*alarm berbunyi*
"Mas bangun mass, sahurrr" istriku membangunkan aku...
"Aarggggghh, masih ngantuk banget mah"
"hushhh ayo bangun, takutnya keburu imsak. Sekalian bangunin Adel ya mas, Mamah mau lanjutin siapin makan"
Dengan jiwa dan tubuhku masih pisah aku segera pergi menuju kamar Adel. *Membuka pintu kamar*
Sungguh terkejutnya diriku melihat pemandangan dibalik pintu kamar putriku, terlihat putriku sedang tertidur tanpa sehelai kain pun pada tubuhnya. Kaki ku terpaku, tanganku bergetar, dan mataku menjelajahi seluruh tubuhnya. Beberapa detik kemudian aku tersadar
"Astaghfirullah, apa yang telah aku lihat" Aku kembali menutup pintu kamarnya *menutup pintu* salahku sendiri tidak mengetuk terlebih dahulu, lalu aku memulainya dari awal dengan perasaan yang aneh *mengetuk pintu* "Adeeelll bangun dell, ayo kita sahurrr" terdengar suara kasur berdecit "iyaaa pahh, Adel udah bangun, sebentar"
Lalu saya pergi ke meja makan terlihat beberapa menu yang sudah disiapkan oleh istriku, dengan pikiran yang masih terguncang aku duduk di kursi itu, istriku mengetuk meja "hey hey, pagi pagi udah bengong aja mas, ayo ayo makan. Adel mana mas" ucap istriku. "Katanya bentar lagi mah" lalu suara pintu terbuka terdengar, beriringan dengan suara langkah kaki, lalu putriku muncul sambil bernyanyi, dia tidak telanjang, dia memakai kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna cream, "kenapa aku berharap putriku telanjang?" Ucapku bertanya tanya dalam hati
*Beberapa menit kemudian*
"Seperti biasanya masakan mamah selalu enak sekali" ucapku memuji masakan istriku, lalu putriku memberikan isyarat dua jempol "betul betul betul" ucap putriku sembari tertawa, istriku tersipu "ahh kalian ini berlebihan, udahh udahh. Mas, kamu sekarang jualan?" (FYI : Didit adalah penjual tahu bulat) "Paling sore sore aja mah, pasti sepi kalo siang siang gini, orang orang pada puasa" lalu aku pergi ke kamar untuk tidur.
*alarm jam 07:00*
Terbangun dari tidur "ahhhhh lupa matiin alarm jualan, apa boleh buat, mandi aja deh biar seger"
Terlihat pintu kamar mandi tertutup "yahh ada orang, mamah?" Ucapku berteriak
"Ini Adel pah, Adel lagi mandi. Sebentar lagi" ucap putriku dari dalam kamar mandi, tanpa sadar nafasku memberat, pikiranku membawaku kembali ke momen beberapa jam yang lalu, imajinasiku membayangkan suatu hal yang dilarang, lalu aku tersadar *menampar wajahku sendiri* "apa yang aku pikirkan"
Beberapa menit kemudian Adel keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang melapisi tubuhnya, aku berusaha tidak melihat untuk menghindari pikiran anehku, aku mengambil sebuah handuk lalu masuk ke kamar mandi. Aku tertegun dibawah air yang terus jatuh disekujur tubuhku, pikiran ku kembali membayangkan momen momen itu, berbeda dengan sebelumnya kali ini aku membayangkan beberapa kemungkinan yang terjadi pada momen itu, "bagaimana kalau aku menatap tubuh dia lebih lama? Bagaimana kalau aku meraba tubuhnya pada saat itu? Merasakan gundukan daging bulat sempurna itu?" Tanpa sadar kontolku bereaksi, ia berdiri, ia mengeras, ia meminta ku untuk meletakkan tanganku, dan melepaskan semuanya. 18 tahun aku menikah, ini pertama kalinya aku menggunakan kembali tanganku untuk memanjakan kontolku, bukan karena aku tak puas dengan istriku, bukan juga karena istriku menolak untuk berhubungan, tapi ini karena putriku.
Putriku yang aku besarkan dari awal dia muncul ke dunia membuatku terangsang, aku memaju mundurkan tanganku sembari membayangkan tubuh indah putriku sendiri dan tanpa sadar kalimat yang bahkan saya tidak terpikirkan terucap dari mulutku "Ahhhh Adel enak del, Ayah muncrat del" ucapku lirih lalu cairan itu keluar, cairan itu terbawa oleh air yang mengalir lalu hilang, tapi pikiran ini masih ada entah sampai kapan.
TO BE CONTINUED.....
ns216.73.217.39da2


