Bab 2: Obat Panas yang Tak Terlupakan
3566Please respect copyright.PENANALXUN2oqUUR
Tubuh Wulan masih bergetar pelan di atas sutra sutra yang lembut setelah gelombang orgasme pertama yang menyelimuti dirinya. Napasnya tersengal-sengal, dada montoknya naik-turun dengan cepat, membuat puting pink kecilnya yang mempengaruhi ikut bergoyang menggiurkan di bawah cahaya lampu kamar suite yang redup. Kulit putih mulusnya berkilau oleh keringat tipis, bercampur dengan sisa cairan orgasme bening yang masih menetes pelan dari memeknya yang basah dan membengkak. Bau harum tubuhnya yang sudah terangsang memenuhi udara kamar, campuran manis dan asin yang membuat Adit semakin sulit menahan diri.
3566Please respect copyright.PENANAQn5LUjb9Vu
Adit naik ke atas ranjang, tubuhnya sedikit berotot menutupi Wulan sepenuhnya. kontolnya yang keras sepanjang 15 cm menekan paha dalam Wulan, panas dan berdenyut. Dia menatap mata coklat pacarnya yang masih kabur karena kenikmatan, senyum romantisnya bercampur dengan kilatan nafsu yang lebih gelap.
3566Please respect copyright.PENANAXdSVFFjZae
“Kamu begitu indah saat orgasme, sayang,” bisik Adit sambil mencium bibir Wulan dalam-dalam. Lidahnya menari bersama lidah Wulan, mengecap rasa cairan orgasmenya sendiri yang masih tersisa. Tangan di dekatnya meremas payudara E-cup Wulan dengan lembut tapi tegas, jempolnya memutar puting pink itu hingga Wulan mendesah panjang di dalam menciumnya.
3566Please respect copyright.PENANAjGy8l3FCH7
“Adit… aku masih sensitif…” keluh Wulan pelan, suaranya serak karena terengah-engah. Tapi pinggulnya hanya sedikit terangkat, seolah mengundang sentuhan lebih jauh. Sifat pemarahnya masih ada, tapi sudah mulai luluh oleh gelombang kenikmatan yang baru saja dia rasakan.
3566Please respect copyright.PENANAGT4n0MnDhF
Adit tersenyum nakal. “Justru itu yang aku mau.”
3566Please respect copyright.PENANA3VXgczxmwG
Dengan gerakan yang dilatihnya, dia menggesekkan kepala tititnya di celah memek Wulan yang masih basah dan panas. Cairan cairan orgasme sisa orgasme membuat itu licin dan mengeluarkan suara basah perlahan “slurp… slurp…”. Wulan menggigit bibir bawahnya, matanya setengah terpejam, merasakan setiap senti panas yang menyentuh kristoris yang masih berdenyut.
3566Please respect copyright.PENANAAojBvyuEU1
Tanpa aba-aba lagi, Adit mendorong pinggulnya ke depan. tititnya yang tebal masuk pelan tapi pasti ke dalam memek Wulan yang rapat. Dinding-dinding hangat dan basah itu langsung memeluk titit Adit dengan kuat, seolah tidak mau melepaskan. Wulan mendesah keras, mendongak ke belakang.
3566Please respect copyright.PENANAtAejZeCMit
“Ahh… besar sekali… pelan, sayang…” erangnya, suaranya campur antara nikmat dan sedikit rasa sakit karena ukuran yang memenuhi dirinya.
3566Please respect copyright.PENANAGmIXi2jKrI
Adit berhenti sejenak di tengah jalan, membiarkan Wulan menyesuaikan diri. Dia mencium leher putih Wulan, menghirup aroma rambut hitam panjangnya yang harum. “Kamu sangat sempit malam ini… rasanya enak sekali,” bisiknya di telinga Wulan, napas hangatnya membuat gadis itu merinding.
3566Please respect copyright.PENANAZbESFed7DY
Setelah Wulan mulai bernapas lebih tenang, Adit mulai bergerak. Awalnya pelan, tititnya keluar-masuk dengan ritme yang dalam, setiap dorongan membuat memek Wulan mengeluarkan suara basah yang erotis. Tangan Wulan mencengkeram punggung Adit, kuku-kukunya meninggalkan jejak merah tipis di kulit pria itu.
3566Please respect copyright.PENANAJ8GmrLIji9
Semakin lama, gerakan Adit semakin cepat. Suara pengumuman pelan daging bertemu daging terdengar ritmis di kamar suite yang mewah: “plak… plak… plak…”. Setiap kali titit Adit masuk sampai pangkal, kepala tititnya menyentuh titik paling dalam di memek Wulan, membuat gadis itu menjerit kecil.
3566Please respect copyright.PENANAe533jkzKqG
"Ahh! Di situ… ahh… enak sekali!” desah Wulan, pinggulnya mulai ikut bergerak menyambut setiap genjotan.
3566Please respect copyright.PENANATkj57PRBYK
Adit tersenyum puas. Saat genjotan mencapai hitungan, dia merasakan dinding memek Wulan mengejang kuat. Wulan menjerit panjang, tubuhnya melengkung hebat.
3566Please respect copyright.PENANAwuldKgnH71
“Aku… lagi… ahhhhh!”
3566Please respect copyright.PENANAsWGOVrW8sO
cairan orgasme bening menyembur lagi dari memeknya, membasahi titit Adit dan terdengar di dasar. Getaran orgasme kedua membuat seluruh tubuh Wulan kejang-kejang. Adit terus menggenjot tanpa henti, memanjangkan gelombang kenikmatan itu.
3566Please respect copyright.PENANAwm1JGSjCnT
Tapi Wulan belum tahu, malam ini baru dimulai.
3566Please respect copyright.PENANAc7qBaQixvP
Saat orgasme Wulan mulai mereda, Adit menunduk, mencium bibir dalam-dalam sambil tetap bergerak pelan di dalamnya. Di tengah ciuman yang panas itu, Adit menyodorkan sesuatu dari mulut ke mulut Wulan — sebuah pil kecil yang sudah dia siapkan sejak tadi. Wulan menelan tanpa sadar, terlalu larut dalam kenikmatan.
3566Please respect copyright.PENANAbX8tWAS4nw
“Obat apa itu… ahh… sayang?” tanya Wulan di sela-sela desahan, suaranya penuh kebingungan tapi masih penuh nafsu.
3566Please respect copyright.PENANAH0FAhyhKzU
Adit tersenyum romantis, matanya penuh kasih sayang yang palsu. “Obat biar kamu tambah enak sayang.Nikmati aja…percaya sama aku.”
3566Please respect copyright.PENANAMRjVmUJvR3
Beberapa menit kemudian, efek obat mulai bekerja. Tubuh Wulan yang sudah panas semakin membara. Kulitnya terasa seperti terbakar dari dalam, memek dan analnya menjadi gatal luar biasa, sensitif terhadap setiap sentuhan. Setiap kali titit Adit menyentuh dinding di dalamnya, sensasi itu berlipat ganda. Rasa gatal itu berubah menjadi kenikmatan yang tak terganggu, membuat Wulan ingin lebih cepat, lebih dalam, lebih kasar.
3566Please respect copyright.PENANAVQ2vEQw2lr
“Ahh… badanku panas sekali… memekku gatal… genjot lebih cepat, Adit!” mohon Wulan, suaranya sudah mulai berubah menjadi erangan binal yang baru.
3566Please respect copyright.PENANAAEXN7tVrBn
Adit senang mendengarnya. Dia mempercepat gerakan pinggulnya. Setiap sepuluh kali genjotan, memek Wulan langsung mengejang hebat. Orgasme ketiga datang begitu saja, cairan orgasme muncrat deras, membasahi perut Adit. Wulan menjerit tanpa henti.
3566Please respect copyright.PENANAnWoMfB78s2
“Lagiii… ahh… aku keluar lagi…!”
3566Please respect copyright.PENANAcK4K6vxObP
Tidak berhenti di situ. Orgasme keempat, kelima, keenam… datang bergantian hanya dalam hitungan menit. Wulan tidak sempat bernapas dengan tenang. Tubuhnya terus bergetar, keringat membasahi rambut hitam panjangnya yang menempel di dahi dan leher. Payudaranya bergoyang liar mengikuti setiap hantaran titit Adit. Suara “plak plak plak” semakin keras dan cepat, bercampur dengan erangan basah “slurp slurp” dari memek yang sudah sangat basah.
3566Please respect copyright.PENANALht8pqOX6z
“Adit… ampun… aku terus orgasme… ini nikmat banget… tapi… ahh… berhenti dulu… aku nggak kuat!” jerit Wulan sambil mencakar punggung Adit. Matanya berkaca-kaca, campuran antara kenikmatan ekstrem dan sedikit ketakutan karena tubuhnya tidak bisa berhenti bergetar.
3566Please respect copyright.PENANAlfvlPanadn
Adit tidak berhenti. Dia malah menunduk, menggigit pelan puting pink Wulan sambil terus menggenjot dengan ritme stabil. "Gak bisa berhenti, sayang. Ini kenikmatan yang kamu mau, kan? Jujur aja… kalau kamu menikmati banyak pria, kamu akan merasakan ini sepanjang waktu. Bayangkan… banyak titit bergantian memenuhi memek dan analmu… kamu akan orgasme terus tanpa henti."
3566Please respect copyright.PENANAbUVMrZuFbR
Kata-kata Adit meresap ke dalam pikiran Wulan yang sudah kabur oleh obat dan kenikmatan. Di tengah orgasme ketujuh yang menyapu dirinya, bayangan samar tentang banyak tangan kasar, banyak titit yang memasukinya, mulai muncul di benak. Rasa malu yang biasa ada di hati gadis pemarah itu mulai luntur, digantikan oleh getaran aneh yang hangat dan menggoda.
3566Please respect copyright.PENANA9gOGBiwU71
“Aku… ahhhh… lagi…!” jerit Wulan untuk kesekiannya nanti.
3566Please respect copyright.PENANAVaY3emNPO7
Sudah hampir 30 menit berlalu. Wulan orgasme tanpa henti, tubuhnya sudah lemas total, kakinya gemetar tak terkendali. cairan orgasme bening terus muncrat setiap beberapa menit, basah kuyup hingga basah kuyup. Suara desahannya sudah serak, hampir membuat putus asa yang penuh kenikmatan.
3566Please respect copyright.PENANAu9R797TSFH
Akhirnya, saat orgasme ke-15 atau ke-16 menyapu dirinya, mata Wulan terbalik. Tubuhnya menegangkan hebat untuk terakhir kali, lalu lunglai total. Dia pingsan dengan nafas tersengal, memeknya masih berdenyut pelan di sekitar titit Adit.
3566Please respect copyright.PENANADgDtnHikHD
Adit tersenyum puas. Dia menggenjot beberapa kali lagi dengan cepat, lalu melepaskan sperma panasnya yang banyak ke dalam memek Wulan yang masih rapat. Rasa hangat sperma memenuhi rahim Wulan, membuat gadis itu menggeliat pelan dalam ketidaksadaran.
3566Please respect copyright.PENANAtBy96PATrU
Adit mencabut tititnya perlahan, melihat memek Wulan yang memerah dan menganga kecil, masih meneteskan campuran cairan orgasme dan spermanya sendiri. Dia membaringkan tubuh di samping pacarnya, memeluk tubuh hangat yang lemas itu dengan lembut. Di dalam hati, Adit sudah membayangkan masa depan yang lebih pembohong — bagaimana Wulan akan digangbang oleh Kevin dan Malik, bagaimana tubuh sempurna pacarnya itu akan menjadi pusat kenikmatan banyak pria.
3566Please respect copyright.PENANAvIzaSPjz0h
“Perlahan, sayang… kamu akan menjadi milikku sepenuhnya,” bisik Adit pelan sambil mencium kening Wulan yang berkeringat.
3566Please respect copyright.PENANAI5LcYuRMOZ
Malam itu, Wulan tertidur pulas dalam pelukan Adit, tubuhnya sesekali masih bergetar karena sisa efek obat. Di alam bawah sadarnya, benih-benih kebinalan mulai tumbuh, meski gadis pemarah dan tegas itu belum sepenuhnya menyadarinya.
3566Please respect copyright.PENANAKDZUTYhHcc
Sementara itu, Adit terjaga lebih lama, tersenyum sendiri sambil membayangkan liburan akhir pekan yang sudah dia rencanakan. Hadiah-hadiah spesial sudah siap di mobil. Dan teman-temannya — Kevin dengan kegemarannya pada BDSM serta Malik dengan koleksi alat seks uniknya — sudah menunggu panggilan.
3566Please respect copyright.PENANA4KdH7aAYXq
Malam mewah ini baru langkah pertama. Transformasi Wulan baru saja dimulai, dan Adit tahu, semakin dalam Wulan tenggelam dalam kenikmatan, semakin sulit baginya untuk kembali.
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
3566Please respect copyright.PENANAiAmkhtHUsh


