"In the darkness, i've learned to see not with my eyes, but with my heart."177Please respect copyright.PENANAnH6AMMT0y9
177Please respect copyright.PENANAFPBJAJRXg9
177Please respect copyright.PENANAgNldVRTqnt
177Please respect copyright.PENANAQhxtoOVTkY
177Please respect copyright.PENANA2Q68Taostt
.177Please respect copyright.PENANAdRDAVrsyZW
177Please respect copyright.PENANAjqtOj2pl26
.177Please respect copyright.PENANAqYwtmEW5H3
177Please respect copyright.PENANAaupDxA94Ls
177Please respect copyright.PENANAx4TiDu2ops
177Please respect copyright.PENANA7tchgaahCJ
177Please respect copyright.PENANA9cfBP9R8c8
.177Please respect copyright.PENANA3YZOUrXxNu
177Please respect copyright.PENANAC6q69njanj
177Please respect copyright.PENANA5sUW4zZab0
177Please respect copyright.PENANANqHMS3lwE7
177Please respect copyright.PENANAHGMK0LsgFq
.177Please respect copyright.PENANAh2zPqCm2ow
177Please respect copyright.PENANAUMySy8kdEf
177Please respect copyright.PENANAGDLd67KBey
177Please respect copyright.PENANAs49CN8COnt
177Please respect copyright.PENANACWOmHPuzI1
.177Please respect copyright.PENANAhaxTic77GJ
177Please respect copyright.PENANAEYktDw5AWs
177Please respect copyright.PENANAaomtP73inA
177Please respect copyright.PENANA0WAxmVEtTJ
177Please respect copyright.PENANAMg7UoMw5bZ
"Di dalam pedalaman hutan Silverfall, bersembunyi sebuah harta karun yang tenggelam di bawah danau sebuah gua."177Please respect copyright.PENANATQ7RkLphNO
177Please respect copyright.PENANA7IvPt91WF6
177Please respect copyright.PENANA3PmaOFR7Jk
177Please respect copyright.PENANAQqxIiUSwxo
177Please respect copyright.PENANAJk6msebaTD
[Echoes of the Past: Bagian pertama]177Please respect copyright.PENANAmJ5tdGXNOi
177Please respect copyright.PENANAR5fhB5Hchz
177Please respect copyright.PENANAEjWd13oHci
177Please respect copyright.PENANAUtJ6rP2KMV
***
177Please respect copyright.PENANAxXP8E7nTMd
ANGIN selalu datang lebih cepat daripada asal suaranya.177Please respect copyright.PENANAduj44kVCmL
Aku bisa merasakan dinginnya di kulitku sebelum dedaunan mulai berbisik di antara dahan-dahan pohon, juga lonceng angin di bawah atap rumahku yang berbunyi lembut, dan bambu yang bergoyang harmoni. Embusan angin kian kencang, dingin dan lembab menyapu gulma panjang yang terbuka. Kicauan burung, Yvaine yang mengeong, gemerisik suara tapak sepatu yang bersinggungan dengan dedaunan gugur menyapa telingaku bahkan sebelum kuyakini menampak wujudnya.177Please respect copyright.PENANA2asP9e7DEL
Langkah itu—langkahnya meniti perlahan, sesekali berhenti untuk memastikan sesuatu; sebuah langkah yang meragu.177Please respect copyright.PENANAD8aoZ5vD5A
Yvaine turun dari pangkuanku, keempat kakinya melangkah ke depan karena sepertinya baru saja ia lihat orang asing di depan rumah kami. Kucing besar itu menggeram, mendekam rendah di antara alang-alang. Kurasakan bulu-bulunya naik dan geramannya berubah menjadi tinggi dan memanjang. Kuikuti arah pandang dari suara si pemilik tapak kaki, lalu beranjak berdiri dan menghampiri kedua makhluk di depanku yang saling berhadapan tidak enak.177Please respect copyright.PENANALRiceoErt2
Sebuah getaran sihir mengudara dan meliuk-liuk di sekitarnya dengan tinggi dan hawa yang hangat, aura yang tidak pernah berubah dan persis seperti belasan tahun yang lalu.177Please respect copyright.PENANAKkdDtPoTyz
"Yvaine—kucing manis," kugapai puncak kepalanya sembari tersenyum, lalu ia mendengkur dengan lembut. "beri salam pada tamu kita."177Please respect copyright.PENANAw6U0bP2e0L
177Please respect copyright.PENANAFjzpzAhQ2o
177Please respect copyright.PENANAvpLQkcjLSx
177Please respect copyright.PENANApHSPxc1Y5H
177Please respect copyright.PENANAreJJFi92az
*177Please respect copyright.PENANAszZAgR1cef
177Please respect copyright.PENANAME5BRBIj1Y
177Please respect copyright.PENANA7qvX9gAZn8
177Please respect copyright.PENANAZo5RX5eA7b
YVAINE menyalak, menarik-narik tali yang kupasang sementara di lehernya. Uap teh yang mengepul-epul di atas cangkir menjilati wajahku sembari menimang-nimang-sulit sekali mengingat-ingat masa lalu. Bukannya sedikit hal yang kuingat atau apa, tapi ada banyak potongan-potongan kecil memori yang sudah kulupakan saking banyaknya kejadian di masa lampau.177Please respect copyright.PENANA10hT6mzo2K
"Bagaimana Ayahmu, Rochena?"177Please respect copyright.PENANAv2nPewy4HE
"Lebih baik dari tahun lalu," tangannya menghampiri cangkir lengkap dengan piring kecil di bawahnya. "Tapi kondisinya masih memperihatinkan."177Please respect copyright.PENANAFotwNepJ3Z
Aku hanya berdehem, sembari ku selonjor kedua kakiku. "Persekutuan Penyihir punya banyak perubahan semenjak penjajahan usai, ya."177Please respect copyright.PENANAzcfYbyOzyu
"Kami sudah menyebutnya 'Serikat Sihir' sekarang," Ucap gadis muda itu. "cangkupannya semakin melebar dan semua orang bisa masuk sebagai Ahli Sihir. Tingkatannya juga sudah dibagi menjadi rendah, menengah, dan tinggi."177Please respect copyright.PENANAaMtszPLSo0
Deting cangkirnya bertemu beberapa kali dengan piring sembari mengaduk-aduk isi teh. Gadis itu menyisir pandangannya ke segala ruangan, netranya beberapa kali memandangku seolah-olah tidak tahu saja kalau orang tua ini bisa mengetahui gelagatnya. Dia pasti juga merasakan banyak perubahan di dalam rumah ini.177Please respect copyright.PENANAqShdJ0mXwP
"Nyonya ... tidak bergabung sebagai Dewan?"177Please respect copyright.PENANADJOgF58svi
"Aku bahkan ragu bisa mencapai status itu," kuteguk tehku-rasa kecut, asam, dan manis yang bercampur-panasnya mengalir di dalam kerongkongan. Lalu tersenyum tipis padanya. "aku tidak sehebat Renesa. Walau kami selalu bersama-sama, dia dulunya gadis yang terlampau luar biasa."177Please respect copyright.PENANA9y1M3rMeYn
"Anda juga punya kemampuan yang luar biasa," Kata gadis itu-walau sama sekali tak ku dengar nada menyanjung dan semangat di sana. "jika dibanding dengan para Dewan yang lain, Nyonya Seren punya kemampuan yang berada di rata-rata mereka."177Please respect copyright.PENANAeWjoH6UodS
"Yaah ... " kumainkan cangkir tehku, sisa air dan ampas daun kelsey yang sengaja ku sisakan di dasar cangkir, lalu tersenyum lagi ke arah si gadis muda. "bilang pada para Dewan bahwa aku tidak akan tertarik sampai kapanpun. Habitat-ku ada di sini," Candaku.177Please respect copyright.PENANAqUZA2sm5xi
Kudengar suaranya yang terkekeh kecil-merdu seperti lonceng kecil. Sembari menaruh cangkirnya di atas meja, ia melirik ke arahku. "Anda memang selalu nyentrik, ya."177Please respect copyright.PENANAD2ATf7b0VQ
"Aku harap itu sebuah pujian."177Please respect copyright.PENANA3BA7G2Lkag
"Itu pujian yang sungguh-sungguh," Katanya lagi. "Para Dewan berkata mereka membutuhkan kekuatan Nyonya untuk menemukan artefak berharga yang hilang di daerah terpencil, atau menjinakkan makhluk-makhluk magis yang menganggu pedesaan. Kami butuh lebih banyak mentor dan pembimbing."177Please respect copyright.PENANARkhFpIJIM9
"Baru mendengarnya saja sudah membuatku pusing," Akuku. "Rochena hebat bisa bertahan di sana, ya."177Please respect copyright.PENANAgJCcmhHOFZ
Gadis muda itu menjeda-untuk tersenyum, sepertinya. Deting suara lonceng angin di rumahku berbunyi kembali ditiup oleh angin, diikuti suara si kucing besar yang menguap dan menyerah untuk merayuku melepas tali di lehernya.177Please respect copyright.PENANAczMMwLNTz2
"Kurasa itu karena aku tidak punya pilihan lain selain bertahan," Ucap si Gadis, sembari kudengar mengaduk teh di cangkirnya perlahan. "lebih soal ... bayarannya."177Please respect copyright.PENANAPsQF9S4Zg7
Kusenderkan tubuhku di kursi, terkekeh perlahan. "Aku baru dengar ada penyihir se-realistis itu."177Please respect copyright.PENANAojqTSqEyzF
Rochena tersenyum tipis, meskipun ada deru napas lelah yang keluar dari hidungnya.177Please respect copyright.PENANASO51E78RLN
"Selain itu ... " Lanjutnya, dengan kata-kata terpenggal untuk menyeruput secangkir teh. "kalau bukan aku yang bertahan, siapa lagi? Semua orang di sana sangat membosankan dan berpikir menjadi penyihir dalam Serikat adalah pekerjaan yang menyenangkan."177Please respect copyright.PENANAKX2P1HCvwS
Yvaine duduk, kepalanya turun di paha gadis itu. Kuturunkan cangkirku dari tangan menuju meja. "bukannya itu benar?"177Please respect copyright.PENANAvaUd6L4uRl
"Sama sekali tidak," ia berhenti sejenak, matanya melirik pada Yvaine yang akhirnya memutuskan untuk berbaring malas di lantai. "kami pergi berhilir kesana-kemari bukan sekadar untuk memerangi sisa sihir hitam atau membantu masyarakat, tapi berputar-putar pada ekspektasi yang tak ada habisnya. Satu-persatu penyihir tingkat rendah mundur dan hanya sepertiganya yang lanjut ke tingkat selanjutnya. Mereka sudah tepar duluan di kamp gelombang kedua ... " kucing besar itu menatap Rochena lagi, menyadari bahwa tamunya tengah asyik dalam percakapan.177Please respect copyright.PENANAt3qmkwGlxf
"Kadang-kadang mereka tidak butuh orang yang berbakat ... " pandangannya kian menunduk, meratapi air di dalam cangkir yang bergerak naik-turun. "tapi yang punya niat yang bulat untuk bergabung. Kalau pada akhirnya-HEI, kucing, hentikan!"177Please respect copyright.PENANAUyWF63usMp
'BUG!'177Please respect copyright.PENANAAqKT8v0sYJ
Ia melompat, nyaris tanpa suara, menggeliat di pangkuan Rochena hingga membuat gadis itu nyaris menumpahkan cangkir tehnya saking kagetnya. Bulu-bulunya yang tebal menyentuh jubah gadis itu, sementara ekornya yang panjang mengibas pelan, menyapu lengan si Gadis Muda. Si kucing besar sepertinya mendongak, mengeong dengan lembut.177Please respect copyright.PENANAfDzvfTifDN
"IHH! Kucing!" gadis muda itu tidak dapat menyelesaikan kalimatnya ketika kudengar Yvaine menjilati punggung tangannya dengan lembut. Sentuhan kasar dari lidah kucing itu membuat si gadis terkejut, lalu menarik tangannya dengan refleks.177Please respect copyright.PENANA5b7JpEipaZ
"Berhenti di sana!"177Please respect copyright.PENANAYCT8fnnsG0
"Dia suka padamu, Rochena," Kataku tertawa kecil, sembari mendengar Yvaine yang mendengkur panjang. "harusnya kau merasa sedikit terhormat."177Please respect copyright.PENANAfNLJqedaz3
Kucing besar itu mendekam lebih erat di pangkuannya, ekor panjangnya mulai melilit di pergelangan kaki Rochena. Sepertinya-kurasa-wajah gadis itu menegang, napasnya tercekat, antara menahan geli yang tertahan di kerongkongannya dan takut mengingat ukuran si kucing yang tak biasa. Cakar-cakar tumpul Yvaine mulai menggaruk-garuk lembut paha Rochena, membuatnya seperti makin tidak nyaman.177Please respect copyright.PENANA3REXqRYfuL
"Nyonya ... " ia melirih, hampir berjengit. Si gadis muda mendesah kasar, bunyi kecil gebrakan dari sofa kayu milikku memberitahuku bahwa ia berdiri di atas kursi.177Please respect copyright.PENANAhz4fa6duJf
Rochena mendorong tubuh besar Yvaine, berkali-kali, sembari mengusap punggung tangannya yang basah oleh air liur si kucing.177Please respect copyright.PENANA86JbiKan0K
Malangnya lagi, Yvaine tidak mudah menyerah-ia terdengar tambah menjilati lengan Rochena dengan semangat.177Please respect copyright.PENANAZQIk17Byc1
"Aku lebih suka jika dia menunjukkan perhatiannya tanpa menjilati seperti itu!" si gadis berjalan mendekat padaku, menghampiri punggungku untuk mengindari serangan manja Yvaine babak kedua. Ia bergidik, panik, dengan nada cemas sembari melanjutkan perkataannya. "dari mana anda dapat kucing seperti ini?!"177Please respect copyright.PENANA3QWb7fOL7Q
"Dia salah satu hewan magis di Silverfall," kuhampiri leher Yvaine, membuatnya akhirnya duduk sejenak di depan kursiku. Lalu menggaruk-garuk bawah dagunya dengan lembut. "dulu kaki kiri depannya patah, aku menemukannya dalam keadaan parah sekali."177Please respect copyright.PENANAEv2k8JUKt8
Dengkuran si Kucing yang panjang membuat suasana kami berubah sejenak. Rochena pelan-pelan menyembulkan wajahnya dari balik kursi, menilik ke arah ruang tamu-atau lebih tepatnya memeriksa Yvaine yang masih mau mengganggunya atau tidak.177Please respect copyright.PENANA8SwR4ZML42
"Anda punya kehidupan yang lebih tenang sekarang," lanjutnya-masih sembari berjongkok di belakang tubuhku, mengindari tatapan si Kucing Besar. "lalu, kenapa memanggil saya lagi?"177Please respect copyright.PENANAwbp55hVwyC
"Sahaja ingin nostalgia," kuelus puncak kepala Yvaine sembari tersenyum lebar. Kepalaku naik lagi, mencari tatapan matanya, lalu bergilir tersenyum pada Rochena. "dan, sekalian ingin meminta sedikit bantuan darimu."177Please respect copyright.PENANA4wZwUMoWvE
177Please respect copyright.PENANAL3ye7mCxZk
177Please respect copyright.PENANAfmjpdCQbSy
177Please respect copyright.PENANA3b7p9Lvcmi


