Bab 2: Kantin, Otot, dan Gadis Pedang yang Terlalu Silau
50Please respect copyright.PENANAk6X4WFINSl
"Kenapa aula ini harus seluas lapangan bola?" gumamku sambil mengatur napas.
50Please respect copyright.PENANAmlumgMKd35
Upacara pembukaan tadi benar-benar menguras energiku, bukan karena pidatonya, tapi karena harus berdiri tepat di belakang Jimmy Fendy. Punggung pria itu selebar lemari dua pintu. Aku bahkan tidak bisa melihat panggung sama sekali.
50Please respect copyright.PENANABq6ohrRTWz
Sekarang, aku berada di kantin. Tempat paling berbahaya bagi seorang figuran yang ingin hidup tenang. Di sini, kasta sosial terlihat jelas dari cara mereka duduk.
50Please respect copyright.PENANAGNYqVBfE7N
"Status LUCK bintang dua ini benar-benar bekerja lembur," bisikku saat melihat satu-satunya meja kosong berada tepat di antara meja Francisco dan meja Roswelia Ziliana.
50Please respect copyright.PENANAoGDUrFR6Qo
Aku duduk dengan kaku, mencoba menikmati roti standar akademi yang rasanya... yah, lumayan. Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari meja sebelah.
50Please respect copyright.PENANAYMFiUQOzVW
BRAKK!
50Please respect copyright.PENANAWivN0VoHAx
"Makan yang banyak, kawan! Otot membutuhkan nutrisi!"
50Please respect copyright.PENANAK1AIFqFGSD
Itu Jimmy Fendy. Dia sedang menumpuk sepuluh piring steak di depannya. Wajahnya tampan, tapi otaknya sepertinya hanya berisi protein dan daya tahan tubuh (Endurance). Dia tertawa terbahak-bahak sampai meja di sekitarnya bergetar.
50Please respect copyright.PENANApIsDtLQ8xg
Aku mencoba menunduk, menyembunyikan wajahku di balik sepotong roti. Namun, tiba-tiba suasana kantin menjadi sunyi senyap. Keheningan yang hanya terjadi saat seorang "bos terakhir" masuk ke ruangan.
50Please respect copyright.PENANAbKWlUnTVkZ
Tap. Tap. Tap.
50Please respect copyright.PENANASOKxCewpXi
Suara langkah sepatu bot yang tegas. Aku melirik sedikit.
50Please respect copyright.PENANA2GLcOk8Fa0
Itu dia. Roswelia Ziliana.
50Please respect copyright.PENANAVwdt97M2P1
Dia berjalan dengan keanggunan seorang dewi, tapi aura di sekitarnya setajam pedang yang baru diasah. Rambutnya berkilau, wajahnya sempurna tanpa cela. Dia adalah Heroine utama di game ini, pemilik bakat pedang elit yang bisa membelah gunung.
50Please respect copyright.PENANA6POchbKLrA
Dan tentu saja, karena keberuntunganku yang "luar biasa", dia berhenti tepat di depanku.
50Please respect copyright.PENANAGNFxDUKsFH
"Permisi," suaranya dingin, namun jernih seperti lonceng perak. "Bolehkah aku duduk di sini? Meja lain sudah penuh oleh pengikut Francisco yang berisik."
50Please respect copyright.PENANA0XQZiX1c09
Aku tersedak roti. "Uhuk! Uhuk!"
50Please respect copyright.PENANAdjjbWxRKHx
"A-anda bicara padaku, Nona Roswelia?" tanyaku sambil berusaha tidak terlihat seperti orang bodoh. Aku harus menggunakan "Anda" agar terlihat sopan dan tidak memancing masalah.
50Please respect copyright.PENANA3MAh3Usp8V
"Hanya ada kau di meja ini, bukan?" Roswelia duduk tanpa menunggu persetujuanku. Dia meletakkan pedangnya yang terbungkus sarung mahal di atas meja.
50Please respect copyright.PENANAx6D2krpPpL
Di ujung ruangan, aku bisa merasakan tatapan tajam dari Alice, si mage jenius yang tampaknya adalah teman masa kecil Roswelia (atau setidaknya, pengagum beratnya). Alice terlihat sedang menyiapkan mantra api kecil di ujung jarinya karena melihatku duduk semeja dengan "idolanya".
50Please respect copyright.PENANAAiuUA8tgtQ
Sial. Aku dalam bahaya.
50Please respect copyright.PENANAJDFmcmsVRH
"Namamu?" tanya Roswelia tiba-tiba sambil memotong saladnya dengan gerakan yang sangat presisi.
50Please respect copyright.PENANAKIxvUQmH6w
"Akane. Akane Aizawa," jawabku pendek. Aku ingin segera pergi dari sini.
50Please respect copyright.PENANAuwc6KNObn3
"Akane... Aku merasakan sesuatu yang aneh darimu," Roswelia menatap mataku tajam. "Mana-mu terasa... berbeda. Seperti ada getaran logam yang tersembunyi."
50Please respect copyright.PENANA6SBPmQsIxd
Deg!
50Please respect copyright.PENANA2TINRx0SmB
Apakah dia menyadari elemen Metal Control-ku? Padahal aku sudah menekannya sekuat tenaga menggunakan Elioth Infusion untuk menyembunyikan aura.
50Please respect copyright.PENANA4zY3y5xjmw
"Mungkin itu hanya perasaan Anda saja, Nona. Saya hanyalah siswa kelas bawah dengan bakat biasa," kataku sambil tersenyum kaku.
50Please respect copyright.PENANAqmHfIkDA6A
"Begitukah?" Roswelia menyipitkan mata, tapi kemudian dia kembali fokus pada makanannya. "Mungkin aku salah. Tapi jarang ada orang yang bisa tetap tenang duduk di dekatku tanpa merasa terintimidasi."
50Please respect copyright.PENANA2QYoJqRHy5
Itu karena aku sudah terlalu sering melihatmu mati di layar HP-ku saat aku gagal menyelesaikan misi, Roswelia! teriakku dalam hati.
50Please respect copyright.PENANAi9V0anKp2k
Baru saja aku ingin berdiri untuk kabur, sebuah notifikasi sistem muncul di depan mataku.
50Please respect copyright.PENANAQzeobXctkA
[ MANDATORY QUEST: THE FIRST CONFLICT ]
50Please respect copyright.PENANA9v7xfasPSr
Target: Hentikan pertikaian antara Francisco dan Jimmy yang akan menghancurkan kantin dalam 30 detik.
50Please respect copyright.PENANAv32sPu5gyU
Reward: +1 Luck Star (Temporary)
50Please respect copyright.PENANA2vTYTTngO4
Failure: Kantin hancur dan namamu akan tercatat sebagai penyebab keributan.
50Please respect copyright.PENANAEYgi8xP3ar
"William... kau benar-benar ingin aku menjadi pahlawan atau apa?!" keluhku pelan.
50Please respect copyright.PENANAPFiPwkL6mb
Aku menoleh ke arah meja Francisco. Benar saja, si bangsawan sombong itu sudah berdiri, tangannya mulai bersinar dengan aura kecepatan, sementara Jimmy sudah mengepalkan tinju raksasanya.
50Please respect copyright.PENANAGR1BcMWpt1
"Kau menghina keluargaku, Jimmy!" teriak Francisco.
50Please respect copyright.PENANAKXtbrquSbi
"Aku hanya bilang keluargamu terlalu lamban untuk menangkap lalat!" balas Jimmy santai.
50Please respect copyright.PENANAdVpBS2ymDw
Aku melihat sekeliling. Jika ini meledak, seluruh siswa di sini akan terlibat. Roswelia hanya diam, menonton seolah itu hiburan biasa. Alice sudah bersiap dengan pelindung sihirnya.
50Please respect copyright.PENANAZArfL6ZN1I
"Hah... baiklah. Mari kita coba kemampuan Metal Control ini," bisikku.
50Please respect copyright.PENANAu5UpY6r4jj
Aku menyentuh sendok logam di meja, mengalirkan energi Elioth secara perlahan. Jika aku melakukannya dengan benar, aku bisa menghentikan mereka tanpa ada yang menyadari bahwa itu adalah perbuatanku.
50Please respect copyright.PENANA7SwpzVsgFk
Aku menghela napas panjang. Menghentikan dua monster itu secara langsung sama saja dengan bunuh diri secara sosial. Aku butuh otoritas, bukan konfrontasi.
50Please respect copyright.PENANAsCEI8fzvCB
Aku melirik ke ujung kantin, di sana ada lonceng logam besar yang biasanya digunakan untuk memanggil instruktur atau memberi pengumuman darurat. Jaraknya sekitar 20 meter.
50Please respect copyright.PENANA9K6l0TiPUy
"Mari kita lihat seberapa jauh jangkauan bintang tiga ini," bisikku.
50Please respect copyright.PENANAR0FHBgg3iW
Aku tidak berdiri. Aku tetap duduk tenang di depan Roswelia, namun jari telunjukku di bawah meja mulai bergerak kecil. Aku mengaktifkan Basic Metal Shift yang digabung dengan sedikit Minor Energy Pulse.
50Please respect copyright.PENANAHMxOhX5IAU
Bzzzt...
50Please respect copyright.PENANAAx5hUYNxwW
Sentakan energi kinetik itu mengalir lewat lantai, merambat melalui kaki meja logam, lalu melompat ke arah lonceng di kejauhan. Aku tidak memukul loncengnya, tapi aku memutar tuas penahan di dalamnya dari jarak jauh.
50Please respect copyright.PENANAi1wSODM3Mg
KLANG! KLANG! KLANG!
50Please respect copyright.PENANAkiToga4MLY
Suara lonceng itu menggema dengan nada yang sangat spesifik—nada darurat yang hanya boleh dibunyikan jika ada instruktur yang dibutuhkan segera.
50Please respect copyright.PENANARy1I5s4eaf
"Apa-apaan itu?!" Francisco yang tadinya sudah siap menerjang Jimmy, mendadak berhenti. Kecepatan kilatnya memudar karena terkejut.
50Please respect copyright.PENANACByDbzw4Ll
"Instruktur? Siapa yang memanggil mereka?" Jimmy menurunkan tinjunya, wajahnya yang garang berubah jadi bingung.
50Please respect copyright.PENANATuO3gNXF1Y
Hanya dalam hitungan detik, pintu kantin terbuka lebar. Instruktur Garen, seorang pria dengan bekas luka di wajah yang terkenal sangat disiplin, masuk dengan aura yang bisa membekukan darah siapa pun.
50Please respect copyright.PENANAAMOWaZ7zMq
"Siapa yang memanggilku dengan nada darurat?! Dan apa yang kalian berdua lakukan di sana, Francisco, Jimmy?!" teriak Instruktur Garen.
50Please respect copyright.PENANAQ56xYnqhzD
Kantin langsung hening. Francisco dan Jimmy yang tadinya seperti singa, sekarang menciut seperti kucing kehujanan. Mereka tidak berani bergerak.
50Please respect copyright.PENANAOnp8v8Q2jo
Aku kembali fokus pada rotiku, mengunyah perlahan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Roswelia, yang sejak tadi memperhatikanku, sedikit mengangkat alisnya.
50Please respect copyright.PENANASmUCfTiq2J
"Lonceng itu... tuasnya bergerak sendiri," gumam Roswelia pelan, hampir tidak terdengar.
50Please respect copyright.PENANAo6R0UEtlfA
"Mungkin sudah berkarat, Nona. Sekolah ini kan sudah tua," jawabku asal sambil tetap menunduk.
50Please respect copyright.PENANAJ0dSdAFwio
Roswelia menatapku lebih lama dari sebelumnya. "Berkarat? Di akademi elit seperti ini? Kau punya selera humor yang aneh, Akane Aizawa."
50Please respect copyright.PENANAjSOfpCuPLP
[ QUEST COMPLETED: THE FIRST CONFLICT ]
50Please respect copyright.PENANAhY1OgqQtpI
Reward: +1 Luck Star (Temporary - 24 Hours)
50Please respect copyright.PENANAmjvjYbkfdO
Current Luck: ★★★☆☆☆☆☆☆☆
50Please respect copyright.PENANA7cNoxt3ghc
"Hah... akhirnya," batinku lega. Meskipun hanya sementara, setidaknya keberuntunganku naik sedikit. Mungkin setelah ini aku tidak akan tersedak roti lagi.
50Please respect copyright.PENANAv2wRjeEdf7
Tiba-tiba, Alice—si penyihir berbakat itu—mendekat ke meja kami dengan wajah cemberut. Dia menatapku dengan penuh selidik, lalu beralih ke Roswelia.
50Please respect copyright.PENANAtj8cfO94om
"Roswelia-sama! Kenapa Anda duduk dengan... siswi tanpa latar belakang yang jelas ini? Ayo pindah ke meja atas, instruktur sedang menghukum si bodoh Francisco dan Jimmy," ajak Alice dengan nada protektif.
50Please respect copyright.PENANAdDV4TCm9KQ
Aku hanya bisa tersenyum kaku. "Silakan, Nona Roswelia. Saya juga sudah selesai makan."
50Please respect copyright.PENANAzObs2FIV70
Roswelia berdiri, merapikan seragamnya tanpa debu sedikit pun. Sebelum pergi, dia menoleh padaku sekali lagi. "Akane. Besok ada kelas simulasi tempur elemen. Aku harap kau tidak 'bersembunyi' di sana."
50Please respect copyright.PENANA8isoJs2EHG
Setelah mereka pergi, aku menyandarkan punggungku ke kursi. Keringat dingin mengucur di leherku.
50Please respect copyright.PENANAHD4heBFw02
"Bersembunyi? Aku ini bukan bersembunyi, aku ini sedang mencoba tetap hidup!"
50Please respect copyright.PENANAPpmThmabno
Aku melihat status window-ku lagi. Energy Elioth-ku berkurang sedikit karena penggunaan pulse tadi. Jika besok adalah simulasi tempur, aku harus mencari cara agar terlihat cukup kompeten untuk lulus, tapi cukup lemah untuk tetap tidak dianggap sebagai ancaman.
50Please respect copyright.PENANA6ZUCPm6QE0
"Yah, setidaknya besok aku bisa melihat sejauh mana kekuatan karakter-karakter utama ini secara langsung," gumamku sambil beranjak meninggalkan kantin, mengabaikan Francisco dan Jimmy yang sedang dihukum push-up satu tangan oleh Instruktur Garen di tengah kantin.
ns216.73.216.67da2


