Sore hari ada seorang gadis yang sedang duduk di balkon gedung studio foto, ya dia adalah Aleza Axel Markomuz seorang model muda berusia sembilan belas tahun. Hari ini ia tampak muram, entah hal apa yang dilalui ia sebelumnya. Sehingga kesedihan hinggap di senja sore hari yang indah. Menjadi muram gundah gulana. Tiba-tiba dari arah belakang ada gadis model lain yang menghampirinya. Dan berkata;
"Heyy Aleza mengapa melamun di balkon di sore hari seperti ini?" tanya Seza Maharani teman se agensi Aleza di gedung pemotretan ini.
"Aku tidak apa-apa Za, kamu pulang duluan saja dan biarkan aku di sini. " Jawab Aleza dengan pandangan mata kosong dan tatapan datar lurus ke depan.
"Baiklah kalau begitu maumu." Ucap Seza pasrah, ia tahu betul bahwa sahabatnya itu memang akhir-akhir ini sering murung dan muram. Seza tidak tahu apa yang dialami sahabatnya itu sehingga membuat dia menjadi pribadi yang tertutup dan misterius.
Kembali ke balkon studio foto.
Aleza di sana masih tampak muram, namun kemudian ia beranjak dari duduknya. Masuk ke ruangan lantai atas lalu masuk kedalam lift untuk kembali ke lantai paling bawah.
Sesampainya di bawah, ia segera ke parkiran mencari mobilnya lalu naik kedalam mobil kemudian mengendarainya menuju jalan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah yang ada hanya kakaknya dan adiknya. Ayah ibunya berkerja di luar negeri.
Aleza naik ke lantai atas dengan kecepatan kaki berlari. Ia membanting pintu kamarnya.
Brakkk
Kakaknya yang bungsu berteriak.
"Alezaaa!! Dasar gadis gila menutup pintu kamar saja tidak bisa, tidak perlu membanting nya bodoh!! Geram Fandi kakak bungsu Aleza.
Namun Aleza tidak bergeming..
Dan hal itu sudah biasa terjadi.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Aleza?
ns216.73.217.39da2


