102Please respect copyright.PENANAEGsYfhriQCBab 1: Si Putih yang Menyebalkan dan Status yang Pas-pasan
102Please respect copyright.PENANAt73XVIIvcX
Kepalaku rasanya seperti dihantam godam raksasa. Pandanganku kabur, dan hal terakhir yang kuingat hanyalah layar monitor yang masih menyala menampilkan layar Game Over setelah aku mencoba melakukan speedrun di game "Academy of Elioth".
102Please respect copyright.PENANAuyVWOIc8ty
Tapi, tempat ini bukan kamarku yang berantakan.
102Please respect copyright.PENANAAaLIUpNfQM
Tempat ini... putih. Semuanya putih. Tidak ada lantai, tidak ada atap, hanya hamparan kosong yang membuat mataku perih. Di depanku, berdiri sesosok makhluk yang lebih aneh lagi. Dia tidak memiliki wajah, tidak memiliki pakaian, hanya siluet manusia yang memancarkan cahaya putih menyilaukan.
102Please respect copyright.PENANAcijyKTiIaE
"Halo, Akane Aizawa. Selamat datang di ruang antara," ucapnya. Suaranya bergema, tenang tapi entah kenapa terasa sedikit mengejek.
102Please respect copyright.PENANAOSylG6D38j
"Siapa kau? Tuhan? Malaikat? Atau jangan-jangan aku mati karena kebanyakan begadang?" tanyaku ketus. Aku tidak punya waktu untuk basa-basi kalau ini hanya mimpi buruk.
102Please respect copyright.PENANAQ8JfTbJRRx
"Panggil saja aku William"," jawabnya santai. "Dan ya, kau bisa dibilang 'berpindah'. Aku akan mengirimmu ke dunia game yang sangat kau sukai itu. Sebagai bonus, aku akan memberimu Sistem."
102Please respect copyright.PENANA7dgVPADvdv
Dia melambaikan tangannya. Tiba-tiba, sebuah panel transparan muncul di depanku.
102Please respect copyright.PENANAIxhk2L270e
"Aku juga memberimu kekuatan Energy Elioth. Gunakan dengan bijak, atau jangan, terserah kau saja. Sampai jumpa di sana!"
102Please respect copyright.PENANAgHfRTYXfLg
"Tunggu! Aku belum set—!"
102Please respect copyright.PENANAv1R75363ut
Sebelum aku sempat memprotes, lantai di bawah kakiku (kalau itu bisa disebut lantai) menghilang. Aku terjatuh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.
102Please respect copyright.PENANA2w8o4x9P6T
Aku tersentak bangun. Napas asat, keringat dingin membasahi dahiku.
102Please respect copyright.PENANA0iYZ9hVhSq
"Hah... hah... mimpi?" gumamku.
102Please respect copyright.PENANAnum1ltva9W
Aku melihat sekeliling. Ini bukan kamar kosku. Ruangan ini rapi, minimalis, dengan seragam sekolah yang tergantung di pintu lemari. Desainnya sangat familiar. Ini adalah asrama tahun pertama di Academy of Elioth.
102Please respect copyright.PENANAmb1E1551YQ
"Jangan bilang..."
102Please respect copyright.PENANAUjWyLkdCum
Aku mencoba memanggil hal yang paling klise dalam situasi seperti ini. "Sistem!"
102Please respect copyright.PENANAQgz9bU70d7
Tring!
102Please respect copyright.PENANAnudSn8AtLl
Sebuah layar holografis muncul di depan mataku.
102Please respect copyright.PENANADr24AA02Em
╔══════════════════════════════╗
102Please respect copyright.PENANAK5wwlvuTnC
STATUS WINDOW
102Please respect copyright.PENANAbIUgCsewJu
╚══════════════════════════════╝
102Please respect copyright.PENANAVN88evLR1v
NAME : Akane Aizawa
102Please respect copyright.PENANAdmDaQ3YgTI
AGE : 17
102Please respect copyright.PENANAo2K97eYTXP
GENDER : Female
102Please respect copyright.PENANA3bXqFI4FfO
TITLE : Academy Elemental Student
102Please respect copyright.PENANAGgc51CJWgY
[ CORE STATUS ]
102Please respect copyright.PENANAXzoOaJzXre
STR : ★★★☆☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAAnk2U9DFKM
SPD : ★★★★☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAEbfP30TZ6H
INTE : ★★★★★★☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAWTWtHvabOL
MANA : ★★★★★★★☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAxBHp9GOuXJ
LUCK : ★★☆☆☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAOjeMYdralM
[ ELEMENT ]
102Please respect copyright.PENANA39tU1zypbt
Metal Control ★★★☆☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANApAo9FHi70W
Energy Elioth ★★★★☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAw2462uq2C6
Aku menghela napas panjang saat melihat bagian keberuntungan.
102Please respect copyright.PENANA7DCiTb7NsJ
"Dua bintang? Serius, William? Kau memberiku keberuntungan ampas di dunia yang penuh monster dan bangsawan gila ini?"
102Please respect copyright.PENANAuaFxGhBrGJ
Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah cermin. Wajah di cermin itu memang aku, Akane Aizawa, tapi versi yang jauh lebih "bening". Rambutku tertata rapi, dan mataku terlihat lebih tajam.
102Please respect copyright.PENANAMLEZ13hKiA
"Oke, Akane. Tenang. Kau tahu plot game ini. Kau tahu rahasia-rahasianya," aku mencoba menyemangati diri sendiri. "Tujuanku cuma satu: Bertahan hidup sampai tamat tanpa menarik perhatian para karakter utama yang merepotkan itu."
102Please respect copyright.PENANAv5Q2QzgfOw
Namun, harapanku hancur seketika saat aku melihat daftar siswa di meja belajarku.
102Please respect copyright.PENANAnRc7CyU5SE
Di sana tertera nama-nama yang seharusnya hanya ada di layar HP-ku:
102Please respect copyright.PENANA84Oc1Pm7VH
Francisco Choi: Si jenius sombong dari keluarga bangsawan yang kecepatannya bisa membuatmu mual hanya dengan melihatnya lewat.
102Please respect copyright.PENANAItG30mZnHN
Jimmy Fendy: Tembok berjalan yang kalau dipukul, malah tanganmu yang patah.
102Please respect copyright.PENANAqKPinVFgL4
Roswelia Ziliana: Tokoh utama game ini. Si jenius pedang elit yang kecantikannya setara dengan kengerian teknik pedangnya.
102Please respect copyright.PENANAyWj6KJVY2B
Alice: Mage berbakat yang sepertinya punya stok Mana tidak terbatas.
102Please respect copyright.PENANAWoxBoVydxi
"Semuanya ada di kelas yang sama denganku?" aku menjatuhkan kepalaku ke meja. Duk!
102Please respect copyright.PENANAJgk5LiXxP0
"William, kau benar-benar ingin aku mati cepat, ya?"
102Please respect copyright.PENANAn1IPKPiDwX
Dunia ini bukan lagi sekadar data digital. Aroma kayu di ruangan ini, rasa dingin di lantai, dan energi yang berdesir di ujung jariku saat aku mencoba mengaktifkan Metal Control... semuanya nyata.
102Please respect copyright.PENANAG2sAD7D11y
Aku harus mulai bergerak. Kalau tidak salah, hari ini adalah upacara pembukaan. Jika aku ingin hidup tenang, aku harus memastikan tidak menonjolkan diri di depan Francisco atau Roswelia.
102Please respect copyright.PENANAGkKCXRTCL1
"Baiklah, mari kita mulai hidup sebagai figuran yang sangat, sangat biasa saja."
102Please respect copyright.PENANAMwlY1dLGXC
Aku memakai seragam asrama, mengambil sepatu standar akademi, dan melangkah keluar. Tapi baru saja aku membuka pintu...
102Please respect copyright.PENANAu5XkPlMZSB
Brakk!
102Please respect copyright.PENANAqK1pXKqhQi
Seseorang berlari dengan kecepatan yang tidak masuk akal dan hampir menabrakku. Jika aku tidak memiliki refleks dari status SPD bintang empat, wajahku mungkin sudah berciuman dengan lantai.
102Please respect copyright.PENANAktG5UfojMq
"Heh, perhatikan jalanmu, rakyat jelata," ucap pemuda tampan dengan rambut klimis yang berdiri di depanku. Dia menatapku dengan tatapan meremehkan seolah aku hanyalah kerikil di jalanan.
102Please respect copyright.PENANAsa4MjipXNz
Itu dia. Francisco Choi.
102Please respect copyright.PENANATIPnxErzKz
"Maafkan saya, Tuan Muda Francisco," kataku dengan nada sedatar mungkin, sambil membungkuk sedikit. Sabar, Akane. Jangan gunakan Energy Elioth untuk meledakkan sepatunya.
102Please respect copyright.PENANA4gD13kl7kz
Dia mendengus dan menghilang dalam sekejap mata.
102Please respect copyright.PENANAr72gLOcscH
"Baru hari pertama dan aku sudah bertemu bos kecil," bisikku sambil mengusap dada. "Keberuntungan bintang dua memang tidak pernah bohong."Bab 1: Si Putih yang Menyebalkan dan Status yang Pas-pasan
102Please respect copyright.PENANAmcYJGcCYDT
Kepalaku rasanya seperti dihantam godam raksasa. Pandanganku kabur, dan hal terakhir yang kuingat hanyalah layar monitor yang masih menyala menampilkan layar Game Over setelah aku mencoba melakukan speedrun di game "Academy of Elioth".
102Please respect copyright.PENANAxCyQKyDedT
Tapi, tempat ini bukan kamarku yang berantakan.
102Please respect copyright.PENANAhyMEc3Rt3v
Tempat ini... putih. Semuanya putih. Tidak ada lantai, tidak ada atap, hanya hamparan kosong yang membuat mataku perih. Di depanku, berdiri sesosok makhluk yang lebih aneh lagi. Dia tidak memiliki wajah, tidak memiliki pakaian, hanya siluet manusia yang memancarkan cahaya putih menyilaukan.
102Please respect copyright.PENANAo65xC79pvX
"Halo, Akane Aizawa. Selamat datang di ruang antara," ucapnya. Suaranya bergema, tenang tapi entah kenapa terasa sedikit mengejek.
102Please respect copyright.PENANAAtTmeUkJZx
"Siapa kau? Tuhan? Malaikat? Atau jangan-jangan aku mati karena kebanyakan begadang?" tanyaku ketus. Aku tidak punya waktu untuk basa-basi kalau ini hanya mimpi buruk.
102Please respect copyright.PENANAA3GNIDbYqT
"Panggil saja aku William," jawabnya santai. "Dan ya, kau bisa dibilang 'berpindah'. Aku akan mengirimmu ke dunia game yang sangat kau sukai itu. Sebagai bonus, aku akan memberimu Sistem."
102Please respect copyright.PENANA6JbgxaOxj0
Dia melambaikan tangannya. Tiba-tiba, sebuah panel transparan muncul di depanku.
102Please respect copyright.PENANA96U7LEYK0X
"Aku juga memberimu kekuatan Energy Elioth. Gunakan dengan bijak, atau jangan, terserah kau saja. Sampai jumpa di sana!"
102Please respect copyright.PENANAny04kRbllC
"Tunggu! Aku belum set—!"
102Please respect copyright.PENANAoDEqGjPx4U
Sebelum aku sempat memprotes, lantai di bawah kakiku (kalau itu bisa disebut lantai) menghilang. Aku terjatuh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.
102Please respect copyright.PENANAsT2L7FtlM2
Aku tersentak bangun. Napas asat, keringat dingin membasahi dahiku.
102Please respect copyright.PENANAsuS2MhnVem
"Hah... hah... mimpi?" gumamku.
102Please respect copyright.PENANAen1S8eWlpJ
Aku melihat sekeliling. Ini bukan kamar kosku. Ruangan ini rapi, minimalis, dengan seragam sekolah yang tergantung di pintu lemari. Desainnya sangat familiar. Ini adalah asrama tahun pertama di Academy of Elioth.
102Please respect copyright.PENANAfZJMjFePo4
"Jangan bilang..."
102Please respect copyright.PENANAJaGaU6gGCt
Aku mencoba memanggil hal yang paling klise dalam situasi seperti ini. "Sistem!"
102Please respect copyright.PENANAEmX2Rd7PBq
Tring!
102Please respect copyright.PENANAwxo7Wb9JaB
Sebuah layar holografis muncul di depan mataku.
102Please respect copyright.PENANA00oPUimHSO
╔══════════════════════════════╗
102Please respect copyright.PENANA5PnzN7foSZ
STATUS WINDOW
102Please respect copyright.PENANA2S0vRHEdSb
╚══════════════════════════════╝
102Please respect copyright.PENANA23YgoLg3M0
NAME : Akane Aizawa
102Please respect copyright.PENANAXRGZJ2BDeB
AGE : 17
102Please respect copyright.PENANAqy7LxzNtHE
GENDER : Female
102Please respect copyright.PENANAD02bItb9bi
TITLE : Academy Elemental Student
102Please respect copyright.PENANAJRrqoltM5H
[ CORE STATUS ]
102Please respect copyright.PENANAO0aNYMNztn
STR : ★★★☆☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAVRHzF3kyl0
SPD : ★★★★☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAtGPNlHQu0X
INTE : ★★★★★★☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAUiatRPz6yy
MANA : ★★★★★★★☆☆☆
102Please respect copyright.PENANASipyQ5a9Jl
LUCK : ★★☆☆☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAYRrwHp0MUy
[ ELEMENT ]
102Please respect copyright.PENANASZS3G96UUx
Metal Control ★★★☆☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAW4f2OxM3kC
Energy Elioth ★★★★☆☆☆☆☆☆
102Please respect copyright.PENANAvCCsn3wnHN
Aku menghela napas panjang saat melihat bagian keberuntungan.
102Please respect copyright.PENANAu8CgY2QTKL
"Dua bintang? Serius, William? Kau memberiku keberuntungan ampas di dunia yang penuh monster dan bangsawan gila ini?"
102Please respect copyright.PENANA9Man3iAkZO
Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah cermin. Wajah di cermin itu memang aku, Akane Aizawa, tapi versi yang jauh lebih "bening". Rambutku tertata rapi, dan mataku terlihat lebih tajam.
102Please respect copyright.PENANAoD8DTl1RD5
"Oke, Akane. Tenang. Kau tahu plot game ini. Kau tahu rahasia-rahasianya," aku mencoba menyemangati diri sendiri. "Tujuanku cuma satu: Bertahan hidup sampai tamat tanpa menarik perhatian para karakter utama yang merepotkan itu."
102Please respect copyright.PENANAnuPPFosK5S
Namun, harapanku hancur seketika saat aku melihat daftar siswa di meja belajarku.
102Please respect copyright.PENANAR0nerPzHhh
Di sana tertera nama-nama yang seharusnya hanya ada di layar HP-ku:
102Please respect copyright.PENANAwD9qhYh9JU
Francisco Choi: Si jenius sombong dari keluarga bangsawan yang kecepatannya bisa membuatmu mual hanya dengan melihatnya lewat.
102Please respect copyright.PENANA6kY40Piw67
Jimmy Fendy: Tembok berjalan yang kalau dipukul, malah tanganmu yang patah.
102Please respect copyright.PENANAtNwNtgnrVC
Roswelia Ziliana: Tokoh utama game ini. Si jenius pedang elit yang kecantikannya setara dengan kengerian teknik pedangnya.
102Please respect copyright.PENANAOq5krHRRX9
Alice: Mage berbakat yang sepertinya punya stok Mana tidak terbatas.
102Please respect copyright.PENANAXxZlP9UJTf
"Semuanya ada di kelas yang sama denganku?" aku menjatuhkan kepalaku ke meja. Duk!
102Please respect copyright.PENANAWTFb9haou0
"William, kau benar-benar ingin aku mati cepat, ya?"
102Please respect copyright.PENANAYSoPRaRjCy
Dunia ini bukan lagi sekadar data digital. Aroma kayu di ruangan ini, rasa dingin di lantai, dan energi yang berdesir di ujung jariku saat aku mencoba mengaktifkan Metal Control... semuanya nyata.
102Please respect copyright.PENANAdEUuBLxy7Z
Aku harus mulai bergerak. Kalau tidak salah, hari ini adalah upacara pembukaan. Jika aku ingin hidup tenang, aku harus memastikan tidak menonjolkan diri di depan Francisco atau Roswelia.
102Please respect copyright.PENANA0pPpuKgnUC
"Baiklah, mari kita mulai hidup sebagai figuran yang sangat, sangat biasa saja."
102Please respect copyright.PENANANFLTQRS5lE
Aku memakai seragam asrama, mengambil sepatu standar akademi, dan melangkah keluar. Tapi baru saja aku membuka pintu...
102Please respect copyright.PENANAXi5LCpIOxv
Brakk!
102Please respect copyright.PENANAVk4pTL5Lpa
Seseorang berlari dengan kecepatan yang tidak masuk akal dan hampir menabrakku. Jika aku tidak memiliki refleks dari status SPD bintang empat, wajahku mungkin sudah berciuman dengan lantai.
102Please respect copyright.PENANA7oqUxgSCQ5
"Heh, perhatikan jalanmu, rakyat jelata," ucap pemuda tampan dengan rambut klimis yang berdiri di depanku. Dia menatapku dengan tatapan meremehkan seolah aku hanyalah kerikil di jalanan.
102Please respect copyright.PENANA5n5WQOiZFI
Itu dia. Francisco Choi.
102Please respect copyright.PENANAPWZmsPWTuk
"Maafkan saya, Tuan Muda Francisco," kataku dengan nada sedatar mungkin, sambil membungkuk sedikit. Sabar, Akane. Jangan gunakan Energy Elioth untuk meledakkan sepatunya.
102Please respect copyright.PENANAYX8AcPYJvU
Dia mendengus dan menghilang dalam sekejap mata.
102Please respect copyright.PENANAMELo7X5JrQ
"Baru hari pertama dan aku sudah bertemu bos kecil," bisikku sambil mengusap dada. "Keberuntungan bintang dua memang tidak pernah bohong."102Please respect copyright.PENANAFiwnbychzk


