/story/206658/artefak-pelintas-waktu/
ARTEFAK Pelintas Waktu | Penana
arrow_back
ARTEFAK Pelintas Waktu
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
PG-13
ARTEFAK Pelintas Waktu
Halusinasi
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Vince Park, pemuda campuran indo-korea biasa dari Jakarta modern, menemukan jam saku perak antik di gudang tua Pasar Loak Senen. Tanpa sengaja memutar kenopnya, ia terseret melintasi waktu, lalu mendarat di London tahun 1887, dengan berpakaian kaos Goirdonna dan celana jogger di tengah kabut Victorian. Dikejar polisi, ditolong oleh Sophia Britton, yakni seorang wanita pemburu artefak misterius lalu Vince menyadari jam itu bukan sekedar penunjuk waktu. Ia adalah Kronometer Temporal, artefak legendaris yang membawa pemiliknya ke “waktu dan tempat yang dicari”. Setiap getaran jam menuntunnya lebih dalam ke rahasia tersembunyi di bawah kota: reruntuhan kuno yang seharusnya tidak ada di peta abad ke-19. Di antara bayang-bayang reruntuhan, petunjuk pertama muncul, yaitu sebuah simbol aneh yang menghubungkan masa lalu Eropa dengan leluhur Korea-Indonesia Vince. Tapi semakin dekat ia menuju ke jawaban, semakin kuat tarikan jam itu. Ada sesuatu, atau seseorang... yang sudah menunggu kedatangannya selama berabad-abad. Dan di kegelapan terdalam, sebuah sosok berjubah merah samar-samar terlihat mengawasi dari kejauhan… seperti sedang menanti langkah Vince. Apa yang disembunyikan jam itu sebenarnya? Mengapa sosok berjubah merah itu tahu namanya? Dan kalau Vince gagal… akankah ia selamanya terperangkap di masa lalu, ataukah justru menghapus masa depannya sendiri?


Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 16 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.