''Untuk hadiah yang kedua kamu mau apa?'' Tanya kak Abdi dengan ramah seperti biasa. Namun juga terlihat murung
9834Please respect copyright.PENANAeeIRp5naQM
''Eh memangnya aku boleh minta lebih?'' Aku mengedip-ngedipkan mataku seakan tak percaya.
9834Please respect copyright.PENANAaVnvgePi02
Kakakku adalah orang yang baik namun pelit, Ia hanya membelikanku barang keinginanku hanya pada saat aku ulang tahun saja, dan pada hari-hari biasanya ia malah menyuruhku meminta uang kepada ayah dan ibu saja dibanding meminta uang padanya.
9834Please respect copyright.PENANA6PCRvnh6Sb
''Apapun boleh, katakan saja... '' Jawabnya. Ia lalu membuka kembali aplikasi online shop dan mendapati sebuah barang yang ingin dia hadiahkan padaku.
9834Please respect copyright.PENANA6HQcOhmMdn
Barang yang ada di layar ponsel itu ialah sebuah benda berukuran besar dan panjang dengan warna hitan yang sangat pekat, bentuknya seperti kelamin pria.
9834Please respect copyright.PENANAP2HruHq4Kw
'' Yang ini, kamu suka, gak?'' Kata kak Adrian mencoba mencari jawaban dariku yang bahagia.
"Itu apa kak? Kok bentuknya gitu?" Tanyaku.
9834Please respect copyright.PENANAMahaKNdNxR
"Itu namanya Dildo, dek. Gimana? imut gak?"
9834Please respect copyright.PENANAf77bxGhA93
''Iya, Tapi---" Aku menatap benda di layar itu dengan penuh rasa penasaran, 'itu benda apa?'
"Tapi kenapa, dek?" Kak Abdi bertanya padaku seolah memintaku mengeluarkan pertanyaan di benakku"
9834Please respect copyright.PENANA5CUistgIWv
9834Please respect copyright.PENANAqotyWfvNW8
''Hmm... tapi Dildo itu apa dan juga...kok kakak mau beli benda itu untuk aku?''
9834Please respect copyright.PENANAhRzJyGtJ4m
Penasaran yang mengganggu hatiku, aku utarakan langsung kepada kakakku.
9834Please respect copyright.PENANAoegNVubdob
''hahaha!!!'' Disaat aku menunggu jawabannya, ia malah tertawa manis dan berkata, ''Ini tanggung jawabku sebagai kakakmu, dan kamu itu adalah adikku, jadi kamu bisa meminta apapun kepada kakakmu ini tentang apa saja yang kamu ingin kan, kakak pasti akan memberikannya untukmu, Aa berjanji gak bakal pernah pelit lagi''
9834Please respect copyright.PENANAQdXr9aOhLY
Di Kalimat terkhirnya itu kak Abdi nampak seperti akan menangis.
9834Please respect copyright.PENANAHKGEGA9JgR
'' Aa kenapa sedih? Lia salah yah karena kebanyakan minta hadiah yah...... Yaudah, Lia minta maaf banget! Tapi Aa jangan bersedih kayak gitu, Lia jadi sedih.'' Kataku yang sedang memikirkan cara untuk mengembalikan semangat Aa.
9834Please respect copyright.PENANAKwZvcR8KZ5
Rambutku dielus-elus olehnya. Dan dalam sepersekian detik, tubuhku ditarik masuk ke dalam pelukannya,
9834Please respect copyright.PENANAkXbhR4LRAy
'' Kakak tidak apa-apa kok tenang aja!:"
9834Please respect copyright.PENANAFVmGRFktV8
Sentuhan tangannya yang menyisiri rambutku secara langsung itu membuatku nyaman. Namun disisi lain aku juga merasa sedih ketika melihat kakakku yang bersedih!
9834Please respect copyright.PENANA0BPA7wPb0c
kakakku seperti menyembunyikan sesuatu dariku,
9834Please respect copyright.PENANA3beVdFxV3N
"Kalau begitu, itu aja yah yang kamu minta, nanti Hadiah ke tiga bakal Aa kasih langsung ke kamu waktu acara Ulang tahun Dek Lia nanti.'' serunya. Emosiny nampak sudah mulai stabil dari sebelumnya.
9834Please respect copyright.PENANAK0KRnKfCRD
'' Siap bos, laksanakan!'' aku bediri tegap sambil memberi hormat padanya.
9834Please respect copyright.PENANAVTifXCEfUq
Aa Abdi senyum padaku dan kemudian berdiri dan melepaskan celana yang dipakainya
"Aa ngapain?" Tanyaku dengan heran padanya ketika melihat benda berbenruk panjang dan juga lonjong yang terpampang jelas di hadapanku."
9834Please respect copyright.PENANArQJVjQ5zrr
"Aa nggak tahan lagi sayang, ayo buka mulut kamu" ucapnya sembari tangan besarnya menyentuh Kepalaku dan didorongnnya ke deoan untuk mengulum penisnya hingga ke tenggorokanku.
9834Please respect copyright.PENANA8spjqu67MA
Mhmm!!!
9834Please respect copyright.PENANAqDQxzVN8Rv
Baru saja aku ingin muntah, cairan putih menyemproti dinding-dinding dan langit-langit mulutku.
9834Please respect copyright.PENANAwPqcgAm6Fx
"CRUPPTTTT...MHMMMM...MHMMMMM...SRUPPP!!!"
9834Please respect copyright.PENANA3h0pTtBwWh
"Ohhh yah.....enak sayangg...enak banget mulut kamu"
9834Please respect copyright.PENANA4InWBE7QgM
Aa Abdi memujiku, namun rahangku rasanya sakit dan pandanganku mulai menjadi gelap saat ia mendorong kepalaku dan memaksaku mengulum seluruh batang penisnya yang berukuran 18cm itu.
9834Please respect copyright.PENANASal5zAz4I9
"Ehmmmmmhm...Aaaaa....ahhh...ahhh...srulrppptttt..... kwakkk.....mhmmm...Akwu mwaauuu mwuntwahhhh!!!"
9834Please respect copyright.PENANA52MbTwvGuE
"Ayo sekali l-lagi sayang! Dit---Ditahan dulu muntahnya!!! kakak mau keluarin pejuh kakak la---lagi!" Ucap Kak Abdi dengan mendorong pinggangnya maju mundur agar betangnya bermain di mulutku.
9834Please respect copyright.PENANAaeBE9GL7GQ
Sebagai balasannya, akupun memeluk penisnya dengan juluran lidahku, dengan harapan agar memuaskannya.
9834Please respect copyright.PENANAx09cpod6jP
"JLUBBB....SLURPPPP...MHMMM....AHHHHH....KWAKK...LWIA MWAU MWUNTAHHH.....!!!!"
9834Please respect copyright.PENANAu7E7TL3ow4
Aku mencoba berbagai cara untuk memberitahu kakakku kalau aku sangat ingin muntah, namun semua yang aku lakukan tidak membuahkan hasil. Saat aku berusaha berbicara menggunakan mulut, ia mendorongku untuk menghisa kontolnya lebih dalam. Dan saat aku memukul-mukul pahanya agar ia melepasku, hasilnya malah gagal, ia menahan kepalaku untuk tetap dalam posisi menyepongnya.
9834Please respect copyright.PENANAWf0WQ6mHhm
Seolah mengerti dengan keluhanku, kak Abdi mengelus kepalaku dengan lembut, "Kamu kesakitan yah? Tahan sebentar yah, kakak udah mau crot lagi!!!"
9834Please respect copyright.PENANA0k6fUAHgnn
Sesaat kemudian kak Abdi memuntahkan cairan berwarna putih lewat penisnya dan ia memaksaku untuk menelannya.
9834Please respect copyright.PENANAyHeRJeAnAh
"Telan sayang!!!" Kak Abdi menarik rambutku dan memaksaku meminum cairan anehnya itu yang membuatku muntah.
9834Please respect copyright.PENANAQGDMKQJED0
"Kwak, inwi apwa?" Tanyaku yang sedang memuntahkan cairan berwarna putih susu itu dari dalam mulutku
9834Please respect copyright.PENANAsXTp4F3FfT
"Jangan dimuntahin!" Kak Abdi menutup mulutku dengan tangannya dan memaksaku untuk menelan spermanya.
9834Please respect copyright.PENANA6UguT7pkne
"Kamu harus telan dek, itu namanya susu alami, kamu harus telan supaya mulut kamu jadi makin sehat dan wajah kamu jadi makin glowing" terang Kak Abdi padaku.
9834Please respect copyright.PENANAjFo4hE35DO
Akupun mengangguk mengiyakan walaupun aku agak sedikit ragu dwngan apa yang dikatakannya dan kemudian mencoba menahan rasa ingin muntah dan lalu menelan sperma kak Abdi.
9834Please respect copyright.PENANAbIcfSlE5pG
"Bagaimana? Enakkan?" Tanya kak Abdi, seolah menghiraukan diriku yang baru saja muntah, akupun menggelengkan kepalaku sebagai tanda bahwa aku tidak menyukainya.
9834Please respect copyright.PENANAOA9mkApo4m
"Cantik banget kamu, sayang. Ayo sini kita cuci muka dulu"
9834Please respect copyright.PENANAkBvimTEVuG
dengan sikap yang lembut kak Abdi mengangkat badanku layaknya seorang putri, dan kamipun beranjak ke wc untuk mencuci cairan kental yang ada dimulutku dan di penis kak Abdi.
9834Please respect copyright.PENANAxWBxfFmkcW
***
9834Please respect copyright.PENANAdbM2VFFLdD
Ketika malam sudah hampir memasuki pukul sepuluh, Kak Abdi bangkit dari duduknya dan merapikan celana jeansnya dan segera berjalan keluar dari kamarku.
9834Please respect copyright.PENANABLfyWuQtYQ
"Mau kemana kak? Tanyaku yang sedang asyik menggambar di sebuah buku gambar setelah selesai mandi.
9834Please respect copyright.PENANAOP6jCJ7Xvd
"Kakak mau ke bawah, mau ngobrol bentar sama ayah dan ibu. Kamu tidur aja, ini udah malam" Kak Abdi mengelus rambutku dengan lembut.
9834Please respect copyright.PENANAP1mMWuXFAL
''Ehh... Lia pengen ikut juga... Lia pengen ikut ngobrol bareng kalian juga!"
9834Please respect copyright.PENANAWpPuoQzTVP
Aku menarik bajunya dan memberitahukan protesku padanya, walaupun sebenarnya aku sedikit lelah.
9834Please respect copyright.PENANAbtXSf5jHEx
''Hmm ngapain sih ikut mulu'' Aa abdi menyentuh kepalanya seolah-olah merasa pusing lalu memegang kedua pundakku dan menatapku lurus, ''Aa bakal ajakin kamu buat ngobrol sesuatu yang asyik bareng-bareng, tapi ada syaratnya!" Katanya.
9834Please respect copyright.PENANAVDzwyVqfQt
''Apa syaratnya!'' tanyaku.
9834Please respect copyright.PENANADreUBv6c7P
''Hmm...kasih tahu gak yah...'' kak Abdi mengelus-ngelus bawah bibirnya seolah sedang mempertimbangkan.
9834Please respect copyright.PENANApI7Guw3Hfg
'' Kasih tahu aja kak, Lia penasaran!'' Aku dengan penuh semangat menyelidikinya.
Sebuah senyum aneh terpasang diwajahnya.
9834Please respect copyright.PENANAt7zH3gphFR
'' Yaudah deh, syaratnya kamu hanya harus gambarin ratu Rapunzel aja.'' Katanya setelah memikirkannya sesaat.
9834Please respect copyright.PENANA1VS1GaNVSm
pertama kalinya aku menggambar adalah 2 tahun yang lalu ketika ibu membelikanku buku gambar. Sejak pertama kali aku mencoretkan pensilku di atas kertas panjang itu, sejak saat itulah menggambar menjadi hobiku dan aku sangat menyukainya.
9834Please respect copyright.PENANAuwRwNH4SAk
''Rapunzel aja! Itumah gampang banget atuh! kasih tantangan yang lebih susah dikit dong!'' kataku dengan sedikit pamer.
9834Please respect copyright.PENANAiG2dezWgys
'' Hmph! kamu sombong banget yah..." Melihatku yang bersikap sombong padanya, dengan gemasnya ia mencubit benjolan besar di permukaan dadaku.
9834Please respect copyright.PENANAp4oKFbJHa5


