-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Di malam ketika bloodmoon menggelantung di langit, sesosok wanita berparas cantik dengan rambut tergerai indah tengah berdiri di tepi hutan. Ia memeluk tubuhnya sendiri, seakan merasakan kembali pelukan hangat yang pernah ia dapatkan dari pria yang selama sepuluh tahun ini hidup bersamanya. Wajah cantiknya yang dulu bersinar terang, kini terlihat sayu. Harapan yang dulu begitu tinggi, kini bak serpihan-serpihan kertas yang separuhnya telah tertiup angin.
Dulu dia percaya bahwa cinta bisa menyembuhkan luka terdalam sekalipun, dulu dia percaya jika janji suci telah terucap, maka dewi bulan akan selalu menjaga ikatan cinta itu, bahkan dulu dia meyakini jika perbedaan ras tak akan menghalangi besaran cinta yang dimilikinya untuk kekasih hatinya. Tetapi setelah hampir satu dekade dia berjuang, dia akhirnya menyerah.
Lyra mengeratkan pelukannya sendiri sambil memejamkan matanya. Ia mengembuskan nafasnya kasar setelah menyadari jika kesetiaannya, besaran cintanya, dan semua pengorbanannya selama ini ternyata sia-sia. Lyra merasa menjadi mahluk paling bodoh sedunia, dan malam ini ia meyakinkan dirinya kembali untuk pergi. Pergi sejauh mungkin dari mahluk yang mungkin saat ini tengah berada bersama masa lalunya dan melupakan janjinya untuk bertemu di tepi hutan ini, malam ini.
0 sponsors' comments
will be deducted After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
