Keesokan paginya, Maya memutuskan untuk pergi. Ia akan mencari tempat tinggal baru, memulai hidup baru. Ia berterima kasih padaku, dengan tatapan mata yang penuh campuran rasa bersalah dan harapan. Aku hanya bisa mengangguk, membiarkannya pergi.
Beberapa bulan kemudian, aku mendengar kabar. Pak Wibowo mengalami kecelakaan fatal. Sebuah tragedi yang menggemparkan. Maya kini hidup sendiri, mewarisi kekayaan suaminya. Aku tidak pernah menghubunginya lagi. Aku tahu, jalan kami harus berpisah.
Suatu hari, sebuah paket datang ke apartemenku. Di dalamnya, ada sebuah lukisan kecil. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita, berdiri di depan jendela kaca yang besar, menatap ke luar. Di sudut bawah lukisan, tertulis: "Untuk Ardi, terima kasih telah menjadi bayangan yang menemaniku di saat tergelap."
Aku menatap lukisan itu. Maya telah pergi, dan cinta kami tak pernah terwujud. Tapi ia telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan. Ia telah mengajarkanku bahwa terkadang, koneksi terdalam tidak selalu membutuhkan sentuhan fisik, tetapi kehadiran dan pemahaman. Dan aku, aku akan terus menulis, merangkai kata-kata, dengan bayangan Maya di balik jendela kaca itu, sebagai pengingat akan cinta yang terlarang namun murni, cinta yang tumbuh di antara kesepian dan ketakutan, cinta yang akan selalu terukir dalam memori.244Please respect copyright.PENANAi18Vm1usWs


