
Aku duduk merenung di pos satpam bersama Pak Salim, memikirkan nasib keluargaku.
3345Please respect copyright.PENANAaQjecP7TZ8
"Mikirin apa?" tanya Pak Salim yang mendekatiku lalu memelukku dari belakang.
3345Please respect copyright.PENANAAld9ELkN4A
Angin malam yang dingin menerpa gaun tidurku, menyusup, menyentuh kulitku. Sesekali aku menggigil, merasakan dinginnya malam bercampur dengan perasaan yang setiap saat terasa menyakitkan.
3345Please respect copyright.PENANAt0Iexba1Kl
Pak Salim memelukku erat, kutolehkan wajahku ke belakang dengan tersenyum. Lalu kupegang tangan Pak Salim yang melingkar ke tubuhku.
3345Please respect copyright.PENANAB650bN34zL
"Jangan terlalu dipikirin!" kata Pak Salim.
3345Please respect copyright.PENANAQ6Xv2CVyTV
"Aku nggak bisa, Pak," kataku sendu.
3345Please respect copyright.PENANAsvhf6IxvTK
"Kenapa?" tanya Pak Salim sambil mengecup rambutku yang tergerai.
3345Please respect copyright.PENANA0NjyaOXy4X
"Terlalu berat," kataku masih dengan wajah sendu.
3345Please respect copyright.PENANAlbCeQYAF6b
"Ada aku disini. Kamu nggak sendirian, Fa," kata Pak Salim mencoba menenangkanku.
3345Please respect copyright.PENANA1I1cM7dQre
"Aku takut," kataku terisak.
3345Please respect copyright.PENANAEaKEwLDhew
"Jangan takut, Sayang. Ada aku disini," kata Pak Salim yang memelukku semakin erat.
3345Please respect copyright.PENANAJdk99j5jDA
"Aku mikirin nasib keluargaku, Pak. Mikirin Mama, mikirin Papa," kataku masih dengan terisak.
3345Please respect copyright.PENANAxQ98ASYvbm
"Aku paham, Fa," kata Pak Salim.
3345Please respect copyright.PENANA5peRVvewan
"Jangan tinggalin aku ya, Pak!" kataku pada Pak Salim.
3345Please respect copyright.PENANAZtJLFFtP6y
"Nggak akan, Sayang," kata Pak Salim.
3345Please respect copyright.PENANA38evRPubwR
"Terima kasih," kataku sambil memegang tangan Pak Salim yang melingkar di tubuhku.
3345Please respect copyright.PENANAAMXsCPgbRz
"Fa..."
3345Please respect copyright.PENANAto3bdHbF4w
Aku mendengar Papa memanggilku, spontan Pak Salim melepas pelukannya pada tubuhku.
3345Please respect copyright.PENANABHm8V5LT1O
"Duh, ada Papa kamu, Fa..." kata Pak Salim.
3345Please respect copyright.PENANAAUfxYba9xw
Kupegang telapak tangan Pak Salim, "Nggak perlu khawatir, Pak.. aku tinggal dulu ya!" kataku dengan tersenyum, lalu melangkah mendekat ke arah Papa yang berdiri di depan pintu rumahku.
3345Please respect copyright.PENANA4ZLa8f95tB
"Iya, Pa?" tanyaku dengan tersenyum.
3345Please respect copyright.PENANAiSeDRREvie
"Papa cariin kamu daritadi, Fa..." kata Papa.
3345Please respect copyright.PENANAW9QJzGynRa
"Hehe, maaf ya, Pa. Tadi ngobrol aja di pos satpam sama Pak Salim," kataku dengan santai pada Papa, sambil menggamit tangan Papa dengan manja.
3345Please respect copyright.PENANAEHIXdmahqB
"Ya udah, ayok masuk! Papa nggak ada temennya di dalem," kata Papa dengan aku yang menggamit tangannya di sampingnya.
3345Please respect copyright.PENANA28PwWiueVk
Kulirik Papa dengan sudut mataku, sepertinya Papa meresponku biasa-biasa saja. Tak ada rasa penasaran atau apalah, yang membuat Papa menanyakan apa yang aku lakukan dengan Pak Salim di dalam pos satpam.
3345Please respect copyright.PENANAyKgEGCs4S2
Aku sedikit lega sih, namun memang terasa janggal. Karena normalnya seorang papa, akan bersikap protektif pada anaknya. Berbeda dengan Papa, Papa terkesan tak peduli dengan apa yang aku lakukan.
3345Please respect copyright.PENANA8raolGvgvA
Entah aku tak tau, bagaimana aku meresponnya. Apakah aku senang atau pun sedih, karena sikap Papa yang terkesan membebaskanku.
3345Please respect copyright.PENANAkWsQwH6Rel
Setelah masuk ke dalam rumah, Papa menyalakan tv dengan aku duduk di sampingnya.
3345Please respect copyright.PENANAgo5J79AwBu
"Ngobrol apa aja tadi sama Salim?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANAwfdwnxVcZ2
Deg, ternyata tebakanku salah. Tubuhku rasanya membeku, bibirku pun tak bisa kugerakkan.
3345Please respect copyright.PENANA95ChltAMOE
"Aku... Aku... "
3345Please respect copyright.PENANAWQtkajB4mh
"Hehe, anak Papa kenapa sih?" tanya Papa sambil merangkul tubuhku, memelukku dengan erat yang membuat tubuhku menempel erat ke tubuh Papa.
3345Please respect copyright.PENANA06QNbRcdDJ
"Emm... Ngobrol apa aja sih, Pa. Soalnya Farisha stress mikirin masalah kita..." kataku dengan menunduk.
3345Please respect copyright.PENANAlcxEU96Dk6
Wajah Papa tiba-tiba berubah menjadi sendu, "Papa jadi merasa bersalah, Fa. Seharusnya Papa sejak awal nggak kenal sama Aziz," kata Papa yang tiba-tiba serius.
3345Please respect copyright.PENANAZNp6KzZBZN
Kutatap Papa penuh rasa penasaran, "Sejak kapan Papa kenal Pak Aziz?", tanyaku.
3345Please respect copyright.PENANAWWdH9vquWL
"Kita teman sekolah, Fa... Karena saking percayanya, Papa nggak sadar kalo Aziz menusuk Papa dari belakang," kata Papa dengan suara berat.
3345Please respect copyright.PENANARs9klGSg8S
"Kenapa begitu? Kok Farisha pikir, nggak mungkin ada akibat tanpa sebab. Maksud Farisha, jangan-jangan Pak Aziz iri sama Papa?" tanyaku penasaran.
3345Please respect copyright.PENANATueNxo3zaw
"Kamu benar. Aziz menginginkan mamamu sejak masih SMA. Dia nggak suka, nggak rela mamamu jadi istri Papa," kata Papa yang tiba-tiba murung.
3345Please respect copyright.PENANARBkhVW0Uuw
Tiba-tiba aku berpikir, apa jangan-jangan Mama juga ada perasaan sama Aziz. Namun, aku tak mau menanyakan itu lebih dalam. Aku takut mengungkap kenyataan yang aku hadapi. Terutama cara pandangku ke Mama, aku benar-benar takut kembali membenci Mama.
3345Please respect copyright.PENANA8L10jlw8gL
"Udah, jangan dibahas lagi Pa! Farisha nggak mau, Papa sedih gara-gara mengingat hal menyakitkan kayak gitu!" kataku sambil memegang telapak tangan Papa dengan kedua tanganku.
3345Please respect copyright.PENANAQ5VfjBC2Rg
"Iya, Fa. Maaf ya kalo cerita Papa bikin kamu tambah sedih," kata Papa yang sekarang membenamkan wajahnya ke tengkukku.
3345Please respect copyright.PENANAoAhCaaE4rH
"Nggak apa-apa, Pa. Yang penting, Papa ngerasa lega karena udah bercerita ke Farisha. Dan Farisha ngerti, nggak mungkin Papa sanggup menanggung beban seberat itu. Farisha rela ikut menanggung sebagian beban yang Papa tanggung," kataku dengan tersenyum.
3345Please respect copyright.PENANAMukghojgJA
"Papa sayang sama kamu, Fa. Cuma kamu, yang bisa menghapus kesedihan Papa," kata Papa sambil terisak dengan wajah yang masih dibenamkan ke tengkukku.
3345Please respect copyright.PENANAbrRy3GQ8NM
"Udah, Pa! Jangan nangis! Udah sewajarnya Farisha sebagai anak. Mungkin ini secuil tanda bakti Farisha ke Papa," kataku mencoba menenangkan Papa.
3345Please respect copyright.PENANAZLjk1dweMj
"Kamu nggak benci sama Papa, karena Papa lemah kan?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANA8hHlFS6S9j
Kuembuskan nafas panjang, lalu kuatur nafasku sedemikian rupa agar aku mudah mengungkap satu baris kalimat yang sulit untuk kuucapkan.
3345Please respect copyright.PENANA8kaqjBd9hS
Sebenarnya aku kecewa dengan Papa, karena Papa tak mampu melindungi keluarganya. Namun, aku merasa tak tau diri sebagai anak, jika aku menuntut Papa di luar kapasitasnya.
3345Please respect copyright.PENANAReYD7FTPjp
"Fa? Kenapa kamu nggak menjawab pertanyaan Papa?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANAwqDvFllr88
Bibirku benar-benar terkunci. Aku tau apa yang harus kuucapkan, namun hatiku memaksaku untuk bungkam. Karena aku tak mau menyakiti Papa.
3345Please respect copyright.PENANAaL5tl8y46y
"Fa? Kenapa kamu diam?" tanya Papa sambil memelukku semakin erat.
3345Please respect copyright.PENANAIQ0KDHsNRX
Kurasakan pelukan erat Papa pada tubuhku, memaksaku bergeser sampai aku duduk di pangkuan Papa. Ada perasaan aneh yang muncul tiba-tiba, bukan perasaan risih yang kurasakan. Namun, terngiang memori masa lalu saat aku masih remaja.
3345Please respect copyright.PENANAtOZIhdQdIU
Kedekatan seorang anak dengan papanya yang melampaui batas normal. Bahkan saat ini pun, meski aku tau ini berlebihan. Justru aku merasa senang bisa menghapus kesedihan Papa.
3345Please respect copyright.PENANASEdugMirkU
"Fa... Kamu nggak benci sama Papa kan?" tanya Papa mengulangi pertanyaannya.
3345Please respect copyright.PENANA5YFkXvYQw0
Lagi-lagi aku harus mengembuskan nafasku, karena tak mudah mengatakan bahwa aku sama sekali tak kecewa pada Papa. Karena kenyataannya justru berbalik dengan apa yang kuinginkan. Aku tak mau menambah beban di pikiran Papa, namun kenyataan tak mampu benar-benar kusembunyikan di dalam hati. Berat memang, keinginan untuk menjaga perasaan orang tua yang harus berbenturan dengan kenyataan yang tak dapat aku ubah.
3345Please respect copyright.PENANA35sm78iFli
"Emm..."
3345Please respect copyright.PENANAwudlw9sjWf
"Papa tau, kamu kecewa sama Papa, Fa. Tapi nggak masalah, kalo emang kenyataannya kayak gitu," kata Papa.
3345Please respect copyright.PENANAq2d2FQTbSi
"Maafin, Farisha, Pa," kataku sambil memegang telapak tangan Papa yang berada di perutku.
3345Please respect copyright.PENANAmzhzvXuwHT
Pelukan Papa pada tubuhku semakin erat, dengan wajahnya yang masih tetap dibenamkan ke pundakku. Papa terisak, sampai tubuhnya bergetar saat tangisannya meledak.
3345Please respect copyright.PENANABxRnVbe8lU
"Maafin, Papa udah gagal, Fa. Papa udah gagal menjadi orang tua yang baik," kata Papa dengan terisak-isak.
3345Please respect copyright.PENANAAzBqjQWtaN
Mendengar tangisan Papa, aku merasa menyesal karena tidak mampu menjaga perasaan Papa.
3345Please respect copyright.PENANAa54BWGwNSn
"Udah, Pa... Papa nggak gagal kok... Papa jangan pernah berpikir kayak gitu lagi ya!"
3345Please respect copyright.PENANAyRAx6FKGLK
Papa sedikit mengendorkan pelukannya pada tubuhku. Sekarang aku berbalik menatap Papa, dengan duduk di pangkuan Papa saling berhadap-hadapan.
3345Please respect copyright.PENANAFkst6FZj9e
"Papa jangan nangis!" kataku mengusap air mata Papa.
3345Please respect copyright.PENANAlp8jUOG0sA
"Terima kasih, Fa..." kata Papa dengan mata berkaca-kaca.
3345Please respect copyright.PENANASnGHDwAbsl
Saat aku sedang menghapus air mata Papa, Papa menatap mataku penuh arti. Wajah Papa mendekat ke arah wajahku, saat Papa hendak mengecup bibirku. Kubuang muka ke samping, dengan jantung berdetak kencang.
3345Please respect copyright.PENANArH1LNdHXIp
"Jangan, Pa! Ini salah!" sergahku.
3345Please respect copyright.PENANAarO90UMtHT
"Izinkan Papa mengecup bibirmu sekali aja, Fa!" kata Papa dengan sorot mata penuh harap.
3345Please respect copyright.PENANAhkOIA45zov
"Pa, Farisha anak kandung Papa. Dan itu salah..." kataku dengan suara lemah.
3345Please respect copyright.PENANAwJNbFcAcCK
"Baiklah, maafin Papa." Lalu Papa mengangkat tubuhku dari pangkuannya.
3345Please respect copyright.PENANARCGothSKSL
Papa pun berjalan ke arah kamarnya, dengan wajah sendu. Sebenarnya aku tak tega melihat Papa terpuruk. Namun, aku tak tau bagaimana caranya, agar Papa kembali tersenyum ceria.
3345Please respect copyright.PENANATsVn2nktIt
Kuikuti Papa dari belakang, namun Papa mengacuhkanku. Lagi-lagi aku merasa bimbang, karena keputusanku. Karena dilema yang aku hadapi, antara norma dan baktiku pada Papa.
3345Please respect copyright.PENANA8oTI42iA0b
"Pa... Boleh Farisha masuk?" Sekarang aku sedang berdiri di samping pintu kamar Papa yang terbuka.
3345Please respect copyright.PENANAFiE7efSsui
Papa menoleh ke arahku, senyum Papa pun tersungging di bibirnya. "Boleh Fa, ayok masuk!" kata Papa yang kembali ceria.
3345Please respect copyright.PENANAzG3SNOHHpj
Sekarang aku duduk di tepi ranjang dan Papa pun bangun dari pembaringannya untuk duduk di sampingku.
3345Please respect copyright.PENANAfPLWEejLdK
"Pa... " kataku membuka obrolan.
3345Please respect copyright.PENANA8rf9x3D6LQ
"Iya, Fa... " kata Papa yang sekarang duduk di sampingku sambil merangkulku dan menariknya ke dalam pelukannya.
3345Please respect copyright.PENANAJbAH1J7OKq
"Muah..." Papa mengecup puncak kepalaku.
3345Please respect copyright.PENANAyCjQkHbVOg
Kuangkat wajahku untuk menatap wajah Papa. "Farisha pengen menghapus kesedihan, Papa... " kataku dengan detak jantung yang berdetak cepat.
3345Please respect copyright.PENANAvmFdrFE8ze
"Papa udah nggak sedih lagi kok, Fa," kata Papa dengan tersenyum.
3345Please respect copyright.PENANAxfcYMRmKNx
"Emm... Pa... " kataku dengan nafas yang semakin memburu.
3345Please respect copyright.PENANAHHyXKG7sP4
"Iya, Fa?" tanya Papa dengan tatapan hangat ke arahku.
3345Please respect copyright.PENANA4iny26pBMw
"Papa boleh, kalo Papa pengen cium aku," kataku sambil menunduk malu-malu.
3345Please respect copyright.PENANA2uGWTB4WEq
"Muah..." Papa mencium pipiku...
3345Please respect copyright.PENANAa3vBq0sGmL
"Terima kasih ya, gadis kecilku," kata Papa sambil mengacak-acak rambutku.
3345Please respect copyright.PENANAjiyCmBMO7c
"Ih, Papa rambutku berantakan kan?" kataku dengan memanyunkan bibirku.
3345Please respect copyright.PENANAqhfJRJqmrV
"Muah... Muah..." Papa berkali-kali mengecup bibirku.
3345Please respect copyright.PENANAawg26UC6aQ
Deg... Deg... Deg... Jantungku rasanya, benar-benar mau copot. Tubuhku pun rasanya menggigil menerima kecupan sekilas dari Papa.
3345Please respect copyright.PENANAFLlpoGlxAG
Aku menunduk, tersenyum malu-malu. Entah kenapa perasaanku jadi seperti ini. Tubuhku membeku, keringat dinginku pun mengalir dari tubuhku membasahi gaun tidurku.
3345Please respect copyright.PENANAsX8f3W89nC
"Boleh Papa buka?" tanya Papa sambil tangannya membuka tali outerku yang berada di perut.
3345Please respect copyright.PENANAU1WbfZnXvG
"Pa... " aku mencoba menepis tangan Papa.
3345Please respect copyright.PENANAVwQ8ssssif
"Kenapa, Sayang?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANABcH3jqP5Jd
"Farisha belum siap," kataku dengan menunduk malu.
3345Please respect copyright.PENANA1KPneKUc7p
Namun, Papa tak menghiraukanku dan terus melepas ikatan outerku. Setelah ikatan outerku terlepas, Papa menyingkap outerku sampai tubuhku yang masih dibalut oleh gaun tidurku terpampang. Lalu outerku yang sudah terlepas dilipat rapi dan diletakkan di atas ranjang.
3345Please respect copyright.PENANA8TH9bCkCXh
"Pa... Aku malu," kataku berusaha menutupi tubuhku.
3345Please respect copyright.PENANABiCAdowQux
"Kenapa malu? Papa kan orang tua kamu sendiri?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANA5Z7MRHjvzl
"Ini nggak seharusnya terjadi," kataku lemah.
3345Please respect copyright.PENANABE2i9lfQmx
"Huh, maaf... Papa khilaf." Papa terisak-isak menyesali perbuatannya. Dengan meringkuk di bawah ranjang.
3345Please respect copyright.PENANAeL8FQuGkE1
Aku bingung dengan apa yang aku hadapi. Perasaanku semakin kacau saja saat aku tak mampu memecahkan masalah yang kuhadapi sekarang. Seperti potongan puzzle yang tak mampu kurangkai. Bahkan pikiranku sendiri pun dikacaukan oleh perasaan yang membuatku kebingungan. Antara tabu, belas kasih dan baktiku pada orang tua tak lagi bisa kupahami dengan baik.
3345Please respect copyright.PENANA61PlN7v7Ot
"Pa... " aku duduk di sebelah Papa dengan pandangan kosong. Hatiku kini pun mati rasa, yang aku bisa rasakan hanyalah perasaan yang hampa dan kosong. Sekarang yang terbersit di dalam pikiranku, hanya keinginan agar Papa tak lagi bersedih.
3345Please respect copyright.PENANAVpM8xnPqGD
"Maafin, Papa, Fa. Papa salah. Papa kalut, Papa nggak bisa berbuat apa-apa, saat Mama dijadikan budak sama Aziz. Papa nggak berguna, Fa. Bahkan sekarang, Papa kehilangan Mama sepenuhnya," kata Papa terisak sambil memeluk lututnya.
3345Please respect copyright.PENANA0ZOLE8HFTQ
"Farisha paham, Pa. Disini masih ada, Farisha kok. Papa jangan sedih ya!" kataku dengan memeluk Papa dari samping.
3345Please respect copyright.PENANAAx5eNxe5Zg
"Apa yang harus Papa perbuat, Fa? Pikiran Papa buntu. Papa pengen Mama kembali ke pelukan Papa. Tapi Papa nggak bisa berbuat apa-apa," kata Papa terisak.
3345Please respect copyright.PENANAj2UOzMk7bP
"Papa jangan sedih lagi!" kataku yang masih dengan perasaan kosong, kuturunkan tali gaun tidurku perlahan sampai gaun tidurku melorot sebatas perut.
3345Please respect copyright.PENANAlK1E5aeFRr
"Pa... "
3345Please respect copyright.PENANABOWJFkt61F
Papa mengangkat wajahnya untuk menatapku. "Papa suka?" tanyaku.
3345Please respect copyright.PENANAhgHbN6GEEa
Sekarang tubuhku bagian atas tak tertutup sehelai kain pun. Kupeluk wajah Papa lalu kubenamkan ke dadaku yang terbuka. Kuusap rambut Papa yang sudah memutih, dengan air mataku yang perlahan menetes di pipiku.
3345Please respect copyright.PENANAcq06DIkXAo
"Cuma ini, yang Farisha bisa lakuin, Pa," kataku menangis lirih.
3345Please respect copyright.PENANA9ZuEuzhjDe
Papa bangkit dari pelukanku, lalu menutup kembali dadaku yang terbuka dengan menaikkan tali gaunku ke pundakku.
3345Please respect copyright.PENANAK0x7PMEBAO
"Papa nggak pengen kamu kayak gini... " kata Papa yang lagi-lagi terisak.
3345Please respect copyright.PENANATQKNsE0pdI
Aku mengernyitkan dahiku tak mengerti, "Pa... Jangan bikin Farisha bingung!" kataku dengan tangis tertahan.
3345Please respect copyright.PENANAsKdXjAZF1E
"Papa nggak ngerti, Fa apa maksudmu?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANAGmCICQU7bi
"Farisha cuma pengen melepas beban-beban yang Papa tanggung," kataku yang mulai terisak.
3345Please respect copyright.PENANAZz93dGlVBQ
"Aaaaaarrggghhh..." Papa menjambak-jambak rambutnya sendiri.
3345Please respect copyright.PENANA8rkMkowudM
Aku tersentak kaget, lalu mundur ke belakang. Lagi-lagi Papa terisak, dengan lutut yang tertekuk.
3345Please respect copyright.PENANAU7yHvg56gn
"Cuma ini yang Farisha bisa bantu, Pa," kataku sambil melepas gaun tidurku sampai aku telanjang bulat.
3345Please respect copyright.PENANAYzoJo2GV9W
"Pa... Farisha udah siap," kataku sambil menggigit bibir bawahku.
3345Please respect copyright.PENANA38wit5AgBJ
Papa pun naik ke atas ranjang, dengan satu persatu-satu kain yang melekat di tubuhnya terlepas. Sekarang Papa menindihku...
3345Please respect copyright.PENANAJ8QG3CVtOU
"Aaaaaahhh... Pa..."
3345Please respect copyright.PENANAuXfuFcBuIS
Ini benar-benar tak sesuai ekspektasiku. Penis Papa menerobos liang senggamaku sampai ke titik yang terdalam. Setiap dorongan, penis Papa memenuhi lubang senggamaku sampai benar-benar penuh. Sampai setiap gesekan, dorongan membuat bola mataku berputar ke atas.
3345Please respect copyright.PENANA7PQW13oc8i
"Aaaaahh..."
3345Please respect copyright.PENANAIcwaAb4wkN
"Penuh, Pa.. " kataku menahan liangku yang penuh terisi oleh penis Papa.
3345Please respect copyright.PENANAfoblHrGsAM
"Tahan, Sayang! Punyamu terlalu sempit!" kata Papa.
3345Please respect copyright.PENANAFXfF1S43Of
"Ah ah ah ah..."
3345Please respect copyright.PENANAugr8N8iz3l
Tubuhku berkali-kali melengking, dengan tanganku yang meremas sprei ranjang Papa dengan erat. Benar-benar penuh, sampai berkali-kali kukepalkan tanganku.
3345Please respect copyright.PENANAH8vNU2bp5K
"Pa... Udah, udah! Farisha takut vagina Farisha sobek, Pa..!" kataku sambil mendorong tubuh Papa.
3345Please respect copyright.PENANAYWnGAh3aPA
"Nggak mungkin, Sayang. Otot vagina kamu cuma butuh adaptasi," kata Papa yang mempercepat pompaan pada vaginaku.
3345Please respect copyright.PENANAksZ3Vhy7ZT
Tubuhku benar-benar lunglai, rasanya syaraf-syaraf di tubuhku seperti lumpuh. Liangku pun awalnya perih, namun seperti kata Papa, otot liangku mulai beradaptasi. Rasa perih berubah menjadi perasaan yang tak mampu kujelaskan. Bukan hanya sensasi nikmat yang kurasakan, namun lebih dari itu. Karena aku sudah melewati batas tabu, dengan mereguk kenikmatan seksual bersama papa kandungku sendiri.
3345Please respect copyright.PENANA8tZIQm6KyO
Papa dengan jantannya menyetubuhiku dengan perkasa. Otot Papa sesekali membuatku menelan ludah. Apalagi saat pusakanya keluar masuk ke dalam liangku, yang memantik libidoku terus naik.
3345Please respect copyright.PENANA5cYNyp6bP3
Berkali-kali aku mengernyitkan dahiku, karena penis Papa sangat familiar.
3345Please respect copyright.PENANAbDzKBOskRc
"Pa... Boleh aku tanya sesuatu?" tanyaku sambil menahan perasaan nikmat yang menstimulus syaraf-syaraf dinding vaginaku.
3345Please respect copyright.PENANA5TuhNezNJx
"Iya, Sayang. Mau tanya apa?" tanya Papa dengan terengah-engah.
3345Please respect copyright.PENANAj9TLQSixb5
"Ah nggak jadi, Pa" kutepis kecurigaanku pada Papa.
3345Please respect copyright.PENANAvB4lPDaVWI
Dan sekarang justru, kecurigaanku mengarah pada Aziz. Ya aku bisa memastikan pelakunya adalah Aziz. Namun, saat tuduhanku mengarah pada Aziz. Tiba-tiba beralih pada Ahsan. Dan kugeleng-gelengkan kepalaku, lagi-lagi kutepis kecurigaanku.
3345Please respect copyright.PENANAk11m5jCdY6
Lalu Papa menunduk ke arah telingaku, "Kamu mau tanya, siapa yang menerormu tempo hari kan?" tanya Papa tersenyum mengerikan.
3345Please respect copyright.PENANAtA4R4qkdMA
Mataku terbelalak kaget mendengar perkataan Papa. "Kok Papa tau?" tanyaku dengan perasaan takut.
3345Please respect copyright.PENANA0c5ge47HJp
"Karena yang menerormu itu Papa, Fa... Hahaha," kata Papa tertawa menyeramkan.
3345Please respect copyright.PENANA8Xynm1InaX
"Kenapa lakuin ini ke Farisha sih Pa?" tanyaku terisak.
3345Please respect copyright.PENANAWOtT64a9bF
"Papa terobsesi sama kamu, Fa. Sejak Papa menjadikanmu obyek fantasy saat bersetubuh sama mamamu," kata Papa.
3345Please respect copyright.PENANAsmEc49drwi
"Papa gila..." kataku berteriak.
3345Please respect copyright.PENANANzKG1L0CKq
"Huss, jangan keras-keras! Nanti Mbok Darmi denger," kata Papa memberi isyarat dengan jari yang menempel di bibir.
3345Please respect copyright.PENANAG7tqodO5F9
"Kenapa mesti aku yang dijadiin fantasy sih, Pa?" tanyaku dengan terisak.
3345Please respect copyright.PENANAHUr6N8PMzt
"Mamamu yang mulai, Fa. Mamamu horny kalo Papa bayangin ngentot kamu saat sedang ngentot mamamu. Itu awal benih-benih Papa terobsesi sama kamu," kata Papa yang mulai menggila.
3345Please respect copyright.PENANAZV3cH2gjmZ
"Ah ah ah ah, Pa..."
3345Please respect copyright.PENANA2jYZ93jvCg
"Enak kan? Atau Papa lepas aja?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANApuvyODLozp
"Jangan, Pa! Terusin! Enak Pa!"
3345Please respect copyright.PENANAubMEcdZ8ma
"Papa ikhlas kalo Mama diambil Aziz, asal kamu jadi milik Papa, haha."
3345Please respect copyright.PENANABoOkuhxrdk
"Aku nggak mau, Pa. Aku anaknya, Papa," kataku sambil menikmati liang senggamaku yang penuh oleh penis Papa.
3345Please respect copyright.PENANAiGennA81ur
"Kenapa? Atau kamu lebih suka sama, Salim? Atau sama Akbar?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANAC26O9pDXvd
"Darimana Papa tau?" tanyaku yang lagi-lagi terkejut.
3345Please respect copyright.PENANABLNeWXZ7Em
"Hahaha, kamu bodoh, Fa. Apa kamu nggak sadar kalo di pos satpam Papa pasangin CCTV?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANAd4L86rKmNn
"Papa jahat!"
3345Please respect copyright.PENANAmDrm3X8n87
"Papa sayang sama kamu, Fa... Coba bilang! Kamu lebih suka punya Papa atau punya Salim?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANAgW1koSPug0
Kubuang muka ke samping, tanpa menjawab sepatah kata pun. Meski jujur, aku lebih melambung tinggi saat bersetubuh dengan Papa. Namun, di hatiku hanya ada Pak Salim. Sedangkan Akbar, aku tak tau. Karena sejak awal, di hatiku kupupuk dengan kebencian yang mendalam.
3345Please respect copyright.PENANAXOcpfM46tX
"Boleh kan, Papa keluar di dalam?" tanya Papa.
3345Please respect copyright.PENANA0KHfWf5LLH
"Jangan Pa!"
3345Please respect copyright.PENANAQArDgHdcLh
"Kenapa? Bukannya Salim udah keluar di dalam? Jadi nggak mungkin kamu hamil anak Papa, Fa," kata Papa.
3345Please respect copyright.PENANAu9ypHOPgeY
"Tapi aku nggak mau, Pa!"
3345Please respect copyright.PENANAQRWxWqUvkx
"Kenapa? Kamu takut main hati sama, Papa? Haha," tanya Papa terkekeh.
3345Please respect copyright.PENANAUyyFKp7PFn
"Ah ah ah.."
3345Please respect copyright.PENANAohguLh6TQZ
"Aku keluar, Pa," kataku menjerit.
3345Please respect copyright.PENANAsuELXAn6yp
Papa mencabut penisnya dari liangku, membuatku orgasme yang pertama dengan tubuh mengejang.
3345Please respect copyright.PENANAeQ4jhvReNs
"Ckckck, kasian anak Papa. Memeknya jadi menganga kayak gini. Tapi nggak apa-apa, anak Papa tetep gadis kecil Papa, haha."
3345Please respect copyright.PENANA1Y89YHQnnN
Kulihat Papa sudah mulai menancapkan lagi pusakanya ke dalam liangku. Kucoba dorong tubuh Papa, karena aku sudah merasa lelah.
3345Please respect copyright.PENANA4bzwa2nik5
"Udah, Pa! Farisha capek... "kataku memelas.
3345Please respect copyright.PENANAmLV4nEbeVv
"Capek'an mana fivesome sama temen-temenmu? Farisha, anak kesayangan Papa," kata Papa sambil berbisik ke telingaku.
3345Please respect copyright.PENANACyAB70gHuc
Mataku langsung melotot, duniaku terasa mau runtuh seketika.
3345Please respect copyright.PENANAler3SxyTHC
"Gimana Papa tau?" tanyaku masih tak percaya jika rahasiaku terbongkar oleh papaku sendiri.
3345Please respect copyright.PENANAzApDsTlB1X
"Papa meretasmu, haha."
3345Please respect copyright.PENANAMIwsf8Lm9k
"Mana bisa Papa meretas chat yang terenkripsi?"
3345Please respect copyright.PENANAqmXcBiDfXi
"Masih ada celah," kata Papa dengan membusungkan dadanya.
3345Please respect copyright.PENANAYmCoNRXkRx
"Sombong! Tapi kalah sama Aziz."
3345Please respect copyright.PENANAyUpNH7xkuC
"Apa kamu bilang?" tanya Papa melotot sambil memompa penisnya lagi ke liang senggamaku.
3345Please respect copyright.PENANAbA8AOi9fsy
"Ah ah ah..."
3345Please respect copyright.PENANAPerLi8HN4L
"Ampun, Pa.."
3345Please respect copyright.PENANAWKavmpzqWj