Kami bertetangga dengan sebuah keluarga PNS yang baru pindah dari Jogya. Ayahku adalah pegawai negeri sipil biasa dan Pak Achmad adalah juga PNS tetapi punya kedudukan yang lebih tinggi. Kalau gak salah Pak Achmad berasal dari kota Klaten sedangkan Bu Achmad berasal dari Jogya. Pak Achmad ini orangnya gemuk pendek dan berkulit agak hitam namun berwajah lumayan, kontras sekali dengan Bu Achmad atau yang sering kali dipanggil dengan sebutan Ibu Ning atau Ibu Ningsih.6263Please respect copyright.PENANAzt7WVhLYRV
6263Please respect copyright.PENANARIPMnv6g0Z
6263Please respect copyright.PENANAF7Gngvn0gp
Ibu Ning ini tubuhnya agak langsing seimbang dengan postur tubuhnya yang tinggi berisi. Ibu Ning ini lumayan cantik lebih tepatnya Ayu karena penampilannya setiap hari sangatlah “indah dipandang mata” dan aku paling suka berlama-lama mencuri-curi pandang mengamati Ibu Ning setiap kali lewat depan rumahku. Tubuhnya seksi abis cing, rambutnya hitam panjang sebahu dengan kulit tubuh yang kuning langsat dengan sepasang buahdadanya yang montok. Ibu Ning hanyalah ibu rumah tangga biasa yang selalu aktif dalam kegiatan Dharma Wanita di kantor Pemda dan Kabupaten.6263Please respect copyright.PENANAot1JyZqPf2
6263Please respect copyright.PENANAq5ihtv2nRh
6263Please respect copyright.PENANAgjHDLt467g
Aku sendiri satu umur dengan anak gadisnya yang nomor empat namun kami berlainan sekolah. Dengan demikian kami tumbuh bersama menjelang masa remaja, namun baru setelah tamat SMP aku dan Dewi satu sekolah di SMA. Aku suka main dirumahnya Dewi untuk meminjam buku atau apa sajalah, yang penting aku bisa bertemu dan ngobrol dengan Ibu Ning yang seksi dan ayu.6263Please respect copyright.PENANAArNCUKm7k4
6263Please respect copyright.PENANARLGX0IX3CN
6263Please respect copyright.PENANArp1x55YyME
Namun sejak aku di bangku kelas tiga SMP aku mulai tertarik kalau melihat Ibu Ning ini. Orangnya tinggi langsing, wajahnya sebenarnya cukup cantik, hidungnya mancung dan bibir bibir yang sexy. Betis betis kakinya yang besar dan panjang itu juga berbentuk indah. Tetapi selama hidupku aku tak pernah melihat Ibu Ning ini tampil berlebihan. Pergi ke Pemda dan Kabupaten aja Ibu Ning hanya berdandan biasa saja tanpa make up yang berlebihan.Namun tetap saja kelihatan ayu dan seksi karena memang dari asalnya juga sudah ayu.6263Please respect copyright.PENANAz5OhSYgDzr
6263Please respect copyright.PENANAIDybb5vTAk
6263Please respect copyright.PENANAovspseykhg
Setiap hari Ibu Ning ini bila tidak ada kegiatan Dharma Wanita di Pemda ya sibuk didapur memasak. Ibu Ning senang sekali bila aku menemaninya memasak didapur dan kami mengobrol soal apa saja, namun aku tidak bisa terlalu sering menemaninya karena aku sekolah. Aku bisa menemaninya memasak didapur bila aku libur atau membolos sekolah. Dan bicara soal membolos sekolah, aku selalu kompak dengan Dewi yang notabenne adalah anak Ibu Ning. Setiap kali membolos sekolah aku selalu sembunyi di rumahnya Dewi dan bila Ibu Ning bertanya kenapa aku pulang cepat maka aku selalu punya alasan yang tepat dan masuk akal agar tidak dicurigai.6263Please respect copyright.PENANAD6C5jD9C5A
6263Please respect copyright.PENANAf7ovA1u5cL
6263Please respect copyright.PENANAYvwYLqQpaF
Ibu Ning ini adalah seorang wanita yang polos dan baik hati karena setiap kali aku mampir saat membolos sekolah, maka aku tak pernah kelaparan karena selalu saja tersedia makanan dan minuman yang membuatku betah berlama-lama ngobrol dengan Ibu Ning. Namun demikian yang membuat mataku suka jelalatan adalah sikap Ibu Ning ini kalau duduk suka sembarangan dan inilah yang membuat aku jadi bernafsu padanya. Suatu hari aku meIihat Ibu Ning memakai baju daster yang bertali simpul dibahunya, sehingga bahunya agak terbuka dan akibatnya tali bra nya yang warna hitam itu kelihatan bahkan karena kain daster yang tipis itu maka buahdadanya yang putih montok dan besar itu tercetak makin jelas dan terlihat nyata.6263Please respect copyright.PENANAHd2W8EefqO
6263Please respect copyright.PENANAUMuvz1wGcz
6263Please respect copyright.PENANAscWGufXoyf
Aku tak tahan melihat semua ini jantungku pun berdetak tak karuan, sementara itu Ibu Ningpun cuek saja sebab sibuk dengan pekerjaannya. Kebetulan saat itu tak ada siapa siapa didapur selain aku dan Ibu Ning ini. Beberapa butir air keringat mengalir di wajahnya yang ayu itu. Lehernya yang kuning jenjang nampak mengkilat oleh keringatnya. Pemandangan ini yang membangkitkan nafsu birahiku.Aku terus asyiik memandangi Ibu Ning asyiik menyiapkan bumbu-bumbu untuk memasak, namun mataku terus mencuri-curi pandang ke arah lekukan buahdadanya yang putih montok dan besar itu nampak bergoyang-goyang seirama gerakan tangan dan tubuhnya.6263Please respect copyright.PENANAoOqH1wWirk
6263Please respect copyright.PENANAb5TloJqdaZ
6263Please respect copyright.PENANAAZkIj5ghfc
Tiba tiba telefon berbunyi dan Ibu Ning menyuruhku untuk angkat telefon. Ternyata telefon dari Pak Achmad suaminya yang sengaja menelpon dari kantornya, mau bicara dengan sang istri. Lalu dengan langkah gemulai Ibu Ning datang mendekatiku dan mengambil alih gagang telefon itu sambil berdiri disampingku dekat sekali hingga buahdadanya yang sedikit terbuka itu bisa aku lihat begitu jelasnya. Kulit tubuhnya masih mulus putih padahal usianya sudah empat puluh tahun.6263Please respect copyright.PENANA6L1qEM4Xc6
6263Please respect copyright.PENANAbso3OU8Tvg
6263Please respect copyright.PENANAclyjuHhW1U
Aku tak dapat menahan gelora dalam hatiku lagi. Saat Ibu Ning berbicara dengan suaminya ditelefon maka tanganku segera beraksi mengusap pelan bagian buahdadanya yang nampak itu dan kuremas remas pelan. Aku merasa nikmat sekali bisa menyentuh kulit yang putih itu. Ibu Ning hanya menatapku tapi tak bereaksi apa apa dan kembali melanjutkan pembicaraan ditelepon dengan Pak Achmad suaminya.6263Please respect copyright.PENANA1vUgrgRjyZ
6263Please respect copyright.PENANAo4oXFFyjec
6263Please respect copyright.PENANAGymfYDNAwq
Selesai menutup telepon Ibu Ning kembali melanjutkan menguleg bumbu dan mempersiapkan sayuran untuk ditumis. Sambil menghapus keringat yang mengalir di keningnya dengan tangan kanannya, Bu Ning menghela napas “heehhhh……. Uuhhhh….. “6263Please respect copyright.PENANAns2cZ98Vjr
6263Please respect copyright.PENANA6BDrQjnZ2K
6263Please respect copyright.PENANA5XM71HSM8u
“Kenapa Bu….?” Tanyaku memastikan6263Please respect copyright.PENANA9rrC4jiuQt
6263Please respect copyright.PENANAolGlAWS847
6263Please respect copyright.PENANAuQIu6sqhiQ
“Panassss…… Donnn….” Kata Ibu Ning sambil memandangku……….6263Please respect copyright.PENANApcw2Ag7yKH
6263Please respect copyright.PENANA4Y9DfM4LTW
6263Please respect copyright.PENANA0aVPdfQaCl
Aku kembali mendekati Ibu Ning dan tanganku kembali menyusup masuk baju dasternya lewat celah lengan yang terbuka itu terus memegang buahdada yang putih montok dan besar itu dan meremas dengan gemas.6263Please respect copyright.PENANAHTjyXghaDN
6263Please respect copyright.PENANA8h72VhJyWG
6263Please respect copyright.PENANA5WHXbLDjXg
Ibu Ning kaget dengan sikapku yang berani itu.6263Please respect copyright.PENANAhqRTLWfhFG
6263Please respect copyright.PENANAtcH00FMZc4
6263Please respect copyright.PENANAz1tOjTEtw5
"Doni kenapa kamu itu…?"……….”Kenapa kamu meremas susu ibu..?” Ibu Ning bertanya dengan menahan marah karena sikapku yang kurangajar padanya.6263Please respect copyright.PENANAhum9qVxmW8
6263Please respect copyright.PENANAx76ePJDnU7
6263Please respect copyright.PENANANd3S23Mge9
"Maaaafff….Ibu Ning…..!” ….. aku hanya terdiam menunduk……. Tak berani melanjutkan kata-kataku…6263Please respect copyright.PENANAXYdPzMbbZq
6263Please respect copyright.PENANA67gVuEBiDa
6263Please respect copyright.PENANAwnZAnDXfYD
“Ada apa Doniiii….!!!!.” …. Tanya Ibu Ning dengan nada keras yang membuatku makin terdiam membisu karena ketakutan…6263Please respect copyright.PENANA5uYQD2w7Hm
6263Please respect copyright.PENANABfzbjI3VYo
6263Please respect copyright.PENANAJPX77ie4s9
“Doniiiii……..kenapa kamu seperti itu…jawab pertanyaan Ibu, bukannya malah diam membisu seperti itu….” Kata Ibu Ning.6263Please respect copyright.PENANAZ6hSRyIlUv
6263Please respect copyright.PENANAWCmtHPCiv0
6263Please respect copyright.PENANAk5XRbZTulx
Mungkin karena melihatku makin ketakutan, Ibu Ning timbul juga rasa kasihan dalam dirinya sebagai seorang wanita dan juga seorang ibu. Maka untuk mencairkan suasana yang kaku, Ibu Ning mendekatiku dan meremas tanganku.6263Please respect copyright.PENANATDZ4b5Wk3A
6263Please respect copyright.PENANAtjfUyotT8P
6263Please respect copyright.PENANAd1njtvdNTi
“Doniii…. Kamu sadar gak kalau perbuatan kamu itu salah….?” Kata Ibu Ning lembut sambil membelai kepalaku. “Kamu belum saatnya melakukan hal seperti itu ya…ingat kamu masih sekolah kelas tiga SMA” ……..”Dan sebaiknya kamu konsentrasi dulu pada pelajaran disekolah ya”…. Ibu Ning menasehatiku.6263Please respect copyright.PENANACliqLY4k3a
6263Please respect copyright.PENANAconVQ5NLoO
6263Please respect copyright.PENANAKapTKQWpuA
Aku terdiam membisu dan memandang wajahnya yang ayu dengan mata berkaca-kaca……. Bibirku bergetar menahan kata-kata……6263Please respect copyright.PENANAlbwvBVbEFc
6263Please respect copyright.PENANACVplwNJVSe
6263Please respect copyright.PENANA70SY2ui7TW
“Ada apa Donii……???” …..tanya Ibu Ning lembut sambil kembali membelai rambutku. “Katakan saja Ibu gak akan marah koq….. asal kamu mau jujur…” kata Ibu Ning menenteramkan hatiku.6263Please respect copyright.PENANAEt6Ap0mghN
6263Please respect copyright.PENANA58B9jirCxN
6263Please respect copyright.PENANAomS8b1OWH0
Dan dengan segenap keberanianku….akhirnya kata-kata itu terucap juga dari mulutku. “Maaf Bu Ning…… saya…. Sayaaa jatuh cinta pada Ibu Ning….. “ kataku lirih sambil menunduk karena takut akan apa yang mungkin akan terjadi, bisa saja Bu Ning marah dan menampar wajahku atau malah mengusirku dari dalam rumahnya.6263Please respect copyright.PENANAk9gBoSET5T
6263Please respect copyright.PENANAxrpcUzUGzp
6263Please respect copyright.PENANATkOI5stEqo
Tiba-tiba Ibu Ning memelukku dengan erat kemudian kedua tangannya mengangkat wajahku dan wajahnya yang ayu menatapku dengan lembut sambil tersenyum. Wajah Bu Ning hanya berjarak 5 centi dariku sehingga hembusan nafasnya yang harum dan hangat menerpa pipiku. “Doniii….. Doniiii….. sejak kapan kamu jatuh cinta pada Ibu…?” Tanya Ibu Ning lembut.6263Please respect copyright.PENANAlrxt9mQUUR
6263Please respect copyright.PENANAHabDZHInId
6263Please respect copyright.PENANArwGBQbvaOu
“Sejak pertama kali melihat Ibu Ning pindah kemari….” Kataku polos.6263Please respect copyright.PENANATUnM7xCgdO
6263Please respect copyright.PENANAxeznm6oeJq
6263Please respect copyright.PENANAkylVnP861I
“Apa yang membuat Doni jatuh cinta pada Ibu..?” Tanya Ibu Ning sambil tersenyum manis sekali…. Melihat Ibu Ning tak lagi marah maka aku makin berani untuk membuka perasaan yang ada pada diriku. “Sungguhh… Ibu Ning tak akan marah klo aku jujur mengatakannya….?” Aku memandang wajah Ibu Ning yang ayu dengan penuh harap…..6263Please respect copyright.PENANAiGMdRUIVHm
6263Please respect copyright.PENANANOa1ACAbQe
6263Please respect copyright.PENANA0kdmVk7F3w
“Ayooo katakan saja Donii….Ibu malah……. Senang koq….” Ibu Ning makin menggodaku6263Please respect copyright.PENANABqR2Q5W3oV
6263Please respect copyright.PENANAp1y5V8nn0R
6263Please respect copyright.PENANA17th8VeE7n
“Ibu Ning sangat seksi dan menggg….menggairahkan……” Aku hanya diam memandang ekpresi wajah Ibu Ning setelah mendengar pengakuanku……..6263Please respect copyright.PENANAUgjZCyxssu
6263Please respect copyright.PENANAo5m2OTgXZp
6263Please respect copyright.PENANA0no6IO2bRE
“Doniii….. Donii….. jadi perasaan itukah yang membuat kamu berani berbuat kurang ajar pada Ibu…??” Tanya Ibu Ning lembut sambil mengusap-usap pipiku.Aku tersenyum bahagia sekali karena sikap dan kelembutan Ibu Ning yang mau mengerti akan perasaan dan gelora dalam hatiku. Karena aku melihat ternyata dia gak marah, seketika timbul keberanianku untuk melakukan hal yang lebih jauh dari sekedar mengaguminya.6263Please respect copyright.PENANACycKYAqjjT
6263Please respect copyright.PENANAst3YJ5PJXT
6263Please respect copyright.PENANAPLOKN3QsHN
Aku pegang kedua tangan Ibu Ning dan dengan segera aku memeluk tubuhnya erat-erat, kutempelkan bibirku ketelinga kirinya dan dengan lirih kubisikan kata-kata cinta.6263Please respect copyright.PENANACcjltu6ECM
6263Please respect copyright.PENANACtuiYn1Sb7
6263Please respect copyright.PENANA52wHEujVXQ
“Ehhemmm……………… Ibu Ning, Doni sayang banget pada Ibu Ning….”6263Please respect copyright.PENANA7SIeY8E1FR
6263Please respect copyright.PENANAiPDqVVciKn
6263Please respect copyright.PENANAFYxhsgESMq
”Doni cinta banget pada Ibu Ning…..”….”Doni kagum pada Ibu Ning….” Kataku merayu ditelinganya. Ibu Ning Hanya diam membisu sambil mengelus-elus punggungku. Kulepaskan pelukanku padanya dan aku memandang wajahnya dengan mimik memelas dan penuh harap……..6263Please respect copyright.PENANAgi9wddiJoA
6263Please respect copyright.PENANA5UlCOEhL5u
6263Please respect copyright.PENANAa6uOvPnrbT
Lalu, ……… aku melihat seulas senyum terkembang diwajahnya. Ibu Ning mengangguk dan tersenyum penuh kelembutan “Ibu Ning juga sayang pada Doni…. “ katanya lirih. Aku memandangi wajahnya yang ayu, lembut dan keibuan. Dan tiba-tiba mengalir begitu saja….. aku mencium bibirnya dengan penuh gereget nafsu anak muda yang baru menemukan cinta. Gemuruh nafasku memenuhi rongga dalam mulutnya dan diapun membalas ciumanku. Ibu Ning sampai tersengal-sengal menahan nafas.6263Please respect copyright.PENANAQumeU17ZdL
6263Please respect copyright.PENANAlgTVMgOCQe
6263Please respect copyright.PENANAdQVSSc7k0y
“Doni…. Sudah ya…. Don…. nanti ada yang melihat kita bisa bahaya… “ kata Ibu Ning menyadarkanku sambil melepaskan pelukanku.6263Please respect copyright.PENANAHThHTIYsGR
6263Please respect copyright.PENANAM4pErE4yvO
6263Please respect copyright.PENANAdGLTgzcRm7
“Tapi Ibu Ning sayangkan pada Doni…” kataku penuh harap sambil memegang tangannya.6263Please respect copyright.PENANAzpSy97lrYh
6263Please respect copyright.PENANAWYDxCE9xT6
6263Please respect copyright.PENANACVfcko1g4b
“Iyaaa…… iyaaa… Ibu Ning juga sayang sama Doniii…..” kata Ibu Ning lembut dan tersenyum. Hari itu aku merasa sangat bahagia sekali karena Ibu Ning, tetanggaku yang ayu, putih dan seksi telah menerima perasaan cinta dan sayangku.6263Please respect copyright.PENANALLU6TiHDPf
6263Please respect copyright.PENANAZhpjtkYdb1
6263Please respect copyright.PENANA3CaDBWwIwm
Entah mengapa pada diri wanita tetanggaku yang telah berusia setengah baya ini kutemukan rasa cinta dan sayang yang begitu menggelora dalam dadaku. Siang itu kami lalui dengan kebahagian hingga Dewi pulang sekolah dan meminjamkan buku catatan yang harus aku fotocopy biar aku gak ketinggalan pelajaran karena membolos.6263Please respect copyright.PENANAFyuRn47dXw
6263Please respect copyright.PENANAnn8uwZGZJu
6263Please respect copyright.PENANAUtaCRBH7d1
Hari Minggu pagi ini aku sengaja mampir kerumah Dewi untuk mengajaknya jalan-jalan pagi sambil berolah raga di Alun-alun Kabupaten dan ternyata sambutannya sungguh tak terduga karena seluruh anggota keluarga Dewi ikut jalan-jalan pagi. Pak Achmad dengan kaos training kuning terlihat mencolok karena kontras dengan warna kulitnya yang hitam legam. Baru beberapa putaran telah membuat Pak Achmad kepayahan dan beristirahat dibawah pohon yang rindang.6263Please respect copyright.PENANAtTVQ7Y1lyN
6263Please respect copyright.PENANATQ2vDkFMii
6263Please respect copyright.PENANADG7d9dcffY
“Waahh…. Waahhh…. Husss…. !” …dengus nafas Pak Achmad…..6263Please respect copyright.PENANA2V8OKMlwWZ
6263Please respect copyright.PENANAmyk2RoPcf0
6263Please respect copyright.PENANAYLtGp4w7f3
“Aduuuuhh….. hehhhh….. capek banget Don, Bapak istirahat dulu ya…. Capek..” Kata Pak Achmad kepadaku sambil mengangkat tangan kanannya.6263Please respect copyright.PENANANJf3sftign
6263Please respect copyright.PENANACmkbQSVIM9
6263Please respect copyright.PENANAVnQdfgRzc1
“Pahh…. Wawan capek nih….. ikutan istirahat ya…” Kata Mas Wawan yang baru tiba setelah lari beberapa putaran. “Don, kamu masih kuat….??” Sambungnya.6263Please respect copyright.PENANAHu6bsMagBt
6263Please respect copyright.PENANAdHiRZY4qQk
6263Please respect copyright.PENANASlf8JztqbW
“Aku sih lumayan cape juga tapi….. ntar aja istirahatnya…” sahutku tersenyum.6263Please respect copyright.PENANA3jImewBvxd
6263Please respect copyright.PENANAQxNzt4hCao
6263Please respect copyright.PENANA4XRmyDkxWz
“Yah… udah sana lari lagi sambil jagain mama dan adik-adikku ya….” Kata Mas Wawan sambil mendorongku untuk segera lari lagi.6263Please respect copyright.PENANAoIehG4KLDB
6263Please respect copyright.PENANAR1FHZUtz2k
6263Please respect copyright.PENANAxWFBFDEezo
“Ok. Mas…. Siip dah…” kataku sambil lari menyusul Ibu Ning, Dewi, Mbak Anna dan Mbak Sintha. Setelah beberapa saat mengejar maka aku berhasil menjajari Ibu Ning. Dia tersenyum manis sambil memandangku penuh keteduhan. “Lhooo…koq Ibu Ning sendirian aja…mana yang lainnya…??” tanyaku pura-pura cemas.6263Please respect copyright.PENANAuBiQgvOhh5
6263Please respect copyright.PENANAkJmBvhtWYh
6263Please respect copyright.PENANAcNVV7X1yOO
“Gak…papa koq…. mereka udah lari jauh didepan…” kata Ibu Ning6263Please respect copyright.PENANABBpwudJueG
6263Please respect copyright.PENANAxTkDOjhXrf
6263Please respect copyright.PENANA7QmH8QDqwD
“Waduhhhh……. Gawat…. ??” kataku dengan mimik wajah cemas sambil memandang wajah Ibu Ning.6263Please respect copyright.PENANATENtwCQXq4
6263Please respect copyright.PENANALva5pntGAY
6263Please respect copyright.PENANAkgioWgqzzI
“kenapa Donnn…. “ Tanya Ibu Ning penuh kebingungan6263Please respect copyright.PENANAxA2XSHE0sU
6263Please respect copyright.PENANA4Sw90iiTrc
6263Please respect copyright.PENANAWYO5wn5H8D
Dengan muka serius aku menjawab “Wahhh…. bisa gawat nihhh…gimana jadinya klo ada orang jahat yang iseng menculik Mamanya, mereka pasti akan merasa kehilangan Ibunya yang cantik dan seksi ini…” Tapi biar gak ada yang berani menculik maka biarlah saya akan mengawal mama mereka yang ayu dan seksi ini…” kataku sambil tertawa lucu dan menjajari langkah Ibu Ning.6263Please respect copyright.PENANA2IVEmErgNq
6263Please respect copyright.PENANA8pCkcQzYm2
6263Please respect copyright.PENANAk1eJNTJI7C
Ibu Ning hanya tersenyum sambil terus berlari-lari kecil, tubuhnya yang seksi bergerak-gerak gemulai dan aku terus memandangi sepasang buahdadanya yang besar dan montok yang bergerak naik turun saat kakinya bergerak.6263Please respect copyright.PENANAzn61Cexbg7
6263Please respect copyright.PENANAxxgunscfjl
6263Please respect copyright.PENANA1nriyQMXXb
“Huusss….. huusss…… “ Kata Ibu Ning sambil mengibaskan tangan kirinya ke wajahku untuk mengalihkan pandangan mataku yang terarah ke buahdadanya yang montok, besar dan menggiurkan.6263Please respect copyright.PENANAB1LCQP6UYa
6263Please respect copyright.PENANArTbWkAIA6t
6263Please respect copyright.PENANA47Eywbkoo7
“Doonnni….. Doonnn….kamu kenapa sihhhh….koq aneh sekali ….????” Tanya Ibu Ning membuyarkan anganku. Ku pandang wajahnya yang ayu dan putih sambil tersenyum penuh sejuta arti.6263Please respect copyright.PENANAtQrcPMPQws
6263Please respect copyright.PENANA4r50U9Euoj
6263Please respect copyright.PENANAgGNxYhS3qV
“Ada apa Bu Ning…..?” Tanyaku sambil terus berlari-lari kecil6263Please respect copyright.PENANAMoryWQxe4m
6263Please respect copyright.PENANARNiafTOeOW
6263Please respect copyright.PENANACb0UYR0vYt
“Besok Senin kamu punya acara apa…” Tanya Ibu Ning sedikit lirih menghindari kecurigaan orang lain yang lalu lalang di sekitar kami.6263Please respect copyright.PENANAZgBIZEZNwb
6263Please respect copyright.PENANAX35tUQp6Lh
6263Please respect copyright.PENANABQ0vMj9AI8
“Besok …. Eeehh… entahlah Bu… “ Sahutku sekenanya6263Please respect copyright.PENANAVx4XFu6CJ6
6263Please respect copyright.PENANAYoLdnCiNaD
6263Please respect copyright.PENANAvTFpEIzRu7
Hari ini Senin 21 Maret, setelah mengikuti upacara bendera dan pelajaran pertama yang membosankan, aku segera minta ijin pulang dengan alasan sakit perut diare. Setelah memperoleh ijin pulang dari guru BP, aku mampir ke meja Dewi untuk pamit pulang.6263Please respect copyright.PENANAlgBoILhAWg
6263Please respect copyright.PENANANSDpFLbI4i
6263Please respect copyright.PENANAeI4nUwWPxp
“Wi, sorry ya aku pulang duluan ya, abis aku sakit perut nih…… daagg…!” kataku sambil terus melangkah keluar kelas.6263Please respect copyright.PENANAapNSuAv43T
6263Please respect copyright.PENANAJRQeNZPYYn
6263Please respect copyright.PENANAYp9JZocf9W
“OK, Bos !....” kata Dewi sambil tersenyum.6263Please respect copyright.PENANAwMSbmTVpJj
6263Please respect copyright.PENANA4gQCcj0dF1
6263Please respect copyright.PENANAuGb53oZx2w
Setelah naik angkot selama 25 menit aku melanjutkan dengan jalan kaki lewat jalan Gang Kancil 1, aku terus melangkah menuju rumahnya Pak Achmad tetanggaku lain Gang tapi masih satu RT.6263Please respect copyright.PENANAxow9bxGFFY
6263Please respect copyright.PENANA7JMU5Ky3X1
6263Please respect copyright.PENANAvH7dAVsGQU
Setelah membuka pintu pagar depan, aku tidak segera mengetuk pintu depan karena biasanya pintu depan selalu terkunci. Aku meneruskan langkah memutar menuju pintu dapur yang terletak di belakang. Yang terlihat sunyi sepi. Namun tak lama kemudian aku melihat tubuh Ibu Ning yang sedang berdiri membelakangiku didepan tempat cucian piring. Oohh… rupanya Ibu Ning sedang mencuci piring atau gelas nih. Tanpa menimbulkan suara aku membuka pintu yang hanya setengah berdiri.6263Please respect copyright.PENANAk09B6w9GN7
6263Please respect copyright.PENANAwrlgvoRKah
6263Please respect copyright.PENANAd1sgHZvBFd
Pelan-pelan aku melangkah mendekatinya kuamati tubuhnya yang kuning langsat karena saat itu Ibu Ning hanya mengenakan baju daster warna hijau kembang-kembang dan bertali simpul satu dipundaknya. Lengannya dan juga pantatnya terlihat berisi karena memang wanita seusia dia pasti akan terlihat sedikit gemuk dan Tiba-tiba aku ingin menggodanya. Aku berjingkat perlahan dan menutup kedua matanya dengan tanganku dari belakang. Ibu Ning kaget berusaha melepaskan kedua tanganku. Aku menahan tawa sambil tetap menutup kedua matanya. Tapi akhirnya Ibu Ning mengenaliku juga. Maka segera kukendorkan tanganku.6263Please respect copyright.PENANAZWOYPoZ4I2
6263Please respect copyright.PENANAK7NTE92zcZ
6263Please respect copyright.PENANATW9du3kqdi
"Donnii …… kamu bikin kaget Ibu saja akhh …..." Ucap Bu Ning sambil tetap membelakangiku dan menarik kedua tanganku kedepan dadanya. Ibu Ning bersandar didadaku. Kedua belah tanganku tepat mengenai buahdadanya yang kurasakan empuk dan besar itu. Gelora aneh mengalir didarahku. Sementara Bu Ning terus melanjutkan aktifitasnya mencuci gelas, aku justru memperhatikan bulu-bulu lembut dileher jenjangnya Rambutnya yang lurus sebahu saat itu tertarik keatas dan terjepit jepitan rambut, hingga leher bagus itu dapat kunikmati utuh. Aku berdesir. Kurasakan napasku mulai berat. Dengan bibirku akhirnya kukecup leher itu. Bu Ning merintih kegelian dan menghentikan kegiatan mencuci gelas lalu mencubit lenganku dengan genit. "Hiiiiihh ... Jangan Doonnnn …. Akhhhh ..... Ibu jadi merinding aahhh…" kata Ibu Ning. Sementara itu dekapan tanganku disusu dan dadanya makin kuat.6263Please respect copyright.PENANAlSLbgbUmcE
6263Please respect copyright.PENANAQdvW7KYvqU
6263Please respect copyright.PENANAfiZ4jPuBSo
Ketika kuperhatikan ternyata Ibu Ning tidak marah dan tetap tenang maka kuulangi lagi kecupan itu berulang-ulang. Bekas cukuran kumis dan janggutku membuatnya kegelian. Tapi kurasakan tangan Bu Ning perlahan mencengkram erat dikedua jariku dan dia diam saja. Aku makin bernapsu. Ciuman, kecupan dan hisapan bibirku makin menjadi-jadi ke leher dan telinganya. Ibu Ning mendesah-desah sambil memejamkan mata. Kepalanya bergerak-gerak mengikuti cumbuan bibirku. Matanya terpejam dan napasnya menggelora. Kucari bibirnya, karena susah maka kuputar tubuhnya menghadapku dan langsung kusambar dengan bibirku.6263Please respect copyright.PENANAaXxwgrPgkN
6263Please respect copyright.PENANAxQASJBSChm
6263Please respect copyright.PENANAJrFBQu3KU5
Kupeluk erat Bu Ning. Dia menggeliat membalas ganasnya permainan bibirku. Kedua tangannya memegangi bagian belakang kepalaku seolah takut aku melepaskan ciuman bibirku. Kuremas-remas buahdadanya dengan tangan kananku. Bu Ning melepaskan ciumannya lalu merintih-rintih dengan kepala terdongak kebelakang seolah memberikan lehernya untukku. Dengan ganas langsung kuciumi leher yang jenjang dan terbuka itu.6263Please respect copyright.PENANAjq9rqmMIZ0
6263Please respect copyright.PENANAVI1ZgiOTlq
6263Please respect copyright.PENANAmcTtEyo6bG
“Oohh…. Donnnii…….. ooohhh….” Rintih Ibu Ning menahan nafsu birahi.6263Please respect copyright.PENANAjedyFh01cq
6263Please respect copyright.PENANAPAXgAlaFjb
6263Please respect copyright.PENANAp0RZ7vmkWy
“Bu Ningggg …… eehhh…. Buahdada ini membuatku jadi bernafsu…” kataku dengan hati yang polos. Walau hatiku berdebar menahan gelora, tanganku masih saja menggerayangi dan meremas gemas buahdadanya yang montok dan besar itu. Tanganku segera menyelusup kedalam baju dasternya karena memang simpul tali dasternya telah berhasil aku lepaskan dari tadi. Jari tangan kananku menyelusup kedalam BHnya dan mengelus lembutnya buahdada seorang wanita setengah baya yang kini terkulai dalam pelukanku. Jari tanganku meremas-remas buahdada Ibu Ning yang besar dan montok itu, bahkan ketika sampai keputingnya dan memelintir-lintir puting itu, terasa kalau puting buahdada Ibu Ning telah menegang dan keras.6263Please respect copyright.PENANACI97kZLtsc
6263Please respect copyright.PENANA5M0lcc7oFZ
6263Please respect copyright.PENANAE6h1ks7ncr
"Oooohh … Donnnii … !" Ibu Ning mengeluh nikmat sambil memerem matanya dan menegakan badannya. Rupanya Ibu Ning juga merasa nikmat dengan permainan tanganku ini. Dan kuremas-remas terus buahdada yang masih kenyal dan besar itu. Ibu Ning semakin mengerang-erang. Kuraih kepalanya dan kucium bibirnya, walau aku sendiri masih bodoh dalam berciuman. Namun aku tetap pede cepat ku sambar bibirnya lagi. Ibu Ning tersandar dikursi makan menatapku nanar penuh gelora nafsu.6263Please respect copyright.PENANAU9Eo0otNAP
6263Please respect copyright.PENANAbCyiVvIses
6263Please respect copyright.PENANAl86H0bAK4f
Melihat Ibu Ning yang sudah terkapar karena nafsu birahi yang menggelora itu, membikin aku tambah nekad lagi. Kukeluarkan kedua buahdadanya itu dari dalam BHnya dan kuhisap kedua buah putingnya silih berganti. Ibu Ning semakin merintih dan mengerang dengan suara lirih tertahan sambil membuka kedua kakinya lebar-lebar yang menjuntai kelantai.6263Please respect copyright.PENANANLcjnxugam
6263Please respect copyright.PENANAoaQsOd0aTN
6263Please respect copyright.PENANAWFHnShbxjh
Tangan kiriku masuk kebalik baju dasternya terus menembus celana dalamnya dan mengusap-usap bibir *****nya. Jari tanganku menyelusup kedalam lubang *****nya dan mengocoknya keluar-masuk dengan perlahan-lahan dan kemudian berubah menjadi cepat dan semakin cepat seiring deru nafas Ibu Ning yang menderu-deru menuju puncak birahinya. Ibu Ning berteriak lirih dan *****ik tertahan, rupanya permainan jari-jariku telah membawa Ibu Ning mencapai klimaksnya.6263Please respect copyright.PENANAbHIl9HD17a
6263Please respect copyright.PENANAAmZbeTzKL3
6263Please respect copyright.PENANAFy9BAfJcKm
"Sudaahhh ….. suuuddaaah …....aaaachhhh …. !"6263Please respect copyright.PENANA7K1HkfBsJH
6263Please respect copyright.PENANAvULYQgswCq
6263Please respect copyright.PENANAwyOLC0apcB
“Ooohhhh …… Doonnniii …… ooohhh …….. aachhh ……!” rintih Ibu Ning dengan suara bergetar. Lalu ia bangun berdiri seperti marah padaku. Menatapku dengan mata terbelalak. Bibirnya gemetaran.6263Please respect copyright.PENANABDaxqBp9wq
6263Please respect copyright.PENANAYjZgFHhfuQ
6263Please respect copyright.PENANAu5PFtdYi5U
"Donnn………. Donniiiii ……!" Lalu Ibu Ning bangkit berdiri dan buru buru memasukan kembali kedua buahdadanya yang aku keluarkan tadi dan segera meninggalkan dapur yang juga jadi ruang makan itu. Kulihat Ibu Ning bergegas masuk ke kamar tidurnya dan menutup pintu.6263Please respect copyright.PENANAtPAkIr225G
6263Please respect copyright.PENANA8Ugm3JDIpU
6263Please respect copyright.PENANAbJF6K0WCsp
Aku cepat cepat kabur saja dari rumah itu. Malamnya ku datang ke rumah Ibu Ning lagi, dengan alasan mau ketemu sama Dewi. Kulihat Ibu Ning lagi diruang tamu duduk berpangku kaki sambil membaca tabloid wanita. Ibu Ning hanya menatapku sekilas dan tidak menjawab salamku. Mungkin Ibu Ning masih marah atas kekurang ajaranku tadi siang pikirku.6263Please respect copyright.PENANA4c8jja6JDV
arrow_back
GAIRAH IBU NINGSIH
more_vert
-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
GAIRAH IBU NINGSIH
Author:
hellocerita
ISSUE #1
LIKES 1
READS 6259
BOOKMARKS 11
campaign
Request update 0
Sponsor
Suggest Edits
Login with Facebook
or Sign up/Login to comment or bookmark! Ad
Click to load the next chapter
X
After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
X
Sponsor again
Click to login
Login first to show your name as a sponsor.
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
×
GAIRAH IBU NINGSIH
Fantasy
Fantasy
Fantasy
Last updated: Dec 11, 2025
Total word count: 7,948
Total reading time: 37 Minutes
Writer:
No tags yet.
Report this story
×
Write down what you like about the story
×
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
×
People Who Like This
x
Before You Publish
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penana’s Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.

