7 hari sudah berlalu, tapi pikiranku masih saja ada diwaktu itu, rasanya sangat menyiksaku.
"Apa yang harus aku lakukan, ampun deh Adel Adel" tertegun di teras sambil merokok
"Adel kalo tidur emang telanjang ya?" Tiba-tiba terpikirkan dikepalaku
Tiba tiba kontolku bereaksi, ia seperti berkata "ayo kita coba pastikan lagi malam ini, lagi pula kamu menyukainya kan" aku benar benar sudah gila, "aku tidak akan melakukannya, anggap saja itu sebuah kecelakaan"
*Malam pun tiba*
Aku berdiri tepat di depan kamar putriku
"SIAL SIAL SIAL SIAL!" Entah harus marah ke siapa lagi, "aku benar benar ayah yang gagal......balik lagi aja ya, lagian ngantuk banget nih" baru beberapa langkah menjauh dari kamar putriku tiba tiba terdengar suara benda terjatuh dari dalam kamarnya *BRUGG* aku langsung memutar kepalaku kembali ke arah pintu kamar itu, lalu aku mengetuk pintu itu "Adel kamu masih bangun? Suara apa tadi?" Tidak ada jawaban.
Tanpa berpikir aku membuka pintu kamarnya. Aku terkejut, bukan karena bantal gulingnya yang terjatuh tapi aku terkejut karena firasat kontolku benar, putriku benar benar tidur telanjang. Lagi dan lagi aku tertegun, nafasku seperti tertahan bahkan aku tidak sanggup menelan ludah. Jam menunjukkan jam 12 malam, yang artinya aku mempunyai waktu sekitar 2 atau 3 jam sampai istriku bangun, harus ku apakan waktu senggang itu?
"Lihatlah lebih dekat" pikiran itu muncul lagi, pikiran yang datang dari kontolku yang sejak tadi sudah berdiri tegap
"Haruskah?" Aku berjalan pelan pelan menghampiri ranjang putriku sendiri, ranjang kayu yang aku berikan kepadanya sebagai hadiah setelah lulus SMP, dan disinilah aku sekarang, tepat disamping putriku yang sedang tertidur pulas
Mataku benar benar menjelajahi sekujur tubuhnya, gunung yang bulat, besar dan juga padat, bahkan memeknya berwarna merah muda dan belum tumbuh bulu, benar benar impian semua laki laki. "Tunggu apa lagi, kamu memiliki kesempatan untuk melakukan apapun yang kamu mau" ucap kontolku, "dasar bodoh dia itu anakku..........kalau pegang aja gapapa kali ya" mengarahkan tanganku ke tete putriku "ternyata kamu benar benar gagal menjadi ayah" berisik sekali aku sedang merasakan tete lembut ini "ahhh Adel, kok bisa sih tete kamu Segede ini, padahal punya ibu kamu gak gede loh"
Aku melepas celana ku dan sekarang kontolku tepat disamping wajah putriku, wajahnya benar benar menghadap ke arah kontolku, bahkan kontolku bisa merasakan nafasnya
"Apa aku benar benar akan melakukannya kepada putriku sendiri? Ahh begini saja" ide kotorku muncul, aku menempelkan kontolku di tete putriku "ahhhh lembut dan hangat, maaf ya putriku sayang, ayah gesek pelan pelan ya sayang" aku memaju mundurkan kontolku diatas permukaan tetenya yang mulus dan lembut itu
"Maafkan ayah ya del, tete kamu enak banget" tanpa sadar aku sudah melakukan itu cukup lama
"Aduhhh bentar lagi waktu sahur, aku harus percepat, keburu istriku bangun" secara sadar sekarang aku menggesek lebih kuat serta tanganku meraba meraba pantat indah putriku, selagi aku melakukan itu pikiranku seketika membayangkan sedang mengentot putriku
"Ahhhhh adel~"
"Ahh Adel ayah mau muncrat del, tete kamu enak banget del" terengah-engah
"Ahh ahh ahh muncrat del, ayah muncrat di tete indah kamu" spermaku melumuri tete indah putriku, lalu aku mengambil tissu dan membersihkan sisa sisa spermaku
"Terimakasih untuk malam ini putriku yang cantik dan seksi" sambil mengecup keningnya, setelah aku keluar dari kamar putriku rasanya sangat berbeda dari sebelumnya.
"Rasanya sangat........NIKMAT!"
"Aku tidak menyangka bakal senikmat itu, kau benar sekali kontol, ini NIKMAT!"
"HAHAHA! Kamu benar benar sudah gilaa. Jika ada kesempatan mari kita coba yang lebih gila lagi" rasanya pikiranku dan kontolku seperti bersatu, sangat sangat menantikan kesempatan berikutnya
7 hari sudah berlalu, tapi pikiranku masih saja ada diwaktu itu, rasanya sangat NIKMAT!
ns216.73.217.39da2


