"Rumah lu yang mana nih?" tanya Gw setelah sampai di wilayah rumahnya yang tadi selama di perjalanan diarahkan oleh Muti.
248Please respect copyright.PENANA0yfglzspdn
"Itu, yang halamannya luas." tunjuknya.
248Please respect copyright.PENANAMiwoBeLMsr
"Widihh. Yang tingkat itu? Yang ada pohon kecapi?" tanya Gw memastikan.
248Please respect copyright.PENANAG9v7EzfloL
"Iyaa yang itu. Parkir disitu aja."
248Please respect copyright.PENANAeUbEN4gADH
Takjub Gw dibuatnya melihat rumah sebesar itu. Dengan halaman luas yang kira-kira muat untuk parkir dua atau tiga mobil.
248Please respect copyright.PENANA1h5zggetGm
"Gede amat, Mut." puji Gw.
248Please respect copyright.PENANAl53L4Zubax
"Ya jelas lahh. Kalo dibilang kecil sih kayaknya mata lu yang bermasalah, Jak. Hahaha."
248Please respect copyright.PENANA7qVRCP69e8
"Bakal mampir lama sih kayaknya ini."
248Please respect copyright.PENANAAa0pmiagRR
"Mampir lama dimana? Rumah Gw?" tanya Muti.
248Please respect copyright.PENANA3RM6aZaMkn
"Iyaa."
248Please respect copyright.PENANAPCukuSWqRP
"Selau aja sih gua mah. Asal jangan di rumah gede itu aja." katanya sambil menyembunyikan tawanya.
248Please respect copyright.PENANAueSS5QtFwv
"Lah? Emang?"
248Please respect copyright.PENANAZRmZe21JNh
"Orang rumah gua ada dibelakangnya. HAHAHAHA." katanya sambil berjalan menuju belakang rumah besar tersebut.
248Please respect copyright.PENANAodpLOL3cAf
"Yaelah, Mut. Baru aja seneng mau mampir ke rumah gede."
248Please respect copyright.PENANAYyrkZs0gaW
"Rumah Bu Lena noh gede. Maen aja kesana."
248Please respect copyright.PENANAyVh0OATjkz
"Mau si, tapi males kalo sendirian."
248Please respect copyright.PENANABoaigvqXPA
Lalu Muti membuka pintu sambil mengucapkan salam. Mencari apakah ibunya berada di dalam atau tidak.
248Please respect copyright.PENANAwzKno33W91
"Bu? Ibu?." panggilnya.
248Please respect copyright.PENANAuFdHYZVpy3
"Masuk, Jak." ajaknya menyuruh Gw masuk ke rumah yang tidak terlalu besar itu.
248Please respect copyright.PENANAWdqBzUyht9
"Ibu gw lagi enggak ada, mau minum apa?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANAnzlcJ3p32o
"Jus Mangga ya, susunya yang banyak." ucap Gw bercanda.
248Please respect copyright.PENANAT9CFJtzUXJ
"Okee, sebentar ya. Mau ambil panci buat nimpuk lu."
248Please respect copyright.PENANAn9qanlhwSA
"Hahahaha. Bercanda, Muuttt. Teh ajaa udah."
248Please respect copyright.PENANAUSqVuWlg3l
Lalu Muti pergi ke dapur untuk membuatkan teh. Gw hanya duduk diam di ruang tamunya melihat sekeliling rumahnya yang sepertinya kurang terawat dengan baik. Mungkin, karena Muti hanya tinggal berdua dengan ibunya jadi mereka kesulitan bila mengerjakan hal-hal yang berbau pertukangan seperti genteng bocor dan ubin retak.
248Please respect copyright.PENANADSenXvaOyd
"Mau pake es gak?" tanyanya sambil membawakan teh manisnya ke Gw.
248Please respect copyright.PENANA03gRImn1po
"Boleh."
248Please respect copyright.PENANA0tajLRBWuW
"Tapi udah dibikin yang anget. Jadi gak usah lah ya."
248Please respect copyright.PENANA743QDOidV9
"Bodo ah, Mut."
248Please respect copyright.PENANAGSYp2GEl1l
"Hahaha. Bercanda sih, Jak. Biar enggak tegang."
248Please respect copyright.PENANASeIl3b6JRA
"Ibu lu mana, Mut?" tanya Gw yang sedari tadi tidak melihat kehadiran ibunya
248Please respect copyright.PENANADXYTFln0bq
"Lagi kerja mungkin."
248Please respect copyright.PENANAGwSdJPEeQG
"Kerja apa kalo boleh tau? Kok ampe jam segini belum pulang."
248Please respect copyright.PENANALAUulAPmID
"Keluarga Gw tuh kerja di rumah gede di depan itu. Dulu bokap Gw anak buah di kantor yang punya rumah, terus nyokap Gw di tawarin buat jadi baby sitter anak perempuannya yang seumuran Gw." jelasnya.
248Please respect copyright.PENANA2eXp7kUN7U
"Terus setelah anak perempuannya udah gede, nyokap Gw bantu ibunya ngurusin rumah. Apalagi setelah bokap Gw enggak ada. Nyokap jadi lebih sibuk disana." lanjutnya.
248Please respect copyright.PENANAuMfibqJJ11
"Lu deket sama orang-orang di rumah itu?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAzmYavwK4pw
"Deket. Bisa dibilang Gw udah di anggap keluarga. Jadi dulu kenapa nyokap Gw diangkat jadi baby sitter karena kan anak perempuannya seumuran sama Gw. Jadinya sekalian ngurusin Gw sama anaknya gitu." jelasnya lagi.
248Please respect copyright.PENANApKajsH5Ocx
"Dan di kuliahin sama mereka. Setelah lulus SMA Gw ditanya sama mereka, setelah lulus mau ngapain. Dan Gw bilang aja mau jadi guru. Di kuliahin deh." lanjutnya.
248Please respect copyright.PENANAjowLegoSOL
"Lu anak satu-satunya, Mut?"
248Please respect copyright.PENANAkhfIhr9ZeT
"Iya, makanya Gw kesepian banget." ucapnya sambil memasang wajah murung.
248Please respect copyright.PENANApSTIAdXkXa
"Jiahh, hahaha. Bisa banget orang kayak lu kesepian." ledek Gw.
248Please respect copyright.PENANAed5Y3706vZ
"Emang menurut lu, Gw gimana?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANATRHYQa3qxs
"Ya lu kan sering banget bercanda, kayak enggak ada beban hidup aja gitu."
248Please respect copyright.PENANAUziASOx2Bk
"Tau gak sih, Jak. Itu buat nutupin semua yang Gw rasain. Kayak, pelarian Gw aja gitu."
248Please respect copyright.PENANAaGTl1bmzWo
"Kayak, semacam topeng gitu ya?"
248Please respect copyright.PENANAdX2frmBCyX
"Nah, tuh lu pinter Jak."
248Please respect copyright.PENANAQTXigZgmWk
"Jadi, Muti di sekolah dan Muti di rumah adalah orang yang berbeda?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANATss2ago9Gn
"Bisa dibilang begitu. Gw tuh pendiem di rumah. Ngurung diri di kamar aja. Apalagi setelah anak rumah depan kuliah di luar negeri, Gw jadi gak ada temen lagi." jelasnya.
248Please respect copyright.PENANABrIJYyX4MF
"Pas Gw kuliah, baru deh Gw coba buat bertingkah kayak gini. Dan kayaknya berhasil." tambahnya.
248Please respect copyright.PENANAXNbaxTZr0T
"Tau gak sih, Mut. Gw kira lu orang tajir gitu. Baju bagus-bagus, jam tangan mahal, motor bagus. Awalnya Gw minder buat ngobrol sama lu." papar Gw.
248Please respect copyright.PENANAFrhQSDY8lQ
"Baju dikasih, jam dikasih, motor warisan. Apa yang bisa Gw banggakan. Hahaha."
248Please respect copyright.PENANAAOTvrU5TRw
"Lagian juga kenapa harus minder. Liat tuh Bu Lena, tajir banget tapi tetep asik kan?" lanjutnya.
248Please respect copyright.PENANAUWipuVYSYH
"Terus nih lu kenapa nyeritain ke Gw? Lu gak malu?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAleo2O3ZSoM
"Gw liat lu bisa cepet akrab sama yang lain. Kayaknya lu anaknya emang asik. Jadi ya, kenapa enggak." jelasnya.
248Please respect copyright.PENANAIwngUTXC5Q
Waktu telah menunjukkan pukul 18 lewat. Panggilan adzan telah terdengar dari berbagai penjuru.
248Please respect copyright.PENANAH4C2fe3YZf
"Udah adzan, Jak. Mau sholat dulu?" tanya Muti menawarkan.
248Please respect copyright.PENANAvu4kfd11DW
"Lu duluan deh. Nanti Gw nyusul." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANASl6Yzvgr5A
Setelah Muti melaksanakan ibadahnya, Gw gantian memenuhi kewajiban Gw itu. Ditunjukkannya tempat dimana Gw bisa mengambil air wudhu, lalu disuruhnya Gw sholat di kamarnya. Selama gw ibadah, dia menemani Gw dengan duduk di kasurnya. Sesekali Gw lihat, dia hanya menatap ke arah foto ayahnya.
248Please respect copyright.PENANACol9oBfKSo
"Ngapain sih, Mut? Dari tadi bengong gitu." tanya Gw setelah selesai melaksanakan sholat.
248Please respect copyright.PENANAqTkacYWOrg
"Kangen aja. Tiga tahun ini hidup Gw berubah drastis setelah bokap Gw gak ada."
248Please respect copyright.PENANA3BOPyGREFj
"Enggak usah lu pikirin gitu. Kalo emang udah takdirnya, mau gimana lagi. Lu harus bisa jalanin hidup lu sendiri. Lu gak bisa nebak kan apa yang bakal terjadi kedepannya, siapa tau lu bisa punya rumah sebesar yang di depan tadi."
248Please respect copyright.PENANAxL4HQwXJPw
Mendengar itu, Muti hanya menundukkan kepalanya seakan mengenang sesuatu. Lalu dia menatap Gw.
248Please respect copyright.PENANAdB9ZNFZv0G
"Ramal Gw lagi dong, Jak." pintanya.
248Please respect copyright.PENANAV7Q8Q4rM44
"Hah? Gw gak bisa ngeramal tau. Itu cuma main-main doang."
248Please respect copyright.PENANAjxFpAMoQsw
"Iya, tau. Seenggaknya hibur Gw gitu." ucapnya sambil memberikan tangannya ke arah Gw.
248Please respect copyright.PENANAJPCBD2k0dG
Gw pun mengusap-usap telapak tangannya seolah-olah sedang membaca masa depannya.
248Please respect copyright.PENANApoCQtIrnjo
"Hmm. Gw ramal, dimasa depan lu bakal punya rumah gede." ucap Gw berpura-pura.
248Please respect copyright.PENANAL57Kne8w3U
"Punya mobil." tambah Gw.
248Please respect copyright.PENANAugqK7imlal
"Lu bisa keliling dunia bahkan tanpa kerja sedikitpun." lanjut Gw.
248Please respect copyright.PENANAnYwri2vAKx
"Lu bisa dapetin apa yang lu mau, apapun. Lu gak perlu lagi pake sesuatu yang merupakan bekasan orang. Bahkan lu yang ngasih ke orang lain." ucap Gw.
248Please respect copyright.PENANAO7LIEQ62rp
"Jangan yang baik-baik terus. Buruknya emang enggak ada." tanyanya.
248Please respect copyright.PENANAmTKs92zVOX
"Lu gak bahagia dalam segi cinta." ucap Gw ngasal.
248Please respect copyright.PENANAmqe7lmVfXG
"Kok bisa?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANAxqfwY0mG6U
"Gatau woy, Gw asal nyebut."
248Please respect copyright.PENANA30XvpqAkng
"Hmmm." Muti terlihat seperti memikirkan sesuatu.
248Please respect copyright.PENANARVqUgXGryo
"Apa yang lu mau di masa depan?" tanya Gw ke Muti.
248Please respect copyright.PENANAXHQvrvLe94
"Gw mau bahagia." jawab Muti.
248Please respect copyright.PENANAK3Fjpwoext
"Ya itu mah semua orang juga mau, Mut."
248Please respect copyright.PENANAcwZGldQdWs
"Emang lu maunya apa?" tanya Muti sambil menatap mata Gw.
248Please respect copyright.PENANAcl2jNB37JF
"Gw mau lu bahagia dalam segala hal. Baik segi finansial, percintaan, keluarga, keturunan, sosial. Apapun itu." ucap Gw.
248Please respect copyright.PENANAez85YxTOWS
"Kalo punya segalanya tidak membuat lu bahagia, Gw berharap hal itu tidak hadir di hidup lu." lanjut Gw.
248Please respect copyright.PENANAbghvjlfz90
"Lu mau Gw bahagia, Jak?" tanya Muti.
248Please respect copyright.PENANAHErYXbh8XJ
"Iya, pasti lah." jawab Gw.
248Please respect copyright.PENANAlDiHv523mV
Air mata menetes perlahan dari mata indahnya. Dia tersenyum menatap Gw yang masih memegang tangannya. Kini, dia menggenggam tangan Gw erat.
248Please respect copyright.PENANA862W8D8oXE
"Kalo bersembunyi dengan kekonyolan lu merupakan kebahagiaan lu, tetap aja begitu. Tapi lu harus punya waktu untuk jadi diri lu sendiri. Supaya lu enggak kehilangan Mutia yang sebenarnya." tambah Gw.
248Please respect copyright.PENANAeLhhGzJ44r
Mendengar hal itu, Muti langsung melepaskan genggamannya dan memeluk Gw erat. Melihat hal itu, Gw juga ikut memeluknya dan mengusap kepalanya.
248Please respect copyright.PENANArwTnDPG0XE
"Gak perlu jadi orang lain sama Gw. Udah terlanjur Gw tau lu gimana. Wkwk."
248Please respect copyright.PENANAGC0qwpJ5F7
Kini Muti melepaskan pelukannya dari Gw lalu kembali menatap Gw.
248Please respect copyright.PENANAiiTVqqTBDe
"Menurut lu, Muti yang sebenarnya itu gimana?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANA8p3TLEuPWw
"Muti yang sebenarnya itu adalah Muti yang hebat. Muti yang bisa menutupi kesedihannya agar orang lain enggak bersedih. Muti yang sayang sama kedua orang tuanya. Muti yang mandiri, penyayang sama anak-anak. Dan Muti yang butuh seseorang untuk menemani kesepiannya."
248Please respect copyright.PENANAzlevCrHhDk
"Emang aku kesepian?" tanya Muti yang kini merubah panggilan dari lu gw ke aku kamu.
248Please respect copyright.PENANAJd3AqQE3Iv
"Berapa orang yang kamu tunjukin sisi kamu yang ini?"
248Please respect copyright.PENANAbFPVpRx5rw
"Hmm. Ayah sama Ibu. Sama keluarga yang rumah depan itu."
248Please respect copyright.PENANAnf7HPzSkH9
"Temen deket?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAxJidT4HjPj
"Gak punya."
248Please respect copyright.PENANAcamhxq4NIk
"Terus, aku apa?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANA01A2VXd9pu
Muti terdiam. Kembali memikirkan sesuatu.
248Please respect copyright.PENANACespDDUHq3
Lalu ketika jawaban itu datang, dia tersenyum.
248Please respect copyright.PENANA0wcPbWY5YB
"The special one." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAXDs4X8MsQC
"Am I?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANAlNYcCQfpYa
"Denifitely."
248Please respect copyright.PENANAbKjLrK4c9Z
"Why?"
248Please respect copyright.PENANAv3AFpPxAHp
"Gak tau, entah kenapa kok bisa begini."
248Please respect copyright.PENANADa9B17vzFy
"Makasih loh."
248Please respect copyright.PENANA2THFj6h0DZ
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 19 lewat. Gak terasa suasana rumah sudah semakin sunyi. Bahkan, tidak ada suara apapun di sekitar sini.
248Please respect copyright.PENANAjeCSZ59sv1
"Udah malem, Mut. Aku pulang ya." ucap Gw pamit.
248Please respect copyright.PENANAXKVNrr2Oqs
"Belom ah, baru jam segini." jawab Muti.
248Please respect copyright.PENANA8dNaJ4XPD2
"Kalo dihitung dari pagi, ini udah malem. Aku aja belum mandi. Tapi kalo dihitung dari sore, ya ini masih sore. Hahaha."
248Please respect copyright.PENANApzHYt3cOhA
"Yaudah deh, kapan-kapan kesini lagi ya. Temenin, aku males sendirian mulu di rumah."
248Please respect copyright.PENANAzTSuYYvL3r
"Iyaa."
248Please respect copyright.PENANA7xa7RBGpHB
Gw bangun dari posisi duduk di kasur milik Muti untuk menuju ke barang-barang Gw yang tadi Gw taruh di ruang tamu. Tetapi di saat Gw akan melangkahkan kaki keluar kamar Muti, tiba-tiba dia menarik kemeja Gw dan memutarkan tubuh Gw ke hadapannya.
248Please respect copyright.PENANAR54Vf8xCRt
*Cuppsss
248Please respect copyright.PENANATJ2ywl7bPQ
Muti mencium bibir Gw.
248Please respect copyright.PENANAOFf3mTe6EB
"Makasih, Jak." ucapnya.
248Please respect copyright.PENANABdrdqg51K0
"Untuk?" tanya Gw.
248Please respect copyright.PENANA9OhVYEVu1c
"Menghibur Gw." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAvGAtfaL1vm
Gw pun tersenyum sambil mengusap wajah lembutnya dengan kedua tangan Gw. Menyimpulkan sebuah senyuman dengan cara menarik bibir sampingnya.
248Please respect copyright.PENANAekdXt68mL2
*Cuppsss
248Please respect copyright.PENANAD68RGyFXyV
Kini gantian Gw yang menciumnya. Tak tinggal diam, Muti juga mengikuti alur ciuman yang Gw berikan. Bahkan dia juga memeluk Gw erat hingga kami bagaikan seorang kekasih.
248Please respect copyright.PENANAWiGGVSTJq2
"Assalamualaikum" datang suara dari arah luar rumah Muti.
248Please respect copyright.PENANAvij45vtGll
"Ibu ku pulang. Kamu tunggu sini. Satu menit lagi keluar." perintah Muti lalu melangkah keluar kamarnya untuk menemui ibunya.
248Please respect copyright.PENANAV49zvONyAY
Setelah menunggu satu menit, Gw melangkah keluar untuk menemui ibunya yang sedang duduk bersama Muti. Digunakan badannya oleh Muti untuk bersender bagaikan seorang ibu dan anak kecilnya.
248Please respect copyright.PENANAJk6WD3brXW
"Ehh, ibu." sapa Gw.
248Please respect copyright.PENANAsit8Shx4C1
"Ohh, ini Jaka. Sudah selesai nak sholatnya?" tanya Ibu Muti.
248Please respect copyright.PENANAieCBXRIoDC
"Sudah, Bu." ucap Gw sambil mencium tangannya.
248Please respect copyright.PENANA8kj7q3sbOS
"Jarang-jarang loh Muti bawa temen ke sini. Apalagi ini cowok. Pacarnya Muti ya?" tanyanya.
248Please respect copyright.PENANAaS5U1E1zl5
"Ihh, ibu. Bukann. Cuma temen kerja abis nganterin aku, motor aku rusak lagi di bengkel." jawab Muti.
248Please respect copyright.PENANAgF5SyYuVY9
"Ohh. Tapi ada rasa gak sama Muti?" tanyanya lagi.
248Please respect copyright.PENANAN79roZIbeT
"Ibuu. Jangan nanya yang aneh-aneh dehh." jawab Muti untuk menghentikan pertanyaan-pertanyaan ibunya.
248Please respect copyright.PENANArr7OnZZ7RK
"Hehehe. Temen aja, Bu." jawab Gw yang bingung dengan suasana yang seperti itu.
248Please respect copyright.PENANAAYHttVYSJG
"Itu juga Jaka mau pamit, Bu. Belum izin dia sama keluarganya buat pulang malem. Nanti dicariin. Kan anak mami dia." ucap Muti kembali ke sifat konyolnya sambil tersenyum menatap Gw.
248Please respect copyright.PENANArHy2SXypzM
"Ohh, yaudah deh mau gimana lagi. Lain kali bilang-bilang ya kalo mau kesini biar ibu bikinin makanan. Kan enggak enak kalo main kesini tapi gak nyobain masakan ibu." ucapnya.
248Please respect copyright.PENANAfyHYVHvrjX
"Iya, Bu. Gampang deh itu. Yaudah, Bu. Saya pamit ya. Assalamualaikum." ucap Gw sambil mencium tangannya lalu berjalan menuju motor Gw ditemani oleh Muti.
248Please respect copyright.PENANA0ULvJaqKaE
"Waalaikum salam." jawabnya.
248Please respect copyright.PENANAkVghuV2uri
"Makasih ya, Jak." ucap Muti disaat Gw sedang menggunakan helm.
248Please respect copyright.PENANAoKIuQByZdz
"Iya, sama-sama. Aku juga makasih."
248Please respect copyright.PENANAGdxcEg5CI8
"Main lagi lain kali yaa."
248Please respect copyright.PENANAIcqpqWekNQ
"Pastii, biar kamu enggak sendirian terus." kata Gw.
248Please respect copyright.PENANA2eta6u6FqE
"Kasian, takut kalo mati gak ada yang tau. Hahahaha." lanjut Gw sambil menyalakan motor.
248Please respect copyright.PENANA7HYKHOsJeT
"Yehh, awas kamu ya besok di sekolah."
248Please respect copyright.PENANAv9Hw82yt9h
_____-----_____
248Please respect copyright.PENANAElBuJ73B4S
Setelah sampai di rumah, ketika Gw sedang melihat HP setelah selesai mandi dan berganti pakaian, terdapat sebuah notifikasi WA dari Kak Sinta.
248Please respect copyright.PENANA0kTK8afxBJ
"Jak, download Telegram."
248Please respect copyright.PENANAfjvR9YkpVg
"Bu Nisa sama Bu Lena udah aku suruh."
248Please respect copyright.PENANAv2jHzZEuDb
"Cepet."
248Please respect copyright.PENANAt0wHuWnHBc
Melihat chat itu, langsung saja Gw mengikuti perintah dari Kak Sinta. Setelah mendaftar Telegram, dan mengechat Kak Sinta. Langsung saja dia memasukkan Gw ke dalam sebuah grup yang berisi kami berempat.
248Please respect copyright.PENANAohJE3LvhmS
Jaka :
"Andaruni?"
248Please respect copyright.PENANAbwZNftM1Z8
Tanya Gw di dalam grup menanyakan tentang nama dari grup yang dibuat oleh Kak Sinta itu.
248Please respect copyright.PENANAattHiNW7HP
Kak Sinta :
"Iya. Andaruni."
248Please respect copyright.PENANAa418bXET9J
Bu Nisa :
"Iya nih saya bingung Andaruni itu apa."
248Please respect copyright.PENANAPJX2d1XW1k
Kak Sinta :
"Andaruni tuh. Sebuah ruangan dalam arsitektur budaya Persia. Sebuah ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh orang luar karena berisi kamar-kamar para istri dari sang pemilik rumah."
"Kan Jaka sudah pernah memuaskan kita semua nih, dan akan berlanjut seperti itu. Bahkan saya yakin masih ada mangsa-mangsanya setelah ini. Makanya lebih baik kita punya grup ini untuk mengatur jadwal kapan Jaka mengunjungi istri-istrinya. Gitu."
248Please respect copyright.PENANA9RHjekgA2e
Bu Lena :
"Enak banget ya Jaka. Belum sebulan kerja udah dapet tiga istri."
248Please respect copyright.PENANATyGxVuFR8P
Bu Nisa :
"Bu Lena juga enak, baru tadi sore abis main sama Jaka."
248Please respect copyright.PENANAuJsDBMBNT0
Jaka :
[FOTO BUGIL BU LENA]
248Please respect copyright.PENANAvf5NtmbEMw
Bu Lena :
"Ihh Jaka pake di sebar-sebar fotonya."
248Please respect copyright.PENANAp2BL77Ibbl
Kak Sinta :
"Malah lebih baik di sebar disini, Bu. Kita kan percaya masing-masing. Daripada di WA, gambarnya otomatis kesimpen di galeri. Jadi bahaya."
[FOTO KAK SINTA SEDANG MENJILATI TOKET BU NISA]
248Please respect copyright.PENANA5TUbHeAYBW
Bu Lena :
"Ihh kalian udah threesome ajaaa."
"Aku gak di ajak, jahat."
248Please respect copyright.PENANASxTI1JLt1Z
Bu Nisa :
"Threesome apanyaa, orang Sinta abis aku bikin orgasme dia malah ketiduran."
248Please respect copyright.PENANAFQsS7aBGCp
Kak Sinta :
"Abisnya enakk, aku langsung lemes. Hahaha."
"Jak, abis di share disini fotonya langsung hapus ya. Biar enggak kesimpen lagi di hape kamu."
248Please respect copyright.PENANABCwLDsukFw
Jaka :
"Okeee."
248Please respect copyright.PENANAe2NCEGELtg
Bu Nisa :
"Hari ini Jaka kan udah puasin Sinta sama Bu Lena. Besok giliran saya yaa, Jak."
248Please respect copyright.PENANAW8qF9haXVo
Jaka :
"Nanti dulu ah. Kemarin kan Bu Nisa udah. Sekarang giliran istri baru."
248Please respect copyright.PENANAPGRvExO2ti
Bu Lena :
"Yang bener Jak?"
248Please respect copyright.PENANAvabbui9SDF
Bu Nisa :
"Siapa Jak??!!"
248Please respect copyright.PENANAXeIGgizuDT
Kak Sinta :
"Tuh kan bener feeling saya."
248Please respect copyright.PENANArtMWe13rui
Jaka :
"Mutia Huzaimah."248Please respect copyright.PENANAWLvM9FoXdQ


