Dalam hati aku merasa kesel gara-gara Andi serius menanggapi candaanku. Tapi aku gak mau terlihat marah di depannya karena aku gak mau Andi meninggalkanku. Sekarang sandaranku hanya ada Andi, dia yang selalu ada buatku.
5522Please respect copyright.PENANACBwRS85dsQ
Ntah kenapa aku jadi terikat dengan Andi, rasanya hatiku yang dulu tersemai oleh benih-benih cinta dari Malik seakan memuai. Tetapi bukan berarti aku sudah bisa melupakan Malik sepenuhnya, karena Malik meninggalkanku karena kesalahanku sendiri. Kecuali Malik lah yang selingkuh, mungkin aku akan antipati pada Malik dan gak mau lagi meninggalkan setitik cinta untuk Malik.5522Please respect copyright.PENANANFOuFj0gCh
5522Please respect copyright.PENANAbCCyjKMvoG
Yang aku pikirkan sekarang, aku ingin sekedar mengalihkan kesedihanku karena telah membuat Malik kecewa. Dengan mencoba menjalin perasaanku pada laki-laki yang baru aku kenal beberapa hari yang lalu.
5522Please respect copyright.PENANAiIpJbFNiXu
Aku gak menyangka, kalau keinginanku mencari pelarian dari kesedihanku justru mengikat hatiku pada hati yang baru. Sebenernya aku merasa bersalah, yang seharusnya aku memperbaiki hubunganku dengan Malik justru membuat kesalahanku lebih banyak lagi dengan menjalin hubungan dengan Andi.
5522Please respect copyright.PENANA1IfmTfBmtY
Saat aku mulai terikat seperti ini, justru Andi menjadikanku mainan. Seharusnya seperti yang dia katakan sebelumnya, gak rela aku disetubuhi orang lain. Nyatanya, Andi justru merelakan aku disetubuhi orang lain.
5522Please respect copyright.PENANA14TrwyEzPC
Apakah aku kecewa? Sangat kecewa. Meski aku ngelantur seenaknya kalau aku gak puas hanya dengan satu laki-laki, tetapi itu sebatas di bibir saja. Andi gak bisa memahamiku sebagai perempuan. Yang aku inginkan dia protektif padaku, dia cemburu.
5522Please respect copyright.PENANAyO0yRCvtWu
Tanpa sadar saat aku menggandeng tangan penjual cilok untuk membawanya ke dalam rumah, aku melamun.
5522Please respect copyright.PENANAk5n9Cl0p84
"Na, Na, ngelamun aja?", Tanya Andi mengagetkanku.
5522Please respect copyright.PENANATmp8Y8NvXd
"Eh, engga, hehe", kataku salah tingkah.
5522Please respect copyright.PENANA2j0ciSVQom
Sekarang aku berada di dalam kamarku, dengan pintu kamar aku tutup. Di sampingku duduk Andi dan penjual cilok.
5522Please respect copyright.PENANAqABUP00Ug2
Kutatap penjual cilok yang berada di sampingku dengan tersenyum dibalik cadarku, "Nama Mas siapa? Saya Husna Mas", kataku memperkenalkan diri.
5522Please respect copyright.PENANATEmZv4ubJZ
"Saya Parjo Mbak", kata si Penjual cilok mencoba memperkenalkan diri.
5522Please respect copyright.PENANAXN9mToY2Jk
Aku menjulurkan tanganku untuk menjabat tangannya untuk berkenalan. Karena memang aku gak pernah memakai handshock sejak dulu, meskipun aku bercadar. Kulit telapak tanganku saat menjabat tangan Mas Parjo menyentuh kulit telapak tangannya secara langsung.
5522Please respect copyright.PENANAlGbNkI2MF6
Hatiku berdesir sekejap, padahal sudah berkali-kali aku bersentuhan kulitku dengan laki-laki non mahrom. Dan gak hanya bersentuhan kulit, tetapi juga menyebutuhiku dari lubang vaginaku sampai lubang analku.
5522Please respect copyright.PENANARilcuHVmxY
Tetapi perasaan seperti ini selalu muncul saat aku berkenalan dengan laki-laki baru. Begitu juga, saat aku berkenalan dengan Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAS5ruhVoFmd
Sekarang Mas Parjo duduk di pinggir ranjangku di sebelah kiriku. Sedangkan Andi yang duduk di sebelah kananku berdiri, berpindah duduk di kursi meja riasku.
5522Please respect copyright.PENANAAw8CKONYrV
Ntah kenapa aku jadi kikuk, padahal saat aku berada di rumah Om Jono, aku sangat-sangat nakal. Dan aku gak hanya disetubuhi oleh satu sampai lima orang, tapi sepuluh orang lebih. Anehnya aku merasa biasa-biasa saja.
5522Please respect copyright.PENANAqxWTrQHzDV
Kutatap Mas Parjo, dia juga menunduk malu-malu dan hanya senyum-senyum saja. Lalu pandanganku beralih ke Andi.
5522Please respect copyright.PENANAtVcYRzJxwU
"Ndi!", Kataku dengan wajah cemberut dibalik cadarku.
5522Please respect copyright.PENANAGjDCjvoBBC
Mata kita saling memberi kode, harapanku kegilaan Andi dibatalkan. Karena aku benar-benar gak menginginkan ini. Tetapi percuma saja, Andi aku beri isyarat apa saja karena Andi gak mengerti. Dia hanya mengangkat kedua pundaknya ke atas, seakan bilang kalau dia gak tau apa yang harus dilakukan.
5522Please respect copyright.PENANAFa68PvyM7T
Aku kesel melihat Andi, aku juga menyesal karena aku gak bisa mengendalikan apa yang aku ucapkan. Tetapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlanjur. Dan aku ingin, semua yang sudah aku mulai cepat selesei.
5522Please respect copyright.PENANASPcqQPTrkg
"Mas!", Kataku menoleh ke samping, menatap mata Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAwzw6RnPcyf
"Eh, iya Mbak", kata Mas Parjo berbalik menatapku tetap dengan ekspresi grogi.
5522Please respect copyright.PENANA5sXNQloOSH
"Santai saja Mas! Jangan grogi!", Kataku dengan tersenyum dibalik cadarku.
5522Please respect copyright.PENANADdor9iLzs1
Sekilas kulirik Andi, tangannya mengepal. Dahinya penuh keringat, kakinya pun dia hentak-hentakkan ke lantai. Ntah kenapa aku tersenyum melihatnya, senyum wajahku berubah menjadi masam.
5522Please respect copyright.PENANAndZ4ivYDyL
Perlahan, aku melepas tali cadarku dengan jantung berdetak kencang. Lalu cadarku, aku letakkan di atas ranjang dengan melipatnya rapi.
5522Please respect copyright.PENANAWffkBycmZv
"Mas Parjo suka?", Tanyaku dengan tersenyum.
5522Please respect copyright.PENANAnZp64sf3DX
"Eh em, maksud Mbak?", Tanya Mas Parjo grogi.
5522Please respect copyright.PENANAjvxJBj8pY1
"Mas suka sama wajahku?", Tanyaku tersenyum malu-malu.
5522Please respect copyright.PENANA9H6SmIzODF
Mata Mas Parjo berkali-kali memandang ke arah Andi. Kulihat Andi mengangguk, dengan ekspresi seperti menahan sesuatu.
5522Please respect copyright.PENANAzOcspULQmZ
Kutatap Andi dengan tatapan tajam, "Kamu jahat Ndi!", Kataku dalam hati.
5522Please respect copyright.PENANA8xbREJphqT
Karena Mas Parjo gak kunjung memiliki inisiatif untuk menyentuhku, dengan terpaksa aku yang harus memulai. Sekarang kedua tanganku berada di pundak Mas Parjo. Kita saling menatap, hanya saja saat aku menatap mata Mas Parjo nakal. Mas Parjo selalu menghindar, ntah itu dengan menunduk, atau menoleh ke samping.
5522Please respect copyright.PENANAY5v13yqXoQ
Melihat Mas Parjo, aku jadi ingin tertawa terpingkal-pingkal. Ntah kenapa aku jadi ingin menggoda Mas Parjo dengan sedikit nakal.
5522Please respect copyright.PENANAuA8kUTPwTs
"Mas gak suka ya sama aku?", Kataku dengan wajah cemberut.
5522Please respect copyright.PENANAdxeoMBWwI4
"Eh, suka Mbak", kata Mas Parjo salah tingkah.
5522Please respect copyright.PENANAzLUkjUQQ9p
"Trus kenapa tuh gak mau natap mataku?", Kataku sambil membelai dadanya yang masih tertutup kaos putih lusuh.
5522Please respect copyright.PENANAxep5iWME2F
Saat tanganku berada di dadanya, aku bisa merasakan detak jantung Mas Parjo berdetak kencang. Kucoba menggodanya lebih nakal lagi.
5522Please respect copyright.PENANAFOQrTFsoPK
"Kok gak jawab Mas?", Tanyaku sambil jariku berada di puting Mas Parjo, berputar-putar disekitar aerolanya.
5522Please respect copyright.PENANA0sWo2Sn6l0
"Saya malu Mbak", kata Mas Parjo jujur.
5522Please respect copyright.PENANA96t4BG2dxt
"Gak usah malu Mas, ahhh aaaahh", kataku manja dengan sedikit mendesah, kudekatkan wajahku di samping wajah Mas Parjo. Dengan bibirku berada tepat di depan telinga Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAZN7Oy9r9qq
Perlahan kudorong tubuh Mas Parjo supaya rebah di atas ranjangku, dengan kaki yang masih menggantung ke bawah. Sekarang aku sedikit menindih Mas Parjo, meskipun tubuhku gak sepenuhnya berada di atas Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAHMoKELwcK0
"Mas kenapa malu, ssshhh?", Tanyaku dengan wajahku berada di depan wajah Mas Parjo. Dengan jari telunjukku berada di bibirnya.
5522Please respect copyright.PENANA97hvRtWJko
Mas Parjo gak menjawab, justru Mas Parjo memejamkan matanya. Niatku yang ingin menggodanya, jadi tertawa terpingkal-pingkal.
5522Please respect copyright.PENANAE8193N9gAA
"Hahahaha" aku tertawa lepas tanpa menutup bibirku dengan telapak tanganku.
5522Please respect copyright.PENANA1KW3OPZLth
"Gak usah grogi gitu ah Mas" kataku menatap lekat Mas Parjo dengan cemberut.
5522Please respect copyright.PENANADCmmeO6and
Kesel juga karena Mas Parjo sama sekali gak punya inisiatif menjamahku, seakan gak memiliki nafsu sedikit pun padaku.
5522Please respect copyright.PENANA1hVBRVpcPq
Tanganku sekarang berada di selangkangan Mas Parjo, kubelai penis Mas Parjo yang masih tertutup celana dan celana dalamnya. Mata Mas Parjo terpejam, dengan bibir mendesis.
5522Please respect copyright.PENANAf3MTD5AUwj
"Ssssh aaaah".
5522Please respect copyright.PENANAI1dQkEerR2
"Enak Mas?", Tanyaku dengan tatapan nakal.
5522Please respect copyright.PENANA9c2iCytQcK
Lagi-lagi gak ada jawaban, tetapi penis Mas Parjo gak bisa bohong. Sekarang celana Mas Parjo mulai menggembung. Kurasakan celana Mas Parjo mulai menggembung besar, cukup membuatku terkejut karena ukuran penis Mas Parjo sama seperti Yusuf dan Malik.
5522Please respect copyright.PENANAZq6shJY119
Ya meski masih tertutup oleh celana dan celana dalam, aku bisa memperkirakan. Karena aku pernah melihat penis gak hanya satu atau dua penis, jadi aku bisa memperkirakan ukuran penis meski masih di dalam celana dan celana dalam.
5522Please respect copyright.PENANAGw3dO5jcBc
"Mas naik ke ranjang dong!", Kataku dengan manja.
5522Please respect copyright.PENANAjwpMe36OL9
Ntah kenapa Mas Parjo yang tadi malu-malu, akhirnya menurutiku naik ke atas ranjangku. Setelah Mas Parjo sepenuhnya naik ke atas ranjangku, dengan posisi terlentang. Aku pun naik ke atas ranjang, di sebelah Mas Parjo dengan kakiku aku kaitkan ke tubuh Mas Parjo dan tanganku berpangku tangan menatap Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANABqqPohne7c
Lalu aku duduk di samping Mas Parjo untuk melepas hijabku, setelah hijabku terlepas tinggal ciput yang menutupi rambutku.
5522Please respect copyright.PENANAFR40ejVzgi
Kulihat Mas Parjo menelan ludah menatapku, terlihat jakunnya naik turun. Sorot matanya ke arah leherku yang sudah gak tertutup sehelai benang pun.
5522Please respect copyright.PENANAVaw7C1eZ9v
Kulanjutkan dengan melepas ciput yang menutupi rambutku. Sekarang rambutku yang panjang tergerai. Sesekali aku rapikan rambutku, lalu aku gerai rambutku ke depan, menutupi bagian dadaku.
5522Please respect copyright.PENANAhL6ZnW48Tm
Sekali lagi kulihat Mas Parjo menelan ludah, "Aku cantik ya Mas?", Tanyaku dengan suara genit.
5522Please respect copyright.PENANAruJBsRDCvc
"I iya Mbak, banget", kata Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAvTl58ITS6Y
Kutindih tubuh Mas Parjo, sekarang tubuhku yang hanya dibalut oleh dress panjangku saja tanpa dalaman bersentuhan dengan tubuh Mas Parjo yang masih memakai pakaian lengkap di tubuhnya.
5522Please respect copyright.PENANAicFGMm81zL
Tiba-tiba kurasakan tangan Mas Parjo mencengkeram pantatku, meremasnya lalu mendorongnya, menekan ke bawah.
5522Please respect copyright.PENANAhZwA2GyhcB
Kurasakan penis Mas Parjo yang menggembung menempel di vaginaku yang masih tertutup dress panjangku.
5522Please respect copyright.PENANA4V4n9GkBFL
"Saya gak tahan Mbak!", Kata Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAjjOLlkQnee
"Nah gitu dong! Aku jadi gak repot-repot godain Mas Parjo", kataku dalam hati.
5522Please respect copyright.PENANAs377ArDfRi
Sekarang Mas Parjo berguling, giliran aku yang berada di bawah. Sedangkan Mas Parjo berada di atas tubuhku. Dengan sedikit mengangkat tubuhnya Mas Parjo melepas kaos lusuhnya.
5522Please respect copyright.PENANATicmrhIPVA
Cuping hidungku menghirup aroma kejantanan dari tubuh Mas Parjo. Setelah kaos putih lusuhnya terlepas, mataku nanar menatap tubuh Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAQexaGiwCNX
"Kenapa Mbak lihatinnya kayak gitu? Hehe", tanya Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANAA1bcLeGORJ
"Tubuh Mas Parjo bagus", kataku malu-malu lalu melengos ke samping.
5522Please respect copyright.PENANACiFO320gEN
Tadi Mas Parjo yang malu-malu, sekarang giliran aku yang malu-malu, melihat tubuh Mas Parjo yang kekar. Lebih kekar dari Yusuf dan Malik, bahkan lebih matang karena kemungkinan Mas Parjo umurnya jauh di atas aku.
5522Please respect copyright.PENANATiMO3GyQ4t
"Mbak suka?", Tanya Mas Parjo yang merapikan rambutku ke telingaku.
5522Please respect copyright.PENANANbIqZTSsme
Karena malu, aku hanya menjawabnya dengan anggukan. Mas Parjo pun membalas anggukanku dengan tersenyum.
5522Please respect copyright.PENANAcIZC03LV5Z
Masih dalam posisi menindihku, Mas Parjo mengangkat tubuhnya bagian bawah. Lalu menarik celananya ke bawah sebatas lutut. Berlanjut dengan menarik celana dalamnya sebatas lutut juga.
5522Please respect copyright.PENANAFINyNiVDjO
Karena posisiku berada di bawah Mas Parjo, aku gak bisa melihat penis Mas Parjo dengan jelas. Sekarang kita saling menatap, dengan tatapan yang dalam mata Mas Parjo, nafasku mulai gak beraturan.
5522Please respect copyright.PENANAU8uJhJsJ2i
Tanpa menyingkap dress panjangku ke atas, Mas Parjo menindihku. Penisnya menggesek-gesek vaginaku, yang hanya tertutup dress panjangku.
5522Please respect copyright.PENANAh24ADDZ6z1
"Ssssh Mas", kataku melenguh dengan mataku terpejam.
5522Please respect copyright.PENANAIaLkV3T9h0
Mas Parjo menunduk untuk mencium bibirku. Mendapat ciuman Mas Parjo, aku yang sudah hanyut dalam syahwat membalas kecupan Mas Parjo dengan lumatan.
5522Please respect copyright.PENANAid2tf1wfDW
"Elm, elm, elm" kulumat bibir Mas Parjo tanpa rasa jijik.
5522Please respect copyright.PENANA2bJpHZK47Y
Mas Parjo pun belajar dengan cepat, gak hanya aku yang melumat bibirnya. Tetapi Mas Parjo mulai mengambil kendali, mulai mendominasiku. Sekarang bibirku lah yang dilumat Mas Parjo tanpa ampun.
5522Please respect copyright.PENANATjTrOTGoW4
"Elm, elm, elm" pertemuan bibirku dan Mas Parjo yang saling melumat.
5522Please respect copyright.PENANAKmIbRxbMkJ
Kurasakan tangan Mas Parjo sudah berada di atas payudaraku yang hanya tertutup dress panjang tanpa BH. Mas Parjo mengangkat wajahnya, melepas lumatannya pada bibirku.
5522Please respect copyright.PENANAiHlDblB8l7
"Mbak gak make BH?", Tanya Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANATItOcmZ3LD
"Iya Mas", kataku malu-malu.
5522Please respect copyright.PENANA0RtBCme6hv
"Nakal ya!", Kata Mas Parjo dengan meremas payudaraku lebih kencang.
5522Please respect copyright.PENANAGFhWwpQYvL
"Ssshhh ahhh Mas", kataku mendesah dengan kepala mendongak ke atas dan mata terpejam menikmati sensasi remasan pada payudaraku.
5522Please respect copyright.PENANA1zlxbciHH9
Mas Parjo kembali melumat bibirku, mendapat lumatan pada bibirku, kubuka bibirku. Seakan tau apa yang aku inginkan, Mas Parjo menjilati rongga mulutku dengan lidahnya. Sekarang lidahnya menari-nari di dalam rongga mulutku.
5522Please respect copyright.PENANAOTbMdPzW6Z
Aku yang gak mau kalah, mulai menjulurkan lidahku. Sekarang gak hanya Mas Parjo saja yang menjelajahi rongga mulutku. Tetapi lidahku juga mulai berusaha masuk ke dalam rongga mulut Mas Parjo. Hanya saja terhalang lidah Mas Parjo, yang membuat lidahku dan Mas Parjo bertemu. Saling memberi rangsangan, saling menghisap satu sama lain.
5522Please respect copyright.PENANAp8vbHACMYA
"Srup srup srup."
5522Please respect copyright.PENANA7zDBSgYu56
Ntah sejak kapan dress panjangku tersingkap ke atas sampai ke perut. Kurasakan benda tumpul menggesek-gesek vaginaku yang gak tertutup oleh sehelai benang pun.
5522Please respect copyright.PENANAkBJs1Wui9o
Mengetahui itu, aku mengangkang lebih lebar. Dengan kakiku aku kaitkan ke pinggang Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANASBGWDngvq0
Blesss..
5522Please respect copyright.PENANA3YLePFUu1b
Penis Mas Parjo mulai membelah vaginaku, dengan wajah mendongak ke atas, kurasakan penis Mas Parjo yang mulai penetrasi ke dalam vaginaku. Rasanya penuh di dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANATha6y0AtV8
"Aaah Mas", kataku melenguh dengan menggigit bibir bawahku.
5522Please respect copyright.PENANAZLeLEET9S8
Setelah penis Mas Parjo satu dua kali mulai keluar masuk ke dalam vaginaku. Vaginaku mulai beradaptasi. Genjotan yang keras ke dalam vaginaku, membuat tubuhku tersentak-sentak.
5522Please respect copyright.PENANA8phqjC8ZFb
Hennngkk!
5522Please respect copyright.PENANAMKIsXiBNbT
"Aaah Mas", aku lagi-lagi mendesah dengan keras sambil mendongakkan wajahku sambil mataku terpejam saat Mas Parjo menghentakkan penisnya dengan kuat ke dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANAY52fSPPRg4
Aku merasakan wajahku dibelai oleh seseorang, kucoba membuka mataku yang terpejam. Ternyata orang itu Andi, yang duduk di sampingku dengan wajah tersenyum.
5522Please respect copyright.PENANAe1p3dINXTM
Lalu kembali kututup mataku, kurasakan hentak-hentakkan kuat dari penis Mas Parjo ke dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANAVksSf8ERxe
"Ah ah ah ah" tubuhku terlonjak-lonjak gak karuan.
5522Please respect copyright.PENANA49dkdvHUVt
Henggk.. hengggk..
5522Please respect copyright.PENANAUr1uhm22UX
Mas Parjo kembali menghentak-hentakkan penisnya agar masuk lebih dalam ke dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANAp06kmL3oOo
"Aaahhh Mas" kataku melenguh dengan hebat.
5522Please respect copyright.PENANATiSOldyFky
Sekarang kakiku diangkat lebih tinggi oleh Mas Parjo, dengan tangannya memegang betisku ke atas.
5522Please respect copyright.PENANAY9Z7Z1e1J1
Tubuhku rasanya seperti dikuliti, padahal aku have sex hanya dengan satu orang. Tetapi rasanya seperti digilir bergantian oleh beberapa orang. Mas Parjo kuat banget, sampai aku hanya bisa mendesah gak karuan menerima hunjaman penisnya ke dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANAjq5UCba44F
Setiap kali Mas Parjo mencabut penisnya, tubuhku mengejang dengan cairan yang muncrat seperti air mancur.
5522Please respect copyright.PENANAlr6PUsCOQu
"Aaahhh Mas" aku mengejang dengan hebat.
5522Please respect copyright.PENANAkJJa3dcvIS
Lalu Mas Parjo kembali menggenjot vaginaku, dengan durasi semakin cepat, semakin kuat. Tubuhku gak berdaya, sampai Mas Parjo melepas kembali penisnya dari vaginaku. Aku pun kembali mengejang, dengan semburan lubrikan yang seperti air mancur.
5522Please respect copyright.PENANA7fDpdFrdSa
"Aaaahh Mas, ah ah" aku lagi-lagi mengejang dengan hebat.
5522Please respect copyright.PENANAMrLCn8W26v
Seperti gak ada puasnya, Mas Parjo kembali penetrasi ke dalam vaginaku. Dengan tempo yang gak kalah cepatnya seperti sebelumnya.
5522Please respect copyright.PENANAIL9WAXgweI
"Ah ah ah ah", aku mendesah hebat dengan kakiku aku kaitkan ke pinggang Mas Parjo. Mas Parjo pun membungkuk, menindihku.
5522Please respect copyright.PENANAHMC8D3Ksn6
Sekarang Mas Parjo kembali melumat bibirku habis-habisan, dengan genjotan pada vaginaku yang gak kalah brutalnya.
5522Please respect copyright.PENANAO32c3ic4hp
Hengg. Hennng..
5522Please respect copyright.PENANAoOADTD9pMq
Kulepas kaitan kakiku pada pinggang Mas Parjo, Mas Parjo pun bangun dari menindihku. Penis Mas Parjo yang menyembur sampai mengenai wajahku, bersamaan dengan aku yang orgasme untuk kesekian kali.
5522Please respect copyright.PENANAWXgvbxhWaO
"Aaaaaahh Mas" tubuhku mengejang gak karuan dengan semburan bertubi-tubi.
5522Please respect copyright.PENANAD7HKthTmIM
Lalu Mas Parjo berguling, rebah di sampingku. Kurasakan ada tangan yang mengusap keningku yang berkeringat, kutatap orang itu. Kulihat Andi tersenyum duduk di samping kepalaku.
5522Please respect copyright.PENANAqhTKMyt5JA
"Puas?", Tanya Andi.
5522Please respect copyright.PENANAGFeI0WfMaI
"Tau!", kataku jutek.
5522Please respect copyright.PENANA5yq6n7ETw2
"Hehe kok ngambek?", Tanya Andi sambil terkekeh.
5522Please respect copyright.PENANAwl1IhMaLjO
"Kata siapa aku ngambek?", Kataku jutek.
5522Please respect copyright.PENANABWBN4Bgd92
Lalu aku duduk untuk melepas dress panjangku sampai aku telanjang bulat. Sekarang aku menindih tubuh Mas Parjo, dengan tangan mengelus-elus penis Mas Parjo. Dan aku gesek-gesekkan ke vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANAUqijNOgnhT
Kutatap Andi dengan tatapan sayu, Andi pun menatapku hanya dengan tersenyum saja.
5522Please respect copyright.PENANAM8SCWyL8J3
Penis Mas Parjo pun kembali ereksi, lalu aku lesakkan ke dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANANucHg8SaJI
"Aaahhhhhhh" tubuhku melengkung saat penis Mas Parjo mulai masuk, membelah vaginaku lagi.
5522Please respect copyright.PENANA0JaCGgADY2
Aku mulai naik turun di atas tubuh Mas Parjo, dengan tanganku meremas-remas payudaraku yang mulai mengencang.
5522Please respect copyright.PENANAOpO5KVYg8m
"Ah ah ah ah" aku naik turun tak terkendali.
5522Please respect copyright.PENANAqrAHQyao14
Saat aku merasakan payudaraku disentuh, aku membuka mataku. Yang aku kira yang menyentuh payudaraku, dengan remasan perlahan itu Mas Parjo. Ternyata yang meremas payudaraku Andi.
5522Please respect copyright.PENANAKtAlVvawY6
Kutatap Andi dengan tatapan melotot, kutepis tangannya yang meremas payudaraku.
5522Please respect copyright.PENANARfaB1yTXZL
"Mas Parjo remas tetekkku!", Kataku sambil memegang kedua tangan Mas Parjo dan aku letakkan di atas payudaraku yang mengencang.
5522Please respect copyright.PENANA5ezuYsxQCQ
Kutatap Andi dengan cemberut, Andi hanya membalas tatapanku dengan tersenyum. Lalu kembali duduk di kursi meja riasku.
5522Please respect copyright.PENANA5kpv77l6P3
Rona wajah Andi yang awalnya tersenyum berubah menjadi murung, tetapi aku justru senang. Akan aku buat Andi lebih cemburu lagi.
5522Please respect copyright.PENANAUEy1sF1Dpy
"Ini kan yang kamu mau Ndi?", Tanyaku dalam hati.
5522Please respect copyright.PENANAbZzhVi3RIm
Sekarang aku gak hanya naik turun di atas tubuh Mas Parjo, tetapi juga memutar-mutar pinggulku.
5522Please respect copyright.PENANAeBdBtAgJ0S
"Aaahhhh Mas" tubuhku melengkung dengan wajahku mendongak ke belakang sambil memejamkan mataku.
5522Please respect copyright.PENANA6vztrmQvVV
Kuangkat pinggulku ke atas sampai penis Mas Parjo terlepas.
5522Please respect copyright.PENANAohYEqwdL2m
Tubuhku mengejang hebat, gak karuan. Dengan semburan yang gak kalah hebatnya.
5522Please respect copyright.PENANAMUWBxdgGhV
"Aaaahhhhhh" setelah itu tubuhku mengejang hebat, ambruk ke atas tubuh Mas Parjo.
5522Please respect copyright.PENANATg0r3wW0u3
Pipiku menempel di dada bidang Mas Parjo, dengan tangan Mas Parjo yang mengusap-usap punggungku yang gak tertutup oleh sehelai benang pun.
5522Please respect copyright.PENANAehAtX7A8nT
Kurasakan sisa-sisa orgasmeku, sambil merasakan usapan tangan Mas Parjo di punggungku yang membuatku merasa nyaman.
5522Please respect copyright.PENANA2sl5LXtYWo
Kubuka mataku, kuangkat wajahku untuk menatap mata Mas Parjo. "Mas belum puas ya?", Tanyaku dengan tersenyum.
5522Please respect copyright.PENANAbHZjdCz9DQ
Kupegang penis Mas Parjo yang kembali menegang dan kembali aku lesakkan ke dalam vaginaku.
5522Please respect copyright.PENANAOTQXqUJ4DS


