Bab 3: Gangbang Perdana – Bagian Pertama
2104Please respect copyright.PENANAJsolEP0dDe
Aira tiba di ruang ganti olahraga sore itu dengan tubuh gemetar. Jam menunjukkan pukul 15.50. Pesan terakhir dari Pak Joko hanya berisi ancaman singkat: “Datang tepat waktu atau video dikirim ke orang tuamu sekarang.” Ia sudah tidak bisa lari lagi. Kakinya terasa berat saat mendorong pintu ruangan yang sudah tidak asing itu.
2104Please respect copyright.PENANAblg83IY5VZ
Begitu pintu terbuka, aroma maskulin pekat langsung menyambutnya. Bau keringat pria, sedikit parfum murahan, dan aroma nafsu yang sudah memuncak. Ruangan tidak lagi sepi. Pak Joko berdiri di tengah dengan senyum dominan. Reynaldi bersandar di lemari loker sambil memainkan ponsel, merekam sedikit. Di samping mereka berdiri tiga murid lain: Dika yang bertubuh besar dan tinggi seperti petinju, Bimo dengan tatapan kasar dan senyum mesum, serta Farhan yang paling kurus tapi matanya licik.
2104Please respect copyright.PENANARWmDENuc0H
“Lihat, lonte kecil kita sudah datang,” kata Rey dengan suara karismatiknya. Ia mendekat dan langsung menarik Aira ke dalam pelukannya, mencium paksa bibir gadis itu. Lidahnya masuk kasar, menjelajahi mulut hangat Aira yang masih mencoba menolak.
2104Please respect copyright.PENANAcIjjVLaNCJ
Aira menangis, air matanya jatuh ke pipi chubby-nya. “Please… jangan semua sekaligus… saya takut…” suaranya pecah.
2104Please respect copyright.PENANA6w5OzD8Jb0
Pak Joko tertawa pelan. “Kamu sudah tidak punya pilihan, Aira. Hari ini kamu akan belajar menjadi milik kami berlima. Lepaskan seragammu. Sekarang.”
2104Please respect copyright.PENANA827Lp4iozD
Tangan-tangan kasar mulai bergerak. Dika yang paling besar langsung merobek kancing kemeja Aira hingga terbuka. Payudara C-cup yang kencang terlonjak keluar dari bra putihnya. Bimo menurunkan rok lipat Aira hingga ke lantai, meninggalkan gadis itu hanya dengan celana dalam tipis. Farhan menarik bra itu kasar hingga tali putus, melepaskan kedua payudara montok yang putingnya sudah mengeras karena udara dingin dan ketakutan.
2104Please respect copyright.PENANAlC84HR4VO4
“Gila… badannya beneran lolita tapi payudaranya kencang banget,” gumam Dika sambil meremas payudara kiri Aira dengan tangan besarnya. Jari-jarinya meninggalkan bekas merah di kulit putih mulus itu.
2104Please respect copyright.PENANAJZjd0KnA7u
Rey menarik celana dalam Aira ke bawah. Memek pink yang sangat tight dan mulus terpapar sempurna. Sudah ada sedikit kilau cairan di bibir vaginanya. “Lihat ini. Dia bilang takut, tapi memeknya sudah basah lagi.”
2104Please respect copyright.PENANAwSAw8quVvS
Pak Joko mendekat, tangannya langsung menyentuh klitoris Aira yang sensitif. Dua jari tebalnya mengusap pelan lalu memutar dengan tekanan sedang. Aira menggigit bibir, kakinya gemetar. “Ahh… Pak… jangan di situ… nnnggh!”
2104Please respect copyright.PENANAQ51HHg6yvj
Sensasi panas langsung menyebar dari perut bawahnya. Bau tubuh lima pria dewasa itu membuat kepalanya pusing. Rey memegang dagunya dan memasukkan kontolnya yang sudah keras 19 cm ke dalam mulut Aira. Rasa asin dan bau maskulin pekat memenuhi lidahnya. “Hisap baik-baik, Lonte. Jangan gigit.”
2104Please respect copyright.PENANAZs1GLFTZqU
Aira tersedak saat kepala kontol Rey menyentuh tenggorokannya. Air liurnya menetes deras ke lantai. Sementara itu, Bimo berlutut di depan dan menjilat memek Aira dengan rakus. Lidahnya yang kasar menari di klitoris, menyelip masuk ke lubang sempit, lalu naik lagi ke anus kecil yang masih virgin. Suara *slurp slurp* basah memenuhi ruangan.
2104Please respect copyright.PENANA3OfiNSffkt
Dika dan Farhan bermain dengan payudara Aira. Mereka mengisap puting bergantian, menggigit pelan hingga Aira menjerit kecil di sekitar kontol Rey. Pak Joko memasukkan tiga jari sekaligus ke dalam vagina Aira, memompa dengan cepat. Cairan bening mulai mengalir deras, menetes ke jari guru itu.
2104Please respect copyright.PENANAysDQNTtPDT
“Dia squirter beneran,” kata Pak Joko bangga. Gerakannya semakin cepat, ibu jarinya menekan klitoris kuat-kuat.
2104Please respect copyright.PENANA1667OA4zdb
Tubuh Aira kejang hebat. Orgasme pertama datang hanya dalam lima menit foreplay. Kakinya goyah, cairan hangat menyembur deras membasahi wajah Bimo dan lantai ruang ganti. “Aaaahhhhh!!!” jeritannya teredam oleh kontol Rey di mulutnya. Air matanya mengalir deras, tubuh kecilnya gemetar tak terkendali.
2104Please respect copyright.PENANAcOzacJjTPO
Mereka tidak memberi waktu istirahat.
2104Please respect copyright.PENANAdKWMCdNuMG
Rey menarik kontolnya dari mulut Aira, benang air liur panjang menghubungkan bibir gadis itu dengan kepala kontolnya. “Giliran Pak Joko dulu yang buka memeknya.”
2104Please respect copyright.PENANArNDTIoOgrZ
Pak Joko duduk di bangku panjang dan menarik Aira ke pangkuannya. Ia memposisikan gadis itu menghadapnya, kaki Aira mengangkang lebar di atas paha kekarnya. Kontol Pak Joko yang 18 cm tebal berdiri tegak, kepalanya mengkilap oleh precum. Ia mengusap-usapkan kepala kontol itu di bibir memek Aira yang basah kuyup.
2104Please respect copyright.PENANAAMAkV4b1tE
“Pelan… Pak… sakit…” pinta Aira dengan suara lemah, tapi pinggulnya tanpa sadar bergoyang kecil.
2104Please respect copyright.PENANArS56UBb7O4
Pak Joko memegang pinggul lebar Aira dan menekan ke bawah perlahan. Kepala kontol tebal itu meregangkan lubang vagina pink yang super tight. “Arghh… sangat sempit,” desis Pak Joko.
2104Please respect copyright.PENANALlCqP9wXeB
Aira menjerit. Sensasi meregang, terbakar, dan penuh luar biasa. Dinding vaginanya yang halus dipaksa membuka lebar untuk mengakomodasi kontol dewasa yang tebal. Setengah jalan masuk, ia sudah merasa perutnya penuh. “Sakit… Pak… keluar… aaahh!”
2104Please respect copyright.PENANAcqHsw7M1oh
Tapi Pak Joko terus mendorong hingga pangkal. Kontolnya tenggelam sepenuhnya di dalam memek Aira. Mereka berdua sama-sama mendesah. Aira merasa ada yang berdenyut-denyut di dalam perutnya, panas, tebal, dan hidup. Pak Joko mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, memompa dengan ritme kuat.
2104Please respect copyright.PENANA1XSrw509Ie
Suara *plak plak plak* daging bertemu daging memenuhi ruangan. Payudara Aira bergoyang liar di depan wajah Pak Joko. Guru itu mengisap putingnya rakus sambil terus menyetubuhi gadis kecil itu dengan ganas.
2104Please respect copyright.PENANAnlGutxUx84
Rey berdiri di samping, memegang kepala Aira dan memasukkan kontolnya kembali ke mulut gadis itu. Double penetration pertama dimulai—mulut dan vagina sekaligus. Dika di belakang meremas pantat Aira, jarinya yang besar mulai menyelip ke lubang anus kecil yang masih kering.
2104Please respect copyright.PENANAqiOx7wxIYS
“Belum hari ini analnya,” kata Rey sambil tertawa. “Tapi besok pasti.”
2104Please respect copyright.PENANA7Stym5k6PQ
Bimo dan Farhan bergantian meremas payudara Aira, mencubit putingnya keras hingga gadis itu menangis kesakitan bercampur kenikmatan. Tubuh Aira yang super responsif mulai bereaksi lagi. Meski hatinya hancur karena diperkosa beramai-ramai, dinding vaginanya berdenyut kuat menggenggam kontol Pak Joko.
2104Please respect copyright.PENANA6bw5iC6Vrr
“Dia menikmati, lihat memeknya menggigit kontol saya,” kata Pak Joko sambil mempercepat gerakan. Setiap hantaman membuat perut Aira terasa penuh dan bergetar.
2104Please respect copyright.PENANAG9CnANXV2S
Orgasme kedua datang lebih cepat. Aira menjerit di sekitar kontol Rey, tubuhnya kejang hebat. Memeknya menyembur cairan lagi, membasahi pangkal kontol Pak Joko dan paha pria itu. Getaran orgasme membuat dinding vaginanya berkontraksi liar, memijat kontol Pak Joko dengan kuat.
2104Please respect copyright.PENANA80BaafYEqo
Pak Joko mendengus. “Saya mau keluar di dalam!”
2104Please respect copyright.PENANAWjQ5euyQzL
Dengan hantaman terakhir yang dalam, ia menyemburkan madu panasnya yang kental dan banyak ke dalam rahim Aira. Sensasi panas memenuhi perut gadis itu. Creampie pertama. Aira merasa perut bawahnya kembung sedikit, cairan tebal itu memenuhi setiap celah di dalamnya.
2104Please respect copyright.PENANAcf4EmgHhgV
Pak Joko menarik kontolnya keluar. Campuran cairan Aira dan madu putihnya menetes deras dari memek yang sudah agak terbuka itu. Tapi geng belum puas.
2104Please respect copyright.PENANAPd62ieLLKk
Rey langsung mengangkat Aira dan membaringkannya di atas matras tipis yang biasa digunakan untuk latihan. Ia membuka kaki Aira lebar-lebar dan memasukkan kontol 19 cm-nya dengan satu hantaman kuat. “Giliran saya. Memeknya masih sangat panas dan licin karena creampie Pak Joko.”
2104Please respect copyright.PENANAcbZvv2A5Gf
Aira menjerit lagi. Kontol Rey lebih panjang, menyentuh bagian yang lebih dalam. Ia memompa dengan cepat dan kuat, tangannya menampar payudara Aira pelan hingga memerah. *Plak! Plak!*
2104Please respect copyright.PENANAd87fU5ufq6
Dika mendekat dan memasukkan kontolnya yang besar ke mulut Aira. Bimo mengambil posisi di samping, menggosokkan kontolnya di payudara gadis itu. Farhan merekam semuanya dari berbagai sudut dengan dua ponsel.
2104Please respect copyright.PENANA7N7qP3CfEt
Sensasi demi sensasi menyerang Aira. Bau sperma, keringat, dan cairan kewanitaannya sendiri memenuhi hidungnya. Suara tamparan daging, desahan kasar pria-pria itu, dan isakan Aira bercampur jadi satu. Rasa asin kontol di mulutnya, rasa pahit madu yang masih tersisa, dan sensasi penuh di memeknya membuat pikirannya kabur.
2104Please respect copyright.PENANAdEK5iVcm03
Rey menyetubuhinya dengan brutal selama hampir sepuluh menit sebelum menyemburkan madu keduanya di dalam. Creampie bertumpuk. Perut Aira terasa semakin kembung dan hangat.
2104Please respect copyright.PENANAdD3MOTfabg
Saat Rey selesai, Dika yang bertubuh besar membalik Aira ke posisi doggy. Kontolnya yang paling tebal memasuki memek yang sudah penuh creampie dengan mudah. “Sekarang giliran saya yang bikin memekmu benar-benar rusak.”
2104Please respect copyright.PENANArsSY7WABuA
2104Please respect copyright.PENANAehEeMtjbeM
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah2104Please respect copyright.PENANAJ9v8M4rUYx
2104Please respect copyright.PENANAZR1u0bU5MZ
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah2104Please respect copyright.PENANAKLaN02BdOU
2104Please respect copyright.PENANA7qW3GUEAVt


