Bab 6: Hari 1 Siang – Rencana 1-10
Mobil SUV hitam itu akhirnya berhenti di halaman depan villa besar Indra di Puncak. Kabut tipis masih menyelimuti pepohonan pinus di sekitar, udara dingin menusuk kulit Silvi yang sudah panas dan lembab karena perjalanan dua jam penuh menggoda. Kakinya gemetar saat turun dari mobil, gaun hitam pendeknya menempel lengket di paha karena cairan yang menetes dari vaginanya sejak tadi. Kalung kontrol budak masih melingkar erat di cermin, liontin logamnya dingin menyentuh kulit yang berkeringat. Adam menarik leash pendek yang terhubung ke kalung itu, gerakan kecil tapi cukup membuat Silvi tersentak maju.
2298Please respect copyright.PENANAMpb1y5IdDt
“Ikut kami ke dalam, budak,” perintah Adam dengan suara rendah yang tak bisa dibantah. Indra berjalan di belakang, sesekali menyentuh bokong Silvi pelan, cukup untuk membuatnya mendesah kecil. Pintu villa terbuka lebar, dan begitu Silvi melangkah masuk, aroma kayu manis campur kopi menyambutnya—tapi di balik itu, ada bau samar lateks, minyak pelumas, dan sesuatu yang lebih gelap: aroma nafsu kolektif dari puluhan pria yang sudah menunggu.
2298Please respect copyright.PENANAD8ELMZBjVg
Ruang utama villa luas, lantai kayu mengkilap, sofa kulit besar melingkar di tengah, dan di belakangnya terlihat tangga menuju lantai atas. Di sudut ruangan, sudah dipasang beberapa peralatan BDSM: kasur dengan ikatan tali di empat sudut, bangku spanking dengan penyangga pinggul, rak alat-alat seks yang penuh dildo berbagai ukuran, vibrator, elektroda pad, botol-botol cairan enema, dan cooler box besar yang pasti berisi stok obat dari Alfan. Lampu redup dengan cahaya kuning hangat membuat suasana terasa intim sekaligus mengancam.
2298Please respect copyright.PENANAJbX6yHzaTl
Dan di sana, ditempatkan di sofa, berdiri di dekat rak, atau duduk santai sambil minum kopi, ada sekitar 30 cowok dari total 70 yang sudah datang lebih dulu. Sisanya akan menyusul sepanjang hari. Mereka semua memandang Silvi dengan mata lapar, tersenyum tipis, beberapa sudah melepas baju atas, memperlihatkan tubuh berotot atau dada bidang. Bisik-bisik terdengar: “Itu dia… badannya lebih hot dari foto.” “Lihat vaginanya udah basah banget.” “Siap-siap gan, hari ini kita mulai pelan tapi pasti.”
2298Please respect copyright.PENANACq2INJTzSQ
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
2298Please respect copyright.PENANAwhz33zYv0H
Adam tarik leash lebih kuat, membuat Silvi berlutut di tengah ruangan. "Semua, ini budak kecil kita hari ini. Silvi. Dia minta gangbang massal, tapi kita kasih lebih: 7 hari penyiksaan kenikmatan nonstop. Mulai sekarang, dia tidak boleh bicara kecuali ditanya, dan harus memanggil kita semua 'Tuan'. Kalau melanggar, hukuman langsung.”
2298Please respect copyright.PENANAytE5oAB3kC
Silvi menunduk, wajahnya memerah. Emosinya kacau: malu karena dilihat puluhan mata, takut karena tahu ini baru awal, tapi terangsang luar biasa karena obat perangsang masih bekerja di tubuhnya. vaginanya berdenyut tanpa henti, kristorisme bengkak sensitif, putingnya menekan sampai terasa nyeri manis.
2298Please respect copyright.PENANAFdPgK4mpJ1
Indra maju, ambil gunting dari meja. “Pertama, kita telanjangi dia. Biar semua lihat apa yang kita punya.” Dengan gerakan lambat, Indra memotong gaun Silvi dari belakang, kain robek pelan dengan suara srrrt kecil. Gaun jatuh ke lantai, meninggalkan Silvi telanjang bulat kecuali kalung di leher. Payudaranya naik turun dengan cepat, puting kecil merah muda tegak, bokongnya bulat putih dengan bekas akselerasi ringan di mobil tadi. vaginanya sudah licin mengkilap, cairan menetes perlahan ke paha dalam.
2298Please respect copyright.PENANAcq5h8MAcxC
Cowok-cowok memperkenalkan pelan, beberapa tepuk tangan. “Bagus banget badannya.” “Lihat cerinya, udah merah gitu.” Silvi merasakan panas di seluruh tubuhnya, tapi dia tetap berlutut, tangan di belakang punggung seperti yang Adam perintahkan tadi di mobil.
2298Please respect copyright.PENANAUZmWD83U70
Ada ambil kalung jarak jauh, tekan tombol. Getar halus naik di leher Silvi, sinkronkan dengan vibrator kecil di ceri. “Rencana 1 dimulai: Double dildo untuk vagina dan anal sekaligus.”
2298Please respect copyright.PENANAViQFq3pYas
Dua pria maju membawa kasur BDSM ke tengah ruangan. Silvi diangkat dan dibaringkan telentang, kaki dibuka lebar dan diikat ke tiang ranjang dengan tali kulit lembut tapi kuat. Tangan lehernya di atas kepala. Posisi ini membuat vagina dan analnya terbuka sempurna, terpapar bagi seluruh mata.
2298Please respect copyright.PENANAs9l9ZRJZp1
Adam ambil double dildo hitam panjang 40 cm, diameter tebal di kedua ujung, permukaan bertekstur ringan. Dia lumasi dengan pelumas dingin, lalu dekati Silvi. “Ini dildo elektrik pertama, getar kuat, remote control. Lo siap, budak?”
2298Please respect copyright.PENANAOFsXOsd9hT
Silvi mengangguk lemah, suaranya gemetar: “Ya… Tuan…”
2298Please respect copyright.PENANADiCnV3mYBX
Adam memasukkan ujung pertama ke vagina Silvi pelan. Dia sudah basah banget, jadi masuk mudah. Silvi mendesah panjang: “Ahhh… penuh…” Ujung kedua diarahkan ke analnya. Adam tekan pelan, anal Silvi membuka perlahan, menelan dildo itu. Suara: squish-squish licin saat kedua ujung masuk ke dalam. Silvi melengkung, matanya terpejam. “Terlalu… besar… Tuan…”
2298Please respect copyright.PENANAZdbycPQffz
Adam nyalakan getar level rendah. Vrr-vrr halus terasa di dalam vagina dan anal sekaligus. Silvi langsung menggeliat: “Aaa… ini… gila…” Badannya bergetar, payudaranya bergoyang kecil.
2298Please respect copyright.PENANAm2Qe5OYKKu
Indra ambil jarak jauh, naikkan level getar. “Rencana 2: Obat kuat massal. Semua pria minum sekarang.” Botol kecil didarkan, setiap cowok telan kapsul obat kuat dari Alfan. Tak lama kemudian, celana mereka mulai membusung, titit tegang keras.
2298Please respect copyright.PENANATDm54EqaMg
Rencana 3 dari Alfan: Dia maju dengan jarum kecil dan vial perangsang. “Ini injeksi ringan di kristorisdan puting.Efek langsung.” Dia menyuntikkan sedikit ke kristorisSilvi—sensasi panas langsung menyebar. Silvi jerit kecil: “Aaaah! Panas… kristorisgue… terbakar…” Lalu di puting kedua. Payudaranya terasa lebih berat, mengeraskan ekstrem.
2298Please respect copyright.PENANAIcg4HYLSwt
Rencana 4: Siksaan listrik ringan pada puting. Vigo pasang bantalan elektroda kecil di kedua puting Silvi. Kabel terhubung ke alat kontrol. Dia tekan tombol: zap-zap kecil, arus listrik rendah mengalir. Silvi menggelinjang: “Aaa! Listrik… di puting… Tuan… gue… mau cum…”
2298Please respect copyright.PENANAJEDXBXUgby
Adam: “Belum boleh. Rencana 7: Menahan orgasme pakai kalung.. Perutnya sedikit membuncit sisa enema, payudara membesar naik turun cepat, puting menegang tegak. Rambut pirang ikalnya kusut lengket di wajah, mata cokelat berkaca-kaca, bibir pecah-pecah terbuka mengeluarkan desahan tersengal. Kalung kontrol budak di mengaktifkan sudah aktif, liontin logam dingin menyentuh kulit panasnya.
2298Please respect copyright.PENANAqhaxUgXIwU
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
2298Please respect copyright.PENANACW7EITCsQk
Adam berdiri di depan, kalung jarak jauh di tangan kanan. Matanya dingin penuh dominasi saat menatap Silvi yang menggeliat pelan.
2298Please respect copyright.PENANACuEDxOV6E9
"Rencana 7, budak. Menahan orgasme pakai kalung. Gue tekan remote ke mode reject—getar naik turun, tapi stop tepat sebelum lo cum. Lo harus tahan… lo ngerasa denyut di vagina dan anal lo ya? Lo pengen gue naikkan getar dulu biar lo ngerasa hampir cum, tapi gue stop lagi? Lo suka kecewa gini, Vi? Lo pengen melamar gue kasih cum?"
2298Please respect copyright.PENANAXFsmEt7WpX
Silvi menggeleng pelan, air mata mulai menggenang di sudut mata. Suara parau penuh hasrat dan keputusasaan.
“Ya, Tuan Adam… gue siap… gue pengen mode reject… gue pengen ngerasa getar naik… hampir cum… tapi stop… gue mohon… naikkan getar sekarang… gue haus ngerasa mendorong itu bikin gue gila… gue pengen… gue pengen jerit tolong cum… gue butuh gangguan ini… gue mohon… tekan remote… bikin gue putus asa… gue haus tahan!!!”
2298Please respect copyright.PENANAIKC18ZYJcy
Adam tekan tombol remote. Getar naik pelan ke medium, pola naik turun seperti gelombang. Silvi langsung tersentak, pinggulnya bergoyang kecil meski terikat.
2298Please respect copyright.PENANA2VJXUUSoOX
Silvi mendesah panjang, badan mulai menggeliat.
“Aaa… getar naik… di vagina gue… di anal gue… gue ngerasa denyut… gue hampir cum… Tuan… jangan berhenti… gue pengen cum… gue mohon… kasih gue cum… gue nggak tahan… gue haus lepas… Tuan… gue gila karena getar ini!!!”
2298Please respect copyright.PENANAprOejbz2QW
Adam dingin tersenyum, tekan remote lagi—getar naik ke high, pola random cepat. Silvi kejang hebat, rantai sling berderit.
"Getar high sekarang... lo ngerasa pola randomnya ya? Kadang pelan lama, kadang cepat tiba-tiba... lo hampir cum lagi... lo pengen gue biarin lo cum atau stop tepat waktu biar lo memohon lebih keras? Lo suka ya, budak? Lo pengen air mata lo mengalir karena mengecewakan ini?"
2298Please respect copyright.PENANAXyD4DtmnH9
Silvi isak kecil, air mata mulai mengalir di pipi.
“Aaa… pola random… gue hampir cum… Tuan… jangan berhenti… gue pengen cum… gue mohon… kasih gue cum… gue nggak tahan… getar ini bikin gue gila… gue haus rilis… gue jerit tolong… Tuan… gue gila… gue putus asa… air mata gue mengalir karena lo… gue mohon… jangan menyangkal… gue butuh cum sekarang!!!”
2298Please respect copyright.PENANAGFjdxX2PAU
Adam tekan menyangkal tepat waktu—berhenti secara tiba-tiba. Silvi terkejut, badan menggeliat pembohong, rantai berderit keras.
“Tolong… Tuan… gue… hampir cum… lo stop lagi… gue nggak kuat… gue gila… gue pengen cum… gue mohon… nyalain lagi… gue haus getar… gue pengen jerit karena hampir cum… gue air mata mengalir deras… gue putus asa… Tuan… kasih gue cum… gue butuh!!!”
2298Please respect copyright.PENANADVQem79vcS
Adam nyalain getar lagi, level tinggi.
"Lo suka memohon gini ya? Gue nyalain lagi… lo ngerasa getar naik cepat… lo hampir cum lagi… lo pengen gue stop tepat waktu biar lo jerit lebih keras? Lo pengen gue tambah listrik di puting dan kristorissambil lo tahan? Lo suka kecewa ini, budak?"
2298Please respect copyright.PENANA60WMgmbpSm
Silvi jerit, badan kejang lebih kuat.
“Aaa… ya, Tuan… gue suka memohon… gue hampir cum… tambah listrik… gue pengen zap-zap di puting dan ceri… gue mohon… bikin gue lebih gila… gue haus menyangkal… gue pengen air mata lebih… gue jerit tolong… gue nggak kuat… satu jam… gue gila… kasih gue cum… gue mohon!!!”
2298Please respect copyright.PENANAiZAXEwBbc3
Adam menyalakan listrik medium di puting dan ceri. Zap-zap berulang kali disinkronkan dengan getar. Kalung menyangkal aktif lagi—tepat sebelum orgasme, semua stop.
2298Please respect copyright.PENANACm4xrftF6U
Silvi menggeliat pembohong di selempang, rantai berderit seperti mau putus. Keringat menetes deras dari tubuhnya, air mata kenikmatan mengalir di pipi seperti hujan.
“Tolong… Tuan… gue… mau keluar… getar… listrik… gue hampir cum… lo stop lagi… gue nggak kuat… gue gila… gue mohon… kasih gue cum… gue pengen muncrat… gue putus asa… gue jerit tolong… Tuan… gue gila banget… satu jam… gue nggak tahan… gue air mata mengalir… gue keringat deras… gue mohon!!!”
2298Please respect copyright.PENANA9JRy9QYZzl
Indra maju, tangan menyentuh bokong Silvi.
"Bokong lo empuk… gue remas sambil lo tahan cum. Lo ngerasa getar di anal lo nyebar ke bokong ya? Lo pengen gue tampar pelan biar lo lebih nekat? Lo suka ya, ngerasa frustrasi gini?"
2298Please respect copyright.PENANAIYLZFFuBwo
Silvi isak lebih kuat.
“Aaa… ya, Tuan Indra… remas bokong gue… gue ngerasa getar nyebar… tampar pelan… gue pengen lebih putus asa… gue mohon… tampar… bikin gue jerit tolong cum… gue haus mengecewakan ini… gue gila… gue pengen air mata lebih… gue butuh tahan!!!”
2298Please respect copyright.PENANAdAK9OSnrnZ
Indra tampar bokong pelan—plak-plak kecil. Sensasi tambah membuat Silvi menggeliat lebih pembohong, rantai berderit keras.
2298Please respect copyright.PENANA7UtzWkXm7G
Silvi jerit parau.
“Aaa… mencetak… gue hampir cum… reject stop… gue nggak kuat… gue gila… gue mohon… kasih gue cum… gue pengen muncrat… gue putus asa… gue jerit panjang… Tuan Indra… gue air mata mengalir… gue keringat deras… gue gila karena reject ini!!!”
2298Please respect copyright.PENANANVhQtGviXx
Alfan maju, tangan menyentuh kristorisSilvi.
"Kristorislo bengkak… gue gosok pelan sambil lo tahan. Lo ngerasa listrik zap-zap di kristoristambah getar ya? Lo pengen gue tambah perangsang biar lo lebih nekat, tapi tetap nggak boleh cum?"
2298Please respect copyright.PENANATbNWfHeqtR
Silvi kejang, rantai berderit lagi.
“Aaa… ya, Tuan Alfan… gosok kristorisgue… gue ngerasa zap-zap tambah… tambah perangsang… gue pengen lebih nekat… gue haus tahan ini… gue gila… gue mohon… bikin gue air mata mengalir lebih… gue pengen jerit tolong cum… gue nggak kuat lagi… gue gila banget!!!”
2298Please respect copyright.PENANAoejYf7I7Qk
Cowok-cowok nonton sambil onani pelan, titit tegang di tangan. Satu orang bicara.
"Lihat lo menggeliat gini, Vi… lo putus asa banget… lo jerit tolong cum itu bikin gue panas… lo pengen gue onani sambil liat lo tahan? Lo pengen gue cum di atas lo kalau lo akhirnya boleh cum?"
2298Please respect copyright.PENANAMvoJ9mmKzW
Silvi isak lebih kuat.
“Aaa… ya, Tuan… gue pengen cum… gue jerit lebih… gue putus asa… gue gila… gue mohon… tolong kasih gue cum… gue nggak kuat lagi… gue air mata mengalir… gue keringat deras… gue gila karena reject ini… gue pengen kalian cum di gue kalau gue akhirnya rilis!!!”
2298Please respect copyright.PENANAywpOuuj028
2298Please respect copyright.PENANAmn8Ou87lYL
2298Please respect copyright.PENANAWG1UEPva9R


