Bab 1: Malam Rahasia di Gudang Belakang
10190Please respect copyright.PENANAsMCFvNjmXR
Malam itu udara di gudang belakang rumah besar keluarga Clara terasa sangat panas dan lembab meski kipas tua di sudut terus berputar pelan. Gudang kayu itu sengaja dibuat terpisah dari bangunan utama agar suara apa pun tidak sampai ke telinga Clara yang sedang tidur nyenyak di kamar lantai dua. Cahaya redup dari lampu bohlam kuning menyinari ruangan penuh peralatan kebun dan matras lama yang sudah disusun rapi menjadi tempat bermain mereka. Bau tanah basah bercampur aroma keringat dan cairan tubuh yang sudah mulai memenuhi udara membuat setiap napas terasa berat.
10190Please respect copyright.PENANAZhREKysRK6
Dimas berdiri di tengah dengan tubuh sedikit berototnya yang basah keringat. Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu tersenyum menawan sambil memegang jarum suntik kecil berisi obat buatannya sendiri. Di sebelahnya Yanto yang berusia empat puluh tahun dengan kulit sawo matang dan rambut ikal hitamnya terlihat semakin atletis di bawah cahaya temaram. Dadang yang tiga puluh lima tahun dengan tubuh atletis enak dipandang ikut tertawa pelan sambil memegang dua alat getar besar yang sudah dilumuri pelumas. Maya dan Amel sudah telanjang bulat di atas matras tebal yang dibentangkan di lantai.
10190Please respect copyright.PENANARzNtXxHY5b
Amel yang berusia dua puluh delapan tahun dengan kulit sawo matang dan payudara E cup yang bulat sempurna sudah dalam posisi terikat. Kedua tangannya diikat ke atas tiang kayu sementara kakinya direnggangkan lebar dan diikat ke dua sisi. Bokong bulatnya terangkat sedikit sehingga vagina dan analnya terbuka lebar untuk dilihat semua orang. Dua alat getar besar sudah masuk penuh ke dalam vagina dan analnya masing-masing. Getaran tinggi membuat seluruh tubuh Amel bergetar hebat. Kulitnya yang licin berkeringat memantulkan cahaya lampu. Matanya yang biasanya pemarah kini penuh air mata karena sudah hampir mencapai puncak tapi tidak bisa meledak.
10190Please respect copyright.PENANAYk4LCPDNdx
Dimas mendekat sambil mengusap pelan anggur Amel yang sudah mengeras. “Sabarlah sayang, obat ini baru saja kusuntikkan ke dalam aliran darahmu. Kamu tidak boleh meledak selama tiga puluh menit penuh. Rasakan saja getaran ini di dalam vagina dan analmu yang basah.” Suara Dimas lembut tapi penuh kekuasaan. Amel menggelengkan kepala sambil mendesah pelan. Tubuhnya yang langsing terasa panas dari dalam. Setiap getaran membuat dinding vaginanya mengejang dan analnya berdenyut ingin melepaskan cairan orgasme yang sudah menumpuk. Bau pelumas bercampur aroma tubuh Amel yang sudah sangat terangsang membuat Yanto dan Dadang semakin bergairah.
10190Please respect copyright.PENANAAKuWDK4qma
Di depan Amel yang terikat Maya yang berusia dua puluh lima tahun dengan kulit kuning langsat dan payudara E+ cup yang montok sudah berada di tengah-tengah tiga pria. Tubuh langsing Maya yang basah keringat terlihat mengkilap. vaginanya sudah dimasuki kontol Dimas yang panjang lima belas sentimeter dengan gerakan pelan tapi dalam. analnya diisi kontol Yanto yang lebih besar sembilan belas sentimeter sehingga terasa penuh sampai ke dasar. Mulutnya yang mungil sibuk mengulum kontol Dadang yang tujuh belas sentimeter. Tiga lubang Maya diisi sempurna. Cairan cairan orgasme Maya sudah mengalir deras ke matras sehingga permukaan kain terasa licin dan basah.
10190Please respect copyright.PENANAk2mQPDkxod
Maya mendesah keras setiap kali ketiga kontol itu bergerak bersama. “Ah… lebih dalam lagi… aku sudah dekat…” suaranya tercekat karena mulutnya penuh. Yanto yang suka menyiksa tertawa sambil mendorong pinggulnya lebih kuat. “Kamu boleh meledak sesuka hati Maya sayang. Lihat Amel di depanmu yang tidak boleh meledak sama sekali. Itu hukuman karena dia terlalu pemarah tadi siang.” Tangan Yanto meremas bokong Maya sambil terus mengentot analnya dengan ritme cepat. Bau keringat pria bercampur aroma cairan orgasme Maya yang manis memenuhi gudang. Suara basah dari vagina dan anal Maya yang digerakkan terdengar jelas di telinga Amel yang terikat.
10190Please respect copyright.PENANAUT1crmlBFf
Setiap sepuluh menit ketiga pria itu melakukan rotasi tanpa keluar dari tubuh Maya. Dimas pindah ke anal Maya sementara Yanto ke mulut dan Dadang ke vagina. Maya orgasme pertama kali saat rotasi kedua. Tubuhnya mengejang hebat. cairan orgasmenya menyembur deras membasahi paha Dadang yang sedang mengentot vaginanya. Maya menjerit di sekitar kontol Yanto di mulutnya. “Aku… meledak… ahhh!” Matanya terpejam nikmat tapi tubuhnya terus digerakkan tanpa henti. Amel yang melihat semuanya dari jarak dekat semakin tersiksa. Getaran di vagina dan analnya sudah membuatnya berada di ambang puncak selama lima belas menit tapi obat Dimas bekerja sempurna. Amel hanya bisa menggeliat dan memohon dengan suara parau. “Lepaskan aku… aku ingin meledak juga… tolong…”
10190Please respect copyright.PENANAGb9ok05Msx
Dimas mendekat ke Amel sambil terus mengentot Maya dari belakang. Tangan Dimas mengusap kristorisAmel yang sudah membengkak. “Lihat betapa nikmatnya Maya. Dia sudah meledak tiga kali sementara kamu masih menahan di puncak. Rasakan saja dulu getaran ini. Bau cairan orgasme Maya sampai ke sini membuatmu semakin basah bukan?” Jari Dimas mencolek sedikit cairan orgasme Maya lalu mengoleskannya ke anggur Amel. Rasa lengket dan hangat itu membuat Amel menggigil. Penglihatan Amel kabur karena air mata. Penciuman hidungnya penuh aroma seks yang kuat. Perasaan penuh di vagina dan analnya membuatnya ingin menangis kenikmatan yang tertahan.
10190Please respect copyright.PENANA8zwLYoyFXD
Rotasi ketiga dimulai. Sekarang Dadang di mulut Maya, Dimas di vagina, Yanto di anal. Maya orgasme lagi dan lagi. Tubuhnya sudah gemetar tak terkendali. Matras di bawahnya sudah banjir cairan orgasmenya yang bening dan lengket. Setiap kali kontol masuk keluar suara basah “plok plok” terdengar ritmis. Kulit Maya yang kuning langsat memerah karena tamparan lembut di bokongnya setiap kali orgasme. Emosi Maya campur aduk antara kenikmatan luar biasa dan rasa kasihan melihat Amel yang tersiksa. “Amel… tahan ya sayang… sebentar lagi kamu boleh meledak…” katanya sambil terengah.
10190Please respect copyright.PENANAsWvinxDENK
Tepat di menit ketiga puluh Dimas mengeluarkan kontolnya dari vagina Maya. “Sekarang Maya buka mulut lebar di depan Amel. Terima cairan orgasmenya langsung.” Maya patuh. Mulutnya terbuka lebar tepat di depan vagina Amel. Dimas kembali mengentot anal Maya dengan brutal. Pada detik yang sama getaran di tubuh Amel mencapai puncaknya. Obat mulai habis efeknya. Amel menjerit panjang saat cairan orgasmenya menyembur deras keluar dari vaginanya. Semprotannya kuat dan banyak sehingga langsung masuk ke mulut Maya yang terbuka. Maya menelan dengan lahap setiap tetes cairan orgasme Amel yang manis dan hangat. “Enak sekali… cairan orgasmemu selalu enak Amel…” katanya sambil menjilat bibir.
10190Please respect copyright.PENANAjYfE7l37sn
Yanto segera melepas ikatan Amel. Dua alat getar besar dicabut pelan sehingga Amel menggigil hebat. anal Amel yang sudah longgar langsung diisi kontol Yanto yang besar. “Sekarang giliranmu merasakan kontol sungguhan.” Yanto mendorong masuk pelan tapi pasti sampai pangkal. Amel mendesah keras karena rasa penuh yang berbeda. Tiga pria itu kini membagi dua wanita. Dimas dan Dadang mengentot Maya di vagina dan mulutnya sementara Yanto mengentot Amel di analnya dengan brutal. Rotasi berlanjut tanpa henti. Suara tamparan bokong terdengar keras “plak plak” setiap kali pinggul bertemu. Bau keringat semakin pekat. Kulit semua orang licin dan panas.
10190Please respect copyright.PENANAryqDIfK5KU
Mereka menyuruh Amel tidur telentang di atas tubuh Maya yang masih terengah. Dadang memasukkan satu dildo besar ke vagina Amel sementara ujung satunya masuk ke vagina Maya sehingga keduanya terhubung. Getaran rendah diaktifkan. Ketiga pria bergantian mengisi lubang yang tersisa. Seks berlangsung hampir dua jam penuh. Tubuh Amel dan Maya sudah lemas karena orgasme berulang. Kulit mereka memerah di mana-mana. Akhirnya ketiga pria berdiri mengelilingi wajah kedua wanita. kontol mereka digerakkan cepat. sperma putih kental menyembur deras ke wajah Maya dan Amel secara bersamaan. Maya dan Amel menjilat apa yang bisa mereka jilat dengan lidah lelah. Rasa asin manis sperma itu memenuhi mulut mereka.
10190Please respect copyright.PENANAzIB8jYbDCC
Dimas mengusap rambut Amel yang basah. “Kalian berdua hebat malam ini. Besok kita lanjut lagi.” Yanto dan Dadang hanya tertawa puas sambil membersihkan tubuh mereka dengan handuk. Maya dan Amel saling pandang dengan senyum lelah. Emosi mereka campur aduk. Kenikmatan luar biasa yang mereka rasakan malam itu membuat mereka ketagihan meski tubuh terasa remuk. Mereka tahu Clara masih tidur nyenyak di rumah utama tanpa tahu apa yang terjadi di gudang belakang. Malam itu berakhir dengan kelima pembantu membersihkan gudang dan kembali ke kamar masing-masing seperti biasa. Bau seks masih tersisa samar di udara gudang saat pintu ditutup pelan.
10190Please respect copyright.PENANANGOt9lZ9qR
Amel berbaring di kasurnya dengan tubuh masih berdenyut. Dia merasakan bekas getaran dan kontol Yanto di analnya. “Besok… aku ingin lagi…” gumamnya dalam hati sambil tersenyum. Maya di kamar sebelah merasakan cairan orgasme yang masih menempel di wajahnya. Dia menjilat jari dan tertawa pelan. “Clara tidak tahu apa yang menunggunya.” Malam semakin larut. Gudang kembali sunyi. Hanya desahan samar dari mimpi kedua wanita itu yang tersisa.
10190Please respect copyright.PENANA946Spk4VgA
10190Please respect copyright.PENANApz3tuRY4wR
10190Please respect copyright.PENANA0IV8O6bt6K


