[Echoes of the Past: Bagian kedua]
*
BEGITU aku bercerita; tentang sebuah peta dan harta karun, semangat perjalanannya jadi menghilang terpental entah kemana.146Please respect copyright.PENANAgucqUyr5ut
Gadis muda itu mengeluarkan decakan secara terang-terangan padaku, punggungnya leyeh-leyeh menyeret pergelangan kakinya hingga suara langkahnya terdengar berisik sekali di antara dedaunan yang gugur. Ia berjalan dengan setengah hati, sesekali menghindari tatapan Yvaine, lalu sesekali kurasakan ia melirik dengan tatapan aneh ke arahku-lalu menyisir pemandangan hutan, lagi.146Please respect copyright.PENANA5MT09Ugh6w
"Aku baru tahu Nyonya percaya dengan takhayul seperti itu."146Please respect copyright.PENANA2xPHzgP7B2
"Ini bukan takhayul," aku tersenyum padanya. "percayalah padaku. Seseorang memberikan ini dan berkata kalau ada harta istimewa yang terkubur di dalam tanah."146Please respect copyright.PENANAJb77mJqN9i
Kami berjalan bersisian mengikuti jalan setapak di hutan. Udara di sekitar kami terasa sejuk dan segar, aromanya dipenuhi kelembaban dedaunan pagi yang baru saja dilewati embun. Hembusan angin menyelinap melewati pepohonan, mengalir lembut di sekitarku, membelai rambut dan ujung jubahku dengan tenang.146Please respect copyright.PENANAp4lsYiyRK2
Di sela-sela perjalanan, tangan si Gadis menerima buntalan kertas yang kuberikan dengan setengah hati. Ia memegang masing-masing ujung kertas yang sudah di gulung-membuat suara kertasnya yang dibuka dengan agak kasar menyayat di telinga. Debu mengepul langsung di depan hidungku dan terbang bersama angin-selama itukah kertasnya mendekam di bawah kasurku?146Please respect copyright.PENANAcu8vH7PF3D
Rochena tertahan sebentar, sembari-sepertinya-meniti satu-satu jalur peta yang entah akan membawa kami kemana di tengah Hutan Silverfall yang luas ini. Ia berdehem panjang, seperti seolah-olah mengerti dengan apa yang di gambar dalam peta itu.146Please respect copyright.PENANA4sBCeJUHwA
"Kapan seseorang memberikan ini pada Nyonya?"146Please respect copyright.PENANAt6a7r5Fh3p
"Jauh dahulu kala," Jawabku. "yang pasti, aku yakin hutan ini tidak pernah berubah."146Please respect copyright.PENANAkaBvuCGtuI
"Kalau tebakanku tepat, kita bisa sampai ke sana malam nanti ... " kepalanya mengadah ke langit, seperti memeriksa angkasa yang mungkin tengah menguning. Pasalnya, semilir angin bertiupan dengan lembut seperti suasana senja. "kalau sampai pulang, pasti bisa memakan waktu sampai tengah malam nanti."146Please respect copyright.PENANAvXro9VwviJ
" ... Kalau begitu, mungkin kita bisa sampai rumah saat pagi buta," Simpulku. "Silverfall punya hewan-hewan magis yang menjadi agak tidak terkendali semenjak beberapa tahun lalu. Aku yakin kita pasti akan bertemu setidaknya satu nanti. Belum-belum ada rumor yang bilang koloni Siren menetap di sini."146Please respect copyright.PENANABtDdYDvB6R
"Siren?" ia membeo. "aku tidak menemukan danau atau tempat air lain selama perjalanan ke pondok."146Please respect copyright.PENANAHzFsHtWogg
Langkahnya melambat, menyamai milikku yang berada tiga langkah di belakang tubuh si gadis sebelumya. "Mereka juga sudah berdamai dan hidup di laut semenjak-"146Please respect copyright.PENANA3J1IxSBkl3
"Maksudmu Siren yang berada di luar, 'kan?" Aku memotongnya. "masalahnya tidak semua orang menerima percampuran ras secara mendadak dan tiba-tiba begini, apalagi yang tidak ada di pusat kota dan tidak tahu bagaimana ceritanya."146Please respect copyright.PENANAL8zBQ15X58
"Aku baru tahu soal itu ... " suaranya melemah. "apa terkadang hewan-hewan menyerang pondok anda?"146Please respect copyright.PENANAiLYjfgiMPA
"Tidak, aku menyelimuti rumahku dengan barier sihir yang tidak bisa ditembus para hewan-hewan kecuali Yvaine," kugapai lagi puncak kepala kucing itu. Ia mendengkur dengan nyaman, keempat kakinya berjalan dengan lincah, menjilati bagian-bagian tubuhnya-sebuah rutinitas yang tidak boleh ia lewatkan tiap hari. "Tapi terkadang suara burung-burung pemangsa berkoak dengan sangat berisik di malam hari."146Please respect copyright.PENANAoCUjnCaTlF
Rochena terdiam sebentar, sepertinya memandangku dengan tatapan yang entah bagaimana sulit sekali untuk ku terawang.146Please respect copyright.PENANAJ59HNPTvPX
"Nyonya punya tekat kuat sekali, ya, untuk bertahan hidup di sini," ia terkekeh perlahan, entah itu terdengar seperti pujian atau ejekan-sarkasme anak berumur tujuh belas tahun pada wanita yang sudah berkepala tiga-memalukan sekali.146Please respect copyright.PENANAMXGqieWifh
"Tapi bukankah ini indah?" Balasku-membela diri. Kuangkat tangan kananku sedikit untuk menggapai dedaunan yang gugur tertiup angin sore. "Pepohonan rindang yang bergoyang tiap ditiup oleh angin-angin, dan suaranya yang sangat harmoni. Itu sudah bisa lebih dari melipur hatiku."146Please respect copyright.PENANAV71SdsMcjw
"Yaah ... anda benar," si Gadis mengadahkan lagi kepalanya ke atas. "awan berarak dengan perlahan dan daun-daunan mulai menguning seperti musim gugur di sepanjang tahun. Aku bisa lihat ada semak-semak berbunga ungu yang berjejer di samping jalan setapak sedaritadi."146Please respect copyright.PENANAGJw8Riyo0Q
"Itu ... Bunga Bakung Bulan-kau harus lihat saat malam nanti," Jawabku. "Kelopaknya akan bersinar saat gelap. Dulu Renesa suka sekali mencampurkan bunga ini dengan resep aneh-aneh miliknya sampai menjadi ramuan semacam ... antiseptik."146Please respect copyright.PENANAgmcwHFf2mq
"Anda sungguh-sungguh?"146Please respect copyright.PENANAsVd5wLoxUh
Kuulas senyumku kearahnya perlahan, "Memangnya kapan aku bercanda?"146Please respect copyright.PENANAulrvCiqWLG
Gemerisik sepatu boot kulitnya berjalan menjauhiku-berdalih mendekat pada semak-semak di pinggir jalan setapak yang dipenuhi dedaunan hijau lebat. Ada sentakan halus di udara ketika langkahnya terhenti sesaat. Suara napasnya yang nyaris tak teratur terdengar tadi, berubah berangsur tenang, membaur dengan deru angin lembut yang sesekali menggoyangkan dedaunan di sekitar kami. Aku menahan langkah kakiku sejenak, memberi jarak di antara kami; membiarkan tubuhku menikmati kehadiran si Gadis muda, meskipun hanya dalam keheningan.146Please respect copyright.PENANAN2tlHPluZu
Mungkin saat ini ia tengah berjongkok, membungkuk sedikit, wajahnya mendekat pada bunga liar berwarna ungu dengan kelopak kecil-kecil yang terselip di antara rerumputan.146Please respect copyright.PENANAEmxP8toNHN
Kudengar suara samar bulu penanya bergesekan di atas permukaan buku, setiap tarikan tinta seolah membentuk irama halus yang mengisi udara di sekitar kami. Rochena dan jari-jemarinya menulis dengan kecekatan penulis yang sudah terbiasa. Sesekali ia tampak terhenti, merenung sejenak dengan ujung pena yang terangkat di udara, seolah-olah pikirannya melalang buana ke tempat lain. Kubisa dengar sebuah bisikan darinya mengalun perlahan, membentuk kata-kata yang hampir tidak terdengar-mungkin tengah berbincang rahasia dengan dirinya dan sang Bunga.146Please respect copyright.PENANACue9X2R2X7
"Kau akan bertemu banyak bunga seperti itu nanti," kubenahi posisi topi kerucutku, sembari memegangi kalung yang melingkar di leher Yvaine. "Kita harus cepat sebelum ditemukan para hewan di sini."146Please respect copyright.PENANAppjfPKvnH4
"Tunggu-" ia malah membenarkan posisi duduknya jadi makin nyaman. Rochena menggeser kakinya, semakin fokus. Bau tipis rumput segar dan tanah lembab tercium bersamaan dengan aroma tinta miliknya.146Please respect copyright.PENANAw18FHWwfS8
Dalam hiruk-pikuk yang sunyi itu, kubayangkan seorang gadis yang menunduk dengan penuh hati-hati-mungkin masih fokus pada tanaman di bawahnya. Terdengar seperti gadis yang pernah ku kenal; dengan segala kompleksitas tersembunyi di balik tatapan tajam dan dedikasi kuat.146Please respect copyright.PENANAuDjUtmeQ9T
Ia hanyut, dalam pikirannya sendiri-sebuah momen yang kembali memelanting pikiranku jauh ke masa lalu lagi.146Please respect copyright.PENANAFViZMpWTNi
Lalu disela-sela ketenangan ini, suara lembut pena bulunya berlawanan dengan gemerisik kecil yang terdengar dari semak-semak.146Please respect copyright.PENANAdt1MbAWJia
Rochena berhenti menulis di bukunya-tampak menyadari kondisi. Bunyi ini terdengar halus, namun berbeda. Terdengar janggal, bukan bunyi daun kering yang tertiup angin ataupun ranting kering yang patah.146Please respect copyright.PENANAZ8rt0vwOcJ
Sesuatu mendekat ke arah kami.146Please respect copyright.PENANAUBWNxg3zsF
Yvaine menegang-dengan tubuh kucing besarnya, ia menaikkan punggungnya. Geraman rendah berubah menjadi panjang dan terdengar mengintimidasi. Cakar-cakar tajam miliknya keluar, sebagai tanda ada sesuatu yang tak beres di depan kami.146Please respect copyright.PENANASN4ISIpykL
Rochena berdiri, meregangkan kedua sendi lututnya. "Anda menyadarinya?"146Please respect copyright.PENANAAfUiqzTnFB
Aku mengangguk tipis dengan tenang.146Please respect copyright.PENANADUO1tjhk8S
"Ada hewan-hewan buas di balik semak-semak itu-tampaknya mereka membawa koloni mereka."
146Please respect copyright.PENANAOHYt3iEpaa


