Dalam grup Telegram
325Please respect copyright.PENANARZraZC0YHH
Jaka :
"Nanti dulu ah. Kemarin kan Bu Nisa udah. Sekarang giliran mangsa baru."
325Please respect copyright.PENANAf2SD2j3ofc
Bu Lena :
"Yang bener Jak?"
325Please respect copyright.PENANAPHbfedEk1x
Bu Nisa :
"Siapa Jak??!!"
325Please respect copyright.PENANAC12pP2vZxG
Kak Sinta :
"Tuh kan bener feeling saya."
325Please respect copyright.PENANAm0f22FJcIE
Jaka :
"Mutia Huzaimah."
325Please respect copyright.PENANA786DL5U2pp
Bu Nisa :
"Yang bener aja kamu, Jak."
325Please respect copyright.PENANAI2SXhzDXtG
Bu Lena :
"Serius ah Jak, jangan bercanda."
325Please respect copyright.PENANAE0EZ2bF2Qx
Kak Sinta :
"Kok bisa sih, Jak?"
325Please respect copyright.PENANASxmk0Fs6BN
Jaka :
"Kayaknya saya suka deh sama dia. Tadi waktu nganterin dia pulang, kami ngobrol banyak."
"Ternyata dia beda kalo di rumah sama di sekolah."
"Di rumah dia kalem banget. Mirip-mirip Farhah."
"Terus juga kayaknya dia suka deh sama saya. Kita kissing tadi waktu saya mau pulang."
325Please respect copyright.PENANArPvmugCulx
Kak Sinta :
"Gak habis pikir deh sama nih anak. Kamu pake pelet apa sih ampe bisa dapet empat gini?"
325Please respect copyright.PENANAtVNkW0juVy
Bu Lena :
"Yang dua suami orang malah."
325Please respect copyright.PENANAK8oFY4KTtl
Bu Nisa :
"Keberuntungan selalu melingkupi Jaka. Hahahaha."
325Please respect copyright.PENANAdt47dA1k6D
_____-----_____
325Please respect copyright.PENANA3HQTyL1OiV
Esoknya.
Pagi hari saat apel pagi.
325Please respect copyright.PENANAiRUjnUaLmc
"Rapih banget, Jak." ucap Pak Rizki.
325Please respect copyright.PENANAxh1G9zYTPf
"Emang kemarin-kemarin gak rapih, Pak?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAxwPLAeJbFl
"Beda sekarang mah, ada wangi-wanginya."
325Please respect copyright.PENANAQy8ovhfAt1
"Berarti kemaren saya bau dong?"
325Please respect copyright.PENANAIsgC0IWfqH
"Hahahaha. Bercanda Jak. Jangan tegang lah."
325Please respect copyright.PENANAj446cLVshV
"Udah ih abang-abang, jangan berisik, dengerin Pak Sulai aja tuhh." ucap Muti yang baru saja datang dan lewat di belakang kami.
325Please respect copyright.PENANA7STJ2Hlf4U
"Tumben enggak bawa motor." kata Pak Rizki.
325Please respect copyright.PENANAscFLREMdz9
"Rusak, Pak. Kemaren saya anterin ke bengkel tuh."
325Please respect copyright.PENANAbiBhsTzhkc
"Cewek biasa banget ya. Bisa make doang tapi gak bisa ngerawat." kata Rudi yang tiba-tiba menghampiri kami.
325Please respect copyright.PENANA4GIjkhrqV6
"Ya enggak ngerti motor mungkin. Ngertinya cuma bedakkan doang." jawab Gw.
325Please respect copyright.PENANApeLG6fr6nQ
"Jak, anak kelas 2 bercanda tuh." kata Pak Rizki.
325Please respect copyright.PENANAwSc1uAzXrB
"Ahh, Pak. Rudi aja kek tuh." keluh Gw.
325Please respect copyright.PENANAns9wcbisfS
"Rud .... " kata-kata Pak Rizki terhenti saat melihat Rudi sudah pergi menghampiri Pak Bashir.
325Please respect copyright.PENANAIJPXEnAhCB
"Udah, kamu aja Jak." suruh Pak Rudi.
325Please respect copyright.PENANA8uEueGTLBq
"Ahh, parah nih mentang-mentang junior."
325Please respect copyright.PENANAnpgH9drooO
Anak-anak kelas 1 dan 2 memang butuh perhatian ekstra. Dikarenakan masih berada di usia yang aktif bermain, banyak hal yang belum diketahui yang membuatnya penasaran.
325Please respect copyright.PENANAECN13IH7c5
"Silvi, Sarah. Baris yang rapih ya." perintah Gw agar mereka tetap rapih di barisan.
325Please respect copyright.PENANAUg6792Xc1l
"Iya, Pak Jaka."
325Please respect copyright.PENANA92MA9NIsH3
"Pak, Bu Ros dimana. Aku mau pipis." tanya salah satu murid kelas 2A mencari gurunya.
325Please respect copyright.PENANAcWaAIXcEUE
"Sebentar ya, nanti bapak cariin." jawab Gw.
325Please respect copyright.PENANAYvMCrpVYtz
Gw melihat sekeliling, mencari dimana Bu Ros berada. Di barisan kelas 2B hanya ada Bu Nia yang sedang menjaga anak-anak muridnya.
325Please respect copyright.PENANA6l0LU3pv8O
"Bu Nia, liat Bu Ros gak?" tanya Gw sambil menghampirinya.
325Please respect copyright.PENANA9jaazMIDsy
"Lagi nemenin muridnya pipis, Jak. Kenapa?" jawab Bu Nia.
325Please respect copyright.PENANA0DaYCP00NV
"Itu, ada yang mau pipis juga." ucap Gw.
325Please respect copyright.PENANAcRIzRbGpUd
"Ihh anak-anak emang kadang suka ikut-ikutan doang. Ngeliat temennya mau pipis jadi pada ikutan mau pipis." keluhnya.
325Please respect copyright.PENANADR75Dv5ni0
"Minta tolong guru yang lain aja dulu, Jak. Takutnya kalo disuruh nunggu malah pipis dicelana beneran." suruhnya.
325Please respect copyright.PENANAOTPJTHVME4
Gw melihat sekeliling, ada Farhah yang sedang berdiri di belakang anak muridnya. Anak-anak kelas 4.
325Please respect copyright.PENANAVAH0vHOFLU
"Far, anaknya Bu Ros ada yang mau pipis tuh. Temenin gih, biar aku yang jagain nanti." pinta Gw.
325Please respect copyright.PENANAP6EEbeb2iS
"Ohh, yaudah mana anaknya." tanya Farhah.
325Please respect copyright.PENANAzeNB86EaNy
Gw tunjukkan mana anak yang mau pipis ke Farhah. Lalu dia tuntun tangannya untuk menuju ke toilet dan berpapasan dengan Bu Ros yang baru saja keluar toilet membawa anak muridnya.
325Please respect copyright.PENANAKhMrTmZkK2
"Itu Sarah kenapa, Jak?" tanya Bu Ros.
325Please respect copyright.PENANAByuoTUFVWj
"Mau pipis dia, aku minta Farhah buat anterin." jawab Gw.
325Please respect copyright.PENANA4Vc29S98Wg
"Ini anak-anak biasa banget, pada latahan." keluhnya lagi seperti Bu Nia.
325Please respect copyright.PENANAZr5jcgqSk0
"Iya Bu Nia tadi juga udah ngomong begitu. Hahaha."
325Please respect copyright.PENANA0ApjYgfUFk
"Susah emang ngurus anak-anak kecil gini. Satu aja di rumah susah apalagi puluhan."
325Please respect copyright.PENANAX9PfkYIflW
"Yang gampang mah kelas 4 keatas ya, Bu?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAgzfSJoN9yp
"Iya tuh. Apalagi berondong kayak kamu. Hahaha."
325Please respect copyright.PENANAayeNbTDbL1
"Lah, ibu. Saya udah tua. Hahaha."
325Please respect copyright.PENANAUUoRoMJslz
"Kalo kamu tua, saya apa?" tanya Bu Ros bercanda.
325Please respect copyright.PENANAzSUMIkFTR2
"Sepuh." timpal Bu Nia dari belakang kami hingga kami terkaget lalu kemudian tertawa.
325Please respect copyright.PENANARmEbTXO2JU
"Ngagetin ih." ucap Bu Ros.
325Please respect copyright.PENANAX85FR2e5pX
"Lagian bukannya jagain murid malah, bercanda aja berdua. Nih Sarah udah selesai."
325Please respect copyright.PENANAQukdAnBf6T
"Farhahnya kemana, Bu?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAVqGGZ4Yl9N
"Langsung ke atas tadi dipanggil Muti. Lagi ada perlu katanya."
325Please respect copyright.PENANAiRO40vBcUK
"Bu Ros sama Bu Nia jarang ngumpul ke atas ya kalo udah rapih ngajar?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAmvLK5ffEYp
"Yang punya anak mah beda Jak sama yang masih perjaka." jawab Bu Nia.
325Please respect copyright.PENANAiIQ3EOWtpA
"Emang masih perjaka, Jak? Hahaha." tanya Bu Ros bercanda.
325Please respect copyright.PENANA4WXgY7Fn8m
"Ya masih atuh Bu. Emang mau di buktiin?" tanya Gw menantang.
325Please respect copyright.PENANABugvKA2wrb
"Wush, ngawur. Nanti aja pas udah selesai apel. Hahahaha." jawab Bu Ros menimpali candaan Gw.
325Please respect copyright.PENANAwpDWGRVEG8
"Kalian guru ih, bercanda gak liat sikon. Malu didenger anak-anak nanti." ucap Bu Nia.
325Please respect copyright.PENANAnkHmrzXl43
"Makanya Bu, kalo abis ngajar ke atas gitu santai dulu kayak Bu Hana sama Bu Lena. Biar enggak mau di denger anak-anak." ucap Gw.
325Please respect copyright.PENANAOg1kbIOSFY
"Okee, Jak. Nanti saya ke atas dehh." kata Bu Ros.
325Please respect copyright.PENANAkZ5OH2vodl
"Okee. Jagain anak-anaknya ya Bu. Saya mau jaga sebelah sana lagi."
325Please respect copyright.PENANAMqU71LeSjo
Gw kembali ke posisi semula, menjaga bersama Pak Rizki untuk menjaga ketertiban anak kelas 4 s/d 6. Tetapi sedari tadi Gw merasa bahwa Bu Ros menatap Gw dari tempatnya berdiri.
325Please respect copyright.PENANAKIFYsWGL3o
Ya. Bener. Dia menatap Gw. Saat dia sadar bahwa Gw juga menatapnya, dia tersenyum menggoda. Kenapa nih? Bu Ros kerasukan?
325Please respect copyright.PENANAJz9puTnLIv
Bel berbunyi, apel pagi telah selesai. Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing dan guru masuk ke ruang guru untuk menyiapkan perlengkapan belajar mengajarnya di kelas nanti.
325Please respect copyright.PENANA8SxbMErQh9
Di ruang guru, hanya ada Bu Nisa, Bu Lena dan Muti. Kelas Bu Lena sedang diisi oleh Bu Putri. Kelas Bu Nisa sedang olahraga dengan Rudi. Dan kelas Muti sedang diisi oleh Pak Bashir. Gw yang sedang tidak ada tugas pun ikut menimbrung bersama mereka.
325Please respect copyright.PENANAjqSRxIAJy5
"...."
325Please respect copyright.PENANA2OKCUkZ5V1
Hening disaat Gw sedang duduk kursi yang menghadap ke arah Bu Lena dan Bu Nisa. Ternyata, Muti juga sedang duduk menghadap ke arah Bu Lena dan Bu Nisa jadi kami seperti saling berhadapan.
325Please respect copyright.PENANAeYKjcYPzgy
"...."
325Please respect copyright.PENANAGAMVRgR0PW
Muti masih berkutit dengan bukunya.
325Please respect copyright.PENANAcb9bc1il2s
Kini Bu Lena dan Bu Nisa seakan sepakat untuk menatapi kami berdua yang sedang terdiam.
325Please respect copyright.PENANAB2To7AbAeT
Penelitian membuktikan bahwa manusia bisa merasakan ketika dirinya sedang diperhatikan oleh orang lain. Mungkin itu yang dirasakan Muti, karena setelah itu Muti langsung saja melihat ke arah Bu Nisa dan Bu Lena yang sedang menatapnya.
325Please respect copyright.PENANArSnEoj01WN
"Ehh? Kenapa?" tanya Muti yang terheran melihat tingkah Bu Lena dan Bu Nisa.
325Please respect copyright.PENANAFa5j8Eaf4r
Bu Lena dan Bu Nisa hanya tertawa melihat Muti yang grogi seperti itu.
325Please respect copyright.PENANAc6G1bqypkG
"Kenapa sih?" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANAuo8xWMGfZd
"Gatau nih ibu-ibu." jawab Gw.
325Please respect copyright.PENANApj6sTMP5ln
"Hahahaha." mereka masih saja tertawa.
325Please respect copyright.PENANAUvVwMRe2gW
"Udah gila kali mereka, Jak." ucap Muti.
325Please respect copyright.PENANAGRRnxvOQuE
"Iya ada yang gila." kata Bu Lena.
325Please respect copyright.PENANA42FQ35qIvJ
"Tergila-gila oleh cinta." tambah Bu Nisa lalu mereka kembali tertawa.
325Please respect copyright.PENANA8KvUAueKKR
"Ihh, apa sih." ucap Muti sambil menyembunyikan senyuman malunya dengan menundukkan kepalanya kembali.
325Please respect copyright.PENANAxXkbAAM59T
"Kenapa sih?" tanya Gw pura-pura tidak memahami situasi yang terjadi.
325Please respect copyright.PENANAfpe2wKKzv0
"Alaahh, pura-pura gak tau." kata Bu Lena.
325Please respect copyright.PENANAlHhaQA92yF
"Kamu ngasih tau ya?" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANAGl9VijrElv
"Bukan Mut, kamu yang ngasih tau. Itu buktinya." ucap Bu Nisa.
325Please respect copyright.PENANAm6n8p1WY6D
"Manggil aku kamu, jadi kalem, beda sama yang kemarin sebelum di anter pulang Jaka." lanjutnya.
325Please respect copyright.PENANAC4gYbR19kV
"Ihh, udah ihh." pinta Muti agar mereka menghentikan godaannya.
325Please respect copyright.PENANAizYu7erCCA
"Parah ih, Muti. Punya Farhah diambil." kata Bu Lena.
325Please respect copyright.PENANAmRRUfqasSk
"Siapa yang ngambil, ambil aja lagi." ucap Muti.
325Please respect copyright.PENANAz9HU5BUnlG
"Kok ngomong gitu sih, Mut. Jaka jadi murung tuh." kata Bu Lena.
325Please respect copyright.PENANA4hfdK7QTxr
Lalu dengan cepat Muti menengok ke arah Gw yang sebenarnya sedang tertawa-tawa kecil melihatnya sedang digoda olah dua ibu-ibu ini.
325Please respect copyright.PENANAAB62rbGz1n
"Cie, khawatir. HAHAHAHA." kata Bu Nisa dilanjutkan dengan tawa mereka.
325Please respect copyright.PENANAsYc5g13uL9
"Aneh ya Muti, kemarin dia yang ngeledekin Jaka sama Farhah sekarang dia yang suka sama Jaka." masih saja Bu Lena dan Bu Nisa meledeki Muti. Karena malu, Muti keluar dari ruang guru untuk menuju ke pantry. Bu Nisa pun mengisyaratkan Gw untuk menemuinya.
325Please respect copyright.PENANAWzpE1D8P37
"Kenapa, Mut? Hahaha." tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAhtEzToNuo7
"Au ah. Males diledekin gitu."
325Please respect copyright.PENANApPLXGw1keQ
"Lagian gelagat kamu ketauan banget. Hahaha."
325Please respect copyright.PENANAKKyzZqiwDx
"Emang ya?" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANAgeHb0YIFAV
"Itu, mereka pada tau." jawab Gw berbohong. Padahal kemarin Gw lah yang memberitahu mereka bahwa Gw sedang mendekati Muti.
325Please respect copyright.PENANAdtBbIm3Rmm
"Udah ah, jangan bahas lagi." ucapnya.
325Please respect copyright.PENANAfm4HwuziLe
"Malu ya?"
325Please respect copyright.PENANA456OjLOVq1
*Bughh
Muti memukul lengan Gw.
325Please respect copyright.PENANA4W73xDfVne
"Yehh, ngambek. Hahaha."
325Please respect copyright.PENANABLJpzQrVkY
"Udah apaa. Diem." perintah Muti.
325Please respect copyright.PENANAXu1foB882O
"Masa udah berdua gini diem-dieman."
325Please respect copyright.PENANAgf6feVRrPB
"Emang maunya apa?" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANAFezPvloOqF
"Cerita apa kek, gitu."
325Please respect copyright.PENANAqbIgkIXp6P
Lalu Muti menyenderkan kepalanya di lengan Gw.
325Please respect copyright.PENANA2zU28JFI1K
"Bingung mau cerita apa." jawabnya.
325Please respect copyright.PENANAr4VjTi7pl8
"Yaudah, nikmatin aja deh begini." ucap Gw sambil mengusap kepalanya.
325Please respect copyright.PENANA5V3gchQvW0
"Hape aku ketinggalan di ruang guru. Minjem hape kamu dong." pinta Muti.
325Please respect copyright.PENANAqcUGMKFusY
Gw pun memberikan hape Gw yang sudah Gw buka kuncinya. Untuk wikipedia, aman. Karena Gw sembunyikan di dalam folder aplikasi-aplikasi bawaan yang sangat jarang digunakan lalu notifnya Gw matikan.
325Please respect copyright.PENANAADwZ4R1BSs
"Buat apa emang?" tanya Gw sambil melihat dia memainkan hape Gw.
325Please respect copyright.PENANAnaxCqC4ZUW
"Mau WA Sinta, minta print gambar pahlawan buat tempelan kelas."
325Please respect copyright.PENANAPBZCy3Vi2x
Sialll. Gua lupa hapus chat sama video Kak Sinta sama Pak Hendra. Tapi, terlambat. Kini Muti bangun dari sandarannya dan menyimak chat antara Gw dengan Kak Sinta.
325Please respect copyright.PENANAf5I7FtwmXH
"Jak, apaan nih??!!" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANA1ZDBnQBYv8
"Kenapa?" tanya Gw pura-pura bego.
325Please respect copyright.PENANAgBJy68qOD2
"Kamu ngeliat video Sinta bugil?" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANAhMTSua4fzj
"Yang mana?" tanya Gw kembali pura-pura tidak tahu apa-apa. Gw pun pura-pura melihat isi chat Gw dengan Kak Sinta.
325Please respect copyright.PENANAXw9YQ6KS7o
"Kamu mau tau gak?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAfitJO8sCHH
"Apa??!" tanya Muti dengan nada yang lumayan tinggi. Mungkin dia kecewa dengan Gw.
325Please respect copyright.PENANASu1uH8mChp
"Aku ceritain tapi kamu tenang ya."
325Please respect copyright.PENANAPeLRWJAXj3
"Yaudah apa." ucapnya.
325Please respect copyright.PENANAlNw0lM5jjC
"Waktu itu, aku masih baru disini kan. Dan karena aku tau lowongan dari Kak Sinta, aku mau berterimakasih sama dia. Tapi pas aku masuk ke Ruang TU, aku ngeliat Pak Hendra keluar dari toilet sambil ngancingin celananya. Dan juga Kak Sinta lagi telanjang di dalam kamar mandi." jelas Gw.
325Please respect copyright.PENANAAxF5cu4uL9
"Terus setelah beberapa hari kemudian, Kak Sinta cerita ke aku kalo dia tuh dipaksa sama Pak Hendra karena Pak Hendra punya foto sama video Kak Sinta lagi telanjang yang disuruh sama pacarnya dulu." lanjut Gw.
325Please respect copyright.PENANAZ9zYLVm7GY
"Nah, makanya aku gunain video itu buat mengancam Pak Hendra. Soalnya Bu Nisa sering cerita kalo Pak Hendra sering nyuruh Kak Sinta ngerjain kerjaannya Pak Hendra. Gitu."
325Please respect copyright.PENANAixHUP6wFzK
"Kamu enggak bohong, kan?" tanya Muti.
325Please respect copyright.PENANAQsDqGuIDK8
"Silahkan tanya ke orangnya langsung kalo enggak percaya." jawab Gw.
325Please respect copyright.PENANAT98QU10YQr
"Kalo kamu bohong, jangan pernah ke rumah aku lagi. Awas."
325Please respect copyright.PENANA9ntmWHl86j
"Iyaa, silahkan aja. Masa sih kamu enggak percaya."
325Please respect copyright.PENANAt8QZviRmzy
"Untuk saat ini enggak percaya. Liat aja nanti."
325Please respect copyright.PENANARymBmjIK6p
Lalu Muti pergi meninggalkan Gw untuk ke ruang guru bersiap-siap masuk ke kelasnya karena sebentar lagi bel jam pelajaran ketiga akan berbunyi.
325Please respect copyright.PENANAQ3Hx1AxgIT
_____-----_____
325Please respect copyright.PENANAe43mn3ICgW
Sore, di smoking room.
325Please respect copyright.PENANAJcXgGtIKOt
Gw bersama Rudi sedang membicarakan tentang mengapa dia memilih pelajaran olahraga.
325Please respect copyright.PENANAFLvFGHIadG
"Dulu sih Gw ditawarin jadi TU, Jak. Tapi Gw males satu ruangan sama dia."
325Please respect copyright.PENANAiItIklwzUP
"Tapi emang lu bisa ngerjain kerjaan TU?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAEu6BYW5yhd
"Ya bisa aja, asal kaga yang ribet-ribet."
325Please respect copyright.PENANAXGNEPzkAJM
"Gantiin aja Abang lu tuh. Kayaknya satu sekolah enggak ada yang suka ama dia dah."
325Please respect copyright.PENANAOk1xL5uY67
"Hahaha. Udah jadi rahasia umum, Jak."
325Please respect copyright.PENANAO18GoyVawl
"Ini pemuda pemuda bukannya bahas politik atau isu sosial kok malah ghibah." kata Pak Rizki sambil memasuki smoking room setelah selesai mengajar di kelasnya.
325Please respect copyright.PENANA1NWX2cCZpE
"Ini juga isu sosial, Pak. Isu sekolah sih lebih tepatnya."
325Please respect copyright.PENANAeMJRu15oa4
"Bikinin saya kopi dong, Jak." suruh Pak Rizki.
325Please respect copyright.PENANAWcQT4KMJeH
"Ahh, mentang-mentang saya junior nih disuruh-suruh mulu." keluh Gw.
325Please respect copyright.PENANAw6buVJL2cc
"Ya sama Gw dulu juga gitu, Jak. Malah sama calon mertuanya dia. Lebih parah, banyak banget pantangannya." saut Rudi.
325Please respect copyright.PENANA9aRToaKyEC
"Tapi sekarang udah enggak?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAQNZWGN2Xl3
"Enggak, udah enggak kuat jantungnya katanya." jawab Rudi.
325Please respect copyright.PENANA66UvOgVz6x
"Gih sana bikin dulu, Jak. Biar saya tau kopi bikinan kamu enak atau enggak." suruh Pak Rizki.
325Please respect copyright.PENANA5ngi0I9Uho
"Jangan enak-enak, Jak. Entar lu disuruh bikinin mulu. Hahaha." kata Rudi.
325Please respect copyright.PENANARS3jwrrGZK
"Yehh, enggak gitu jugaa." saut Pak Rizki.
325Please respect copyright.PENANA7eWybvq6Xm
Di pantry, saat Gw sedang membuat kopi, Bu Nia datang untuk membuat teh.
325Please respect copyright.PENANAfPxkGC45Na
"Eh, Jaka lagi jadi babu." ledeknya.
325Please respect copyright.PENANArFH4gphcaS
"Iya nih, disuruh-suruh mulu. Kesel." keluh Gw.
325Please respect copyright.PENANAGvMoPGydEJ
"Gapapa, Jak. Tandanya kamu udah dianggap keluarga disini." jelasnya.
325Please respect copyright.PENANA3TqkuUJ8lw
"Ibu sekarang udah main ke atas nih. Karena saya yang ngajak, ya?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAV1ZBO7VQ36
"Yehh, enggak juga. Karena sekalian saya mau ngundang guru-guru ke acara ulang tahun anak saya Sabtu ini."
325Please respect copyright.PENANANqi9dCW24W
"Wiiihh, makan-makan."
325Please respect copyright.PENANAl55rYFYQ8c
"Iyaa, makan deh tuh sepuas kamu."
325Please respect copyright.PENANAr0CwS83vzy
"Bu Ros juga ikut ke atas, Bu?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANA4TDBWKkm51
"Enggak, masih dibawah sama muridnya. Kenapa nyariin? Mau digodain?"
325Please respect copyright.PENANApNyCV1J7dR
"Apasih, Bu." jawab Gw malu.
325Please respect copyright.PENANAvqLsF1RWTl
"Hati-hati loh, suaminya polisi. Nanti di dor, hahaha. Dah ah saya ke ruang guru dulu." ucapnya.
325Please respect copyright.PENANAddasJNvC2d
Setelah selesai, Gw pun memberikan kopi ke Pak Rudi lalu Gw mencoba turun ke bawah untuk melihat Bu Ros. Benar saja ucapan Bu Nia, kalau Bu Ros masih dibawah menemani muridnya yang belum dijemput.
325Please respect copyright.PENANAfZdi3Qn6J8
"Nemenin murid, Bu?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANAPdBMsdqggI
"Iya nih si Silvi belum di jemput. Udah di telfon tapi enggak aktif." jawab Bu Ros.
325Please respect copyright.PENANAB2QIxmINAz
"Emang Silvi rumahnya dimana?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANApMbDBQhSrM
"Deket kok dari sini. Mau nganterin?" tanya Bu Ros.
325Please respect copyright.PENANAEITN5IGePn
"Sebentar, Bu." ucap Gw sambil berjalan ke arah kamar Bang Sani lalu menanyakan perihal mengantarkan murid ke rumahnya. Bang Sani pun mengiyakan dan langsung mengantar Silvi pulang.
325Please respect copyright.PENANAMman8QZwql
"Gimana, Bu? Udah lega?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANA6ecCezrwT0
"Pinter ih kamu. Udah ganteng, masih muda, pinter juga." pujinya.
325Please respect copyright.PENANA6cHN4H68uY
"Hahaha. Ya jelas."
325Please respect copyright.PENANArQ0LvUWWUq
"Capek saya tuh ngurusin anak-anak begini mulu tiap hari." keluhnya.
325Please respect copyright.PENANAyCmNb6c0FF
"Tapi seru kan, Bu. Ngajarin anak-anak yang lagi aktif-aktifnya."
325Please respect copyright.PENANAEMr2lxZTO3
"Capek tau, udah kayak olahraga aja saya ngejar anak-anak mulu. Ampe kegerahan terus saya tuh." ucapnya sambil membuka satu kancing bajunya lalu mengipaskan badannya dengan sebuah buku.
325Please respect copyright.PENANANlvfHtOcic
"Kenapa enggak minta AC aja, Bu?" tanya Gw.
325Please respect copyright.PENANANkwstIKQ7b
"Pak Sulai mah pelit. Dulu pernah ada wacana mau dikasih AC per kelas tapi ampe sekarang belum dikasih-kasih." jelasnya.
325Please respect copyright.PENANADs8StKzwmx
"Kalo begini kan malah panas ya, Bu." kata Gw menggoda dengan ikut membuka satu kancing atas kemeja Gw.
325Please respect copyright.PENANArGrTZcZKQg
"Iya kan. Mana capek abis ngurusin anak-anak." ucapnya sambil membuka kancing keduanya yang menunjukkan sedikit BH nya yang berwarna krem.
325Please respect copyright.PENANAbLTc3n0Bnm
"Tapi tetep aja, Bu. Masih panas." kata Gw sambil membuka kancing kedua Gw.
325Please respect copyright.PENANAXQ7Yuw1vKE
"Gila kamu, Jak." serunya.325Please respect copyright.PENANAjCaJIl8S9M


