Gw lalu menjatuhkan diri ke sofa tadi. Bersama dengan Bu Nisa dan Kak Sinta.
61Please respect copyright.PENANA3w2O5z5l6R
Setelah beberapa saat Gw tersadar. Bahwa Kak Sinta tidak KB makanya dia meminta agar Gw mengeluarkan peju di mukanya. Tetapi sedari malam Gw selalu mengeluarkan peju Gw dalam memeknya.
61Please respect copyright.PENANAqYYzb1ZMMa
"Kak." panggil Gw.
61Please respect copyright.PENANAVSLJktBYiO
"Kenapa?" tanyanya.
61Please respect copyright.PENANANxHe1YcGQN
"Semalem aku keluar dalam memek Kak Sinta loh. Gimana tuh?" ucap Gw.
61Please respect copyright.PENANAYTbpCBV4sg
"Ehhh. Iya yahhh." kagetnya mengingat hal semalam.
61Please respect copyright.PENANAqNillSvKGh
"Udah, tenang." kata Bu Lena sambil pergi meninggalkan kami lalu menuju ke kamarnya.
61Please respect copyright.PENANAbGwh9HS0SI
Lalu sekembalinya Bu Lena dari kamarnya, dia membawa dua strip obat.
61Please respect copyright.PENANA0mVwoIDygN
"Nih sin, yang warna pink sekarang kamu minum. Besok sama lusa juga kamu harus minum satu. Nah, yang warna kuning kamu minum deh setiap hari." jelas Bu Lena.
61Please respect copyright.PENANAYSNWTlp0tf
Kak Sinta pun langsung pergi ke arah dapur untuk meminum obat yang dikasih Bu Lena. Sekembalinya Kak Sinta dari dapur, Bu Lena melanjutkan penjelasannya.
61Please respect copyright.PENANApFBLBG7GSP
"Yang pink itu pil KB darurat. Jadi kalo abis kecolongan keluar di dalem, langsung minum aja. Nah kalo yang kuning pil KB biasa. Kan Jaka enggak jelas kapan bisa ngentotin kamunya, jadi untuk jaga-jaga aja biar enak gituu." jelasnya lagi.
61Please respect copyright.PENANAxpPcJIIGNh
"Ibu punya pil KB darurat?" tanya Bu Nisa.
61Please respect copyright.PENANAXISHNp1Zlg
"Iya. Masih ada waktu dulu aku main sama Bang Sani." jawabnya.
61Please respect copyright.PENANASCgIwrgHdd
"Terus ini aku minum pil nya, ibu gimana?" tanya Kak Sinta.
61Please respect copyright.PENANA6eOZK7oHLQ
"Aku mah sekarang udah pake spiral. Hehehe." jawab Bu Lena.
61Please respect copyright.PENANA3iy2xBW3ae
"Ihh, aku juga kepengen pake spiral." kata Bu Nisa.
61Please respect copyright.PENANAC27rviUopO
"Enggak usah ikut-ikutan dehhh." ucap Bu Lena.
61Please respect copyright.PENANAYcTeth9JuU
Adzan pun berkumandang yang membuat kami beranjak untuk membersihkan tubuh kami dan menandakan bahwa pesta telah usai. Kami mandi bersama di kamar mandi Bu Lena yang luas menampung kami berempat.
61Please respect copyright.PENANA4Oth24qmtD
Setelah selesai membersihkan tubuh, kami menggunakan pakaian yang semalam kami lepaskan lalu pulang ke rumah masing-masing. Seperti biasa, Gw diminta untuk mengantarkan Bu Nisa ke rumahnya.
61Please respect copyright.PENANAFlYAsq5JYz
"Mau mampir, Jak?" tanya Bu Nisa.
61Please respect copyright.PENANAzrnNBYEcvc
"Jangan ah. Nanti tetangga curiga." jawab Gw.
61Please respect copyright.PENANAyISlkoAXm5
"Iya sih. Yaudah deh, makasih ya." ucapnya.
61Please respect copyright.PENANAGMeWoCSgrQ
"Iyaa, Buuu."
61Please respect copyright.PENANAIkR2KAYCBF
_____-----_____
61Please respect copyright.PENANAREeVUUPrIc
Esoknya
61Please respect copyright.PENANA6LcckV3RKx
Seperti biasa, sekolah mengadakan ucapara senin pagi. Tak hanya murid, guru-guru pun ikut serta melaksanakannya.
61Please respect copyright.PENANAAsSy63RG9C
Tak seperti pada jenjang SMP atau SMA, petugas upacara pada jenjang SD sering kali melakukan kesalahan dikarenakan minimnya latihan dan belum bisa untuk menanggung tanggung jawab. Sehingga, upacara yang harusnya berlangsung khidmat malah menjadi seperti latihan bagi mereka.
61Please respect copyright.PENANA06hYsiiW0r
Selesai upacara berlangsung, Bu Nia menghampiri Gw dengan tatapan sinisnya.
61Please respect copyright.PENANA3lyuc782xb
"Jaka." panggilnya datar.
61Please respect copyright.PENANARXAkecD518
"Anterin murid saya lomba ya." pintanya.
61Please respect copyright.PENANARjITYqReBu
"Saya, Bu? Saya enggak ngerti nanti disana harus ngapain." jawab Gw mengelak.
61Please respect copyright.PENANAeVZxbG3pxb
"Anterin doang. Ada ibunya." ucapnya masih datar.
61Please respect copyright.PENANARlkCy1PV6O
"Yaudah." kata Gw juga dengan sikap datar.
61Please respect copyright.PENANA5FjYbChoGp
Gw pun menunggu di depan gerbang sambil mengobrol dengan Bang Sani. Beberapa lama kemudian, murid Bu Nia bersama ibunya datang menghampiri Gw.
61Please respect copyright.PENANAXTQ7risaNe
"Pak Jaka." sapa Ibunya.
61Please respect copyright.PENANAMj1pEiJMyL
"Iya Bu." jawab Gw.
61Please respect copyright.PENANAWCEdq9srPd
"Ini, saya disuruh Bu Nia minta diantar sama Pak Jaka ke tempat lomba." ucapnya.
61Please respect copyright.PENANAFqtKbginWh
"Ohh, iya Bu. Ini saya lagi nunggu ibu. Ayuk." ajak Gw.
61Please respect copyright.PENANAUE3a9JWqgq
Gw pun menaiki motor Gw, lalu disuruhnya naik anaknya di depan dan ibu itu naik di belakang.
61Please respect copyright.PENANALTGwrzG1Me
"Ibu tau tempatnya?" tanya Gw.
61Please respect copyright.PENANAO2fKAF3yeG
"Tau. Nanti saya arahin dehh." jawabnya.
61Please respect copyright.PENANAxoomLE6RfQ
Sesampainya di tempat lomba, murid Bu Nia langsung pergi menuju ruangan perlombaan. Gw pun hanya menunggu di luar ruangan bersama ibunya yang belum Gw ketahui namanya.
61Please respect copyright.PENANAaEdtDndkr2
"Ini lomba apa sih, Bu?" tanya Gw.
61Please respect copyright.PENANA2gYCV0EtrF
"Lomba sains, Pak." jawabnya.
61Please respect copyright.PENANAUIPXbfQ4QZ
"Wuihh. Kerennn." puji Gw.
61Please respect copyright.PENANAVlLGK4BZhN
"Iya tuh. Nurun dari ayahnya."
61Please respect copyright.PENANACizolPPacX
"Anak ibu namanya siapa?" tanya Gw.
61Please respect copyright.PENANAHZoMOLrNO4
"Intan, Pak." jawabnya.
61Please respect copyright.PENANAYHUEbSGEDG
"Ohhh."
61Please respect copyright.PENANAn7nsL6uOu8
"Mama intan sering ngajarin juga dong?" tanya Gw.
61Please respect copyright.PENANAxVN1bwbrnV
"Ihh, panggil saya Kartika ajaa." pintanya.
61Please respect copyright.PENANAD8WYVnvBTQ
"Ohh. Nama ibu Kartika." ucap Gw.
61Please respect copyright.PENANAYYcRlFiM2d
"Jadi, Bu Kartika sering ngajarin intan?" tanya Gw lagi.
61Please respect copyright.PENANA8mtrb8sEv5
"Enggak, tauu. Saya malah enggak ngerti tentang sains. Pak Jaka ngerti sains?" tanyanya balik.
61Please respect copyright.PENANAN6ORikGzUu
"Cuma ngerti biologi. Hihihi." jawab Gw.
61Please respect copyright.PENANAMVulyLwxfd
"Biologi kayak gimana tuh Bu? Belah-belah kodok gitu yaa? Hahaha." candanya.
61Please respect copyright.PENANA7MGaMODOBd
"Ihh, kalo belah kodok mah ngerii. Mending belah duren. Hahaha." jawab Gw yang mengarah ke hal selangkangan. Mencoba belajar untuk flirting.
61Please respect copyright.PENANAEkBIu4hXd3
"Kalo duren mah saya suka." jawabnya yang entah apakah mengarah ke ranjang juga atau tidak.
61Please respect copyright.PENANAft3GYV3YAp
"Saya suka banget Bu. Apalagi kalo durennya wangi, terus manis." ucap Gw.
61Please respect copyright.PENANAHtQL2xdcZQ
"Sampe kadang saya jilatin kulit dalemnya." tambah Gw.
61Please respect copyright.PENANAKiFWBHwzpc
"Ehh, kok sama. Saya malah kadang saking gregetnya sampe bijinya saya mainin di mulut." jawabnya.
61Please respect copyright.PENANASjaZwVDdwl
Fakkk. Ini ke arah seks gak siiihhhhh.
61Please respect copyright.PENANAx0vkDrcW9E
"Tapi tau ga bu? Uang 5000 bisa untuk apa?" tanya Gw ke Mama Intan memotong topiknya.
61Please respect copyright.PENANAtAkDb3Jm0k
"Untuk apa tuh, Pak?"
61Please respect copyright.PENANAsBP9GH752Z
"Bisa untuk baca full Chapter cerita ini, Bu. Sudah release 36 Chapter loh." jawab Gw.
61Please respect copyright.PENANApCLvBQfLJB
"Emang cara belinya gimana, Pak?"
61Please respect copyright.PENANAL2j0TsEVev
"Ibu tinggal buka aja di karyakarsa.com/Greenie2 atau buka aplikasi KaryaKarsa terus nanti ibu cari penulisnya Greenie2 atau cari judulnya yang sama dengan cerita ini." jawab Gw menjelaskan dengan cukup detail.
61Please respect copyright.PENANAXw9P9k2W5B
61Please respect copyright.PENANAlKGek0GPD9


