurut papan nama di dadanya, adalah dr. Vania. Tapi yang membuatku terpaku adalah barisan status di atas kepalanya.
2573Please respect copyright.PENANABeUoNirgAn
[Analisis Target...]
Nama: Vania Clarissa
Pekerjaan: Dokter Residen (Spesialis Bedah)
2573Please respect copyright.PENANAsnkixPtuoy
Status:
Kesehatan: 95/100
Logika: 92/100
Kepatuhan: 15/100
Gairah: 5/100
Mood: Fokus, Dingin.
2573Please respect copyright.PENANAouAQ8zLlZ0
Angka Kepatuhan: 15? Aku hampir tertawa dalam hati. Wanita ini adalah tipe alfa. Logikanya tinggi, namun kepatuhannya hampir tidak ada. Dia tipe yang memerintah, bukan diperintah. Rambutnya diikat rapi, kacamatanya memberikan kesan intelektual yang sangat provokatif, dan cara dia berjalan menunjukkan otoritas yang mutlak.
2573Please respect copyright.PENANAQur6UVwQ1x
"Pasien Erlan, bagaimana perasaanmu?" tanya dokter senior itu, namun matanya sibuk membaca papan catatan medis.
2573Please respect copyright.PENANAsBXw0V4gs0
"Sedikit pusing, Dok. Tapi sudah jauh lebih baik," jawabku tenang.
2573Please respect copyright.PENANAV1A8pHx8hM
Vania mendekat, dia mengambil stetoskop dan mulai memeriksaku. Wangi parfumnya campuran antara citrus dan jasmine yang mahal langsung memenuhi indra penciumanku. Saat dia menempelkan stetoskop ke dadaku, aku bisa melihat kulit lehernya yang putih bersih.
2573Please respect copyright.PENANAaQV2ep9l4R
"Detak jantungmu sedikit cepat," gumam Vania tanpa ekspresi. Matanya menatapku dari balik kacamata, dingin dan analitis. "Normal untuk pasien pasca-trauma, tapi tetap harus diobservasi."
2573Please respect copyright.PENANACHz7XIAfcm
"Mungkin karena saya baru saja melihat sesuatu yang indah, Dok," sahutku pelan, sebuah keberanian yang biasanya tidak kumiliki muncul begitu saja.
2573Please respect copyright.PENANAn1vuSNWhUA
Vania hanya mengangkat satu alisnya. Logika: 92. Rayuan murahan seperti itu tidak mempan padanya. Statusnya tidak bergeming.
2573Please respect copyright.PENANAmjBFaCE5ua
Sisa Poin: 5.
2573Please respect copyright.PENANAepF2QAmNLu
Aku melihat ke arah barisan statusnya. Poin terakhirku. Jika aku menggunakannya pada Shinta tadi, efeknya sangat drastis karena kepatuhannya sudah cukup tinggi. Tapi pada Vania? Kepatuhan 15 itu seperti tembok beton.
2573Please respect copyright.PENANA23A8yoCugp
Tingkatkan Gairah Vania Clarissa sebanyak 5 poin? Sistem berbisik di kepalaku.
2573Please respect copyright.PENANAdeq4Y888GV
Lakukan, perintahku.
2573Please respect copyright.PENANA8XiVYNbg9f
Angka Gairah: 5 berkedip dan berubah menjadi 10.
2573Please respect copyright.PENANA5uK1t9nMd6
Hanya naik 5 poin, tapi aku melihat perubahan kecil yang menarik. Vania yang tadi hendak menarik diri, tiba-tiba terdiam sejenak. Tangannya yang memegang stetoskop di dadaku tidak segera beranjak. Dia menarik napas sedikit lebih dalam.
2573Please respect copyright.PENANA6zLb1HzLO6
"Mas Erlan, tolong jangan bercanda. Anda baru saja lolos dari maut," katanya. Suaranya masih dingin, tapi ada sedikit getaran tipis di sana. Statusnya berubah: Mood: Sedikit Terganggu / Bingung.
2573Please respect copyright.PENANAflN5lvlM9R
"Saya serius, Dok. Rasanya seperti terbangun di dunia yang berbeda," aku menatap matanya dalam-dalam.
2573Please respect copyright.PENANABI59yzC2Bo
Vania membuang muka, merapikan alatnya dengan gerakan yang sedikit lebih terburu-buru dari biasanya. "Shinta, pastikan jadwal obatnya tepat waktu. Berikan sedatif ringan jika dia mulai meracau lagi."
2573Please respect copyright.PENANAM45C3pXBch
"Baik, Dok," jawab Shinta dengan nada yang sangat patuh tentu saja, kepatuhannya sudah ku-upgrade.
2573Please respect copyright.PENANAQt1MZZBNqP
Vania keluar dari kamar tanpa menoleh lagi, tapi aku sempat melihat dia memperbaiki tatanan rambutnya di pantulan kaca pintu. Sebuah gestur bawah sadar yang dilakukan wanita saat mereka merasa diperhatikan.
2573Please respect copyright.PENANAfxvEncJtCJ
Aku menarik napas panjang, merasakan kekuatan yang berdenyut di balik mataku. Poin otoritas-ku sekarang nol, tapi aku tidak khawatir. Jika sistem ini bekerja seperti yang kupikirkan, akan ada cara untuk mendapatkan lebih banyak poin.
2573Please respect copyright.PENANAEsFaUnR7HK
Shinta kembali mendekat setelah dokter pergi. Dia duduk di pinggir ranjangku sebuah tindakan yang sangat tidak profesional untuk seorang perawat di bangsal umum.
2573Please respect copyright.PENANAw4ishvRLok
"Mas Erlan beneran nggak apa-apa? Tadi Mas berani banget sama dr. Vania. Dia itu dokter paling galak di sini, lho," bisik Shinta. Tangannya kini berani mengelus lenganku pelan.
2573Please respect copyright.PENANAFGoN2Q6XqM
Aku menatap Shinta. Kepatuhan: 70. Gairah: 18.
2573Please respect copyright.PENANAp290Vi6zPp
"Kenapa? Kamu takut dia memarahiku?" tanyaku sambil meraih jemarinya.
2573Please respect copyright.PENANA7hJvtoDH9s
Shinta sedikit tersentak, tapi dia tidak menarik tangannya. Malah, dia membiarkan jemariku membelai telapak tangannya. "Bukan... cuma, Mas Erlan beda banget sama tadi pagi waktu baru masuk."
2573Please respect copyright.PENANA8Pf7P37vA7
"Tentu saja aku beda. Aku sudah melihat 'angka' yang sebenarnya, Shinta," bisikku sambil menarik tangannya sedikit lebih dekat ke arahku.
2573Please respect copyright.PENANAwjgejtmN5m
Wajah Shinta memerah sempurna. Dia menoleh ke arah pintu, memastikan tidak ada orang, sebelum kembali menatapku dengan tatapan yang mulai berkabut.
2573Please respect copyright.PENANAzILQmF6Wld
Shinta masih bergeming, tangannya yang mungil kini berada dalam genggamanku. Aku bisa merasakan denyut nadinya yang sedikit lebih cepat dari biasanya melalui kulit tipis di pergelangan tangannya. Matanya yang tadi lelah kini berbinar oleh sesuatu yang lebih dari sekadar rasa kasihan sebagai perawat.
2573Please respect copyright.PENANAx4OcqGujZJ
"Mas Erlan... jangan begini, nanti kalau ada yang masuk gimana?" bisiknya, tapi dia sama sekali tidak berusaha menarik tangannya.
2573Please respect copyright.PENANAsw3QS4GU3Z
Aku hanya tersenyum tipis. Aku tahu persis kenapa dia tidak bergerak. Angka Kepatuhan: 70 itu bekerja seperti magnet yang menariknya padaku. Dia merasa harus menuruti apa pun yang aku lakukan, meski logikanya mungkin masih berteriak bahwa ini salah.
2573Please respect copyright.PENANAgFm0pY4ZKj
"Memangnya ada yang masuk di jam segini?" tanyaku dengan nada rendah, sambil sedikit menarik tangannya agar dia condong lebih dekat ke arahku.
2573Please respect copyright.PENANAcUBlZ4XM8n
Wajah Shinta kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahku. Bau cologne bayi dan sabun rumah sakit yang khas dari tubuhnya tercium jelas. Aku bisa melihat bulu mata lentiknya bergetar hebat.
2573Please respect copyright.PENANABfoS3Ejnyw
[Pemberitahuan Sistem]
Target: Shinta Rahayu
Status Gairah Meningkat: 18 -> 22
Pemicu: Kontak Fisik & Otoritas Suara.
2573Please respect copyright.PENANA5f04JkKUb1
Menarik, pikirku. Ternyata angka-angka ini tidak statis. Mereka bisa berubah secara alami tanpa aku harus membelanjakan poin. Poin hanya jalan pintas, tapi interaksi nyata adalah bahan bakarnya.
2573Please respect copyright.PENANA4Gt1uf7Ats
"Tadi... dr. Vania bilang Mas Erlan harus istirahat," kata Shinta dengan suara yang hampir menghilang. Dia menelan ludah, matanya melirik ke arah bibirku.
2573Please respect copyright.PENANAOsjcTyiPef
"Aku merasa sangat sehat, Shinta. Malah, aku merasa lebih bersemangat dari biasanya," kataku sambil mengelus ibu jariku di punggung tangannya. "Katakan padaku, apa yang biasanya kamu lakukan kalau shift malammu sudah hampir selesai dan tidak ada lagi pasien yang rewel?"
2573Please respect copyright.PENANANZn9utoyh8
Shinta menunduk, pipinya makin merah merona. "Biasanya... cuma di ruang perawat, bikin laporan."
2573Please respect copyright.PENANAgODbd6QilH
"Malam ini jangan terburu-buru kembali ke sana," bisikku.
2573Please respect copyright.PENANAkwEzsMXpHq
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di koridor luar. Shinta tersentak dan segera menarik tangannya, pura-pura memeriksa selang infusku dengan gerakan kikuk. Pintu terbuka sedikit, dan seorang perawat lain melongokkan kepala.
2573Please respect copyright.PENANA1Hm6wQ46e2
"Shin, dicari Bu Maya di depan. Katanya ada berkas yang belum ditandatangani."
2573Please respect copyright.PENANA7xDGqJZZDA
"I-iya, sebentar!" Shinta menjawab dengan nada tinggi yang sedikit panik.
2573Please respect copyright.PENANA2r7yJsxjeK
Temannya itu pergi lagi. Shinta menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya yang gemetaran. Dia menatapku sekali lagi, kali ini dengan tatapan yang penuh dengan janji yang tak terucap.
2573Please respect copyright.PENANAs72lIazfxf
"Aku harus ke depan dulu, Mas. Nanti... nanti aku kembali lagi untuk cek tensi terakhir," katanya cepat-cepat.
2573Please respect copyright.PENANAPJ6lIDN97E
Aku hanya mengangguk, membiarkannya pergi. Begitu dia menutup pintu, aku kembali menatap langit-langit bangsal yang putih. Keheningan kembali melingkupiku, tapi kali ini aku tidak merasa kesepian. Pikiranku justru sibuk membedah setiap detail antarmuka transparan yang masih melayang di sudut mataku.
2573Please respect copyright.PENANA7e7d6ocKXc
Sistem, panggilku dalam hati. Bagaimana cara aku mendapatkan poin lagi?
2573Please respect copyright.PENANAQ6xWGjKPMn
Hening sejenak sebelum teks neon muncul di depanku.
2573Please respect copyright.PENANABfPGfP4mCX
[Misi Harian Tersedia]
1. Penaklukan Awal: Buat target dengan Kepatuhan di atas 70 menunjukkan loyalitas absolut
(Hadiah: 10 Poin Otoritas).
2. Provokasi Otoritas: Buat target dengan Logika tinggi (Vania) kehilangan fokus karena kehadiranmu
(Hadiah: 15 Poin Otoritas).
3.volusi Hasrat: Tingkatkan total Gairah di ruangan ini hingga akumulasi 100 poin
(Hadiah: 20 Poin Otoritas).
2573Please respect copyright.PENANAqmtevZ7SaG
Aku menyeringai. Misi-misi ini... seolah-olah sistem ini tahu persis apa yang ada di pikiranku. Ini bukan sekadar tentang bertahan hidup setelah kecelakaan. Ini tentang bagaimana aku mendominasi setiap aspek dari kehidupan baruku ini.
2573Please respect copyright.PENANAAFpTcoO1QL
Kecelakaan itu bukan akhir. Itu adalah proses pembersihan untuk Erlan yang lemah, dan kelahiran bagi Erlan yang memegang kendali atas segalanya.
2573Please respect copyright.PENANAwjw4NNW5B1
Suara pintu bangsal kembali terbuka perlahan. Aku mengira itu Shinta yang kembali, tapi sosok yang muncul adalah pria besar dengan setelan jas hitam yang tampak tidak pas di tubuhnya. Wajahnya keras, dan saat aku menatapnya, layar statusnya muncul dengan warna merah yang peringatan.
2573Please respect copyright.PENANAn99QdrJ6mv
[Analisis Target...]
Nama: Tidak Diketahui (Anak Buah)
2573Please respect copyright.PENANA9F5yNx1yS0
Status:
Kesehatan: 90/100
Logika: 40/100
Kepatuhan: 95/100 (Kepada Pihak Lain)
Mood: Agresif, Waspada.
2573Please respect copyright.PENANAo9EbbsSZYg
Jantungku berdegup kencang. Pria ini bukan staf medis. Dan status kepatuhannya yang tinggi kepada 'pihak lain' memberitahuku bahwa dia datang bukan untuk menjenguk dengan ramah.
2573Please respect copyright.PENANAojs68Osplh
"Erlan?" suaranya berat dan kasar.
2573Please respect copyright.PENANAtimTCuDt07
Aku menatapnya tajam, mencoba tetap tenang meski poin otoritas-ku sedang kosong. "Siapa kamu?"
2573Please respect copyright.PENANAdZfFxZpJdG
Pria itu mendekat, matanya menyapu ruangan sebelum terkunci pada wajahku. "Bos ingin tahu kenapa kamu masih bernapas setelah truk itu menghantam mobilmu."
2573Please respect copyright.PENANAgHoV7efAa3
Pria itu melangkah maju, bayangannya yang besar menelan cahaya lampu di atas ranjangku. Tangannya yang kasar meraba saku jasnya, sebuah gerakan yang membuat instingku berteriak waspada. Kepatuhan: 95. Pria ini adalah anjing penjaga yang setia, tapi bukan padaku.
2573Please respect copyright.PENANAKbOaQOoqdz
"Katakan pada bosmu," kataku, mencoba menjaga suaraku tetap stabil meski jantungku berdegup kencang, "bahwa truk itu tidak cukup kuat untuk menjemput nyawaku hari ini."
2573Please respect copyright.PENANAY4RDLizfx9
Pria itu menyeringai, menampilkan barisan gigi yang tidak rata. "Bos tidak suka jawaban filosofis, Erlan. Dia lebih suka melihat bukti fisik."
2573Please respect copyright.PENANAEkFWNx6TrU
Tangannya mulai menarik sesuatu yang berkilat dari saku jasnya. Namun, tepat sebelum dia bisa melakukannya, pintu bangsal terdorong terbuka dengan kasar.
2573Please respect copyright.PENANAaY4ct4ZffB
"Mas Erlan! Saya bawa...."
2573Please respect copyright.PENANAN0bkQgPaSX
Shinta masuk dengan nampan berisi peralatan medis, suaranya terputus saat melihat sosok pria asing itu. Nampan di tangannya sedikit bergetar.
2573Please respect copyright.PENANADZeIcLQMBo
"Siapa Anda? Jam besuk sudah habis!" suara Shinta terdengar tegas, pengaruh dari Kepatuhan: 70 yang kuberi padanya membuatnya merasa memiliki kewajiban mutlak untuk melindungiku.
2573Please respect copyright.PENANA70Ou2o5qmu
Pria itu menoleh, menatap Shinta dengan pandangan meremehkan. "Keluar, Suster. Ini urusan laki-laki."
2573Please respect copyright.PENANAvyAeXH7XNk
Shinta tidak bergerak. Sebaliknya, dia justru melangkah maju, menempatkan dirinya di antara aku dan pria itu. "Saya bilang keluar atau saya tekan tombol darurat sekarang juga!"
2573Please respect copyright.PENANAu41UdWytcs
Aku melihat status Shinta berkedip. Mood: Takut tapi Nekat. Tangannya yang memegang pinggiran nampan gemetaran, tapi dia tidak mundur satu inci pun. Pria itu mendengus, melirik ke arah kamera pengawas di sudut ruangan, lalu kembali menatapku dengan mata menyipit.
2573Please respect copyright.PENANAZeyXITCkkz
"Keberuntunganmu masih bertahan, Erlan. Tapi rumah sakit ini punya banyak pintu masuk," bisiknya cukup rendah hingga hanya aku yang bisa mendengar. Dia menyenggol bahu Shinta dengan kasar saat dia melangkah keluar, membuat perawat itu hampir terjatuh.
2573Please respect copyright.PENANASzaYzezkcg
Begitu pria itu menghilang di koridor, Shinta langsung berbalik arah. Wajahnya pucat pasi. Dia menjatuhkan nampannya di atas meja nakas dan langsung memeluk lenganku.
2573Please respect copyright.PENANADKcSMe07PG
"Mas... Mas Erlan kenal orang itu? Dia kelihatan ngeri banget," suaranya gemetar hebat.
2573Please respect copyright.PENANA0YjphaRq2y
Aku bisa merasakan dada Shinta naik-turun dengan cepat karena napasnya yang tidak teratur, menempel erat pada lenganku yang masih terbalut perban. Ketakutannya nyata, tapi ada sesuatu yang lain yang mulai tumbuh di balik rasa takut itu.
2573Please respect copyright.PENANAvUrNxZpnCk
[Pemberitahuan Sistem]
Misi Harian Terdeteksi: Penaklukan Awal (Progress: 80%)
Gairah Shinta Rahayu: 25 -> 35
Mood: Terguncang, Membutuhkan Perlindungan.
2573Please respect copyright.PENANAdCSyp2CG8M
"Tenanglah, Shinta. Dia hanya masa lalu yang mencoba mengejarku," kataku lembut, sambil menariknya lebih dekat hingga dia terduduk di pinggir ranjang. Tanganku mengelus rambutnya, mencoba menenangkannya sekaligus menguji sejauh mana otoritas ini bisa bekerja tanpa poin.
2573Please respect copyright.PENANAQy5ZUGKqHM
Shinta membenamkan wajahnya di pundakku, menghirup aroma tubuhku yang bercampur bau obat. "Jangan biarkan dia masuk lagi, Mas. Saya... saya takut terjadi apa-apa sama Mas."
2573Please respect copyright.PENANAoBadutZUvS
"Kamu akan menjagaku, kan?" bisikku tepat di telinganya.
2573Please respect copyright.PENANAE9TGbETKTf
Shinta mendongak, matanya yang sedikit berair menatapku dengan pengabdian yang hampir buta. "Iya. Saya akan pastikan tidak ada yang bisa menyentuh Mas Erlan selama saya di sini."
2573Please respect copyright.PENANAdq7lSq0y4I
Ting!
2573Please respect copyright.PENANAc6OGiafUyg
[Misi Selesai: Penaklukan Awal]
Target menunjukkan loyalitas absolut di bawah tekanan.
Hadiah: 10 Poin Otoritas.
Level Otoritas: 1 -> 2.
2573Please respect copyright.PENANAxnEFbQ125g
Aku bisa merasakan gelombang energi baru mengalir ke mataku. Penglihatanku menjadi lebih tajam. Angka-angka yang melayang di atas kepala Shinta kini memiliki warna yang lebih kontras, dan aku merasa bisa melihat detail status yang lebih dalam jika aku memikirkannya.
2573Please respect copyright.PENANAic8FqcVOVa
Sepuluh poin baru. Cukup untuk meruntuhkan pertahanan dr. Vania, atau mengubah Shinta menjadi peliharaan yang paling setia di rumah sakit ini.
2573Please respect copyright.PENANAiGv7wagQHV
Aku menatap Shinta yang masih memelukku. Dia adalah pion pertamaku di papan catur ini. Dan di luar sana, pria berjas hitam itu adalah pengingat bahwa aku tidak boleh membuang waktu. Aku butuh kekuatan lebih besar. Aku butuh lebih banyak orang di bawah kendaliku.
2573Please respect copyright.PENANAK0VQmipOCI
"Shinta," panggilku pelan.
2573Please respect copyright.PENANACv2QGh6sCe
"Ya, Mas?"
2573Please respect copyright.PENANAUezfBodpHa
"Kunci pintunya. Aku tidak ingin ada orang lain yang masuk selain kamu malam ini."
2573Please respect copyright.PENANA8hNBwvjpLv
Shinta ragu sejenak, logikanya berperang dengan perintahku. Tapi angka Kepatuhan: 70 dan Gairah: 40 miliknya memenangkan pertempuran itu. Dia berdiri dengan kaki yang sedikit lemas, berjalan menuju pintu, dan memutar kunci dengan bunyi klik yang memuaskan.
2573Please respect copyright.PENANAmQIwK2MSoB
Aku bersandar pada bantal, menatap layar sistem yang kini menampilkan statistik pribadiku yang mulai meningkat.
2573Please respect copyright.PENANAPP3Ouhj2I5
Permainan baru saja dimulai. Dan di dunia yang dikuasai status ini, aku adalah sang pemegang otoritas.2573Please respect copyright.PENANAga5kOuSFIN


