Di dalam kamar Aleza sedang mengetik pesan email melalui keyboard laptopnya. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Di dalam pesannya berbunyi " Gara Mahendra jujur aku masih sangat mencintaimu, namun mengapa kamu memutuskan hubungan kita? Tanpa persetujuanku? " Bunyi pesan yang sangat berbeda dengan kebiasaan berbicara Aleza, memang aneh. Namun kakak dan adiknya sudah tidak heran lagi dengan perilaku Aleza.
Mungkin Aleza terlalu berlebihan membaginya kepada kekasihnya di dunia digital tersebut. Maklum anak muda jaman sekarang.
Setelah selesai, ketik pesan lalu kirimkan ke email kekasihnya. Aleza masuk ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka, karena untuk mandi pun ia sudah malas. Sebab hari memang sudah tengah malam, ia merasa hari-harinya sangat membosankan. Setelah mencuci mukanya ia merebahkan dirinya ke kasur tidurnya yang terdapat kasur spring bad yang empuk.
Lambat laun, Aleza tertidur. Di dalam mimpinya Aleza bermimpi melihat pria remaja berumur sekitar 22 tahun. Namun di mimpi itu Aleza melihat pria itu hidup miskin, rumahnya yang reot di huni oleh dua adiknya yang masih kecil-kecil.
'Siapa sebenarnya pria itu mengapa pria itu hidup miskin?' Batin Aleza bertanya-tanya, namun ia tidak sadar bahwa itu bukanlah sekadar mimpi biasa...
382Please respect copyright.PENANAJlEo258w0H
382Please respect copyright.PENANAgM2608w1za


