89Please respect copyright.PENANABx8l2qkmsoBab 1: Si Putih yang Menyebalkan dan Status yang Pas-pasan
89Please respect copyright.PENANA30E12MPE8a
Kepalaku rasanya seperti dihantam godam raksasa. Pandanganku kabur, dan hal terakhir yang kuingat hanyalah layar monitor yang masih menyala menampilkan layar Game Over setelah aku mencoba melakukan speedrun di game "Academy of Elioth".
89Please respect copyright.PENANAHd6jBCSwFd
Tapi, tempat ini bukan kamarku yang berantakan.
89Please respect copyright.PENANAnXLD7SJ7uX
Tempat ini... putih. Semuanya putih. Tidak ada lantai, tidak ada atap, hanya hamparan kosong yang membuat mataku perih. Di depanku, berdiri sesosok makhluk yang lebih aneh lagi. Dia tidak memiliki wajah, tidak memiliki pakaian, hanya siluet manusia yang memancarkan cahaya putih menyilaukan.
89Please respect copyright.PENANAcwQde4NDD9
"Halo, Akane Aizawa. Selamat datang di ruang antara," ucapnya. Suaranya bergema, tenang tapi entah kenapa terasa sedikit mengejek.
89Please respect copyright.PENANAz7Pa12usUT
"Siapa kau? Tuhan? Malaikat? Atau jangan-jangan aku mati karena kebanyakan begadang?" tanyaku ketus. Aku tidak punya waktu untuk basa-basi kalau ini hanya mimpi buruk.
89Please respect copyright.PENANAsU0Dq0rigR
"Panggil saja aku William"," jawabnya santai. "Dan ya, kau bisa dibilang 'berpindah'. Aku akan mengirimmu ke dunia game yang sangat kau sukai itu. Sebagai bonus, aku akan memberimu Sistem."
89Please respect copyright.PENANAVgWUT2mXIj
Dia melambaikan tangannya. Tiba-tiba, sebuah panel transparan muncul di depanku.
89Please respect copyright.PENANA9r8ohK9Nr0
"Aku juga memberimu kekuatan Energy Elioth. Gunakan dengan bijak, atau jangan, terserah kau saja. Sampai jumpa di sana!"
89Please respect copyright.PENANAZkhZI04D1U
"Tunggu! Aku belum set—!"
89Please respect copyright.PENANAnU3Cknsxze
Sebelum aku sempat memprotes, lantai di bawah kakiku (kalau itu bisa disebut lantai) menghilang. Aku terjatuh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.
89Please respect copyright.PENANAjKfSnHvtPI
Aku tersentak bangun. Napas asat, keringat dingin membasahi dahiku.
89Please respect copyright.PENANAsToILmY3Px
"Hah... hah... mimpi?" gumamku.
89Please respect copyright.PENANApNdbms1klg
Aku melihat sekeliling. Ini bukan kamar kosku. Ruangan ini rapi, minimalis, dengan seragam sekolah yang tergantung di pintu lemari. Desainnya sangat familiar. Ini adalah asrama tahun pertama di Academy of Elioth.
89Please respect copyright.PENANAVvQMwM00Kh
"Jangan bilang..."
89Please respect copyright.PENANAZboJ1V5bRD
Aku mencoba memanggil hal yang paling klise dalam situasi seperti ini. "Sistem!"
89Please respect copyright.PENANArl84nsip7q
Tring!
89Please respect copyright.PENANAK2r2Qxq7BL
Sebuah layar holografis muncul di depan mataku.
89Please respect copyright.PENANA5MXqzGHAHb
╔══════════════════════════════╗
89Please respect copyright.PENANAjdg2fqOPQb
STATUS WINDOW
89Please respect copyright.PENANAEwz0DxNy9o
╚══════════════════════════════╝
89Please respect copyright.PENANA9QjlmYyZOG
NAME : Akane Aizawa
89Please respect copyright.PENANATFQeuC7URt
AGE : 17
89Please respect copyright.PENANA8HxPXo52FG
GENDER : Female
89Please respect copyright.PENANAyWWR4M7gFX
TITLE : Academy Elemental Student
89Please respect copyright.PENANAAiTYBCiAzd
[ CORE STATUS ]
89Please respect copyright.PENANAHdivJC18qr
STR : ★★★☆☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANA8rQ4XZXlDZ
SPD : ★★★★☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAky2PtZhd0T
INTE : ★★★★★★☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANASZZFSvsgUt
MANA : ★★★★★★★☆☆☆
89Please respect copyright.PENANABZ9YmHgsjV
LUCK : ★★☆☆☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAflrKyqCcAb
[ ELEMENT ]
89Please respect copyright.PENANAvddf1VqZaA
Metal Control ★★★☆☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANA8MbmW6j9CD
Energy Elioth ★★★★☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANA3o95YGPbpw
Aku menghela napas panjang saat melihat bagian keberuntungan.
89Please respect copyright.PENANAp9wGlUkn6G
"Dua bintang? Serius, William? Kau memberiku keberuntungan ampas di dunia yang penuh monster dan bangsawan gila ini?"
89Please respect copyright.PENANAeGVgaFrq0j
Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah cermin. Wajah di cermin itu memang aku, Akane Aizawa, tapi versi yang jauh lebih "bening". Rambutku tertata rapi, dan mataku terlihat lebih tajam.
89Please respect copyright.PENANADlN97MCYVk
"Oke, Akane. Tenang. Kau tahu plot game ini. Kau tahu rahasia-rahasianya," aku mencoba menyemangati diri sendiri. "Tujuanku cuma satu: Bertahan hidup sampai tamat tanpa menarik perhatian para karakter utama yang merepotkan itu."
89Please respect copyright.PENANAOb4js3KnC3
Namun, harapanku hancur seketika saat aku melihat daftar siswa di meja belajarku.
89Please respect copyright.PENANA6aiXEKooig
Di sana tertera nama-nama yang seharusnya hanya ada di layar HP-ku:
89Please respect copyright.PENANAjMUkDRB0jj
Francisco Choi: Si jenius sombong dari keluarga bangsawan yang kecepatannya bisa membuatmu mual hanya dengan melihatnya lewat.
89Please respect copyright.PENANAyGvDMpZAKP
Jimmy Fendy: Tembok berjalan yang kalau dipukul, malah tanganmu yang patah.
89Please respect copyright.PENANAPOiIgfVkfB
Roswelia Ziliana: Tokoh utama game ini. Si jenius pedang elit yang kecantikannya setara dengan kengerian teknik pedangnya.
89Please respect copyright.PENANAUOKjB8YuFE
Alice: Mage berbakat yang sepertinya punya stok Mana tidak terbatas.
89Please respect copyright.PENANAOvF5kljOXm
"Semuanya ada di kelas yang sama denganku?" aku menjatuhkan kepalaku ke meja. Duk!
89Please respect copyright.PENANAIi7VvXDXdy
"William, kau benar-benar ingin aku mati cepat, ya?"
89Please respect copyright.PENANAmsPweX5JoB
Dunia ini bukan lagi sekadar data digital. Aroma kayu di ruangan ini, rasa dingin di lantai, dan energi yang berdesir di ujung jariku saat aku mencoba mengaktifkan Metal Control... semuanya nyata.
89Please respect copyright.PENANAEOfqsPnUGU
Aku harus mulai bergerak. Kalau tidak salah, hari ini adalah upacara pembukaan. Jika aku ingin hidup tenang, aku harus memastikan tidak menonjolkan diri di depan Francisco atau Roswelia.
89Please respect copyright.PENANAlsq0mHuKRE
"Baiklah, mari kita mulai hidup sebagai figuran yang sangat, sangat biasa saja."
89Please respect copyright.PENANAzGgf43hFy8
Aku memakai seragam asrama, mengambil sepatu standar akademi, dan melangkah keluar. Tapi baru saja aku membuka pintu...
89Please respect copyright.PENANApmITFUZdNQ
Brakk!
89Please respect copyright.PENANA5vM6ujrxrQ
Seseorang berlari dengan kecepatan yang tidak masuk akal dan hampir menabrakku. Jika aku tidak memiliki refleks dari status SPD bintang empat, wajahku mungkin sudah berciuman dengan lantai.
89Please respect copyright.PENANAPhDpYdmSSX
"Heh, perhatikan jalanmu, rakyat jelata," ucap pemuda tampan dengan rambut klimis yang berdiri di depanku. Dia menatapku dengan tatapan meremehkan seolah aku hanyalah kerikil di jalanan.
89Please respect copyright.PENANAdGC303GYOu
Itu dia. Francisco Choi.
89Please respect copyright.PENANAIKn4DZ35QE
"Maafkan saya, Tuan Muda Francisco," kataku dengan nada sedatar mungkin, sambil membungkuk sedikit. Sabar, Akane. Jangan gunakan Energy Elioth untuk meledakkan sepatunya.
89Please respect copyright.PENANAQpJ6htz7by
Dia mendengus dan menghilang dalam sekejap mata.
89Please respect copyright.PENANA0uvvCntq7y
"Baru hari pertama dan aku sudah bertemu bos kecil," bisikku sambil mengusap dada. "Keberuntungan bintang dua memang tidak pernah bohong."Bab 1: Si Putih yang Menyebalkan dan Status yang Pas-pasan
89Please respect copyright.PENANAtwEPPlZ7LD
Kepalaku rasanya seperti dihantam godam raksasa. Pandanganku kabur, dan hal terakhir yang kuingat hanyalah layar monitor yang masih menyala menampilkan layar Game Over setelah aku mencoba melakukan speedrun di game "Academy of Elioth".
89Please respect copyright.PENANATtKQ2DRCqq
Tapi, tempat ini bukan kamarku yang berantakan.
89Please respect copyright.PENANAvr4vxwkoIZ
Tempat ini... putih. Semuanya putih. Tidak ada lantai, tidak ada atap, hanya hamparan kosong yang membuat mataku perih. Di depanku, berdiri sesosok makhluk yang lebih aneh lagi. Dia tidak memiliki wajah, tidak memiliki pakaian, hanya siluet manusia yang memancarkan cahaya putih menyilaukan.
89Please respect copyright.PENANANcr4wYL1xP
"Halo, Akane Aizawa. Selamat datang di ruang antara," ucapnya. Suaranya bergema, tenang tapi entah kenapa terasa sedikit mengejek.
89Please respect copyright.PENANAs120CaxGrO
"Siapa kau? Tuhan? Malaikat? Atau jangan-jangan aku mati karena kebanyakan begadang?" tanyaku ketus. Aku tidak punya waktu untuk basa-basi kalau ini hanya mimpi buruk.
89Please respect copyright.PENANADoYICUhhfe
"Panggil saja aku William," jawabnya santai. "Dan ya, kau bisa dibilang 'berpindah'. Aku akan mengirimmu ke dunia game yang sangat kau sukai itu. Sebagai bonus, aku akan memberimu Sistem."
89Please respect copyright.PENANAMMbTBm6zRf
Dia melambaikan tangannya. Tiba-tiba, sebuah panel transparan muncul di depanku.
89Please respect copyright.PENANAJIuWbhlhns
"Aku juga memberimu kekuatan Energy Elioth. Gunakan dengan bijak, atau jangan, terserah kau saja. Sampai jumpa di sana!"
89Please respect copyright.PENANAWW2QKvRfte
"Tunggu! Aku belum set—!"
89Please respect copyright.PENANAQ8fUwSBU5k
Sebelum aku sempat memprotes, lantai di bawah kakiku (kalau itu bisa disebut lantai) menghilang. Aku terjatuh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.
89Please respect copyright.PENANAsIDGGrK28g
Aku tersentak bangun. Napas asat, keringat dingin membasahi dahiku.
89Please respect copyright.PENANA5WnrGsfcDT
"Hah... hah... mimpi?" gumamku.
89Please respect copyright.PENANAHY4qBzUfUP
Aku melihat sekeliling. Ini bukan kamar kosku. Ruangan ini rapi, minimalis, dengan seragam sekolah yang tergantung di pintu lemari. Desainnya sangat familiar. Ini adalah asrama tahun pertama di Academy of Elioth.
89Please respect copyright.PENANAkKE0b4nTCN
"Jangan bilang..."
89Please respect copyright.PENANAnlKtkPneEB
Aku mencoba memanggil hal yang paling klise dalam situasi seperti ini. "Sistem!"
89Please respect copyright.PENANAlyfiFSeF2M
Tring!
89Please respect copyright.PENANAct8XW0nHY6
Sebuah layar holografis muncul di depan mataku.
89Please respect copyright.PENANA1H9ENBGNZb
╔══════════════════════════════╗
89Please respect copyright.PENANAXqg3VbhjRj
STATUS WINDOW
89Please respect copyright.PENANATc9PvvIfuA
╚══════════════════════════════╝
89Please respect copyright.PENANAalQ6w9KkJW
NAME : Akane Aizawa
89Please respect copyright.PENANAkBZMd7DOSK
AGE : 17
89Please respect copyright.PENANAnzat4fYEN1
GENDER : Female
89Please respect copyright.PENANAzK37FwUXx8
TITLE : Academy Elemental Student
89Please respect copyright.PENANAuLq7Xx06RP
[ CORE STATUS ]
89Please respect copyright.PENANA2ppI10coMg
STR : ★★★☆☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAsD0ItzcSn3
SPD : ★★★★☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAHuFHdkytAL
INTE : ★★★★★★☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAN93NgoLVPL
MANA : ★★★★★★★☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAdg3j6vqyqi
LUCK : ★★☆☆☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAWJ4KzCZwsh
[ ELEMENT ]
89Please respect copyright.PENANArEiIqGFejB
Metal Control ★★★☆☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANAV75lBdROFS
Energy Elioth ★★★★☆☆☆☆☆☆
89Please respect copyright.PENANANyP6eiCZgu
Aku menghela napas panjang saat melihat bagian keberuntungan.
89Please respect copyright.PENANAJEJ2T8zFVY
"Dua bintang? Serius, William? Kau memberiku keberuntungan ampas di dunia yang penuh monster dan bangsawan gila ini?"
89Please respect copyright.PENANApv8i8vgmrp
Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah cermin. Wajah di cermin itu memang aku, Akane Aizawa, tapi versi yang jauh lebih "bening". Rambutku tertata rapi, dan mataku terlihat lebih tajam.
89Please respect copyright.PENANA9LvByyFeN9
"Oke, Akane. Tenang. Kau tahu plot game ini. Kau tahu rahasia-rahasianya," aku mencoba menyemangati diri sendiri. "Tujuanku cuma satu: Bertahan hidup sampai tamat tanpa menarik perhatian para karakter utama yang merepotkan itu."
89Please respect copyright.PENANAVyxJneKEOQ
Namun, harapanku hancur seketika saat aku melihat daftar siswa di meja belajarku.
89Please respect copyright.PENANA9RlU6OOYxE
Di sana tertera nama-nama yang seharusnya hanya ada di layar HP-ku:
89Please respect copyright.PENANApPXNsh63lQ
Francisco Choi: Si jenius sombong dari keluarga bangsawan yang kecepatannya bisa membuatmu mual hanya dengan melihatnya lewat.
89Please respect copyright.PENANAtYxNxxWtko
Jimmy Fendy: Tembok berjalan yang kalau dipukul, malah tanganmu yang patah.
89Please respect copyright.PENANAKN9gQts535
Roswelia Ziliana: Tokoh utama game ini. Si jenius pedang elit yang kecantikannya setara dengan kengerian teknik pedangnya.
89Please respect copyright.PENANA3oJNDqFx1Q
Alice: Mage berbakat yang sepertinya punya stok Mana tidak terbatas.
89Please respect copyright.PENANA9xVQivQqP4
"Semuanya ada di kelas yang sama denganku?" aku menjatuhkan kepalaku ke meja. Duk!
89Please respect copyright.PENANAJoALVTEPWk
"William, kau benar-benar ingin aku mati cepat, ya?"
89Please respect copyright.PENANAGln2P2tCRI
Dunia ini bukan lagi sekadar data digital. Aroma kayu di ruangan ini, rasa dingin di lantai, dan energi yang berdesir di ujung jariku saat aku mencoba mengaktifkan Metal Control... semuanya nyata.
89Please respect copyright.PENANAmkg9esAXr2
Aku harus mulai bergerak. Kalau tidak salah, hari ini adalah upacara pembukaan. Jika aku ingin hidup tenang, aku harus memastikan tidak menonjolkan diri di depan Francisco atau Roswelia.
89Please respect copyright.PENANAAs5jMNSNab
"Baiklah, mari kita mulai hidup sebagai figuran yang sangat, sangat biasa saja."
89Please respect copyright.PENANA2veo3SO2Zs
Aku memakai seragam asrama, mengambil sepatu standar akademi, dan melangkah keluar. Tapi baru saja aku membuka pintu...
89Please respect copyright.PENANA11GOHr6Vs9
Brakk!
89Please respect copyright.PENANAfSc7M9nMt3
Seseorang berlari dengan kecepatan yang tidak masuk akal dan hampir menabrakku. Jika aku tidak memiliki refleks dari status SPD bintang empat, wajahku mungkin sudah berciuman dengan lantai.
89Please respect copyright.PENANAB1kTM0VUJI
"Heh, perhatikan jalanmu, rakyat jelata," ucap pemuda tampan dengan rambut klimis yang berdiri di depanku. Dia menatapku dengan tatapan meremehkan seolah aku hanyalah kerikil di jalanan.
89Please respect copyright.PENANAIYsFI4oUuG
Itu dia. Francisco Choi.
89Please respect copyright.PENANAKmAcazNPxu
"Maafkan saya, Tuan Muda Francisco," kataku dengan nada sedatar mungkin, sambil membungkuk sedikit. Sabar, Akane. Jangan gunakan Energy Elioth untuk meledakkan sepatunya.
89Please respect copyright.PENANAEgJcwQ4mXQ
Dia mendengus dan menghilang dalam sekejap mata.
89Please respect copyright.PENANA3qQ8XSv3Er
"Baru hari pertama dan aku sudah bertemu bos kecil," bisikku sambil mengusap dada. "Keberuntungan bintang dua memang tidak pernah bohong."89Please respect copyright.PENANAz5MH3MGL8n


