Pada suatu pagi aku kembali tak masuk sekolah, dan aku segera menuju rumah Pak Achmad, aku yakin pagi ini pasti Pak Achmad pergi kekantor seperti biasanya. lewat halaman samping aku terus menuju bangunan belakang dan kemudian masuk ke dapur dan dipojok sana dekat kamar mandi aku lihat Ibu Ning sedang mencuci pakaian. Ibu Ning punya kebiasaan kalau mencuci celana dalamnya dan anak anak gadisnya Ibu Ning hanya mengucek ngucek sendiri dan tak pernah memasukannya kedalam mesin cuci.6536Please respect copyright.PENANA7tHNUozH61
6536Please respect copyright.PENANAliHPDezshN
6536Please respect copyright.PENANAPes8BSPwuB
Ibu Ning sedang duduk pada sebuah bangku kecil sambil membuka lebar kedua pahanya sementara dasternya tersingkap sampai jauh keatas pahanya yang putih mulus. Mungkin sebab tak ada orang lain di rumah ini karena pembantu lagi pulang kampung maka Ibu Ning jadi bersikap bebas begitu dan Ibu Ning pun kaget dengan kehadiranku yang tiba tiba itu.6536Please respect copyright.PENANAS4RtoDkolb
6536Please respect copyright.PENANAMuBXiZBm62
6536Please respect copyright.PENANADd9NO2Gzgf
”Lhooo… Donii…. Kenapa kamu gak masuk sekolah….?” Tanya Ibu Ning heran.6536Please respect copyright.PENANAgrmTgnr7fT
6536Please respect copyright.PENANAqT7lrXKxJ1
6536Please respect copyright.PENANAX0kFW0UigD
“Bolos lagi ya….. nanti kamu bisa-bisa gak naik kelas lho ……” sambungnya.6536Please respect copyright.PENANACqFhiSTQMS
6536Please respect copyright.PENANANC5q6hV2Ss
6536Please respect copyright.PENANA8jD6HOZcQ7
“Eeghhh …. Eeghhh… nggak koq Bu Ning …..” aku bingung juga menjawabnya.6536Please respect copyright.PENANAQlLC1kAS3f
6536Please respect copyright.PENANAiiNH1mAh2W
6536Please respect copyright.PENANAetcfU5uENy
“Eeghh …… anu …. Anuuuu ….. Bu Ning ……” aduhhh …. Aku makin bingung.6536Please respect copyright.PENANAkaO91JhXGM
6536Please respect copyright.PENANAEUtviveUaP
6536Please respect copyright.PENANAncDgSeWOY9
“Anu apa Don ….. anuu …nya siapa ….?” Tanya Ibu Ning tersenyum-senyum.6536Please respect copyright.PENANATmUTEopxHi
6536Please respect copyright.PENANAmTbhcFNoEz
6536Please respect copyright.PENANALCXgWZeFes
“Anunya Doni kenapa …..?” hii …. hi ….. tawanya lirih ….6536Please respect copyright.PENANAZFNfZpxTft
6536Please respect copyright.PENANANnwoSP3tBH
6536Please respect copyright.PENANAWcPxFPwsIs
“Anu Bu Ning …. Tadi saya bangun kesiangan jadinya malas mau masuk kesekolah, gak enak klo mesti dimarahin dulu ama guru BP …..” kataku memelas. Mencari simpaty darinya.6536Please respect copyright.PENANANlBRgQ2oDj
6536Please respect copyright.PENANAW5gMPF4kug
6536Please respect copyright.PENANA6YDHD6hOUR
Aku pura pura nanya segala macam untuk mengajak Ibu Ning ngobrol sambil aku duduk di hadapannya hingga pahanya yang besar yang telah basah oleh air sabun jadi mengkilap putih. Bisa kulihat dengan jelas bulu-bulu hitam keriting yan tumbuh lebat disekitar lubang *****nya karena celana dalam yang dipakai Ibu Ning sangat tipis, membuat aku jadi benar benar terangsang.6536Please respect copyright.PENANAY6Yv52J71u
6536Please respect copyright.PENANAPlEru6i7g8
6536Please respect copyright.PENANA8FFMx6D2RY
“Bu Ning klo Mas Wawan, Mbak Anna dan Mbak Shinta kuliah di fakultas apa sih ….. koq mereka jarang pulang ya . …?” tanyaku.6536Please respect copyright.PENANAccLa0rn4x3
6536Please respect copyright.PENANAGVlwvXifWK
6536Please respect copyright.PENANAOvsAY8WvBp
“Doni …. Doni ….. klo Mas Wawan kuliah di fakultas Tehnik Mesin di ITB Bandung. Kalau Anna di fakultas akuntansi sedangkan Shinta di fakultas sastra inggris, mereka berdua di Jogyakarta.. “ kata Ibu Ning sambil tetap mencuci. Entah kenapa Bu Ning tetap tak merubah posisi duduknya sadar atau tidak dengan posisi duduknya itu, dia telah membangkitkan nafsu birahi dalam dadaku yang saat ini sedang menggelora dan sulit untuk dikendalikan. mataku terus melotot kearah selangkangannya.6536Please respect copyright.PENANAU8PPnDeDRs
6536Please respect copyright.PENANA8UisbuYm4U
6536Please respect copyright.PENANAxNOVqiMmxf
Aku lalu berdiri dan memutar mendekatinya dari belakang dan sambil berjongkok kupeluk tubuh sintal Bu Ning, jari tangan kananku segera meraba pahanya yang basah itu dan agak meremas-remas kulit paha yang masih kenyal dan putih itu, sementara penisku mulai bergerak gerak didalam celanaku yang menempel ketat dipunggungnya..6536Please respect copyright.PENANA4q8bgSFKEa
6536Please respect copyright.PENANA7IJH5AIqt3
6536Please respect copyright.PENANAKorNs3m9wc
"Heeeii ... Doonnniiiii ….Heeiiii ….!" sergah Ibu Ning tapi tanpa menoleh padaku.6536Please respect copyright.PENANApnukwkS0RL
6536Please respect copyright.PENANAxbUPDY2LQV
6536Please respect copyright.PENANAzEHgaodw5Q
"Doonnniii ……. Jangan nakal yaaaa ……". Tapi nada suaranya tidak seperti orang marah. Jari-jariku turun kebawah sampai mendekati selangkangnya dan kusingkap lebih keatas lagi baju dasternya.6536Please respect copyright.PENANAacxlGBNJoS
6536Please respect copyright.PENANAANHZrv30Zb
6536Please respect copyright.PENANAjWgaQtoNCp
"Aduuuh ….. Doonniii …. ini nakal sekali ya ?" kali ini suara Bu Ning agak meninggi sedikit, tapi ia tetap saja melanjutkan mengucek cucian celana dalam. Dan tanganku sudah tak bisa ditahan lagi, jari-jariku segera menerobos masuk kedalam CDnya.6536Please respect copyright.PENANA1Qxcgu2Dh7
6536Please respect copyright.PENANAKZljKRxImR
6536Please respect copyright.PENANAUMn4wp4DjT
Kurasakan bulu-bulu jembutnya yang lebat dan keriting itu sementara jari-jariku terus saja masuk menyusup hingga aku menemukan lobangnya. Aku yakin bahwa ini adalah lobang *****nya Ibu Ning, segera jari tengahku dan jari telunjukku kudorong masuk. Ibu Ning menjerit lirih karena gelid an seketika menoleh menatapku seperti tak percaya kalau aku berani berbuat sejauh itu. Bu Ning berusaha menarik keluar tanganku, tapi aku tetap bertahan. Dengan gerakan lembut dan cepat aku mengocok keluar masuk kedua jariku didalam *****nya Bu Ning itu.6536Please respect copyright.PENANAc6a74UgaJY
6536Please respect copyright.PENANA6s1ACQnHWA
6536Please respect copyright.PENANA0NzFL9A8lT
Kulihat Bu Ning memejamkan matanya sambil terus mendesah dan mulai menyandarkan kepalanya dibahuku, tubuh sintalnya terkulai dalam pelukanku sedangkan kedua kakinya semakin dibuka lebar-lebar. Aku semakin kuat dan cepat mengocok keluar masuk terus hingga jari jariku terasa basah oleh cairan birahi yang ada didalam lobang *****nya Bu Ning itu.6536Please respect copyright.PENANAeutWvBQskt
6536Please respect copyright.PENANAU4yUf7EkRR
6536Please respect copyright.PENANA7N8laKph1g
Kedua tangannya terkulai lemas sambil memegangi kedua tanganku di kanan dan kiri dan kepalanya mendongak keatas dan suara nafasnya melenguh-lenguh dan memburu. Tangan kiriku bebas menggerayangi dan meremas-remas buahdadanya. Buahdada Bu Ning memang besar walau sudah agak kendor dengan putingnya yang berwarna kecoklatan, kupelintir-pelintir putingnya untuk menambah sensasi birahi yang kini menggelora dalam dirinya. Bibirku terus bergerak menciumi lehernya yang jenjang dan terbuka itu.6536Please respect copyright.PENANAeGqvC8nqdd
6536Please respect copyright.PENANAPIon4YjI1P
6536Please respect copyright.PENANA72MMrYAVRj
“Doonnn ….. Doonniiii …. Jangaaann ….. aachhh …. jang aaann …… “ rintih Bu Ning sambil memejamkan tetap memejamkan mata. “Doonnn ….. Doonnniiii …. Jangan disitu ….. nanti kalau kelihatan ada tanda merah di leher Ibu bisa gawat ….. nanti Pak Achmad bisa curiga ….. jangaaan ya Donnniii …….” Kata Bu Ning lirih. Aku pikir-pikir memang benar juga nih, wah bisa gawat klo ketahuan Pak Achmad suaminya, bisa-bisa jadi perkara besar mengingat jabatannya dikantor Pemda.6536Please respect copyright.PENANAbcDS60kFzk
6536Please respect copyright.PENANA8ywXfs6Ax0
6536Please respect copyright.PENANA8H9aAXTHrs
Segera saja ku alihkan bibirku mencium bibirnya yang merah terbuka dengan gigi-gigi putihnya.6536Please respect copyright.PENANARihoI83vQt
6536Please respect copyright.PENANARCUz3yLylQ
6536Please respect copyright.PENANAxTxIrQ4vTA
Kemudian ku emut dan kusesap bibirnya yang menggairahkan itu, air ludah kami berdua bercampur aduk dan masuk kedalam tenggorokan kami masing-masing saat lidahku dan lidah Bu Ning bergelut dengan ganas dalam balutan nafsu birahi yang membara. Air liur kami membasahi bibir dan dagu kami berdua.6536Please respect copyright.PENANAKlwtQsIx3S
6536Please respect copyright.PENANAnvoRx8Vnah
6536Please respect copyright.PENANAtAVN1HHXo4
Kulihat Ibu Ning seperti kesetanan mendesah mengerang sambil menjepit kedua pahanya kuat kuat hingga jari jariku ikut terjepit. Beberapa saat kemudian kemudian Dia seperti tersadar lalu mendorongku untuk melepaskan pelukanku hingga aku jatuh terjengkang kebelakang. Lalu dengan cepat Bu Ning bangun berdiri dan meninggalkan tempat itu. Kemudian terdengar pintu kamar ditutup dengan agak keras. Aku terkaget lalu buru buru bangun dan membetulkan letak penisku yang udah ngaceng tegang dan membuatku kesakitan karena celana panjangku jadi kesempitan.6536Please respect copyright.PENANAhCUZd99b0q
6536Please respect copyright.PENANADEJnPQgrQs
6536Please respect copyright.PENANAbeJzjArCxJ
Aku tetap sabar menunggu Bu Ning keluar dari kamar tidurnya sambil membaca majalah. Tak lama kemudian terdengar derit pintu terbuka dan Bu Ning kembali masuk ke dapur namun sudah berganti baju dengan motif yang lain.6536Please respect copyright.PENANARYWsQ8cxzx
6536Please respect copyright.PENANAcMmXm3U6Qo
6536Please respect copyright.PENANAToVjP7dAxv
Dia mengambil air minum dan meneguknya perlahan-lahan sambil memandangiku. Sambil memegang gelas berisi air setengah dan tersenyum manis padaku.6536Please respect copyright.PENANATpMGGnvqlk
6536Please respect copyright.PENANAYsMbiwZWeg
6536Please respect copyright.PENANAQeJpGYFzL1
“Doonn ….. kamu nggak haus …..” tanyanya lembut menggundang.6536Please respect copyright.PENANAY38GNyXfZi
6536Please respect copyright.PENANAwAsoyUzdKz
6536Please respect copyright.PENANAiWa9MqBAt7
“Kalau mau minum …. Niihhhh …. Abisin ya… “ kata Bu Ning sambil mengangsurkan gelas berisi air yang tadi sudah diminum setengahnya.6536Please respect copyright.PENANAx05WwDotiE
6536Please respect copyright.PENANAR74NcIdJVi
6536Please respect copyright.PENANAkyLb1TV0kJ
Aku segera mengambil gelas tersebut dari tangannya dan meminumnya dibekas bibirnya yang tertinggal. Aku meminumnya sambil mataku terus memandangiku Ibu Ning, lidah dan bibirku menirukan gerakan sedang berciuman seperti yang tadi telah kami lakukan dengan ganas dan membara. Bu Ning hanya tersenyum dan mencubit pinggangku dengan gemas.6536Please respect copyright.PENANAhHXCCUHf3T
6536Please respect copyright.PENANAQOzu0Mufx4
6536Please respect copyright.PENANAMN9CLrDzXa
“Dasaaaar …… bocah gendheng ….. playboy tanggung….” Sungutnya manja. “Awas ya ….. jangan sampai Doni melakukan hal ini terhadap Dewi ya …. Ibu gak rela klo anak Ibu dewasa sebelum waktunya” kata Bu Ning mengingatkanku.6536Please respect copyright.PENANAT5C2frNgd0
6536Please respect copyright.PENANAGSzHgyOQCB
6536Please respect copyright.PENANA1XAmKqkQvg
“Sumpaaaahhh ….. Bu Ninggg ….. nggak akan terjadi ….” Jawabku mantap. “khan …. Saya udah dapat yang sesuai idaman hatiku …. Cintaku lebih mantap dengan wanita setengah baya yang menggairahkan dan seksi.. “ sambungku sambil tersenyum.6536Please respect copyright.PENANAzpO2OSq7sb
6536Please respect copyright.PENANAEzSfgtHWar
6536Please respect copyright.PENANAal9YWlC6NO
“Donnn ….. kenapa kamu suka dengan Ibu yang sudah tua begini …?”.6536Please respect copyright.PENANAmuA5v1KABN
6536Please respect copyright.PENANAnOIt43W1AY
6536Please respect copyright.PENANAdWJCGzJuaJ
“Apa sih yang kamu sukai dari wanita seusia Ibu ini …?” Tanya Bu Ning mengejar.6536Please respect copyright.PENANAEJO3ewlekp
6536Please respect copyright.PENANAiA5IlEGcTX
6536Please respect copyright.PENANA9ZAaFnirgx
“Aada aja …. “ jawabku sambil duduk kembali.6536Please respect copyright.PENANAtOf8PLqCWU
6536Please respect copyright.PENANAZqPXcuRSSy
6536Please respect copyright.PENANAzsuBCZwZ84
Aku paling tak suka sama Mbak Shinta, kakaknya Dewi. Orangnya sombong dan angkuh, tidak seperti Mbak Anna atau Mas Wawan kedua kakaknya. Mbak Shinta 5 tahun lebih tua dari aku, kami jarang ngobrol bila aku main ke rumahnya, aku lebih banyak ngobrol dengan Pak Achmad, Bu Ning, Mas Wawan atau Mbak Anna juga Dewi.6536Please respect copyright.PENANAaCRXqmBeGn
6536Please respect copyright.PENANAseCoqymgCp
6536Please respect copyright.PENANAaslKwW9426
Aku berpikir gimana kalau sampai mereka tahu apa yang tlah ku perbuat terhadap Ibu mereka ..?. Dunia pasti akan geger. Sebab aku masih remaja usia 17 tahun berbeda jauh usianya dengan Ibu Ning yang telah berumur 40 tahun dan telah bersuami. Untuk beberapa hari berikutnya aku tak berani main kerumah Pak Achmad. Tapi dalam sehari tak melihat wajahnya Bu Ning yang juga istrinya Pak Achmad, aku merasa diriku sangat sengsara. Sejak kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Ini yang bikin aku jadi nakal dan liar.6536Please respect copyright.PENANA5Tc8wTCQzl
6536Please respect copyright.PENANAg0EpzUwU0K
6536Please respect copyright.PENANAX2U5ov56uI
Aku masih teringat waktu acara liburan sekolah di SMA, Selama liburan aku tinggal dirumah kakekku. Rumahnya berada di pegunungan Dieng dimana rumah kakekku dekat dengan danau telaga warna. Kadang aku ikut kakek memancing ikan untuk menghilangkan rasa sepi juga sekaligus lauk untuk kita makan. Tapi hatiku slalu rindu sama Ibu Ning. Akhirnya papaku datang mengunjungi kami. Aku sangat sayang sama beliau, tapi aku benci istrinya itu. Karena liburan sekolah hampir berakhir maka ku tak punya pilihan lain selain harus kembali kerumah itu. Padahal rumah itu bagai neraka bagiku, tapi ada sosok Bu Ning wanita setengah baya, tetanggaku yang slalu aku rindukan siang dan malam.6536Please respect copyright.PENANAmSJE5MxZM7
6536Please respect copyright.PENANAvePLevnQ0w
6536Please respect copyright.PENANAcf6sZJNHZD
Setelah aku kembali dari liburan sekolah, untuk sementara waktu aku menahan diri untuk tidak terlalu sering berkunjung ke rumah Pak Achmad karena aku sengaja menghindar untuk bertemu dengan Bu Ning yang seksi menggairahkan. Namun kegiatan sms mesra dengan Ibu Ning tetap aku jalani bahkan aku berani mengirim sms mesra yang mengatakan klo aku sedang bermasturbasi sambil membayangkan sedang bersetubuh dengan Ibu Ning. Jawaban sms dari Ibu Ning juga sangat mesra karena dia mengatakan sangat memimpkan bisa mengemut dan meminum sperma dari penisku yang masih perjaka tingting.6536Please respect copyright.PENANAWVm02hh8F2
6536Please respect copyright.PENANAjvs2bU4JxF
6536Please respect copyright.PENANAgusl5xdfNK
Aku mulai kembali lagi berakrab ria dengan keluarga Pak Achmad sebab aku beberapa kali bertemu dengan Pak Achmad dan Bu Ning saat makan soto ayam di stasiun atau saat minum wedang jahe bersama temanku bahkan setiap kali bertemu pasti pada akhirnya Pak Achmad dan Ibu Ning lah yang membayari makanan dan minuman yang aku makan. Maka setelah beberapa lama akhirnya aku muncul juga bermain ke rumah Pak Achmad dan Ibu Ning dengan alasan mau pinjam buku pelajaran si Dewi. Padahal aku sengaja untuk bertemu dan mengobrol dengan Ibu Ning yang seksi dan menggairahkan.6536Please respect copyright.PENANA4aQLGlgbbL
6536Please respect copyright.PENANAtqnndulXZp
6536Please respect copyright.PENANAlb3KG9xDN6
Ternyata setelah kami berdua akrab kembali, baru aku ketahui kalau selama ini Ibu Ning juga merasakan rindu yang tak tertahankan. Sebagai wanita terhormat tentu tak mungkin bagi Bu Ning untuk datang ke rumahku dan mengutarakan kerinduannya padaku. Rasa rindu dalam hatinya sedikit terobati bila kami berdua bertemu muka walau saat itu Bu Ning sedang bersama dengan Pak Achmad suaminya. Rasa rindu itu makin menggelora tapi tentu saja tak mungkin diungkapkannya padaku, sebab Ibu Ning ini adalah wanita yang masih terkungkung oleh norma norma kehidupan dan tradisi orang Jawa dan takut akan mengundang kehebohan tetangga. Namun dia sama sekali tak bereaksi ketika aku berusaha lagi untuk mendekatinya, walau aku yakin kalau dia itu tahu akan gerak gerikku ini.6536Please respect copyright.PENANA3pV2AAr4hY
6536Please respect copyright.PENANA8u9dluBhGk
6536Please respect copyright.PENANA8mZbYmJMAd
Waktu aku datang lagi saat jam 2 siang sepulang sekolah sambil memberitahukan Bu Ning kalau si Dewi baru akan kembali ke rumah nanti sore, karena sore ini Dewi dan teman-teman lainnya sedang ke rumah Monik untuk rujakan dan makan bakso. Maklum hari ini ultah si Monik tapi aku sengaja tidak ikut agar bisa bertemu Bu Ning mamanya Dewi. Waktu itu Bu Ning hanya sendirian di rumah karena Pak Achmad sedang rapat dinas dikantor Kabupaten.6536Please respect copyright.PENANAOHtfvggWUw
6536Please respect copyright.PENANAQHkoaYE193
6536Please respect copyright.PENANAMTWQD0deHk
Ibu Ning memang tak pernah tidur siang. Waktu aku datang saat dia lagi sendirian duduk di meja makan sambil membaca majalah, ia menatapku dengan penuh kasih kasing. Setelah menyapanya aku langsung datang duduk didekatnya. Aku dapat mendengar setiap helahan napasnya.6536Please respect copyright.PENANAtYmPMtAzY3
6536Please respect copyright.PENANAN75VciNE3I
6536Please respect copyright.PENANA27CPrQpCih
"Donnii …..kemana aja kamu ….. bocah … ?". Sialan, ia masih juga memanggilku dengan sebutan anak kecil, padahal aku sudah di bangku kelas tiga SMA.6536Please respect copyright.PENANADb0KE1XXUG
6536Please respect copyright.PENANAOyV4n1qbFj
6536Please respect copyright.PENANAf2EKSlaad6
“Saya cuma dirumah saja koq ……Bu Ning ….” Jawabku pendek. “Klo saya gak main kesini itu karena saya sibuk fitness…. “ lanjutku dengan pura-pura serius.6536Please respect copyright.PENANAPlshL5oQ5a
6536Please respect copyright.PENANAuSlefUNRRj
6536Please respect copyright.PENANAYnBxAo7MIe
“Fitnes……hebat sekali kamu Donnn ….. Fitnes dimana…?” Tanya Ibu Ning dengan mata berbinar.6536Please respect copyright.PENANA9IHZo0rqUs
6536Please respect copyright.PENANAOjghYtJ03z
6536Please respect copyright.PENANA5xZ97H8WkR
“Yaaachhh …. Dirumah sajalahh …. Emang Ibu Ning gak melihat perubahan diri saya…” tanyaku6536Please respect copyright.PENANArpuc9ir32B
6536Please respect copyright.PENANAE61gOBmzUv
6536Please respect copyright.PENANAqVHAarN1QZ
“Perubahan yang mana yaa ….. emang Doni latihan apa …. “ kejar Bu Ning penasaran, sambil mengamati diriku dari atas ke bawah.6536Please respect copyright.PENANAktqzC7aeSM
6536Please respect copyright.PENANAVsqe95E4IC
6536Please respect copyright.PENANAjlrdW22uPc
“Saya latihan beban lengan dan eehhhh….. “ aku enggan untuk melanjutkan agar dia penasaran.6536Please respect copyright.PENANAE5z8EnPLlb
6536Please respect copyright.PENANAb3xzWOjcr7
6536Please respect copyright.PENANA14p9ZINSnc
“Latihan lengan dan apa Donnn …. Koq gak dilanjutkan sihhh … “ Tanya Bu Ning semakin penasaran.6536Please respect copyright.PENANAnzPXT0G4sx
6536Please respect copyright.PENANAvDZi1QDYjI
6536Please respect copyright.PENANA80jT7LJCW2
“Lengan dan kkkk ….. penis saya Bu Ning …. Hii … hiii ..hiii “ tawaku lirih karena berhasil mengerjainya.6536Please respect copyright.PENANAx153XZhXip
6536Please respect copyright.PENANARTkpxpSdmc
6536Please respect copyright.PENANAwEa7LarQ0d
“Fitnes lengan dan penis alias onani….” Hee … hee…. tawaku6536Please respect copyright.PENANAxa28t8818q
6536Please respect copyright.PENANAAGkMiv7iyR
6536Please respect copyright.PENANAJEIV8yDN4H
“Dasar bocah gendheng ……. Tak pikir serius je … bhule ngapusi tah …. He…. He….” Tawa Bu Ning berderai mendengar pengakuanku yang kurang ajar sekali.6536Please respect copyright.PENANAcw8XjMCmsN
6536Please respect copyright.PENANAu2tXbm4AvF
6536Please respect copyright.PENANAEvbUpmMN14
"Bu Ning …. Doni rindu banget .." jawabku sambil tersenyum padanya.6536Please respect copyright.PENANAoMLJlyTzH1
6536Please respect copyright.PENANAArN6fcFBPK
6536Please respect copyright.PENANA2VHMp44xZn
“Rindu …. Rindu gimana….” Tanya Bu Ning dengan mimic wajah lucu.6536Please respect copyright.PENANA65UN9UZBnW
6536Please respect copyright.PENANAeycQ9G9OUK
6536Please respect copyright.PENANAMu1D1VuRBd
“Yaahhh …. Rindu banget sama Bu Ning …. Sampai-sampai kebawa dalam mimpi basah ….” Kataku merayu.6536Please respect copyright.PENANAYtwM7o5izk
6536Please respect copyright.PENANAzG8FY9Er1v
6536Please respect copyright.PENANABcXGSIrOWD
"Doniii …. Doniiii …. Dasar bocah gendheng …." katanya sambil menatapku dan tersenyum.6536Please respect copyright.PENANAexNov0TMuu
6536Please respect copyright.PENANANsJsSRRgEO
6536Please respect copyright.PENANAvqlluT7yG1
"Tapi Bu Ning sebenarnya juga suka kan …. Doni kangenin …..?" jawabku menantangnya dan menatap matanya dengan mesra.6536Please respect copyright.PENANA5oatgcdWTL
6536Please respect copyright.PENANAllzQuunFLS
6536Please respect copyright.PENANAGKWoEHKG6E
"Iya sihh …. Tapi Doni mesti ingat yah klo Ibu ini sudah tua. … !"jawab6536Please respect copyright.PENANAGSeyWkD4fQ
6536Please respect copyright.PENANAovoU2gJzaR
6536Please respect copyright.PENANAJqtos2F6X8
Bu Ning dengan suara mendesis lirih.6536Please respect copyright.PENANAnGbk5CA16y
6536Please respect copyright.PENANAKTXOWb7W4L
6536Please respect copyright.PENANACeYl67blxF
"Bu Ning masih kelihatan muda koq …!, Bu Ning masih cantik, ayu dan merangsang …., hanya Bu Ning saja yang tidak merasa …" aku terus merayu dan meyakinkannya sambil aku memegang dan mengusap-usap lengannya. Bu Ning diam saja tak bereaksi ketika kuusap-usap lengannya yang terbuka dan satu tanganku mengelus-elus pahanya dari luar dasternya.6536Please respect copyright.PENANAIjSRVObpb0
6536Please respect copyright.PENANABFUX6jPUan
6536Please respect copyright.PENANAn2jaxs8J4V
Aku memeluknya dan mencium bibirnya sambil kumasukan tanganku ke dalam dasternya dan menyelusup ke dalam BHnya. Kuremas-remas buahdadanya yang montok dan besar. Karena aku kurang merasa nyaman maka aku melepas tali simpul baju dasternya maka daster itu terbuka dan melorot ke bawah perutnya. Tubuh Bu Ning terbuka hanya mengenakan BH warna coklat muda. Kulitnya yang kuning langsat sangatlah merangsang birahiku.6536Please respect copyright.PENANAXszcpSxOc9
6536Please respect copyright.PENANARNhBhgZQlg
6536Please respect copyright.PENANAmrWNNAxItr
Segera saja ku buka hooknya dan kulepas talinya perlahan-lahan aku menarik lepas BHnya dan meletakannya di meja makan. Maka kedua buahdadanya yang besar dan montok itu tergantung layu seperti buah pepaya dengan puting susunya yang besar dan memanjang berwarna gelap. Kontras sekali dengan warna kulitnya yang kuning langsat dan mulus bersih itu. Pada perutnya yang agak membesar itu terlihat guratan guratan tanda pernah melahirkan, nampak jelas sekali disekitar lobang pusarnya dan bagian bawah perutnya. Pahanya yang besar itu sudah berlemak yang menggelambir mengantung dan hampir menutup selangkangnya. Bulu bulu jembutnya sangat tebal dan memanjang menutupi bagian depan vaginanya. Segera saja kedua tangan Bu Ning menyilang di depan menutupi kedua buahdadanya yang besar tapi sudah agak kendor itu, tubuhnya gemetar dan menatapku dengan bingung. Kuminta supaya Bu Ning bersandar disandaran kursi dan kubuka lebar kedua pahanya. Bu Ning hanya pasrah mengikuti permintaanku tanpa membantah sambil duduk dikursi bersandar pasrah seperti orang yang kebingungan.6536Please respect copyright.PENANANzY5SK7Gi8
6536Please respect copyright.PENANA6pspHq0fFw
6536Please respect copyright.PENANApo9pZ6eV8r
Buahdadanya yang montok dan besar tergantung layu seperti buah pepaya, aku remas-remas dan kuciumi buahdada yang besar itu, kuhisap dan kukemut-kemut putingnya yang berwarna gelap itu. Bu Ning makin mendesah-desah, kedua tangannya memegang kepalaku dan membenamkanya lebih kuat ke buahdadanya yang besar dan kenyal itu. Jari-jari Bu Ning mengusap-usap kepala dan rambutku dengan gemas. Kulit buahdadanya terasa semakin kenyal saat kukemut dan kuciumi dengan nafsu birahiku yang semakin memuncak dan nafasku yang semakin memburu, debar jantungku terasa makin cepat memompa darahku ke sekujur tubuhku.6536Please respect copyright.PENANAAPGXQADPSa
6536Please respect copyright.PENANAtYFXkKEx71
6536Please respect copyright.PENANA1OwYGbzqGl
“Donnii ….. oohhhh ….. eehhhhh …… “ Bu Ning makin meracau tak karuan saat bibir dan lidahku mengecup dan menjilati puting buahdadanya yang semakin tegang dan mengeras dalam mulutku.6536Please respect copyright.PENANAsHwjHHFITr
6536Please respect copyright.PENANAA89cu7EuWp
6536Please respect copyright.PENANAJoZoNVJOOi
“Donnii ….. oohh.. jangaaannn …. jangan di cupaaannng ….. oohhhh …. Donnniiin…. Sayaaaannng ….. jangaaaannn …yaaaa …. Nanti bisa bahayaaa …. Klooo sampaaaiiii….. Pak Achmad tahuuu …. “ kata Bu Ning bergetar menahan gejolak birahi yang meronta dalam dada menuntut klimaks yang tuntas.6536Please respect copyright.PENANAEbyozMZvJo
6536Please respect copyright.PENANAh2dGpcF9dj
6536Please respect copyright.PENANAFjrv5Qvlzk
Untuk menghindari bekas cupang yang akan semakin banyak terlihat di kulit buahdadanya yang putih dan kenyal itu, maka aku segera berjongkok dan menciumi paha Ibu Ning yang putih mulus itu. Tanganku meremas dan mengusap-usap bulu-bulu halus hitam keriting yang tumbuh subur di pangkal pahanya. Beberapa saat kemudian jari jempol dan telunjukku mulai mengorek-orek dan masuk kedalam lubang *****nya. Bu Ning makin merintih-rintih dan meracau tak karuan sepertinya keenakan dan tanganya makin kuat menekan tanganku untuk semakin dalam memasuki lubang *****nya.6536Please respect copyright.PENANAkj1SUczfjD
6536Please respect copyright.PENANAO2kvEd4dEW
6536Please respect copyright.PENANANYaHUDq4GO
“Donniii …. Donnnii …… “6536Please respect copyright.PENANAD1xp3RPjrK
6536Please respect copyright.PENANALGvd3VW1jQ
6536Please respect copyright.PENANA6lstpnizjx
“aachhhhh …..eheuekk …. Aaachhh …. “ rintih Bu Ning sambil terus menggeliat seperti cacing kepanasan. Tangannya mencengkeram tanganku kuat-kuat agar berhenti mengocok lubang *****nya. Aku menghentikan gerakanku dan menarik keluar jari-jariku.6536Please respect copyright.PENANAn63PZmoyVX
6536Please respect copyright.PENANApsaiIiZfcI
6536Please respect copyright.PENANANZk0lKiNZv
“Donnii …. Sayangku …. Ayoo berdiri sayaaangkuuuu …..” pinta Bu Ning manja.6536Please respect copyright.PENANA9xhRH5ldok
6536Please respect copyright.PENANAlEnxpdI0Al
6536Please respect copyright.PENANAS6Uv1tOFEW
Tapi tiba-tiba tangan Bu Ning bergerak mengelus-elus pangkal pahaku dan tak berapa lama ritsluiting celanaku tlah terbuka, tangan Bu Ning yang hangat dan halus memelorotkan celana dalamku maka penisku yang telah tegang dari tadi segera mengacung bebas. Jari-jari tangan yang halus milik Bu Ning meremas dan mengocok maju mundur kepala penisku.6536Please respect copyright.PENANANe0qxlxWOi
6536Please respect copyright.PENANAscyqLaWzWt
6536Please respect copyright.PENANAKKdINUUFmJ
“Donnnii ….. oohhhh ….. kontool kamu besar banget yaaaa ….”6536Please respect copyright.PENANA58Z8pXDUs3
6536Please respect copyright.PENANAUAuBzrrHPm
6536Please respect copyright.PENANAS81hKo1fa7
“Hweeehhhh ….. aaahhhh …. Ibu jadi gemas melihatnya. Beda banget dengan milik Pak Achmad …. “ kata Bu Ning kagum…6536Please respect copyright.PENANA0LDsoWfHN7
6536Please respect copyright.PENANAaz5l4F73dj
6536Please respect copyright.PENANAFamQxOTHoL
“Masakkk … siiihhh …. Buuu ……” kataku bergetar menahan nikmat ….6536Please respect copyright.PENANAWsF7ooIjUg
6536Please respect copyright.PENANAUSa52rTjWH
6536Please respect copyright.PENANACq8gVZm6W6
“Dulu milik Pak Achmad memang bisa tegang dan keras ….. tapi kini setelah makin bertambahnya usia dan berat badannya maka sekarang milik Pak Achmad udah agak loyo dan lembek, apalagi bila lagi nggak mood maka sama sekali gak bisa bangun, Ibu jadi sedih dan kecewa karena tak pernah lagi merasakan kenikmatan bercinta…. “ kata Bu Ning sambil menatapku sayu.6536Please respect copyright.PENANA8MhlTnY9vO
6536Please respect copyright.PENANAcjVlzQ7rDP
6536Please respect copyright.PENANAzIQisWPBTd
“Donnii …. Sayangku ….. “ kata Bu Ning tersenyum manis dan tak dapat kucegah tangannya menarik penisku kearah mulutnya yang terbuka dan segera saja kurasakan hangat dan panas saat penisku memasuki mulutnya. Kepala penisku terasa basah dan hangat oleh air liurnya dan ujung lidahnya menggelitik kepala penisku yang membuatku merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara membuncah dalam dadaku.6536Please respect copyright.PENANAyv6Y8jGbo0
6536Please respect copyright.PENANA26FmwOpcbu
6536Please respect copyright.PENANA0WxlV2MZld
“Ooohhh ….. oohhh….. niiiiikkmaaaaatt …… “ aku merintih keenakan6536Please respect copyright.PENANAmftw8gIlZl
6536Please respect copyright.PENANAIbii4KJH69
6536Please respect copyright.PENANAqfrNJgVCQF
“Ooohhhhh …… Buuu Niiingg ….. oohh….. enaaaakk …..sekaliiiii ….” Kataku sambil tangan kananku menggerakan kepala Bu Ning maju mundur semakin cepat ….. dan semakin cepat … sedangkan tangan kiriku berpegangan erat pada kursi makan yang diduduki oleh Ibu Ning.6536Please respect copyright.PENANAPmhTCWaz8A
6536Please respect copyright.PENANAmUyBYbu7rT
6536Please respect copyright.PENANASRwCnmnNyh
“Buuu Ninnngg ….. oohhh …. Buuu Ninnngg ….. akuuuu …. Akuuu …..!! “6536Please respect copyright.PENANABRYTn0kDQl
6536Please respect copyright.PENANAyEpV6110Cu
6536Please respect copyright.PENANAgBMs9kMUXw
“Oooohhhh …. Bu Ninnnnngg …… aaakkuu …. Maaauuuu keluaaaarrrr ….. “ aku merem melek sambil merintih dasyaaatt …. Akibat hisapan dan hangatnya mulut Bu Ning yang sedang mengemut-emut kepala penisku yang sudah berkedut-kedut tak karuan.6536Please respect copyright.PENANAMrUrxmqSOj
6536Please respect copyright.PENANAbz3led98Jl
6536Please respect copyright.PENANAXVb7BWIksA
“Ayooo Donii ….. ayoo …. Muntahkan pejuhmu …. Aayoooo … Kata Bu Ning sambil terus menggerakan mulutnya maju mundur mengemuti penisku.6536Please respect copyright.PENANAnI4eX78FUO
6536Please respect copyright.PENANAG1EAsJmOwc
6536Please respect copyright.PENANALE01HFjslj
“Ayooo …. Sayaaanngkuuuu …. Ibu pengin merasakan pejuhmu yanggg masih perjaka itu sayaaaannng …. “ kata Bu Ning sambil menatapku sayu, air liurnya membasahi bibirnya yang hangat. Buahdadanya yang besar dan montok bergoyang-goyang seperti papaya Bangkok, sungguh suatu sensasi yang tak pernah dapat kulupakan sepanjang masa.6536Please respect copyright.PENANA6qgzMadNA4
6536Please respect copyright.PENANAT38OojjspU
6536Please respect copyright.PENANA61EjXMHe9h
“Aduuuuuuhhh ….. ooohhhhh ….. Bu Ninnnnggg ……Buuuuu ….!”.6536Please respect copyright.PENANAFcNhLgeCML
6536Please respect copyright.PENANAfznk33gKxR
6536Please respect copyright.PENANAO2hsDVBMyy
“Bu Niiinnnggg …… Ooohhhh ….. aaaa …. Akuuuuu … keluaaaarrrrr …..!!”. aku mengejan kuat-kuat sambil memaju mundurkan penisku yang terjepit erat didalam mulut Bu Ning yang hangat. Pejuhku yang kental dan banyak memenuhi mulut Bu Ning dan sebagian meluber didagunya. Bu Ning sambil tersenyuumm …. Menelan pejuhku yang memenuhi mulutnya..6536Please respect copyright.PENANAtfVEYCkgFt
6536Please respect copyright.PENANAqPnrUZN5e5
6536Please respect copyright.PENANAOorvfEFCro
“Ehhhmmmm …… nikmaaaat ….. pejuh seorang perjaka tingting akan membuat wanita akan awet muda…. “ kata Bu Ning bangga.6536Please respect copyright.PENANAPmdljMurny
6536Please respect copyright.PENANANjS11Jvgcp
6536Please respect copyright.PENANAoxBQAyKUvv
“Makasih ya sayaaaannngkuuu …… berikan saja pejuhmu pada Ibu kapan saja Doni pengin dikeluarkan …. Ibu siap membantu ….” Kata Bu Ning sambil tangannya meraih penisku yang masih berkedut-kedut dan menempelkanya pada buahdadanya yang besar dan montok. Terasa hangat dan kenyal saat penisku menempel erat pada kulit buahdada itu, tangan Bu Ning kembali mengocok-ocok penisku dan tak lama kurasakan kembali kenikmatan yang membuncah-buncah dan tak lama kemudian kedutan demi kedutan nikmat mendorong pejuhku untuk menyemprot keluar membasahi kedua buahdada besar milik Bu Ning yang menggantung layu.6536Please respect copyright.PENANACvmpxDwCwK
6536Please respect copyright.PENANAXKsXLvfUDa
6536Please respect copyright.PENANAv7jEwAH7IH
Keringat bercampur pejuh yang membasahi buahdada montok dan besar yang menggantung layu itu terasa makin sedap dipandang mata. Tangan Bu Ning mengoleskan seluruh pejuh bercampur keringat itu keseluruh buahdadanya, seperti sedang luluran saja.6536Please respect copyright.PENANAr7WzsOz3nC
6536Please respect copyright.PENANA4clU8XPmP4
6536Please respect copyright.PENANALQiD4GKfEQ
“Ini adalah resep tradisional kuno … Donn …. Pejuh yang keluar dari penis seorang perjaka tingting akan membuat kulit buahdada akan kembali kenyal dan membuatnya tetap besar dan montok ….” Kata Bu Ning menjelaskan ketidak tahuanku.6536Please respect copyright.PENANA9V1aQHsnFM
6536Please respect copyright.PENANAUrgd2QXei1
6536Please respect copyright.PENANAp34vfR640L
“Berarti Bu Ning udah sering donk bercinta dengan pemuda lain…” kataku penuh cemburu.6536Please respect copyright.PENANAjutPHnMQEP
6536Please respect copyright.PENANAW2gtgN4wUi
6536Please respect copyright.PENANA0Ypizttiw9
“Donniii …. Doniiii ….. kamu jangan cemburu gitu donk … sayaaanngg …” rajuk Bu Ning menanggapi pertanyaanku.6536Please respect copyright.PENANAHAU8kQJJA7
6536Please respect copyright.PENANApBtxBvi4z3
6536Please respect copyright.PENANAKP4W0zJnYY
“Yaaa ngggaaaklahhh …. Ibu mempelajarinya dari resep kuno tapi baru sekarang Ibu praktekkan, dengan Donniii … pejantannn ku ….” Lanjut Ibu Ning sambil memelukku.6536Please respect copyright.PENANAnxUz4Wsmec
6536Please respect copyright.PENANAGQOUZjrkSM
6536Please respect copyright.PENANACtyBqLP0P2
Hari itu aku lalui dengan bahagia sekali karena sudah tercapai keinginanku walaupun aku masih belum berhasil melakukan penetrasi kedalam *****nya Bu Ning.6536Please respect copyright.PENANAuFHP3i8bsN
6536Please respect copyright.PENANAorlT2nCo7o
6536Please respect copyright.PENANAOxmKzkuteO
Sabtu pagi ketika aku menjemput Dewi untuk berangkat sama-sama kesekolah, aku sempat bertemu dengan Pak Achmad papahnya Dewi dan juga Bu Ning mamahnya dewi. Setelah ngobrol sejenak dengan mereka berdua tak lama aku dan Dewi pamitan berangkat sekolah, tapi tiba-tiba aku dipanggil oleh Pak Achmad dan Bu Ning.6536Please respect copyright.PENANADTXs6XpgjV
6536Please respect copyright.PENANAoTs3AKLe7j
6536Please respect copyright.PENANAzAUtEjEK7l
“Doni…. Klo malam minggu besok ada acara nggak…?” Tanya Pak Achmad serius6536Please respect copyright.PENANAHZSWohZTU1
6536Please respect copyright.PENANAuBCXHPBKS2
6536Please respect copyright.PENANAW6BUUI0c8A
“Eeeghhhh …. Kayaknya blom tuh Pak….. ada apa ya Pak..” Tanyaku bingung.6536Please respect copyright.PENANAyGlogm0E4u
6536Please respect copyright.PENANATTtAycNMlT
6536Please respect copyright.PENANA3xuX3FTnoI
“Gini Don, besok kan Bapak mau ke Jogya menengok Mbak Anna dan Mbak Shinta nah kayaknya mau ajak si Dewi sekalian. Karena Ibu nggak ikut ya maksudnya Doni nemenin Ibu jaga rumah ini… “ Kata Bu Ning menjelaskan.6536Please respect copyright.PENANAts8jaL92zm
6536Please respect copyright.PENANASCz0fGkubQ
6536Please respect copyright.PENANAq8GxQ0S4Zy
“Oooohhh….. klo itu sih bisa aja Pak, asal Doni dikasih oleh-oleh yang bagus dan enak-enak ya Doni pasti akan setuju-setuju aja sih….” Kata setuju.6536Please respect copyright.PENANAWqSIIKUXAq
6536Please respect copyright.PENANAliGN9XBIIC
6536Please respect copyright.PENANAFR7x4wdr3m
“Yahhh …. Udah.. berarti Doni mau ya….. deal dah…” kata Pak Achmad sambil mengajak salaman aku.6536Please respect copyright.PENANAHx8wNBAqho
6536Please respect copyright.PENANAfpSyFfg8yn
6536Please respect copyright.PENANAusPc1Y3Sei
Aku sih senyum-senyum aja karena ini pasti akan asyiik sekali.6536Please respect copyright.PENANAhJJe3W5e1R
6536Please respect copyright.PENANASuF3dar9PT
6536Please respect copyright.PENANArUnew1ct9b
6536Please respect copyright.PENANA8DazpFDpgX
Hari Sabtu sore Pak Achmad bersama Dewi berangkat ke Jogya. Sepeninggal Pak Achmad dan Dewi, bibi Isah, pembantu yang hanya bekerja pagi sampai sore hari ikutan pamitan pulang karena gak bisa untuk menemani menginap karena anak bungsunya sedang sakit demam, ikutan pamitan pulang. Maka tinggalah kami berdua duduk ngobrol sambil tertawa-tawa sambil nonton TV.6536Please respect copyright.PENANAc90tRutHtPns216.73.217.86da2
6536Please respect copyright.PENANAucyVBT8gCL
6536Please respect copyright.PENANAyzXR9DiwoF
Jam 18.00. Aku pamitan pulang untuk mandi dulu baru nanti kembali lagi menemani Bu Ning ngobrol lagi.6536Please respect copyright.PENANARsmKNqtZdX
6536Please respect copyright.PENANAvCuYvBCtph
6536Please respect copyright.PENANANUdcBa3sKC
“Kenapa gak mandi disini aja Doni, nanti pakai kaosnya Mas Wawan, klo baju yang itu untuk besok klo Doni pulang ke rumah..?” kata Bu Ning menawarkan.6536Please respect copyright.PENANAvynzavt7Sw
6536Please respect copyright.PENANABXocHjIJHw
6536Please respect copyright.PENANAxmXgavI9EH
“Eeeghhh ….. nanti Mas Wawan klo marah gimana Bu Ning..?” tanyaku6536Please respect copyright.PENANAoXVrdYVwTX
6536Please respect copyright.PENANA5tnlLIE4mp
6536Please respect copyright.PENANAIudI25xfqU
“Yahhhh…. Sebelum Mas Wawan marah… kaos itu sudah rapi kembali di almarinya…” kata Bu Ning tersenyum.6536Please respect copyright.PENANAaoJcejfQF9
6536Please respect copyright.PENANA1epsjzL6yr
6536Please respect copyright.PENANAe6ffHF74Mm
Akhirnya aku meminjam kaos milik Mas Wawan dan menyimpan bajuku untuk besok pagi.6536Please respect copyright.PENANAPg8g8RWw6Z
6536Please respect copyright.PENANALV86TPEXqp
6536Please respect copyright.PENANAOWVFdyUfwO
Setelah makan malam yang mesra dimana aku dan Bu Ning saling menyuapi dan kaki-kaki kami saling menumpang dan bertaut-tautan dibawah meja makan. Setelah makan malam kami berdua menonton acara televisi sambil berpelukan mesra, diruang keluarga. Dengan naluri yang alami, tanganku merambat naik ke bahu Bu Ning, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut aku meraba bahu Bu Ning sampai ke lehernya yang jenjang …. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut aku meremas buahdada yang masih terbungkus BH itu. “Ahhhhh .…hhhh ….” nafas Bu Ning mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak. Jemari lentik Bu Ning tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dadaku ……dan melingkari pinggangku, mencari kancing celana jeansku, hendak membukanya ……6536Please respect copyright.PENANAyjJHHjN69f
6536Please respect copyright.PENANAO0GCFYZhYG
6536Please respect copyright.PENANAZ2y4ppvhMi
Tanganku terus melingkari pundaknya Bu Ning yang terbuka karena dia hanya mengenakan daster bertali satu dipundak kiri dan kanannya. Telapak tanganku menempel ketat di Buahdadanya yang besar dan montok. Aku meremasi buahdadanya yang sebelah kanan yang masih terbungkus BH dan daster yang dikenakan. Bu Ning mendesah dan tangan kanannya mengelusi pangkal celanaku yang sudah menggunduk karena penisku udah mulai bangkit dari tidurnya.6536Please respect copyright.PENANALjvZCZoUzM
6536Please respect copyright.PENANA0eTWxOKYjY
6536Please respect copyright.PENANATn44Rzg1gY
Saat permainan kami udah semakin panas, Bu Ning menatap dengan pandangan sayu dan nafas semakin memburu. Bu Ning bangkit berdiri dan mengajakku pindah kedalam kamar tidurnya.6536Please respect copyright.PENANAkV9tL9Z3ZW
6536Please respect copyright.PENANAGZxPxGsLIe
6536Please respect copyright.PENANAssuiIY5t8q
“Dooonnniiii ……eehhhhhhh ….. pindah kedalam kamar tidur Ibu aja yuk…. Disini gak enak…..” ajak Bu Ning.6536Please respect copyright.PENANAIQsgIajRwa
6536Please respect copyright.PENANANV8UcqAhRR
6536Please respect copyright.PENANAFAxoTQJ7JZ
“Ayooo Bu Ning…” kataku mesra.6536Please respect copyright.PENANA1BQCe4whPk
6536Please respect copyright.PENANABcDfUkJnUp
6536Please respect copyright.PENANAUJP0PXMsZj
Aku merangkul tubuh Bu Ning dengan mesra sambil menciumi pipinya yang halus dan kenyal, baju yang dikenakan Bu Ning udah awut-awutan dimana tali simpulnya udah lepas satu hingga kulit dadanya yang kuning langsat terbuka dan terlihat seksi sekali dan lekukan buahdadanya yang montok dan besar terlihat seperempat bagian.6536Please respect copyright.PENANAfj57e4gECZ
6536Please respect copyright.PENANAaGcbFfUdui
6536Please respect copyright.PENANAn0ZX5ALGD8
Aku dan Bu Ning masuk kedalam kamar tidurnya yang luas dan berbau semerbak harum. Bu Ning duduk di pinggiran tempat tidur yang bersih dan empuk itu sementara itu aku mengunci pintu kamar dengan hati berdebar tak karuan karena sebentar lagi aku merasakan “kenikmatan sorga yang sesungguhnya” dimana sorga itu sebenarnya milik seseorang yang sangat aku hormati.6536Please respect copyright.PENANAP7FxvKC1Wq
6536Please respect copyright.PENANANpQbih6eYr
6536Please respect copyright.PENANAmKl8J7MNOt
Aku duduk disamping tubuh Bu Ning yang sudah terbuka seperempat bagian, tangan kananku merangkul mesra pundaknya dan tangan kiriku mengelus-elus baju dasternya dibagian dada kemudian tangan kiriku menyelusup ke dalam BHnya dan meremas-remas buahdada besar yang selama ini aku impi-impikan. Pipiku menempel mesra dengan pipi halus milik Bu Ning dan bibirku bergeser melumat bibirnya. Mulut kami saling bertaut dengan nafas panas memburu bergemuruh dan lidah kami saling bergelut hangat. Kedua tangan Bu Ning meremasi pangkal pahaku sambil berusaha membuka kancing celana Jeans yang aku kenakan.6536Please respect copyright.PENANAR2XnrVwwjR
6536Please respect copyright.PENANAyYiC17XxuB
6536Please respect copyright.PENANAwArl6UTzca
“Donnnniiii ……… Doonnniii ….. aachhhh… “ rintih Bu Ning sambil menggenggam erat penisku yang sudah berdiri tegak bagaikan tugu Monas.6536Please respect copyright.PENANA1vg4P4xzdc
6536Please respect copyright.PENANAbOj3w5junX
6536Please respect copyright.PENANAr43rgsC4Ck
“Oohhh ….. Buuu Niiiiinngg …… oohhhh ….” Aku merem melek merasakan kenikmatan saat tangan halus Bu Ning mengocok batang penisku.6536Please respect copyright.PENANAOKpZPdEXzO
6536Please respect copyright.PENANAzirKwQ5SbC
6536Please respect copyright.PENANAfxiXnNp8Kz
“Oohhh …. Doonnniii sayaaaanngg …… kenapa kamu suka dengan Ibu yang sudah tua ini …… oohhhh…. Yeessss …. Aaachhhh ……” desah Bu Ning dengan mata sayu memandangku.6536Please respect copyright.PENANAePsxKegp1m
6536Please respect copyright.PENANAU6K0xy2OWA
6536Please respect copyright.PENANAnlXzN1DIZh
“Buuuu Niiiing ….. aaayuuu dannn montok menggairahkannnnn …… Doonnniii ….. suka bangeeettt … dengan buahdada Buuu Niiinng yang besar dan montookkk ini …… “ sambil jari tanganku memelintir dan meremas gemas buahdadanya yang besar dan kenyal.6536Please respect copyright.PENANA0NaxSjNSDA
6536Please respect copyright.PENANAtL0DHzI7UL
6536Please respect copyright.PENANANLufnBhvvy
Aku berdiri dan membuka kaos dan memelorotkan jeans dan celana dalam yang aku kenakan dan tak lupa aku membuka tali simpul dan menarik lepas daster yang dikenakan Bu Ning. Kemudian aku menarik hook BHnya dan menjatuhkan BH itu ke lantai. Buahdada yang besar dan montok itu tergantung layu seperti pepaya Bangkok dengan pentilnya yang berwarna gelap. Membakar nafsuku yang sudah diubun-ubun kepalaku.6536Please respect copyright.PENANAh9nV4nJs9v
6536Please respect copyright.PENANAUTUsMQMR48
6536Please respect copyright.PENANAwJHSEI8lIe
Bu Ning yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Doni, menarik wajahnya dan langsung melumat bibir Doni dengan nafsu yang membara. Doni membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah Ibu Ning, tangan Doni meremas buahdada montok milik Bu Ning. Desahan nafas menderu di seputar ruangan kamar tidurnya Bu Ning yang keramat karena tidak pernah ada lelaki lain memasukinya selain Pak Achmad suaminya, diselingi desahan yang menambah gairah. Setelah beberapa saat, Bu Ning mendorong lembut badan Doni, untuk menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu.6536Please respect copyright.PENANA2rHGWqydUw
6536Please respect copyright.PENANAcAgRrDT4vI
6536Please respect copyright.PENANA0nfBUYq54n
Doni mendorong lembut tubuh Bu Ning, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang untuk diremas dan digelomoh dengan puting yang telah tegang. Tanpa menunggu lama lagi Doni melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting. Dengan gemas Doni menyedot-nyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangannya meremas-remas lembut buahdada satunya “Ahhhh …. Mhhhh …… hmmmmm ……. Aahhhhh ….….” Suara Bu Ning mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Doni melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah buahdada menuju perutnya yang licin karena keringat dan memainkan lidahnya yang kasar pada udelnya yang membuat Bu Ning menggelinjang-gelinjang kegelian.6536Please respect copyright.PENANAoykaE6GLxI
6536Please respect copyright.PENANAJ2zEgsw3Y2
6536Please respect copyright.PENANAMTvhDKWJK1
Doni menghentikan penjelajahan lidahnya, kemudian dengan lembut dan cekatan menarik celana dalam Bu Ning, melepaskannya dan membuang ke lantai. Dengan spontan Bu Ning mengangkat kedua kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan *****nya dengan rambut-rambut keriting halus yang tertata rapi. Doni mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha Bu Ning yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan mengelumati bibir ***** yang mulai basah mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama, Doni menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir ***** Bu Ning dan sesekali menggetarkan lidahnya yang kasar pada klitorisnya yang membuat Bu Ning mengerang kenikmatan, ”Ahhhhhh….…. Mhhhhh .…… Mhhhhh…..… Dooonnnnn….…. Uhhhhhh……” desahan birahi yang memuncak dari Bu Ning membuat Doni semakin ganas dan sesekali lidah kasarnya di julurkan memasuki ke liang senggama Bu Ning yang menanti pemenuhan itu.6536Please respect copyright.PENANAZIsnCb29pL
6536Please respect copyright.PENANA52diRKsGdD
6536Please respect copyright.PENANAyfg7Nkxw0H
Setelah beberapa menit Doni mengeksplorasi liang ***** itu, membuat Bu Ning nampaknya tidak sabar lagi menunggu pemenuhan hasrat birahinya ….6536Please respect copyright.PENANAF1AUce63TZ
6536Please respect copyright.PENANAOP96eXC0B5
6536Please respect copyright.PENANAjXEjkBwnls
“Dooonnnniiii …. Ayoooo saaayaaaang ….… masuuukkin Doonnnnn ….…Mhhhh ……. ….. mmmmh.” Suara Bu Ning disertai desahan-desahan yang semakin memburu kencang.6536Please respect copyright.PENANAuwZ5cF4pIC
6536Please respect copyright.PENANAhnNfSfXNuK
6536Please respect copyright.PENANA5BYh2W7avR
Dengan tenang Doni menyudahi penjelajahan lidah kasarnya dan bersiap-siap memasukan penisnya yang sudah tegang memanjang dari tadi. Mengacung bebas dengan kepala penis yang merah mengkilap. Bu Ning semakin membuka lebar pahanya, bersiap-siap menanti pemenuhan terhadap liang senggamanya. Doni naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penisnya ke arah vagina Bu Ning yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan Doni dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.6536Please respect copyright.PENANANJqeAYJZPt
6536Please respect copyright.PENANAroAbjxOshE
6536Please respect copyright.PENANAqUxQtnBXIt
Dengan sekali dorongan penis Doni masuk sampai setengahnya. Doni menahan gerakan penisnya sebentar menikmati sensasi masuknya kepala penis yang sensitif kedalam liang ***** yang basah-basah hangat rasanya menggelenyar yang disambut desahan Bu Ning,” Aaaahhhh …… Donnnn ..…. Aaaahhh …...Doonnniiii …… ” dengan tatap mata sayu meresapi masuknya penis sang perjaka sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan demi dorongan disertai desah nafas tak karuan dan batang penis yang masuk seluruhnya barulah Doni memompa dengan gerakan pantat naik turun dengan irama beraturan, pelan kemudian cepat dan semakin cepat membuat ranjang bergoyang tak karuan.6536Please respect copyright.PENANA3eSoHbO0cg
6536Please respect copyright.PENANAGeu1l1iNSH
6536Please respect copyright.PENANAr9guGhKPhO
Doni bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan Bu Ning mencengkram kuat punggung Doni, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan nafas yang kian memburu dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh Bu Ning dan Doni.6536Please respect copyright.PENANAT1X1HHmA1m
6536Please respect copyright.PENANAAV3cwOsIz5
6536Please respect copyright.PENANAE2NtT8LrUi
“Ooohhhh ……… Ooohhhhh …… Achhhhh ……. Achhhhhh …….. Donnn ….iiii ….. Doonnnnn …..iiiiiii ……. Ceepaaattttt….. Oohhhh ….. Cepaaaatttt……Donnn ……” tak henti-hentinyanya desahan dan teriakan penuh nafsu keluar dari bibir Doni dan Bu Ning. Sesaat Doni menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, Bu Ning memeluk erat Doni dan menggulingkan badan tanpa melepas penis Doni yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan merubah posisi di atas dan setengah berjongkok, Bu Ning memompa dan memompa menaik turunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan. Sesekali Bu Ning memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang penis Doni lebih dalam lagi. Doni tak mau tinggal diam saja, kedua tangannya meremas-remas kedua buahdada Bu Ning yang montok dan besar seperti buah pepaya yang menggantung layu dan menarik-narik puting susunya. Suasana persetubuhan makin hangat membara dengan peluh yang bercucuran, sampai akhirnya ….. Bu Ning sepertinya tak sanggup lagi melanjutkan pompaan pantatnya karena nafsu birahi yang makin memuncak dan menegang. Dengan sigap Doni membalikkan posisi badan Bu Ning kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan pantatnya ……. Doni meneruskan pendakian nafsunya ….. “ Donnn …Aaaahhhh …..…Teruuuussss …… Donnniiiii ……. Aaaahhhh ……!!!!!!”6536Please respect copyright.PENANAxJ7sIm01Ax
6536Please respect copyright.PENANA184VXZkDiZ
6536Please respect copyright.PENANAmNXrggQu8K
“Buuuu Niiiiiiinnnngggg …….. Aaaahhhhh ….. Buuuuu …….. Buuuuu Niiiiiinnnggggg ………!!!!”6536Please respect copyright.PENANApJHwxkBz3v
6536Please respect copyright.PENANA5eEw4DYwtB
6536Please respect copyright.PENANAYuh8omdMUD
“Doonnnniiii ………Aaaahhhhh ……!!!!”6536Please respect copyright.PENANAJMhGCloylm
6536Please respect copyright.PENANAXFEisknKQd
6536Please respect copyright.PENANANYjVQlUT9d
“Buuuuu ……. Buuuu Niiii ……iinnngggg ………!!”6536Please respect copyright.PENANAeyV9OMXzJu
6536Please respect copyright.PENANAbRH5SfhQKU
6536Please respect copyright.PENANAHIKREvvnfO
“Doooonnnniii ……. Dooonniiii …….!!!” Teriak Bu Ning tertahan sambil mengatupkan bibirnya menikmati gelombang hangat yang menjalar dengan dasyaat diseluruh tubuhnya, membuat Bu Ning sedikit bergetar. Aku merasa liang vagina Bu Ning yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot-nyedot penisku. Aku menikmatinya dengan memutar –mutar pantat dan memasukkan lebih dalam lagi batang penisku, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti penisku, semakin besar …. semakin besar dan sesaat kemudian aku kembali mendorong penisku dengan cepat dan semakin cepat …… Ku gerakan maju mundur penisku kedalam *****nya Bu Ning ini sambil menyemprotkan spermaku kedalam rahimnya.6536Please respect copyright.PENANAXRDE62PG4Q
6536Please respect copyright.PENANAsHvCI087Sq
6536Please respect copyright.PENANAjYwQMcCXrT
saat terakhir aku menarik keluar penisku dari liang *****nya yang hangat dan menyemprotkan sisa air maninya di atas perut Bu Ning ……6536Please respect copyright.PENANABScYaMcmu7
6536Please respect copyright.PENANAhip3inEIPw
6536Please respect copyright.PENANAUS5TkiGcPs
Bu Ning dengan cepat meraih penisku dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut Bu Ning mengusap penis sang perjaka yang mulai layu karena usainya persetubuhan. Aku membaringkan tubuhku disamping Bu Ning dan terdiam untuk beberapa saat menikmati rasa hangat yang menggetar sukma dan raga..6536Please respect copyright.PENANAKP9u64FsDf
6536Please respect copyright.PENANAyihF2UKE0Z
6536Please respect copyright.PENANAPZ45Gzi6Mt
Bu Ning bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya terlihat guratan guratan tanda pernah melahirkan, nampak jelas sekali disekitar lobang pusarnya dan bagian bawah perutnya yang bergaris putih tanda pernah melahirkan. Kemudian dengan manja Bu Ning membaringkan tubuhnya diatas tubuhku. “Makasih ya sayang… ini menjadi rahasia kita berdua ya ……… Kalau Doni pengen lagi…. Kapan saja pasti Ibu akan melayani Doni dengan senang hati …..” kata Bu Ning mesra ditelingaku.6536Please respect copyright.PENANA9uvhDCPcdX
6536Please respect copyright.PENANAGX4ycUxCpl
6536Please respect copyright.PENANAFthjnQ0b0R
Aku hanya tersenyum mesra sambil mencium hangat bibir Bu Ning sekali lagi, karena mala ini Bu Ning telah menjadikanku seorang lelaki sejati yang mengerti lekuk-lekuk tubuh dan keinginan seorang wanita dewasa.


