4013Please respect copyright.PENANAEfZoj9Nppe4013Please respect copyright.PENANA92EtDboILY
BAB 1
4013Please respect copyright.PENANAYqdZDabL7i
4013Please respect copyright.PENANAIEsVZQiBdw
4013Please respect copyright.PENANAzdShuYHoQp
Pagi itu seperti biasa. Aku, Raka, sudah duduk di kubikel kantor sejak jam delapan lewat. Bau kopi instan yang sudah dingin campur aroma printer yang panas memenuhi ruangan terbuka yang pengap. Saya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan distributor barang, sebagian besar bertugas mengurus invoice, mengoordinasikan penjualan, dan sesekali membantu laporan bulanan. Kerjanya nggak berat-berat amat, tapi cukup bikin otak capek.
4013Please respect copyright.PENANAQ05nO5fGlW
4013Please respect copyright.PENANAELpMjhPefS
4013Please respect copyright.PENANAeljhSLkiCD
Sambil ngetik data di laptop, pikiranku melayang ke rumah. Ke Qila. Istriku yang sekarang sudah lima tahun nemenin aku. Dia tidak bekerja kantoran seperti aku. Dia yang punya usaha galon air mineral di samping rumah kami. Awalnya cuma iseng-iseng, tapi sekarang sudah lumayan berkembang. Ada tiga karyawan tetap: Genjor yang masih muda, Bang Wesno, dan Bang Dayat.
4013Please respect copyright.PENANA5suMNCvKri
4013Please respect copyright.PENANAhwnCNX9YE7
4013Please respect copyright.PENANAEyIUx4o3Gf
Aku tersenyum kecil sendiri. Bangga sih sebenarnya. Qila mandiri banget. Tapi terkadang ada rasa khawatir yang nyelinap. Depot itu penuh cowok-cowok, dan aku cuma pulang sakit. “Ya sudahlah,” gumamku dalam hati, “Qila kan bukan anak kecil.”
4013Please respect copyright.PENANA6Eb3K5nXPs
4013Please respect copyright.PENANAVTMERaw87M
4013Please respect copyright.PENANA9K5OHJShrP
Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini setiap pagi begini aku selalu ingat cerita Qila soal Genjor. Anak itu baru 20 tahun, badannya tonggos tapi cungkring, katanya rajin angkat galon. Qila sering berkata, “Untung ada Genjor, mas. Kalau nggak, aku yang capek sendiri angkat-angkat.”
4013Please respect copyright.PENANAGrzOSMgxdq
4013Please respect copyright.PENANA1s3K7oCqLm
4013Please respect copyright.PENANAvf664QbNke
Aku memusatkan kepala, mencoba fokus ke layar. Tangan kiriku memegang mouse, tapi pikiran kananku kebayang Qila yang pagi tadi masih pakai daster tipis waktu aku berangkat. Payudaranya yang masih kencang meski sudah 26 tahun, pinggulnya yang agak lebar, dan cara dia membungkuk sedikit waktu ambil piring. Aku menggeser duduk, merasa sedikit panas di selangkangan.
4013Please respect copyright.PENANAi89zDOwfwU
4013Please respect copyright.PENANAERjSTYKzTC
4013Please respect copyright.PENANA1eogpcvamC
“Raka, rapat jam 10 ya,” kata bosku dari sebelah kubikel.
4013Please respect copyright.PENANAuJxQ6AaVul
4013Please respect copyright.PENANAIkckyVvjpe
4013Please respect copyright.PENANATkNOO4mMwm
“Iya, Pak,” jawabku sambil tersenyum sopan.
4013Please respect copyright.PENANAyYyzMK8it1
4013Please respect copyright.PENANAqBg7efavvc
4013Please respect copyright.PENANAy1UUwM2OQh
Sepanjang pertemuan, aku cuma setengah denger. Pikiranku balik lagi ke rumah. Aku bayangin Qila lagi ngurus depot, pakai kaos longgar dan celana pendek rumah yang biasa dia pakai. Keringat tipis di ulang, rambut membeku asal-asalan. Genjor pasti lagi bantu angkat galon di depannya. Badannya yang kurus tapi kuat itu pasti mudah angkat beban berat.
4013Please respect copyright.PENANArSu03jt231
4013Please respect copyright.PENANAkvoSepcIiy
4013Please respect copyright.PENANAnjD8TOuWZ3
Aku menghela napas pelan. Kenapa aku malah mikir begini? Harusnya aku senang Qila dibantu. Tapi ada sedikit rasa tidak enak yang tidak jelas asal usulnya. Seperti ada sesuatu yang mulai menggelitik di dada.
4013Please respect copyright.PENANAQbQPgdiXcB
4013Please respect copyright.PENANAFJ5RJ6h7wV
4013Please respect copyright.PENANAg8ZiKreWpH
Jam lima sore aku sudah keluar kantor. Macet seperti biasa di Semarang. Aku naik motor, angin pegal agak panas menyapu wajah. Begitu masuk kompleks perumahan, saya sengaja lewat depan depot galon milik Qila. Pintu depot masih terbuka lebar.
4013Please respect copyright.PENANApx2Si1pWcO
4013Please respect copyright.PENANAPeMECdlO25
4013Please respect copyright.PENANABR4q5avI2l
Aku memperlambat laju motor. Genjor sedang mengangkat dua galon sekaligus ke atas motor pelanggan. Badannya memang kurus, namun otot lengannya tampak menonjol saat diangkat. Bang Wesno lagi bantu muat galon kosong ke rak, sementara Bang Dayat — yang badannya gemuk dan mukanya biasa saja — sedang berdiri di dekat meja kasir, ngobrol dengan Qila.
4013Please respect copyright.PENANAqM7ClJI5Fv
4013Please respect copyright.PENANANE66J2B0B6
4013Please respect copyright.PENANA1VKMe6WELh
Qila berdiri di sana, memakai kaos putih longgar dan celana pendek jeans. Rambutnya diikat ekor kuda. Dia tertawa kecil sambil mencatat sesuatu di buku nota. Aku melihat Genjor melirik ke arah Qila, senyum lebar di wajahnya yang masih muda itu. Qila balas melirik sekilas, lalu tersenyum tipis sebelum kembali fokus ke nota.
4013Please respect copyright.PENANANUWxma3sfd
4013Please respect copyright.PENANA8lbUI2GFty
4013Please respect copyright.PENANAGdpIMAkRhH
Aku merasa ada yang hangat di dada. Bukan marah, tapi... aneh. Seperti ada sesuatu yang mengganggu tapi aku tidak bisa jelasin. Saya melanjutkan motor ke rumah yang hanya lima meter dari depo.
4013Please respect copyright.PENANAYUSxpXrkiw
4013Please respect copyright.PENANABcZ9nHpHdr
4013Please respect copyright.PENANAG8H3ToevXn
Begitu masuk rumah, aroma masakan tumis kangkung dan ikan asin langsung disambut. Qila sudah pulang lebih dulu. Aku melepas sepatu, lalu masuk ke dapur. Qila sedang membalikkan ikan di wajan, pinggulnya sedikit bergoyang mengikuti gerakan.
4013Please respect copyright.PENANAbOxe7rUzDs
4013Please respect copyright.PENANAcLd3l7IaBy
4013Please respect copyright.PENANA5IS4Fsk5YU
“Mas pulang,” kataku sambil mendekat dari belakang, memeluk pinggangnya pelan.
4013Please respect copyright.PENANA6RAATO9xcc
4013Please respect copyright.PENANAZoZ6YbgH7W
4013Please respect copyright.PENANA01qYCz1RXi
Qila tersenyum, tapi jangan terlalu antusias. “Iya, capek ya hari ini?”
4013Please respect copyright.PENANAMMHjmPklgJ
4013Please respect copyright.PENANAx2GpS1izaF
4013Please respect copyright.PENANAqwMzmCJ7ef
“Biasa aja. Kamu?”
4013Please respect copyright.PENANArMVCjd4bhP
4013Please respect copyright.PENANA3HxCPngRI3
4013Please respect copyright.PENANAx4SZPPCHQ9
“Biasa. Hari ini banyak pesanan. Untung Genjor rajin.”
4013Please respect copyright.PENANAqSHlTwm9MJ
4013Please respect copyright.PENANAAaU6oobncI
4013Please respect copyright.PENANA7Oql07i7PR
Lagi. Namanya disebut. Aku mencium bahu Qila sekilas, mencium aroma keringat bercampur sabun mandi yang masih tersisa. Tubuhnya hangat. Payudaranya yang sedang ditekan lengan bawahku terasa kenyal. Nafsu kecil mulai muncul, tapi aku tahan. Belum waktunya.
4013Please respect copyright.PENANAVduVKKXVZ1
4013Please respect copyright.PENANA9Lfx4izJST
4013Please respect copyright.PENANAxZSmD7Fzx1
Kami makan malam di meja kecil ruang tengah. Lampu neon kuning membuat suasana terasa hangat tapi biasa saja.
4013Please respect copyright.PENANA0nwepVxHvg
4013Please respect copyright.PENANAbmUcvjLFmN
4013Please respect copyright.PENANAAbZ1qBreZh
Qila menyendokkan nasi ke piringku. Gerakannya santai, tapi aku perhatikan ada sedikit keringat di batang meniru yang putih. Kaosnya agak basah di bagian dada karena uap masakan, membuat bentuk bra-nya samar terlihat.
4013Please respect copyright.PENANA733BINKnpP
4013Please respect copyright.PENANAFtbUGdKQM0
4013Please respect copyright.PENANAPzqrWX6ckn
“Kamu hari ini bagaimana di kantor?” tanyanya sambil duduk di depanku.
4013Please respect copyright.PENANAziGGY1c9E3
4013Please respect copyright.PENANAMS2zbMAWKF
4013Please respect copyright.PENANAPtqjCYjCzv
"Meeting mulu. Bos minta laporan tambahan lagi. Capek juga."
4013Please respect copyright.PENANAgiUGsoOQcc
4013Please respect copyright.PENANAA69fehckAz
4013Please respect copyright.PENANADvseQ6wDcK
Qila mengangguk, lalu mulai cerita. "Di depot hari ini rame. Pagi-pagi sudah ada yang pesen 50 galon buat kontrak. Genjor sama Bang Wesno yang ngangkat-ngangkat. Genjor itu ya, mas... badannya kurus tapi kuat banget. Tadi dia angkat galon numpuk di belakang sendirian. Aku cuma berdiri ngawasin."
4013Please respect copyright.PENANADqzq49md7T
4013Please respect copyright.PENANAJVsgMTfIWd
4013Please respect copyright.PENANAcnV5Om9H6D
Aku mengunyah nasi lebih pelan. Ada rasa hangat yang naik ke tenggorokan. “Emang dia rajin ya?”
4013Please respect copyright.PENANA1XBr7C5bxQ
4013Please respect copyright.PENANAWlLwuv7RPQ
4013Please respect copyright.PENANAnuCMSjvc6Y
"Iya. Kalau nggak ada dia, aku pasti pegel sendiri. Bang Dayat sih lebih suka bantu di bagian muat-muat yang ringan. Dia kan udah agak tua, badannya juga gemuk."
4013Please respect copyright.PENANAa3Lt2TSZGU
4013Please respect copyright.PENANAOulhSTimJ0
4013Please respect copyright.PENANAE9qr8MBLNC
Qila tertawa kecil saat mengatakan itu. Tawannya ringan, tapi entah kenapa terdengar agak berbeda di telingaku. Aku bayangin Bang Dayat yang jelek mukanya, gemuk, berdiri dekat Qila seharian. Lalu Genjor yang muda, energik, pasti sering dekat-dekat.
4013Please respect copyright.PENANAEbW6RMJIFP
4013Please respect copyright.PENANAfBMDW234we
4013Please respect copyright.PENANAQeZRUlxvwX
“Terus tadi Genjor kepleset dikit waktu angkat galon yang basah. Bajunya basah kuyup, mas. Kelihatan badannya yang keringetan gitu,” lanjut Qila sambil mengaduk sambal di piringnya.
4013Please respect copyright.PENANAmkCYzzAvW0
4013Please respect copyright.PENANAd4ROpbghox
4013Please respect copyright.PENANAgspwXjJGn1
Aku merasa ada yang berdenyut pelan di selangkangan. Bukan karena cerita itu langsung bikin sange, tapi karena cara Qila menceritakannya. Matanya agak berbinar, suaranya santai tapi ada nada yang... entahlah. Aku merasakan dada agak sesak, tapi juga ada sensasi aneh yang nikmat.
4013Please respect copyright.PENANA8fleQResNb
4013Please respect copyright.PENANAKOvj5RbhvV
4013Please respect copyright.PENANAfN5WfT20mI
“Ya untung nggak apa-apa,” jawabku, berusaha terdengar biasa.
4013Please respect copyright.PENANAvL2Y9HQgPe
4013Please respect copyright.PENANAWbY10tJCpj
4013Please respect copyright.PENANA1sld6iQMPd
Qila mengangguk. "Iya. Aku terima kasih dia minum es teh langsung. Kasian juga."
4013Please respect copyright.PENANAW7rpxQnGcK
4013Please respect copyright.PENANA3iJFl7neEj
4013Please respect copyright.PENANA5B1bEDa8q2
Kami makan dalam diam beberapa saat. Aku mencuri pandang ke wajah Qila. Cantik. Kulitnya putih mulus, bibirnya agak tebal, mata yang sipit manis. Sudah lima tahun, tapi tubuhnya masih enak dipandang. Payudaranya masih kencang, kedalaman rata, bokongnya montok. Tapi aku tahu, sex kami akhir-akhir ini... kurang memuaskan buat dia.
4013Please respect copyright.PENANATuXXzw8XVd
4013Please respect copyright.PENANAylsHBfghIC
4013Please respect copyright.PENANADgCSJKfrI5
Aku ingat malam-malam sebelumnya. Aku selalu cepat keluar dan biasanya dalam lima menit sudah selesai. Qila jarang protes, tapi aku tahu dari cara dia diam dan manyun setelahnya.
4013Please respect copyright.PENANAHvB4SUg8Tm
4013Please respect copyright.PENANAPz0fqyYZTg
4013Please respect copyright.PENANA3DYNboBey6
Malam ini, aku berharap bisa lebih baik.
4013Please respect copyright.PENANAUDwwKJuc67
4013Please respect copyright.PENANAd1ngyCFfol
4013Please respect copyright.PENANAStSStKJsi0
Qila melanjutkan cerita kecilnya, “Bang Dayat juga sering bantu angkat galon ke belakang rumah. Katanya biar aku nggak capek. Dia emang baik sih, padahal mukanya biasa aja.”
4013Please respect copyright.PENANAffcYn7a6yd
4013Please respect copyright.PENANAAJVK7T8l6L
4013Please respect copyright.PENANAaa1awOXliJ
Lagi. Bang Dayat. Aku mengangguk pelan, tapi di dalam hati ada sesuatu yang mulai bergerak pelan. Seperti gelombang kecil yang belum jelas.
4013Please respect copyright.PENANAttk4irbNeG
4013Please respect copyright.PENANAppEI9Fw54m
4013Please respect copyright.PENANAKG2Xd7ZQzX
Kami selesai makan. Qila membereskan piring, pinggulnya bergoyang pelan saat berjalan ke dapur. Aku duduk di kursi, memandangnya dari belakang. Ada keinginan untuk mendekat, meraba pinggul itu, tapi aku tahan. Nanti saja di kamar.
4013Please respect copyright.PENANAaB0pGZZklz
4013Please respect copyright.PENANAJw2KjRpJ6s
4013Please respect copyright.PENANAhwU7fIxjkk
Tapi entah kenapa, pikiranku kembali ke Genjor yang bajunya basah kuyup tadi siang, dan Bang Dayat yang sering membantu di belakang rumah.
4013Please respect copyright.PENANAvzBRHhB6K1
4013Please respect copyright.PENANAMSRQ9rXX8x
4013Please respect copyright.PENANAJ8g3s7iEFk
Aku menenangkan kepala pelan.
4013Please respect copyright.PENANAcwzVMCiERQ
4013Please respect copyright.PENANAaPwBg8kXQ0
4013Please respect copyright.PENANAbaZuGEYaPi
“Ini cuma cerita biasa,” kataku dalam hati. “Jangan berpikir macam-macam, Raka.”
4013Please respect copyright.PENANA2B4SOhYtHk
4013Please respect copyright.PENANAmINxRv9uGz
4013Please respect copyright.PENANAOrveV6K5qS
Tapi rasa nyaman kecil itu sudah mulai menempel, meski masih sangat tipis.
4013Please respect copyright.PENANAlb2MsfTHNA
4013Please respect copyright.PENANAl2JKlTzvjO
4013Please respect copyright.PENANAGhhdPzJVKL
Setelah membereskan piring, Qila masuk ke kamar lebih dulu. Aku mengikuti tak lama kemudian, mematikan lampu ruang tengah. Kamar kami cukup sederhana — kasur king size yang sudah agak melesak di tengah, lemari pakaian, dan AC yang berisi pelan. Qila sudah duduk di tepi kasur, melepas ikatan rambutnya hingga tergerai di bahu. Kaos putih longgarnya masih menempel di badan, sedikit lembab karena keringat perih tadi.
4013Please respect copyright.PENANAn2zpQMt5rj
4013Please respect copyright.PENANAfk4a7v4DJH
4013Please respect copyright.PENANALbNccTRTvy
Aku mendekat dari belakang, melingkar di pinggangnya. Kulitnya hangat, agak lengket. Aku cium menirukan pelan, menghirup aroma campuran sabun mandi dan keringat samar yang masih tersisa. Qila mendesah kecil, tapi bukan desahan penuh nafsu — lebih seperti pasrah.
4013Please respect copyright.PENANAQAymjCJYw0
4013Please respect copyright.PENANAODF2uHyTwV
4013Please respect copyright.PENANAeiOzNS6YPr
“Capek ya?” tanyaku sambil diterima naik pelan ke bawah kaosnya, meraba perut rata yang lembut.
4013Please respect copyright.PENANAYtfYpqPdxK
4013Please respect copyright.PENANAWkHlGIYc1w
4013Please respect copyright.PENANAEnA7p4jWno
“Biasa aja,” jawabnya pelan. Dia nggak menolak, tapi juga nggak terlalu antusias. Tubuhnya tetap diam saat aku melepas kaosnya, menampilkan bra hitam sederhana yang membungkus payudaranya yang sedang-sedang saja tapi masih kencang.
4013Please respect copyright.PENANAVU1DruFhnt
4013Please respect copyright.PENANAud5FTRCXMW
4013Please respect copyright.PENANAVCDU8UHPVh
Kami berbaring di kasur. Aku mencium ciumannya, lidahku menyusup pelan. Qila membalas ciuman, tapi hanya sebentar sebelum dia berjanji muka sedikit. Tanganku turun ke celana pendeknya, meraba paha dalamnya yang halus. Memeknya sudah agak basah saat jemariku menyentuh kain celana di dalamnya, tapi tidak sebanyak dulu waktu kami baru nikah.
4013Please respect copyright.PENANAkmHMakVSJE
4013Please respect copyright.PENANAGh4NWNTQjC
4013Please respect copyright.PENANAjtVjDdW9WR
Aku melepas celana dalamnya dengan pelan. Aku sudah keras, meski ukurannya hanya 12 cm saat ereksi penuh. Aku naik ke atas tubuh Qila. Dia kakinya membuka sedikit lebih lebar, tapi matanya setengah merem, ekspresinya datar.
4013Please respect copyright.PENANAmYWA2UsP6J
4013Please respect copyright.PENANAy6kgnylO0W
4013Please respect copyright.PENANAmjlqj7aFRi
“Masuk ya,” gumamku.
4013Please respect copyright.PENANALYgwUNHayG
4013Please respect copyright.PENANAi7B6SQoLHB
4013Please respect copyright.PENANAeDZDlLc59g
Qila hanya mengangkat kecil.
4013Please respect copyright.PENANAroFZe8GqNN
4013Please respect copyright.PENANAGZJNWMrw8x
4013Please respect copyright.PENANAfa5RI0FikB
Aku mendorongnya dengan pelan. Memeknya masih enak, hangat, dan agak rapat di pangkalnya, tapi aku tahu dia tidak terlalu bergairah. Aku mulai gerak naik turun, ritme yang biasa aku pakai. Enak, tapi cepat nafsuku naik. Payudaranya bergoyang pelan mengikuti gerakanku. Aku menciumnya lagi, merasakan pijatan pinggulnya yang montok.
4013Please respect copyright.PENANAJavJlzXqYu
4013Please respect copyright.PENANA9vLsCihLZU
4013Please respect copyright.PENANA3zuVrRkE7E
Tapi belum genap lima menit, saya sudah merasa mau keluar. “Qila… aku mau keluar,” bisikku sambil mempercepat gerakan.
4013Please respect copyright.PENANA1ficNMLa8v
4013Please respect copyright.PENANAYRD7qj4yoM
4013Please respect copyright.PENANAoToS1qM9rb
Dia tidak bilang apa-apa, hanya memegang lenganku pelan. Aku mendorong lebih dalam beberapa kali lagi sebelum akhirnya menyembur ke dalam. Panas, tapi singkat. Tubuhku bergetar sebentar, lalu lunglai di atasnya.
4013Please respect copyright.PENANAqQvuvX6QI1
4013Please respect copyright.PENANAUNRYJE8xXi
4013Please respect copyright.PENANAsugpqZbvQd
Aku turun pelan, bernapas ngos-ngosan. Qila diam saja, menatap langit-langit kamar. Wajahnya agak merah, tapi bukan karena kepuasan — lebih seperti karena usaha yang tidak tuntas. Dia mengambil tisu di nakas, membersihkan memeknya tanpa banyak kata.
4013Please respect copyright.PENANA0AMNszeDzX
4013Please respect copyright.PENANAy88sfAyoSN
4013Please respect copyright.PENANAuwAm1rfE1B
Aku merasa bersalah seperti biasa. “Maaf ya, cepet lagi,” kataku pelan sambil memeluknya dari samping.
4013Please respect copyright.PENANAu4RkEnPc7V
4013Please respect copyright.PENANAJFpQwV9clY
4013Please respect copyright.PENANAekfzMVZECD
Qila hanya menggumam, “Udah biasa kok.”
4013Please respect copyright.PENANAPeRUHYsgh4
4013Please respect copyright.PENANA4yGbA7Lbzo
4013Please respect copyright.PENANAzlRSsS8mlL
Kami berbaring berdampingan. AC meniup dingin ke kulit yang masih panas. Qila menarik selimut sampai dada, rambut acak-acakan di bantal. Aku memandang wajahnya dari samping — cantik, tapi ada sedikit kerutan kecil di dahi yang biasanya muncul kalau dia agak kesal.
4013Please respect copyright.PENANAeM0b6mgBv5
4013Please respect copyright.PENANARJLBLpbd1b
4013Please respect copyright.PENANAewhbzXz1BK
Beberapa menit berlalu dalam diam. Lalu Qila berbicara, suaranya pelan dan santai seperti sedang biasa.
4013Please respect copyright.PENANAekIHso1AFx
4013Please respect copyright.PENANAIBDbdR6HwI
4013Please respect copyright.PENANAT3Us4mcvsr
"Bang Dayat tadi sore bilang lagi kasihan ya mas. Istrinya udah tiga tahun meninggal. Katanya kadang susah dia tidur malam-malam."
4013Please respect copyright.PENANA3KzUyoK5zL
4013Please respect copyright.PENANA4SzERn5zJu
4013Please respect copyright.PENANAMnxjslk9GV
Aku menoleh. "Oh ya? Trus dia cerita ke kamu?"
4013Please respect copyright.PENANAwzDG0D1KCf
4013Please respect copyright.PENANAmzNnGQo9rF
4013Please respect copyright.PENANAByhEHKHY3N
"Iya, pas lagi bantu angkat galon ke belakang rumah. Dia suka cerita gitu kalau lagi istirahat. Aku cuma dengerin aja. Kasian sih, umur 40 tapi sudah sendirian."
4013Please respect copyright.PENANANx5XKbMJBO
4013Please respect copyright.PENANAk0R4krmc6p
4013Please respect copyright.PENANAaWHI3i4NTc
Nada Qila lembut saat berbicara tentang Bang Dayat. Ada empati yang terdengar tulus, tapi entah kenapa membuatku merasa ada yang mengganjal. Aku membayangkan Bang Dayat yang gemuk, mukanya jelek, berdiri dekat Qila di belakang rumah sore tadi, sambil cerita soal kesetaraannya.
4013Please respect copyright.PENANAJYyJ9oeonk
4013Please respect copyright.PENANAXDa8ryqKST
4013Please respect copyright.PENANABgID9KrETB
“Dia minta sesuatu bukan?” tanyaku setengah bercanda.
4013Please respect copyright.PENANAu6jbhhX2dm
4013Please respect copyright.PENANAJeZSzNDUAL
4013Please respect copyright.PENANAmbp7unvp06
Qila tipis tersenyum. "Biasa aja. Cuma curhat. Tapi ya... kadang aku mikir, cowok sendirian lama-lama pasti butuh pelampiasan juga."
4013Please respect copyright.PENANAukuRu9JgYw
4013Please respect copyright.PENANA6BVN0tqHVa
4013Please respect copyright.PENANAySJlqDycVT
Aku diam. Kata-kata itu menggantung di udara. Pelampiasan. Aku merasa tititku yang sudah lemas tadi bergerak pelan lagi, meski tidak memaksa penuh. Ada campuran rasa tidak enak dan sensasi aneh yang panas di dada.
4013Please respect copyright.PENANAgROpczR1Cx
4013Please respect copyright.PENANAs4FP2heEPT
4013Please respect copyright.PENANARdbAcwPEif
Qila melanjutkan, “Genjor juga rajin banget hari ini. Tadi dia angkat galon sambil bercanda, bilang 'Mbak Qila jangan capek-capek, biar aku yang kerja keras.' Lucu deh anak itu.”
4013Please respect copyright.PENANAvjKu0PVqoC
4013Please respect copyright.PENANA7JMJpc7eSp
4013Please respect copyright.PENANATFiWZlwS0u
Dia tertawa kecil mengingatnya. Tawanya ringan, tapi membuatku membayangkan Genjor yang tonggos-cungkring itu berdiri dekat istriku, keringetan, baju basah menempel di tubuhnya.
4013Please respect copyright.PENANARXxeXWNrZM
4013Please respect copyright.PENANArWyv7OK1zE
4013Please respect copyright.PENANAaEAVzLNZ4z
Aku memeluk Qila lebih erat. “Kamu hati-hati ya di depot.Banyak cowok.”
4013Please respect copyright.PENANAkzSF3fTYa1
4013Please respect copyright.PENANA0FbLoMFh7s
4013Please respect copyright.PENANAg661kLTuCz
Qila mengangguk, tapi tidak langsung menjawab. Dia malah membalikkan badan sedikit, membelakangiku. “Udah ngantuk mas. Besok pagi depo rame lagi.”
4013Please respect copyright.PENANAZszNOgKbyy
4013Please respect copyright.PENANAHe77URw9AL
4013Please respect copyright.PENANAdP7Pq0vwy5
Aku mengusap punggungnya dengan pelan. Kulitnya halus. Tapi aku bisa merasakan dia agak menjauh, bukan secara fisik, tapi secara emosi. Seks tadi jelas tidak memuaskannya. Aku tahu itu. Dan entah kenapa, pikiran tentang Genjor dan Bang Dayat yang “bantu” dia seharian malah membuatku gelisah sekaligus... penasaran.
4013Please respect copyright.PENANAMG4siiEbKE
4013Please respect copyright.PENANAbZpiNFpS3j
4013Please respect copyright.PENANAFBlyX4bI5K
Malam semakin larut. Qila sudah tertidur, napasnya pelan dan teratur. Aku masih terjaga, menatap langit-langit kamar yang gelap. Cahaya lampu jalan dari celah gorden masuk sedikit, menghasilkan sisi wajah Qila yang damai.
4013Please respect copyright.PENANA0PqCq8ywUT
4013Please respect copyright.PENANAZzAm97u0Qh
4013Please respect copyright.PENANAQmHJp0Wyer
Lima tahun kami menikah. Awalnya seru, penuh nafsu. Tapi sekarang rutinitas ini terasa...datar. Aku yang cepat keluar, dia semakin sering pasrah. Aku tahu dia butuh lebih, tapi aku tidak tahu harus bagaimana.
4013Please respect copyright.PENANAZXvhozTX4r
4013Please respect copyright.PENANAjfvVgoR9dS
4013Please respect copyright.PENANAL49qBKbQ8G
Pikiran kembali ke cerita sakit tadi. Genjor yang bajunya basah kuyup. Bang Dayat yang curhat soal kesepian. Cara Qila tersenyum tipis saat bercerita. Senyum yang sama seperti yang aku lihat sakit tadi saat dia ngobrol dengan mereka di depot.
4013Please respect copyright.PENANA05NkGXnN6D
4013Please respect copyright.PENANAItx0KRp4SI
4013Please respect copyright.PENANAQFLI6PNbFx
Aku menghela napas pelan. “Kenapa aku malah mikir gini?” gumamku dalam hati.
4013Please respect copyright.PENANAKHhkizvbal
4013Please respect copyright.PENANA2Gq6QMxvex
4013Please respect copyright.PENANAYGAxwBzf92
Seharusnya aku bangga. Qila mandiri, usahanya jalan, aku bisa fokus ke kantor. Tapi ada rasa kecil yang mulai tumbuh — seperti ada sesuatu yang pelan-pelan diarahkan ke dalam rumah tangga kami. Sesuatu yang hangat, menggelitik, dan sedikit berbahaya.
4013Please respect copyright.PENANAmDVVLGwmq2
4013Please respect copyright.PENANAjTfUUInXAC
4013Please respect copyright.PENANAMOT3KTKFqi
Aku memandang Qila lagi. Payudaranya naik turun pelan di balik selimut. Pinggulnya yang montok terlihat samar. Tubuh yang setiap hari dikelilingi tiga pria di depot.
4013Please respect copyright.PENANA6ONezyjUFy
4013Please respect copyright.PENANAaqXAhZyEnE
4013Please respect copyright.PENANAjU1Vm99ogW
Aku memejamkan mata, mencoba tidur. Tapi bayangan Genjor yang kuat mengangkat galon, Bang Dayat yang gemuk berdiri di dekat istriku, dan senyum Qila yang agak berbeda itu terus muncul secara bergantian.
4013Please respect copyright.PENANAeLwzAiWzHp
4013Please respect copyright.PENANAO0PMFqFzpG
4013Please respect copyright.PENANARH9pP9zgWT
Rasa rekomendasi itu masih kecil. Masih bisa aku tekan. Tapi sudah mulai menempel, seperti noda kecil yang perlahan-pelan melebar.
4013Please respect copyright.PENANATqCfGWYPCo
4013Please respect copyright.PENANAKTB3tx2p7e
4013Please respect copyright.PENANA4Jn2orfabN
Malam itu aku tidur dengan pikiran yang tidak tenang, meski di luar terdengar suara jangkrik dan angin malam yang sepi.4013Please respect copyright.PENANAPu6zuv9zBA


