Bab 1: Malam Panas di Apartemen
1410Please respect copyright.PENANAdj7n61Figa
Malam itu udara apartemen di pusat kota terasa lebih berat dari biasanya. Lampu kamar tidur hanya menyala redup dari lampu meja kecil, menciptakan bayangan panjang di dinding putih. Feby berdiri di depan cermin besar, tubuhnya yang langsing dengan tinggi 166 sentimeter terpantul sempurna. Rambut hitam panjangnya tergerai sampai pinggang, kulit putih mulusnya berkilau karena lotion yang baru ia oleskan. Payudaranya yang berukuran F-cup terasa berat dan penuh di balik pakaian dalam hitam tipis yang dikenakannya—bra rendah yang hampir tak menutupi puting pinknya yang kecil dan kencang, serta celana dalam string yang hanya menyisakan sedikit kain di depan vaginanya yang sudah mulai terasa hangat.
1410Please respect copyright.PENANA80qPY9wpLM
Feby memutar tubuhnya perlahan, melihat bokong bulat besarnya yang menggoda di cermin. Ia tersenyum kecil, tapi ada sedikit kegelisahan di mata coklatnya yang memikat. Hidung mancungnya mengembang saat ia menarik napas dalam. “Malam ini harus spesial,” gumamnya pelan pada diri sendiri. Dia tahu Dimas akan datang sebentar lagi. Mantan ketiganya ini—bukan, pacarnya sekarang—selalu berhasil membuatnya lupa segalanya. Dimas yang baik, kaya, pekerja keras, tapi malam ini Feby ingin melihat sisi lain dari pria itu. Ia ingin didominasi, seperti yang perlahan mulai ia sadari sebagai keinginannya yang tersembunyi.
1410Please respect copyright.PENANAEhVeOXym4U
Pintu apartemen berderit pelan. Feby menoleh, jantungnya berdegup lebih cepat. Dimas masuk dengan senyum menawan yang selalu membuat lututnya lemas. Pria 25 tahun itu tinggi 170 sentimeter, tubuhnya sedikit berotot dari rutinitas gym pagi, rambut hitam lurusnya rapi, dan aroma parfum mahalnya langsung memenuhi ruangan. Matanya ingin melihat Feby.
1410Please respect copyright.PENANAE5HFLaJ2U8
“Wow… kamu benar-benar siap malam ini, sayang,” katanya dengan suara rendah yang penuh godaan. Ia mendekat, tangannya langsung memeluk pinggang Feby dari belakang. Jari-jarinya menyentuh kulit putih di pinggul, merasakan hangatnya tubuh Feby yang langsung bereaksi.
1410Please respect copyright.PENANASqNziLNU5p
Feby membalikkan badan, bibirnya sudah siap. Mereka bertemu dalam ciuman panas. Lidah Dimas menyusup masuk, melumat bibir Feby dengan rakus. Rasa mint dari pasta gigi Dimas bercampur dengan rasa manis lipstik Feby. Tangan Dimas meremas bokong bulat Feby, menariknya lebih dekat hingga Feby bisa merasakan kehangatan tubuh pria itu. Napas mereka saling bercampur, suara kecupan basah terdengar jelas di ruangan yang sunyi.
1410Please respect copyright.PENANAh2X1iDT8US
Tiba-tiba Feby merasakan sesuatu yang kecil dan pahit masuk ke mulutnya saat lidah Dimas bergerak. Ia kaget, mencoba menarik diri, tapi Dimas menahan tengkuknya lembut tapi tegas.
1410Please respect copyright.PENANAhIrsOk7nwB
“Tenang, sayang,” bisik Dimas di sela ciuman. “Ini hanya obat kecil. Aku ingin melihat sisi binalmu yang sebenarnya malam ini. Percaya padaku.”
1410Please respect copyright.PENANAOs3rq7kR1l
Feby ingin protes, tapi rasa panas mulai merambat dari tenggorokannya. Tubuhnya tiba-tiba terasa seperti terbakar dari dalam. Kulitnya memerah, napasnya memburu. vaginanya mulai terasa gatal dan basah, seolah ingin disentuh segera. putingnya mengeras di balik bra tipis, menekan kain lingerie. Ia menggeliat dalam pelukan Dimas, tangannya mencengkeram baju pria itu.
1410Please respect copyright.PENANAXA1tG41xag
“Dimas… apa ini? Tubuhku… panas sekali…” desah Feby, suaranya sudah mulai parau.
1410Please respect copyright.PENANA9vb3j3uUsR
Dimas tertawa pelan, mata hitamnya penuh nafsu. “Obatnya mulai bekerja. Kamu akan merasa sangat ingin disentuh. Dan aku akan memberimu semua yang kamu inginkan.”
1410Please respect copyright.PENANARV9LFYSiPl
Tanpa basa-basi, Dimas mengangkat tubuh Feby seperti boneka dan membaringkannya di atas tempat tidur king-size yang empuk. Lingerie Feby langsung ia robek dengan satu tarikan, kain tipis itu jatuh ke lantai. Tubuh telanjang Feby terpampang sempurna di bawah cahaya redup—payudara besarnya naik turun mengikuti napas cepat, vaginanya yang sudah basah mengkilap, bokong bulatnya menekan kasur.
1410Please respect copyright.PENANAXBBeprKpJQ
Dimas melepas celananya cepat. kontolnya yang berukuran 15 sentimeter sudah tegang sempurna, ujungnya mengkilap. Ia naik ke atas Feby, posisi missionary klasik. Tangan kanannya meremas puting kiri Feby, jempolnya memutar puting pink itu pelan. Feby mendesah keras, punggungnya melengkung.
1410Please respect copyright.PENANASOU3wLG6CW
“Sentuh aku… tolong…” pinta Feby, suaranya penuh permohonan.
1410Please respect copyright.PENANAcED0OAYwTw
Dimas tidak menunggu lama. Ujung kontolnya menyentuh bibir vagina Feby yang sudah licin. Ia gesek pelan, merasakan kehangatan dan kebasahan yang luar biasa. Bau manis aroma tubuh Feby yang terangsang memenuhi hidungnya. Lalu, dengan satu dorongan mantap, kontolnya masuk sepenuhnya ke dalam vagina Feby yang sempit dan panas.
1410Please respect copyright.PENANAOtvSNBPede
“Ahhh!” jerit Feby. Matanya melebar. Tubuhnya langsung mengejang hebat. Hanya dalam tiga detik pertama, gelombang kenikmatan pertama menghantamnya. vaginanya berdenyut kuat, cairan orgasme bening menyembur deras keluar, membasahi kontol Dimas dan kasur. Feby orgasme langsung, tubuhnya gemetar hebat, jari kakinya menekuk, napasnya tersengal.
1410Please respect copyright.PENANAPq4PrKI3nC
Dimas tertawa puas, suaranya dalam dan nakal. “Dasar lacur baru dimasukkan kontol sudah keluar. Obatnya memang cocok buat tubuhmu, Feby.”
1410Please respect copyright.PENANA3ccRaF7keU
Feby masih terengah, mata coklatnya berkaca-kaca karena kenikmatan yang tiba-tiba. “Aku… aku tidak tahan… rasanya terlalu enak…”
1410Please respect copyright.PENANALXcOGV7dN9
Dimas masih menyimpan kontolnya dalam-dalam di vagina Feby. Ia mendongak, mengambil botol air mineral besar dari tas Feby di meja samping. “Minum dulu yang banyak, sayang. Kalau mau aku terus entot. Tubuhmu akan mengeluarkan banyak cairan orgasme setiap kali keluar. Jangan sampai dehidrasi.”
1410Please respect copyright.PENANArjNUgRQaEf
Feby mengangguk patuh, meski tubuhnya masih bergetar. Ia minum air itu banyak sekali, tenggorokannya bergerak naik turun. Air dingin itu kontras dengan panas di tubuhnya. Dimas tersenyum melihatnya, lalu mulai menggerakkan pinggulnya pelan. kontolnya maju mundur di dalam vagina Feby yang masih berdenyut.
1410Please respect copyright.PENANA5BLM8wEAhC
Kenikmatan kedua datang lebih cepat. Feby merasakan setiap urat kontol Dimas menggesek dinding vaginanya. Suara basah “plok-plok” pelan terdengar saat kontol keluar masuk. Bau keringat bercampur aroma intim mereka memenuhi udara. Feby mencengkeram sprei, payudaranya bergoyang mengikuti irama. “Dimas… lebih cepat… ahhh!”
1410Please respect copyright.PENANAEKp6ZbueDL
Dimas mempercepat. Ia ganti posisi jadi doggy style. Feby berlutut, bokong bulat besarnya terangkat tinggi. Dimas memegang pinggulnya kuat, kontolnya masuk dari belakang dengan dorongan dalam. Feby menjerit kenikmatan. Sudut baru ini membuat kontol menyentuh titik sensitif di dalam vaginanya. Orgasme ketiga datang dalam hitungan menit. cairan orgasme menyembur lagi, kali ini lebih deras, membasahi paha Dimas. Feby merasa tubuhnya seperti gelombang listrik, setiap otot mengejang, rasa manis di lidahnya dari air yang ia minum bercampur dengan rasa asin keringatnya sendiri.
1410Please respect copyright.PENANAh2Z4ZdkDNs
“Bagus… keluar lagi,” puji Dimas sambil menepuk bokong Feby pelan. Suara tepukan “plak” kecil terdengar. Ia tarik rambut hitam Feby lembut, membuat leher Feby melengkung. “Minum lagi.”
1410Please respect copyright.PENANAitog3FRVe2
Feby meraih botol air sambil posisi doggy, minum banyak lagi. Air mengalir di dagunya. Dimas tidak berhenti menggerakkan kontolnya, membuat Feby sulit menelan tapi semakin basah.
1410Please respect copyright.PENANAw36rW3Hwe8
Mereka ganti lagi ke cowgirl. Feby duduk di atas Dimas, payudaranya F-cup bergoyang bebas. Ia sendiri yang mengatur irama, naik turun di atas kontol Dimas. vaginanya terasa penuh, setiap turun membuat cerinya bergesek dengan pangkal kontol. Feby merasa dirinya semakin liar. “Aku suka… rasanya kontolmu mengisi aku sepenuhnya… ahhh!”
1410Please respect copyright.PENANAu3AdaOcEG5
Dimas memegang puting Feby, meremas dan memilin puting pink itu. Feby orgasme keempat sambil menunggang, cairan orgasme menyembur ke perut Dimas. Tubuhnya basah keringat, rambut hitam menempel di kulit putihnya. Bau tubuh mereka semakin kuat, campuran parfum, keringat, dan cairan intim.
1410Please respect copyright.PENANAsuO2dYvgZX
Sesi berlanjut lama. Dimas mencoba posisi spooning di samping, kontolnya masuk pelan sambil tangannya meremas payudara dari belakang. Feby merasakan kehangatan napas Dimas di lehernya, gigitan kecil di bahu. Orgasme kelima datang sambil mereka berbaring, tubuh Feby mengejang dalam pelukan Dimas.
1410Please respect copyright.PENANA71XzOHL1lE
“Minum lagi, sayang,” perintah Dimas lembut. Feby minum botol ketiga, tubuhnya sudah lemas tapi vaginanya masih lapar.
1410Please respect copyright.PENANAjtJl0WwJ9B
Lalu Dimas duduk di tepi tempat tidur, Feby tergeletak di lantai. Ia masukkan titit Dimas ke mulut dalam-dalam. Tenggorokan dalam. titit 15 sentimeter masuk sampai tenggorokan. Feby merasakan rasa asin di lidahnya, air liurnya menetes. Dimas memeganginya, menggerakkannya dengan pelan. Kejutan terjadi—Feby orgasme hanya dari oral ini. vaginanya menyemburkan cairan orgasme ke lantai tanpa disentuh, tubuhnya gemetar hebat. Suara tenggorokan “gluk-gluk” pelan terdengar.
1410Please respect copyright.PENANAmpQ5ws38O9
Dimas akhirnya tidak tahan. Ia mendorong Feby kembali ke tempat tidur, posisi misionaris lagi. tititnya bergerak cepat dan dalam. “Aku mau keluar di dalammu,” bisiknya.
1410Please respect copyright.PENANAJTL9KbacWj
Feby mengangguk, matanya penuh hasrat. “Isi aku… beri spermamu…”
1410Please respect copyright.PENANAJWlpEOqZyA
Dimas mengerang. sperma panas menyembur deras ke dalam vagina Feby. Tepat pada saat itu, Feby orgasme terakhir yang paling kuat. vaginanya berdenyut hebat, cairan orgasme menyembur keluar bersama sperma Dimas, berkeringat dan paha mereka berdua. Cairan campur itu mengalir deras, aroma manis dan asin memenuhi udara. Feby menjerit panjang, tubuhnya kejang selama hampir satu menit penuh, mata coklatnya berputar karena kenikmatan ekstrem.
1410Please respect copyright.PENANAf7nkbSh8kP
Mereka berdua adalah lemas. Dimas memeluk Feby dari samping, mencium keningnya yang berkeringat. "Kamu luar biasa malam ini. Obat itu benar-benar membuka sisi binalmu."
1410Please respect copyright.PENANApV7clrmWOa
Feby tersenyum lemah, tapi ada cahaya baru di matanya. Ia merasa puas, tapi juga mulai bertanya-tanya dalam hati—apakah ia ingin lebih dari ini? Tubuhnya masih berdenyut pelan, vaginanya terasa penuh dan basah. “Dimas… kamu selalu tahu cara membuatku seperti ini.”
1410Please respect copyright.PENANAFDMU5Sei3n
Dimas hanya tersenyum, tapi di lubuk hatinya ia tahu—hubungan mereka masih jauh dari kata serius. Malam itu berakhir dengan pelukan hangat, tapi benih keraguan sudah mulai tumbuh di hati Feby.
1410Please respect copyright.PENANAuY7hob3Waf
Malam panas di apartemen itu meninggalkan jejak basah di keringat dan di hati mereka berdua. Feby tertidur dengan tubuh lelah tapi puas, tidak tahu bahwa ini permulaan baru dari sesuatu yang jauh lebih gila.
1410Please respect copyright.PENANANajlIuHh8r
1410Please respect copyright.PENANAN8y2EoY4kB
1410Please respect copyright.PENANALjjFL8DFAS
1410Please respect copyright.PENANAhljQOejaFG


