"Kalian udah sering main sama Jaka?" tanya Bu Ros ke mereka bertiga.
248Please respect copyright.PENANAzyYMthDrqH
"Enggak sering juga. Jaka kan punya banyak istri jadi harus ngantri." jawab Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANA3xV6irDcg4
"Dua hari yang lalu aja aku mau ngentot sama Jaka tapi ternyata dia abis ngentot sama kamu." lanjutnya.
248Please respect copyright.PENANANJsLHNcB9P
"Ihh, Jaka. Kamu cerita?" tanya Bu Ros ke Gw.
248Please respect copyright.PENANAFAhqLVwEyH
"Semua hal tentang perngentotan Jaka itu selalu kami tau. Soalnya kami punya grup. Hehehe." jawab Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAwbVdvKFkyO
"Terus aku disini harus apa?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANALPPjyJ5Ipk
Kak Sinta pun menceritakan perihal jamu buatan Bu Lena ke Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAAS0DuUc3sp
"Ihh. Beneran? Enak bangettt." komentar Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAZXMPgvj3qY
"Enak apanyaaa. Capek tauuu." ucap Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAgPUNMhZqqR
Bu Ros pun langsung melucuti pakaiannya hingga telanjang lalu mengajak Jaka untuk mengentotinya.
248Please respect copyright.PENANAuBGDIUlZ3r
"Ayukk, Jakk. Aku udah sange dari rumah."
248Please respect copyright.PENANAjMxQr3LvM8
Kak Sinta mendorong Bu Ros agar tiduran di atas kasur. Dijilatinya memek Bu Ros oleh Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANARnVBWhcbEY
"Ahhh, Sintaaa. Kamu ngapainnn."
248Please respect copyright.PENANAlBKlGA9Cyi
Kak Sinta pun menghiraukan perkataan Bu Ros dan tetap menikmati memeknya.
248Please respect copyright.PENANAhvfyS5zHI1
"Ooouuhhhh. Sintaaaa. Enak bangettt sedotan kamuuuu." racaunya.
248Please respect copyright.PENANA8fnZLS3yQk
Bu Lena pun ikut menjilati toket Bu Ros. Begitupun Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAJ0zitFCEfy
"Aahhhh. Makasihhh lohhh aku udhhahhh diajhhakkkk." racaunya sambil menikmati sambutannya.
248Please respect copyright.PENANAqZTuJqASV6
"Nih, Jak. Udah siap." kata Kak Sinta yang menyuruh Gw untuk mengentoti Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAYGPVj71qqX
Gw pun mengentoti Bu Ros berkali-kali dengan berbagai gaya. Bu Ros memang jago dalam hal itu.
248Please respect copyright.PENANAoSOzeaypcO
Dari jam 9 sampai jam 1 Gw main dengan mereka semua. Setelah 2 kali crot di memek Bu Ros dengan skor 9:2, Gw bergantian mengentoti Bu Nisa, Bu Lena dan Kak Sinta. Lalu terakhir juga mengentoti Bu Ros kembali.
248Please respect copyright.PENANAXX531iEgZN
"Aahhh, Jakkk. Ayukk cepetannn keluarnyaaaa." ucap Bu Ros yang sedang menungging menghadap kasur sedangkan Gw sedang menyodok memeknya dari belakang.
248Please respect copyright.PENANAkg4mv6JE4o
Bu Nisa sudah terkapar di bawah lantai. Bu Lena dan Kak Sinta lemas tak berdaya di atas kasur.
248Please respect copyright.PENANAgvwB20NHsi
"Uuhhhhhh. Buu, aku mau keluarrrr."
248Please respect copyright.PENANAFBI6jD0gqS
*Crott
248Please respect copyright.PENANAeFGbFNaLdT
Peju Gw keluar di dalam memek Bu Ros. Sedikit sekali.
248Please respect copyright.PENANAKLHiWELkVF
Lalu dengan perlahan kontol Gw terasa sejuk di dalam memek Bu Ros. Semakin lama semakin layu sehingga keluarlah kontol Gw dengan sendirinya dari memek Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAVEoMysbETm
"Huhhh. Udah selesai juga akhirnya." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAXcfYjzW6M4
"Kontol Jaka udah enggak ngaceng lagi." lanjut Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAs1TdYoRIMN
"Iyaa???" tanya Bu Nisa yang kini bangun dari lantai lalu menuju ke arah Gw.
248Please respect copyright.PENANADcXBlIGd8U
"Akhirnyaaa." ucap Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANA1JQiu0udNo
"Udah, deh. Enggak lagi-lagi aku ngasih kamu jamu itu, Jak." kata Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANA2ofxQbxQeh
*Bruggg
248Please respect copyright.PENANA805ucW9Fof
Gw merebahkan tubuh Gw yang sangat lelah ke atas kasur.
248Please respect copyright.PENANA80GrUNWxrc
"Makasihh Jakaaa. Mmuaachhh." Kak Sinta mencium pipi Gw.
248Please respect copyright.PENANApXeaB2IFM7
Lalu kami semua merebahkan diri di atas kasur Bu Lena yang muat dengan kami semua tetapi dengan posisi menyamping sehingga kaki Gw menggantung.
248Please respect copyright.PENANAPYSYh123pG
"Sempit ya." ucap Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANArFLkRrNpeZ
"Di depan tv aja yuk." ajak Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAoueYHf9q45
"Bentar, aku siapin dulu." tambahnya lalu pergi keluar kamar.
248Please respect copyright.PENANAtiZfnBix5J
Bu Lena menyiapkan beberapa kasur portabel di depan tv agar kami bisa tidur bersama. Setelah siap, Bu Lena memanggil kami semua agar pindah.
248Please respect copyright.PENANAHsRofoFKak
Kami merebahkan diri di depan tv dengan urutan Bu Lena paling kiri, lalu di kanannya ada Kak Sinta, lalu di tengah adalah gw, di kanan Gw ada Bu Nisa lalu paling kanan ada Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAtNROOj0eJz
"Hoaaahh. Enaknya poligami." ucap Gw sambil meregangkan badan lalu merangkul Bu Nisa dan Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAFCOq7jEt5K
"Poligami tapi enggak bisa adil ya percuma, Jak." ucap Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAOBzKbwGyeS
"Lah ini kan saya udah adil, Bu." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANA2j353d38pz
"Itu aja yang kamu rangkul cuma Bu Nisa sama Sinta. Aku sama Bu Lena enggak kamu rangkul." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAwR7Nnd2kzD
"Ciee, cemburuu." ledek Gw.
248Please respect copyright.PENANAGFhDiX3VLP
"Bukan cemburu, Jak. Tapi kalo enggak bisa adil mending enggak usah poligami." ucap Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANATxbX8xIZZz
"Nikah sama satu orang aja. Tapi ngentotnya bisa sama semuanya. Hahahaha." lanjutnya yang diikuti oleh tawa kami semua.
248Please respect copyright.PENANAPK7OnBeV8M
"Bu Nisa enak ya badannya, montok. Pantes Jaka suka." ucap Bu Ros yang sedang meluk Bu Nisa sambil memainkan toket Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANASUYDSHxkMq
"Loh. Saya malah ngiri sama Bu Ros. Udah ngelahirin tapi masih tetep langsing." jawab Bu Nisa yang sekarang mulai memainkan memek Bu Ros dengan jarinya.
248Please respect copyright.PENANATiYWMDpDjB
"Tapi jelas, Jaka lebih suka toket saya." ucap Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAQIygwOgtXb
"Bener, Jak?" tanya Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAPEkyxCNeYM
"Iyaa. Aku suka toket yang kayak Bu Lena. Gede tapi empuk." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANApnXY6hUYHM
"Gedean toket aku atau toket Muti, Jak?"
248Please respect copyright.PENANAEShSzRU6ML
"Mutii??" tanya Bu Ros terkaget.
248Please respect copyright.PENANASAiKVy3dJh
"Kamu belum tau yaaa. Hahaha." ledek Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANArauLSF6sn6
"Jaka lagi deket sama Muti tau, Buu. Udah main foreplay tapi belum ngentot soalnya Muti masih perawan." jelas Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAi6JoQnKdV0
"Haduhh. Kalo tau Jaka udah begini aku enggak ngasih tau yang tadi sore deh." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAoRfI1qoklf
"Kasih tau apa?" tanya Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANA17Zdj29yIF
"Tentang Bu Hanna, Bu. Ternyata ada kesempatan saya buat ngentotin Bu Hanna." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANAs7kHsMesoH
"Ihh, Jakaaa. Kalo gini bisa-bisa satu sekolah kamu entotin Jak." kata Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAT54yP1FnGF
"Dihh. Ogah saya ngentot sama Pak Sulai." jawab Gw bercanda.
248Please respect copyright.PENANAf5yrLCw8o2
"Enggak Pak Sulai jugaa." kata Kak Sinta sambil menempeleng kepala Gw.
248Please respect copyright.PENANASdCuS1qh3H
"Bu Nia coba, Jak. Kamu entotin." suruh Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAyHLn8UP7uw
"Hahahaha. Bu Ros masih kesel tari diomelin sama Bu Nia." ucap Gw.
248Please respect copyright.PENANAGqia5t1nnj
"Diomelin gimana?" tanya Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAqLR8PyRsam
"Tadi abis aku ngentot sama Bu Ros, Bu Nia dateng terus ngomel-ngomelin Bu Ros. Abis itu Bu Ros ditampar." jelas Gw.
248Please respect copyright.PENANAHzvD7X1xBa
"Iya ih, padahal aku deket banget sama dia kok dia berani nampar sih." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANA04PzZjUORJ
"Biar kamu sadar kali, Ros." kata Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAzWQs1BVg0d
"Mana bisa aku sadar kalo udah nikmatin kontolnya Jaka. Coba aja dia ngentot sama Jaka, pasti ketagihan sampe enggak mikirin anak sama suami." jelas Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANANKKeBi2Bj3
"Aku enggak pernah mikirin anak sama suami, Bu." saut Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANA6qwYkQxGUT
"Kamu mana punya sihh. Yang harus kamu pikirin tuh gimana nanti ngomong ke suami kamu kalo nanti nikah." kata Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAlelOYIUlyo
"Nahlohh Sintaaa." ledek Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANANjEcjZdMYv
"Ya ajak ngentot sebelum nikah dulu doong. Biar enggak ditanyain nantinya. Hahahaha." kata Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAC1IiIPUzpd
"Kok Bu Lena enggak ikut ngobrol?" tanya Gw ke Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAL6csOQKytU
Lalu kami semua menengok Bu Lena yang sedang dibelakangi oleh Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAuabsBLTORD
"Yahhh, tidurrr." ucap kami semua berbarengan.
248Please respect copyright.PENANA2YsBPv0eXo
"Capek mungkin abis disodok kamu, Jak." kata Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAuuuRtCKVp5
"Kan kita semua habis main sama Jaka barengan. Enggak logis lah. Yang logis itu faktor U." ucap Kak Sinta yang lalu dia teriak.
248Please respect copyright.PENANAxz15ghYjMb
"Aaaaaahh."
248Please respect copyright.PENANAGxIwJJPSaK
Bu Lena mendengar hal itu dalam sayup-sayup tidurnya lalu mencubit Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAW0JNtlzU2u
"Sakit tauuu." kata Kak Sinta sambil mengusap-usap pantatnya.
248Please respect copyright.PENANAwEsMHhw16H
"Orang tua kok kamu katain. Hahahaha." kata Bu Lena yang lalu kami semua ikut tertawa.
248Please respect copyright.PENANAK5jB4fDB93
_____-----_____
248Please respect copyright.PENANArnC86L3Arn
*Cuppss
248Please respect copyright.PENANAF2pMvc37Cj
*Mmuaachhh
248Please respect copyright.PENANAYr21trHGIa
"Abang ganteng, bangun yukk."
248Please respect copyright.PENANAKyfM5JjrxL
"Hoaaahhhhh."
248Please respect copyright.PENANAVCCD4o1NDS
Gw meregangkan badan setelah bangun dari tidur.
248Please respect copyright.PENANA38mwNr0A0p
"Yuk ganteng, bangun. Kita sarapan." Kak Sinta membangunkan Gw.
248Please respect copyright.PENANAl9VRP29F4w
"Jam berapa, Kak?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAmWKHe3K8eh
"Jam 8."
248Please respect copyright.PENANAYr8V3Q5xAO
Gw melihat sekeliling sudah tidak ada orang lagi hanya tinggal Gw dan Kak Sinta yang masih bertelanjang badan.
248Please respect copyright.PENANAjQVWBhoDSP
"Pada kemana kak yang lain?"
248Please respect copyright.PENANAQXyScGCoXe
"Lagi pada masak tuh di dapur. Ayuk udah mau mateng tau." ajaknya.
248Please respect copyright.PENANAC74lBKYl1N
Lalu Kak Sinta pergi menuju dapur meninggalkan Gw sambil berjalan melenggak-lenggok memamerkan pantat gempalnya.
248Please respect copyright.PENANAjwzh8TN7k7
Gw pun mengumpulkan nyawa sejenak lalu bangkit dan menuju ke dapur menemui mereka berempat yang sudah menyiapkan makanan untuk kami sarapan.
248Please respect copyright.PENANAkJ6GqafdUL
"Wihh raja udah bangun." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAkRm5BKUxkn
"Pada bangun jam berapa?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAJ6MYfpuxBr
"Ibu-ibu mah emang udah insting jadi bangunnya subuh. Cuma anak muda aja yang bangunnya siang." kata Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAobJ80kUgcr
"Nah kan selagi muda, Bu. Makanya dinikmatin dulu bangun siangnya. Hahaha." saut Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAdN2gNceCR5
Pemandangan di dapur itu bagaikan sebuah imitasi dari isekai. Bu Ros dan Bu Nisa sedang memasak, Bu Lena sang pemilik rumah duduk di meja makan bersama Gw dan Kak Sinta dan kami semua masih tanpa menggunakan pakaian.
248Please respect copyright.PENANAmpn1lGxH2g
"Aduhh, badan aku ngilu semua." keluh Gw.
248Please respect copyright.PENANADVLHbwFPwZ
"Nihh, minum. Udah saya buatin." Bu Lena menyodorkan minuman untuk Gw yang sudah tersedia sedari tadi di atas meja makan.
248Please respect copyright.PENANAKcZuDR9Vff
"Apa ini, Bu?" tanya Gw sambil mengangkat gelas lalu mengendusnya.
248Please respect copyright.PENANAcT9aMiucp9
"Jamu." ucapnya sambil tersenyum.
248Please respect copyright.PENANADr7GROHgcx
"Aneh-aneh lagi gak, nih?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANATuzK51syPU
"Awas loh Bu kalo aneh-aneh. Saya enggak bisa alesan lagi." saut Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANATM2QGFBevm
"Enggak kok. Ini jamu biar kamu enggak ngilu-ngilu lagi." jelas Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAeNYve22Dsy
"Aku minta susu ya, Bu." kata Kak Sinta sambil membuka kulkas Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANA1XueE9u83n
"Udah punya susu juga pake minta." canda Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAZS298QlqY9
"Belum bisa produksi, Buuu." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAw11jhr7c7c
"Nanti kalau Bu Nisa hamil deh kita nikmatin susunya. Hahaha." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANA14xPjGVxkt
"Ahh, suami saya aja mandul. Udah mandul, nyusahin pula." jawab Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANATpuoUver7N
"Nissss. Gak boleh gituu. Siapa tau nanti suami kamu insyaf di dalam sanaa." kata Bu Lena bijak.
248Please respect copyright.PENANAWtB1Q28g36
"Mudah-mudahan sih yaa." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAk2JeOSMlq9
"Kenapa enggak Jaka aja yang hamilin Bu Nisa." celoteh Kak Sinta seenak jidatnya.
248Please respect copyright.PENANAY7lS6u16ze
"Ihh ide bagus." kata Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAH1DS92wS1T
"Nanti warga pada curiga suaminya dipenjara kok istrinya bisa hamil. Aku di benci satu lingkungan dehh. Pinter banget ishh guru satu ini jadi pengen timpuk pake teflon." oceh Bu Nisa yang gregetan dengan Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAlYSeXWxhe4
"Bu Ros atau Bu Lena kali aja mau nambah momongan." tambah Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAmI3SKFYC5W
"Ehh nih ya bocah. Dikira gampang kali ya ngurus anak." timpal Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANABjM9teLomH
"Mending kamu tuh yang minta dihamilin aja sama Pak Hendra. Hahahaha." saut Bu Lena yang membuat kami semua tertawa.
248Please respect copyright.PENANAHcWECdmzhu
"Ihhh, ogaahhh." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANABDJ6Bi89Bj
"Ehh, itu Bu. Tolongin saya doong. Keluarin Pak Hendra dari SD kitaaa." tambahnya.
248Please respect copyright.PENANAvq05wwxsHz
"Mana bisaa. Pak Sulai aja enggak bakal bisa mecat dia. Emang kamu siapa mau ngeluarin gitu aja." jawab Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAcJPC1Botcu
"Keluarga yang punya sekolah mah mana bisa digituin, Sin. Kecuali ada satu hal." sambung Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAcIljMRjYQm
"Kan ada video yang waktu itu, Bu." ucap Gw.
248Please respect copyright.PENANAUeqQRITv65
"Ehh, itu diminum dulu jamunyaaa." omel Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAx0tC5CpUfD
*Glukk glukk glukk
248Please respect copyright.PENANAhM5ju1wtJn
Gw pun akhirnya meminum jamu yang rasanya emang pahit itu.
248Please respect copyright.PENANAgUdO2IjJpA
"Hmm. Pait bangett. Gak ada manisannya apa Buu." tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANADxFymCi2FO
"Ehh, iya. Lupa bikin." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAGiUb1XzPHz
"Yaudah sini." kata Bu Lena sambil bangun dari duduknya lalu mendekati Gw.
248Please respect copyright.PENANAY7kgL8ZEgj
Bu Lena menciumi bibir Gw lalu di santapnya seisi mulut Gw seolah sarapan pagi.
248Please respect copyright.PENANApz7d1ZM5t4
*Slurpp slurppp slurpp
248Please respect copyright.PENANAsKrPdhnQZY
"Gimana? Udah enggak pait kan?" tanya Bu Lena setelah menciumi Gw.
248Please respect copyright.PENANAsa3FPgjjir
"Masih, Bu."
248Please respect copyright.PENANAMwPW3HaK2j
"Nih, Jak." Kak Sinta menyodorkan toketnya.
248Please respect copyright.PENANAWYkxwQxDAK
"Ahhh. Mending susu yang ini sekalian." ucap Gw sambil meraih sekotak susu yang dipegang Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAJcABsyBsie
"Ihh, aku yang ngambil kamu yang minum." ocehnya.
248Please respect copyright.PENANAKv7J42feKP
"Udah, udah jangan ribut. Nih udah jadi." kata Bu Nisa menyodorkan sepiring telur mata sapi dan roti panggang.
248Please respect copyright.PENANAtlBCoh9NQr
"Yahh, kirain nasi uduk, Bu." komen Gw setelah meminum susu.
248Please respect copyright.PENANA8Gqehlxd1n
"Yeehh. Kamu kira gampang bikin nasi uduk." saut Bu Ros yang juga membawa sarapan kami menuju meja makan.
248Please respect copyright.PENANAq3fhpf1d2M
"Masa masak dari subuh ampe jam delapan cuma dapet roti sama telor doang." komen Gw lagi.
248Please respect copyright.PENANA3rRXEvguh9
"Emang siapaaa yang masak dari subuh." jawab Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAibpvbfbh9Y
"Lah tadi kata Bu Lena."
248Please respect copyright.PENANAwkIRLyMTZC
"Bukan, Jak. Bangunnya emang dari subuh, tapi masaknya baru kokk?" jelas Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANANsEm7BkjVN
"Terus tadi pagi ngapain aja?" tanya Gw bingung.
248Please respect copyright.PENANApCrn7KFOod
"Aku sama Bu Ros nelfon anak sama suami. Bu Nisa ngerapihin kamar aku." jawab Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANA7wB0wB4wEF
"Tuan Jaka sama Nyonya Sinta tidur." saut Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAG2luZ8f1ka
"Hehehehe. Ya maap." ucap Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAmXntGRpnEa
"Udah tidur doang, dikasih sarapan malah komen." kata Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAJKoXSlVlCz
"Iya iyaa, maappp." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANAGjmmMi8keX
"Tapi yang semalem enak kaann." ucap Gw sambil tersenyum dengan kaki mengelus-elus memek Bu Ros dari kolong meja karena ia tepat berada di depan Gw.
248Please respect copyright.PENANAZIO3TzwTpM
"Hmmmppphh." desahnya.
248Please respect copyright.PENANACqGtjIwgVl
"Udah ihh, sarapan dulu." omel Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAlv4a0A63ig
"Wahhh, enak Buu." puji Gw sambil menyantap sarapannya.
248Please respect copyright.PENANAQxT24r24h4
"Pasti doong. Siapa dulu yang masak." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAM7I5DY5q8c
"Enak banget nihh. Kayak rasa apa yaa." kata Gw sambil berpura-pura mikir.
248Please respect copyright.PENANAomov06S3Ci
"Kayak apa, Jak?" tanya Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAEHpqdwueZR
"Kayak rasa telor sama roti." ledek Gw.
248Please respect copyright.PENANAeKL9UI785b
"Uhhh. Ngeselin dehh." kata Bu Ros sambil menimpuk Gw dengan tisu.
248Please respect copyright.PENANArvZCJzIFbI
"Lah, Sinta. Kenapa diem aja?" tanya Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAoeNsTPxVxW
"Mikirin yang tadi Jaka bilang." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAolE7Vri8lL
"Yang mana?" tanya Gw bingung.
248Please respect copyright.PENANAZz2FpFgPNk
"Kalo mau ngeluarin Pak Hendra pake bukti yang waktu itu." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANA3zNjboMjwS
"Ohh, ituuu." kata Gw mengingat tentang video Pak Hendra dengan Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANABGz84nORQU
"Itu apa, Jak?" tanya Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAt1zL7d1Y0i
"Waktu itu saya ngerekam Pak Hendra abis ngentotin Kak Sinta." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANA9tESfQDsap
"Serius??" tanya Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAUgdWI3i0Hj
"Iyaa. Saya masih ada videonya." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANAp7GHF5Lpgf
"Muti juga tau tentang ini." tambah Gw.
248Please respect copyright.PENANAtsUmosXiO9
"Kamu serius mau bikin Pak Hendra dipecat?" tanya Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAp4QNRg8XkX
"Ya mau banget, Bu. Lama-lama saya enggak kuat kalo begini terus." jawab Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANABClD09Qrs9
"Tolongin tuh Buu." saut Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAKEtfgRBtnr
"Coba deh nanti saya pikirin." kata Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAwcRscY2OfC
"Nah gitu dong wakil kepala sekolah." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAjX8lcLCkpW
"Loh, ibu wakil kepsek?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAPimwgvQ3A2
"Lah, kamu enggak tau?" tanya Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANABSg00l9ki5
"Enggak ada yang ngasih tau. Gimana saya tauu."
248Please respect copyright.PENANAML8b5OUHzA
"Wakil kepsek mah enggak punya power apa-apa. Tapi, bisa saya diskusiin juga sih sama Pak Sulai." ucap Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANAZn5pNqH71z
"Makasihh Bu Lenaaaa." seru Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAVSEfmshKC9
Setelah itu kami menyelesaikan sarapan kami. Lalu ketika Bu Nisa sedang mencuci piring,
248Please respect copyright.PENANAnHiNk7fQOY
"Jak, aku enggak bisa lama-lama lagi disini." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANARiE6XYUrdu
"Iya, Jak. Bu Ros harus pulang sebelum jam 10." saut Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANA1KdwgyYkua
"Ohh, yaudah Bu. Makasih yaa udah gabung. Dan, selamat datang di Andaruniii." seru Gw.
248Please respect copyright.PENANAhmyBqDy0RN
"Main lagi yukk sebelum saya pulang." ajaknya.
248Please respect copyright.PENANAL4JOSbjEDy
"Ayukkk."
248Please respect copyright.PENANAlDXOKvQiU6
Lalu Bu Ros menghampiri Gw. Dia langsung berjongkok untuk menyepong kontol Gw.
248Please respect copyright.PENANABOfbUgWR2D
*Slock slockk slockkk
248Please respect copyright.PENANAGakIaE6O2Y
Setelah beberapa lama dia menyepong Gw, Bu Ros pun bangkit dari posisinya.
248Please respect copyright.PENANAuSFiQpY3SL
"Ayuk, Jak. Aku udah basahh." ucapnya.
248Please respect copyright.PENANATAJhY5HFW9
Bu Ros lalu duduk di atas meja makan tempat kami sarapan tadi. Dia mengangkangkan kakinya agar Gw bisa memasuki kontol Gw dalam memeknya.
248Please respect copyright.PENANAvOG6BoVJuZ
*Slebb
248Please respect copyright.PENANAANijQVEsxf
"Aahhh, Jakkk. Kontolnya masih gede kayak semalemm." ucapnya.
248Please respect copyright.PENANAva5QCo3Hsd
*Plokk plokk plokkk
248Please respect copyright.PENANAbT0R9BSCQd
Gw memaju mundurkan pinggul Gw. Bu Lena dan Kak Sinta hanya menikmati suguhan tontonan yang kami ciptakan.
248Please respect copyright.PENANADbWAGWJJvb
"Aahhhh, Jakkkk. Kontol kamuu enakkk." racau Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAfVMrJLixPh
Bu Ros menyandarkan tubuhnya ke belakang dengan kedua tangannya sebagai tumpuan. Toketnya yang bergoyang-goyang seirama dengan gerakan pinggul Gw membuat Gw jadi ingin menyedotinya.
248Please respect copyright.PENANAf76lsRhklu
*Slurrpp slurrppp
248Please respect copyright.PENANA9YJ4ZDspOk
"Ahhh, Jaakkkk. Enakk bangettt." racau Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAbCnVjGnvZU
Selagi Gw mengentoti Bu Ros, Bu Lena bertanya ke Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAyAxZY758cX
"Sange, Sin?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANAnAUh8mTjNf
"Iya lahhh." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANA5iVeMXHnks
"Mmppphhhhh." desah Kak Sinta karena kaki Bu Lena mengelus-elus memeknya.
248Please respect copyright.PENANAgQHrqt5mxc
Bu Ros kini melingkarkan tangannya di leher Gw. Gw pun menarik punggungnya agar kami berpelukan.
248Please respect copyright.PENANAxBo1Q6NSle
"Enak yaaa kalian." komen Bu Nisa.
248Please respect copyright.PENANAQDvyXP6c7p
"Enak doong." ledek Bu Lena.
248Please respect copyright.PENANASCEpFZFFvq
"Jhakkk, cepettttt." perintah Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANA6CnvbtKzRe
Gw pun semakin mempercepat sodokan kontol Gw dalam memeknya. Desahan Bu Ros dan Kak Sinta memenuhi ruangan tempat kami sarapan itu.
248Please respect copyright.PENANAkoYFOKjVXB
"Ahhh, Jakkk." desahnya.
248Please respect copyright.PENANAve8zqD25Sc
"Akuu mau keluarrrr." tambahnya.
248Please respect copyright.PENANAwRfjTlNTXe
"Barengg, Buuu." ucap Gw.
248Please respect copyright.PENANA0jltCC4T8u
"Aahhh, ahhhh." Bu Ros memeluk Gw erat.
248Please respect copyright.PENANAtY5lHmYmcZ
*Crottt crotttt crootttt
248Please respect copyright.PENANAJm0muDuaBi
Kontol Gw memuntahkan muatannya di dalam memek istri seorang polisi itu.
248Please respect copyright.PENANAfv05916NKo
"Hahhh. Keringetan aku." ucap Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAGn6SyWV3co
*Pluppp.
248Please respect copyright.PENANAMqi8m5VYhR
Gw keluarkan kontol Gw dari memek Bu Ros sehingga cairan Gw dan Bu Ros mengucur keluar.
248Please respect copyright.PENANA5rUaI4Wl2x
"Bu Lena. Tolong ambilin tisu." pinta Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANA9P8n1zzhck
Lalu Bu Ros memberikan tisu ke Bu Ros dan disapunya cairan yang meluap keluar dari memeknya dengan tisu itu.
248Please respect copyright.PENANAxnNLqKunTJ
"Huhhh. Penutupan yang menyenangkan." kata Bu Ros.
248Please respect copyright.PENANAYKVC8jqPUP
"Sebelum pulang, kita foto bareng yukk." kata Bu Nisa setelah selesai mencuci piring.
248Please respect copyright.PENANASh3Xt8Z0sh
"Ayoookkk." seru Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANAYnlOJxV3gf
Kami pun berbaris dengan posisi Bu Nisa di sebelah paling kanan. Diikuti dengan Bu Ros, Gw, Kak Sinta lalu Bu Lena dalam keadaan semua tanpa pakaian satupun. HP kami sandarkan di meja makan agar kami tidak perlu memegangnya.
248Please respect copyright.PENANAcgafGOzeg0
Terima kasih telah membaca sampai sejauh ini! ❤️
36 Chapter sudah dirilis di KaryaKarsa.
Hanya IDR.5000 / MYR.1 saja
248Please respect copyright.PENANALjSiHzcYSy
🌐 KaryaKarsa.com/Greenie2
atau buka aplikasi KaryaKarsa dan cari "Syahwat di Sekolah" atau "Greenie2".
ns216.73.217.54da2


