[Echoes of the Past: Bagian Kelima]
*
"LAGI-LAGI aku tidak diberitahu!"
Akar menjalar yang berdenyut diantara kakinya membuat gadis itu jeri.
Pertama, aku mengira itu hanyalah seekor ular besar hijau yang bergerak di antara kami, lalu baru kusadari bahwa duri-duri bersemayam di antara tubuhnya memberitahuku bahwa itu bukan ular sama sekali.
Kedua, kaki gadis itu sekarang terjebak di sini.
Terakhir, akar-akar lain mencoba melilit pergelangan tanganku saat aku hendak mengeluarkan sihir.
"Rochena!" Aku memanggil-manggil namanya di tengah kekacauan ini. "Berusahalah samarkan sihirmu di dalam tubuhmu!"
"Bagaiman—" Suaranya terpenggal diimbangi napas kasar, disusul suara cabikan dan akar yang melilit kencang. "—a caranya?!"
"Redam saja di dalam tubuhmu!" Teriakku, entah kemana. "Segera—redam!"
"Uhh …" Suaranya mendesis jijik, mungkin pada sesuatu yang melilitnya. "Aku tidak diajari untuk meredam apapun!"
Akar-akar lain merambat menyentuh bajuku seperti berusaha menariknya dengan kencang.
Yvaine mengeong kesal, menginjak dan menggigiti tiap serabut yang mencoba menyentuh tubuhnya. Kudengar ia melompat dengan lincah dari satu akar tipis ke arah akar gemuk lainnya, dengkuran geramnya mengisi udara di sekitarku. Giginya mengoyak dengan penuh perlawanan. Namun semakin keras ia melawan, semakin banyak akar yang bermunculan.
“Nyonya, aku butuh waktu!” Rochena memekik, tercekik oleh sesuatu—mungkin akar lain yang lebih besar? Aku tidak bisa melihatnya, hanya merasakan getaran berat di tanah yang menjalar ke kakiku. "Kucingmu itu bisa jatuh karena sekarang memanjat-manjati gundukan di depan!"
Gundukan?
Kukonsentrasikan seluruh pikiranku sejenak, menajamkan indra pendengaranku. Gundukan di depan ini... seperti berongga. Desir angin dari celah kecil terdengar dari kejauhan, samar namun nyata, membawa aroma lembap khas batuan tua dan air yang mengalir.
"Rochena," Panggilku. "Kita sudah dekat. Sangat dekat."
Ia bertanya sembari bergulat dengan sesuatu, "Dekat apa?!"
"Gua-nya … " Lirihku halus. "akar-akar ini yang menjaganya."
92Please respect copyright.PENANAbRnG6SvDIb


