Pada suatu pagi aku kembali tak masuk sekolah, dan aku segera menuju rumah Pak Achmad, aku yakin pagi ini pasti Pak Achmad pergi kekantor seperti biasanya. lewat halaman samping aku terus menuju bangunan belakang dan kemudian masuk ke dapur dan dipojok sana dekat kamar mandi aku lihat Ibu Ning sedang mencuci pakaian. Ibu Ning punya kebiasaan kalau mencuci celana dalamnya dan anak anak gadisnya Ibu Ning hanya mengucek ngucek sendiri dan tak pernah memasukannya kedalam mesin cuci.5234Please respect copyright.PENANAD6XUwivE5v
5234Please respect copyright.PENANAA3YL6WaF1t
5234Please respect copyright.PENANAoH4fWWDtvQ
Ibu Ning sedang duduk pada sebuah bangku kecil sambil membuka lebar kedua pahanya sementara dasternya tersingkap sampai jauh keatas pahanya yang putih mulus. Mungkin sebab tak ada orang lain di rumah ini karena pembantu lagi pulang kampung maka Ibu Ning jadi bersikap bebas begitu dan Ibu Ning pun kaget dengan kehadiranku yang tiba tiba itu.5234Please respect copyright.PENANAGmKKaJ1gso
5234Please respect copyright.PENANAgcully4jEI
5234Please respect copyright.PENANA3WiMLeV82n
”Lhooo… Donii…. Kenapa kamu gak masuk sekolah….?” Tanya Ibu Ning heran.5234Please respect copyright.PENANAfeIWYiFNnC
5234Please respect copyright.PENANAdxAcuQqQIs
5234Please respect copyright.PENANAwutP3qUwSB
“Bolos lagi ya….. nanti kamu bisa-bisa gak naik kelas lho ……” sambungnya.5234Please respect copyright.PENANA2UyWDKZ2aw
5234Please respect copyright.PENANADusV82WkAE
5234Please respect copyright.PENANAnJVqf0wiWE
“Eeghhh …. Eeghhh… nggak koq Bu Ning …..” aku bingung juga menjawabnya.5234Please respect copyright.PENANA9qa0nohkcu
5234Please respect copyright.PENANADhHOuqUXTb
5234Please respect copyright.PENANAEwSDpVieTu
“Eeghh …… anu …. Anuuuu ….. Bu Ning ……” aduhhh …. Aku makin bingung.5234Please respect copyright.PENANAGsfFpPfeUn
5234Please respect copyright.PENANAlyxk32kr0c
5234Please respect copyright.PENANAMpEittPEK8
“Anu apa Don ….. anuu …nya siapa ….?” Tanya Ibu Ning tersenyum-senyum.5234Please respect copyright.PENANALAOHFzFMAz
5234Please respect copyright.PENANAghYbZh9pUk
5234Please respect copyright.PENANA4ojggrCuVt
“Anunya Doni kenapa …..?” hii …. hi ….. tawanya lirih ….5234Please respect copyright.PENANAQE3AgJPOAm
5234Please respect copyright.PENANAdYUQdHttXM
5234Please respect copyright.PENANAyvDO7LmZV3
“Anu Bu Ning …. Tadi saya bangun kesiangan jadinya malas mau masuk kesekolah, gak enak klo mesti dimarahin dulu ama guru BP …..” kataku memelas. Mencari simpaty darinya.5234Please respect copyright.PENANA3cBM0fzniK
5234Please respect copyright.PENANAYvqNNKHjTc
5234Please respect copyright.PENANA6jYNC7a6dv
Aku pura pura nanya segala macam untuk mengajak Ibu Ning ngobrol sambil aku duduk di hadapannya hingga pahanya yang besar yang telah basah oleh air sabun jadi mengkilap putih. Bisa kulihat dengan jelas bulu-bulu hitam keriting yan tumbuh lebat disekitar lubang *****nya karena celana dalam yang dipakai Ibu Ning sangat tipis, membuat aku jadi benar benar terangsang.5234Please respect copyright.PENANA7bQUVMrCHM
5234Please respect copyright.PENANAXwo6HS0GEf
5234Please respect copyright.PENANANUkf1nnnsb
“Bu Ning klo Mas Wawan, Mbak Anna dan Mbak Shinta kuliah di fakultas apa sih ….. koq mereka jarang pulang ya . …?” tanyaku.5234Please respect copyright.PENANA867yhJmpDR
5234Please respect copyright.PENANAjXO0QkXDDj
5234Please respect copyright.PENANAel21igbrWr
“Doni …. Doni ….. klo Mas Wawan kuliah di fakultas Tehnik Mesin di ITB Bandung. Kalau Anna di fakultas akuntansi sedangkan Shinta di fakultas sastra inggris, mereka berdua di Jogyakarta.. “ kata Ibu Ning sambil tetap mencuci. Entah kenapa Bu Ning tetap tak merubah posisi duduknya sadar atau tidak dengan posisi duduknya itu, dia telah membangkitkan nafsu birahi dalam dadaku yang saat ini sedang menggelora dan sulit untuk dikendalikan. mataku terus melotot kearah selangkangannya.5234Please respect copyright.PENANAkGRFwlPyto
5234Please respect copyright.PENANAMwimdhDHXc
5234Please respect copyright.PENANAHIOph47l1j
Aku lalu berdiri dan memutar mendekatinya dari belakang dan sambil berjongkok kupeluk tubuh sintal Bu Ning, jari tangan kananku segera meraba pahanya yang basah itu dan agak meremas-remas kulit paha yang masih kenyal dan putih itu, sementara penisku mulai bergerak gerak didalam celanaku yang menempel ketat dipunggungnya..5234Please respect copyright.PENANAI0Ews2O2NV
5234Please respect copyright.PENANAFl3mJK9bz2
5234Please respect copyright.PENANAokj9Ml4UEX
"Heeeii ... Doonnniiiii ….Heeiiii ….!" sergah Ibu Ning tapi tanpa menoleh padaku.5234Please respect copyright.PENANASkWMjlDvOI
5234Please respect copyright.PENANANC2ZLwyoEO
5234Please respect copyright.PENANAwF3ehR6jjg
"Doonnniii ……. Jangan nakal yaaaa ……". Tapi nada suaranya tidak seperti orang marah. Jari-jariku turun kebawah sampai mendekati selangkangnya dan kusingkap lebih keatas lagi baju dasternya.5234Please respect copyright.PENANAEZaxEvpdCF
5234Please respect copyright.PENANAHLJu6ehIeV
5234Please respect copyright.PENANAW2fsWkPXbi
"Aduuuh ….. Doonniii …. ini nakal sekali ya ?" kali ini suara Bu Ning agak meninggi sedikit, tapi ia tetap saja melanjutkan mengucek cucian celana dalam. Dan tanganku sudah tak bisa ditahan lagi, jari-jariku segera menerobos masuk kedalam CDnya.5234Please respect copyright.PENANAO0bV1xVO5P
5234Please respect copyright.PENANA2Ftd4zSdgV
5234Please respect copyright.PENANAdAToxMZqOV
Kurasakan bulu-bulu jembutnya yang lebat dan keriting itu sementara jari-jariku terus saja masuk menyusup hingga aku menemukan lobangnya. Aku yakin bahwa ini adalah lobang *****nya Ibu Ning, segera jari tengahku dan jari telunjukku kudorong masuk. Ibu Ning menjerit lirih karena gelid an seketika menoleh menatapku seperti tak percaya kalau aku berani berbuat sejauh itu. Bu Ning berusaha menarik keluar tanganku, tapi aku tetap bertahan. Dengan gerakan lembut dan cepat aku mengocok keluar masuk kedua jariku didalam *****nya Bu Ning itu.5234Please respect copyright.PENANAzmli1bYetO
5234Please respect copyright.PENANAmCDQWSFtZs
5234Please respect copyright.PENANAb3f3PUo9t8
Kulihat Bu Ning memejamkan matanya sambil terus mendesah dan mulai menyandarkan kepalanya dibahuku, tubuh sintalnya terkulai dalam pelukanku sedangkan kedua kakinya semakin dibuka lebar-lebar. Aku semakin kuat dan cepat mengocok keluar masuk terus hingga jari jariku terasa basah oleh cairan birahi yang ada didalam lobang *****nya Bu Ning itu.5234Please respect copyright.PENANAHm89Bpp1zG
5234Please respect copyright.PENANARgYhOZrd2h
5234Please respect copyright.PENANAJ3KzBnWRbx
Kedua tangannya terkulai lemas sambil memegangi kedua tanganku di kanan dan kiri dan kepalanya mendongak keatas dan suara nafasnya melenguh-lenguh dan memburu. Tangan kiriku bebas menggerayangi dan meremas-remas buahdadanya. Buahdada Bu Ning memang besar walau sudah agak kendor dengan putingnya yang berwarna kecoklatan, kupelintir-pelintir putingnya untuk menambah sensasi birahi yang kini menggelora dalam dirinya. Bibirku terus bergerak menciumi lehernya yang jenjang dan terbuka itu.5234Please respect copyright.PENANAEXjKPv9PMW
5234Please respect copyright.PENANAxGCqsHcxgK
5234Please respect copyright.PENANASDSwmGtqBb
“Doonnn ….. Doonniiii …. Jangaaann ….. aachhh …. jang aaann …… “ rintih Bu Ning sambil memejamkan tetap memejamkan mata. “Doonnn ….. Doonnniiii …. Jangan disitu ….. nanti kalau kelihatan ada tanda merah di leher Ibu bisa gawat ….. nanti Pak Achmad bisa curiga ….. jangaaan ya Donnniii …….” Kata Bu Ning lirih. Aku pikir-pikir memang benar juga nih, wah bisa gawat klo ketahuan Pak Achmad suaminya, bisa-bisa jadi perkara besar mengingat jabatannya dikantor Pemda.5234Please respect copyright.PENANANPxgy5H75B
5234Please respect copyright.PENANASk5275p7y0
5234Please respect copyright.PENANASBM7iTzIIp
Segera saja ku alihkan bibirku mencium bibirnya yang merah terbuka dengan gigi-gigi putihnya.5234Please respect copyright.PENANAjHcopuenZC
5234Please respect copyright.PENANAYaVvzyszdp
5234Please respect copyright.PENANAV9WigxsDos
Kemudian ku emut dan kusesap bibirnya yang menggairahkan itu, air ludah kami berdua bercampur aduk dan masuk kedalam tenggorokan kami masing-masing saat lidahku dan lidah Bu Ning bergelut dengan ganas dalam balutan nafsu birahi yang membara. Air liur kami membasahi bibir dan dagu kami berdua.5234Please respect copyright.PENANAa4tCNM9vUG
5234Please respect copyright.PENANAIug5AZeeP8
5234Please respect copyright.PENANACTFarhlWlu
Kulihat Ibu Ning seperti kesetanan mendesah mengerang sambil menjepit kedua pahanya kuat kuat hingga jari jariku ikut terjepit. Beberapa saat kemudian kemudian Dia seperti tersadar lalu mendorongku untuk melepaskan pelukanku hingga aku jatuh terjengkang kebelakang. Lalu dengan cepat Bu Ning bangun berdiri dan meninggalkan tempat itu. Kemudian terdengar pintu kamar ditutup dengan agak keras. Aku terkaget lalu buru buru bangun dan membetulkan letak penisku yang udah ngaceng tegang dan membuatku kesakitan karena celana panjangku jadi kesempitan.5234Please respect copyright.PENANAXGL03SlYAY
5234Please respect copyright.PENANApFwMrAHEk3
5234Please respect copyright.PENANA9oPM9Iwgy7
Aku tetap sabar menunggu Bu Ning keluar dari kamar tidurnya sambil membaca majalah. Tak lama kemudian terdengar derit pintu terbuka dan Bu Ning kembali masuk ke dapur namun sudah berganti baju dengan motif yang lain.5234Please respect copyright.PENANAdCpICi48Fy
5234Please respect copyright.PENANAyqcLibJSDh
5234Please respect copyright.PENANA4rMAvlbe8m
Dia mengambil air minum dan meneguknya perlahan-lahan sambil memandangiku. Sambil memegang gelas berisi air setengah dan tersenyum manis padaku.5234Please respect copyright.PENANACEAi7ZIk4t
5234Please respect copyright.PENANALTIfdvZKPj
5234Please respect copyright.PENANA8knEl8uByu
“Doonn ….. kamu nggak haus …..” tanyanya lembut menggundang.5234Please respect copyright.PENANAcsr7kUJP4V
5234Please respect copyright.PENANARniaIFeuKV
5234Please respect copyright.PENANAJRXFdLv28i
“Kalau mau minum …. Niihhhh …. Abisin ya… “ kata Bu Ning sambil mengangsurkan gelas berisi air yang tadi sudah diminum setengahnya.5234Please respect copyright.PENANAEUG0AXPKcs
5234Please respect copyright.PENANA46Fjs0YoX4
5234Please respect copyright.PENANAMujrqProtp
Aku segera mengambil gelas tersebut dari tangannya dan meminumnya dibekas bibirnya yang tertinggal. Aku meminumnya sambil mataku terus memandangiku Ibu Ning, lidah dan bibirku menirukan gerakan sedang berciuman seperti yang tadi telah kami lakukan dengan ganas dan membara. Bu Ning hanya tersenyum dan mencubit pinggangku dengan gemas.5234Please respect copyright.PENANAaXthD5RFtk
5234Please respect copyright.PENANAaye0PgHc97
5234Please respect copyright.PENANAegLYDe3Fkt
“Dasaaaar …… bocah gendheng ….. playboy tanggung….” Sungutnya manja. “Awas ya ….. jangan sampai Doni melakukan hal ini terhadap Dewi ya …. Ibu gak rela klo anak Ibu dewasa sebelum waktunya” kata Bu Ning mengingatkanku.5234Please respect copyright.PENANAg1SNZkzk9S
5234Please respect copyright.PENANA47suEOKUaK
5234Please respect copyright.PENANAuSzFBfXmFe
“Sumpaaaahhh ….. Bu Ninggg ….. nggak akan terjadi ….” Jawabku mantap. “khan …. Saya udah dapat yang sesuai idaman hatiku …. Cintaku lebih mantap dengan wanita setengah baya yang menggairahkan dan seksi.. “ sambungku sambil tersenyum.5234Please respect copyright.PENANAQRKEnbdgi6
5234Please respect copyright.PENANAHOI02aPpWj
5234Please respect copyright.PENANAa0GpvWq0NU
“Donnn ….. kenapa kamu suka dengan Ibu yang sudah tua begini …?”.5234Please respect copyright.PENANAple5BzOGO6
5234Please respect copyright.PENANA5UlRKdV8dt
5234Please respect copyright.PENANAUKBNzGf11r
“Apa sih yang kamu sukai dari wanita seusia Ibu ini …?” Tanya Bu Ning mengejar.5234Please respect copyright.PENANAUHjsGuanyr
5234Please respect copyright.PENANAZo5LcL8VUK
5234Please respect copyright.PENANAsJuQXEO7WW
“Aada aja …. “ jawabku sambil duduk kembali.5234Please respect copyright.PENANAmQPkAKdoGF
5234Please respect copyright.PENANATih6Q6DgzP
5234Please respect copyright.PENANA8XWousrp2L
Aku paling tak suka sama Mbak Shinta, kakaknya Dewi. Orangnya sombong dan angkuh, tidak seperti Mbak Anna atau Mas Wawan kedua kakaknya. Mbak Shinta 5 tahun lebih tua dari aku, kami jarang ngobrol bila aku main ke rumahnya, aku lebih banyak ngobrol dengan Pak Achmad, Bu Ning, Mas Wawan atau Mbak Anna juga Dewi.5234Please respect copyright.PENANAZ79NjDdueg
5234Please respect copyright.PENANAOhjOeR8OQa
5234Please respect copyright.PENANA7PZu60OIli
Aku berpikir gimana kalau sampai mereka tahu apa yang tlah ku perbuat terhadap Ibu mereka ..?. Dunia pasti akan geger. Sebab aku masih remaja usia 17 tahun berbeda jauh usianya dengan Ibu Ning yang telah berumur 40 tahun dan telah bersuami. Untuk beberapa hari berikutnya aku tak berani main kerumah Pak Achmad. Tapi dalam sehari tak melihat wajahnya Bu Ning yang juga istrinya Pak Achmad, aku merasa diriku sangat sengsara. Sejak kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Ini yang bikin aku jadi nakal dan liar.5234Please respect copyright.PENANAdB9xR0NsLm
5234Please respect copyright.PENANAscmQgh2U1H
5234Please respect copyright.PENANA7EoiIwyChC
Aku masih teringat waktu acara liburan sekolah di SMA, Selama liburan aku tinggal dirumah kakekku. Rumahnya berada di pegunungan Dieng dimana rumah kakekku dekat dengan danau telaga warna. Kadang aku ikut kakek memancing ikan untuk menghilangkan rasa sepi juga sekaligus lauk untuk kita makan. Tapi hatiku slalu rindu sama Ibu Ning. Akhirnya papaku datang mengunjungi kami. Aku sangat sayang sama beliau, tapi aku benci istrinya itu. Karena liburan sekolah hampir berakhir maka ku tak punya pilihan lain selain harus kembali kerumah itu. Padahal rumah itu bagai neraka bagiku, tapi ada sosok Bu Ning wanita setengah baya, tetanggaku yang slalu aku rindukan siang dan malam.5234Please respect copyright.PENANAhJj1FzXpF3
5234Please respect copyright.PENANA06N8MDQLzy
5234Please respect copyright.PENANA9OUR7XFTDc
Setelah aku kembali dari liburan sekolah, untuk sementara waktu aku menahan diri untuk tidak terlalu sering berkunjung ke rumah Pak Achmad karena aku sengaja menghindar untuk bertemu dengan Bu Ning yang seksi menggairahkan. Namun kegiatan sms mesra dengan Ibu Ning tetap aku jalani bahkan aku berani mengirim sms mesra yang mengatakan klo aku sedang bermasturbasi sambil membayangkan sedang bersetubuh dengan Ibu Ning. Jawaban sms dari Ibu Ning juga sangat mesra karena dia mengatakan sangat memimpkan bisa mengemut dan meminum sperma dari penisku yang masih perjaka tingting.5234Please respect copyright.PENANAMpAo3CILHf
5234Please respect copyright.PENANA9zylUnI8rK
5234Please respect copyright.PENANAUIy2wP8SMF
Aku mulai kembali lagi berakrab ria dengan keluarga Pak Achmad sebab aku beberapa kali bertemu dengan Pak Achmad dan Bu Ning saat makan soto ayam di stasiun atau saat minum wedang jahe bersama temanku bahkan setiap kali bertemu pasti pada akhirnya Pak Achmad dan Ibu Ning lah yang membayari makanan dan minuman yang aku makan. Maka setelah beberapa lama akhirnya aku muncul juga bermain ke rumah Pak Achmad dan Ibu Ning dengan alasan mau pinjam buku pelajaran si Dewi. Padahal aku sengaja untuk bertemu dan mengobrol dengan Ibu Ning yang seksi dan menggairahkan.5234Please respect copyright.PENANAjwBRHRMOw8
5234Please respect copyright.PENANASzjiEaVBM9
5234Please respect copyright.PENANAE0LyDy9zB3
Ternyata setelah kami berdua akrab kembali, baru aku ketahui kalau selama ini Ibu Ning juga merasakan rindu yang tak tertahankan. Sebagai wanita terhormat tentu tak mungkin bagi Bu Ning untuk datang ke rumahku dan mengutarakan kerinduannya padaku. Rasa rindu dalam hatinya sedikit terobati bila kami berdua bertemu muka walau saat itu Bu Ning sedang bersama dengan Pak Achmad suaminya. Rasa rindu itu makin menggelora tapi tentu saja tak mungkin diungkapkannya padaku, sebab Ibu Ning ini adalah wanita yang masih terkungkung oleh norma norma kehidupan dan tradisi orang Jawa dan takut akan mengundang kehebohan tetangga. Namun dia sama sekali tak bereaksi ketika aku berusaha lagi untuk mendekatinya, walau aku yakin kalau dia itu tahu akan gerak gerikku ini.5234Please respect copyright.PENANAU96jc8LiaZ
5234Please respect copyright.PENANAleyuNnDk1l
5234Please respect copyright.PENANAfaGdLx7n72
Waktu aku datang lagi saat jam 2 siang sepulang sekolah sambil memberitahukan Bu Ning kalau si Dewi baru akan kembali ke rumah nanti sore, karena sore ini Dewi dan teman-teman lainnya sedang ke rumah Monik untuk rujakan dan makan bakso. Maklum hari ini ultah si Monik tapi aku sengaja tidak ikut agar bisa bertemu Bu Ning mamanya Dewi. Waktu itu Bu Ning hanya sendirian di rumah karena Pak Achmad sedang rapat dinas dikantor Kabupaten.5234Please respect copyright.PENANAGpWai3X0Pm
5234Please respect copyright.PENANAKiIBvj603g
5234Please respect copyright.PENANAoG4UMymPY6
Ibu Ning memang tak pernah tidur siang. Waktu aku datang saat dia lagi sendirian duduk di meja makan sambil membaca majalah, ia menatapku dengan penuh kasih kasing. Setelah menyapanya aku langsung datang duduk didekatnya. Aku dapat mendengar setiap helahan napasnya.5234Please respect copyright.PENANAy6LwkruzWJ
5234Please respect copyright.PENANAmbLQLmwANm
5234Please respect copyright.PENANAnhP1Y9bfP4
"Donnii …..kemana aja kamu ….. bocah … ?". Sialan, ia masih juga memanggilku dengan sebutan anak kecil, padahal aku sudah di bangku kelas tiga SMA.5234Please respect copyright.PENANAsHShH6y9al
5234Please respect copyright.PENANAoJX1P51WOr
5234Please respect copyright.PENANANz7FTzFwk1
“Saya cuma dirumah saja koq ……Bu Ning ….” Jawabku pendek. “Klo saya gak main kesini itu karena saya sibuk fitness…. “ lanjutku dengan pura-pura serius.5234Please respect copyright.PENANA6Cmny68pxl
5234Please respect copyright.PENANAttSkYaLVD4
5234Please respect copyright.PENANAEjhYi9xGdB
“Fitnes……hebat sekali kamu Donnn ….. Fitnes dimana…?” Tanya Ibu Ning dengan mata berbinar.5234Please respect copyright.PENANAleWkGQ1Du0
5234Please respect copyright.PENANAXHzVFMus6m
5234Please respect copyright.PENANACCZdaNjiAm
“Yaaachhh …. Dirumah sajalahh …. Emang Ibu Ning gak melihat perubahan diri saya…” tanyaku5234Please respect copyright.PENANA01umoLgkj4
5234Please respect copyright.PENANASiFNqBFieH
5234Please respect copyright.PENANAVpSaXb1Ovp
“Perubahan yang mana yaa ….. emang Doni latihan apa …. “ kejar Bu Ning penasaran, sambil mengamati diriku dari atas ke bawah.5234Please respect copyright.PENANAtLGfbwqVT7
5234Please respect copyright.PENANAm43cpGL7MJ
5234Please respect copyright.PENANAI30meyJ6Ly
“Saya latihan beban lengan dan eehhhh….. “ aku enggan untuk melanjutkan agar dia penasaran.5234Please respect copyright.PENANAUk6aJ332zv
5234Please respect copyright.PENANAwco2lBRs8z
5234Please respect copyright.PENANAG0exX3KQVj
“Latihan lengan dan apa Donnn …. Koq gak dilanjutkan sihhh … “ Tanya Bu Ning semakin penasaran.5234Please respect copyright.PENANAXoiJ6I7bRT
5234Please respect copyright.PENANAuOIh699aJP
5234Please respect copyright.PENANAYP41vLDbnC
“Lengan dan kkkk ….. penis saya Bu Ning …. Hii … hiii ..hiii “ tawaku lirih karena berhasil mengerjainya.5234Please respect copyright.PENANAvlv9LbV9vU
5234Please respect copyright.PENANAMXhgF3C24A
5234Please respect copyright.PENANAVrcHcALmK0
“Fitnes lengan dan penis alias onani….” Hee … hee…. tawaku5234Please respect copyright.PENANAYpZQZdkndM
5234Please respect copyright.PENANAQ6UG43vwkL
5234Please respect copyright.PENANA2W5FY9CGyO
“Dasar bocah gendheng ……. Tak pikir serius je … bhule ngapusi tah …. He…. He….” Tawa Bu Ning berderai mendengar pengakuanku yang kurang ajar sekali.5234Please respect copyright.PENANACzq9wpHljP
5234Please respect copyright.PENANAPTketlrxPJ
5234Please respect copyright.PENANAuaHVyvzxak
"Bu Ning …. Doni rindu banget .." jawabku sambil tersenyum padanya.5234Please respect copyright.PENANAZJeCcMBBEa
5234Please respect copyright.PENANAC1OkZ1GxeZ
5234Please respect copyright.PENANAvnuQXbQcRd
“Rindu …. Rindu gimana….” Tanya Bu Ning dengan mimic wajah lucu.5234Please respect copyright.PENANAT6FndGBl3R
5234Please respect copyright.PENANADnVHrhQHmb
5234Please respect copyright.PENANAOs7BxjIF2A
“Yaahhh …. Rindu banget sama Bu Ning …. Sampai-sampai kebawa dalam mimpi basah ….” Kataku merayu.5234Please respect copyright.PENANAoVq3DJoHLN
5234Please respect copyright.PENANAbvpxjGYcVD
5234Please respect copyright.PENANA5feW2a9wbu
"Doniii …. Doniiii …. Dasar bocah gendheng …." katanya sambil menatapku dan tersenyum.5234Please respect copyright.PENANAsqON88hl2F
5234Please respect copyright.PENANAwPnLsqKzVV
5234Please respect copyright.PENANAXn8HNXbrny
"Tapi Bu Ning sebenarnya juga suka kan …. Doni kangenin …..?" jawabku menantangnya dan menatap matanya dengan mesra.5234Please respect copyright.PENANAzGmHcf3M4i
5234Please respect copyright.PENANAYzVdhBmjbO
5234Please respect copyright.PENANAQdIzk7WJqY
"Iya sihh …. Tapi Doni mesti ingat yah klo Ibu ini sudah tua. … !"jawab5234Please respect copyright.PENANASVFMlPP2SK
5234Please respect copyright.PENANAiulctbLXYv
5234Please respect copyright.PENANAkqdMqd6ujP
Bu Ning dengan suara mendesis lirih.5234Please respect copyright.PENANASjryO1eyk0
5234Please respect copyright.PENANAoUfQJl07CG
5234Please respect copyright.PENANA0gq2NyH3Lz
"Bu Ning masih kelihatan muda koq …!, Bu Ning masih cantik, ayu dan merangsang …., hanya Bu Ning saja yang tidak merasa …" aku terus merayu dan meyakinkannya sambil aku memegang dan mengusap-usap lengannya. Bu Ning diam saja tak bereaksi ketika kuusap-usap lengannya yang terbuka dan satu tanganku mengelus-elus pahanya dari luar dasternya.5234Please respect copyright.PENANA7co31L4hvR
5234Please respect copyright.PENANASEUvvFfv3b
5234Please respect copyright.PENANA6EpDbyJK2n
Aku memeluknya dan mencium bibirnya sambil kumasukan tanganku ke dalam dasternya dan menyelusup ke dalam BHnya. Kuremas-remas buahdadanya yang montok dan besar. Karena aku kurang merasa nyaman maka aku melepas tali simpul baju dasternya maka daster itu terbuka dan melorot ke bawah perutnya. Tubuh Bu Ning terbuka hanya mengenakan BH warna coklat muda. Kulitnya yang kuning langsat sangatlah merangsang birahiku.5234Please respect copyright.PENANARdRoDehTgZ
5234Please respect copyright.PENANA1YdejZ9pEg
5234Please respect copyright.PENANA39irqQLFpb
Segera saja ku buka hooknya dan kulepas talinya perlahan-lahan aku menarik lepas BHnya dan meletakannya di meja makan. Maka kedua buahdadanya yang besar dan montok itu tergantung layu seperti buah pepaya dengan puting susunya yang besar dan memanjang berwarna gelap. Kontras sekali dengan warna kulitnya yang kuning langsat dan mulus bersih itu. Pada perutnya yang agak membesar itu terlihat guratan guratan tanda pernah melahirkan, nampak jelas sekali disekitar lobang pusarnya dan bagian bawah perutnya. Pahanya yang besar itu sudah berlemak yang menggelambir mengantung dan hampir menutup selangkangnya. Bulu bulu jembutnya sangat tebal dan memanjang menutupi bagian depan vaginanya. Segera saja kedua tangan Bu Ning menyilang di depan menutupi kedua buahdadanya yang besar tapi sudah agak kendor itu, tubuhnya gemetar dan menatapku dengan bingung. Kuminta supaya Bu Ning bersandar disandaran kursi dan kubuka lebar kedua pahanya. Bu Ning hanya pasrah mengikuti permintaanku tanpa membantah sambil duduk dikursi bersandar pasrah seperti orang yang kebingungan.5234Please respect copyright.PENANAas2H2Uoxwa
5234Please respect copyright.PENANAahVxaX18Kr
5234Please respect copyright.PENANAwJwNTfB4hX
Buahdadanya yang montok dan besar tergantung layu seperti buah pepaya, aku remas-remas dan kuciumi buahdada yang besar itu, kuhisap dan kukemut-kemut putingnya yang berwarna gelap itu. Bu Ning makin mendesah-desah, kedua tangannya memegang kepalaku dan membenamkanya lebih kuat ke buahdadanya yang besar dan kenyal itu. Jari-jari Bu Ning mengusap-usap kepala dan rambutku dengan gemas. Kulit buahdadanya terasa semakin kenyal saat kukemut dan kuciumi dengan nafsu birahiku yang semakin memuncak dan nafasku yang semakin memburu, debar jantungku terasa makin cepat memompa darahku ke sekujur tubuhku.5234Please respect copyright.PENANABiLrHQVWpz
5234Please respect copyright.PENANAdPboH8InVm
5234Please respect copyright.PENANAslLoiV61U6
“Donnii ….. oohhhh ….. eehhhhh …… “ Bu Ning makin meracau tak karuan saat bibir dan lidahku mengecup dan menjilati puting buahdadanya yang semakin tegang dan mengeras dalam mulutku.5234Please respect copyright.PENANAua6oeybrhx
5234Please respect copyright.PENANAKwvsumIkIw
5234Please respect copyright.PENANAEiinhLoVn3
“Donnii ….. oohh.. jangaaannn …. jangan di cupaaannng ….. oohhhh …. Donnniiin…. Sayaaaannng ….. jangaaaannn …yaaaa …. Nanti bisa bahayaaa …. Klooo sampaaaiiii….. Pak Achmad tahuuu …. “ kata Bu Ning bergetar menahan gejolak birahi yang meronta dalam dada menuntut klimaks yang tuntas.5234Please respect copyright.PENANAwkp5j96DxH
5234Please respect copyright.PENANAWsMsTuPjHz
5234Please respect copyright.PENANArhXa224njy
Untuk menghindari bekas cupang yang akan semakin banyak terlihat di kulit buahdadanya yang putih dan kenyal itu, maka aku segera berjongkok dan menciumi paha Ibu Ning yang putih mulus itu. Tanganku meremas dan mengusap-usap bulu-bulu halus hitam keriting yang tumbuh subur di pangkal pahanya. Beberapa saat kemudian jari jempol dan telunjukku mulai mengorek-orek dan masuk kedalam lubang *****nya. Bu Ning makin merintih-rintih dan meracau tak karuan sepertinya keenakan dan tanganya makin kuat menekan tanganku untuk semakin dalam memasuki lubang *****nya.5234Please respect copyright.PENANA2jHOtyJqfA
5234Please respect copyright.PENANAMChfT4U37z
5234Please respect copyright.PENANAYPKsuWwglE
“Donniii …. Donnnii …… “5234Please respect copyright.PENANAxaRQbn1SZD
5234Please respect copyright.PENANAUa6tnGfnjX
5234Please respect copyright.PENANAazYKohePIX
“aachhhhh …..eheuekk …. Aaachhh …. “ rintih Bu Ning sambil terus menggeliat seperti cacing kepanasan. Tangannya mencengkeram tanganku kuat-kuat agar berhenti mengocok lubang *****nya. Aku menghentikan gerakanku dan menarik keluar jari-jariku.5234Please respect copyright.PENANAud0Zp4LLbs
5234Please respect copyright.PENANAPfYdlFiIzJ
5234Please respect copyright.PENANA3ekLmRXRcs
“Donnii …. Sayangku …. Ayoo berdiri sayaaangkuuuu …..” pinta Bu Ning manja.5234Please respect copyright.PENANArNM4xjNCXb
5234Please respect copyright.PENANAgyrEGMW4Jc
5234Please respect copyright.PENANAJSS34sI8ko
Tapi tiba-tiba tangan Bu Ning bergerak mengelus-elus pangkal pahaku dan tak berapa lama ritsluiting celanaku tlah terbuka, tangan Bu Ning yang hangat dan halus memelorotkan celana dalamku maka penisku yang telah tegang dari tadi segera mengacung bebas. Jari-jari tangan yang halus milik Bu Ning meremas dan mengocok maju mundur kepala penisku.5234Please respect copyright.PENANAizZfnyoJj4
5234Please respect copyright.PENANAdd0p1gzliJ
5234Please respect copyright.PENANAqlg70Dcro4
“Donnnii ….. oohhhh ….. kontool kamu besar banget yaaaa ….”5234Please respect copyright.PENANAemIhgphDrg
5234Please respect copyright.PENANAK5X2D0GiaY
5234Please respect copyright.PENANAZgX8KN7Oj7
“Hweeehhhh ….. aaahhhh …. Ibu jadi gemas melihatnya. Beda banget dengan milik Pak Achmad …. “ kata Bu Ning kagum…5234Please respect copyright.PENANANybe4tQvw0
5234Please respect copyright.PENANArptkmiJlPv
5234Please respect copyright.PENANA2EbM9YJaZL
“Masakkk … siiihhh …. Buuu ……” kataku bergetar menahan nikmat ….5234Please respect copyright.PENANAQtkGr5JZlU
5234Please respect copyright.PENANAyKnu7m5XnR
5234Please respect copyright.PENANAj3iUl9shxX
“Dulu milik Pak Achmad memang bisa tegang dan keras ….. tapi kini setelah makin bertambahnya usia dan berat badannya maka sekarang milik Pak Achmad udah agak loyo dan lembek, apalagi bila lagi nggak mood maka sama sekali gak bisa bangun, Ibu jadi sedih dan kecewa karena tak pernah lagi merasakan kenikmatan bercinta…. “ kata Bu Ning sambil menatapku sayu.5234Please respect copyright.PENANAlJUfT2a61F
5234Please respect copyright.PENANAIAeIC1wryh
5234Please respect copyright.PENANAFEwBMjSWbb
“Donnii …. Sayangku ….. “ kata Bu Ning tersenyum manis dan tak dapat kucegah tangannya menarik penisku kearah mulutnya yang terbuka dan segera saja kurasakan hangat dan panas saat penisku memasuki mulutnya. Kepala penisku terasa basah dan hangat oleh air liurnya dan ujung lidahnya menggelitik kepala penisku yang membuatku merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara membuncah dalam dadaku.5234Please respect copyright.PENANAdl1W0p6sme
5234Please respect copyright.PENANAjuatl3ZJqx
5234Please respect copyright.PENANAG9IIMg56Sr
“Ooohhh ….. oohhh….. niiiiikkmaaaaatt …… “ aku merintih keenakan5234Please respect copyright.PENANAhpy3rekUn2
5234Please respect copyright.PENANAfRVWZ8BsFK
5234Please respect copyright.PENANAL6kDYyd6AD
“Ooohhhhh …… Buuu Niiingg ….. oohh….. enaaaakk …..sekaliiiii ….” Kataku sambil tangan kananku menggerakan kepala Bu Ning maju mundur semakin cepat ….. dan semakin cepat … sedangkan tangan kiriku berpegangan erat pada kursi makan yang diduduki oleh Ibu Ning.5234Please respect copyright.PENANA8c6wKjLTxb
5234Please respect copyright.PENANAKLxpbBQSVE
5234Please respect copyright.PENANAYzaYzVxbsW
“Buuu Ninnngg ….. oohhh …. Buuu Ninnngg ….. akuuuu …. Akuuu …..!! “5234Please respect copyright.PENANAQgJZwB7tJP
5234Please respect copyright.PENANAXtKEQcy9Xt
5234Please respect copyright.PENANAgHmbfXw4A8
“Oooohhhh …. Bu Ninnnnngg …… aaakkuu …. Maaauuuu keluaaaarrrr ….. “ aku merem melek sambil merintih dasyaaatt …. Akibat hisapan dan hangatnya mulut Bu Ning yang sedang mengemut-emut kepala penisku yang sudah berkedut-kedut tak karuan.5234Please respect copyright.PENANAo1UwZMizEr
5234Please respect copyright.PENANA3lUdJNnTkL
5234Please respect copyright.PENANA4VmRUJZTng
“Ayooo Donii ….. ayoo …. Muntahkan pejuhmu …. Aayoooo … Kata Bu Ning sambil terus menggerakan mulutnya maju mundur mengemuti penisku.5234Please respect copyright.PENANA39EhRQy1vB
5234Please respect copyright.PENANA1oFmFkaLgu
5234Please respect copyright.PENANA6XzQLuLsJ5
“Ayooo …. Sayaaanngkuuuu …. Ibu pengin merasakan pejuhmu yanggg masih perjaka itu sayaaaannng …. “ kata Bu Ning sambil menatapku sayu, air liurnya membasahi bibirnya yang hangat. Buahdadanya yang besar dan montok bergoyang-goyang seperti papaya Bangkok, sungguh suatu sensasi yang tak pernah dapat kulupakan sepanjang masa.5234Please respect copyright.PENANAF4dS0jR98I
5234Please respect copyright.PENANAOBMOoN7ubN
5234Please respect copyright.PENANAdiZEn5xqIE
“Aduuuuuuhhh ….. ooohhhhh ….. Bu Ninnnnggg ……Buuuuu ….!”.5234Please respect copyright.PENANATiynd23eXs
5234Please respect copyright.PENANA1cSeWkJ9Zi
5234Please respect copyright.PENANAUwkAaogV0V
“Bu Niiinnnggg …… Ooohhhh ….. aaaa …. Akuuuuu … keluaaaarrrrr …..!!”. aku mengejan kuat-kuat sambil memaju mundurkan penisku yang terjepit erat didalam mulut Bu Ning yang hangat. Pejuhku yang kental dan banyak memenuhi mulut Bu Ning dan sebagian meluber didagunya. Bu Ning sambil tersenyuumm …. Menelan pejuhku yang memenuhi mulutnya..5234Please respect copyright.PENANAuJgbnmmwY3
5234Please respect copyright.PENANAAZvVHxcxj5
5234Please respect copyright.PENANAZbatmXKZqI
“Ehhhmmmm …… nikmaaaat ….. pejuh seorang perjaka tingting akan membuat wanita akan awet muda…. “ kata Bu Ning bangga.5234Please respect copyright.PENANA810FNeODQs
5234Please respect copyright.PENANASY0VHGz5dz
5234Please respect copyright.PENANAk4BKV1vIdn
“Makasih ya sayaaaannngkuuu …… berikan saja pejuhmu pada Ibu kapan saja Doni pengin dikeluarkan …. Ibu siap membantu ….” Kata Bu Ning sambil tangannya meraih penisku yang masih berkedut-kedut dan menempelkanya pada buahdadanya yang besar dan montok. Terasa hangat dan kenyal saat penisku menempel erat pada kulit buahdada itu, tangan Bu Ning kembali mengocok-ocok penisku dan tak lama kurasakan kembali kenikmatan yang membuncah-buncah dan tak lama kemudian kedutan demi kedutan nikmat mendorong pejuhku untuk menyemprot keluar membasahi kedua buahdada besar milik Bu Ning yang menggantung layu.5234Please respect copyright.PENANAcIU186HqYl
5234Please respect copyright.PENANAUxTrwLWxf1
5234Please respect copyright.PENANAHmr59iovOB
Keringat bercampur pejuh yang membasahi buahdada montok dan besar yang menggantung layu itu terasa makin sedap dipandang mata. Tangan Bu Ning mengoleskan seluruh pejuh bercampur keringat itu keseluruh buahdadanya, seperti sedang luluran saja.5234Please respect copyright.PENANA4ci76Kpeai
5234Please respect copyright.PENANANrM0iJKLYd
5234Please respect copyright.PENANAX8p8LHldY9
“Ini adalah resep tradisional kuno … Donn …. Pejuh yang keluar dari penis seorang perjaka tingting akan membuat kulit buahdada akan kembali kenyal dan membuatnya tetap besar dan montok ….” Kata Bu Ning menjelaskan ketidak tahuanku.5234Please respect copyright.PENANAklC0hJ9VG6
5234Please respect copyright.PENANAMp4yrBbAYB
5234Please respect copyright.PENANA49mwUdRRe4
“Berarti Bu Ning udah sering donk bercinta dengan pemuda lain…” kataku penuh cemburu.5234Please respect copyright.PENANAWgARqci6CA
5234Please respect copyright.PENANA9983gsjPXN
5234Please respect copyright.PENANAyct35NxlYG
“Donniii …. Doniiii ….. kamu jangan cemburu gitu donk … sayaaanngg …” rajuk Bu Ning menanggapi pertanyaanku.5234Please respect copyright.PENANAcJDUHPaBhu
5234Please respect copyright.PENANAjX804nvqv3
5234Please respect copyright.PENANAYiwpKeicQ7
“Yaaa ngggaaaklahhh …. Ibu mempelajarinya dari resep kuno tapi baru sekarang Ibu praktekkan, dengan Donniii … pejantannn ku ….” Lanjut Ibu Ning sambil memelukku.5234Please respect copyright.PENANAIGRAGSkJCF
5234Please respect copyright.PENANAgZTuPzc5pI
5234Please respect copyright.PENANAp98xSSDcNf
Hari itu aku lalui dengan bahagia sekali karena sudah tercapai keinginanku walaupun aku masih belum berhasil melakukan penetrasi kedalam *****nya Bu Ning.5234Please respect copyright.PENANAhSwL0Ph0MT
5234Please respect copyright.PENANA4Uivuew8iG
5234Please respect copyright.PENANAtvqpoS91NX
Sabtu pagi ketika aku menjemput Dewi untuk berangkat sama-sama kesekolah, aku sempat bertemu dengan Pak Achmad papahnya Dewi dan juga Bu Ning mamahnya dewi. Setelah ngobrol sejenak dengan mereka berdua tak lama aku dan Dewi pamitan berangkat sekolah, tapi tiba-tiba aku dipanggil oleh Pak Achmad dan Bu Ning.5234Please respect copyright.PENANAsSrEmPtWQf
5234Please respect copyright.PENANA3rZCID3RrY
5234Please respect copyright.PENANA56iHieLzLf
“Doni…. Klo malam minggu besok ada acara nggak…?” Tanya Pak Achmad serius5234Please respect copyright.PENANARo4UWj20Ct
5234Please respect copyright.PENANA6T5mWeEp09
5234Please respect copyright.PENANASSEMRnrir3
“Eeeghhhh …. Kayaknya blom tuh Pak….. ada apa ya Pak..” Tanyaku bingung.5234Please respect copyright.PENANAXOqwlzycg7
5234Please respect copyright.PENANA2A5PGw284k
5234Please respect copyright.PENANAsm0BwBikC7
“Gini Don, besok kan Bapak mau ke Jogya menengok Mbak Anna dan Mbak Shinta nah kayaknya mau ajak si Dewi sekalian. Karena Ibu nggak ikut ya maksudnya Doni nemenin Ibu jaga rumah ini… “ Kata Bu Ning menjelaskan.5234Please respect copyright.PENANAp20aDMW3gu
5234Please respect copyright.PENANAOH1dNM2puO
5234Please respect copyright.PENANAxlWFBRpUm4
“Oooohhh….. klo itu sih bisa aja Pak, asal Doni dikasih oleh-oleh yang bagus dan enak-enak ya Doni pasti akan setuju-setuju aja sih….” Kata setuju.5234Please respect copyright.PENANAgiDpkWUsnX
5234Please respect copyright.PENANAoEzTtU7OQ1
5234Please respect copyright.PENANAtn1yhU8BRT
“Yahhh …. Udah.. berarti Doni mau ya….. deal dah…” kata Pak Achmad sambil mengajak salaman aku.5234Please respect copyright.PENANALj23PWUeyp
5234Please respect copyright.PENANAi95CgxKGr7
5234Please respect copyright.PENANAqL51nW5PRZ
Aku sih senyum-senyum aja karena ini pasti akan asyiik sekali.5234Please respect copyright.PENANAQmXFenQuyJ
5234Please respect copyright.PENANAEZvxrjBEFb
5234Please respect copyright.PENANAwzBIWtUg4Q
5234Please respect copyright.PENANAIh9TqpY62F
Hari Sabtu sore Pak Achmad bersama Dewi berangkat ke Jogya. Sepeninggal Pak Achmad dan Dewi, bibi Isah, pembantu yang hanya bekerja pagi sampai sore hari ikutan pamitan pulang karena gak bisa untuk menemani menginap karena anak bungsunya sedang sakit demam, ikutan pamitan pulang. Maka tinggalah kami berdua duduk ngobrol sambil tertawa-tawa sambil nonton TV.5234Please respect copyright.PENANAlYQlxenQ2bns216.73.217.39da2
5234Please respect copyright.PENANAkLtGupI5pJ
5234Please respect copyright.PENANATzOFgTyq31
Jam 18.00. Aku pamitan pulang untuk mandi dulu baru nanti kembali lagi menemani Bu Ning ngobrol lagi.5234Please respect copyright.PENANA8kVHEKfoqO
5234Please respect copyright.PENANAgnBmkRox7T
5234Please respect copyright.PENANAvLL6R9QTv2
“Kenapa gak mandi disini aja Doni, nanti pakai kaosnya Mas Wawan, klo baju yang itu untuk besok klo Doni pulang ke rumah..?” kata Bu Ning menawarkan.5234Please respect copyright.PENANAfiPUpkD0VH
5234Please respect copyright.PENANABaPr6qW7Cl
5234Please respect copyright.PENANA4SIM3FdaKG
“Eeeghhh ….. nanti Mas Wawan klo marah gimana Bu Ning..?” tanyaku5234Please respect copyright.PENANAN9V73wQIyD
5234Please respect copyright.PENANALQpLOBW5ZK
5234Please respect copyright.PENANAbdENQsQIeZ
“Yahhhh…. Sebelum Mas Wawan marah… kaos itu sudah rapi kembali di almarinya…” kata Bu Ning tersenyum.5234Please respect copyright.PENANAKF6Xxpqj1T
5234Please respect copyright.PENANAZhMlDlAf6w
5234Please respect copyright.PENANAjtAPbwlFKr
Akhirnya aku meminjam kaos milik Mas Wawan dan menyimpan bajuku untuk besok pagi.5234Please respect copyright.PENANAnHS1SsKvOH
5234Please respect copyright.PENANAS1TYVmpEfd
5234Please respect copyright.PENANAzfI7riurVT
Setelah makan malam yang mesra dimana aku dan Bu Ning saling menyuapi dan kaki-kaki kami saling menumpang dan bertaut-tautan dibawah meja makan. Setelah makan malam kami berdua menonton acara televisi sambil berpelukan mesra, diruang keluarga. Dengan naluri yang alami, tanganku merambat naik ke bahu Bu Ning, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut aku meraba bahu Bu Ning sampai ke lehernya yang jenjang …. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut aku meremas buahdada yang masih terbungkus BH itu. “Ahhhhh .…hhhh ….” nafas Bu Ning mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak. Jemari lentik Bu Ning tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dadaku ……dan melingkari pinggangku, mencari kancing celana jeansku, hendak membukanya ……5234Please respect copyright.PENANAVbKJrpGDvd
5234Please respect copyright.PENANAjIDdqCOBub
5234Please respect copyright.PENANAuwndN6awYu
Tanganku terus melingkari pundaknya Bu Ning yang terbuka karena dia hanya mengenakan daster bertali satu dipundak kiri dan kanannya. Telapak tanganku menempel ketat di Buahdadanya yang besar dan montok. Aku meremasi buahdadanya yang sebelah kanan yang masih terbungkus BH dan daster yang dikenakan. Bu Ning mendesah dan tangan kanannya mengelusi pangkal celanaku yang sudah menggunduk karena penisku udah mulai bangkit dari tidurnya.5234Please respect copyright.PENANAQreJkNj8eu
5234Please respect copyright.PENANA7NynB2eTqu
5234Please respect copyright.PENANAShF5EJelek
Saat permainan kami udah semakin panas, Bu Ning menatap dengan pandangan sayu dan nafas semakin memburu. Bu Ning bangkit berdiri dan mengajakku pindah kedalam kamar tidurnya.5234Please respect copyright.PENANAESTMq5QUKg
5234Please respect copyright.PENANAyr5Vrn7aMo
5234Please respect copyright.PENANAGOCqGSzm3X
“Dooonnniiii ……eehhhhhhh ….. pindah kedalam kamar tidur Ibu aja yuk…. Disini gak enak…..” ajak Bu Ning.5234Please respect copyright.PENANAcXCvu5DSTZ
5234Please respect copyright.PENANAFAgoPc6KdJ
5234Please respect copyright.PENANA3MdBFZeDuz
“Ayooo Bu Ning…” kataku mesra.5234Please respect copyright.PENANAi3FYBFIcl4
5234Please respect copyright.PENANAYIW2b6HoUU
5234Please respect copyright.PENANAoFYV7GAjvw
Aku merangkul tubuh Bu Ning dengan mesra sambil menciumi pipinya yang halus dan kenyal, baju yang dikenakan Bu Ning udah awut-awutan dimana tali simpulnya udah lepas satu hingga kulit dadanya yang kuning langsat terbuka dan terlihat seksi sekali dan lekukan buahdadanya yang montok dan besar terlihat seperempat bagian.5234Please respect copyright.PENANAIimSExLmOb
5234Please respect copyright.PENANAebNQxftRXA
5234Please respect copyright.PENANAWafvf8eE8o
Aku dan Bu Ning masuk kedalam kamar tidurnya yang luas dan berbau semerbak harum. Bu Ning duduk di pinggiran tempat tidur yang bersih dan empuk itu sementara itu aku mengunci pintu kamar dengan hati berdebar tak karuan karena sebentar lagi aku merasakan “kenikmatan sorga yang sesungguhnya” dimana sorga itu sebenarnya milik seseorang yang sangat aku hormati.5234Please respect copyright.PENANAe6gbNJUZpi
5234Please respect copyright.PENANA2qz6NUBWfl
5234Please respect copyright.PENANAOEzZ8SRraC
Aku duduk disamping tubuh Bu Ning yang sudah terbuka seperempat bagian, tangan kananku merangkul mesra pundaknya dan tangan kiriku mengelus-elus baju dasternya dibagian dada kemudian tangan kiriku menyelusup ke dalam BHnya dan meremas-remas buahdada besar yang selama ini aku impi-impikan. Pipiku menempel mesra dengan pipi halus milik Bu Ning dan bibirku bergeser melumat bibirnya. Mulut kami saling bertaut dengan nafas panas memburu bergemuruh dan lidah kami saling bergelut hangat. Kedua tangan Bu Ning meremasi pangkal pahaku sambil berusaha membuka kancing celana Jeans yang aku kenakan.5234Please respect copyright.PENANA65HJDVrhq9
5234Please respect copyright.PENANAn4IGg36j8F
5234Please respect copyright.PENANACQ0cFpG12W
“Donnnniiii ……… Doonnniii ….. aachhhh… “ rintih Bu Ning sambil menggenggam erat penisku yang sudah berdiri tegak bagaikan tugu Monas.5234Please respect copyright.PENANArjUgzDFskH
5234Please respect copyright.PENANASSNDY9Jkdo
5234Please respect copyright.PENANABuZKJlHMMN
“Oohhh ….. Buuu Niiiiinngg …… oohhhh ….” Aku merem melek merasakan kenikmatan saat tangan halus Bu Ning mengocok batang penisku.5234Please respect copyright.PENANAai1qKNGkl8
5234Please respect copyright.PENANA34p8HXowsr
5234Please respect copyright.PENANAPghUTF9wZq
“Oohhh …. Doonnniii sayaaaanngg …… kenapa kamu suka dengan Ibu yang sudah tua ini …… oohhhh…. Yeessss …. Aaachhhh ……” desah Bu Ning dengan mata sayu memandangku.5234Please respect copyright.PENANAg5mhkhEDNt
5234Please respect copyright.PENANARVv7vYBmKe
5234Please respect copyright.PENANAuwXTHx6WPb
“Buuuu Niiiing ….. aaayuuu dannn montok menggairahkannnnn …… Doonnniii ….. suka bangeeettt … dengan buahdada Buuu Niiinng yang besar dan montookkk ini …… “ sambil jari tanganku memelintir dan meremas gemas buahdadanya yang besar dan kenyal.5234Please respect copyright.PENANA0hx3kQ9q2s
5234Please respect copyright.PENANAyR9GcYEM8l
5234Please respect copyright.PENANA35YyueJ0Yq
Aku berdiri dan membuka kaos dan memelorotkan jeans dan celana dalam yang aku kenakan dan tak lupa aku membuka tali simpul dan menarik lepas daster yang dikenakan Bu Ning. Kemudian aku menarik hook BHnya dan menjatuhkan BH itu ke lantai. Buahdada yang besar dan montok itu tergantung layu seperti pepaya Bangkok dengan pentilnya yang berwarna gelap. Membakar nafsuku yang sudah diubun-ubun kepalaku.5234Please respect copyright.PENANADkQTwlCYnG
5234Please respect copyright.PENANA6xQkwWF9wg
5234Please respect copyright.PENANAIBmjKck09k
Bu Ning yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Doni, menarik wajahnya dan langsung melumat bibir Doni dengan nafsu yang membara. Doni membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah Ibu Ning, tangan Doni meremas buahdada montok milik Bu Ning. Desahan nafas menderu di seputar ruangan kamar tidurnya Bu Ning yang keramat karena tidak pernah ada lelaki lain memasukinya selain Pak Achmad suaminya, diselingi desahan yang menambah gairah. Setelah beberapa saat, Bu Ning mendorong lembut badan Doni, untuk menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu.5234Please respect copyright.PENANACLhxdrlPzM
5234Please respect copyright.PENANANK8ylFkyT9
5234Please respect copyright.PENANA5mCv3cwSxN
Doni mendorong lembut tubuh Bu Ning, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang untuk diremas dan digelomoh dengan puting yang telah tegang. Tanpa menunggu lama lagi Doni melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting. Dengan gemas Doni menyedot-nyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangannya meremas-remas lembut buahdada satunya “Ahhhh …. Mhhhh …… hmmmmm ……. Aahhhhh ….….” Suara Bu Ning mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Doni melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah buahdada menuju perutnya yang licin karena keringat dan memainkan lidahnya yang kasar pada udelnya yang membuat Bu Ning menggelinjang-gelinjang kegelian.5234Please respect copyright.PENANAMM05doxXhU
5234Please respect copyright.PENANAzBtLwF3e4p
5234Please respect copyright.PENANAPKIYn1u0NL
Doni menghentikan penjelajahan lidahnya, kemudian dengan lembut dan cekatan menarik celana dalam Bu Ning, melepaskannya dan membuang ke lantai. Dengan spontan Bu Ning mengangkat kedua kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan *****nya dengan rambut-rambut keriting halus yang tertata rapi. Doni mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha Bu Ning yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan mengelumati bibir ***** yang mulai basah mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama, Doni menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir ***** Bu Ning dan sesekali menggetarkan lidahnya yang kasar pada klitorisnya yang membuat Bu Ning mengerang kenikmatan, ”Ahhhhhh….…. Mhhhhh .…… Mhhhhh…..… Dooonnnnn….…. Uhhhhhh……” desahan birahi yang memuncak dari Bu Ning membuat Doni semakin ganas dan sesekali lidah kasarnya di julurkan memasuki ke liang senggama Bu Ning yang menanti pemenuhan itu.5234Please respect copyright.PENANAwdBSzeHpyk
5234Please respect copyright.PENANAGazCNrUldl
5234Please respect copyright.PENANA6zwSqTf1J4
Setelah beberapa menit Doni mengeksplorasi liang ***** itu, membuat Bu Ning nampaknya tidak sabar lagi menunggu pemenuhan hasrat birahinya ….5234Please respect copyright.PENANAZVZbC470oz
5234Please respect copyright.PENANAg1B8g6yq6f
5234Please respect copyright.PENANA4MqeeBCfxe
“Dooonnnniiii …. Ayoooo saaayaaaang ….… masuuukkin Doonnnnn ….…Mhhhh ……. ….. mmmmh.” Suara Bu Ning disertai desahan-desahan yang semakin memburu kencang.5234Please respect copyright.PENANA5DsnrKQQ7Y
5234Please respect copyright.PENANA8KHlG4K4z9
5234Please respect copyright.PENANADTrBz1v9aY
Dengan tenang Doni menyudahi penjelajahan lidah kasarnya dan bersiap-siap memasukan penisnya yang sudah tegang memanjang dari tadi. Mengacung bebas dengan kepala penis yang merah mengkilap. Bu Ning semakin membuka lebar pahanya, bersiap-siap menanti pemenuhan terhadap liang senggamanya. Doni naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penisnya ke arah vagina Bu Ning yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan Doni dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.5234Please respect copyright.PENANAAzVA34DwVS
5234Please respect copyright.PENANAf3F3S2war6
5234Please respect copyright.PENANAVoGCZjurQg
Dengan sekali dorongan penis Doni masuk sampai setengahnya. Doni menahan gerakan penisnya sebentar menikmati sensasi masuknya kepala penis yang sensitif kedalam liang ***** yang basah-basah hangat rasanya menggelenyar yang disambut desahan Bu Ning,” Aaaahhhh …… Donnnn ..…. Aaaahhh …...Doonnniiii …… ” dengan tatap mata sayu meresapi masuknya penis sang perjaka sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan demi dorongan disertai desah nafas tak karuan dan batang penis yang masuk seluruhnya barulah Doni memompa dengan gerakan pantat naik turun dengan irama beraturan, pelan kemudian cepat dan semakin cepat membuat ranjang bergoyang tak karuan.5234Please respect copyright.PENANAJZ4Io6o4IH
5234Please respect copyright.PENANAQgVpdWVChU
5234Please respect copyright.PENANA5Vhy0fWmhh
Doni bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan Bu Ning mencengkram kuat punggung Doni, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan nafas yang kian memburu dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh Bu Ning dan Doni.5234Please respect copyright.PENANATlNPxsf0uX
5234Please respect copyright.PENANAUjThB91M1H
5234Please respect copyright.PENANA9Svw3TqOY3
“Ooohhhh ……… Ooohhhhh …… Achhhhh ……. Achhhhhh …….. Donnn ….iiii ….. Doonnnnn …..iiiiiii ……. Ceepaaattttt….. Oohhhh ….. Cepaaaatttt……Donnn ……” tak henti-hentinyanya desahan dan teriakan penuh nafsu keluar dari bibir Doni dan Bu Ning. Sesaat Doni menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, Bu Ning memeluk erat Doni dan menggulingkan badan tanpa melepas penis Doni yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan merubah posisi di atas dan setengah berjongkok, Bu Ning memompa dan memompa menaik turunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan. Sesekali Bu Ning memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang penis Doni lebih dalam lagi. Doni tak mau tinggal diam saja, kedua tangannya meremas-remas kedua buahdada Bu Ning yang montok dan besar seperti buah pepaya yang menggantung layu dan menarik-narik puting susunya. Suasana persetubuhan makin hangat membara dengan peluh yang bercucuran, sampai akhirnya ….. Bu Ning sepertinya tak sanggup lagi melanjutkan pompaan pantatnya karena nafsu birahi yang makin memuncak dan menegang. Dengan sigap Doni membalikkan posisi badan Bu Ning kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan pantatnya ……. Doni meneruskan pendakian nafsunya ….. “ Donnn …Aaaahhhh …..…Teruuuussss …… Donnniiiii ……. Aaaahhhh ……!!!!!!”5234Please respect copyright.PENANA4uR8Ny9dEZ
5234Please respect copyright.PENANAJHXeLcEsz2
5234Please respect copyright.PENANAfNpE0olYmC
“Buuuu Niiiiiiinnnngggg …….. Aaaahhhhh ….. Buuuuu …….. Buuuuu Niiiiiinnnggggg ………!!!!”5234Please respect copyright.PENANAzeuCM5PEEV
5234Please respect copyright.PENANAETYNrFIRUQ
5234Please respect copyright.PENANAIHj5rqNKZ2
“Doonnnniiii ………Aaaahhhhh ……!!!!”5234Please respect copyright.PENANATvwdJ0x6jP
5234Please respect copyright.PENANAW9a6ps2ibO
5234Please respect copyright.PENANAndkUe9y7Cf
“Buuuuu ……. Buuuu Niiii ……iinnngggg ………!!”5234Please respect copyright.PENANAGFH4dN0ZtU
5234Please respect copyright.PENANA8M1ScssbFI
5234Please respect copyright.PENANAcCwbOSEZBY
“Doooonnnniii ……. Dooonniiii …….!!!” Teriak Bu Ning tertahan sambil mengatupkan bibirnya menikmati gelombang hangat yang menjalar dengan dasyaat diseluruh tubuhnya, membuat Bu Ning sedikit bergetar. Aku merasa liang vagina Bu Ning yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot-nyedot penisku. Aku menikmatinya dengan memutar –mutar pantat dan memasukkan lebih dalam lagi batang penisku, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti penisku, semakin besar …. semakin besar dan sesaat kemudian aku kembali mendorong penisku dengan cepat dan semakin cepat …… Ku gerakan maju mundur penisku kedalam *****nya Bu Ning ini sambil menyemprotkan spermaku kedalam rahimnya.5234Please respect copyright.PENANArwR7X62s6S
5234Please respect copyright.PENANAS4tXyYSdNg
5234Please respect copyright.PENANAXF380PgXqD
saat terakhir aku menarik keluar penisku dari liang *****nya yang hangat dan menyemprotkan sisa air maninya di atas perut Bu Ning ……5234Please respect copyright.PENANAr60hY0lBbH
5234Please respect copyright.PENANAebnUcSBDbs
5234Please respect copyright.PENANArua1qEX32t
Bu Ning dengan cepat meraih penisku dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut Bu Ning mengusap penis sang perjaka yang mulai layu karena usainya persetubuhan. Aku membaringkan tubuhku disamping Bu Ning dan terdiam untuk beberapa saat menikmati rasa hangat yang menggetar sukma dan raga..5234Please respect copyright.PENANAa7VeDImQNm
5234Please respect copyright.PENANABebkcjUdkP
5234Please respect copyright.PENANAAi64FrLGWY
Bu Ning bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya terlihat guratan guratan tanda pernah melahirkan, nampak jelas sekali disekitar lobang pusarnya dan bagian bawah perutnya yang bergaris putih tanda pernah melahirkan. Kemudian dengan manja Bu Ning membaringkan tubuhnya diatas tubuhku. “Makasih ya sayang… ini menjadi rahasia kita berdua ya ……… Kalau Doni pengen lagi…. Kapan saja pasti Ibu akan melayani Doni dengan senang hati …..” kata Bu Ning mesra ditelingaku.5234Please respect copyright.PENANAgBApn8kgcx
5234Please respect copyright.PENANAsz1ztYrxWv
5234Please respect copyright.PENANA04EyYcU0F4
Aku hanya tersenyum mesra sambil mencium hangat bibir Bu Ning sekali lagi, karena mala ini Bu Ning telah menjadikanku seorang lelaki sejati yang mengerti lekuk-lekuk tubuh dan keinginan seorang wanita dewasa.


