Bab 2: Lidah dan kontol di Ambang Malam
4957Please respect copyright.PENANAXsAAZVtqpp
Amel berdiri di tengah kamar suite hotel yang mewah, cahaya lampu temaram dari lampu meja dan lampu tidur menciptakan bayangan panjang di dinding. Tubuhnya yang langsing dengan kulit putih cerah berkilau samar karena keringat tipis yang mulai muncul. Gamis hitamnya sudah tergeletak di lantai seperti kain tak berguna. Yang tersisa hanyalah pakaian lateks hitam super ketat yang hampir tak menutupi apa pun. Payudaranya yang besar dan padat (F-cup) hampir sepenuhnya terbuka, dua puting pink yang sudah dipiercing berdiri tegak, masing-masing dihubungkan dengan rantai perak halus yang menarik turun ke kristorisyang juga dipiercing di puncak vaginanya. Dildo 15 sentimeter masih tertanam dalam di vagina dan analnya, kabel kecilnya berkedip pelan, menandakan bahwa Aldi masih mengendalikan getarannya dari aplikasi di ponsel.
4957Please respect copyright.PENANAEr6jVqefcf
Aldi berdiri di depannya, kemeja putihnya sudah terbuka, memperlihatkan dada atletis yang berotot ringan dengan kulit sawo matang. kontol nya yang panjang 19 sentimeter masih setengah tegang setelah melepaskan sperma di tenggorokan Amel tadi. Senyum menawannya kini bercampur nafsu gelap yang membuat Amel merasa seperti mangsa.
4957Please respect copyright.PENANALH6NXeJrXH
“Kamu sudah sangat basah, budakku,” kata Aldi dengan suara rendah, jarinya menyentuh sela vagina Amel yang terbuka. Ia merasakan cairan cairan orgasme hangat yang licin membasahi jarinya. Bau manis dan maskulin bercampur aroma lateks dan keringat Amel memenuhi udara. “vaginamu seperti sedang menangis minta dilepaskan. analmu juga berdenyut kuat. Tapi aku belum izinkan kamu orgasme.”
4957Please respect copyright.PENANAm43GIdsbzX
Amel menggigit bibir bawahnya, mata coklatnya berkaca-kaca karena hasrat yang sudah tertahan seharian. Ia pemarah dan tegas di kehidupan sehari-hari, tapi di sini, di depan Aldi, ia suka merasa kecil. “Tuan… tolong… aku sudah tidak kuat. Getarannya seharian membuatku gila. Aku butuh… aku butuh dilepaskan.”
4957Please respect copyright.PENANA132QEiCX9j
Aldi tertawa pelan, tangannya menarik rantai yang menghubungkan puting ke kristoris Tarikan itu membuat Amel melengkungkan punggungnya, desahan kecil keluar dari bibirnya yang masih basah sisa sperma tadi. Sensasi tarikan di puting dan kristoris seperti listrik kecil yang menjalar ke seluruh tubuh. Kulit putihnya yang halus merona merah di tempat rantai menyentuh.
4957Please respect copyright.PENANAIwTT5s4uWq
“Berlutut lagi,” perintah Aldi tegas.
4957Please respect copyright.PENANArXYZa6UFa8
Amel patuh tanpa ragu. Lututnya menyentuh karpet lembut kamar hotel. Ia berjongkok di depan Aldi, wajahnya tepat di depan kontol yang sudah kembali mengeras sepenuhnya. Bau maskulin kontol itu kuat, membuat hidungnya mengembang dan vaginanya berkedut lebih kuat. Aldi memegang kepala Amel yang masih memakai hijab hitam elegan, jarinya menyusup ke rambut hitam panjang yang sedikit terlepas.
4957Please respect copyright.PENANA1WSXT4bSxt
“Lepaskan dildo di vagina dan analmu pelan-pelan. Tapi jangan sentuh cerimu,” kata Aldi.
4957Please respect copyright.PENANAJXu4yibjNM
Tangan Amel gemetar saat meraih dildo yang tertanam dalam. Ia menariknya perlahan dari vaginanya yang basah. Suara basah “plop” kecil terdengar saat dildo keluar, diikuti banjir cairan cairan orgasme bening yang menetes ke lantai karpet. Amel mendesah panjang, tubuhnya bergetar hebat. Sensasi kosong yang tiba-tiba di vaginanya membuatnya merasa hampa dan semakin lapar. Kemudian ia menarik dildo dari analnya. Lubang analnya yang sudah terlatih sedikit terbuka, berdenyut, dan langsung mengeluarkan lebih banyak cairan. Bau manis cairan Amel semakin kuat di udara.
4957Please respect copyright.PENANAZa1CK8EaqH
Aldi tersenyum puas melihatnya. “Lihat betapa banjirnya vaginamu. Kamu memang budak yang sangat binal di balik cadar itu.”
4957Please respect copyright.PENANAfCeVT04UZn
Ia menarik Amel berdiri, lalu mendorongnya lembut ke arah ranjang king size yang empuk. Amel terbaring telentang, hijabnya masih terpasang rapi karena Aldi suka menikmati tubuhnya sambil melihat simbol kesucian itu tetap ada. Aldi naik ke atas ranjang, tangannya meremas payudara besar Amel dengan kasar. Jari-jarinya mencubit puting pink yang sudah keras, menarik rantai hingga Amel melenguh.
4957Please respect copyright.PENANADWLvT4Fywa
“Aaah… Tuan… sakit… tapi enak…” desah Amel, suaranya parau karena hasrat.
4957Please respect copyright.PENANAf6hYF4BtkL
Aldi menunduk, lidahnya menjilat puting yang satu, lalu yang lain. Rasa asin keringat bercampur manis kulit Amel memenuhi mulutnya. Ia menggigit pelan puting itu, membuat Amel menjerit kecil dan bokongnya terangkat dari kasur. Tangan Aldi turun ke vagina Amel yang sudah banjir. Tiga jarinya langsung masuk dengan mudah karena licinnya cairan cairan orgasme. Ia mengocok dengan gerakan cepat dan dalam, jempolnya sesekali menyentuh kristorisyang membengkak.
4957Please respect copyright.PENANAJ2ZT00kLq8
Sensasi lidah di putingnya, jari-jari di vaginanya, dan tarikan rantai membuat Amel kehilangan kendali. Tubuhnya yang langsing melengkung hebat. Bau keringat mereka bercampur, suara basah jari Aldi mengocok vagina Amel terdengar jelas di kamar yang sunyi. “Plok plok plok” ritmis dan cepat.
4957Please respect copyright.PENANAEbwIXK9VB7
“Tuan… aku… aku mau… tolong jangan berhenti…” Amel memohon, suaranya pecah.
4957Please respect copyright.PENANAVwq1eTRzNz
Aldi justru mempercepat gerakan jarinya. Lidahnya terus menari di sekitar puting dan celah payudara. Tiba-tiba ia merasakan dinding vagina Amel mengejang kuat. Amel menjerit panjang, tubuhnya kejang-kejang hebat. Orgasme pertama malam itu datang seperti gelombang besar. Cairan cairan orgasme menyembur deras dari sela jari Aldi, membasahi telapak tangannya dan kasur di bawahnya. Amel merasa seluruh tubuhnya seperti listrik, pandangannya kabur sesaat, napasnya tersengal. Emosinya campur aduk — malu karena begitu cepat orgasme hanya dari jari dan lidah, tapi juga lega yang luar biasa setelah seharian ditahan.
4957Please respect copyright.PENANASa3NELwgnv
Aldi tidak memberi waktu istirahat. Ia menjilat cairan cairan orgasme yang menetes dari vagina Amel, lidahnya menari di kristorisyang sensitif. Rasa manis dan asin cairan Amel membuatnya semakin bergairah. kontol nya yang sudah sangat tegang menyentuh paha Amel yang halus.
4957Please respect copyright.PENANA3kfInI2iBC
“kontol ku sudah siap untuk analmu,” kata Aldi sambil menggesekkan kepala kontol nya di bibir vagina Amel yang masih berdenyut.
4957Please respect copyright.PENANAQ0xxIuvF9s
Ia mendorong pelan. Karena Amel masih orgasme, vaginanya sangat licin. kontol 19 sentimeter itu masuk dengan mudah di awal, tapi saat mencapai bagian dalam, Amel merasakan penuh yang luar biasa. Aldi mengenjot dengan gerakan brutal, pinggulnya beradu dengan bokong bulat Amel menghasilkan suara “plak plak plak” keras dan ritmis. Setiap hantaman membuat payudara Amel bergoyang hebat, rantai puting berayun dan menarik kristoris.
4957Please respect copyright.PENANA23lCkeHpDx
“Aaahh! Tuan… terlalu dalam… aku lagi… lagi orgasme!” jerit Amel.
4957Please respect copyright.PENANA9Vo6OxDCmo
Aldi menampar bokong Amel keras. Suara “plak!” nyaring memenuhi kamar. Kulit putih Amel langsung memerah di bekas tamparan. Ia mencekik leher Amel pelan tapi tegas dengan satu tangan, sementara tangan satunya meremas payudara. Amel merasa napasnya terbatas, tapi sensasi itu justru membuat orgasmenya semakin panjang dan kuat. Cairan cairan orgasmenya terus menyembur setiap kali kontol Aldi menghantam titik sensitif di dalam vaginanya.
4957Please respect copyright.PENANA5LFO1SYcSO
Mereka berganti gaya. Aldi membalik tubuh Amel menjadi doggy style. Bokong bulat besar Amel terangkat tinggi, hijabnya masih rapi di kepala. Aldi memegang pinggul Amel dan mengenjot dari belakang dengan lebih kasar. Setiap hantaman membuat bokong Amel bergoyang dan beradu dengan perut Aldi. Ia menampar bokong itu berulang-ulang — “plak! plak! plak!” — meninggalkan bekas merah yang indah di kulit putih.
4957Please respect copyright.PENANAyDWf8QfAd6
“Siapa kamu?” tanya Aldi sambil terus mengenjot.
4957Please respect copyright.PENANAoruW6o7TIu
“Aku… budak seks Tuan Aldi…” jawab Amel terengah-engah di antara desahan.
4957Please respect copyright.PENANA0j3BYTwc7C
“Dan apa yang kamu inginkan?”
4957Please respect copyright.PENANAOJqG8qyWVf
“Aku ingin… Tuan puaskan vagina dan analku… aku mau jadi binal hanya untuk Tuan…”
4957Please respect copyright.PENANAh2IsRMyGO3
Aldi tertawa puas. Ia menarik rantai puting dari belakang, membuat Amel melengkung punggungnya lebih dalam. Orgasme ketiga Amel datang lebih hebat. Tubuhnya kejang, vaginanya mengejang kuat di sekitar kontol Aldi, menyemburkan cairan cairan orgasme yang membasahi paha mereka berdua. Aldi merasakan kenikmatan luar biasa dari kontraksi itu.
4957Please respect copyright.PENANAWves69h9Ai
Mereka berganti lagi menjadi Amel di atas (cowgirl). Amel menggerakkan bokongnya naik-turun dengan liar, payudaranya bergoyang hebat di depan wajah Aldi. Aldi mencubit puting-putingnya, menarik rantai, dan sesekali menampar payudara Amel hingga suara “plak!” terdengar. Amel merasa seperti sedang menari di atas api kenikmatan. Setiap kali ia hampir jatuh, Aldi mengendalikan irama dengan tangan di pinggulnya.
4957Please respect copyright.PENANA6j8ST4SpeU
Persetubuhan itu berlangsung hampir tiga jam penuh. Mereka berganti gaya berkali-kali — missionary sambil cekikan, spooning sambil jari di anal, standing doggy di depan cermin besar sehingga Amel bisa melihat wajahnya sendiri yang merah dan basah di balik hijab. Aldi cum dua kali: pertama di anal Amel yang hangat dan sempit, sperma hangat menyembur dalam-dalam hingga Amel merasakan penuh di perutnya. Kedua kali di vaginanya saat Amel sedang orgasme keenam, kontraksi vagina Amel memeras kontol Aldi hingga tetes terakhir.
4957Please respect copyright.PENANAHEhQNVBhQO
Ketika semuanya selesai, Amel terbaring lemas di kasur, tubuhnya penuh bekas tamparan merah, cairan sperma dan cairan orgasmenya bercampur di paha dan kasur. Napasnya masih tersengal, mata coklatnya sayu karena kelelahan dan kepuasan. Emosinya rumit — ia merasa kotor, bersalah karena masih ingat identitasnya sebagai wanita taat, tapi juga merasa sangat hidup dan dicintai dalam cara yang gelap ini.
4957Please respect copyright.PENANAA2ZwmJIU7H
Aldi berdiri di samping ranjang, masih telanjang. Ia mengambil dua dildo yang tadi dilepas. “Sekarang pasang kembali. vagina dan analmu tidak boleh kosong saat pulang.”
4957Please respect copyright.PENANAjIDNgxWfXO
Amel menggeleng lemah, suaranya parau. “Tuan… aku masih sensitif sekali… tolong jangan… nanti aku tidak bisa jalan…”
4957Please respect copyright.PENANAKdTBmgVk7p
Aldi tidak mendengarkan. Ia menarik tangan Amel dengan paksa, mendorongnya berlutut lagi. Dengan kasar ia memasukkan dildo ke vagina Amel yang masih berdenyut sisa orgasme. Amel menjerit kecil karena sensitifnya. Kemudian dildo ke analnya. Suara “plop” basah terdengar dua kali. Aldi mengunci keduanya dengan penahan kecil sehingga tidak bisa keluar.
4957Please respect copyright.PENANA6inQv6jdsU
“Kamu cuma budakku. Kamu tidak boleh membantah. Turuti apa mauku saja,” kata Aldi tegas, matanya penuh dominasi.
4957Please respect copyright.PENANA8omoUm1e8X
Amel hanya diam, sedikit takut tapi juga bergairah lagi. Air matanya menetes pelan. Ia merasa benar-benar dimiliki.
4957Please respect copyright.PENANABevdxp2TWs
Aldi membantu Amel memakai kembali gamis dan cadarnya. Dildo di dalamnya mulai bergetar pelan lagi dengan pola random. Amel menggigil saat merasakannya. Mereka keluar dari hotel seperti pasangan biasa, tapi di dalam gamis Amel, tubuhnya sedang berperang dengan hasrat baru yang belum reda.
4957Please respect copyright.PENANAOgMJntTNPI
Di mobil saat mengantar Amel pulang, Aldi melirik ke arah rumah Amel yang sudah terlihat dari kejauhan. Seorang wanita muda dengan rambut hitam panjang dan tubuh langsing sedang berdiri di teras. Itu Layla, adik Amel yang baru pulang dari mondok. Aldi tersenyum dalam hati. Rencana baru mulai terbentuk di benaknya.
4957Please respect copyright.PENANA1DQ4HzBITC
Amel turun dari mobil dengan langkah pelan, vagina dan analnya masih penuh dildo yang bergetar pelan. Ia berusaha tersenyum normal saat masuk rumah, tapi di dalam hatinya, ia tahu malam ini baru permulaan dari sesuatu yang jauh lebih gelap.
4957Please respect copyright.PENANAgRUyQEMHj3


