Bab 4
658Please respect copyright.PENANA4fLSUD0lKx
Cahaya lilin di altar utama gereja masih berkelap-kelip lemah, menerangi pemandangan yang dulunya suci kini berubah menjadi arena dosa paling tabu. Bau campuran ASI manis beraroma iblis, sperma kental yang pekat, keringat tubuh, dan dupa ritual masih menggantung berat di udara. Grace Theresia terbaring telentang di atas meja altar yang dingin dan keras, tubuhnya yang sudah berubah drastis tergolek lemas namun masih bergetar sisa kenikmatan. Payudaranya yang kini membesar mendekati ukuran J-cup terlihat tegang dan mengkilap, “puting” merah gelapnya bengkak dan terus meneteskan ASI putih kental yang manis harum, mengalir pelan ke lekukan perut dan sisi tubuhnya.
658Please respect copyright.PENANA1oO8pHOP8t
“memek”-nya yang tadinya suci kini menganga lebar, merah membara, mengeluarkan campuran sperma tebal dari puluhan creampie yang baru saja ia terima. “anal”-nya juga masih berkedut pelan, sedikit terbuka setelah plug dan penetrasi bergantian. Kakinya terbuka lebar, lutut gemetar tak terkendali, air mata masih mengalir di pipinya yang memerah. Tubuhnya penuh bekas tamparan merah, garis cambuk dari cane, dan cairan lengket yang membuat kulitnya mengilap di bawah cahaya lilin.
658Please respect copyright.PENANAjvezCywlJZ
Lucius Black berdiri tegak di samping altar, “kontol”-nya yang besar masih setengah tegang, tersenyum puas sambil memandang Markus yang keluar dari ruang observasi rahasia di balik salib besar. Sister Lilith dan tujuh pengikut kultus berjubah hitam berdiri mengelilingi, topeng mereka memberikan kesan iblis yang sedang merayakan kemenangan.
658Please respect copyright.PENANAV7kfYaejhM
“Sekarang saatnya, Pendeta Markus Lukas,” kata Lucius dengan suara dalam yang penuh ejekan. “Kau adalah Altar Cleaner. Tugas sucimu malam ini adalah membersihkan setiap tetes berkah iblis dari tubuh Pelacur Iblis-mu. Dengan lidah dan mulutmu. Di depan kami semua.”
658Please respect copyright.PENANALx9CD0Xaqh
Markus berlutut di depan altar, jubah pendetanya sudah kotor oleh debu lantai. Wajah tampannya yang dulu kharismatik kini hancur total. Air mata mengalir tanpa henti di pipinya. “kontol”-nya yang masih berukuran normal terasa menyakitkan karena tegang di dalam celana, tapi ia tahu ia tidak boleh menyentuhnya. Rasa malu, cemburu, amarah, dan ketidakberdayaan bercampur menjadi satu. Dalam hatinya, ia masih berusaha berdoa, tapi kata-kata suci itu terasa hampa.
658Please respect copyright.PENANA2cXd6XMDkS
Grace menoleh lemah ke arah suaminya. Matanya yang dulu penuh kesalehan kini berkabut oleh sisa orgasme berulang. “Markus… lakukanlah… bersihkan aku… agar tidak ada bukti…” suaranya serak, tapi ada nada aneh yang hampir seperti perintah lembut.
658Please respect copyright.PENANApvsQT3TfXb
Lilith mendekat dan menendang pelan punggung Markus dengan sepatu haknya. “Mulai dari payudara. Hisap setiap tetes ASI manis itu. Jangan sia-siakan berkah iblis.”
658Please respect copyright.PENANA9oK2ibobwO
Markus merangkak naik ke altar. Bau ASI yang manis dan pekat langsung menyerbu hidungnya. Ia mendekatkan wajahnya ke payudara kiri Grace yang besar. “puting”-nya yang bengkak berdenyut di depan matanya, meneteskan ASI segar. Dengan ragu, lidahnya menyentuh ujung “puting” itu. Rasa manis hangat, seperti sperma bercampur susu kental dengan aftertaste rempah gelap, langsung memenuhi mulutnya. Ia mengisap pelan, dan ASI menyembur lebih deras ke dalam mulutnya.
658Please respect copyright.PENANA6ygghnODmU
Grace menggeliat, “Ahh… ya… hisap lebih kuat, Markus…” Tubuhnya masih sangat sensitif. Setiap isapan membuat getaran kenikmatan menjalar dari dada ke “memek”-nya yang masih penuh sperma. Payudaranya terasa penuh dan berat, semakin ASI keluar, semakin lega tapi juga semakin bergairah.
658Please respect copyright.PENANAXchphz9VhT
Markus terpaksa mengisap lebih dalam, mulutnya penuh, ia menelan dengan susah payah. Suara isapan basah “slurp… glup… slurp” terdengar jelas, membuat para pengikut tertawa pelan dan bergumam blasfemi. “Lihat pendeta suci itu menjilat susu iblis dari istri pelacurnya,” ejek salah seorang.
658Please respect copyright.PENANAIvaLDfiJ46
Lucius memerintahkan, “Sekarang yang kanan. Remas sendiri agar keluar lebih banyak.”
658Please respect copyright.PENANAXO1k2xDmj0
Markus menurut. Tangannya yang gemetar meremas payudara kanan Grace yang besar. Tekanan itu membuat ASI menyembur deras seperti air mancur kecil, menyemprot wajah dan mulut Markus. Ia menjilat, mengisap, membersihkan setiap inci kulit payudara yang penuh cairan lengket. Sensasi panas ASI di lidahnya, bau harumnya yang memabukkan, dan suara erangan Grace yang semakin keras membuat kepalanya berputar.
658Please respect copyright.PENANAper43lMBWb
Grace mengusap rambut suaminya dengan tangan lemah. “Bagus… bersihkan ‘puting’ istri iblismu… rasakan sperma yang keluar karena ‘kontol’ mereka…” Kata-kata itu keluar tanpa sadar, membuat Markus semakin hancur. Tapi ia terus menjilat, lidahnya berputar di sekitar “puting” yang berdenyut, mengisap hingga tidak ada lagi tetesan yang tersisa di permukaan.
658Please respect copyright.PENANAyOZiWMpsu3
Lilith tidak puas. Ia memasang gag ball kecil di mulut Grace agar erangannya teredam, lalu mengaktifkan electro-stim ringan pada piercing yang baru di “ceri” Grace. Getaran kecil itu membuat “memek” Grace berkedut hebat, mengeluarkan lebih banyak campuran sperma dan cairan orgasme orgasme sisa.
658Please respect copyright.PENANA8WF42iGjYy
“Sekarang turun ke bawah, Altar Cleaner,” perintah Lucius. “Bersihkan ‘memek’ dan ‘anal’ yang penuh sperma para pengikut.”
658Please respect copyright.PENANAOJTddY0HIp
Markus bergeser ke bawah. Pemandangan “memek” Grace yang menganga lebar, bibirnya bengkak merah, lubangnya masih berkedut mengeluarkan sperma kental putih yang meluber, membuat perutnya mual tapi “kontol”-nya berdenyut menyakitkan. Bau intim yang kuat—campuran sperma asin-manis, cairan Grace yang manis, dan aroma maskulin pengikut—sangat menyengat.
658Please respect copyright.PENANAP07F6erXKj
Ia menempelkan lidahnya ke bibir luar “memek”. Rasa asin kental langsung memenuhi mulutnya. Ia menjilat naik turun, membersihkan setiap lipatan yang basah. Grace menggeliat hebat, pinggulnya terangkat meski lemas. “Ya… jilat lebih dalam… hisap sperma mereka dari dalam ‘memek’ istri salehahmu…”
658Please respect copyright.PENANAA1kfmLMrbG
Markus mendorong lidahnya masuk ke lubang “memek” yang masih longgar setelah penetrasi berulang. Ia menjilat dan mengisap, menarik keluar gumpalan sperma tebal yang masih hangat. Suara basah “slurp… glurk… slurp” semakin keras. Cairan itu mengalir ke dagunya, membasahi jubahnya. Setiap kali ia menelan, rasa pahit-manis itu membuatnya ingin muntah tapi juga anehnya semakin bergairah.
658Please respect copyright.PENANAlW0Nyg8edk
Pengikut tertawa terbahak. Salah satu dari mereka memegang kepala Markus dan menekannya lebih dalam. “Bersihkan sampai bersih, Pendeta! Itu sperma iblis yang mengandung doa kita!”
658Please respect copyright.PENANAhB0DPKoOx8
Grace mencapai orgasme kecil lagi hanya dari lidah suaminya. Tubuhnya kejang, “memek”-nya berdenyut kuat di sekitar lidah Markus, menyemburkan cairan orgasme orgasme baru yang encer ke mulut suaminya. “Aaaahhh… Markus… aku datang lagi… karena mulutmu membersihkan bekas ‘kontol’ mereka!”
658Please respect copyright.PENANAzZPY4W5csa
Markus terus bekerja. Ia bergeser ke “anal”. Lubang belakang Grace masih sedikit terbuka, mengeluarkan sedikit sperma yang meluber. Ia menjilat di sekitar “anal”, lidahnya memutar, membersihkan setiap sisa. Sensasi penuh di mulutnya, panas dari tubuh Grace, getaran otot yang masih berkedut, semuanya membuatnya merasa semakin rendah.
658Please respect copyright.PENANAGnBcaMjyuu
Lucius mendekat dan memasang chastity cage sementara di “kontol” Markus yang kecil dan tegang. “Mulai sekarang, ini akan dikunci bentuk salib terbalik. Kau tidak boleh ereksi penuh lagi tanpa izin.”
658Please respect copyright.PENANAUlxT6E2BLW
Markus menjerit pelan saat cage dingin mengunci “kontol”-nya yang kecil. Rasa sakit dan tekanan membuatnya semakin patuh. Ia kembali menjilat, kali ini membersihkan paha dalam Grace, perut yang sedikit kembung karena creampie banyak, bahkan jari kaki yang penuh cipratan.
658Please respect copyright.PENANAqKVcmsKssD
Ritual pembersihan berlangsung hampir satu jam penuh. Markus harus menjilat seluruh tubuh Grace: dari payudara, perut, “memek”, “anal”, punggung, bokong, hingga leher. Setiap kali ada tetes ASI baru yang keluar karena rangsangan, ia harus mengisap lagi. Grace berulang kali orgasme kecil, tubuhnya gemetar, kaki menendang lemah, air mata bercampur keringat.
658Please respect copyright.PENANAIWP1GFj7kR
Akhirnya, Lucius bertepuk tangan. “Bagus, Altar Cleaner. Istri pelacurmu sekarang bersih dari luar. Besok modifikasi selanjutnya akan dimulai.”
658Please respect copyright.PENANA7f4iOe42e4
Grace menarik Markus naik dan menciumnya dalam, merasakan rasa sperma dan ASI di mulut suaminya. “Terima kasih… Pembersih Sperma Tuhan yang gagal,” bisiknya dengan senyum lemah yang sudah mulai gelap.
658Please respect copyright.PENANAmoygR4r8af
Markus berlutut di samping altar, hati dan imannya hancur berkeping-keping. Para pengikut mulai meninggalkan gereja sambil tertawa, meninggalkan pasangan itu dalam keheningan yang penuh dosa.
658Please respect copyright.PENANAJwxLb0SCNM
Malam itu, di rumah pendeta, Grace tidur dengan payudara besarnya yang masih menetes ASI, sementara Markus berbaring di lantai di samping tempat tidur, cage-nya menyakitkan, mulutnya masih terasa rasa sperma iblis. Transformasi mereka baru saja dimulai, dan jalan kembali sudah tertutup selamanya.
LANJUTAN CERITA658Please respect copyright.PENANA7UUElQKiNU
https://lynk.id/novelhambilah658Please respect copyright.PENANAi1jTaXmwgK
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah658Please respect copyright.PENANAjUTEiZdYyD


