Bab 2 : Kembali ke Rumah261Please respect copyright.PENANAB0A2IdOnTv
Suatu pagi yang cerah seorang pria tinggal disebuah rumah bergaya modern minimalis bersama dengan tunangannya.261Please respect copyright.PENANA6FaRdsPAmw
Sang wanita pun membuka tirai rumahnya, agar dapat melihat pemandangan langit pagi yang cerah.261Please respect copyright.PENANApDuzAPbURB
Woo In Hyeok pun keluar dari kamarnya dan melangkah menuju ruang makan, disana tunangannya Han Ji Won, sedang memasak omurais (omelet nasi goreng)261Please respect copyright.PENANAIrG2d1A5cW
"Oh rupanya kau sudah selesai bersiap???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANAqZQFM555uP
"Iya aku sudah selesai bersiap...", Jawab In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAKPAahHazih
"Kau mau memakannya dengan kimchi daun perilla (daun wijen)???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANA7zzieIcILH
"Hmm...", Jawab In Hyeok, mengangguk.261Please respect copyright.PENANAviOfnJlBYc
Ji Won pun mengambil kotak kimchi perilla dari dalam kulkas, lalu Ia meletakkan piring omuraise dan kotak kimchi itu keatas meja makan, tempat In Hyeok duduk.261Please respect copyright.PENANAQfSjhbpkjm
"Nanti malam aku ingin makan udang panggang mozzarella... Buatkan aku itu nanti!!!", Ucap In Hyeok.261Please respect copyright.PENANASY9zav8AQC
"Baiklah... Kalau begitu berjanjilah padaku dulu bahwa nanti kau tidak akan pulang terlambat!!!", Ucap Ji Won, sambil tersenyum dan menepuk pundak In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAyl5x7nCRpy
In Hyeok pun mengangguk perlahan.261Please respect copyright.PENANAQJLPXnunEw
"Baiklah... Aku berjanji...", Ucap In Hyeok.261Please respect copyright.PENANADxic6ZOI8e
Setelah selesai sarapan, In Hyeok pun segera beranjak dari kursi makannya dan berpamitan pada Ji Won.261Please respect copyright.PENANAEbkRyCaCt3
"Baiklah kalau begitu, aku berangkat dulu ya...", Ucap In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAjXGFnsUmxO
"Baiklah... Hati - hati dijalan dan jangan mengebut!!!", Ucap Ji Won, sambil mencuci piring.261Please respect copyright.PENANAu71oA7fI1V
"Hmm aku mengerti...", Ucap In Hyeok, sambil memakai sepatunya dan melangkah keluar dari rumahnya.261Please respect copyright.PENANACVwpcx0oiM
Sesaat setelah In Hyeok keluar dari rumahnya, tiba - tiba piring yang tadi dipakai oleh In Hyeok, terlepas dari genggaman Ji Won dan jatuh pecah.261Please respect copyright.PENANALSEiDTWL8l
"Ahhh astaga...", Teriak Ji Won, terkejut.261Please respect copyright.PENANAAVbZFjvydm
Ji Won pun berusaha mengambil pecahan piring yamg terjatuh itu, dan akhirnya jarinya pun terluka terkena pecahan piring dan berdarah.261Please respect copyright.PENANA6H1qKtMyvG
"Ahhh!!!", Teriak Ji Won.261Please respect copyright.PENANABV8vbufcac
Setelah itu Ji Won pun seperti telah mendapatkan sebuah firasat buruk.261Please respect copyright.PENANAarcIUUZw6J
Pukul 18:45261Please respect copyright.PENANAkkGu4ur0Xo
Hujan sedang turun dengan cukup deras.261Please respect copyright.PENANA74kRFY7WL9
Ji Won pun terlihat sedang tertidur di sofa ruang tengah, setelah membaca sebuah novel.261Please respect copyright.PENANAcVt3VaBvuK
Tiba - tiba terdengar suara pintu yang dibuka, dan hal itu pun akhirnya membangunkan Ji Won.261Please respect copyright.PENANArIvflpOATA
Saat itu In Hyeok terlihat memasukki rumah dalam keadaan basah kuyup seperti telah kehujanan.261Please respect copyright.PENANA91QKNwCVsF
"Oh tampaknya hari ini kau pulang cukup cepat dan ada apa dengan dirimu??? Mengapa kau pulang dalam keadaan basah kuyup seperti ini??? Apakah kau tadi tidak membawa payung???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANAGDpJL9qNc1
"Aku tidak apa - apa, aku hanya ingin istirahat sebentar di kamar...", Jawab In Hyeok, menghentikan langkahnya sebentar.261Please respect copyright.PENANA10aAz2jl2T
"Apa kau ingin kubuatkan makanan seperti yang kau inginkan???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANANFtEXhGWGT
"Nanti saja, aku sedang ingin beristirahat sebentar di kamar...", Jawab In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAt6VH25paAC
"Hey tunggu sebentar!!! Beraninya kau masuk ke kamar dengan keadaan basah dan membasahi seluruh lantai seperti itu heyy Woo In Hyeok!!! In Hyeok!!! Woo In Hyeok!!!", Teriak Ji Won, sambil berkacak pinggang.261Please respect copyright.PENANALpraiOKIBI
In Hyeok pun tidak mendengarkannya dan langsung masuk kedalam kamar, dalam pandangan kosong.261Please respect copyright.PENANA7Fx4RHZ9Xv
"Dia benar - benar menyebalkan...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANA3Hk1iRdOcL
Ji Won pun melangkah kearah pintu keluar rumahnya dan membuka tirainya, disana Ia pun merasa terkejut saat Ia tidak melihat mobil In Hyeok ditempat biasanya mobil In Hyeok terparkir.261Please respect copyright.PENANAEGU2XhaLeC
Saat itu Ji Won pun menyadari bahwa saat pulang In Hyeok terlihat basah kuyup, seperti seolah - olah Ia pulang dengan berjalan kaki, pandangan terlihat sedikit kosong dan wajahnya pucat.261Please respect copyright.PENANAtZKFWvjbtb
Saat itu Ji Won juga menyadari bahwa sejak sepulangnya In Hyeok dari kantornya, In Hyeok jadi tidak banyak bicara.261Please respect copyright.PENANAyLAHREr53X
Ji Won merasa sedikit curiga dan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun segera melangkah menuju ke kamar In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAbVsS1YoUkv
Saat itu Ia mencoba mengetuk pintu kamar In Hyeok, namun tidak direspon, Ia pun akhirnya memutuskan untuk membuka sedikit pintu kamar In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAbIXhnGVqPE
Disana Ji Won melihat In Hyeok yang sedang tertidur pulas ditempat tidurnya.261Please respect copyright.PENANA99luKJ1wUy
Saat itu Ji Won pun merasa lega dan kembali menutup pintu kamar In Hyeok, tanpa berpikir yang macam - macam.261Please respect copyright.PENANA9v1RJpGCVW
Setelah itu Ji Won pun memutuskan untuk merebus mie ramyeon dan memecahkan sebutir telur mentah diatas mangkuk yang berisi ramyeon miliknya.261Please respect copyright.PENANARdZQgzjEW5
Setelah ramyeonnya siap, Ji Won segera membawanya ke ruang tengah dan segera menyalakan televisinya.261Please respect copyright.PENANAZLZM34DmCn
Saat itu Ji Won merasa penasaran, karena sejak tadi In Hyeok sama sekali tidak pernah keluar kamar, dan bahkan tidak sempat makan malam.261Please respect copyright.PENANAU9pmZPbmH5
"Ahh mungkin saja tadi dia sempat makan sebelum pulang dan saat ini dia sedang sangat lelah...", Ucap Ji Won, sambil memakan ramyeonnya.261Please respect copyright.PENANAQTfaygaRWs
Keesokan paginya, suara ponsel Ji Won berbunyi dan membangunkan Ji Won dari tidurnya.261Please respect copyright.PENANAG07mCq3cbG
Ji Won pun terkejut saat Ia membuka pintu kamarnya Ia tidak melihat In Hyeok, Ia pun melangkah keluar dari kamarnya sambil mengangkat teleponnya.261Please respect copyright.PENANAxblA2aZQ2p
"Halo kakak... Ada apa??? Mengapa kakak sampai menelepon pagi - pagi seperti ini???", Tanya Ji Won, sambil membuka pintu kamar In Hyeok. 261Please respect copyright.PENANAWKNTbtJ0bz
Disana Ia tidak melihat In Hyeok, Ia pun melangkah menuju kekamar mandi dan juga tidak melihat In Hyeok, sambil melangkah kearah ruang tengah, langkahnya pun akhirnya terhenti.261Please respect copyright.PENANAY6EkKNDlNt
"Ji Won mohon tenangkan lah dirimu terlebih dahulu!!!", Ucap Kakak Perempuan Ji Won.261Please respect copyright.PENANACidnasoT7B
"Sebenarnya apa yang barusaja kakak katakan??? Itu sama sekali tidak mungkin... Itu sama sekali tidak masuk akal kakak!!!", Ucap Ji Won, sambil menyilakan rambutnya.261Please respect copyright.PENANAOhzBKWtLJz
"Jam 18 : 30 kemarin, In Hyeok mengalami kecelakaan mobil parah, mobilnya tertabrak mobil boks saat melalui perempatan yang cukup gelap, ditambah lagi kemarin malam kan hujan sangatlah deras...", Jawab Kakak Perempuan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAIrdzgqoUn1
Saat mengemudi In Hyeok sedang mengeluarkan gelang berbandul liontin dari kotaknya dan membuka liontin itu, yang berisi fotonya dan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAgqXnYvds7f
In Hyeok pun mendekap gelang itu dan menciumnya.261Please respect copyright.PENANANQ7WpxAZep
Dari arah sisi kiri perempatan seorang pengemudi mengantuk terkejut saat tiba - tiba melihat mobil In Hyeok menyeberangi perempatan, karena tidak sempat mengerem, akhirnya kecelakaan itu pun terjadi.261Please respect copyright.PENANAyhJCvEl9QG
Sebelum akhirnya kehilangan kesadaran, In Hyeok pun sempat menggenggam gelang yang telah berlumuran darah itu.261Please respect copyright.PENANAf4w61SXp9g
"Ji Won... Ji Won... Maafkan aku... Ji Won...", Ucap In Hyeok, terputus - putus sebelum akhirnya tangannya terkulai lemas tak sadarkan diri.261Please respect copyright.PENANAhxNL2p1isH
"Kakak... Sudah kukatakan itu tidaklah mungkin, karena kemarin malam itu dia sempat pulang ke rumah ini...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANA7bJexMYOqZ
Ji Won pun teringat bahwa saat Ia terbangun kemarin malam, saat In Hyeok pulang, Ia sempat melihat jam, dan jam saat itu menunjukkan pukul 18 : 45, itu berarti 15 menit setelah kecelakaan yang menimpa In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAP3bHnfxkkI
Ji Won yang saat itu masih linglung pun akhirnya segera mengambil baju hangatnya dan segera bergegas masuk kedalam mobilnya.261Please respect copyright.PENANA4UDFvPt2B9
Disepanjang perjalanan Ji Won pun selalu teringat saat pertama kali In Hyeok pulang ke rumah dalam keadaan basah kuyup, saat Ia menawari In Hyeok makan malam dan langsung ditolak oleh In Hyeok yang sedang ingin beristirahat di kamarnya, saat Ia tidak menemukan mobil In Hyeok ditempat parkir rumahnya.261Please respect copyright.PENANAaFq1ZchZ5h
"Aaaarrggghhhh...", Teriak Ji Won.261Please respect copyright.PENANAtyqt1eizMR
Saat itu Ji Won sendiri sampai hampir mengalami suatu kecelakaan, karena tidak fokus.261Please respect copyright.PENANACQXje1Ycgv
Sesampainya di tempat kecelakaan In Hyeok, Ji Won pun segera turun dari mobilnya dan berlari kearah bangkai mobil In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAew1C4COduj
Kakak perempuan Ji Won pun segera menangkap dan memeluk Ji Won, untuk menenangkannya.261Please respect copyright.PENANAR9fzXAZYJe
"In Hyeok!!! In Hyeok!!! Kumohon jangan bercanda denganku!!! Kemarin kau pulang kan kerumah!!! Kumohon jawab aku In Hyeo!!! In Hyeok!!!", Teriak Ji Won, dipelukan kakaknya.261Please respect copyright.PENANASH2kRZV9YI
"Ji Won... Ji Won tenanglah!!! Kakak ada disini bersamamu Ji Won...", Ucap Kakak Ji Won, sambil memeluk Ji Won.261Please respect copyright.PENANAiAmAt4d5tn
"Kakak kemarin dia pulang ke rumah kami kak... Kemarin dia sempat pulang ke rumah, jadi dia tidak mungkin kecelakaan, itu pasti bukan dia kan kak!!! Jawab aku itu pasti bukan dia!!!", Teriak Ji Won.261Please respect copyright.PENANAgbJX30B65U
"Ji Won... Tenanglah Ji Won!!!", Ucap Kakak Ji Won.261Please respect copyright.PENANA5hyD1kkIQh
"Iya... Itu pasti bukan dia, kalian semua salah itu pasti bukan dia...", Ucap Ji Won, sebelum akhirnya jatuh pingsan dipelukan kakaknya.261Please respect copyright.PENANAnGtI0TpfY8
"Ji Won!!! Ji Won bangunlah!!! Ji Won!!!", Panggil Kakak Perempuan Ji Won, sambil mengguncang - guncangkan tubuh Ji Won.261Please respect copyright.PENANAGDdvyQMIcz
Akhirnya kakak perempuan Ji Won dengan dibantu oleh beberapa warga yang masih memadati lokasi kecelakaan pun membopong tubuh Ji Won dan memasukkannya kedalam mobil kakak Ji Won.261Please respect copyright.PENANARhuiyRCU4o
"Terima kasih atas bantuannya semua...", Ucap Kakak Ji Won.261Please respect copyright.PENANAbpajCcom6S
Kemudian Kakak Ji Won pun segera masuk kedalam mobilnya dan segera melajukkan mobilnya kearah Rumah Sakit terdekat.261Please respect copyright.PENANA5GZcxtC1Ud
Didalam mobil kakak Ji Won, terdapat beberapa bingkai foto berisi foto Ji Won, kakaknya dan orang tuanya.261Please respect copyright.PENANAH6G3HNhayJ
Salah satu dari bingkai foto itu terdapat tulisan Han Jeong Won dan Han Ji Won.261Please respect copyright.PENANAYtvCsoFSAF
Siang harinya Ji Won pun terbangun di tempat tidur rumah sakit dsn sedang diinfus.261Please respect copyright.PENANAugP4LWBQWU
"In Hyeok!!!", Panggil Ji Won.261Please respect copyright.PENANAPXz2VK4pD8
"Ji Won... Akhirnya kau sadar juga...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANANaJhEx9ciT
"Oh In Hyeok...", Ucap Ji Won, terburu - buru ingin mencabut infus.261Please respect copyright.PENANAmidhuH6sSj
Jeong Won pun segera mencegahnya.261Please respect copyright.PENANAqz57d1kMJW
"Ji Won... Kumohon jangan seperti ini!!! Makanlah dulu!!! Dari tadi pagi kau pingsan karena kau belum makan kan... Makanlah sup tulang sapi ini!!!", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAzQ86DTH8t5
Ji Won pun sempat terdiam, menatap makanannya.261Please respect copyright.PENANACB78KtFEiE
"Bukankah kau ingin mendampingi In Hyeok??? Bukankah kau ingin berada disisi In Hyeok, hingga disaat - saat terakhirnya??? Kalau begitu makanlah!!! Makanlah agar kau kuat mendampinginya Ji Won!!!", Ucap Jeong Won, air matanya mengalir.261Please respect copyright.PENANAch9T8ooFYH
"Kemarin di saat seperti ini dia masih sarapan omurais favoritnya bersamaku... Bahkan Ia berkata bahwa sorenya Ia ingin makan udang panggang keju mozzarella, yang merupakan makanan favoritku...", Ucap Ji Won, dengan pandangan kosong.261Please respect copyright.PENANA5tFCz6aY9U
"Kuharap ini semua hanyalah mimpi...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANAmvbo7TPt9t
"Makanlah Ji Won!!! Kurasa hal itu jugalah yang saat ini dia inginkan Ji Won...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAN9GHzl1aOm
Mendengar itu, Ji Won pun segera mengambil memakan sup tulang sapi itu dengan lahap.261Please respect copyright.PENANArGPPBCamnr
Arwah In Hyeok yang memiliki luka benturan dan berdarah pada sisi kanan wajahnya pun saat itu sedang memandangi Ji Won, yang saat itu sedang makan dengan sedih.261Please respect copyright.PENANALkZnMwFngl
Setelah itu Ji Won dan kakaknya pun keluar dari ruang rawatnya dan langsung berlari kearah ruang Jenazah tempat dimana orang tua dan kakak laki - laki In Hyeok menunggui In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAXscYuGnkw6
"Ayah!!! Ibu!!!", Panggil Ji Won, duduk disebelah Ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAx4IRWDX8Za
"Oh Ji Won...", Panggil Ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANA0sOTeO8dFw
"In Hyeok dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, kami mencoba menghubungimu tapi tidak bisa...", Ucap Ibu In Hyeok, sedih.261Please respect copyright.PENANAXP6GhKBQXA
Kemarin ponselku mati dan sedang ku charge sebelum aku membaca novel hingga tertidur di sofa...", Ucap Ji Won, dengan nada lemah.261Please respect copyright.PENANAFRmHsglhHv
Ibu In Hyuk pun mengangguk dan menangis sesenggukan.261Please respect copyright.PENANAmqg1EC8JHR
"Kemarin dia sempat pulang kerumahku... Dia pulang dalam keadaan basah kuyup seperti kehujanan dan saat aku bertanya padanya apakah dia ingin kubuatkan udang panggang mozarella seperti yang dia inginkan pagi harinya, dia hanya menjawab bahwa dia ingin istirahat dikamarnya", Ucap Ji Won, air matanya pun mengalir.261Please respect copyright.PENANAF1Li836P4T
"Hey Han Ji Won...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAmVqpJ8vUWl
"Tidak apa - apa nak... Aku percaya padanya, lagipula kemarin malam, putraku datang kedalam mimpiku... Dia juga meminta maaf padaku karena malam itu dia lebih memilih untuk pulang ke rumah Ji Won, karena saat itu dia ingin menjaganya untuk yang terakhir kalinya dan dia juga ingin memastikan bahwa dia baik - baik saja...", Ucap Ibu In Hyeok, air matanya mengalir.261Please respect copyright.PENANAbOOkGV5M4C
Ibu Im Hyeok pun menyerahkan kotak perhiasan yang sebelumnya dibawa oleh In Hyeok kepada Ji Won.261Please respect copyright.PENANAjo7U0DbOQh
"Malam itu sebenarnya dia ingin memberikannya padamu sendiri padamu, tapi bahkan dia belum sempat memberikannya padamu Ji Won...", Ucap Ibu In Hyeok, menangis sesenggukan.261Please respect copyright.PENANAFIiZ9w9nxW
Ji Won pun menerima kotak itu dan membukanya. Ia pun melihat gelang liontin yang berada didalam gelang itu dan air matanya pun mengalir.261Please respect copyright.PENANAxlD18dTMte
Para dokter pun keluar dari ruangan sambil membawa tubuh In Hyeok, saat itu Ayah, Ibu In Hyeok dan juga Ji Won pun berdiri dari kursinya.261Please respect copyright.PENANAxP2rpFOlc0
"In Hyeok mengapa kau jadi seperti ini In Hyeok??? Bukankah kau telah berjanji bahwa kau akan pulang dan makan udang panggang mozarella bersamaku??? Bukankah kau telah berjanji In Hyeok??? In Hyeok!!!", Ucap Ji Won, membuka kain penutup wajah In Hyeok, terduduk lemas dan menangis.261Please respect copyright.PENANAS4nqJmqqzQ
"Ji Won... Kumohon tenanglah Ji Won!!!", Panggil Jeong Won, sambil memeluk Ji Won.261Please respect copyright.PENANAIgoKUjYmqD
"In Hyeok... Putraku...", Ucap Ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAiuifqLYsCY
Ayah In Hyeok yang tak kalah bersedihpun memeluk untuk menenangkan ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAyDJcwRROaF
Keesokan paginya, tiba harinya untuk pemakaman In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAPjgpJfd79c
Setelah meletakkan sepiring udang mozarella diatas altar, Ji Won duduk disebelah orang tua In Hyeok, disana Ia pun tidak berhenti menatap foto In Hyeok, air matanya juga tidak berhenti mengalir.261Please respect copyright.PENANAOrCa7yc0rK
Setelah memberi salam pada tamu terakhir, Ji Won pun berkumpul bersama kakak dan juga saudara - saudara sepupunya yang berkumpul untuk menghiburnya.261Please respect copyright.PENANAWxdwuY2mL3
"Tabahlah Han Ji Won... Aku yakin kau pasti bisa melalui semua ini...", Ucap Joon Hyeong, kakak sepupu laki - laki Ji Won.261Please respect copyright.PENANA4wCnQrWFwv
"Terima kasih kak Joon Hyeong kalian sudah mau datang jauh - jauh kemari...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANA3efVDavKjo
"Tentu saja kami akan ada disini untukmu... Kami jauh - jauh datang kemari agar kami bisa menghiburmu, agar kau tidak terus - menerus larut dalam kesedihan...", Ucap Joon Hye, kakak sepupu perempuan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAwZEpUnaCjQ
"Terima kasih kak Joon Hye... Kehadiran kalian semua disini sangatlah berharga bagiku...", Ucap Ji Won, sambil mencoba tersenyum.261Please respect copyright.PENANAYYcrw2ORt8
"Nah tersenyumlah seperti itu, aku yakin disana In Hyeok juga ingin melihat senyum mu yang seperti ini...", Ucap Ro Hee.261Please respect copyright.PENANAo4D0Sion2Z
"Terima kasih Ro Hee...", Ucap Ji Won, sambil mengusap - usap rambut Ro Hee, adik sepupu perempuannya.261Please respect copyright.PENANAYCAJcYof9K
"Makanlah Ji Won!!! Sedari tadi kau sibuk membantu orang tua In Hyeok dan kau belum makan suatu apapun kan??? Ayo makanlah sebanyak mungkin agar kau menjadi lebih kuat!!!", Ucap Yeong Dae, kakak sepupu laki - laki Ji Won.261Please respect copyright.PENANAQdnCO6i5kV
"Iya makanlah sesuatu Ji Won!!! Bukankah tadi kau telah memberikan sepiring udang mozarella yang diinginkan In Hyeok di altar... Sekarang kau juga harus makan udang mozarella juga, supaya kini kau bisa makan bersamanya...", Ucap Joon Hye.261Please respect copyright.PENANA9RFrxigrRn
Ji Won pun mencoba tersenyum, meskipun sulit.261Please respect copyright.PENANAeaoA27H6SR
"Iya biar kuambilkan sepiring ya untukmu... Kau harus makan agar kau kuat Ji Won!!!", Ucap Joon Hye.261Please respect copyright.PENANAc71nEi6ciE
Ji Won pun mengangguk, lalu Joon Hye berdiri untuk mengambilkan makanan untuk Ji Won.261Please respect copyright.PENANAqJtmyIHtNX
Segera setelahnya Joon Hye pun kembali sambil membawa sepiring nasi, sepiring penuh udang mozarella, sepiring sup tahu jamur, sepiring kimchi daun bawang dan segelas susu putih.261Please respect copyright.PENANA9nbHcDU89L
"Sekarang makanlah yang banyak bersama kami disini Ji Won!!!", Ucap Joon Hye.261Please respect copyright.PENANAHc4Jo06hVO
"Terima kasih kakak...", Ucap Ji Won, sambil mencoba menyendok nasi dan mengigit udang bago berlumur keju mozzarella.261Please respect copyright.PENANAYs8d0vgS3D
Ji Won pun sedikit tersenyum, sambil memakannya.261Please respect copyright.PENANAmfUe2wHWii
"Baiklah kalau begitu... Ayo kita makan In Hyeok!!!", Ucap Ji Won, dalam hati, sambil menyendok sup.261Please respect copyright.PENANAyFUIGdSIzJ
"Aku berjanji akan makan dan minum air yang banyak agar aku tetap kuat dan aku berjanji bahwa aku akan tetap baik - baik saja disini!!! Jagalah dirimu baik - baik disana In Hyeok!!! Tataplah kehidupanku yang akan tetap bahagia dan baik - baik saja dari atas sana dan juga tunggulah aku disana In Hyeok!!!", Ucap Ji Won, dalam hati, sambil tetap menyantap makanannya.261Please respect copyright.PENANA18IqnKBW0K
Arwah In Hyeok yang sedari tadi duduk di sebelah Ji Won pun tersenyum melihatnya, yang telah dalam kondisi membaik, sebelun akhirnya menghilang secara perlahan - lahan.261Please respect copyright.PENANAPunwUfwxyW
Setelah acara pemakaman In Hyeok usai, akhirnya Ji Won pun meminta waktu dari saudara - saudaranya untuk pulang kerumahnya dan In Hyeok.261Please respect copyright.PENANA8h3hBsCKAo
Saat pertama kali masuk kedalam rumah dan Ia menutup pintunya, Ji Won pun menghela nafas panjang, disana Ia melihat bayangan In Hyeok menyambutnya, berdiri dibelakang sofa.261Please respect copyright.PENANAyr7DkMwG9w
"Hai... Selamat siang Ji Won...", Ucap Arwah In Hyeok, sambil tersenyum.261Please respect copyright.PENANAhC1SW66PM3
Air mata Ji Won kembali mengalir dengan cukup deras.261Please respect copyright.PENANAMt93iAdajq
Ji Won pun melangkah meja ruang tamunya dan disana Ia melihat sebuah kotak sedang persegi panjang berpita merah muda, Ia pun perlahan membuka pita itu dan membuka kotaknya.261Please respect copyright.PENANAvB0xuYgVZt
Ternyata didalamnya ada sopasang sepatu hak tingi berwarna krem, dan ada sebuah catatan didalamnya.261Please respect copyright.PENANAg3s4HpgPCK
Ji Won mengambil catatan itu dan membacanya.261Please respect copyright.PENANAI4xn6LnK93
"Selamat ulang tahun Ji Won, Ini hadiah pertama dariku, semoga kau menyukainya!!! Woo In Hyeok."261Please respect copyright.PENANAERLSmJxsdG
Melihat itu tiba - tiba tubuh Ji Won pun melemah dan akhirnya kembali jatuh pingsan.261Please respect copyright.PENANAu781n0fM6r
Untungnya saat itu kakak Ji Won masuk kedalam rumah itu.261Please respect copyright.PENANAtH8Yb9POVK
"Ji Won!!!", Panggil Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAVOXMrEDCI4
"Tidak apa - apa, mungkin aku hanya kelelahan saja... Jangan khawatirkan aku kak...", Ucap Ji Won, akhirnya kembali tersadar.261Please respect copyright.PENANAWBb9LaYlu4
"Tidurlah saja dikamarmu... Kau sudah kurang tidur dari semalam... Sekarang istirahatlah dikamarmu!!! Kakak akan berjaga disini mendampingimu...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAxI1xTIu2yH
Ji Won pun mengangguk perlahan, Ia berdiri dengan dibantu Jeong Won dan akhirnya Ia melangkah menuju je kamarnya.261Please respect copyright.PENANAYUJImftQmh
Sebelum masuk ke kamarnya, Ia pun menyempatkan diri untuk menengok kearah pintu kamar In Hyeok, meski hanya sebentar.261Please respect copyright.PENANArLlv2PwrZe
Saat Ji Won sedang tertidur lelap dikamarnya, ternyata saat itu arwah In Hyeok sedang berdiri disebelah tempat tidurnya. In Hyeok pun duduk dikursi sebelah tempat tidur Ji Won.261Please respect copyright.PENANAMooDnefwcQ
"Ji Won... Jagalah dirimu dengan baik untukku!!! Jalanilah hidupmu dengan baik meskipun tanpa aku disisimu!!! Maafkan aku Ji Won!!! Maafkan aku karena aku tidak bisa membahagiakanmu dan telah membuatmu sedih!!! Tapi berjanjilah bahwa kau akan hidup dengan baik dan bahagia demi aku... Jangan terlalu sering makan ramyeon, seringlah makan buah dan sayur, jangan lupa untuk selalu membawa payung, karena hujan terkadang bisa datang tanpa pertanda!!! Ingatlah itu selalu Ji Won!!!", Ucap Arwah In Hyeok, sambil menggenggam tangan Ji Won yang saat itu telah memakai gelang liontin pemberiannya.261Please respect copyright.PENANA6Lh0cdIpIP
5 Bulan Kemudian...261Please respect copyright.PENANAiXAeTq3gKO
Ji Won masuk kedalam rumahnya dan In Hyeok, dan saat itu Ia sedang bertelepon dengan kakaknya.261Please respect copyright.PENANAs9HmR6u5lH
"Ji Won!!! Apakah kau yakin bahwa kau baik - baik saja tinggal disana sekarang???", Tanya Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAA7eeWIZdSa
"Hmm sekarang aku sudah baik - baik saja... Jangan khawatirkan aku kakak!!!", Ucap Ji Won, sambil meletakkan tas dan baju hangatnya diatas sofa dan duduk diatas sofa rumahnya.261Please respect copyright.PENANAKl4i2Z4D9p
"Kau yakin???", Tanya Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAHIS8Laaj8F
"Sudah dulu ya kak... Aku ingin membereskan barang - barangku terlebih dahulu...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANAwO01JQs0Ei
"Ya sudah kalau begitu... Jaga dirimu baik - baik Han Ji Won!!!", Ucap Jeong Won, mematikan teleponnya.261Please respect copyright.PENANAaeyjjRtrUv
Ji Won pun memejamkan matanya dan bersandar di sandaran sofa.261Please respect copyright.PENANAPznF553lan
Saat itu dia membayangkan saat - saat bahagianya bersama dengan In Hyeok dan momen saat In Hyeok bersujud melamarnya disebuah taman bunga yang indah.261Please respect copyright.PENANATWyPxoskom
"Ji Won... Bersediakah kau menikah denganku dan hidup bersamaku selamanya???", Tanya In Hyeok, sambil membuka kotak cincin dihadapan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAlZQcIbSu9f
"Ya... Aku bersedia menikah denganmu dan hidup bersamamu selamanya Woo In Hyeok...", Ucap Ji Won, sambil tersenyum.261Please respect copyright.PENANA6Z7C8eZnD5
In Hyeok akhirnya memasangkan cincin itu dan mereka berdua pun berpelukan dengan hangat.261Please respect copyright.PENANAGjORlBmIch
"Jadi yang kau maksudkan hidup bersama selamanya adalah hanya sesingkat ini???", Tanya Ji Won, sambil tersenyum dan tetap memejamkan matanya.261Please respect copyright.PENANA4wyawDiaQV
Setelah itu Ji Won pun membuka laptopnya dan membuka sebuah video.261Please respect copyright.PENANAgvkN2iVHaP
"Ji Won... Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu... Hmm tak terasa hari pernikahan kita tinggal 3 bulan lagi... Aku sudah tidak sabar menantinya...", Ucap In Hyeok, melalui video261Please respect copyright.PENANAMEoo3HLEOP
Ji Won pun menangis sesenggukan mendengarnya.261Please respect copyright.PENANAU02pCS2cR3
"Ji Won... Entah mengapa saat ini aku merasa bahwa mungkin untuk beberapa waktu yang akan datang aku tidak bisa selalu berada disisimu... Saat itu kumohon kau tetap jaga dirimu, makanlah 3 kali sehari, jangan lupa minum vitamin, istirahatlah yang cukup dan jalanilah hidupmu dengan bahagia... Aku yakin kau pasti bisa melakukannya karena kau adalah gadis yang kuat... Aku yakin kau pasti akan bisa melalui setiap waktu - waktu yang sulit karena kau adalah Han Ji Won yang selama ini kucintai... Han Ji Won... Kali ini bukan hanya kau saja yang harus berjanji, tapi aku juga... Aku juga akan berjanji bahwa aku akan tetap bisa bertahan melalui setiap kesulitan dan akan tetap kuat dalam menghadapi suatu hal apapun... Kalau kau saja bisa kuat, maka akupun juga akan menjadi kuat Han Ji Won... Karena kau adalah sumber kekuatanku... Terima kasih Ji Won... Terima kasih karena selama 8 tahun telah bersamaku dengan tetap setia dan bersabar meski aku terkadang menjadi sangat menyebalkan... Semenjak dulu kita berpacaran dari sejak kita berdua masih kelas 2 SMA dan sama - sama masih menjadi remaja yang lugu, hingga kita berdua masuk kuliah bersama dan menjadi satu jurusan, saat kita sama - sama bekerja di satu perusahaan yang sama, sampai akhirnya kau keluar dari perusahaan untuk membantu mempersiapkan pernikahan kita... Terima kasih Ji Won atas segalanya... Terima kasih atas segala yang telah kau lakukan dan korbankan untuk kebersamaan kita... Sekali lagi kuucapkan terima kasih dan selamat ulang tahun Ji Won... Han Ji Won aku minta maaf dan aku mencintaimu... Ji Won...", Lanjut In Hyeok dalam video.261Please respect copyright.PENANAsgemW38QsQ
Ji Won pun menangis semakin keras dan berulang kali mengusap air matanya.261Please respect copyright.PENANAcGd6BHWoyX
Saat itu arwah In Hyeok duduk di sofa lain dan menatapnya, sambil melanjutkan kata - kata terakhirnya261Please respect copyright.PENANACT0rIS7m9Y
"Jadi jangan lupa untuk tetap melanjutkan hidupmu dengan baik, sehat dan bahagia selalu meski tanpa aku disisimu Ji Won...", Ucap Arwah In Hyeok, air matanya pun mengalir.261Please respect copyright.PENANAwDVgxmQLrn
Ji Won pun menangis sesenggukan sambil menatap wajah In Hyeok pada video yang telah berakhir.261Please respect copyright.PENANAxZQWFoe1gM
~~~Kembali ke Rumah261Please respect copyright.PENANA7JcTX2pyWL
Suatu pagi yang cerah seorang pria tinggal disebuah rumah bergaya modern minimalis bersama dengan tunangannya.261Please respect copyright.PENANAf5VuQTk4kW
Sang wanita pun membuka tirai rumahnya, agar dapat melihat pemandangan langit pagi yang cerah.261Please respect copyright.PENANA0DfRf5b1O1
Woo In Hyeok pun keluar dari kamarnya dan melangkah menuju ruang makan, disana tunangannya Han Ji Won, sedang memasak omurais (omelet nasi goreng)261Please respect copyright.PENANANn6BwA9wUN
"Oh rupanya kau sudah selesai bersiap???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANAYH8smD7Nh9
"Iya aku sudah selesai bersiap...", Jawab In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAUIIKjUiVPE
"Kau mau memakannya dengan kimchi daun perilla (daun wijen)???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANAbRiOHp9fff
"Hmm...", Jawab In Hyeok, mengangguk.261Please respect copyright.PENANA57gPIkamHE
Ji Won pun mengambil kotak kimchi perilla dari dalam kulkas, lalu Ia meletakkan piring omuraise dan kotak kimchi itu keatas meja makan, tempat In Hyeok duduk.261Please respect copyright.PENANA1mAssFLmCZ
"Nanti malam aku ingin makan udang panggang mozzarella... Buatkan aku itu nanti!!!", Ucap In Hyeok.261Please respect copyright.PENANACFflYNtWFY
"Baiklah... Kalau begitu berjanjilah padaku dulu bahwa nanti kau tidak akan pulang terlambat!!!", Ucap Ji Won, sambil tersenyum dan menepuk pundak In Hyeok.261Please respect copyright.PENANACxRqi5z7TM
In Hyeok pun mengangguk perlahan.261Please respect copyright.PENANAKGsWLeqEz9
"Baiklah... Aku berjanji...", Ucap In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAcCm2vtXLgw
Setelah selesai sarapan, In Hyeok pun segera beranjak dari kursi makannya dan berpamitan pada Ji Won.261Please respect copyright.PENANAQrh3OqgSm8
"Baiklah kalau begitu, aku berangkat dulu ya...", Ucap In Hyeok.261Please respect copyright.PENANA0L2q3dAZF2
"Baiklah... Hati - hati dijalan dan jangan mengebut!!!", Ucap Ji Won, sambil mencuci piring.261Please respect copyright.PENANAy4a5yeskeD
"Hmm aku mengerti...", Ucap In Hyeok, sambil memakai sepatunya dan melangkah keluar dari rumahnya.261Please respect copyright.PENANA4xeFi7RMJm
Sesaat setelah In Hyeok keluar dari rumahnya, tiba - tiba piring yang tadi dipakai oleh In Hyeok, terlepas dari genggaman Ji Won dan jatuh pecah.261Please respect copyright.PENANAxahOU9dgvh
"Ahhh astaga...", Teriak Ji Won, terkejut.261Please respect copyright.PENANAujkGx2ZPLW
Ji Won pun berusaha mengambil pecahan piring yamg terjatuh itu, dan akhirnya jarinya pun terluka terkena pecahan piring dan berdarah.261Please respect copyright.PENANATiBF6aEP5r
"Ahhh!!!", Teriak Ji Won.261Please respect copyright.PENANAggg9sH9yMp
Setelah itu Ji Won pun seperti telah mendapatkan sebuah firasat buruk.261Please respect copyright.PENANA0aEEZOt2cM
Pukul 18:45261Please respect copyright.PENANAYfmlXZ72LQ
Hujan sedang turun dengan cukup deras.261Please respect copyright.PENANALg0IjPJcmo
Ji Won pun terlihat sedang tertidur di sofa ruang tengah, setelah membaca sebuah novel.261Please respect copyright.PENANAUEbqfiXVEb
Tiba - tiba terdengar suara pintu yang dibuka, dan hal itu pun akhirnya membangunkan Ji Won.261Please respect copyright.PENANApLIkK8LPQX
Saat itu In Hyeok terlihat memasukki rumah dalam keadaan basah kuyup seperti telah kehujanan.261Please respect copyright.PENANAM9d3b4cstM
"Oh tampaknya hari ini kau pulang cukup cepat dan ada apa dengan dirimu??? Mengapa kau pulang dalam keadaan basah kuyup seperti ini??? Apakah kau tadi tidak membawa payung???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANAhKqnSRj12n
"Aku tidak apa - apa, aku hanya ingin istirahat sebentar di kamar...", Jawab In Hyeok, menghentikan langkahnya sebentar.261Please respect copyright.PENANAgfmBhaWn9w
"Apa kau ingin kubuatkan makanan seperti yang kau inginkan???", Tanya Ji Won.261Please respect copyright.PENANA7DZsFzQ1GM
"Nanti saja, aku sedang ingin beristirahat sebentar di kamar...", Jawab In Hyeok.261Please respect copyright.PENANALbNzWS2bdD
"Hey tunggu sebentar!!! Beraninya kau masuk ke kamar dengan keadaan basah dan membasahi seluruh lantai seperti itu heyy Woo In Hyeok!!! In Hyeok!!! Woo In Hyeok!!!", Teriak Ji Won, sambil berkacak pinggang.261Please respect copyright.PENANAILbJ9Q84RE
In Hyeok pun tidak mendengarkannya dan langsung masuk kedalam kamar, dalam pandangan kosong.261Please respect copyright.PENANAGR16OQRHdE
"Dia benar - benar menyebalkan...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANAtIh3nRDAl0
Ji Won pun melangkah kearah pintu keluar rumahnya dan membuka tirainya, disana Ia pun merasa terkejut saat Ia tidak melihat mobil In Hyeok ditempat biasanya mobil In Hyeok terparkir.261Please respect copyright.PENANAMHfvxw4SgT
Saat itu Ji Won pun menyadari bahwa saat pulang In Hyeok terlihat basah kuyup, seperti seolah - olah Ia pulang dengan berjalan kaki, pandangan terlihat sedikit kosong dan wajahnya pucat.261Please respect copyright.PENANAmcTDEw0VwT
Saat itu Ji Won juga menyadari bahwa sejak sepulangnya In Hyeok dari kantornya, In Hyeok jadi tidak banyak bicara.261Please respect copyright.PENANAlH1cUkEBNT
Ji Won merasa sedikit curiga dan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun segera melangkah menuju ke kamar In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAv0tWGifyj1
Saat itu Ia mencoba mengetuk pintu kamar In Hyeok, namun tidak direspon, Ia pun akhirnya memutuskan untuk membuka sedikit pintu kamar In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAGhlvoaPoLX
Disana Ji Won melihat In Hyeok yang sedang tertidur pulas ditempat tidurnya.261Please respect copyright.PENANAyGgHNUu9KZ
Saat itu Ji Won pun merasa lega dan kembali menutup pintu kamar In Hyeok, tanpa berpikir yang macam - macam.261Please respect copyright.PENANAuKtOz3ZUBt
Setelah itu Ji Won pun memutuskan untuk merebus mie ramyeon dan memecahkan sebutir telur mentah diatas mangkuk yang berisi ramyeon miliknya.261Please respect copyright.PENANAdittlMTEo8
Setelah ramyeonnya siap, Ji Won segera membawanya ke ruang tengah dan segera menyalakan televisinya.261Please respect copyright.PENANAdqKVN24mOZ
Saat itu Ji Won merasa penasaran, karena sejak tadi In Hyeok sama sekali tidak pernah keluar kamar, dan bahkan tidak sempat makan malam.261Please respect copyright.PENANAsQU6MJBMmB
"Ahh mungkin saja tadi dia sempat makan sebelum pulang dan saat ini dia sedang sangat lelah...", Ucap Ji Won, sambil memakan ramyeonnya.261Please respect copyright.PENANAeSK57oP0ll
Keesokan paginya, suara ponsel Ji Won berbunyi dan membangunkan Ji Won dari tidurnya.261Please respect copyright.PENANAecXswO6h4n
Ji Won pun terkejut saat Ia membuka pintu kamarnya Ia tidak melihat In Hyeok, Ia pun melangkah keluar dari kamarnya sambil mengangkat teleponnya.261Please respect copyright.PENANAY4EmMK3pgX
"Halo kakak... Ada apa??? Mengapa kakak sampai menelepon pagi - pagi seperti ini???", Tanya Ji Won, sambil membuka pintu kamar In Hyeok. 261Please respect copyright.PENANADacyoFHb5w
Disana Ia tidak melihat In Hyeok, Ia pun melangkah menuju kekamar mandi dan juga tidak melihat In Hyeok, sambil melangkah kearah ruang tengah, langkahnya pun akhirnya terhenti.261Please respect copyright.PENANAy8MlMgsqdU
"Ji Won mohon tenangkan lah dirimu terlebih dahulu!!!", Ucap Kakak Perempuan Ji Won.261Please respect copyright.PENANA4ExrIArwFB
"Sebenarnya apa yang barusaja kakak katakan??? Itu sama sekali tidak mungkin... Itu sama sekali tidak masuk akal kakak!!!", Ucap Ji Won, sambil menyilakan rambutnya.261Please respect copyright.PENANA8n7u0QMZK1
"Jam 18 : 30 kemarin, In Hyeok mengalami kecelakaan mobil parah, mobilnya tertabrak mobil boks saat melalui perempatan yang cukup gelap, ditambah lagi kemarin malam kan hujan sangatlah deras...", Jawab Kakak Perempuan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAhUywQI4DkX
Saat mengemudi In Hyeok sedang mengeluarkan gelang berbandul liontin dari kotaknya dan membuka liontin itu, yang berisi fotonya dan Ji Won.261Please respect copyright.PENANA13x1sxanVp
In Hyeok pun mendekap gelang itu dan menciumnya.261Please respect copyright.PENANARdWXjRG60J
Dari arah sisi kiri perempatan seorang pengemudi mengantuk terkejut saat tiba - tiba melihat mobil In Hyeok menyeberangi perempatan, karena tidak sempat mengerem, akhirnya kecelakaan itu pun terjadi.261Please respect copyright.PENANAGxtwrhFuxl
Sebelum akhirnya kehilangan kesadaran, In Hyeok pun sempat menggenggam gelang yang telah berlumuran darah itu.261Please respect copyright.PENANAOO8tqPwNP7
"Ji Won... Ji Won... Maafkan aku... Ji Won...", Ucap In Hyeok, terputus - putus sebelum akhirnya tangannya terkulai lemas tak sadarkan diri.261Please respect copyright.PENANA5r6QdT1oNw
"Kakak... Sudah kukatakan itu tidaklah mungkin, karena kemarin malam itu dia sempat pulang ke rumah ini...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANAIbeVCz0xUX
Ji Won pun teringat bahwa saat Ia terbangun kemarin malam, saat In Hyeok pulang, Ia sempat melihat jam, dan jam saat itu menunjukkan pukul 18 : 45, itu berarti 15 menit setelah kecelakaan yang menimpa In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAQ2ZCnUpAYJ
Ji Won yang saat itu masih linglung pun akhirnya segera mengambil baju hangatnya dan segera bergegas masuk kedalam mobilnya.261Please respect copyright.PENANAsdcK7ffKUB
Disepanjang perjalanan Ji Won pun selalu teringat saat pertama kali In Hyeok pulang ke rumah dalam keadaan basah kuyup, saat Ia menawari In Hyeok makan malam dan langsung ditolak oleh In Hyeok yang sedang ingin beristirahat di kamarnya, saat Ia tidak menemukan mobil In Hyeok ditempat parkir rumahnya.261Please respect copyright.PENANAQMhNn44dhu
"Aaaarrggghhhh...", Teriak Ji Won.261Please respect copyright.PENANA9O1d1Lf8AJ
Saat itu Ji Won sendiri sampai hampir mengalami suatu kecelakaan, karena tidak fokus.261Please respect copyright.PENANAW4AYna38ou
Sesampainya di tempat kecelakaan In Hyeok, Ji Won pun segera turun dari mobilnya dan berlari kearah bangkai mobil In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAZE73m4MwVk
Kakak perempuan Ji Won pun segera menangkap dan memeluk Ji Won, untuk menenangkannya.261Please respect copyright.PENANAmcs9wS9AiT
"In Hyeok!!! In Hyeok!!! Kumohon jangan bercanda denganku!!! Kemarin kau pulang kan kerumah!!! Kumohon jawab aku In Hyeo!!! In Hyeok!!!", Teriak Ji Won, dipelukan kakaknya.261Please respect copyright.PENANAfB7wVigE0U
"Ji Won... Ji Won tenanglah!!! Kakak ada disini bersamamu Ji Won...", Ucap Kakak Ji Won, sambil memeluk Ji Won.261Please respect copyright.PENANAIs2iTUxGqk
"Kakak kemarin dia pulang ke rumah kami kak... Kemarin dia sempat pulang ke rumah, jadi dia tidak mungkin kecelakaan, itu pasti bukan dia kan kak!!! Jawab aku itu pasti bukan dia!!!", Teriak Ji Won.261Please respect copyright.PENANALTgWv1lPsP
"Ji Won... Tenanglah Ji Won!!!", Ucap Kakak Ji Won.261Please respect copyright.PENANAQVgseHn8BP
"Iya... Itu pasti bukan dia, kalian semua salah itu pasti bukan dia...", Ucap Ji Won, sebelum akhirnya jatuh pingsan dipelukan kakaknya.261Please respect copyright.PENANAmk8wLMLkPi
"Ji Won!!! Ji Won bangunlah!!! Ji Won!!!", Panggil Kakak Perempuan Ji Won, sambil mengguncang - guncangkan tubuh Ji Won.261Please respect copyright.PENANAFquUwmnZJK
Akhirnya kakak perempuan Ji Won dengan dibantu oleh beberapa warga yang masih memadati lokasi kecelakaan pun membopong tubuh Ji Won dan memasukkannya kedalam mobil kakak Ji Won.261Please respect copyright.PENANA5r9UGp9Vsw
"Terima kasih atas bantuannya semua...", Ucap Kakak Ji Won.261Please respect copyright.PENANAHyAGAUqSQ0
Kemudian Kakak Ji Won pun segera masuk kedalam mobilnya dan segera melajukkan mobilnya kearah Rumah Sakit terdekat.261Please respect copyright.PENANAdOY7BamrVI
Didalam mobil kakak Ji Won, terdapat beberapa bingkai foto berisi foto Ji Won, kakaknya dan orang tuanya.261Please respect copyright.PENANA82ahje1AQZ
Salah satu dari bingkai foto itu terdapat tulisan Han Jeong Won dan Han Ji Won.261Please respect copyright.PENANAPa6TyC4CFp
Siang harinya Ji Won pun terbangun di tempat tidur rumah sakit dsn sedang diinfus.261Please respect copyright.PENANAyI3Ls39gu4
"In Hyeok!!!", Panggil Ji Won.261Please respect copyright.PENANAjwu33MYcwv
"Ji Won... Akhirnya kau sadar juga...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAI30zc1hrcr
"Oh In Hyeok...", Ucap Ji Won, terburu - buru ingin mencabut infus.261Please respect copyright.PENANAoZayjZHAXR
Jeong Won pun segera mencegahnya.261Please respect copyright.PENANAfqMUbiw1As
"Ji Won... Kumohon jangan seperti ini!!! Makanlah dulu!!! Dari tadi pagi kau pingsan karena kau belum makan kan... Makanlah sup tulang sapi ini!!!", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAm28AsDdDkc
Ji Won pun sempat terdiam, menatap makanannya.261Please respect copyright.PENANAII9VX3Orgc
"Bukankah kau ingin mendampingi In Hyeok??? Bukankah kau ingin berada disisi In Hyeok, hingga disaat - saat terakhirnya??? Kalau begitu makanlah!!! Makanlah agar kau kuat mendampinginya Ji Won!!!", Ucap Jeong Won, air matanya mengalir.261Please respect copyright.PENANAVQ3ipvX71U
"Kemarin di saat seperti ini dia masih sarapan omurais favoritnya bersamaku... Bahkan Ia berkata bahwa sorenya Ia ingin makan udang panggang keju mozzarella, yang merupakan makanan favoritku...", Ucap Ji Won, dengan pandangan kosong.261Please respect copyright.PENANARuP09Tj1FU
"Kuharap ini semua hanyalah mimpi...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANADOrBJPyf8b
"Makanlah Ji Won!!! Kurasa hal itu jugalah yang saat ini dia inginkan Ji Won...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAqQpHVl7GAG
Mendengar itu, Ji Won pun segera mengambil memakan sup tulang sapi itu dengan lahap.261Please respect copyright.PENANAqtgrKofBJn
Arwah In Hyeok yang memiliki luka benturan dan berdarah pada sisi kanan wajahnya pun saat itu sedang memandangi Ji Won, yang saat itu sedang makan dengan sedih.261Please respect copyright.PENANAIe2857JLsU
Setelah itu Ji Won dan kakaknya pun keluar dari ruang rawatnya dan langsung berlari kearah ruang Jenazah tempat dimana orang tua dan kakak laki - laki In Hyeok menunggui In Hyeok.261Please respect copyright.PENANALHXP1qYoyR
"Ayah!!! Ibu!!!", Panggil Ji Won, duduk disebelah Ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAfghNsn6WKJ
"Oh Ji Won...", Panggil Ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANApsiy3jjZfZ
"In Hyeok dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, kami mencoba menghubungimu tapi tidak bisa...", Ucap Ibu In Hyeok, sedih.261Please respect copyright.PENANAsNj9IuRy54
Kemarin ponselku mati dan sedang ku charge sebelum aku membaca novel hingga tertidur di sofa...", Ucap Ji Won, dengan nada lemah.261Please respect copyright.PENANAuEEgW5TNMe
Ibu In Hyuk pun mengangguk dan menangis sesenggukan.261Please respect copyright.PENANAAni4GwPyvE
"Kemarin dia sempat pulang kerumahku... Dia pulang dalam keadaan basah kuyup seperti kehujanan dan saat aku bertanya padanya apakah dia ingin kubuatkan udang panggang mozarella seperti yang dia inginkan pagi harinya, dia hanya menjawab bahwa dia ingin istirahat dikamarnya", Ucap Ji Won, air matanya pun mengalir.261Please respect copyright.PENANAXDnJ9VmcHP
"Hey Han Ji Won...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANApuvYG3oAAo
"Tidak apa - apa nak... Aku percaya padanya, lagipula kemarin malam, putraku datang kedalam mimpiku... Dia juga meminta maaf padaku karena malam itu dia lebih memilih untuk pulang ke rumah Ji Won, karena saat itu dia ingin menjaganya untuk yang terakhir kalinya dan dia juga ingin memastikan bahwa dia baik - baik saja...", Ucap Ibu In Hyeok, air matanya mengalir.261Please respect copyright.PENANA3Md0oKocSL
Ibu Im Hyeok pun menyerahkan kotak perhiasan yang sebelumnya dibawa oleh In Hyeok kepada Ji Won.261Please respect copyright.PENANAmDQGE7YPPT
"Malam itu sebenarnya dia ingin memberikannya padamu sendiri padamu, tapi bahkan dia belum sempat memberikannya padamu Ji Won...", Ucap Ibu In Hyeok, menangis sesenggukan.261Please respect copyright.PENANASHAWFo4f09
Ji Won pun menerima kotak itu dan membukanya. Ia pun melihat gelang liontin yang berada didalam gelang itu dan air matanya pun mengalir.261Please respect copyright.PENANAenEbcFQkSJ
Para dokter pun keluar dari ruangan sambil membawa tubuh In Hyeok, saat itu Ayah, Ibu In Hyeok dan juga Ji Won pun berdiri dari kursinya.261Please respect copyright.PENANAFPM2kXz2dW
"In Hyeok mengapa kau jadi seperti ini In Hyeok??? Bukankah kau telah berjanji bahwa kau akan pulang dan makan udang panggang mozarella bersamaku??? Bukankah kau telah berjanji In Hyeok??? In Hyeok!!!", Ucap Ji Won, membuka kain penutup wajah In Hyeok, terduduk lemas dan menangis.261Please respect copyright.PENANAyAD7pEfHds
"Ji Won... Kumohon tenanglah Ji Won!!!", Panggil Jeong Won, sambil memeluk Ji Won.261Please respect copyright.PENANAhU9Py505iI
"In Hyeok... Putraku...", Ucap Ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAsfdCeIlRGI
Ayah In Hyeok yang tak kalah bersedihpun memeluk untuk menenangkan ibu In Hyeok.261Please respect copyright.PENANASXVas1gsWI
Keesokan paginya, tiba harinya untuk pemakaman In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAuQuqrgGwQo
Setelah meletakkan sepiring udang mozarella diatas altar, Ji Won duduk disebelah orang tua In Hyeok, disana Ia pun tidak berhenti menatap foto In Hyeok, air matanya juga tidak berhenti mengalir.261Please respect copyright.PENANAxxC6eSrbvL
Setelah memberi salam pada tamu terakhir, Ji Won pun berkumpul bersama kakak dan juga saudara - saudara sepupunya yang berkumpul untuk menghiburnya.261Please respect copyright.PENANA38LVZXg3rr
"Tabahlah Han Ji Won... Aku yakin kau pasti bisa melalui semua ini...", Ucap Joon Hyeong, kakak sepupu laki - laki Ji Won.261Please respect copyright.PENANAEgfifRvLsV
"Terima kasih kak Joon Hyeong kalian sudah mau datang jauh - jauh kemari...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANAbJfDGOEhzy
"Tentu saja kami akan ada disini untukmu... Kami jauh - jauh datang kemari agar kami bisa menghiburmu, agar kau tidak terus - menerus larut dalam kesedihan...", Ucap Joon Hye, kakak sepupu perempuan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAV76lPAfZvN
"Terima kasih kak Joon Hye... Kehadiran kalian semua disini sangatlah berharga bagiku...", Ucap Ji Won, sambil mencoba tersenyum.261Please respect copyright.PENANADTY61bRCip
"Nah tersenyumlah seperti itu, aku yakin disana In Hyeok juga ingin melihat senyum mu yang seperti ini...", Ucap Ro Hee.261Please respect copyright.PENANARmNpBUe4fs
"Terima kasih Ro Hee...", Ucap Ji Won, sambil mengusap - usap rambut Ro Hee, adik sepupu perempuannya.261Please respect copyright.PENANATofZ4pWeuZ
"Makanlah Ji Won!!! Sedari tadi kau sibuk membantu orang tua In Hyeok dan kau belum makan suatu apapun kan??? Ayo makanlah sebanyak mungkin agar kau menjadi lebih kuat!!!", Ucap Yeong Dae, kakak sepupu laki - laki Ji Won.261Please respect copyright.PENANAgfekDaJ1ov
"Iya makanlah sesuatu Ji Won!!! Bukankah tadi kau telah memberikan sepiring udang mozarella yang diinginkan In Hyeok di altar... Sekarang kau juga harus makan udang mozarella juga, supaya kini kau bisa makan bersamanya...", Ucap Joon Hye.261Please respect copyright.PENANATWzwhSN5k4
Ji Won pun mencoba tersenyum, meskipun sulit.261Please respect copyright.PENANAIpjJfAtEf4
"Iya biar kuambilkan sepiring ya untukmu... Kau harus makan agar kau kuat Ji Won!!!", Ucap Joon Hye.261Please respect copyright.PENANAkzAl0ueVSa
Ji Won pun mengangguk, lalu Joon Hye berdiri untuk mengambilkan makanan untuk Ji Won.261Please respect copyright.PENANAQPceC4x3Xp
Segera setelahnya Joon Hye pun kembali sambil membawa sepiring nasi, sepiring penuh udang mozarella, sepiring sup tahu jamur, sepiring kimchi daun bawang dan segelas susu putih.261Please respect copyright.PENANAHWAePAXsCJ
"Sekarang makanlah yang banyak bersama kami disini Ji Won!!!", Ucap Joon Hye.261Please respect copyright.PENANAoKqEaafkTV
"Terima kasih kakak...", Ucap Ji Won, sambil mencoba menyendok nasi dan mengigit udang bago berlumur keju mozzarella.261Please respect copyright.PENANAg5eSpAE5ki
Ji Won pun sedikit tersenyum, sambil memakannya.261Please respect copyright.PENANA9OGrCAnPcF
"Baiklah kalau begitu... Ayo kita makan In Hyeok!!!", Ucap Ji Won, dalam hati, sambil menyendok sup.261Please respect copyright.PENANAU5AnVunynT
"Aku berjanji akan makan dan minum air yang banyak agar aku tetap kuat dan aku berjanji bahwa aku akan tetap baik - baik saja disini!!! Jagalah dirimu baik - baik disana In Hyeok!!! Tataplah kehidupanku yang akan tetap bahagia dan baik - baik saja dari atas sana dan juga tunggulah aku disana In Hyeok!!!", Ucap Ji Won, dalam hati, sambil tetap menyantap makanannya.261Please respect copyright.PENANA1VeUYflEeA
Arwah In Hyeok yang sedari tadi duduk di sebelah Ji Won pun tersenyum melihatnya, yang telah dalam kondisi membaik, sebelun akhirnya menghilang secara perlahan - lahan.261Please respect copyright.PENANA9ClN4lMYAI
Setelah acara pemakaman In Hyeok usai, akhirnya Ji Won pun meminta waktu dari saudara - saudaranya untuk pulang kerumahnya dan In Hyeok.261Please respect copyright.PENANAuuffTx5R2O
Saat pertama kali masuk kedalam rumah dan Ia menutup pintunya, Ji Won pun menghela nafas panjang, disana Ia melihat bayangan In Hyeok menyambutnya, berdiri dibelakang sofa.261Please respect copyright.PENANAOFmz0hr6TB
"Hai... Selamat siang Ji Won...", Ucap Arwah In Hyeok, sambil tersenyum.261Please respect copyright.PENANAI6JUhDiZTu
Air mata Ji Won kembali mengalir dengan cukup deras.261Please respect copyright.PENANAgd83NONtIb
Ji Won pun melangkah meja ruang tamunya dan disana Ia melihat sebuah kotak sedang persegi panjang berpita merah muda, Ia pun perlahan membuka pita itu dan membuka kotaknya.261Please respect copyright.PENANAaUmEekZhGr
Ternyata didalamnya ada sopasang sepatu hak tingi berwarna krem, dan ada sebuah catatan didalamnya.261Please respect copyright.PENANAeyT2Wof2Ke
Ji Won mengambil catatan itu dan membacanya.261Please respect copyright.PENANAwRrDgrqT2W
"Selamat ulang tahun Ji Won, Ini hadiah pertama dariku, semoga kau menyukainya!!! Woo In Hyeok."261Please respect copyright.PENANAHrW1TETF2r
Melihat itu tiba - tiba tubuh Ji Won pun melemah dan akhirnya kembali jatuh pingsan.261Please respect copyright.PENANAqrOvp85QPH
Untungnya saat itu kakak Ji Won masuk kedalam rumah itu.261Please respect copyright.PENANAJUbTNo36fD
"Ji Won!!!", Panggil Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAQD6F21UDiY
"Tidak apa - apa, mungkin aku hanya kelelahan saja... Jangan khawatirkan aku kak...", Ucap Ji Won, akhirnya kembali tersadar.261Please respect copyright.PENANAj23arEBqSs
"Tidurlah saja dikamarmu... Kau sudah kurang tidur dari semalam... Sekarang istirahatlah dikamarmu!!! Kakak akan berjaga disini mendampingimu...", Ucap Jeong Won.261Please respect copyright.PENANACSsCkJaYYZ
Ji Won pun mengangguk perlahan, Ia berdiri dengan dibantu Jeong Won dan akhirnya Ia melangkah menuju je kamarnya.261Please respect copyright.PENANAwpW83KjXVZ
Sebelum masuk ke kamarnya, Ia pun menyempatkan diri untuk menengok kearah pintu kamar In Hyeok, meski hanya sebentar.261Please respect copyright.PENANAjfTGCckgeG
Saat Ji Won sedang tertidur lelap dikamarnya, ternyata saat itu arwah In Hyeok sedang berdiri disebelah tempat tidurnya. In Hyeok pun duduk dikursi sebelah tempat tidur Ji Won.261Please respect copyright.PENANAxgymhiGu72
"Ji Won... Jagalah dirimu dengan baik untukku!!! Jalanilah hidupmu dengan baik meskipun tanpa aku disisimu!!! Maafkan aku Ji Won!!! Maafkan aku karena aku tidak bisa membahagiakanmu dan telah membuatmu sedih!!! Tapi berjanjilah bahwa kau akan hidup dengan baik dan bahagia demi aku... Jangan terlalu sering makan ramyeon, seringlah makan buah dan sayur, jangan lupa untuk selalu membawa payung, karena hujan terkadang bisa datang tanpa pertanda!!! Ingatlah itu selalu Ji Won!!!", Ucap Arwah In Hyeok, sambil menggenggam tangan Ji Won yang saat itu telah memakai gelang liontin pemberiannya.261Please respect copyright.PENANAp20HQ3KuKv
5 Bulan Kemudian...261Please respect copyright.PENANAUAJ0h2t3Je
Ji Won masuk kedalam rumahnya dan In Hyeok, dan saat itu Ia sedang bertelepon dengan kakaknya.261Please respect copyright.PENANAg7ltDNgkBW
"Ji Won!!! Apakah kau yakin bahwa kau baik - baik saja tinggal disana sekarang???", Tanya Jeong Won.261Please respect copyright.PENANAPZynTiVEGX
"Hmm sekarang aku sudah baik - baik saja... Jangan khawatirkan aku kakak!!!", Ucap Ji Won, sambil meletakkan tas dan baju hangatnya diatas sofa dan duduk diatas sofa rumahnya.261Please respect copyright.PENANA2FDm8UHBD7
"Kau yakin???", Tanya Jeong Won.261Please respect copyright.PENANA9JDO9d5mXv
"Sudah dulu ya kak... Aku ingin membereskan barang - barangku terlebih dahulu...", Ucap Ji Won.261Please respect copyright.PENANAh74ZvAS2b7
"Ya sudah kalau begitu... Jaga dirimu baik - baik Han Ji Won!!!", Ucap Jeong Won, mematikan teleponnya.261Please respect copyright.PENANADS7qC7p7G1
Ji Won pun memejamkan matanya dan bersandar di sandaran sofa.261Please respect copyright.PENANA7et07e37CQ
Saat itu dia membayangkan saat - saat bahagianya bersama dengan In Hyeok dan momen saat In Hyeok bersujud melamarnya disebuah taman bunga yang indah.261Please respect copyright.PENANAw1tCsst4Jh
"Ji Won... Bersediakah kau menikah denganku dan hidup bersamaku selamanya???", Tanya In Hyeok, sambil membuka kotak cincin dihadapan Ji Won.261Please respect copyright.PENANAWwceJtQN8U
"Ya... Aku bersedia menikah denganmu dan hidup bersamamu selamanya Woo In Hyeok...", Ucap Ji Won, sambil tersenyum.261Please respect copyright.PENANAmEltfJaK9U
In Hyeok akhirnya memasangkan cincin itu dan mereka berdua pun berpelukan dengan hangat.261Please respect copyright.PENANAymMRALfquB
"Jadi yang kau maksudkan hidup bersama selamanya adalah hanya sesingkat ini???", Tanya Ji Won, sambil tersenyum dan tetap memejamkan matanya.261Please respect copyright.PENANAOOUS3aIlam
Setelah itu Ji Won pun membuka laptopnya dan membuka sebuah video.261Please respect copyright.PENANAem1akmaxFI
"Ji Won... Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu... Hmm tak terasa hari pernikahan kita tinggal 3 bulan lagi... Aku sudah tidak sabar menantinya...", Ucap In Hyeok, melalui video261Please respect copyright.PENANANYduz21BDG
Ji Won pun menangis sesenggukan mendengarnya.261Please respect copyright.PENANAg0qv0Gg4wI
"Ji Won... Entah mengapa saat ini aku merasa bahwa mungkin untuk beberapa waktu yang akan datang aku tidak bisa selalu berada disisimu... Saat itu kumohon kau tetap jaga dirimu, makanlah 3 kali sehari, jangan lupa minum vitamin, istirahatlah yang cukup dan jalanilah hidupmu dengan bahagia... Aku yakin kau pasti bisa melakukannya karena kau adalah gadis yang kuat... Aku yakin kau pasti akan bisa melalui setiap waktu - waktu yang sulit karena kau adalah Han Ji Won yang selama ini kucintai... Han Ji Won... Kali ini bukan hanya kau saja yang harus berjanji, tapi aku juga... Aku juga akan berjanji bahwa aku akan tetap bisa bertahan melalui setiap kesulitan dan akan tetap kuat dalam menghadapi suatu hal apapun... Kalau kau saja bisa kuat, maka akupun juga akan menjadi kuat Han Ji Won... Karena kau adalah sumber kekuatanku... Terima kasih Ji Won... Terima kasih karena selama 8 tahun telah bersamaku dengan tetap setia dan bersabar meski aku terkadang menjadi sangat menyebalkan... Semenjak dulu kita berpacaran dari sejak kita berdua masih kelas 2 SMA dan sama - sama masih menjadi remaja yang lugu, hingga kita berdua masuk kuliah bersama dan menjadi satu jurusan, saat kita sama - sama bekerja di satu perusahaan yang sama, sampai akhirnya kau keluar dari perusahaan untuk membantu mempersiapkan pernikahan kita... Terima kasih Ji Won atas segalanya... Terima kasih atas segala yang telah kau lakukan dan korbankan untuk kebersamaan kita... Sekali lagi kuucapkan terima kasih dan selamat ulang tahun Ji Won... Han Ji Won aku minta maaf dan aku mencintaimu... Ji Won...", Lanjut In Hyeok dalam video.261Please respect copyright.PENANAy6gH0l0JuU
Ji Won pun menangis semakin keras dan berulang kali mengusap air matanya.261Please respect copyright.PENANAt4vLgg5ps9
Saat itu arwah In Hyeok duduk di sofa lain dan menatapnya, sambil melanjutkan kata - kata terakhirnya261Please respect copyright.PENANALSzWVEDBNK
"Jadi jangan lupa untuk tetap melanjutkan hidupmu dengan baik, sehat dan bahagia selalu meski tanpa aku disisimu Ji Won...", Ucap Arwah In Hyeok, air matanya pun mengalir.261Please respect copyright.PENANABFGsQtsKZT
Ji Won pun menangis sesenggukan sambil menatap wajah In Hyeok pada video yang telah berakhir.261Please respect copyright.PENANA5kleJLZzuc
~~~
ns216.73.217.22da2

