"Rencana 11, budak. Enema lanjutan dengan obat Alfan. Kali ini volume 2 liter. Cairan ini upgrade—gliserin bikin licin, peppermint dingin menyengat, perangsang topikal bikin otot dalam kontraksi kuat dan sensi ekstrem. Selang kecil gue masukin pelan ke anal lo yang udah longgar ini. Tahan ya, budak. Lo akan ngerasa dingin menyengat dulu, lalu panas nyebar seperti api kecil di dalam anal. Lo siap ngerasa penuh lagi, Vi? Lo pengen gue buka kran pelan biar lo mendesah sambil panjang perut lo membuncit?”
2257Please respect copyright.PENANAacjKUcxrJB
Silvi mengangguk cepat, pinggulnya bergoyang memohon meski terikat. Suara parau penuh hasrat.
“Ya, Tuan Dito… gue siap… gue pengen enema lagi… 2 liter… gue mohon… masukin selang ke anal gue yang masih sensi ini… gue haus ngerasa cairan hangat mengalir dalam… gue pengen dingin baunya… lalu panas api kecil… gue pengen kontraksi kuat di dalam… gue mohon… buka kran pelan… bikin gue mendesah… gue butuh penuh lagi… gue haus sensasi itu… Tuan… gue mohon!!!”
2257Please respect copyright.PENANAzfc0QpYCII
Dito tekan ujung selang ke bibir anal Silvi, masuk perlahan. anal yang sudah longgar menelan selang dengan mudah, tapi Silvi tersentak karena sensasi baru—dingin dari selang bertemu hangat dalam.
2257Please respect copyright.PENANAl4BxFtU1hE
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
2257Please respect copyright.PENANAllhsFakH5x


