"In the darkness, i've learned to see not with my eyes, but with my heart."155Please respect copyright.PENANA0pGfGgT9P0
155Please respect copyright.PENANASj6bLJdgRy
155Please respect copyright.PENANA2YFOmrk0To
155Please respect copyright.PENANAx42z5u78BW
155Please respect copyright.PENANANMO1TQVUxq
.155Please respect copyright.PENANACgyyKGqzvI
155Please respect copyright.PENANA0flOJ3MLbr
.155Please respect copyright.PENANAQucFxuzEVj
155Please respect copyright.PENANAo9WFfWGWaY
155Please respect copyright.PENANAuQ7ZGI0PfX
155Please respect copyright.PENANA0ri1KpuWgE
155Please respect copyright.PENANAFk7bH4oEJH
.155Please respect copyright.PENANAKn1D8zcpKB
155Please respect copyright.PENANAOf6XAdvY3v
155Please respect copyright.PENANAO3clWKZfEE
155Please respect copyright.PENANA79TVgKIwKH
155Please respect copyright.PENANAnbWIlUfO7e
.155Please respect copyright.PENANAvj7pdDz58u
155Please respect copyright.PENANAs3nJGwjpXj
155Please respect copyright.PENANA57nnu0qkb4
155Please respect copyright.PENANAya14yki88X
155Please respect copyright.PENANAGTb83gFALV
.155Please respect copyright.PENANA3G3KCl04OY
155Please respect copyright.PENANAscWOGcj8DX
155Please respect copyright.PENANA2DHsgugGcR
155Please respect copyright.PENANADozM9tKu0M
155Please respect copyright.PENANAzgVLtOxxzb
"Di dalam pedalaman hutan Silverfall, bersembunyi sebuah harta karun yang tenggelam di bawah danau sebuah gua."155Please respect copyright.PENANAuxqXwHHQYq
155Please respect copyright.PENANAK0I3pO5xUc
155Please respect copyright.PENANAEtIfmzW6bA
155Please respect copyright.PENANAooHIlvZsND
155Please respect copyright.PENANA7gIqNhi8BD
[Echoes of the Past: Bagian pertama]155Please respect copyright.PENANAgNWOB4srgF
155Please respect copyright.PENANAK61YO2sSnJ
155Please respect copyright.PENANAi9HQIxOEVw
155Please respect copyright.PENANACRxLwnqv8z
***
155Please respect copyright.PENANA5bukrsLpVB
ANGIN selalu datang lebih cepat daripada asal suaranya.155Please respect copyright.PENANAe4ka5LXaf0
Aku bisa merasakan dinginnya di kulitku sebelum dedaunan mulai berbisik di antara dahan-dahan pohon, juga lonceng angin di bawah atap rumahku yang berbunyi lembut, dan bambu yang bergoyang harmoni. Embusan angin kian kencang, dingin dan lembab menyapu gulma panjang yang terbuka. Kicauan burung, Yvaine yang mengeong, gemerisik suara tapak sepatu yang bersinggungan dengan dedaunan gugur menyapa telingaku bahkan sebelum kuyakini menampak wujudnya.155Please respect copyright.PENANAo5ixpQVrZG
Langkah itu—langkahnya meniti perlahan, sesekali berhenti untuk memastikan sesuatu; sebuah langkah yang meragu.155Please respect copyright.PENANAzDi31iNPpL
Yvaine turun dari pangkuanku, keempat kakinya melangkah ke depan karena sepertinya baru saja ia lihat orang asing di depan rumah kami. Kucing besar itu menggeram, mendekam rendah di antara alang-alang. Kurasakan bulu-bulunya naik dan geramannya berubah menjadi tinggi dan memanjang. Kuikuti arah pandang dari suara si pemilik tapak kaki, lalu beranjak berdiri dan menghampiri kedua makhluk di depanku yang saling berhadapan tidak enak.155Please respect copyright.PENANAfX5NhHji1T
Sebuah getaran sihir mengudara dan meliuk-liuk di sekitarnya dengan tinggi dan hawa yang hangat, aura yang tidak pernah berubah dan persis seperti belasan tahun yang lalu.155Please respect copyright.PENANApyiIxkSH3p
"Yvaine—kucing manis," kugapai puncak kepalanya sembari tersenyum, lalu ia mendengkur dengan lembut. "beri salam pada tamu kita."155Please respect copyright.PENANAbjHapYgEBO
155Please respect copyright.PENANAY1zivfYWQV
155Please respect copyright.PENANARXKgJYiGLU
155Please respect copyright.PENANALQYzYIHUKF
155Please respect copyright.PENANA9PbpIa8LGz
*155Please respect copyright.PENANAEK4Tx4VIiZ
155Please respect copyright.PENANAc9RuEVvZpv
155Please respect copyright.PENANAp7e7KiwHdb
155Please respect copyright.PENANAfYMGbqWN48
YVAINE menyalak, menarik-narik tali yang kupasang sementara di lehernya. Uap teh yang mengepul-epul di atas cangkir menjilati wajahku sembari menimang-nimang-sulit sekali mengingat-ingat masa lalu. Bukannya sedikit hal yang kuingat atau apa, tapi ada banyak potongan-potongan kecil memori yang sudah kulupakan saking banyaknya kejadian di masa lampau.155Please respect copyright.PENANAuica7bZiqV
"Bagaimana Ayahmu, Rochena?"155Please respect copyright.PENANAYUDlJbCVK3
"Lebih baik dari tahun lalu," tangannya menghampiri cangkir lengkap dengan piring kecil di bawahnya. "Tapi kondisinya masih memperihatinkan."155Please respect copyright.PENANAUZK0zGAI57
Aku hanya berdehem, sembari ku selonjor kedua kakiku. "Persekutuan Penyihir punya banyak perubahan semenjak penjajahan usai, ya."155Please respect copyright.PENANANsVH6Ay0wP
"Kami sudah menyebutnya 'Serikat Sihir' sekarang," Ucap gadis muda itu. "cangkupannya semakin melebar dan semua orang bisa masuk sebagai Ahli Sihir. Tingkatannya juga sudah dibagi menjadi rendah, menengah, dan tinggi."155Please respect copyright.PENANAMh42kk4jLP
Deting cangkirnya bertemu beberapa kali dengan piring sembari mengaduk-aduk isi teh. Gadis itu menyisir pandangannya ke segala ruangan, netranya beberapa kali memandangku seolah-olah tidak tahu saja kalau orang tua ini bisa mengetahui gelagatnya. Dia pasti juga merasakan banyak perubahan di dalam rumah ini.155Please respect copyright.PENANARXOBQ8AL4a
"Nyonya ... tidak bergabung sebagai Dewan?"155Please respect copyright.PENANAJRhAPIv9Pc
"Aku bahkan ragu bisa mencapai status itu," kuteguk tehku-rasa kecut, asam, dan manis yang bercampur-panasnya mengalir di dalam kerongkongan. Lalu tersenyum tipis padanya. "aku tidak sehebat Renesa. Walau kami selalu bersama-sama, dia dulunya gadis yang terlampau luar biasa."155Please respect copyright.PENANARgz02aLlor
"Anda juga punya kemampuan yang luar biasa," Kata gadis itu-walau sama sekali tak ku dengar nada menyanjung dan semangat di sana. "jika dibanding dengan para Dewan yang lain, Nyonya Seren punya kemampuan yang berada di rata-rata mereka."155Please respect copyright.PENANAM9aIYfXVUv
"Yaah ... " kumainkan cangkir tehku, sisa air dan ampas daun kelsey yang sengaja ku sisakan di dasar cangkir, lalu tersenyum lagi ke arah si gadis muda. "bilang pada para Dewan bahwa aku tidak akan tertarik sampai kapanpun. Habitat-ku ada di sini," Candaku.155Please respect copyright.PENANAfIWLsGEOrd
Kudengar suaranya yang terkekeh kecil-merdu seperti lonceng kecil. Sembari menaruh cangkirnya di atas meja, ia melirik ke arahku. "Anda memang selalu nyentrik, ya."155Please respect copyright.PENANAQ8JOn6Rudd
"Aku harap itu sebuah pujian."155Please respect copyright.PENANAz90CXC7nif
"Itu pujian yang sungguh-sungguh," Katanya lagi. "Para Dewan berkata mereka membutuhkan kekuatan Nyonya untuk menemukan artefak berharga yang hilang di daerah terpencil, atau menjinakkan makhluk-makhluk magis yang menganggu pedesaan. Kami butuh lebih banyak mentor dan pembimbing."155Please respect copyright.PENANAk87FSKq1V6
"Baru mendengarnya saja sudah membuatku pusing," Akuku. "Rochena hebat bisa bertahan di sana, ya."155Please respect copyright.PENANAIRAvk3BZLc
Gadis muda itu menjeda-untuk tersenyum, sepertinya. Deting suara lonceng angin di rumahku berbunyi kembali ditiup oleh angin, diikuti suara si kucing besar yang menguap dan menyerah untuk merayuku melepas tali di lehernya.155Please respect copyright.PENANAz7hyqHrznM
"Kurasa itu karena aku tidak punya pilihan lain selain bertahan," Ucap si Gadis, sembari kudengar mengaduk teh di cangkirnya perlahan. "lebih soal ... bayarannya."155Please respect copyright.PENANAjYMlI2lnRC
Kusenderkan tubuhku di kursi, terkekeh perlahan. "Aku baru dengar ada penyihir se-realistis itu."155Please respect copyright.PENANA7KMYoVwIR9
Rochena tersenyum tipis, meskipun ada deru napas lelah yang keluar dari hidungnya.155Please respect copyright.PENANALOT8Q1ABJh
"Selain itu ... " Lanjutnya, dengan kata-kata terpenggal untuk menyeruput secangkir teh. "kalau bukan aku yang bertahan, siapa lagi? Semua orang di sana sangat membosankan dan berpikir menjadi penyihir dalam Serikat adalah pekerjaan yang menyenangkan."155Please respect copyright.PENANAtKvmjoOZlP
Yvaine duduk, kepalanya turun di paha gadis itu. Kuturunkan cangkirku dari tangan menuju meja. "bukannya itu benar?"155Please respect copyright.PENANAaJRcPcK3Tl
"Sama sekali tidak," ia berhenti sejenak, matanya melirik pada Yvaine yang akhirnya memutuskan untuk berbaring malas di lantai. "kami pergi berhilir kesana-kemari bukan sekadar untuk memerangi sisa sihir hitam atau membantu masyarakat, tapi berputar-putar pada ekspektasi yang tak ada habisnya. Satu-persatu penyihir tingkat rendah mundur dan hanya sepertiganya yang lanjut ke tingkat selanjutnya. Mereka sudah tepar duluan di kamp gelombang kedua ... " kucing besar itu menatap Rochena lagi, menyadari bahwa tamunya tengah asyik dalam percakapan.155Please respect copyright.PENANAul3RNYXuGp
"Kadang-kadang mereka tidak butuh orang yang berbakat ... " pandangannya kian menunduk, meratapi air di dalam cangkir yang bergerak naik-turun. "tapi yang punya niat yang bulat untuk bergabung. Kalau pada akhirnya-HEI, kucing, hentikan!"155Please respect copyright.PENANAZQAnpVOcBV
'BUG!'155Please respect copyright.PENANA8Tv7Cn58fV
Ia melompat, nyaris tanpa suara, menggeliat di pangkuan Rochena hingga membuat gadis itu nyaris menumpahkan cangkir tehnya saking kagetnya. Bulu-bulunya yang tebal menyentuh jubah gadis itu, sementara ekornya yang panjang mengibas pelan, menyapu lengan si Gadis Muda. Si kucing besar sepertinya mendongak, mengeong dengan lembut.155Please respect copyright.PENANAC559Fyz54V
"IHH! Kucing!" gadis muda itu tidak dapat menyelesaikan kalimatnya ketika kudengar Yvaine menjilati punggung tangannya dengan lembut. Sentuhan kasar dari lidah kucing itu membuat si gadis terkejut, lalu menarik tangannya dengan refleks.155Please respect copyright.PENANA1TMgS8UyIf
"Berhenti di sana!"155Please respect copyright.PENANA8vq3JDtGFz
"Dia suka padamu, Rochena," Kataku tertawa kecil, sembari mendengar Yvaine yang mendengkur panjang. "harusnya kau merasa sedikit terhormat."155Please respect copyright.PENANA5jYX8TqFVg
Kucing besar itu mendekam lebih erat di pangkuannya, ekor panjangnya mulai melilit di pergelangan kaki Rochena. Sepertinya-kurasa-wajah gadis itu menegang, napasnya tercekat, antara menahan geli yang tertahan di kerongkongannya dan takut mengingat ukuran si kucing yang tak biasa. Cakar-cakar tumpul Yvaine mulai menggaruk-garuk lembut paha Rochena, membuatnya seperti makin tidak nyaman.155Please respect copyright.PENANAbzgVdCk0dm
"Nyonya ... " ia melirih, hampir berjengit. Si gadis muda mendesah kasar, bunyi kecil gebrakan dari sofa kayu milikku memberitahuku bahwa ia berdiri di atas kursi.155Please respect copyright.PENANASyHMPQQYJT
Rochena mendorong tubuh besar Yvaine, berkali-kali, sembari mengusap punggung tangannya yang basah oleh air liur si kucing.155Please respect copyright.PENANA03CBNngBvu
Malangnya lagi, Yvaine tidak mudah menyerah-ia terdengar tambah menjilati lengan Rochena dengan semangat.155Please respect copyright.PENANAqmGmACAhFV
"Aku lebih suka jika dia menunjukkan perhatiannya tanpa menjilati seperti itu!" si gadis berjalan mendekat padaku, menghampiri punggungku untuk mengindari serangan manja Yvaine babak kedua. Ia bergidik, panik, dengan nada cemas sembari melanjutkan perkataannya. "dari mana anda dapat kucing seperti ini?!"155Please respect copyright.PENANADODZRI90s8
"Dia salah satu hewan magis di Silverfall," kuhampiri leher Yvaine, membuatnya akhirnya duduk sejenak di depan kursiku. Lalu menggaruk-garuk bawah dagunya dengan lembut. "dulu kaki kiri depannya patah, aku menemukannya dalam keadaan parah sekali."155Please respect copyright.PENANAcH7IJA818w
Dengkuran si Kucing yang panjang membuat suasana kami berubah sejenak. Rochena pelan-pelan menyembulkan wajahnya dari balik kursi, menilik ke arah ruang tamu-atau lebih tepatnya memeriksa Yvaine yang masih mau mengganggunya atau tidak.155Please respect copyright.PENANAWjPO5nC1nQ
"Anda punya kehidupan yang lebih tenang sekarang," lanjutnya-masih sembari berjongkok di belakang tubuhku, mengindari tatapan si Kucing Besar. "lalu, kenapa memanggil saya lagi?"155Please respect copyright.PENANAiHV16dG6FR
"Sahaja ingin nostalgia," kuelus puncak kepala Yvaine sembari tersenyum lebar. Kepalaku naik lagi, mencari tatapan matanya, lalu bergilir tersenyum pada Rochena. "dan, sekalian ingin meminta sedikit bantuan darimu."155Please respect copyright.PENANAH9VVIbaK2u
155Please respect copyright.PENANA8KggzuTmam
155Please respect copyright.PENANAjkSYaGTrII
155Please respect copyright.PENANAzONvjmYEmq


