Bab 9 : Hantu Gang
192Please respect copyright.PENANAjOcclTKPwA
Suatu malam seorang wanita muda mengenakan gaun pendek berwarna abu - abu tua dan blazer berwarna putih, terlihat turun dari sebuah bis dan melangkah menyusuri sebuah gang yang cukup sempit.
192Please respect copyright.PENANATFLtG2xa3m
Sebuah mobil hitam tampak berhenti tepat didepan jalan masuk kedalam gang itu, seorang pria yang mengebakan setelan serba hitam oun turun dari mobil itu.
192Please respect copyright.PENANAwRXS1byiOS
Wanita muda itu, tampak sedang berjalan dengan asyik, sambil mendengarkan musik dengan menggunakan earphone.
192Please respect copyright.PENANAjHsDNg0ce5
Dia sama sekali tak menyadari bahwa saat itu seorang pria yang mengenakan setelan hitam sedang melangkah mendekatinya.
192Please respect copyright.PENANA8Yjp0xBMjx
Sampai saat wanita itu akhirnya melihat bayangan pria itu memantul dari kaca ponselnya, akhirnya Ia pun ketakutan dan memutuskan untuk semakin mempercepat langkahnya, namun pria itu pun dengan sigap berlari kearah wanita itu dan membekapnya dengan saputangan yang telah ditetesi dengan obat bius.
192Please respect copyright.PENANAijOhOORXWq
Wanita itu pun jatuh tak sadarkan diri diatas pangkuan pria itu, menjatuhkan ponsel beserta earphonenya di tanah.
192Please respect copyright.PENANAJf4aqnooV7
Pria itupun segera melepas dan membuang blazer yang tadinya dikenakan oleh wanita itu dan membopong tubuh wanita itu, membawanya menjauh dari wilayah gang itu, sampai akhirnya saat pria itu akan berbelok, sesosok hantu wanita pucat mengenakan gaun pendek berwarna putih, dengan kepala dan wajah sebelah kiri berlumuran darah, tiba - tiba muncul di hadapan pria itu.
192Please respect copyright.PENANArxrSmIhAKs
"Arrggghhhhh!!!", Teriak Pria Bersetelan Serba Hitam, terkejut, hingga menjatuhkan wanita yang masih tidak sadarkan diri itu dari dekapannya.
192Please respect copyright.PENANAfY6FMnltGF
Brukkkkk...
192Please respect copyright.PENANAfLxm3w6996
"Ahhh...", Teriak Wanita Bergaun Abu - Abu, sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
192Please respect copyright.PENANARneb4GsEmk
Wanita itu pun mengalami luka pada kepalanya, secara samar - samar wanita itu melihat seorang wanita bergaun pendek dan terdengar suara teriakan seorang pria, sampai akhirnya Ia sendiri kembali tak sadarkan diri.
192Please respect copyright.PENANApsrml04UIO
Keesokan harinya wanita itu pun terbangun diatas tempat tidur sebuah Rumah Sakit.
192Please respect copyright.PENANAb4RBE0E7n4
"Ibu!!! Chae Eon sudah sadar...", Kata Chae Yong, kakak laki - laki Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAz8CLvACfKC
"Chae Eon!!! Akhirnya kau sadar juga...", Ucap Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAJsinSEJIxW
"Ibu... Kakak... Dimana aku???", Tanya Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAzBus3EJFPJ
"Sekarang kau sedang dirawat dirumah sakit... Apa kau ingat nak, atas yang terjadi padamu semalam???", Tanya Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAv9qYZZG3HO
"Oh iya ibu... Lalu bagaimana kondisi kakak yang menolongku itu sekarang??? Bagaimana keadaannya sekarang??? Apakah dia selamat???", Tanya Chae Eon, cemas.
192Please respect copyright.PENANAsDAyDjZBRS
"Hah??? Kakak yang menolongmu???", Tanya Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANArUyWGR7w6J
"Iya... Semalam itu sebelum aku kembali jatuh pingsan, aku melihat seorang wanita muda bergaun pendek berwarna putih... Dialah yang telah mencegat dan menghalangi pria itu membawaku pergi...", Ucap Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAbdAoO1GrfF
Ibu Chae Eon dan Chae Yong pun saling menoleh satu sama lain dan merasa bingung.
192Please respect copyright.PENANAcNsKs1A3ps
"Seorang wanita bergaun pendek berwarna putih???", Tanya Chae Yong, dalam hati.
192Please respect copyright.PENANAmVBsqmEWdD
"Disana tidak ada siapapun nak, selain kau dan pria jahat itu... Semalam warga sekitar menemukanmu yang telah tergeletak tidak sadarkan diri...", Ucap Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAm0irHlrcNW
"Iya disana tidak ada siapapun... Mereka telah meninggalkanmu dalam keadaan pingsan dan terluka seperti ini..." Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANA2HTPmwQYpj
"Sudahlah nak... Jangan dipikirkan lagi!!! Istirahatlah ya nak!!!", Ucap Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAsukk2f5VxC
Chae Eon pun mengangguk perlahan.
192Please respect copyright.PENANAUpEIEr2uWK
"Oh ya... Apa kau mau makan sesuatu???", Tanya Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAuzFW55hlIh
"Nanti saja...", Ucap Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAzM5RjVNWnM
Secara diam - diam Chae Yong pun mulai mencari informasi tentang sosok wanita yang tadi dibahas oleh Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAad3gYoSSu6
"Ibu!!! Kalau begitu aku berangkat bekerja dulu...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANALGXgavKhWS
"Baiklah... Hati - hati ya nak!!!", Ucap Ibu Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAFtbcamWf5H
"Hati - hati ya kakak!!!", Ucap Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANALv9zxU7uFe
"Hmm iya... Istirahatlah Chae Eon!!!", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAOe5dFVtQ0X
Chae Yong pun segera melangkah keluar dari ruang perawatan Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAGynksI6eW5
Sebelum berangkat menuju tempat kerjanya, Chae Yong sengaja mampir ke daerah tempat Chae Eon hampir diculik semalam.
192Please respect copyright.PENANA5aOPb1eWNZ
Chae Yong pun turun dari mobilnya dan melangkah memasukki gang sempit tersebut, sambil terus membaca informasi tentang sebuah kasus pembunuhan yang juga terjadi di gang itu.
192Please respect copyright.PENANARJUIVLH8b3
Setelah melangkah cukup jauh kedalam gang, akhirnya Chae Yong pun bertemu dengan seorang pria warga sekitar.
192Please respect copyright.PENANAvMhNtALJ5B
"Permisi... Aku ingin bertanya... Apakah paman mengenal wanita yang ada didalam foto ini???", Tanya Chae Yong, sambil menunjukkan foto wanita korban pembunuhan (yang sama dengan sosok hantu yang dilihat oleh penculik Chae Eon semalam).
192Please respect copyright.PENANAcUIeNzNXwu
"Oh tidak... Saya tidak mengenalnya...", Jawab Pria Warga Sekitar.
192Please respect copyright.PENANAoj8JR6vKxd
"Oh baiklah... Kalau begitu terima kasih paman...", Ucap Chae Yong, melanjutkan langkahnya.
192Please respect copyright.PENANAAsu5VoHNcS
Setelah melangkah selama beberapa saat Chae Yong pun tiba disebuah Kios Dagang kecil, milik seorang warga sekitar dan Chae Yong pun memutuskan untuk memasukki Kios itu dan membeli sebuah cemilan.
192Please respect copyright.PENANAZOadxmUlAl
"Permisi... Aku ingin bertanya... Apakah bibi mengenali wanita yang ada didalam foto ini???", Tanya Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAh9GliaK9Rr
"Ah Hyeon...", Jawab Bibi Pemilik Kios, sambil menatap foto itu dengan cukup seksama.
192Please respect copyright.PENANAtZrrOQRi4T
"Ahhh bibi mengenal wanita ini...", Tanya Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANASrvL1X9Wu2
"Iya... Dia Jeong Ah Hyeon seorang gadis berusia 17 tahun, putri tetangga sebelah rumahku... Satu bulan yang lalu dia mengalami peristiwa tragis, sesaat setelah pulang dari pesta di runah salah seorang temannya...", Jawab Bibi Pemilik Kios.
192Please respect copyright.PENANAkJntfQNIlH
Pagi itu warga menemukan jasad Ah Hyeon tergeletak tak bernyawa, dengan bekas luka dari pukulan benda tumpul pada bagian kepala, lengan kanan dan kedua kakinya yang babak belur.
192Please respect copyright.PENANAVROroCMRir
Saat itu salah satu dari sepatu hak tinggi berwarna merah muda yang dikenakan Ah Hyeon pun menghilang.
192Please respect copyright.PENANAyw2X9c0zBq
Ibu Ah Hyeon pun segera menerobos kearah kerumunan dan tersungkur dihadapan jasad putri semata wayangnya.
192Please respect copyright.PENANAkm0oi7KRvZ
"Ah Hyeon!!! Ah Hyeon bangunlah!!! Ibu mohon bangunlah Ah Hyeon!!!", Ucap Ibu Ah Hyeon, menangis keras sambil mendekap jasad putrinya.
192Please respect copyright.PENANAbkM2I6X7Rt
"Semenjak saat itu kudengar bahwa satu keluarga itu pindah ke luar kota, tapi aku mendengar lagi kabar dari seorang tetanggaku yang lain, bahwa saat ini ibu Ah Hyeon juga sedang dalam kondisi yang kurang baik...", Ucap Bibi Pemilik Kios.
192Please respect copyright.PENANAXpuJWtN5XM
"Benarkah itu???", Tany Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAnizIrOaQfL
"Iya benar...", Jawab Bibi Pemilik Kios.
192Please respect copyright.PENANAyiRZ0hccq4
"Semalam adik perempuanku juga nyaris diculik di gang ini...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAQ8ytO4Wgfx
"Apa??? Astaga apa itu benar nak???", Tanya Bibi Pemilik Kios, terkejut.
192Please respect copyright.PENANAJxhQV1WRd1
"Iya benar... Dan untungnya peristiwa itupun gagal terjadi, karena adik perempuanku berkata bahwa sosok seorang wanita muda bergaun pendek, berwarna putih mencegat penculik itu, untuk membawanya pergi...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAKtpYsqutrk
"Wanita bergaun pendek berwarna putih???", Tanya Bibi Pemilik Kios.
192Please respect copyright.PENANAvUpU6oNrkf
"Iya... Tapi sepertinya itu bukanlah Ah Hyeon, karena seperti yang bibi katakan tadi, bahwa Ah Hyeon telah tewas sebulan yang lalu...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAvcFk60WO6t
"Tunggu sebentar... Sepertinya pada saat peristiwa nahas itu, Ah Hyeon juga sedang mengenakan gaun pendek brokat berwarna putih dan sepatu hak tinggi berwarna merah muda... Gaun yang Ia kenakan saat itu sama persis dengan gaun yang Ia kenakan pada foto ini, foto ini Ia ambil sesaat sebelum Ah Hyeon berangkat ke pesta itu...", Ucap Bibi Pemilik Kios, menunjukkan sebuah foto yang berada didalam ponselnya.
192Please respect copyright.PENANACpEGv1xajp
Didalam foto itu terdapat Ah Hyeon yang sedang berpose tersenyum bersama seorang teman wanitanya dan seorang teman pria.
192Please respect copyright.PENANAhXcCJWAUim
"Wanita yang ada disebelah Ah Hyeon ini adalah putriku Joo Seol Ah, sedangkan pria yangbada disebelah Ah Hyeon adalah mantan kekasih Ah Hyeon yang menjemputnya saat berangkat ke pesta... Karena sejak kecil, Ah Hyeon dan putriku ini memang sudah berteman dengan sangat baik, sampai - sampai saat mendengar kabar bahwa Ah Hyeon telah tewas, putriku sempat mengalami syok dan mimpi buruk...", Ucap Bibi Pemilik Kios.
192Please respect copyright.PENANAyb2tjxlstl
"Mantan kekasih???", Tanya Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAtevU1PPxAw
"Iya mereka berdua sempat berpacaran selama 6 bulan dan kudengar alasan mereka berdua putus adalah karena kebiasaan buruk kekasihnya yang sering mabuk...", Ucap Bibi Pemilik Kios.
192Please respect copyright.PENANA9hUA6kg2bg
"Tunggu sebentar!!! Bibi tadi mengatakan bahwa mendiang Ah Hyeon mengalami peristiwa tragis saat barusaja kembali dari pesta bersama teman - temannya... Tapi tadi bibi mengatakan bahwa Seol Ah, putri bibi mengalami syok atas peristiwa tragis yang menimpa mendiang Ah Hyeon... Bukankah itu berarti pada malam tersebut Seol Ah tidak ikut berpesta bersama dengan mendiang Ah Hyeon???", Tanya Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANADo0JasC2Fn
"Saat itu Seol Ah sudah mencoba untuk mencegah Ah Hyeon untuk pergi ke pesta itu...", Ucap Bibi Pemilik Kios, sedih.
192Please respect copyright.PENANAH19JF0ifIN
1 Bulan yang lalu (sehari sebelum kematian Ah Hyeon)
192Please respect copyright.PENANALV96Q9jrFA
"Ah Hyeon!!! Entah mengapa aku memiliki suatu firasat yang cukup buruk tentang pesta itu... Bukankah Lee Yeong Min dan Yoon Gyu Yeong adalah pasangan yang selalu merundungmu saat disekolah... Mereka pasti mengundangmu dalam acara mereka dengan rencana yang kurang baik... Lebih baik kau jangan datang Ah Hyeon!!! Aku takut akan terjadi sesuatu yang buruk padamu nantinya...", Ucap Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAhcxt18mWz3
"Tidak apa - apa Seol Ah... Tadi Yeong Min sendiri yang meneleponku dan meminta maaf padaku karena selama ini telah merundungku disekolah... Maka dari itu aku akan tetap datang ke acara itu, untuk menunjukkan kepada mereka semua bahwa aku sama sekali tidak terpengaruh akan perundungan mereka...", Ucap Ah Hyeon, tersenyum.
192Please respect copyright.PENANAW4Ank3ALHR
Sore harinya meskipun masih memiliki firasat buruk, Seol Ah pun menemani Ah Hyeon memilih - milih pakaian yang akan dikenan saat pesta besok.
192Please respect copyright.PENANAdnVlSG9iVn
Akhirnya dari sekian banyak gaun pendek yang dicoba oleh Ah Hyeon, Seol Ah akhirnya memilih gaun pedek brokat berwarna putih.
192Please respect copyright.PENANATix5aW0YUR
"Nah sepertinya gaun ini yang paling cantik...", Ucap Seol Ah, tersenyum ceria.
192Please respect copyright.PENANADFDQb8eGvL
"Benarkah??? Kalau begitu aku akan memilih gaun ini saja...", Ucap Ah Hyeon, sambil melangkah kembali ke ruang fitting, sambil tersenyum.
192Please respect copyright.PENANAF3ScAlklbV
Seol Ah pun ikut tersenyum, meski saat itu Ia masih merasakan ada hal buruk yang akan terjadi.
192Please respect copyright.PENANAjmGPK0LGx4
Pukul 19 : 00
192Please respect copyright.PENANATKW2In4G6Z
Seol Ah menemani Ah Hyeon, dan mereka berdua menunggu Jeong Ho menjemput di ujung gang sempit itu.
192Please respect copyright.PENANA7SToFRRM6i
"Apa saat ini Jeong Ho, sudah berangkat???", Tanya Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAgGBK7ptImL
"Iya... Dia berkata bahwa sebentar lagi dia akan tiba disini...", Ucap Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANApdRSas8THC
Tak lama kemudian Seol Ah merasa silau dengan lampu mobil Jeong Ho yang telah semakin mendekati mereka.
192Please respect copyright.PENANAipsdvmTmNc
"Nah itu mereka sudah datang...", Ucap Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAdKojLqTxSf
Saat itu Seol Ah pun melihat didalam mobil Jeong Ho ada 3 orang pria termasuk Jeong Ho dan Yeong Min seorang pria mabuk penculik Chae Eon dan seorang wanita berambut panjang mengenakan gaun berwarna coklat tua.
192Please respect copyright.PENANA4BHSSo2ERt
Jeong Ho pun menyempatkan untuk turun dari mobilnya dan mengucapkan salam pada Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAuQFyTFMkvn
"Hai Seol Ah...", Ucap Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANAkdToOscL6A
"Hai...", Ucap Seol Ah, kaku.
192Please respect copyright.PENANAWEHaPKx38F
"Bagaimana kalau sebelum kita berangkat ke pesta, kita berfoto dulu bertiga???", Tanya Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANAQ2LCmrEgq6
"Ahh apa??? Oh tidak usah...", Ucap Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAobrNkiQQII
"Ohh itu ide yang bagus...", Ucap Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAOGZ0fNUVy8
"Meskipun Seol Ah tidak bisa ikut kepesta... Bagaimanapun juga Seol Ah kan temanku juga... Ayo kita bertiga berfoto!!!", Ucap Jeong Ho, sambil memotret diri mereka bertiga dengan kamera depan ponselnya.
192Please respect copyright.PENANAzkSDzX3Ese
"Ah Hyeon... Ayo masuklah kemobil!!! Mari kita berpesta di rumah Gyu Yeong!!!", Ucap Jeong Ho, tersenyum pada Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAUSlmc0UvVX
Ah Hyeon pun segera membuka pintu mobil Jeong Ho dan saat itu Ah Hyeon pun duduk di bangku penumpang belakang, disebelah seorang wanita bernama Gyu Yeong.
192Please respect copyright.PENANASWllcjfM9d
"Hai Gyu Yeong...", Ucap Ah Hyeon, polos.
192Please respect copyright.PENANA3S7I9RaH3F
"Hai... Ah Hyeon... Semoga kau bisa memaafkan kami setelah pesta ini...", Ucap Gyu Yeong.
192Please respect copyright.PENANAzFeFMO1xcB
Akhirnya mobil Jeong Ho pun melaju meninggalkan Seol Ah yang masih berdiri didepan gang sempit itu.
192Please respect copyright.PENANAEcawCmHB17
"Semoga ini hanya perasaanku saja... Semoga semuanya bisa berakhir baik - baik saja...", Ucap Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAV3txOIqO0D
Siang itu akhirnya Chae Yong melangkah keluar dari Kios Dagang milik ibu Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAaphMFHHQQo
Chae Yong melihat kearah foto yang tadi ibu Seol Ah kirimkan melalui pesan Whatsapp miliknya.
192Please respect copyright.PENANA4EpfFU735n
"Jeong Ah Hyeon... Tewas sebulan yang lalu dengan mengenakan gaun brokat pendek berwarna putih, sepulang berpesta bersama teman - temannya...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAYPNyvMIjvL
Akhirnya Chae Yong pun segera melangkah kembali menuju mobilnya yang Ia parkir didepan gang dan saat Ia akan memasukki mobilnya Seol Ah pun berdiri mencegat kepergian Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAG4jtUFTDJO
"Ohhh bukankah kau adalah...", Ucap Chae Yong, terputus.
192Please respect copyright.PENANAwSOZ2i5wjh
"Aku adalah Joo Seol Ah... Aku adalah teman baik Ah Hyeon, yang tadi ibuku ceritakan padamu... Bisakah kita berdua Bicara sebentar???", Tanya Seol Ah, dengan raut wajah muram.
192Please respect copyright.PENANAB8iqdbHld6
"Oh baiklah... Silahkan masuk kedalam mobilku!!! Kita bisa bicara didalam mobilku...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAMEsJaayXV5
Seol Ah pun segera membuka pintu mobil Chae Yong dan masuk kedalamnya, bersama dengan Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANArmfFwEFugI
Didalam mobil Chae Yong, akhirnya Seol Ah menceritakan tentang malam kejadian nahas yang menimpa sahabat baiknya itu.
192Please respect copyright.PENANAIaMzNH93sF
"Malam itu sebenarnya...", Ucap Seol Ah, terputus dan air mata Seol Ah pun mengalir.
192Please respect copyright.PENANAiFllbZIhPQ
"Tidak apa - apa Seol Ah... Ceritakan saja perlahan - lahan!!!", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANA4hDwBkegJF
"Malam itu sebenarnya Seol Ah sempat menghubungiku via panggilan telepon...", Ucap Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAVEhy51ifyb
Malam itu Ah Hyeon nekad membuka pintu mobil Jeong Ho, bahkan saat mobil Jeong Ho masih melaju kencang.
192Please respect copyright.PENANAVfuj8ZVzN7
Lalu Ah Hyeon pun melompat keluar dari mobil itu, sehingga Ah Hyeon pun berguling - guling di tanah dan mendapat sejumlah luka.
192Please respect copyright.PENANAEF1U5YbMIM
Mobil Jeong Ho pun berhenti.
192Please respect copyright.PENANAz740hJuSEQ
Ah Hyeon pun mencoba sekuat tenaga untuk berdiri dan saat itu salah satu sepatu merah mudanya pun terlepas.
192Please respect copyright.PENANAL1tDOJHKFD
Saat mulai melangkah secara perlahan - lahan dan langkah terhuyung, karena menahan rasa sakit, Ah Hyeon pun mencoba mengambil ponselnya dan menghubungi Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAtAH8oscsaA
Seol Ah pun segera mengambil ponselnya dan mengangkat telepon Ah Hyeon, sambil duduk di sofa ruang tamu rumahnya.
192Please respect copyright.PENANAUOfdothHIM
"Halo Ah Hyeon... Ada apa???", Tanya Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAM7OcyIG09X
"Ha... Halo Seol Ah...", Ucap Ah Hyeon, terputus - putus, sambil menahan rasa sakit.
192Please respect copyright.PENANAYlP0zZyLaW
"Halo Ah Hyeon... Apakah terjadi sesuatu yang buruk padamu disana??? Halo coba jelaskan padaku apa yang kini terjadi padamu Ah Hyeon??? Ayo coba jelaskan???", Tanya Seol Ah, cemas.
192Please respect copyright.PENANAGFMwIigXY1
Saat itu ibu Seol Ah mendengarkan percakapan Seol Ah dan Ah Hyeong dengan seksama.
192Please respect copyright.PENANAtIswfr5Rn6
"Jeong Ho oppa... Gyu Yeong... Mencoba merampas barang - barang yang kubawa dan kini... Mencoba untuk menyerangku...", Ucap Ah Hyeon, terputus - putus karena kesulitan bernafas.
192Please respect copyright.PENANAlgT6bcUYf2
Saat itu Jeong Ho, Gyu Yeong dan Yeong Min yang merupakan pria yang kini hampir menculik Chae Eon segera turun dari mobil dan mengejar Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANALpxf845Ak6
Ah Hyeon yang mengetahuinya pun ingin segera berlari menghindar, namun karena kondisinya yang terluka cukup parah pun menghalangi langkahnya.
192Please respect copyright.PENANACZD6B2zUwm
Yeong Min pun berhasil menyentuh dan mendorong punggung Ah Hyeon hingga terjatuh tersungkur.
192Please respect copyright.PENANAv3WrFmd16m
"Ahhhh...", Teriak Ah Hyeon, sambil memegangi lututnya yang terluka berdarah.
192Please respect copyright.PENANAT219BiNbay
Kedua pria dan Gyu Yeong pun tertawa terbahak - bahak saat melihat keadaan Ah Hyeon yang terluka parah.
192Please respect copyright.PENANAH6BXstu8QD
"Ampuni aku!!! Tolong ampuni aku!!! Jangan sakiti aku!!!", Ucap Ah Hyeon, dengan nada lemah.
192Please respect copyright.PENANAqwx8b3IetT
Jeong Ho pun duduk bersimpuh dihadapan tubuh Ah Hyeon yang telah terbaring lemah.
192Please respect copyright.PENANAR49BCZ1hW9
"Hai Ah Hyeon... Dengarkan aku!!! Aku tidak akan pernah begini jika tadi kau menurut padaku dan bukannya mencoba melawan seperti ini...", Ucap Jeong Ho, sambil memukuli wajah Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAwFez61GnRB
"Dan aku juga tidak mungkin melakukan hal seperti ini kepada kekasih yang kucintai, seandainya kau tidak memutuskanku secara sepihak kemarin lusa!!!", Teriak Jeong Ho, sambil mencengkeram dagu Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANApJQOI2byvS
"Kau adalah... Pria pemabuk... Aku tidak ingin... Melihat pria sepertimu... Lagi...", Ucap Ah Hyeon, terputus - putus.
192Please respect copyright.PENANApN09K8frBt
"Apa??? Hahh bahkan dengan keadaanmu yang babak belur sepertimu sekarang ini, bukannya seharusnya kau memohon meminta agar berbalikan denganku dan meminta pengampunanku... Kau malah menantangku untuk berkelahi hah!!!", Teriak Jeong Ho, sambil menarik lengan gaun Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAXcfJNARXlw
Tanpa Jeong Ho sadari, bahwa saat itu Ah Hyeon masih memiliki segenap kekuatan terakhirnya dan akhirnya Ah Hyeon pun menggigit lengan Jeong Ho dengan keras.
192Please respect copyright.PENANAbTXlTtW4dy
"Arggghhh beraninya kau!!!", Ucap Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANAI0seYIrDCK
Jeong Ho pun mengambil sebongkah batu berukuran cukup sedang dan akhirnya Ia pun menghantamkannya ke kepala Ah Hyeon, sebanyak 3 kali, sampai akhirnya Ah Hyeon pun tergeletak tak sadarkan diri dengan darah mengucur deras dari pelipisnya.
192Please respect copyright.PENANAogYRpZqu69
"Hey... Hey Jeong Ho!!! Sepertinya dia sudah mati...", Ucap Gyu Yeong.
192Please respect copyright.PENANAPygFopldma
"Iya... Coba kita periksa keadaannya!!!", Ucap Yeong Min, sambil melangkah mendekati tubuh Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAJhzUQn8erN
Yeong Min pun berjongkok didekat tubuh Ah Hyeon dan memeriksa denyut nadi dan nafas Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAB4MBX6SrDS
"Astaga!!! Benar dia telah mati...", Ucap Yeong Min, terduduk lemas.
192Please respect copyright.PENANAszDn3L5AU9
Gyu Yeong dan Jeong Ho pun terkejut saat mendengar pernyataan Yeong Min.
192Please respect copyright.PENANAVySS0KNhSF
"Ayo... Ayo sebaiknya kita cepat pergi dari tempat ini!!! Kita tinggalkan saja Ah Hyeon disini...", Ucap Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANA9cJBiWPKF2
"Ayo!!! Ayo!!!", Ucap Gyu Yeong.
192Please respect copyright.PENANA6NnoRo3YYC
"Ayo kita pergi dari sini!!!", Ucap Yeong Min.
192Please respect copyright.PENANAU8Mtsx1D7R
Akhirnya mereka bertiga segera berlari meninggalkan tubuh Ah Hyeon yang tergeletak berlumuran darah dijalan gang itu.
192Please respect copyright.PENANAaR2N7UWpil
Ternyata saat itu sebenarnya Ah Hyeon masih dalam keadaan sadar dan menatap kepergian ketiga orang tak bertanggung jawab itu yang semakin menjauh darinya, sebelum akhirnya Ah Hyeon menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam kesendirian.
192Please respect copyright.PENANAHaHSPpMCw4
Seol Ah pun menangis dengan keras didalam mobil Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAuIvaKncKlx
"Astaga!!! Kejam sekali ketiga orang itu!!!", Teriak Chae Yong, sambil memukul kemudi mobilnya.
192Please respect copyright.PENANAX411QTgCJ5
"Seharusnya saat itu aku lebih kuat untuk mencegah kepergian Ah Hyeon...", Ucap Seol Ah, dengan air mata yang masih mengalir.
192Please respect copyright.PENANAVjMwetNBJm
"Dimana kediaman mereka???", Tanya Chae Yong, dengan nada mengamuk.
192Please respect copyright.PENANATLuLbKr1Y1
Siang itu akhirnya Chae Yong memutuskan untuk mendatangi kediaman Jeong Ho bersama dengan Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANA4twT3Olfkb
Mereka berdua pun akhirnya menunggu didepan rumah Jeong Ho selama beberapa saat.
192Please respect copyright.PENANAHgrIiBkZZJ
Sampai pada suatu saat akhirnya Jeong Ho keluar dari rumahnya, Chae Yong pun segera berlari mengejar Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANAhpIX3si5Jj
"Heyyy Min Jeong Ho!!!", Teriak Chae Yong, sambil mencengkeram leher kaus Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANA7eL2GK3eAQ
"Heyy siapa kau???", Tanya Jeng Ho.
192Please respect copyright.PENANA749m36eKMy
"Kau kan pria kejam yang telah menghabisi nona Jeong Ah Hyeon dan teman dari si kurang ajar Yeong Min yang telah hampir menculik adikku di gang yang sama seperti kasus Ah Hyeon???", Teriak Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANALbZYDB0y2k
Para warga sekitar pun melihat kearah mereka.
192Please respect copyright.PENANAGL0aXzli5F
Saat Jeong Ho mencoba menghindar dan berlari menjauh dari Chae Yong dan Seol Ah, tiba - tiba arwah Ah Hyeon muncul dihadapan Jeong Ho.
192Please respect copyright.PENANALkvcVON11v
Jeong Ho pun terkejut dan terjatuh lemas langsung berteriak - teriak ketakutan.
192Please respect copyright.PENANAKFHOnfZIQa
"Arrrggghhh arrgghhhh maafkan aku!!! Maafkan aku Ah Hyeon!!! Maafkan aku!!!", Ucap Jeong Ho, sambil bersujud memohon pengampunan pada arwah Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAnJPGD9Owf1
Arwah Ah Hyeon pun menatap wajah Jeong Ho dengan tatapan sedih.
192Please respect copyright.PENANA1i4PTVIx3d
Pukul 15 : 30
192Please respect copyright.PENANAy2z5W6p7Wa
Polisi telah berhasil menangkap Lee Yeong Min dari kediamannya, Yoon Gyu Yeong dari Cafe tempatnya bekerja dan Min Jeong Ho ditangkap didepan gerbang kediamannya.
192Please respect copyright.PENANAs3UoaniYXn
Jeong Ho pun tampak tak berdaya saat digiring Polisi masuk kedalam mobil polisi.
192Please respect copyright.PENANAH1ie0kJGts
Saat Chae Yong dan Seol Ah bertemu dengan ketiganya di Kantor Polisi, Chae Yong pun segera berlari mendekati Yeong Min dan langsung dicegat oleh Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAy8NJ0VXRrq
"Apa yang akan kau lakukan pada adikku??? Apa salah adikku padamu sampai kau melakukan hal itu pada adikku???", Teriak Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAIh4Brwnv1Y
Seol Ah pun mencegah agar Chae Yong tidak menghajar keriga orang itu.
192Please respect copyright.PENANA1hBiqbH4Zr
"Bersabarlah Chae Yong!!! Pertengkaran tidak akan menyelesaikan permasalahan!!!", Ucap Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAxAcqTzpV68
Akhirnya mobil yang mengantar Chae Eon dan ibu Chae Eon dan Chae Yong pun datang.
192Please respect copyright.PENANA1S3RH25PTd
Chae Eon dan ibunya langsung segera turun dari mobil.
192Please respect copyright.PENANA4KjLwZDrFV
"Kakak!!!", Panggil Chae Eon, yang kepalanya masih diperban.
192Please respect copyright.PENANAOmU4F3s29w
"Chae Yong!!! Kang Chae Yong", Panggil Ibu Chae Eon dan Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANANTFjbKZxED
Chae Eon pun segera berlari mendekati kakaknya.
192Please respect copyright.PENANAH5C05IckxU
Saat itu Chae Eon pun melihat kearah tiga orang penjahat, yang hampir mencelakainya.
192Please respect copyright.PENANAczLywrIMvF
"Dia adalah ketiga orang yang tadi kuceritakan padamu Chae Eon...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAt8Kpu8egKN
Chae Eon pun sekali lagi memandang wajah - wajah orang yang telah terlibat ataupun orang yang benar - benar ingin mencelakainya.
192Please respect copyright.PENANAfyHxK6z8bB
Ayah dan Ibu Ah Hyeon pun segera menghampiri ketiga berandal itu dan berteriak memukuli mereka.
192Please respect copyright.PENANAzNrocvWnii
"Apa kesalahan putriku sampai kalian melakukan hal yang kejam padanya seperti ini??? Sebenarnya apa kesalahan putriku hahh???", Teriak Ibu Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAKjwRiIxv5p
"Kembalikan putri kami!!! Kalian tidak berhak merampasnya dari kami seperti ini!!!", Teriak Ibu Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANA4aB0WKqPb4
Polisi pun segera membawa ketiga berandal itu masuk ke Kantor Polisi untuk diinterogasi dan ditahan didalam sel.
192Please respect copyright.PENANAVA1MXr53qO
Sebelum masuk kedalam Kantor Polisi, Gyu Yeong pun menyempatkan diri untuk melihat kebelakang dan saat itu arwah Ah Hyeon muncul kembali dengan wajah biasa yang cantik dan tersenyum, tepat di sebelah Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAYzNPquA0D5
Air mata Gyu Yeong pun mengalir saat melihat arwah Ah Hyeon.
192Please respect copyright.PENANAavCCDhZDYY
Karena tidak fokus berjalan, akhirnya kaki Gyu Yeong pun sampai tersandung hingga Ia pun terjatuh dan menangis dengan keras didekat pintu masuk Kantor Polisi.
192Please respect copyright.PENANAtVuZZs52rv
Saat akan melangkah menasukki Kantor Polisi, Chae Eon pun sempat menengok kebelakang dan disana Ia juga melihat arwah Ah Hyeon sedang tersenyum dan mengangguk mengucap salam terakhirnya pada Chae Eon, sebelum akhirnya menghilang.
192Please respect copyright.PENANA9bY5yZlTQj
Chae Eon pun tersenyum dan saat itu air mata Chae Eon mengalir.
192Please respect copyright.PENANAG8OCxoab58
"Ada apa Chae Eon???", Tanya Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAcgw8R4FwQn
"Dia sudah tenang sekarang dia sudah berbahagia...", Ucap Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAcdUKApkPLn
Akhirnya Chae Eon, ibunya, Chae Yong dan Seol Ah pun benar - benar memasukki Kantor Polisi.
192Please respect copyright.PENANAgZvmkAIyZk
2 Bulan Kemudian...
192Please respect copyright.PENANAlPRav5AAkN
Seluruh barang - barang milik keluarga Chae Yong dan Chae Eon pun telah diangkut dan dimasukkan kedalam sebuah mobil boks.
192Please respect copyright.PENANA3YwS6WeKmH
Chae Eon dan ibunya telah terlebih dahulu masuk kedalam mobil Chae Yong, sementara saat itu Chae Yong tampak menemui Seol Ah untuk kali terakhir, sebelum mereka bertiga pindah.
192Please respect copyright.PENANAz2dPDb2F76
"Seol Ah... Sekarang kami sekeluarga akan pindah ke kota Seoul dan tinggal bersama dengan ayah kami dan sebagian dari keluarga besar ibu kami yang juga tinggal di kota Seoul... Tapi aku berjanji sesampainya disana, aku akan lebih sering menghubungimu dan jika ada waktu luang aku akan sering - sering mampir ke Busan untuk menemuimu...", Ucap Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANAuAVUDqMwUe
"Tenang saja Busan dan Seoul tidaklah terlalu jauh seperti jika kau pindah keluar negeri... Jadi kau tenang saja... Aku akan baik - baik saja disini sendirian...", Ucap Seol Ah, tersenyum.
192Please respect copyright.PENANA1uy5HQQeBU
Saat itu Chae Yong pun mengeluarkan sebuah kotak berisi sebuah kalung yang bandulnya berbentuk sebuah bintang dengan permata berwarna putih yang cemerlang.
192Please respect copyright.PENANANr5aO5eFdS
Chae Yong pun memakaikan kalung itu ke leher Seol Ah.
192Please respect copyright.PENANAePJYGojfPn
"Jika kau merindukanku... Sentuh saja bintang itu, maka aku akan segera muncul kehadapanmu Joo Seol Ah...", Ucap Chae Yong, merayu.
192Please respect copyright.PENANAn3BOiGu9F0
Seol Ah pun tersenyum ceria.
192Please respect copyright.PENANAKaJRTSpWUv
"Terima kasih Chae Yong oppa... Kalungnya cantik sekali...", Ucap Seol Ah, tersenyum.
192Please respect copyright.PENANASpPr8G8U0K
Chae Eon dan ibunya pun ikut tersenyum bahagia dari dalam mobil.
192Please respect copyright.PENANAGODjNaESkU
"Aku pergi dulu ya...", Ucap Chae Yong, berpamitan.
192Please respect copyright.PENANAQrsCI1ZfFP
Seol Ah pun mengangguk perlahan, sambil tersenyum.
192Please respect copyright.PENANAEkLDdU8r4B
Chae Yong pun segera melangkah pergi dan masuk kedalam mobilnya.
192Please respect copyright.PENANAGNKXqCiclr
Tak lama kemudian akhirnya mobil keluarga Chae Yong pun melaju meninggalkan area itu.
192Please respect copyright.PENANAgmg0Uzeup4
Seol Ah pun memandang kepergian mobil keluarga Chae Yong, sambil tersenyum tipis dan memegangi bandul kalung bintangnya.
192Please respect copyright.PENANA0rblbRPEJk
Disepanjang perjalanan Chae Eon pun membuka jendela mobil dan melihat pemandangan sekelilingnya.
192Please respect copyright.PENANA5mcCbMaj9d
"Ada apa Chae Eon???", Tanya Chae Yong.
192Please respect copyright.PENANA0MmyjtCf0U
"Tidak apa - apa... Aku hanya ingin menghirup udara baru yang segar saja...", Ucap Chae Eon, tersenyum.
192Please respect copyright.PENANAkHi9bjv0kF
"Sekarang kita bertiga akan pindah ke Seoul dan membuka lembaran baru kita disana!!!", Ucap Chae Yong, sambil tersenyum pada Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANABgpoGLDtEx
"Bagaimana bisa membuka kehidupan baru jika kakak saja masih meninggalkan sesorang disana seorang diri???", Tanya Chae Eon.
192Please respect copyright.PENANAajIoLm9tUo
"Kalau untuk itu... Kau tenang saja Chae Eon!!! Kami pasti masih akan seting bertemu kok...", Ucap Chae Yong, tersenyum, sambil mengemudi mobilnya.
192Please respect copyright.PENANAWIJXGHaDOY
Chae Eon pun tersenyum mengejek.
192Please respect copyright.PENANADe5eirUcZm
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kota Seoul dengan suasana yang ceria.
192Please respect copyright.PENANAbN9238WVIr
~~~
192Please respect copyright.PENANAO3GqY660nA


