Bab 3
109Please respect copyright.PENANA6XODn1dFQO
Malam itu gereja mewah yang biasanya penuh kedamaian berubah menjadi panggung kegelapan. Hujan deras dari sore hari telah reda, meninggalkan udara lembab dan dingin yang meresap ke tulang. Grace Theresia berjalan memasuki pintu samping gereja dengan langkah gontai, tangannya memegang lengan Markus erat-erat. Payudaranya yang tadinya sedang kini sudah terasa jauh lebih berat dan penuh setelah suntikan dari Sister Lilith siang tadi. Setiap gerakan membuatnya bergoyang pelan di balik gaun hitam longgar yang dipaksakan Lucius. “puting”-nya terasa panas, berdenyut, dan sesekali mengeluarkan tetesan cairan putih manis yang membasahi bra.
109Please respect copyright.PENANA40jqsBwx6c
“Markus… aku takut,” bisik Grace, suaranya bergetar. Matanya yang dulu penuh kesalehan kini berkaca-kaca. Tapi di balik ketakutan itu, ada sensasi aneh yang semakin kuat—panas yang merayap dari dada ke perut bawahnya, membuat “memek”-nya basah tanpa henti.
109Please respect copyright.PENANAu36nkFpi79
Markus tidak menjawab. Wajahnya pucat, rahangnya mengeras. Ia tahu malam ini adalah awal dari ritual pertama. Lucius sudah menunggu di altar utama, dikelilingi tujuh pengikut kultus berjubah hitam dengan topeng setan. Sister Lilith berdiri di sampingnya, tersenyum lebar sambil memegang tas berisi alat-alat gelap.
109Please respect copyright.PENANAtnCC689D1q
“Selamat datang kembali, Pelacur Iblis yang baru lahir,” sapa Lucius dengan suara dalam yang bergema di langit-langit gereja. Ia melangkah mendekat, tangan besarnya langsung meraih payudara Grace melalui gaun. Remasan kuat membuat Grace menjerit pelan. “Lihat ini… sudah mulai membesar. Besok pagi akan jadi J-cup sempurna.”
109Please respect copyright.PENANAiK7EbfgYuu
Lucius merobek gaun Grace dengan kasar. Kain robek dengan suara “criiit”, memperlihatkan tubuh telanjang Grace di bawah cahaya lilin altar. Payudaranya kini sudah membengkak signifikan, kulitnya tegang mengkilap, “puting” pinknya membesar dan mengeluarkan tetes ASI putih manis yang harum seperti sperma bercampur rempah gelap. Bau itu memenuhi udara sekitar altar, membuat para pengikut bergumam penuh nafsu.
109Please respect copyright.PENANACFKhcMFn55
Grace berusaha menutupi tubuhnya, tapi Lucius menampar tangannya pelan. “Jangan sembunyikan berkah iblis ini.” Ia menyuruh Grace berlutut di depan salib besar. Markus dipaksa berdiri di belakang salib, di ruang observasi kecil tersembunyi, dari mana ia bisa melihat segalanya tapi tidak bisa ikut campur. Kamera merekam dari berbagai sudut.
109Please respect copyright.PENANAsmrYZ6KDMv
Sister Lilith mendekat dengan anal plug berukuran sedang berbentuk pentagram. “Pertama, kita siapkan lubang belakangnya.” Ia menyuruh Grace membungkuk, bokong terangkat tinggi di atas lantai altar yang dingin. Lilith mengoleskan cairan orgasme gelap ke “anal” Grace yang masih rapat dan suci. Jari dinginnya memutar-mutar di sekitar lubang, mendorong masuk pelan sambil Grace menggigil.
109Please respect copyright.PENANAUONrSmdm8n
“Ahh… dingin… penuh…” erang Grace. Sensasi meregang di “anal”-nya membuat kakinya gemetar. Plug itu masuk sepenuhnya dengan bunyi “plop” pelan, membuat perut bawahnya terasa penuh dan bertekanan. Getaran kecil dari plug yang memiliki electro-stim ringan mulai aktif, mengirim gelombang listrik halus yang membuat “ceri”-nya berdenyut hebat.
109Please respect copyright.PENANAyOS5GIH9ht
Lucius tersenyum puas. Ia membuka celananya, memperlihatkan “kontol” besarnya yang sudah tegang, berurat, dan berbau maskulin kuat. “Sekarang, uji payudara barumu sambil melayani kami.”
109Please respect copyright.PENANARsqerABHU3
Foreplay dimulai dengan lambat dan menyiksa. Lucius memerintahkan dua pengikut memegang lengan Grace, sementara ia dan Lilith bermain dengan tubuhnya. Tangan Lucius meremas payudara kiri Grace kuat-kuat. Tekanan itu membuat ASI putih manis menyembur deras dari “puting”-nya, menyemprot wajah Lucius dan altar suci. Bau manis ASI memenuhi gereja, bercampur aroma keringat dan dupa ritual.
109Please respect copyright.PENANA23gA5Cup1S
“Rasakan, Grace… ini susu iblis,” kata Lucius sambil menjilat “puting” yang basah. Lidahnya memutar cepat, mengisap kuat hingga Grace menjerit. Sensasi panas mulut Lucius kontras dengan udara dingin gereja. Payudaranya terasa seperti terbakar, ASI terus mengalir deras setiap kali diremas. Rasa sakit bercampur kenikmatan membuat kepalanya pusing.
109Please respect copyright.PENANAc8ZnFIUgG4
Lilith di belakang memainkan plug di “anal”. Ia memutarnya pelan, menarik keluar sedikit lalu mendorong masuk lagi, sambil jari lainnya mengusap “ceri” Grace yang sudah banjir. Suara basah “slurp… slurp” terdengar jelas di antara doa blasfemi yang dibacakan para pengikut. “memek” Grace mengkilap cairan orgasme, cairan bening mengalir ke paha dalamnya.
109Please respect copyright.PENANAEdoLTRdij6
“Ya Tuhan… ampuni aku…” bisik Grace, tapi suaranya lemah. Tubuhnya sudah berkhianat. Pinggulnya bergerak pelan mengikuti ritme jari Lilith. Air mata jatuh ke pipinya, tapi erangannya semakin keras. “Ahh… panas… ceri-ku berdenyut…”
109Please respect copyright.PENANAcExu81ihuw
Markus dari balik salib melihat semuanya dengan hati hancur. Air matanya mengalir deras. “kontol”-nya yang normal menegang menyakitkan di dalam celana, tapi ia tidak bisa menyentuhnya. Rasa cemburu, amarah, dan ketidakberdayaan membuatnya gemetar.
109Please respect copyright.PENANAqtsf8xVor2
Lucius bangkit, “kontol”-nya yang besar menggesek bibir “memek” Grace yang basah. Foreplay semakin intens. Ia mengusap kepala “kontol” di sepanjang celah “memek”, menekan “ceri” berulang kali tanpa masuk. Setiap gesekan membuat Grace menggeliat hebat. Plug di “anal” bergetar lebih kuat, membuat sensasi penuh ganda. Bau cairan tubuh mereka bercampur, suara tamparan daging ringan saat Lucius menepuk payudara Grace yang penuh ASI.
109Please respect copyright.PENANAjGpQSF8FYI
“Mohon… masukkan…” akhirnya Grace memohon dengan suara pecah, imannya retak total.
109Please respect copyright.PENANAUUyDw0Ie3w
Lucius tertawa. “Dengar itu, Pendeta? Istri salehahmu memohon kontol iblis di altar Tuhan.” Dengan satu dorongan kuat, “kontol” besarnya masuk separuh ke “memek” hangat Grace. Sensasi meregang luar biasa membuat Grace menjerit panjang. Dinding “memek”-nya yang sempit diregangkan paksa, berdenyut di sekitar batang tebal itu.
109Please respect copyright.PENANA4sqU079fLh
“Penuh… sakit… tapi enak…” erangnya. Lucius mulai bergerak lambat dulu, keluar-masuk dalam, setiap hantaman membuat ASI menyembur dari payudara Grace yang bergoyang liar. Suara “plok-plok-plok” basah bergema di gereja suci. Para pengikut bergantian meremas payudara, mengisap ASI, dan mencambuk punggung Grace dengan cane ringan yang meninggalkan garis merah.
109Please respect copyright.PENANA1IcGvFzwZF
Setelah beberapa menit, Lucius mempercepat. Grace digantung suspension ringan dari rantai di altar, tubuhnya melayang sedikit sehingga Lucius bisa menyetubuhinya dengan dalam. Setiap hantaman membuat plug di “anal” bergeser, menciptakan sensasi ganda yang gila. “Ceri”-nya bergesekan dengan batang “kontol”, membangun orgasme besar.
109Please respect copyright.PENANAjGkSvQQRBG
“Aku… datang… aaaahhh!!” Grace kejang hebat. cairan orgasme orgasme menyembur deras membasahi “kontol” Lucius dan lantai altar. Tubuhnya gemetar tak terkendali, kaki menendang udara, air mata mengalir deras. Tapi Lucius tidak berhenti. Ia terus menghantam hingga mencapai puncak sendiri, menyemburkan sperma panas tebal ke dalam “memek” Grace. Creampie pertama itu membuat perut bawah Grace terasa kembung penuh.
109Please respect copyright.PENANAnWdg99cpXn
Belum selesai. Enam pengikut lain bergantian. Mereka menggunakan dildo besar untuk meregangkan “memek” lebih lebar sambil Lucius mengawasi. Satu pengikut memasukkan “kontol”-nya ke mulut Grace yang dipasang gag ball longgar, suara isapan basah terdengar. Yang lain mencambuk bokongnya dengan whip lebih berat, meninggalkan bekas merah panas.
109Please respect copyright.PENANA2Cu8Iw8lNJ
Grace sudah tidak lagi berdoa. Erangannya berubah jadi blasfemi. “Lebih dalam… kotori aku… di altar suci ini!” Tubuhnya yang responsif mencapai orgasme berkali-kali. Setiap kali, “memek”-nya berdenyut kuat meremas “kontol” yang memasukinya, ASI menyembur seperti air mancur dari “puting” J-cup yang semakin besar.
109Please respect copyright.PENANAkZNw8xD1C8
Markus menonton dari balik salib, lututnya lemas. Ia melihat istrinya yang dulu suci kini digangbang di altar Tuhan, tubuhnya penuh sperma, ASI, dan bekas cambuk. Hatinya hancur, tapi ia tidak bisa berhenti menonton.
109Please respect copyright.PENANAIiuxALhWns
Ritual berlangsung hampir dua jam. Grace dilayani bergantian, posisi berubah dari suspension ke doggy di altar, bahkan double penetration dengan dildo dan “kontol” sungguhan. “anal”-nya yang sudah plug dilepas sesaat, diganti “kontol” pengikut lain, sensasi penuh di kedua lubang membuatnya menjerit orgasme tanpa henti. Bau keringat, sperma, ASI, dan dupa memenuhi seluruh gereja. Suara tamparan, erangan, dan doa penghinaan bergema.
109Please respect copyright.PENANAE2r91gbYnD
Akhirnya, Lucius menyuruh semua mundur. Grace terbaring lemas di altar, tubuhnya penuh cairan lengket, “memek” dan “anal”-nya menganga merah, mengeluarkan sperma yang meluber. Perutnya sedikit kembung karena creampie berulang. Payudaranya J-cup penuh, ASI masih menetes pelan.
109Please respect copyright.PENANAFXn8ZWV4R8
“ sekarang, Altar Cleaner,” perintah Lucius ke Markus. “Bersihkan istri pelacur iblismu dengan mulut.”
109Please respect copyright.PENANAz0XZAGNNkm
Markus keluar dari persembunyian, berlutut di altar dengan air mata mengalir. Lidahnya menyentuh “memek” Grace yang penuh sperma, menjilat dengan patuh. Rasa asin-manis memenuhi mulutnya. Grace mengusap rambut suaminya sambil tersenyum lemah. “Bersihkan… untuk iblis…”
109Please respect copyright.PENANA2qBrysO8js
Malam itu berakhir dengan Grace yang sudah berubah selamanya. Modifikasi pertama sukses, dan ritual gangbang awal membuka pintu kegelapan yang lebih dalam.
109Please respect copyright.PENANAPdMVpDQq04


