Bab 3: Pertemuan Online dengan Riyan
1497Please respect copyright.PENANAtGvTUB9XDx
Malam itu, setelah sesi intim yang lagi-lagi berakhir dengan Arya finish duluan dan Asma pura-pura puas, Arya nggak bisa tidur. Lampu kamar apartemen mereka redup, hanya cahaya dari layar laptop yang menyala dipangkuannya. Asma sudah tertutup di samping, nafasnya teratur, rambut hitam panjangnya nyebar di bantal seperti sungai gelap yang mengalir. Arya liat dia sebentar, hati campur aduk: sayang, tapi juga bergairah aneh yang bikin tititnya setengah keras lagi. "Dia cantik banget, tapi gue pengen liat dia di bawah kendali orang lain. Desah-desah puas yang gue nggak bisa kasih." Pikirannya balik ke cerita Budi di kantin tadi siang, dan artikel-artikel yang dia baca sore ini. Fetish NTR ini kayak virus yang nyebar cepet di otaknya, bikin dia penasaran sampe gak bisa stop.
1497Please respect copyright.PENANA0vbMCMv31p
Dia membuka browser incognito lagi, ketik alamat forum gelap yang dia temui tadi. Situsnya sederhana, background hitam dengan teks putih, penuh thread anonim tentang fetish-fetish aneh. Ada bagian khusus buat cuckold dan NTR, di mana orang-orang berbagi cerita tanpa malu. Arya scroll-scroll, baca thread satu per satu. Satu pengguna berkata: "Gue mulai dari online aja dulu, biarin orang asing kasih perintah ke istri gue. Mulai dari pakai baju seksi, kirim foto, sampe masturbasi di video call. Akhirnya, dia jadi binal banget, dan gue bersemangat liat dia patuh." Komentar balasan: "Iya, gue juga. Pas istri gue desah di cam, 'Master, tampar pantat gue virtual!' Gue bayangin "smack-smack", suara imajiner aja bikin gue selesai." Arya baca sambil tangan pegang titit-nya pelan, gosok lewat celana tidur. "Ini gila, tapi aku pengen coba."
1497Please respect copyright.PENANAS6gMLFWfrO
Dia mutusin buat postingan sendiri. Anonim tentu saja, nama pengguna "CuriousCuck23". Judul thread: "Baru Tau Fetish NTR, Takut Langsung Coba. Ada Saran Aman?" Isi: "Gue 23, punya pasangan cewek cantik, tapi gue bersemangat bayangin dia dinikmati orang lain. Tapi gue takut kalo langsung ajak orang ke rumah atau apa. Ada cara mulai pelan? Gue pengen liat dia patuh, mungkin dari online dulu. Share pengalaman lo!" Dia post, lalu refresh-refresh halaman, tunggu balasan kayak anak kecil menunggu hadiah. Nggak lama, balasan mulai dateng. Pengguna pertama: "Mulai dari roleplay online aja gan. Cari dom di forum ini, biarin dia kasih perintah harian ke pasangan lo." Pengguna kedua: "Gue saranin selamanya virtual. Lo dan pasangan lo ikutin misi setiap hari, seperti pakai vibrator ke kerja, kirim video desah. Nanti eskalasi." Ada yang kasar: "Langsung gangbang aja, gan. Biarin temen-temen lo nikmatin, liat dia orgasme "ahh-scream", cairan muncrat kemana-mana." Arya bersemangat, tapi juga takut.
1497Please respect copyright.PENANAh7tsgb4eRH
Tapi satu balasan yang bikin dia stop scroll: dari user "MasterR". "Yo, bro. Gue punya bantu couple kayak lo. Fetish NTR gue spesialisasi, dan gue suka bantu yang baru. Ada cara aman: keke online. Lo dan pasangan lo jadi sub gue, ikutin perintah gue setiap hari, mulai pelan banget. Misalnya, hari pertama cuma pakai baju seksi, kirim foto. Nanti gue tambah intens, seperti mainan BDSM virtual, enema instruksi, sampe lo bisa nikmatin liat dia jadi budak tanpa nilai fisik awal. Kalo lo setuju, PM gue. Gue jamin rahasia." Arya baca ulang, hati berdegup kenceng. "Ini kayak jawaban doa gue." Dia klik profil MasterR, tapi anonim, cuma bio singkat: "Dom berpengalaman, suka train sub online/offline. Kaya, playboy, siap bantu fetish lo." Arya PM langsung: "Bro, gue tertarik. Cerita lebih detail dong."
1497Please respect copyright.PENANAvueV15EYGj
Di sisi lain kota, di rumah mewah Riyan di kawasan elit Jakarta Selatan, yang dikelilingi taman hijau dan pagar tinggi dengan keamanan 24 jam, Riyan lagi duduk di ruang kerja pribadinya. Pria 26 tahun ini, tinggi 175 cm, tubuh berotot dari gym rutin dan olahraga bela diri, rambut ikal yang selalu rapi dengan gel, dan senyum menawan yang bisa membuat cewek meleleh dalam detik. tititnya gede, 18 cm , tebal dan selalu siap action. Dia adalah anak orang kaya, orang-orang bisnis di sektor properti dan manufaktur membuat dia punya banyak uang, mobil mewah, dan waktu luang untuk hobi playboy-nya. Riyan suka rayu wanita yang kurang puas sama pasangannya, bikin mereka jatuh ke pelukannya, lalu melatih budak seks jadi. Dia lagi santai di kursi kulit, laptop di meja marmer, sambil minum wiski mahal. Notif PM masuk, dia membaca dari CuriousCuck23. Senyumnya melebar, mata hitamnya berbinar. "Target baru. Ceweknya pasti hot, dari deskripsi tadi." Riyan balas: "Oke bro. Gue MasterR. Cerita lo dulu: pasangan lo kayak gimana? Umur, deskripsi fisik, dan kenapa lo pengen ini?"
1497Please respect copyright.PENANAw1srSodiDi
Arya balas cepet: "Pasangan gue Asma, 22 tahun, tinggi 165 cm, tubuh atletis kulit putih, rambut panjang hitam, hidung mancung, mata cokelat memikat. Gue sayang dia, tapi gue punya fetish ini setelah denger cerita temen. Gue heboh bayangin dia patuh ke orang lain, desah puas yang gue nggak bisa kasih. Tapi gue takut langsung." Riyan baca, imajinasi langsung pembohong. "Wah, cewek idaman. Tubuh atletis, pasti enak diikat, ditampar, diambil." Dia kirim: "Kirim foto dia, tanpa wajah dulu buat privacy." Arya ragu sebentar, tapi kirim foto tubuh Asma dari belakang, pakai tank top dan celana pendek, nunjukin pinggang ramping dan pantat kenceng. Riyan liat, kontol-nya menggumpal. "Ini cewek bakal jadi budak gue sempurna." Balas: "Hot banget. Oke, gue setuju bantu. Aturan: Lo harus bujuk dia ikut, lalu kalian berdua ikutin perintah gue lewat chat anonim. Mulai 1 bulan, misi harian beda-beda. Tujuannya bikin dia patuh, binal, dan lo nikmatin NTR lo. Deal?"
1497Please respect copyright.PENANAWdkEWKmIDA
Arya bersemangat, jantungnya deg-degan. "Deal mas. Gue mulai bujuk dia besok." Riyan tutup laptopnya, tersenyum puas. Dia pindah ke kamar tidur mewahnya, kasur king size dengan sutra sutra. Malam ini, dia melakukan masturbasi bayangin Asma. Tangannya memegang titit-nya, gosok naik turun, "guratan-guratan", suara melantun pelan. Bayangin Asma mengikat tangan, "clink-clink" borgol, desah, "Master Riyan, tampar payudara gue... "smack"... ahh... titit lo gede banget... masukin vagina gue!" Dia dorong imajiner, "thrust-thrust", diakhiri dengan "spurt-spurt", cairan keluar banyak. "Lo bakal jadi milik gue, Asma," gumamnya.
1497Please respect copyright.PENANAEEXXk4rERg
Kembali ke apartemen Arya, chat selesai, Arya tutup laptop. Asma bangun pelan, "sayang, lo belum tidur? Lagi apa?" Arya peluk dia, "Nggak apa, sayang. Cuma browsing. Ayo tidur." Tapi Arya bersemangat, malam itu dia coba kasih petunjuk ke Asma lewat intim. Dia mulai mencium leher Asma, tangannya naik ke payudaranya, ngeremas kuat. "Sayang, lo cantik banget. Gue pengen lo malam ini," bisik Arya. Asma mendesah pelan, "Ahh... sayang, gue capek, tapi oke." Arya turun, tarik tank top Asma, bibir nyedot puting-nya, "suck-suck", suara hisapan basah. Asma erang, "Ohh... puting gue... gigit pelan, sayang." Arya gigit kecil, "nibble", "Lo suka gini? Bilang lo pengen lebih kasar." Asma desah, "Ya... kasar aja... tampar payudara gue." Arya tampar pelan, "smack-smack", suara output membuat payudara Asma bergoyang. "Ahh...enak...lagi...gue horni banget."
1497Please respect copyright.PENANAwYba0whzaE
Arya turun lebih bawah, spesifikasi utama di vagina Asma, "gosok-gosok", rasain basahnya. "vagina lo basah banget sayang. Gue pengen lidah gue di sana." Asma memegang kepalanya, "Ya... jilat gue... "jilat-jilat"... ohh, sayang... lebih dalam." Arya lidahnya main, "slurp-slurp", suara basah campur desahan Asma yang makin keras. "Ahh... Arya... lo bikin gue pengen orgasme... tapi gue nggak pernah..." Arya tambah, jari masuk vagina, "squish-squish", gerakan maju mundur. "Bayangin kalo ada orang lain yang lakuin ini, sayang. Lo desah buat dia." Asma kaget, tapi horni, "Apa? sayang... itu aneh... tapi... ahh... bayangin aja... master... jilat vagina gue lebih cepat." Arya heboh, tititnya keras banget. Dia naik, masukin titit-nya, "plunge", masuk ke dalam. "Ahh... vaginanya lo ketat," erang Arya. Gerakan, “dorong-dorong”, “plap-plap” suara tubuh tabrakan.
1497Please respect copyright.PENANAAVJ7Sn4XyX
Asma desah, "Lebih cepat, sayang... tampar pantat gue!" Arya tampar kuat, "smack-smack", "Suka ya? Bilang lo budak gue!" Asma erang, "Ya... gue budak lo... tapi bayangin gue budak orang lain... ahh... master... titit dia gede... dorong gue lebih dalam!" Arya bayangin Riyan, selesai cepet, "muncrat-muncrat", "Ahh...sayang!" Asma mendesah kuat, tubuh gemetar mendekati orgasme, "Ohh... gue hampir... teriak-ahh!" Tapi gak kenyang, cuman panas aja. Mereka berpelukan, Asma mikir, "Petunjuk aneh tadi bikin gue lebih hot. Apa gue suka?" Arya mikir rencana bujuk Asma besok.
1497Please respect copyright.PENANAD9GCHWFcIi
Pagi datang, Arya ke pabrik dengan pikiran penuh chat malam tadi. Di tempat kerja, dia bertemu Roy lagi. "Bro, obat perangsang lo kemarin gue coba sedikit campur di minum Asma. Dia lebih responsif." Roy nengir, "Bagus dong. Kalo butuh lebih kuat, gue ada yang bikin dia butuh gangbang buat puas." Arya Angguk, “Mungkin nanti.” Siang, Arya ngobrol
1497Please respect copyright.PENANA1kQVaCGMHh
1497Please respect copyright.PENANA11jk5jS6ER
Riyan lagi: "Gue mulai bujuk hari ini." Riyan balas: "Bagus. Kasih petunjuk pelan, bilang ini buat membumbui hubungan." Arya baca artikel lagi, pengguna cerita: "Pas sub gue di perintah masturbate, dia desah di video, 'Master, jari gue di vagina... "squish"... tampar paha gue sendiri... "smack"... gue mau orgasme buat lo... ahh-scream!' Gue liat, semangat banget." Arya heboh, bayangin Asma gitu.
1497Please respect copyright.PENANAPNRHgKIshL
Malamnya, Arya coba lagi intim dengan petunjuk yang lebih kuat. "Sayang, gue punya ide. Kita coba roleplay, lo jadi sub, gue dom. Tapi bayangin domnya orang lain." Asma ragu, “Aneh, sayang.” Tapi saat foreplay, Arya ikat tangan Asma pakai dasi, "denting" imajiner, "Lo patuh ya." Asma desah, “Ya, tuan… sentuh vagina gue.” Arya jari utama, "jari-jari", "Bilang lo pengen titit orang lain." Asma horni, "Ya... titit besar... dorong gue... "plap"... ahh!" Lanjut mereka, Arya selesai, Asma mendekati tapi nggak. Arya mikir, “Besok gue bujuk penuh.”
1497Please respect copyright.PENANARZjSNFwuja
Hari-hari berikutnya, Arya menambah petunjuk, sambil ngobrol Riyan membuat saran. Riyan kasih: "Bilang ini gamenya, bikin lo berdua lebih dekat." Akhirnya, Arya siap bujuk beneran di bab selanjutnya
1497Please respect copyright.PENANA3nwoVpTByj
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah1497Please respect copyright.PENANAYXOWnCp35J


