Dalam grup Telegram
242Please respect copyright.PENANA9MRYA64fMz
Jaka :
"Nanti dulu ah. Kemarin kan Bu Nisa udah. Sekarang giliran mangsa baru."
242Please respect copyright.PENANAIHwDRflhbn
Bu Lena :
"Yang bener Jak?"
242Please respect copyright.PENANAaTrqZ66q5N
Bu Nisa :
"Siapa Jak??!!"
242Please respect copyright.PENANA9FcXUGk3uu
Kak Sinta :
"Tuh kan bener feeling saya."
242Please respect copyright.PENANAkiL99CWfHy
Jaka :
"Mutia Huzaimah."
242Please respect copyright.PENANAx7lRo2sBBa
Bu Nisa :
"Yang bener aja kamu, Jak."
242Please respect copyright.PENANAbHdA3Hk1Ba
Bu Lena :
"Serius ah Jak, jangan bercanda."
242Please respect copyright.PENANAT0gaKoaDW7
Kak Sinta :
"Kok bisa sih, Jak?"
242Please respect copyright.PENANAEYopsIGnWs
Jaka :
"Kayaknya saya suka deh sama dia. Tadi waktu nganterin dia pulang, kami ngobrol banyak."
"Ternyata dia beda kalo di rumah sama di sekolah."
"Di rumah dia kalem banget. Mirip-mirip Farhah."
"Terus juga kayaknya dia suka deh sama saya. Kita kissing tadi waktu saya mau pulang."
242Please respect copyright.PENANAl77MwHuw3B
Kak Sinta :
"Gak habis pikir deh sama nih anak. Kamu pake pelet apa sih ampe bisa dapet empat gini?"
242Please respect copyright.PENANADOspb3n6rE
Bu Lena :
"Yang dua suami orang malah."
242Please respect copyright.PENANAsg4oPQK5Nk
Bu Nisa :
"Keberuntungan selalu melingkupi Jaka. Hahahaha."
242Please respect copyright.PENANAYW93h28e3J
_____-----_____
242Please respect copyright.PENANACPMMlYwo72
Esoknya.
Pagi hari saat apel pagi.
242Please respect copyright.PENANATmJYYVfx6S
"Rapih banget, Jak." ucap Pak Rizki.
242Please respect copyright.PENANAQosCL6o0Dx
"Emang kemarin-kemarin gak rapih, Pak?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAybxWC7fYhJ
"Beda sekarang mah, ada wangi-wanginya."
242Please respect copyright.PENANAfDseT2aG4R
"Berarti kemaren saya bau dong?"
242Please respect copyright.PENANAtnRV0Yb1Gr
"Hahahaha. Bercanda Jak. Jangan tegang lah."
242Please respect copyright.PENANATPsrVGNb28
"Udah ih abang-abang, jangan berisik, dengerin Pak Sulai aja tuhh." ucap Muti yang baru saja datang dan lewat di belakang kami.
242Please respect copyright.PENANAIuMbbg7BbU
"Tumben enggak bawa motor." kata Pak Rizki.
242Please respect copyright.PENANArz7DfD4fYF
"Rusak, Pak. Kemaren saya anterin ke bengkel tuh."
242Please respect copyright.PENANAcnKKu4dxM0
"Cewek biasa banget ya. Bisa make doang tapi gak bisa ngerawat." kata Rudi yang tiba-tiba menghampiri kami.
242Please respect copyright.PENANAFkRe0OwUDC
"Ya enggak ngerti motor mungkin. Ngertinya cuma bedakkan doang." jawab Gw.
242Please respect copyright.PENANAWx1uNbLoYO
"Jak, anak kelas 2 bercanda tuh." kata Pak Rizki.
242Please respect copyright.PENANAhKV1uBcr2L
"Ahh, Pak. Rudi aja kek tuh." keluh Gw.
242Please respect copyright.PENANABxsmcQ3z4L
"Rud .... " kata-kata Pak Rizki terhenti saat melihat Rudi sudah pergi menghampiri Pak Bashir.
242Please respect copyright.PENANAdb49iST1QW
"Udah, kamu aja Jak." suruh Pak Rudi.
242Please respect copyright.PENANAGnNo9sF9dV
"Ahh, parah nih mentang-mentang junior."
242Please respect copyright.PENANAmSVm2WNXJR
Anak-anak kelas 1 dan 2 memang butuh perhatian ekstra. Dikarenakan masih berada di usia yang aktif bermain, banyak hal yang belum diketahui yang membuatnya penasaran.
242Please respect copyright.PENANAHkYTwQ2jQt
"Silvi, Sarah. Baris yang rapih ya." perintah Gw agar mereka tetap rapih di barisan.
242Please respect copyright.PENANAoPfeSYNcZb
"Iya, Pak Jaka."
242Please respect copyright.PENANANyHffI5Ge0
"Pak, Bu Ros dimana. Aku mau pipis." tanya salah satu murid kelas 2A mencari gurunya.
242Please respect copyright.PENANAZmR4LZBw7c
"Sebentar ya, nanti bapak cariin." jawab Gw.
242Please respect copyright.PENANAphAc8dg2Zc
Gw melihat sekeliling, mencari dimana Bu Ros berada. Di barisan kelas 2B hanya ada Bu Nia yang sedang menjaga anak-anak muridnya.
242Please respect copyright.PENANAhFOliCdmpQ
"Bu Nia, liat Bu Ros gak?" tanya Gw sambil menghampirinya.
242Please respect copyright.PENANAt5WzzxXWMm
"Lagi nemenin muridnya pipis, Jak. Kenapa?" jawab Bu Nia.
242Please respect copyright.PENANAfCLfgxmq2b
"Itu, ada yang mau pipis juga." ucap Gw.
242Please respect copyright.PENANAips16HkG0F
"Ihh anak-anak emang kadang suka ikut-ikutan doang. Ngeliat temennya mau pipis jadi pada ikutan mau pipis." keluhnya.
242Please respect copyright.PENANAmx6aeGfKdo
"Minta tolong guru yang lain aja dulu, Jak. Takutnya kalo disuruh nunggu malah pipis dicelana beneran." suruhnya.
242Please respect copyright.PENANAFzFNHJgsJB
Gw melihat sekeliling, ada Farhah yang sedang berdiri di belakang anak muridnya. Anak-anak kelas 4.
242Please respect copyright.PENANAFtou19kaUD
"Far, anaknya Bu Ros ada yang mau pipis tuh. Temenin gih, biar aku yang jagain nanti." pinta Gw.
242Please respect copyright.PENANAvySDxeCBy9
"Ohh, yaudah mana anaknya." tanya Farhah.
242Please respect copyright.PENANAOpnm0V6f9Z
Gw tunjukkan mana anak yang mau pipis ke Farhah. Lalu dia tuntun tangannya untuk menuju ke toilet dan berpapasan dengan Bu Ros yang baru saja keluar toilet membawa anak muridnya.
242Please respect copyright.PENANAqRHhEpyMYF
"Itu Sarah kenapa, Jak?" tanya Bu Ros.
242Please respect copyright.PENANA9kldXLWrB7
"Mau pipis dia, aku minta Farhah buat anterin." jawab Gw.
242Please respect copyright.PENANAY8L1ToaPsv
"Ini anak-anak biasa banget, pada latahan." keluhnya lagi seperti Bu Nia.
242Please respect copyright.PENANA6UvBMYvLQj
"Iya Bu Nia tadi juga udah ngomong begitu. Hahaha."
242Please respect copyright.PENANAscXdilZBaE
"Susah emang ngurus anak-anak kecil gini. Satu aja di rumah susah apalagi puluhan."
242Please respect copyright.PENANAalH5oDElKC
"Yang gampang mah kelas 4 keatas ya, Bu?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAUMTsGfSr6i
"Iya tuh. Apalagi berondong kayak kamu. Hahaha."
242Please respect copyright.PENANAXVH2I5YTA9
"Lah, ibu. Saya udah tua. Hahaha."
242Please respect copyright.PENANAnpytSNvwqk
"Kalo kamu tua, saya apa?" tanya Bu Ros bercanda.
242Please respect copyright.PENANA11cfn597tz
"Sepuh." timpal Bu Nia dari belakang kami hingga kami terkaget lalu kemudian tertawa.
242Please respect copyright.PENANAhCVxPcz3wH
"Ngagetin ih." ucap Bu Ros.
242Please respect copyright.PENANAIEroASnwpY
"Lagian bukannya jagain murid malah, bercanda aja berdua. Nih Sarah udah selesai."
242Please respect copyright.PENANAuDmmy4bJt8
"Farhahnya kemana, Bu?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAwpQya4GCLq
"Langsung ke atas tadi dipanggil Muti. Lagi ada perlu katanya."
242Please respect copyright.PENANAGKV1ITEZC7
"Bu Ros sama Bu Nia jarang ngumpul ke atas ya kalo udah rapih ngajar?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAmPjDU3yQas
"Yang punya anak mah beda Jak sama yang masih perjaka." jawab Bu Nia.
242Please respect copyright.PENANAj8ph8hDeWe
"Emang masih perjaka, Jak? Hahaha." tanya Bu Ros bercanda.
242Please respect copyright.PENANAeeG3bDCD8N
"Ya masih atuh Bu. Emang mau di buktiin?" tanya Gw menantang.
242Please respect copyright.PENANAuSQUHGRTQZ
"Wush, ngawur. Nanti aja pas udah selesai apel. Hahahaha." jawab Bu Ros menimpali candaan Gw.
242Please respect copyright.PENANAGMWyJDsayc
"Kalian guru ih, bercanda gak liat sikon. Malu didenger anak-anak nanti." ucap Bu Nia.
242Please respect copyright.PENANA0HtQb2PtHB
"Makanya Bu, kalo abis ngajar ke atas gitu santai dulu kayak Bu Hana sama Bu Lena. Biar enggak mau di denger anak-anak." ucap Gw.
242Please respect copyright.PENANAlTaYV4Gu0Q
"Okee, Jak. Nanti saya ke atas dehh." kata Bu Ros.
242Please respect copyright.PENANALyhMIyqHrJ
"Okee. Jagain anak-anaknya ya Bu. Saya mau jaga sebelah sana lagi."
242Please respect copyright.PENANAIDoangoimN
Gw kembali ke posisi semula, menjaga bersama Pak Rizki untuk menjaga ketertiban anak kelas 4 s/d 6. Tetapi sedari tadi Gw merasa bahwa Bu Ros menatap Gw dari tempatnya berdiri.
242Please respect copyright.PENANAetrNB9IPo4
Ya. Bener. Dia menatap Gw. Saat dia sadar bahwa Gw juga menatapnya, dia tersenyum menggoda. Kenapa nih? Bu Ros kerasukan?
242Please respect copyright.PENANA8nqhu9EQBa
Bel berbunyi, apel pagi telah selesai. Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing dan guru masuk ke ruang guru untuk menyiapkan perlengkapan belajar mengajarnya di kelas nanti.
242Please respect copyright.PENANAyWKi5PGSKA
Di ruang guru, hanya ada Bu Nisa, Bu Lena dan Muti. Kelas Bu Lena sedang diisi oleh Bu Putri. Kelas Bu Nisa sedang olahraga dengan Rudi. Dan kelas Muti sedang diisi oleh Pak Bashir. Gw yang sedang tidak ada tugas pun ikut menimbrung bersama mereka.
242Please respect copyright.PENANAlRakqvre07
"...."
242Please respect copyright.PENANAGHp8hiynrN
Hening disaat Gw sedang duduk kursi yang menghadap ke arah Bu Lena dan Bu Nisa. Ternyata, Muti juga sedang duduk menghadap ke arah Bu Lena dan Bu Nisa jadi kami seperti saling berhadapan.
242Please respect copyright.PENANAFrtkt1nGio
"...."
242Please respect copyright.PENANA3N3Pr9T2B7
Muti masih berkutit dengan bukunya.
242Please respect copyright.PENANAaHvVqaOAoF
Kini Bu Lena dan Bu Nisa seakan sepakat untuk menatapi kami berdua yang sedang terdiam.
242Please respect copyright.PENANAo6SdB2jcWZ
Penelitian membuktikan bahwa manusia bisa merasakan ketika dirinya sedang diperhatikan oleh orang lain. Mungkin itu yang dirasakan Muti, karena setelah itu Muti langsung saja melihat ke arah Bu Nisa dan Bu Lena yang sedang menatapnya.
242Please respect copyright.PENANAxgFBPLXxUv
"Ehh? Kenapa?" tanya Muti yang terheran melihat tingkah Bu Lena dan Bu Nisa.
242Please respect copyright.PENANAP8GJesAJyI
Bu Lena dan Bu Nisa hanya tertawa melihat Muti yang grogi seperti itu.
242Please respect copyright.PENANAArmRAUYQzW
"Kenapa sih?" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANAKUL4xc8Gye
"Gatau nih ibu-ibu." jawab Gw.
242Please respect copyright.PENANACxHV0YPd9S
"Hahahaha." mereka masih saja tertawa.
242Please respect copyright.PENANAXsjDcQRbCf
"Udah gila kali mereka, Jak." ucap Muti.
242Please respect copyright.PENANAMwieQooQKu
"Iya ada yang gila." kata Bu Lena.
242Please respect copyright.PENANAAZ7N9KQYl6
"Tergila-gila oleh cinta." tambah Bu Nisa lalu mereka kembali tertawa.
242Please respect copyright.PENANASknWWd3OLu
"Ihh, apa sih." ucap Muti sambil menyembunyikan senyuman malunya dengan menundukkan kepalanya kembali.
242Please respect copyright.PENANArCuAetdEPR
"Kenapa sih?" tanya Gw pura-pura tidak memahami situasi yang terjadi.
242Please respect copyright.PENANAElJRcBsB0K
"Alaahh, pura-pura gak tau." kata Bu Lena.
242Please respect copyright.PENANAl7fa2CwDJO
"Kamu ngasih tau ya?" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANAYSScV4bJrG
"Bukan Mut, kamu yang ngasih tau. Itu buktinya." ucap Bu Nisa.
242Please respect copyright.PENANAAgHaT4ZSFz
"Manggil aku kamu, jadi kalem, beda sama yang kemarin sebelum di anter pulang Jaka." lanjutnya.
242Please respect copyright.PENANA0M7KooQExc
"Ihh, udah ihh." pinta Muti agar mereka menghentikan godaannya.
242Please respect copyright.PENANA9OBzaACnKe
"Parah ih, Muti. Punya Farhah diambil." kata Bu Lena.
242Please respect copyright.PENANApLLOdXr8p3
"Siapa yang ngambil, ambil aja lagi." ucap Muti.
242Please respect copyright.PENANAANGhHak3QF
"Kok ngomong gitu sih, Mut. Jaka jadi murung tuh." kata Bu Lena.
242Please respect copyright.PENANAQzrryaDQIe
Lalu dengan cepat Muti menengok ke arah Gw yang sebenarnya sedang tertawa-tawa kecil melihatnya sedang digoda olah dua ibu-ibu ini.
242Please respect copyright.PENANANOxp8u2mxm
"Cie, khawatir. HAHAHAHA." kata Bu Nisa dilanjutkan dengan tawa mereka.
242Please respect copyright.PENANAJ4bhKk7cSn
"Aneh ya Muti, kemarin dia yang ngeledekin Jaka sama Farhah sekarang dia yang suka sama Jaka." masih saja Bu Lena dan Bu Nisa meledeki Muti. Karena malu, Muti keluar dari ruang guru untuk menuju ke pantry. Bu Nisa pun mengisyaratkan Gw untuk menemuinya.
242Please respect copyright.PENANAdZjYKsH0o4
"Kenapa, Mut? Hahaha." tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANATI2sHSkB3N
"Au ah. Males diledekin gitu."
242Please respect copyright.PENANAb1TEjsRjaN
"Lagian gelagat kamu ketauan banget. Hahaha."
242Please respect copyright.PENANAxzOhjCdICX
"Emang ya?" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANAPWJ3jV4zMG
"Itu, mereka pada tau." jawab Gw berbohong. Padahal kemarin Gw lah yang memberitahu mereka bahwa Gw sedang mendekati Muti.
242Please respect copyright.PENANA491FzGklzW
"Udah ah, jangan bahas lagi." ucapnya.
242Please respect copyright.PENANAjmRxvJT441
"Malu ya?"
242Please respect copyright.PENANAiBt9lGlR2K
*Bughh
Muti memukul lengan Gw.
242Please respect copyright.PENANAQzvQNiR68A
"Yehh, ngambek. Hahaha."
242Please respect copyright.PENANAGMP9nSVBJh
"Udah apaa. Diem." perintah Muti.
242Please respect copyright.PENANA3mKyhIihYD
"Masa udah berdua gini diem-dieman."
242Please respect copyright.PENANAPxGJQdvVo6
"Emang maunya apa?" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANA55uLeDCpa6
"Cerita apa kek, gitu."
242Please respect copyright.PENANAabkEJ6RJ7h
Lalu Muti menyenderkan kepalanya di lengan Gw.
242Please respect copyright.PENANAtRqQEDsDRg
"Bingung mau cerita apa." jawabnya.
242Please respect copyright.PENANAr35FziI9td
"Yaudah, nikmatin aja deh begini." ucap Gw sambil mengusap kepalanya.
242Please respect copyright.PENANA2YdFLDoCjy
"Hape aku ketinggalan di ruang guru. Minjem hape kamu dong." pinta Muti.
242Please respect copyright.PENANAE7TFIG0G1W
Gw pun memberikan hape Gw yang sudah Gw buka kuncinya. Untuk wikipedia, aman. Karena Gw sembunyikan di dalam folder aplikasi-aplikasi bawaan yang sangat jarang digunakan lalu notifnya Gw matikan.
242Please respect copyright.PENANAYnCAjveuaE
"Buat apa emang?" tanya Gw sambil melihat dia memainkan hape Gw.
242Please respect copyright.PENANAS4KHb7Uq0p
"Mau WA Sinta, minta print gambar pahlawan buat tempelan kelas."
242Please respect copyright.PENANAysGGtXe13O
Sialll. Gua lupa hapus chat sama video Kak Sinta sama Pak Hendra. Tapi, terlambat. Kini Muti bangun dari sandarannya dan menyimak chat antara Gw dengan Kak Sinta.
242Please respect copyright.PENANAXHZedKvrlW
"Jak, apaan nih??!!" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANAeEN6talrYq
"Kenapa?" tanya Gw pura-pura bego.
242Please respect copyright.PENANA4Adwg3bfYN
"Kamu ngeliat video Sinta bugil?" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANAo11DMI3N7V
"Yang mana?" tanya Gw kembali pura-pura tidak tahu apa-apa. Gw pun pura-pura melihat isi chat Gw dengan Kak Sinta.
242Please respect copyright.PENANAOibTsJqaKS
"Kamu mau tau gak?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANA6gAmAtugXP
"Apa??!" tanya Muti dengan nada yang lumayan tinggi. Mungkin dia kecewa dengan Gw.
242Please respect copyright.PENANAvIf5rBL1SP
"Aku ceritain tapi kamu tenang ya."
242Please respect copyright.PENANAGsXIUOtERt
"Yaudah apa." ucapnya.
242Please respect copyright.PENANAnsAxAaWPgl
"Waktu itu, aku masih baru disini kan. Dan karena aku tau lowongan dari Kak Sinta, aku mau berterimakasih sama dia. Tapi pas aku masuk ke Ruang TU, aku ngeliat Pak Hendra keluar dari toilet sambil ngancingin celananya. Dan juga Kak Sinta lagi telanjang di dalam kamar mandi." jelas Gw.
242Please respect copyright.PENANACQNUvsRHyK
"Terus setelah beberapa hari kemudian, Kak Sinta cerita ke aku kalo dia tuh dipaksa sama Pak Hendra karena Pak Hendra punya foto sama video Kak Sinta lagi telanjang yang disuruh sama pacarnya dulu." lanjut Gw.
242Please respect copyright.PENANA0GYReaSP14
"Nah, makanya aku gunain video itu buat mengancam Pak Hendra. Soalnya Bu Nisa sering cerita kalo Pak Hendra sering nyuruh Kak Sinta ngerjain kerjaannya Pak Hendra. Gitu."
242Please respect copyright.PENANAS1sdRnX7Lj
"Kamu enggak bohong, kan?" tanya Muti.
242Please respect copyright.PENANAG4UzcsDQDW
"Silahkan tanya ke orangnya langsung kalo enggak percaya." jawab Gw.
242Please respect copyright.PENANAKjGkTL2z6W
"Kalo kamu bohong, jangan pernah ke rumah aku lagi. Awas."
242Please respect copyright.PENANAZQudyOOaWl
"Iyaa, silahkan aja. Masa sih kamu enggak percaya."
242Please respect copyright.PENANAXgiG1wYwW0
"Untuk saat ini enggak percaya. Liat aja nanti."
242Please respect copyright.PENANAZNVumuUdel
Lalu Muti pergi meninggalkan Gw untuk ke ruang guru bersiap-siap masuk ke kelasnya karena sebentar lagi bel jam pelajaran ketiga akan berbunyi.
242Please respect copyright.PENANAang5r8gOrC
_____-----_____
242Please respect copyright.PENANAGb3Dc3UfPe
Sore, di smoking room.
242Please respect copyright.PENANARyDOhXapI5
Gw bersama Rudi sedang membicarakan tentang mengapa dia memilih pelajaran olahraga.
242Please respect copyright.PENANAMnpMLrcapN
"Dulu sih Gw ditawarin jadi TU, Jak. Tapi Gw males satu ruangan sama dia."
242Please respect copyright.PENANAyFEdFl6iqH
"Tapi emang lu bisa ngerjain kerjaan TU?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAaNQPI9BYnJ
"Ya bisa aja, asal kaga yang ribet-ribet."
242Please respect copyright.PENANAuQ4BWBZNs3
"Gantiin aja Abang lu tuh. Kayaknya satu sekolah enggak ada yang suka ama dia dah."
242Please respect copyright.PENANA7OAVLJWqB8
"Hahaha. Udah jadi rahasia umum, Jak."
242Please respect copyright.PENANAQK4MgtQuGg
"Ini pemuda pemuda bukannya bahas politik atau isu sosial kok malah ghibah." kata Pak Rizki sambil memasuki smoking room setelah selesai mengajar di kelasnya.
242Please respect copyright.PENANAh22FrMoZMD
"Ini juga isu sosial, Pak. Isu sekolah sih lebih tepatnya."
242Please respect copyright.PENANAnFkg33b1zE
"Bikinin saya kopi dong, Jak." suruh Pak Rizki.
242Please respect copyright.PENANAmMW7J5pC3D
"Ahh, mentang-mentang saya junior nih disuruh-suruh mulu." keluh Gw.
242Please respect copyright.PENANAIo51DPiLrj
"Ya sama Gw dulu juga gitu, Jak. Malah sama calon mertuanya dia. Lebih parah, banyak banget pantangannya." saut Rudi.
242Please respect copyright.PENANA1ZkFR8USAw
"Tapi sekarang udah enggak?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAn8T59QujiA
"Enggak, udah enggak kuat jantungnya katanya." jawab Rudi.
242Please respect copyright.PENANA3ZjYTILHRL
"Gih sana bikin dulu, Jak. Biar saya tau kopi bikinan kamu enak atau enggak." suruh Pak Rizki.
242Please respect copyright.PENANAYh12VOWgRS
"Jangan enak-enak, Jak. Entar lu disuruh bikinin mulu. Hahaha." kata Rudi.
242Please respect copyright.PENANAdhGdjUo3oJ
"Yehh, enggak gitu jugaa." saut Pak Rizki.
242Please respect copyright.PENANAN8jJRCBVsv
Di pantry, saat Gw sedang membuat kopi, Bu Nia datang untuk membuat teh.
242Please respect copyright.PENANAGkA2eQ18nd
"Eh, Jaka lagi jadi babu." ledeknya.
242Please respect copyright.PENANAg2D3pyoyQD
"Iya nih, disuruh-suruh mulu. Kesel." keluh Gw.
242Please respect copyright.PENANAUA37awwC4B
"Gapapa, Jak. Tandanya kamu udah dianggap keluarga disini." jelasnya.
242Please respect copyright.PENANAFBJlu4DY6C
"Ibu sekarang udah main ke atas nih. Karena saya yang ngajak, ya?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAdS0lqvbhxR
"Yehh, enggak juga. Karena sekalian saya mau ngundang guru-guru ke acara ulang tahun anak saya Sabtu ini."
242Please respect copyright.PENANAWAfmMBRqj3
"Wiiihh, makan-makan."
242Please respect copyright.PENANAwvIqm6BciG
"Iyaa, makan deh tuh sepuas kamu."
242Please respect copyright.PENANAeWuP5lLlfu
"Bu Ros juga ikut ke atas, Bu?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAVaIPaz0ncm
"Enggak, masih dibawah sama muridnya. Kenapa nyariin? Mau digodain?"
242Please respect copyright.PENANAQ7kTtLrGzE
"Apasih, Bu." jawab Gw malu.
242Please respect copyright.PENANAYIuxcyfU3V
"Hati-hati loh, suaminya polisi. Nanti di dor, hahaha. Dah ah saya ke ruang guru dulu." ucapnya.
242Please respect copyright.PENANA7oqHN0nFYJ
Setelah selesai, Gw pun memberikan kopi ke Pak Rudi lalu Gw mencoba turun ke bawah untuk melihat Bu Ros. Benar saja ucapan Bu Nia, kalau Bu Ros masih dibawah menemani muridnya yang belum dijemput.
242Please respect copyright.PENANAqIeqC1dBnC
"Nemenin murid, Bu?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAImWJyoBIFd
"Iya nih si Silvi belum di jemput. Udah di telfon tapi enggak aktif." jawab Bu Ros.
242Please respect copyright.PENANA8PsBjrQ4zD
"Emang Silvi rumahnya dimana?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAhoHSU7RHdp
"Deket kok dari sini. Mau nganterin?" tanya Bu Ros.
242Please respect copyright.PENANAlk4j4ePjSf
"Sebentar, Bu." ucap Gw sambil berjalan ke arah kamar Bang Sani lalu menanyakan perihal mengantarkan murid ke rumahnya. Bang Sani pun mengiyakan dan langsung mengantar Silvi pulang.
242Please respect copyright.PENANApOqVZHlbFg
"Gimana, Bu? Udah lega?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAjzUUSjejov
"Pinter ih kamu. Udah ganteng, masih muda, pinter juga." pujinya.
242Please respect copyright.PENANAYQq6KW0RJN
"Hahaha. Ya jelas."
242Please respect copyright.PENANAPIwnptUwpV
"Capek saya tuh ngurusin anak-anak begini mulu tiap hari." keluhnya.
242Please respect copyright.PENANAFOZYwtRBJo
"Tapi seru kan, Bu. Ngajarin anak-anak yang lagi aktif-aktifnya."
242Please respect copyright.PENANAhFWlGhKTFc
"Capek tau, udah kayak olahraga aja saya ngejar anak-anak mulu. Ampe kegerahan terus saya tuh." ucapnya sambil membuka satu kancing bajunya lalu mengipaskan badannya dengan sebuah buku.
242Please respect copyright.PENANARVsLRew824
"Kenapa enggak minta AC aja, Bu?" tanya Gw.
242Please respect copyright.PENANAJcfgsCIT9X
"Pak Sulai mah pelit. Dulu pernah ada wacana mau dikasih AC per kelas tapi ampe sekarang belum dikasih-kasih." jelasnya.
242Please respect copyright.PENANALXVVTY8re6
"Kalo begini kan malah panas ya, Bu." kata Gw menggoda dengan ikut membuka satu kancing atas kemeja Gw.
242Please respect copyright.PENANA8y0yohMO6B
"Iya kan. Mana capek abis ngurusin anak-anak." ucapnya sambil membuka kancing keduanya yang menunjukkan sedikit BH nya yang berwarna krem.
242Please respect copyright.PENANAo2nTmv39nj
"Tapi tetep aja, Bu. Masih panas." kata Gw sambil membuka kancing kedua Gw.
242Please respect copyright.PENANAvI6F1FWjIs
"Gila kamu, Jak." serunya.242Please respect copyright.PENANAqkiLIuPOaw


