Bab 3: Perjalanan ke Villa dan Antisipasi
5437Please respect copyright.PENANAXjiOJyv3Pt
Pagi ulang tahun Monica dimulai dengan lembut, seperti hembusan angin pagi yang menyusup melalui celah tirai kamar mereka. Kevin sudah bangun lebih dulu, seperti biasa, tapi hari ini ada perbedaan: dia tidak langsung ke dapur membuat kopi. Sebaliknya, dia berdiri di samping tempat tidur, memegang buket mawar merah segar yang baru saja dia ambil dari toko bunga langganan di bawah apartemen. Aroma mawar yang manis dan segar langsung memenuhi kamar, bercampur dengan bau linen bersih dari mimpi yang baru diganti kemarin. Cahaya matahari pagi yang lembut menguatkan masuk, menyinari kelopak-kelopak merah itu hingga terlihat seperti darah segar yang indah.
5437Please respect copyright.PENANAmDr1AVpbfm
Monica masih setengah tidur, mata coklatnya terpejam rapat, rambut hitam panjangnya dibuka di bantal seperti air terjun gelap. Tubuh langsingnya terbungkus selimut tipis, payudara E+ cupnya naik turun perlahan mengikuti napas tidurnya yang tenang. Kevin mendekat tanpa suara, meletakkan buket di meja samping tempat tidur, lalu membungkuk untuk mencium kening istrinya dengan lembut. Bibirnya menyentuh kulit putih mulus itu, hangat dan penuh kasih. Monica berada di dekatnya perlahan, matanya perlahan terbuka, dan senyum kecil muncul di dekatnya saat melihat wajah Kevin yang dekat.
5437Please respect copyright.PENANAWNeThvwO9P
“Selamat ulang tahun, istriku tercinta,” bisik Kevin dengan suara dalam yang selalu membuat Monica merinding. Tangannya menyusup ke bawah selimut, menyentuh pinggang langsing Monica, lalu naik perlahan menggerakkan lekuk pinggulnya hingga ke bokong bulat yang hangat. Jari-jarinya meremas lembut, membuat Monica menggeliat nikmat. “Hari ini spesial. Aku punya kejutan yang bakal kamu ingat seumur hidup.”
5437Please respect copyright.PENANAxCoAQpEfwL
Monica tertawa kecil, suaranya masih serak karena baru bangun. "Liburan romantis katamu kemarin? Jangan bohong ya, Kev. Kalau cuma ke mall lagi, aku marah beneran." Nada pemarahnya muncul, tapi matanya berbinar penuh harap. Kevin hanya tersenyum menawan, senyum yang selalu membuat hati Monica meleleh. Dia menarik selimut perlahan, menampilkan tubuh telanjang Monica yang masih hangat dari tidur. Kulit putihnya berkilau lembut di bawah sinar pagi, anggurnya sudah mengeras karena udara pagi yang sejuk dan sentuhan Kevin.
5437Please respect copyright.PENANA63sqbGaISs
“Percaya sama aku,” sambil menarik Monica ke pelukannya. Tubuh mereka menempel, payudara Monica menekan dada berotot Kevin, penisnya yang sudah setengah tegang menyentuh perut langsing istrinya. Monica bergidik, vaginanya mulai basah hanya dari kontak itu. Kevin mencium pelan, napas panasnya menyapu kulit sensitif di sana, membuat bulu kuduk Monica berdiri. "Pengepakan sekarang. Kita berangkat siang ini. Kejutan-nya ada di tempat tujuan."
5437Please respect copyright.PENANAon1WzkRSlT
Monica mengangguk antusias, rasa penasaran yang tinggi langsung meledak. Dia bangun, berjalan ke lemari dengan langkah ringan, bokong bulatnya bergoyang menggoda setiap langkah. Kevin memandangnya dari belakang, hatinya berdegup kencang karena tahu apa yang menanti malam ini. Dia sudah membayangkan semuanya: Monica di tengah ruang tengah villa, dikelilingi dua puluh pria, tubuh langsingnya menjadi pusat kenikmatan selama sepuluh jam penuh. Fetishnya membuat darahnya mendidih, tapi dia menahan diri dengan sempurna—hari ini harus sempurna.
5437Please respect copyright.PENANAoaBhwwZi7I
Mereka berkemas cepat tapi rapi. Monica memilih gaun pendek berwarna hitam yang ketat, bahan stretch yang membentuk tubuhnya dengan sempurna: payudara E+ cup terlihat menggoda di balik bagian rendah, pinggang ramping terlihat jelas, dan bokong bulatnya ditekankan kain hingga terlihat bulat sempurna. Dia memilih pakaian dalam hitam renda di bawahnya, bra push-up yang membuat payudaranya terangkat lebih tinggi, dan celana dalam tipis yang hampir tidak menutupi apa-apa. Rambut hitam panjangnya dibiarkan terurai, hanya diberi sedikit gel agar bergelombang alami. Saat dia berdiri di depan cermin, Kevin mendekat dari belakang, tangannya melingkar di pinggang, dagunya bersandar di bahu Monica.
5437Please respect copyright.PENANA3XKhImYT4p
“Kamu cantik sekali hari ini,” bisiknya, matanya menatap celana mereka di cermin. Monica tersenyum, tapi ada kegelisahan di matanya. “Kamu bikin aku deg-degan, Kev. Kejutan apa sih ini?” Kevin hanya mencium pipinya, lalu menampar bokongnya pelan. Nanti kamu tahu.Sekarang ayo berangkat.
5437Please respect copyright.PENANAR0p8zCdbn4
Perjalanan dimulai sekitar pukul satu siang. Kevin mengendarai SUV hitam mereka, mobil yang cukup luas untuk bagasi dan nyaman untuk perjalanan panjang. Monica duduk di kursi penumpang, kakinya disilangkan, gaun pendeknya naik sedikit menampilkan paha putih mulus. Aroma parfum vanila Monica memenuhi kabin mobil, campur dengan bau kulit jok baru dan AC dingin yang menyegarkan. Kevin memegang tangan kiri Monica dengan tangan tetangganya, jari-jarinya bermain di telapak tangan istrinya, terkadang mengirim email ke lengan dalam. Sentuhan itu membuat Monica bergidik, vaginanya mulai basah pelan.
5437Please respect copyright.PENANAdJYlSuOYGP
“Kamu bakal suka kejutan ini, Mon,” katanya dengan suara rendah, dominan. “Siap buat yang pembohong malam ini?” Monica menoleh, mata coklatnya sedikit melebar. "Liar gimana? Kamu bikin aku penasaran banget." Kevin tersenyum miring, jari-jarinya turun ke paha Monica, melewati kulit halus itu hingga ke tepi celana dalam. Dia menyentuh vaginanya secara perlahan melalui kain tipis, merasakan kebasahan yang sudah mulai terasa. Monica mengerang pelan, “Ahh… Kev, jangan menggoda di mobil. Nanti aku nggak tahan.” Tapi Kevin tidak berhenti, menggosok kristoriskecil itu dengan gerakan melingkar lambat, membuat Monica menggigit bibir bawahnya.
5437Please respect copyright.PENANAxPviyYBurn
“Bayangin kalau malam ini bukan hanya aku yang menyentuh kamu,” bisik Kevin, matanya tetap fokus ke jalan. “Banyak tangan, banyak titit, banyak kenikmatan.” Monica bergidik hebat, nafasnya tersengal. Fantasi gangbang yang mereka bagikan malam itu kembali muncul, membuat vaginanya semakin basah. “Kev… kamu serius?” tanyanya dengan suara gemetar campur heboh. Kevin hanya mengangguk, menekannya lebih kuat, membuat Monica mengerang lagi. “Serius. Dan kamu akan minta lagi setelah ini.”
5437Please respect copyright.PENANAf4HnQGXWN2
Perjalanan memakan waktu sekitar dua setengah jam. Mereka melewati jalan tol yang ramai, lalu masuk ke jalan pegunungan yang mulai menanjak. Pemandangan berubah dari gedung-gedung tinggi menjadi perbukitan hijau, udara semakin sejuk, aroma pinus dan tanah basah mulai tercium melalui ventilasi mobil. Monica menurunkan kacanya sedikit, angin dingin menyapu rambut hitamnya, membuatnya terlihat semakin cantik. Kevin sekilas melirik istrinya, hatinya penuh antisipasi. Dia sudah membayangkan villa itu: ruang tengah luas dengan lampu redup, sofa besar, karpet tebal, dan para pria yang akan datang pukul delapan lewat tiga puluh malam.
5437Please respect copyright.PENANApztrj2fZrP
5437Please respect copyright.PENANASbOGwQvYzy
5437Please respect copyright.PENANANkCcgZQU3V


