[Echoes of the Past: Bagian ketiga]
*
RAUNGAN yang terdengar samar-samar sebelumnya berubah menjadi sangat nyata sekali di samping telingaku.95Please respect copyright.PENANAFtFmdj9bzi
Udara berubah menjadi lebih menyesakkan, dingin malam yang mulai datang menggantung dengan kesuraman malam yang menyelimuti kami. Aroma tanah basah yang terinjak kaki-kaki ringan menguar di udara, bercampur dengan wangi daun dan aroma asing yang mengandung aura sihir. Kurasakan getaran samar itu mengalir, seperti aliran energi yang mengintai dari balik pepohonan—sihir liar yang mengudara, berdesir penuh peringatan.95Please respect copyright.PENANA7L8FmGbkhn
Si Gadis kalang kabut, sepatu boot-nya berulang kali menapak di genangan air, menciptakan suara cipratan yang makin mengundang perhatian. Kurasakan getaran sihir mengudara yang mengintai di balik pepohonan. Ada gemerisik gerakan kaki yang ringan meniti jalan yang penuh ranjau, mendesis penuh peringatan. Suara geraman binatang buas, dan lolongan panjang yang makin menyudutkan kami berdua.95Please respect copyright.PENANAUgHTkVqEER
Tanpa aba-aba, suara gemelutuk yang kudengar dari balik telapak tangan si Gadis muda membuatku sigap menggenggam kedua tangannya; memadamkan sisa-sisa panas dari sihir yang hendak keluar dari sana.95Please respect copyright.PENANAlpSzpCgKAp
"Terlalu dini untuk itu," Bisikku. Kurasakan tangannya yang panas mulai menghangat di telapak tanganku. "ada berapa dari mereka, menurutmu?"95Please respect copyright.PENANAwPnZsstC0t
"Lebih dari lima ... " Jawabnya, dengan suara rendah. Kudengar Rochena menelan salivanya. "atau mungkin sepuluh ... "95Please respect copyright.PENANAVkDesaiOHo
Meski tak bisa melihat di kegelapan, aku bisa merasakan tubuhnya menegang dan napasnya yang tertahan sesaat sebelum ia berkata dengan suara yang hampir berbisik. "Kita harus membunuh mereka."95Please respect copyright.PENANADIgvoMrEJD
"Mereka lebih peka terhadap sihir daripada suara atau penglihatan," aku tersenyum tipis, meskipun ku yakin ia tak bisa melihatnya. Kucoba untuk merasakan jalan yang berada di belakang kami berdua. "apa jalanan di belakang aman, menurutmu?"95Please respect copyright.PENANARJEEmQh75A
"…. Sepertinya," suaranya menjawab lirih hampir seperti embusan angin. "apa kita akan lari ke belakang?"95Please respect copyright.PENANApinBQ3Mbxw
"Naluriku bilang, amannya begitu," kurentangkan satu tanganku ke depan, merasakan sensasi yang lambat laun terasa menggelitik dan bersinar lebih terang. Kudengar jawaban hewan-hewan itu lebih mendesis panjang, merasakan energi yang mungkin sudah mereka sadari sebelumnya.95Please respect copyright.PENANAaymF1EXu00
"Lari saat aku menyeretmu bersama, jangan sampai lepas dari tanganku," telapak tanganku terasa berat, seperti menggenggam angin yang terasa panas dan menggelitik di saat bersamaan. Lalu, sebuah cahaya temaram mulai terlihat. "percayalah padaku, Rochena. Biarkan aku yang memandu kita. Aku tahu jalan tanpa perlu melihatnya."95Please respect copyright.PENANAD5W0n5Hte7
Ia terdiam sejenak, mungkin mencerna kata-kataku, atau mungkin lagi tengah berusaha memerangi rasa takut yang mencengkeram hatinya. Kurasakan jemarinya mengeratkan genggaman pada tanganku, tanda bahwa ia setuju.95Please respect copyright.PENANAMVXnF6jSoH
Aku menarik napas dalam-dalam, mengandalkan seluruh indraku.95Please respect copyright.PENANAJ0XJh9OOMK
Langkah kami mundur dengan sangat perlahan, terhitung hati-hati. Setiap gerakan terasa bagaikan pertempuran melawan waktu, sementara suara serigala magis semakin dekat, menghantui setiap napas yang kami ambil. Aku berharap arah yang kutuju benar, dan semoga, para serigala itu tak terlalu cepat mendekat.95Please respect copyright.PENANAJEmBm8wClp
Seperkian detik heningan malam yang luar biasa merekah, tergantikan dengan bunyi meletus dan sinar yang melesat keluar dari lingkaran rune sihir ku yang mulai terbentuk hitungan mili detik.95Please respect copyright.PENANAfKvSXstGSV
'BUMM!'95Please respect copyright.PENANAFz0CU5T2G5
Sebuah kilatan menyambar dengan pendaran spektrum kekuningan, membuat lolongan-lolongan lain sahut-menyahut di antara hempasan angin yang kuat. Ledakan dahsyat membuat tanah di sekitar kami bergetar dan berterbangan. Tubuhku terseret lima kaki ke belakang, tidak tahu apa yang terjadi. Kepulan asap membawa tanah-tanah kecil yang jatuh seperti air hujan, menghantam siapapun yang berada di bawahnya. Pepohonan, tumbuhan, dan bunga terkubur oleh tanah. Kukeluarkan sihir pelindung di atas tubuh kami berdua, sembari mengambil ancang-ancang dan menggenggam kuat-kuat tangan si Gadis muda.95Please respect copyright.PENANAX2Cz9X8Ry3
"Ramuan Asap!" aku berseru tepat di samping telinganya. "ramuan Asap! Cepat pecahkan sekarang!"95Please respect copyright.PENANAIIoZdDAb7h
Panik, Rochena meregangkan tangannya, sinar putih yang meliuk-liuk dengan pendaran cahaya di telapak tangannya kian menjelma sebotol air dengan cairan kekuningan.95Please respect copyright.PENANA0w9TNj1SFx
'PRANGG!!', dibantingnya botol kaca itu dengan jarak yang jauh, yang seharusnya membuat kabut-kabut tebal menyembul dan menutupi sejauh mata memandang. Kami sama-sama mengamankan lubang hidung dari kepulan asap, sembari berlari tergopoh-gopoh meninggalkan koloni serigala yang meraung-raung di belakang.95Please respect copyright.PENANAE14Kh1n41q
Rochena mengikuti langkahku dengan baik, sama sekali tanpa protes, walau berkali-kali kudapati tatapannya menghadap ke belakang dengan deru nafas yang kian memburu, meninggalkan langkah kaki yang menghentak ringan dengan sedikit gemetar. Tangannya yang dingin mulai sedikit basah karena keringat.95Please respect copyright.PENANACvmzCxYtpd
Kami bertiga (dengan si Kucing besar, maksudku) berakhir berlari-lari sendiri seperti tanpa tujuan, asal berjalan di tanah gembur dan setapak di hutan. Seperkian menit, saat kukira kami sepenuhnya bebas, sebuah langkah kaki yang kencang terdengar, terseret di atas rumput-rumput panjang hutan yang berubah menjadi mencekam. Lolongan serigala yang kuat terdengar di belakang, bersamaan dengan terciumnya bau anyir menyengat yang kian menusuk di hidungku tiap detik.95Please respect copyright.PENANAlo5amz4L9B
"Kita tidak akan selamat dengan mudah!" Teriakku. "kecepatan kaki kita tidak akan mengungguli mereka, dan ada jurang di depan!"95Please respect copyright.PENANAFMzdAT9uSS
"Jurang?!" Pekiknya, sembari tersengal-sengal rakus menghirup udara. Telapak tangannya kian mendingin menjelma udara malam. "tapi ada gambar jembatan di peta … "95Please respect copyright.PENANArBKb57g2zG
" … Belasan tahun lalu," Balasku. "Ingat orang yang memberikan petanya padaku? Dia juga yang menggambar peta itu. Harusnya, puing-puing jembatan batu itu sudah jatuh ke bawah … atau, paling beruntung cuma sudah mengeropos."95Please respect copyright.PENANAxGDbsMaCY2
"Dan anda tetap memaksa untuk mencari harta karun itu walau sudah tahu faktanya?!"95Please respect copyright.PENANA7KWqhbOSWL
Suara langkah kaki berisik yang menghantam tanah terus-menerus terdengar semakin mendekat kian detik.95Please respect copyright.PENANAYXGgFf5iSi
Kutahan lidahku sebentar untuk menampik kata-katanya barusan. "Pokoknya, entah bagaimana caranya kau harus membunuh mereka sebelum kita sampai di ujung, lalu aku akan—"95Please respect copyright.PENANAMjvgkyf0dX
"Aku, sendirian?!"95Please respect copyright.PENANAygpITKzT29
Belum usai mendengar omelan remaja belasan tahun, ledakan kembali terdengar setelah tanganku terulur, yang seharusnya mengeluarkan cahaya putih dan lingkaran sihir hijau yang menyala.95Please respect copyright.PENANArYDMQoAhf7
'BUMM!', suara memekak telinga kembali terdengar, bersamaan dengan meledaknya angin dingin yang mengguncang pepohonan. Kurasakan hangat pendaran sihir berwarna hijau terang berterbangan seperti di sapu oleh angin, yang kembali berdesir dingin setelah atmosfer berubah menjadi lebih mencekam.95Please respect copyright.PENANATwdSXf8xnK
"Jurangnya sudah ada di depan!" Teriakku padanya, mencoba mencari mata milik Rochena yang, entah sulit kuterawang tengah menilik ke arah mana. "aku akan pasang lagi batu-batuan yang jatuh ke dasar itu di depan untuk kita—Yvaine akan membantumu melawan hewan-hewan itu!"95Please respect copyright.PENANAr9vIyo5ETF
"Apakah Nyonya bercanda?!" ia memekik. "lebih-lebih jurang di depan sangat panjang! Lebih baik kita memanggil sapu yang ada di pondok!"95Please respect copyright.PENANAG7XV3r2W4N
"Sudahku bilang itu buang-buang waktu dan ener—"95Please respect copyright.PENANAePqoYyh2wV
Geraman kuat dan suara langkah berat dari balik kabut-kabut tipis terdengar kembali. Si Gadis muda dengan inisiatif langsung mengangkat tangannya—meskipun napasnya terdengar terengah-engah parau dan putus-putus.95Please respect copyright.PENANARXV3OGFYU8
"Kau tahu apa yang harus dilakukan, Rochena!"95Please respect copyright.PENANA49dks7YrUc
Ledakan kembali terdengar, lalu terdengar lagi tanpa henti. Kilat-kilatan energi yang meletus dari sihir si Gadis seperti sedikit menyetrum kulitku, memberitahu bahwa gadis itu bertarung dengan sungguh-sungguh. Suara geraman yang kuat, dan raungan Yvaine yang tercampur-aduk menjadi satu membuat keadaan di depan terdengar sangat runyam.95Please respect copyright.PENANAdqzJhnMLfu
Aku berlari sedikit ke arah depan, berusaha tidak meninggalkan suara berisik yang mungkin saja akan memancing para serigala untuk membuntutiku. Kurasakan aura dingin dan warna gelap di antara tanah yang masih menjagaku untuk menapak di tanah dan sebuah tanah tanpa dasar—jurang Silverfall. Tampak dingin dan penuh keputusasaan, mengingat banyak korban yang sengaja dibuang di sini belasan tahun lalu. Batu-batuan yang menjadi rangka pondasi jembatan seharusnya sudah tertimbun di dasar, tanpa siapapun yang mau memperbaikinya setelah ada julukan 'keramat' yang tersemat di hutan ini.95Please respect copyright.PENANAHsRntEZcXc
Ah, andai jika Renesa masih hidup, pasti dialah yang akan memperbaikinya seperti dulu.95Please respect copyright.PENANAvYeoyuGEqz
Ku rentangkan tanganku ke depan, merasakan jemari yang lagi-lagi tergelitiki pendaran cahaya putih bersih, dan lingkaran sihir yang sudah terasa terbentuk sempurna dengan ukuran lebih besar di depanku. Kesiur angin kembali datang membelai rambutku hingga tersimbak ke belakang, bersamaan dengan debu-debu sihir yang terbang ke atas seperti menari di tengah langit malam, mencoba menggapai bulan dan bintang.95Please respect copyright.PENANAAPZyzFfwBC
Gemuruh yang terdengar dari dasar gelap jurang melolong-lolong diantara kesunyiannya, lengkap dengan getaran kecil di dekat area jurang, seperti memberitahu bahwa ia hendak memuntahkan sesuatu dari dasar perutnya.95Please respect copyright.PENANAs0Dlt2zwyZ
Suara batu-batuan yang saling bergesek dan bertumbuk terdengar di depanku.
95Please respect copyright.PENANABA93qnkuXW


