/story/205978/ukti-di-gilir-satu-pondok/toc
UKTI DI GILIR SATU PONDOK | Penana
arrow_back
UKTI DI GILIR SATU PONDOK
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
PG
UKTI DI GILIR SATU PONDOK
CERITA JILBAB18+
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Namanya Adinda, ia kini berusia 18 tahun adalah seorang finalis Pemilihan Putri Indonesia 2004. Gadis cantik jelita yang selalu mengenakan jilbab ini penampilannya tidaklah kalah dengan gadis-gadis lainnya, terbukti dalam kontes itu dia terpilih sebagai juara favorit. Baju-baju muslimah yang dikenakan Andina selalu modis, dengan mengambil ukuran baju yang body fit atau ketat sehingga menonjolkan keindahan lekuk-lekuk tubuh Andinda, dada yang menonjol pinggulnya yang ramping serta pantatnya yang padat menambah nilai tersendiri bagi keindahan tubuh gadis ini.


Wajahnya yang putih bersih selalu dipoles dengan kosmetik sehingga nampak semakin cantik apalagi ditambah dengan senyuman yang selalu tersungging ramah dari bibirnya yang sensual itu, Andina bukan saja seorang gadis yang cantik tetapi juga ramah.


Hari ini Andina memenuhi tawaran Frans, seorang photografer, yang kemarin menghubunginya untuk pemotretan model sebuah baju muslimah karya seseorang perancang busana. Sebetulnya Andina agak malas untuk memenuhi panggilan itu karena dia masih memiliki kegiatan lainnya yang setumpuk. Namun kebetulan jadwal pemotretan yang ditawarkan itu adalah pagi hari maka setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk memenuhi panggilan sang photografer itu, thoh juga itung-itung untuk menambah pengalaman dan pergaulan pikirnya.


Singkat cerita, sampailah sang putri ini ditempat pemotretan yaitu sebuah rumah besar yang terletak disebuah kawasan antara Jakarta dan Bogor. Areal disekitar rumah itu agak sepi dan jauh dari keramaian, mungkin sebagai seseorang yang berjiwa seni Frans memerlukan tempat tinggal yang tenang seperti ini pikir Andina.


Setelah memarkirkan mobil sedannya Andina memasuki halaman rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah sosok lelaki bertubuh tinggi besar, kepalanya plontos wajahnya dengan wajah khas orang chinesse.


"Ah ini dia Putri Indonesia yang pertama kali berjilbab, selamat datang?? sambut lelaki itu.


Dengan senyum ramah dia kemudian memperkenalkan dirinya "Perkenalkan saya Frans alias Aliong, kamu boleh panggil saya Frans atau Aliong...", ujar lelaki itu dengan tersenyum.


"Saya Andina?? balas Andina sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Oouuhh...cantik nian kamu Andina...tanganmupun mulus sekali? ujar Frans sambil menyambut uluran tangan Andina.


Dan..."CUP??sebuah kecupan bibir Frans tiba-tiba mendarat dipunggung tangan Andina, membuat Andina agak terkejut karena baru kali ini diperlakukan bak seorang putri dari daratan eropa.


"Mari silahkan masuk? Frans mempersilahkan Andina memasuki rumah sang fotographer itu. Sesampainya didalam Andina tertegun melihat suasanya didalam rumah itu, ruangannya besar-besar namun gelap dan sepi, seperti rumah yang tidak berpenghuni. "Pemotretannya dimana mas...", Tanya Andina.


"Mari kita kedalam...", ajak Frans mempersilahkan Andina berjalan melalui lorong-lorong gelap didalam rumah tersebut.


"Gimana tawaran pembayarannya ?? Tanya Frans sambil berjalan memandu Andina.


Masih 500.0000 rupiah pershot kan ?? balas Andina.


"Iya...iya...kamu akan saya ambil 5 shot aja kok dan masih ada tip-nya, jadi jumlah yang akan kamu terima nanti akan lebih banyak dari jumlah yang kamu perhitungkan? jawab Frans sambil tersenyum melirik Andina.


Dan tibalah mereka disebuah ruangan dibagian belakang rumah tersebut, ruangan tersebut nampaknya sudah di set-up untuk pemotretan. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10 meter dan terdapat sebuah sofa besar untuk sarana pemotretan dan sebuah bilik untuk berganti baju.


"Ini dia studio pemotretannya, silahkan masuk Andina?


"Terimakasih mas, Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina? ujar Andina.


"Beres...semua udah diatur? balas Frans.


Nah, Andina ini baju yang musti kamu kenakan untuk pemotretan ini? ujar Frans sambil menyodorkan sebuah gaun muslimah panjang.


"Bajunya cuman ini aja mas dan saya ngga perlu di make-up lagi mas ??Tanya Andina.


"Nda perlu...wajah kamu udah cant

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 15 minutes
toc Table of Contents
No tags yet.
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.