/story/121674/aku-bukan-kunci-warisan/toc
Aku Bukan Kunci Warisan | Penana
arrow_back
Aku Bukan Kunci Warisan
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
搜尋故事、作者及社群
繼續閱讀全部清除
別人在看刷新
X
開啟推送通知以獲得 Penana 上的最新動態!
G
Aku Bukan Kunci Warisan
Keisharaddha
簡介 目錄 留言 (0)

"Apa kau berniat menyiksaku hari ini..?"

Pertanyaan macam apa itu.

"Kau yang sudah menyiksa batinku dengan tak berperasaan RAYYANSYAH SIDDIQUI.." aku meraih apapun yang ada dimeja rias dan bergegas ke arahnya.

"Hentikan itu.." dia datang mendekat.

"Kau akan memberikan aku talak?" Itu bukan pertanyaan melainkan permohonan.

Dia mengangkat tangan kemudian meletakannya di atas kepala. Aku memandangnya penuh harap. “Baiklah,, KEISHA AZZAHRA..” dia terlebih dahulu membuat nafas yang terasa berat sebelum melanjutkan kuliahnya.

"Katakan Rayy, aku menunggunya.." mengukir senyum pemurnian kata-kata yang akan membebaskanku.

Satu detik dua detik sampai tiga menit, aku masih setia dengan senyum manis yang mengembang.

"Kau ... akan menjadi istriku selamanya, aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapan pun.." Dia menarik kembali tangannya bersamaan dengan lenyapnya senyuman di wajahku, harapanku pupus, Hatiku patah sejuta bukan seribu lagi.

"Maka jangan meminta hal itu lagi, jangan harap aku akan mengatakannya.."

Batinku histeris, tapi aku malah memaksa tertawa. "Kenapa.. kenapa Rayy? apa kau tidak rela warisannya jatuh ke tangan sepupumu. Hingga kau akan membelengguku selamanya..!

Apa salahku? aku tidak meminta dikaitkan dengan warisan kalian, kenapa hidupku harus kau kuasai.." tatapku nyalang.

*INI KISAH HIDUPKU, KISAH SUAMI YANG TELAH MENDUAKANKU, DAN AKU TERPAKSA BERTAHAN DISISINYA.*

留言
書籤
預計閱讀時間: 7 分鐘
toc 目錄
bookmark_border 書籤 開始閱讀 >
×


還原至預設

X
×
×

在主頁加入 Penana 以更方便離線閱讀:按 然後按「加至主畫面」