Bab 2: Bisikan Fetish yang Mulai Muncul
1948Please respect copyright.PENANAbZ657GSyxE
Siang itu, di kantin pabrik yang selalu rame kayak pasar malam, aroma nasi goreng campur sama sate ayam nyebar ke mana-mana, suara sendok garpu berdenting nyaring dicampur tawa para pekerja yang lagi istirahat. Lampu neon di atas meja-meja panjang yang menyala terang, membuat ruangan terasa lebih hidup meskipun dindingnya sudah kusam karena asap rokok yang tidak pernah berhenti. Arya duduk di salah satu sudut, dikelilingi teman-teman cowok dari bagian logistik dan produksi. Mereka lagi pada santai, makan siang sambil cerita seru-seru yang membuat hari kerja tidak terasa berat. Ada si Budi, cowok gendut tapi cerewet, yang selalu menjadi pusat perhatian dengan cerita-cerita pembohongnya. Lalu ada si Andi, yang pendiam tapi suka ikut ketawa, dan si Joko yang selalu menambahkan bumbu pedes ke cerita orang lain. Arya, dengan seragam kerjanya yang sedikit kotor oli, lagi-lagi gigit ayam gorengnya pelan, tapi pikiran melayang ke Asma yang lagi kerja di bagian mesin sebelah.
1948Please respect copyright.PENANARko1Fve9ta
Tiba-tiba, Budi memulai cerita dengan suara lantang, sambil nyodok nasi gorengnya. "Bro-bro sekalian, gue kemarin malam dapet pengalaman gila banget! Gue ketemu cewek di bar deket pabrik, namanya Rina atau apa gitu. Dia bilang punya cowok, tapi cowoknya nggak bisa puasin dia di kasur. Katanya, cowoknya cuma tahan sebentar, nggak kayak gue yang bisa berjam-jam!" Budi ketawa ngakak, tangan tepuk meja "bang-bang", bikin piring-piring bergoyang. Temen-temen lain pada heboh, Andi nyengir, "Serius bro? Lo nggak takut digebukin cowoknya?" Budi geleng-geleng kepala, "Nggak lah! Malah, gue cerita, cowoknya tau soal ini. Dia malah suka liat pasangannya dinikmati orang lain. Katanya itu bikin dia terangsang banget! Gue bayangin, dia duduk di pojok kamar, liat gue lagi aksi sama ceweknya. Wah, gila nggak tuh?"
1948Please respect copyright.PENANApNfTYHZEOk
Joko ikut nimbrung, "Haha, itu fetish namanya NTR kali, gan. Netorare, di mana lo heboh liat pasangan lo diambil orang lain. Gue pernah baca di forum online, banyak yang punya ginian. Ada yang sampe biarin istri gangbang sama temen-temennya, cuma buat liat dia desah-desah puas." Budi angguk setuju, "Iya nih! Gue kemarin, pas lagi di atas cewek itu, gue bilang, 'Desah lebih keras dong, biar cowok lo denger!' Dia desah, 'Ahh... Budi... lebih dalam... cowok gue nggak pernah gini!' "Ahh-ahh", suaranya kayak lagi orgasme berkali-kali. Gue tampar pantatnya, "smack-smack", bikin kulitnya merah. Dia menjawab, 'Ya... tampar lagi... gue budak lo malam ini!' Gue dorong lebih cepat, "plap-plap", suara tubuh kita mendengarkan kayak masuk basah. Akhirnya, gue finish, “spurt-spurt”, cairan gue keluar banyak banget. Cowoknya di sana, malah masturbasi sambil liat. Gila, kawan!"
1948Please respect copyright.PENANAUm9fOeYg5A
Arya denger cerita itu, diam-diam badannya panas. Dia berpindah posisi duduk, karena tititnya langsung membeku di celana kerja yang ketat. "Apa-apaan ini? Kenapa gue heboh banget bayangin Asma gitu?" Pikirannya langsung melayang. Bayangin Asma, dengan tubuh atletisnya yang mulus, rambut hitam panjangnya acak-acakan, lagi di bawah cowok lain. Cowok itu tampar payudara-nya Asma, "smack", Asma desah, "Ahh... lebih keras..." Lalu cowok itu masukin titit-nya ke vagina Asma, "squish", gerakan maju mundur, "thrust-thrust", Asma erang, "Ohh... ya... gue nggak pernah dapet gini dari Arya..." Arya bayangin dirinya duduk di pojok, liat semuanya, kontol-nya keras banget. "Kenapa gue lebih horny dari biasa? Ini salah kah?" Tapi sensasinya bikin dia pengen tau lebih. "Eh, Arya, lo diem aja dari tadi. Lo pernah coba gini?" goda Budi, nyenggol lengan Arya. Arya kaget, geleng cepet, "Nggak lah gan. Gue setia sama Asma. Cerita lo aja yang gila." Tapi dalam hati, "Gue harus cari tau soal ini."
1948Please respect copyright.PENANATyWFFVZeiy
Istirahat selesai, Arya balik ke kerjaan, angkat-angkat barang di gudang yang panas dan berdebu. Suara forklift "bip-bip" nyaring, bikin konsentrasi susah. Tapi pikiranku terjebak pada cerita Budi. Setiap kali istirahat kecil, dia mikir Asma. "Kalo Asma dinikmati orang lain, dia desah gimana ya? 'Ahh... master... tampar gue lagi...'" titit-nya keras lagi, dia harus ke toilet buat tenangin diri. Di toilet yang bau amis, Arya duduk di kloset, tarik napas dalam. "Ini gila," gumamnya. Tapi dia nggak bisa berhenti bayangin.
1948Please respect copyright.PENANAE1NCQenSCD
Pulang kerja, matahari udah miring, langit oranye campur asap pabrik. Arya naik motor sendirian, karena Asma shiftnya lebih lama hari ini. Di apartemen, dia langsung ke kamar, buka laptop tua yang layarnya agak retak. Koneksi internet lemot, tapi dia sabar. Dia ketik di browser: "fetish NTR apa itu". Hasil pencarian muncul, artikel-artikel dari situs dewasa dan forum gelap. Dia klik satu, baca: "Netorare, atau NTR, adalah fetish di mana seseorang terangsang melihat pasangannya berhubungan seks dengan orang lain. Bisa dari cuckold sederhana sampe gangbang ekstrem." Arya baca lebih dalam, ada cerita user: "Gue biarin istri gue diikat, tangannya di borgol, "clink-clink", lalu temen gue masuk. Dia desah, 'Ahh... kontol lo gede banget... suami gue kecil...' Gue liat, tampar pantatnya, "smack", dia erang lebih keras. Akhirnya, dia orgasme, "scream-ahh", tubuhnya gemetar. Gue finish cuma dari liat."
1948Please respect copyright.PENANADLbBc1wQKI
Arya baca forum lain, Reddit gelap atau situs anonim. "Awalnya gue takut, tapi pas coba, rasanya addicted. Bayangin pasangan lo jadi budak seks orang lain, nggak boleh sentuh lo lagi." Ada video link, tapi Arya nggak buka, takut virus. Tapi deskripsinya detail: "Wanita di gangbang, lima cowok sekitarin, kontol mereka masuk bergantian, "thrust-plap", dia desah, 'Lebih banyak... gue butuh lebih... tampar gue!' "Smack-smack", suara tamparan campur desahan. Orgasmenya kayak ledakan, "ohh-god-yes", cairan squirt keluar." Arya duduk di kursi, tangannya tanpa sadar pegang kontol-nya sendiri, gosok pelan. "Ini bikin gue gila," gumamnya. Dia baca berjam-jam, sampe mata capek. Fetish ini mulai dari cerita sederhana, tapi bisa eskalasi ke BDSM, dominasi, bahkan perbudakan. "Ada yang pake obat perangsang, bikin wanita hyper sensitive, butuh gangbang buat puas." Arya mikir Roy, sahabatnya yang ahli obat.
1948Please respect copyright.PENANAxAjmdsYccz
Malam itu, Asma pulang capek, rambutnya basah keringat, tapi tetap cantik dengan mata cokelatnya yang memikat. "sayang, gue laper banget," katanya sambil peluk Arya dari belakang. Arya senyum, "Gue udah masak mie instan spesial." Mereka makan di sofa kecil, nonton TV sambil cuddling. Asma kepala Asma di bahu Arya, tangannya main-main di dada Arya. "Hari ini capek, tapi gue kangen lo," bisik Asma. Arya excited, fetish barunya muncul lagi. Dia mulai foreplay, tangannya naik ke payudara Asma, ngeremas pelan. "Lo cantik banget, sayang. payudara lo kenceng," bisik Arya. Asma mendesah pelan, "Ahh... sayang, pelan aja." Arya turun, jarinya main-main di vagina-nya Asma lewat celana, "rub-rub", suara kain bergesek. Asma basah, "sayang... gue lagi horni nih." Arya tarik celananya, jarinya masuk vagina, "slurp-slurp", suara basah mulai terdengar. "Enak nggak? Bilang kalo lo pengen lebih," kata Arya. Asma desah, "Ya... jari lo... lebih dalam... ahh."
1948Please respect copyright.PENANANZ6TdpCRFh
Arya naik level, lidahnya ganti jari, "lick-lick", suara lidah menyentuh vagina basah. Asma pegang rambut ikalnya, "Ohh... sayang... suka gini... desah nama gue." Arya tampar paha dalamnya pelan, "smack", "Lo suka tamparan? Bilang!" Asma erang, "Ahh... ya... tampar lagi... gue budak lo." Arya terangsang lebih, bayangin ini cowok lain yang lakuin. Dia masukin kontol-nya, "squish", masuk pelan. "Ahh... vagina lo ketat banget," erang Arya. Gerakan maju mundur, "thrust-thrust", suara "plap-plap" tubuh bertabrakan kayak tamparan basah berulang. Asma desah, "Lebih cepat, sayang... tampar pantat gue!" Arya tampar, "smack-smack", "Suka ya? Bilang lo pengen cowok lain!" Tapi Arya nggak bilang itu, cuma bayangin. Asma panas, "Ohh... Arya... gue mau orgasme..." Tapi nggak datang. Arya bayangin Asma lagi sama orang lain, "Desah lebih keras, bayangin gue liat lo dinikmati temen gue!" Dalam pikiran, Asma erang, "Ya... master... kontol dia gede... gue orgasme... ahh-scream!" Arya finish lebih cepat, "spurt-spurt", cairan hangat keluar banyak. "Ahh... sayang," erang Arya. Asma peluk dia, napas cepat, tapi mikir, "Lagi-lagi nggak klimaks. Apa salah gue?"
1948Please respect copyright.PENANAAhHz1MzITt
Tiba-tiba, pintu ketok. Roy kencan kunjungan, bawa bir dingin. "Bro, gue lewat sini, mampir bentar." Mereka duduk di sofa, Asma ke kamar mandi. Roy liat Arya beda, "Lo keliatan horni banget gan. Ada apa?" Arya cerita setengah-setengah, "Gue denger cerita soal fetish NTR tadi di kantin. Gue... heboh bayangin Asma gitu." Roy ketawa, "Serius? Gue punya obat perangsang dosis tinggi, bisa bikin Asma lebih sensitif. Mau coba? Bisa eksperimen fetish lo." Arya mikir, "Mungkin ya. Tapi pelan-pelan." Roy kasih botol kecil, "Ini, campur di minum. Bikin dia butuh lebih banyak stimulasi." Arya simpan, pikiran penuh rencana.
1948Please respect copyright.PENANAnnFP9CMO5U
Malam makin larut, Arya tidur peluk Asma, tapi mimpi fetishnya. Besok, dia akan mencari info lebih lanjut.
ns216.73.217.128da2


