-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Dava berjalan ke rak bagian sejarah.
Saat melintasi lorong, ia melihat sesuatu yang aneh di ujung paling ujung.
Ada satu buku tebal, hitam polos, tanpa judul, tanpa nomor katalog, tanpa kode apa pun.
Buku itu sepertinya tidak berasal dari perpustakaan kampus.
Penasaran, ia mengambilnya. Aneh.
Bukunya dingin, seperti baru keluar dari kulkas.
Saat ia membuka halaman pertama, tulisan tangan halus memenuhi kertas,
“Catatan Mahasiswa Hilang Tahun 1998.”
Dava mengernyit. Ia belum pernah mendengar mahasiswa hilang di kampusnya. Ia mencari halaman berikutnya. Setiap halaman berisi nama, tanggal, dan lokasi terakhir seseorang terlihat.
Tapi yang membuat nafasnya tercekat adalah halaman nomor 7.
0 sponsors' commentsAfter each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default

