Bab 3: Bangun dengan Bayangan Binal
3610Please respect copyright.PENANAn3FkrM0TdH
Cahaya matahari pagi yang lembut menyusup melalui tirai tipis suite penthouse, menyentuh kulit putih Wulan yang masih telanjang di atas ranjang king size. Tubuhnya terasa berat, otot-ototnya pegal seperti habis berlari maraton, tapi ada rasa hangat yang aneh masih tersisa di antara pahanya. memeknya terasa sedikit bengkak dan sensitif, analnya juga masih berdenyut pelan, seolah mengingat setiap genjotan panjang semalam. Bau samar sperma kering dan cairan orgasme bening masih menempel di seprai, bercampur dengan aroma tubuh Adit yang maskulin.
3610Please respect copyright.PENANAZIldd6XOkd
Wulan mengerjapkan mata coklatnya yang memikat, rambut hitam panjangnya acak-acakan menutupi sebagian wajah. Dia mencoba bangkit, tapi pinggulnya langsung terasa lemas. “Aduh…” keluhnya pelan, suara serak karena terlalu banyak jerit semalam. Payudaranya yang E-cup bergoyang lembut saat dia duduk, puting pinknya masih agak mengeras karena sisa efek obat.
3610Please respect copyright.PENANAAsjBO8e8oy
Di sampingnya, Adit masih tidur nyenyak. Wajah tampannya terlihat damai, senyum tipis masih tersisa di bibirnya. Tubuh sedikit berotot itu terbaring telentang, kontolnya yang sudah lemas tergeletak di paha.
3610Please respect copyright.PENANAIuZGFUSLVL
Wulan menatap pacarnya sejenak, campuran emosi berputar di dadanya. Ada rasa sayang yang biasa, ada rasa marah karena obat aneh yang diberikan Adit, tapi juga ada getaran aneh yang membuat pipinya memerah. Samar-samar dia ingat bagaimana tubuhnya orgasme tanpa henti selama hampir setengah jam. Rasa malu muncul, tapi di balik itu ada rasa penasaran yang baru.
3610Please respect copyright.PENANAzDaDqfBy1X
“Sayang… bangun,” panggil Wulan sambil menggoyang pelan bahu Adit. Suaranya masih lemah, tapi nada tegas khas dirinya mulai kembali. “Aku haus banget… laper juga. Mau makan.”
3610Please respect copyright.PENANAKDAjLIGYDc
Adit membuka mata perlahan, senyum menawannya langsung muncul. Dia menarik Wulan ke pelukannya, mencium kening gadis itu dengan lembut. “Pagi, cantik. Kamu bangun duluan ya? Semalam kamu tidur sangat pulas.”
3610Please respect copyright.PENANAtTyU8Hd795
Wulan cemberut, bibirnya manyun meski matanya masih berkilat lucu. “Kamu jahat banget, Adit. Masa aku dikasih obat biar orgasme terus-terusan? Aku jadi lemes sampe pingsan, tahu nggak? Badanku pegal semua sekarang.”
3610Please respect copyright.PENANAEqpyjgG2rN
Adit tertawa pelan, tangannya mengusap punggung telanjang Wulan dengan sayang. “Kamu baru menikmati satu kontol aja, sayang. Bayangkan kalau banyak kontol yang bergantian menikmati tubuh indahmu ini… pasti rasanya jauh lebih luar biasa.”
3610Please respect copyright.PENANA9bwRX9120W
Wulan langsung memukul dada Adit pelan, wajahnya memerah. “Ih, kamu mah ada-ada aja! Satu kontol saja aku sampe pingsan, apalagi banyak. Jangan bahas yang aneh-aneh deh.”
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
3610Please respect copyright.PENANAb6t2YN6sg6


