FILM OUT453Please respect copyright.PENANAQqGdIydr9O
453Please respect copyright.PENANATC4EGLhFCn
RUN453Please respect copyright.PENANAdBM06RGdVh
453Please respect copyright.PENANA8VBhRrRK3x
453Please respect copyright.PENANAtDtXfR3IFt
Orang itu adalah Renji, pengusaha yang sedang naik daun karena kesuksesannya diusia muda. Renji diketahui sering menggelar acara amal dan berbagi kepada kaum yang memerlukan bantuannya tetapi Simon yang sudah lebih dulu menyelidiki latar belakang orang itu mengetahui kalau Renji tidak mulia seperti yang orang pikir karena dirinya juga mengelola sebuah kasino ilegal agar bisa sukses seperti saat ini.453Please respect copyright.PENANACYY4qD84X5
453Please respect copyright.PENANA4f4DYJC1up
453Please respect copyright.PENANAuc0s1ZdEC4
Kali ini Simon turut mengajak Draco bersamanya, tentu karena terpaksa. Namun hasilnya tetap nihil, Renji menunjukkan reaksi yang lebih manusiawi dibandingkan dengan kakek Arnon dan tampaknya dia juga baru mengetahui perihal menghilangnya Arnon.453Please respect copyright.PENANAorNCwqZ6j1
453Please respect copyright.PENANAFYG6c1y48z
453Please respect copyright.PENANAmhjLJ9VDXF
Delapan tahun telah berlalu Simon dan Draco menjadi semakin akrab dan masih menjalin hubungan pertemanan, mereka berdua tidak pernah menyerah untuk terus mencoba menemukan jejak keberadaan sang teman.453Please respect copyright.PENANAfcn2Gy9piT
453Please respect copyright.PENANACwmMt71Ucd
453Please respect copyright.PENANAaMjC1TTgWV
* * *453Please respect copyright.PENANA1GJXSqwtBW
453Please respect copyright.PENANAGi4slmoYgm
453Please respect copyright.PENANAS0C9Yo8y1m
Sampai empat hari yang lalu seorang pendaki tidak sengaja menemukan jasad Arnon disebuah pegunungan yang berlokasi tidak jauh dari gereja tempat pertama kali Osaka kehilangan sosok pujaan hatinya.453Please respect copyright.PENANAdxisbnVWLg
453Please respect copyright.PENANACa600Mjmn9
453Please respect copyright.PENANAxTArtGaedl
* * *453Please respect copyright.PENANAoAXLcp5m4E
453Please respect copyright.PENANAskikYwuOSB
453Please respect copyright.PENANA3ZFPzMj6NX
[14.59] Osaka masih sulit mempercayai cerita yang disampaikan Draco sampai akhirnya dia melihat sendiri dengan mata kepalanya, foto Arnon yang sedang tersenyum terpampang jelas diupacara pemakaman korban dan disana juga tampak sang Ibunda yang masih terpukul sedang menangisi kesayangannya.453Please respect copyright.PENANA8LTNZzyGv9
453Please respect copyright.PENANAumplXvtE0w
453Please respect copyright.PENANA9L5NIhkv6J
Setelah memberi penghormatan terakhir untuk kesayangannya Osaka memilih pergi keluar dan meninggalkan Draco yang masih berbicara dengan kerabat Arnon, karena dirasa tubuhnya akan tumbang kapan saja Osaka memutuskan untuk mendudukkan diri di bangku yang tersedia didekat tempat parkir.453Please respect copyright.PENANA2S5qEukvsw
453Please respect copyright.PENANAJAynslRjYv
453Please respect copyright.PENANAlE5qgzahC1
Osaka bahkan tidak bisa merasa terpukul saat ini, dia hanya fokus merenungkan setiap cerita yang disampaikan Draco terutama tentang bagaimana kematian kesayangannya dapat diketahui dari hasil autopsi. Simon lah yang menjadi sumber informasi ini, hasil autopsi menyatakan kalau tubuh kesayangannya dipotong menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya dimasukkan kedalam sebuah koper dan dikuburkan.453Please respect copyright.PENANAhySdyrS8xp
453Please respect copyright.PENANA6ygZDC2zeE
453Please respect copyright.PENANAqGzMv2b7nd
Di mana letak kesalahannya, Osaka merasa sudah melakukan semua yang dia bisa namun kenapa kesayangannya masih mengalami nasib yang sama dan tidak bisa mencapai akhir bahagianya.453Please respect copyright.PENANAKORjx6bXLS
453Please respect copyright.PENANABfupIRHgA4
453Please respect copyright.PENANA385BYBkhEx
Ingin sekali rasanya menangis, berharap agar rasa sakit dihatinya kini juga akan ikut mengalir bersama air matanya yang menetes. Tetapi semesta seperti belum cukup menghukum Osaka, dia bahkan tidak diberi air mata untuk menuangkan perasaannya yang terluka karena kembali kehilangan kesayangannya untuk kali kedua.453Please respect copyright.PENANAxZNY3ASFfm
453Please respect copyright.PENANA19j32UaMvT
453Please respect copyright.PENANA3kZQh9T79q
[16.47] Osaka meninggalkan Draco dan membawa serta mobil yang ditumpangi keduanya, dia pergi kelokasi penyergapan Elzio di kehidupan sebelumnya. Osaka hanya perlu melampiaskan amarahnya, berharap melakukan ini akan membantu mengurangi rasa sakit didada. Tetapi tidak terdapat satu orang pun disana, gudang yang dulunya juga digunakan sebagai tempat penyimpanan obat terlarang juga sudah tidak ada.453Please respect copyright.PENANA6RokTEpykX
453Please respect copyright.PENANA00Kp1uEdqf
453Please respect copyright.PENANAPxKUwcgQdk
Hanya satu tempat lagi yang terlintas di pikirannya, Osaka pun bergegas kembali menaiki mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi berharap Elzio akan berada ditempat yang ditujunya.453Please respect copyright.PENANAszHp3zosPd
453Please respect copyright.PENANAZwzc1LKuKn
453Please respect copyright.PENANAkxlbcB8qy8
Osaka saat ini tidak dapat mengendalikan amarahnya, Semua perasaan yang dapat menggambarkan rasa sakit menumpuk direlung hatinya. Tanya kembali mengisi kepalanya, apakah karena malam itu dia bicara pada kesayangannya? Namun dia bahkan tidak pernah berpapasan dengan Elzio jadi apa yang menjadi penyebab terbunuhnya pujaan hatinya.453Please respect copyright.PENANAL0v6sMkZ9I
453Please respect copyright.PENANAU9Nl5r7Umm
453Please respect copyright.PENANAie4oS9Kthn
[20.28] Osaka telah tiba ditempat tujuan yakni pelabuhan, tempat yang diketahui berkat Simon. Langkah Osaka terhenti saat melihat gerombolan orang yang sedang beradu senjata, seperti hari esok tak akan tiba. Ditengah lautan manusia dan gelapnya pencahayaan tampak juga disana Simon sedang mengayunkan golok yang dipegangnya dengan beberapa air mata berhasil lolos dari pelupuk matanya, Simon terlihat sama dengan terakhir kali pertemuan antar keduanya. Tidak seharusnya Osaka merasa seperti ini disaat Simon sedang dalam bahaya, namun melihat Simon yang dapat mengekspresikan kesedihannya bahkan saat nyawa yang jadi taruhannya membuat Osaka iri karena dia juga ingin melakukan hal yang sama.453Please respect copyright.PENANAFRa8anQYMR
453Please respect copyright.PENANASHgXdgxWBG
453Please respect copyright.PENANAkvyO5W735f
Simon sepertinya juga punya pemikiran yang sama dengan dirinya yakni ingin menghabisi, dan tampaknya dugaan Osaka benar Elzio memang ada disini. Suara mesin kapal yang berbunyi, mengalihkan perhatian Osaka karena itu adalah pertanda bahwa kapal akan segera berlayar karenanya diapun berlari.453Please respect copyright.PENANAFy2xgJDo0g
453Please respect copyright.PENANAIvHduVlYdp
453Please respect copyright.PENANAmPlTygx8wb
[20.49] Osaka berhasil menaiki kapal yang sekarang telah berlayar, meski samar di ingatan namun ini adalah kapal yang pernah menjadi tempat singgah selama hampir satu minggu usahanya untuk menagih utang yang belum dibayar.453Please respect copyright.PENANAGX0J5xvlhS
453Please respect copyright.PENANADxcuLAbmLE
453Please respect copyright.PENANAW3b8AC6g4R
Osaka berdiam ditempat yang tak terlihat dan menyatu dengan bayangan, sedang memperkirakan berapa banyak lawan yang harus ditumbangkan. Terdengar tidak terdapat banyak pergerakan, sepertinya memang hanya sedikit yang berhasil menaiki kapal karena sebagian telah gugur saat menghadapi rombongan yang dibawa serta oleh Simon.453Please respect copyright.PENANAewnqIqEexj
453Please respect copyright.PENANABJvCPGFkGd
453Please respect copyright.PENANAhz50o8SF0X
Terdengar langkah kaki mulai mendekat kearahnya dan hampir melewati dirinya, namun Osaka menarik lengan lawan dan menendang kaki bagian belakang membuat lawan berlutut memberi Osaka kesempatan untuk mengunci leher sang lawan menghambat pasokan udara yang mengalir dan membuat lawan kehilangan kesadarannya.453Please respect copyright.PENANAy8Wsl5nkka
453Please respect copyright.PENANA0eAAF2Ymys
453Please respect copyright.PENANAnd5oUDNJHy
Osaka meletakkan lawannya dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara, perlahan dia mulai meraih pisau yang sudah lama tidak pernah disentuhnya. Pisau yang pernah digunakannya untuk menyiksa Elzio untuk mengorek informasi tentang keberadaan kesayangannya.453Please respect copyright.PENANAAvMzEdK4vd
453Please respect copyright.PENANAVrIxw8Bf8O
453Please respect copyright.PENANAjhr7EVsyDJ
Osaka selalu merasa takut untuk memakai segala jenis senjata, bukan karena tidak mahir menggunakannya melainkan karena perasaan suka saat melihat lawannya memohon dalam keadaan tak berdaya. Osaka merasa sisi gelap yang tersimpan jauh dilubuk hatinya akan mengambil alih kesadarannya, ketika dirinya sedang memegang senjata. Namun kali ini senjata adalah satu-satunya pilihan yang tersisa, maka dari itu Osaka meyakinkan dirinya kalau semua akan baik-baik saja.453Please respect copyright.PENANAYzKq6ojXn3
453Please respect copyright.PENANAggdI0zgBfJ
453Please respect copyright.PENANAv89oBhnrWc
Osaka pun keluar dari persembunyiannya, kaki melangkah dengan pasti untuk menemukan tujuannya. Tentu bukan hal mudah, karena sekarang dirinya telah dihadang oleh musuh. Osaka mengeratkan pegangan tangannya pada pisau, dan membiarkan insting yang mengambil alih kendali diri untuk menghalau.453Please respect copyright.PENANAYTQyH5C6xf
453Please respect copyright.PENANAkNk4ApqKZG
453Please respect copyright.PENANAXpzqBrzkpk
Entah sudah berapa banyak lawan yang menghadang Osaka untuk mencapai tujuannya, pisau yang ada di genggaman hampir lepas karena banyaknya keringat yang membasahi hampir seluruh tubuhnya. Kaki yang dipaksa terus melangkah, juga sudah mulai menyerah. Pandangan mulai terasa samar, karena banyaknya luka dan memar.453Please respect copyright.PENANA23WpUbncpy
453Please respect copyright.PENANAb430RNrVJc
453Please respect copyright.PENANAoz4WQDufVj
Tetapi Osaka kembali memaksakan langkah meninggalkan banyak jejak berdarah dibelakang, kini dirinya hampir tiba dan tinggal membuka pintu ruangan didepannya yang sedang dijaga oleh dua orang. Mereka segera menyadari kehadiran Osaka yang berjalan sempoyongan, kedua orang itu berteriak dan mulai berlari kearahnya dengan membawa golok di genggaman.453Please respect copyright.PENANAGkEbOem3yU
453Please respect copyright.PENANAMreUrhRfhY
453Please respect copyright.PENANAX3jHT7F0SF
Sebenarnya Osaka ingin cepat-cepat membungkam keduanya, karena mereka terlalu berisik dan akan menarik perhatian sosok yang ada dalam ruangan dan membuat Elzio waspada sebelum dia berhasil masuk kedalam sana.453Please respect copyright.PENANAA1td5sVxD1
453Please respect copyright.PENANAq61ukkjCNI
453Please respect copyright.PENANAcWSkuQ781l
Osaka berhasil menghindari salah satu dari mereka yang menerjang sedikit lebih awal dan berakhir sedikit melewatinya, dirinya mulai menendang orang kedua yang jarak pandangnya terhalang oleh orang pertama. Musuhnya terjatuh namun orang pertama kembali berteriak pertanda serangan dari belakang akan tiba, Osaka lebih dulu melempar pisau yang masih setia digenggamnya pada orang kedua yang mencoba bangkit dan kini pisau itu telah berpindah tempat bersarang dikepala lawannya.453Please respect copyright.PENANAGDAaZw5sE6
453Please respect copyright.PENANAz6aOYJLA98
453Please respect copyright.PENANAHq2CpMCNLO
Osaka memalingkan tubuhnya sebelum golok yang diayunkan kembali meleset dan gagal mengakhiri langkahnya, Osaka meraih lengan penyerangnya merebut senjata yang sedang dipegang dan memutar arah berbalik menyerang pemiliknya.453Please respect copyright.PENANAxE0pibXvUX
453Please respect copyright.PENANA3zaIjIlaJX
453Please respect copyright.PENANAov6VeJnyLA
Dengan itu kedua penjaga pintu berhasil tumbang ditangan Osaka, kini dirinya tanpa sadar mulai menikmati aksi membunuhnya. Setelah kembali mengatur napas dan sedikit jeda untuk lelah tubuhnya, Osaka kembali berpaling mengambil pisau miliknya yang ada dikepala orang kedua terlebih dahulu sebelum kembali melangkah pada tujuan utama.453Please respect copyright.PENANAxvURC7gdYV
453Please respect copyright.PENANAOHHE20QO5s


