Laksmi menatapku dengan mata yang berkilat penuh godaan gelap, meski tubuhnya masih gemetar sisa orgasme berulang yang kami alami. Keringat masih membasahi kulit kuning langsatnya yang halus, payudaranya yang besar dan montok naik-turun cepat, putingnya yang gelap mengeras karena udara dingin AC yang menyapu ruangan. Memeknya yang montok masih menganga sedikit, bibir luarnya tebal dan merah mengkilap oleh campuran cairan kami berdua yang meluap-luap.
1874Please respect copyright.PENANA5IKTVz9rYd
Ketukan di pintu terdengar lagi, lebih pelan namun tegas.
1874Please respect copyright.PENANA5I5CcSmsqk
“Bu… suaminya masih menunggu di telepon,” kata Budi dari balik pintu dengan suara beratnya yang tenang.
1874Please respect copyright.PENANAHaUj9sY3QN
Laksmi tersenyum lebar, nakal, dan penuh keberanian. Ia bangkit dari pelukanku dengan gerakan lambat yang sensual. Tubuh telanjangnya yang sempurna berdiri tegak di depanku. Payudaranya bergoyang berat, bokong montoknya yang bulat dan kenyal bergoyang pelan saat ia melangkah menuju pintu. Tidak ada kain yang menutupi sedikit pun. Kulitnya berkilau, bekas ciuman dan remasan merah samar terlihat di leher, payudara, dan paha dalamnya.
1874Please respect copyright.PENANA8w2QvdjB9X
Ia menoleh padaku sekali lagi, meletakkan jari di bibirnya sebagai isyarat agar aku diam, lalu dengan tangan yang mantap, ia memutar kunci dan membuka pintu lebar-lebar.
1874Please respect copyright.PENANAXLbXjleDiJ
Budi berdiri di ambang pintu, masih memakai seragam sopir hitamnya. Matanya melebar sesaat ketika melihat Laksmi berdiri telanjang sempurna di depannya. Tatapannya turun perlahan — dari payudara besar yang berat dengan puting mengeras, ke perut rata, lalu ke memek montok yang masih basah dan mengkilap, hingga ke kaki jenjang yang mulus.
1874Please respect copyright.PENANANEABSOqTYq
“Bu…” suara Budi sedikit parau, ada kekaguman dan nafsu yang tak bisa disembunyikan.
1874Please respect copyright.PENANAA05qDhiK6H
Laksmi bersandar di kusen pintu, sengaja membiarkan tubuhnya terpapar sepenuhnya. “Suamiku menelepon? Berikan teleponnya.”
1874Please respect copyright.PENANAkwpquIEgkx
Budi menyerahkan ponsel dengan tangan yang sedikit gemetar. Laksmi mengambilnya, menekan tombol speaker, dan bersandar lebih santai. Suara suaminya terdengar jelas di ruangan.
1874Please respect copyright.PENANAFT2lt9oTzv
“Sayang? Kamu di mana? Kok lama sekali angkat teleponnya?”
1874Please respect copyright.PENANAo9vuvXBAOP
Laksmi tersenyum sambil menatap Budi, lalu melirik ke arahku yang masih berbaring telanjang di tempat tidur. “Maaf, Sayang. Aku baru selesai mandi. Tubuhku agak lengket tadi.”
1874Please respect copyright.PENANActlSHfTDeh
Sementara itu, Budi tidak bisa menahan diri. Tangannya yang besar naik pelan, menyentuh pinggang ramping Laksmi. Laksmi tidak menolak. Malah ia mendekatkan tubuhnya, membiarkan payudaranya yang montok menyentuh dada Budi.
1874Please respect copyright.PENANAq2KCcjqlt0
Aku di tempat tidur merasa darahku mendidih — campuran cemburu, gairah, dan ketegangan yang luar biasa.
1874Please respect copyright.PENANASW1GW7nEEY
Laksmi berbicara dengan suaminya dengan suara manis, sementara Budi mulai meremas payudaranya pelan. Jari-jari kasar Budi memilin putingnya, membuat Laksmi menggigit bibir bawahnya agar tak mendesah.
1874Please respect copyright.PENANA6ZRHnMQ3ON
“Iya, Sayang… aku baik-baik saja. Arkan masih di sini, kami bahas proyek… sangat intens,” kata Laksmi sambil menahan erangan karena Budi kini menunduk dan menghisap puting kirinya dengan rakus.
1874Please respect copyright.PENANAQGieAxo1Jp
Suaminya terus berbicara, tak tahu apa yang terjadi. Laksmi mengangguk-angguk, tangan kirinya meraih kepala Budi, mendorongnya lebih dalam ke payudaranya.
1874Please respect copyright.PENANAsZ4uPXMtcy
Setelah beberapa menit, panggilan berakhir. Laksmi melempar ponsel ke sofa dan mengerang pelan.
1874Please respect copyright.PENANAhaGhqRC3gf
“Budi… kamu nakal sekali,” bisiknya sambil tersenyum.
1874Please respect copyright.PENANAyV9o6nTNhh
Budi menarik diri, bibirnya basah oleh air liur. “Bu… melihat Bu telanjang seperti ini… saya tidak tahan.”
1874Please respect copyright.PENANA5BLWa1yRk4
Laksmi menoleh padaku. “Arkan… kamu mau lihat aku digenjot Budi lagi? Atau… kamu mau kita bertiga malam ini?”
1874Please respect copyright.PENANAiNBQ3oWqG7
Aku bangkit, kejantananku sudah keras sepenuhnya. “Aku mau bertiga.”
1874Please respect copyright.PENANAnaBiwqeWst
Laksmi tersenyum puas. Ia menarik Budi masuk ke kamar, menutup pintu, dan mengunci kembali.
1874Please respect copyright.PENANAMNYWSAWsUC
Malam itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan intens.
1874Please respect copyright.PENANAEf8gvZYHyl
Laksmi berdiri di antara kami berdua. Ia menciumku dulu, lidah kami menari liar, lalu berbalik mencium Budi dengan sama rakusnya. Tangan Budi meremas bokongnya dari belakang, tanganku meremas payudaranya dari depan.
1874Please respect copyright.PENANAR1t9KGEvhf
Kami membawa Laksmi ke tempat tidur. Ia berbaring telentang, membuka kakinya lebar-lebar. Budi langsung berlutut di antara kakinya, menjilat memeknya dengan rakus. Lidahnya yang kasar menari di klitoris, menyelip masuk ke lubang memek yang basah. Sementara itu, aku naik ke atas, memberi Laksmi batangku untuk diisap.
1874Please respect copyright.PENANADnzFn2YMhn
Laksmi mengisap kontolku dengan penuh nafsu, mulutnya panas dan basah, lidahnya menari di urat-urat batangku. Di bawah, Budi terus menjilat memeknya, dua jarinya mengaduk di dalam.
1874Please respect copyright.PENANAU4BSROVGEW
“Ahh… kalian berdua… enak sekali…” erang Laksmi di antara isapan.
1874Please respect copyright.PENANAetW40b5bbv
Kami bertiga kini berada di tengah tempat tidur king size yang sudah berantakan. Laksmi berada di posisi tengah, tubuh telanjangnya yang sempurna menjadi pusat kenikmatan bagi kami berdua. Kulitnya yang kuning langsat berkilau oleh keringat, rambut hitamnya tergerai liar di punggung dan bahu.
1874Please respect copyright.PENANAjJbbDqy1JZ
Kami berganti posisi dengan alur yang mengalir penuh nafsu. Budi, dengan tubuh tegap dan kekuatannya yang kasar, memposisikan diri di belakang Laksmi. Ia memegang pinggang ramping wanita itu dengan dua tangan besarnya, lalu mendorong batang kejantanannya yang tebal dan panjang ke dalam memek Laksmi dari belakang dalam posisi doggy style yang sempurna.
1874Please respect copyright.PENANA3xvFmL2zmv
“Ahh… Budi… pelan dulu… kontolmu selalu terlalu besar…” erang Laksmi panjang saat batang tebal itu membelah memeknya yang sudah basah dan longgar karena ronde sebelumnya dengan Arkan.
1874Please respect copyright.PENANACzNt9dpatZ
Budi tidak benar-benar pelan. Dengan satu dorongan kuat, ia memasukkan hampir seluruh batangnya hingga pangkal. Memek Laksmi menganga lebar, bibir luarnya yang tebal dan montok meregang maksimal menggenggam batang Budi yang berurat. Cairan kental langsung menetes dari celah persatuan mereka.
1874Please respect copyright.PENANAuZ0lGxidLc
Sementara itu, Laksmi berada di depanku dalam posisi merangkak. Wajahnya tepat di depan kejantananku yang tegak sempurna. Tanpa menunggu lama, ia membuka mulutnya yang merah dan bengkak, lalu menelan kepala batangku dengan rakus. Mulutnya yang hangat dan basah langsung memelukku erat.
1874Please respect copyright.PENANAx5BSWqPJuD
Budi mulai menghantam dengan kuat dan kasar. Pinggulnya bergerak maju mundur dengan irama kuat, setiap hantaman menghasilkan bunyi keras dan basah:
1874Please respect copyright.PENANAtdt75vvV2P
**“Plok… plok… plok… plok…”**
1874Please respect copyright.PENANAY1TL0EkvZ0
Bunyi hantaman daging itu menggema di kamar mewah tersebut. Setiap kali Budi menghantam dari belakang, seluruh tubuh Laksmi bergoyang hebat ke depan. Payudaranya yang besar, berat, dan montok bergoyang liar seperti dua bola penuh di bawah tubuhnya. Putingnya yang gelap dan mengeras menyapu seprai setiap kali payudaranya berguncang.
1874Please respect copyright.PENANAZXNUefetMh
Laksmi mengerang liar di sekitar batangku. Suaranya teredam karena mulutnya penuh kontolku, tapi getarannya terasa hingga ke pangkal batangku.
1874Please respect copyright.PENANASrKNS3GgBK
“Mmmhh… nghh… ahh…!” erangannya pecah-pecah, air liurnya menetes deras dari sudut bibirnya, membasahi batangku dan turun ke selangkangan ku.
1874Please respect copyright.PENANA4b5QCoKL8C
Budi meraih rambut Laksmi dengan satu tangan, menariknya ke belakang sambil terus menghantam. “Memek Bu semakin enak setelah digenjot Arkan… sempitnya sudah berkurang, tapi masih nyedot kontol saya kuat sekali…”
1874Please respect copyright.PENANAFLmvaEhsgR
Laksmi melepaskan batangku sebentar untuk menarik napas, tali air liur menghubungkan bibirnya dengan kepala kontolku. “Iya… genjot lebih keras, Budi… hancurkan memek istri orang ini… ahh… Arkan, masukkan lagi ke mulutku…”
1874Please respect copyright.PENANAOmwUtKnQW8
Aku memegang kepala Laksmi dengan lembut tapi tegas, memasukkan batangku kembali ke dalam mulutnya yang panas. Ia mengisap dengan rakus, lidahnya menari di urat-urat batangku, sesekali menelan hingga tenggorokannya. Sementara itu, Budi terus menghantam tanpa ampun. Bokong montok Laksmi berguncang hebat setiap kali panggul Budi membentur, meninggalkan bekas merah di kulit putihnya.
1874Please respect copyright.PENANAgMqNq634TS
Payudaranya bergoyang liar tanpa henti. Aku mencondongkan tubuh, meraih satu payudara yang bergoyang itu, meremasnya kuat sambil memilin putingnya. Laksmi mengerang semakin keras di sekitar kontolku.
1874Please respect copyright.PENANAEOL1QHYc0A
Cairan Laksmi mengalir deras. Setiap kali Budi menarik batangnya keluar, cairan bening kental menyembur kecil dari memeknya yang merah membara, membasahi paha Budi dan seprai.
1874Please respect copyright.PENANA9RhfDxgeHh
Laksmi orgasme pertama di posisi ini datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang kuat, memeknya berkedut liar menggenggam batang Budi. Ia menjerit di sekitar kontolku, suaranya teredam, tapi getarannya membuatku hampir meledak.
1874Please respect copyright.PENANAqSmabb5wT6
“Aku… cum…!!” erangnya pecah setelah melepaskan batangku sebentar.
1874Please respect copyright.PENANAFV60jduxB4
Tapi Budi tidak berhenti. Ia terus menghantam melalui orgasmenya, membuat Laksmi orgasme kedua secara berturut-turut. Tubuhnya gemetar hebat, kakinya yang jenjang hampir tak mampu menopang.
1874Please respect copyright.PENANAs1c36usfD7
Kami berganti posisi lagi. Kali ini Laksmi dibaringkan telentang. Budi mengangkat kedua kakinya yang panjang dan mulus ke bahu, memasukinya dalam posisi yang sangat dalam. Sementara itu, aku berlutut di samping kepalanya, memberi mulutnya kontolku lagi.
1874Please respect copyright.PENANALSM3WBxry9
Budi menghantam dengan kekuatan penuh. Setiap dorongan membuat payudara Laksmi bergoyang ke segala arah. Aku meremas keduanya, memilin putingnya sambil Laksmi mengisap batangku dengan air mata kenikmatan di sudut matanya.
1874Please respect copyright.PENANAVgx12OVcln
Aku meremas kedua payudara itu dengan dua tangan, merasakan kelembutan dan beratnya yang luar biasa. Jari-jariku tenggelam dalam daging payudara yang kenyal, memilin putingnya dengan kuat, menarik dan memutarnya pelan hingga Laksmi menggeliat liar. Air mata kenikmatan mengalir di sudut matanya yang indah, pipinya merona merah, bibirnya yang bengkak meregang lebar mengelilingi batang kejantananku.
1874Please respect copyright.PENANAX7xaw8G8iT
Laksmi mengisap kontolku dengan penuh nafsu, mulutnya yang panas dan basah bergerak maju mundur meski tubuhnya terus digoyang-goyang oleh hantaman Budi. Lidahnya menari liar di sekeliling kepala batangku, sesekali menelan dalam hingga ujungnya menyentuh tenggorokannya, membuatnya tersedak kecil tapi tetap rakus.
1874Please respect copyright.PENANAnj8ILBG8ZR
“Kamu suka ya, Bu? Digenjot dua kontol sekaligus?” tanya Budi sambil tertawa kasar, suaranya penuh kemenangan maskulin. Ia menarik pinggulnya ke belakang hingga hampir keluar seluruhnya, lalu menghantam lagi dengan satu dorongan brutal yang membuat bunyi “PLAK!” keras.
1874Please respect copyright.PENANAz7XwXONdtJ
Laksmi hanya bisa mengerang di sekitar batangku. “Mmmhh… suka… suka sekali… ahhh…!!” Suaranya teredam, getarannya menjalar hingga ke pangkal kontolku, membuatku semakin keras di dalam mulutnya yang basah.
1874Please respect copyright.PENANAf9rl1J74GY
Budi mempercepat iramanya. Kedua tangannya mencengkeram paha Laksmi yang jenjang dan mulus, menekannya lebih ke atas sehingga memeknya terbuka semakin lebar. Setiap hantaman membuat bibir memek Laksmi yang tebal dan montok meregang maksimal, menggenggam batang Budi yang licin oleh cairannya sendiri. Cairan bening kental terus menyembur keluar setiap kali Budi menarik batangnya, membasahi selangkangan mereka dan seprai sutra di bawah.
1874Please respect copyright.PENANASh9nTbbwS4
Aku meremas payudaranya semakin kuat, memilin kedua putingnya bersamaan sambil mendorong pinggulku pelan ke depan, menggenjot mulut Laksmi dengan irama yang selaras dengan hantaman Budi. Laksmi sudah tidak bisa berpikir lagi. Air matanya mengalir semakin deras, campuran kenikmatan dan sedikit kelelahan, tapi matanya penuh api gairah yang tak terpadamkan.
1874Please respect copyright.PENANAAvzPSuGXFJ
“Iya… genjot memek Bu yang cantik ini… buat dia jadi pelacur kita berdua…” desisku sambil menarik rambut Laksmi pelan, membuatnya menelan kontolku lebih dalam.
1874Please respect copyright.PENANAQm4iHtcA2F
Laksmi orgasme pertama di posisi ini datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang kuat, kakinya yang berada di bahu Budi gemetar hebat. Memeknya berkedut liar, menggenggam batang Budi dengan kuat seolah ingin memerahnya. Cairannya menyembur deras, membasahi perut Budi dan paha mereka. Erangannya teredam di sekitar batangku, getarannya membuatku hampir meledak.
1874Please respect copyright.PENANAQttM3bqc4L
Tapi Budi tidak memberi waktu istirahat. Ia terus menghantam tanpa ampun, semakin cepat, semakin dalam. Bunyi “plok-plok-plok-plok” yang basah dan keras memenuhi seluruh kamar. Payudara Laksmi bergoyang semakin liar di genggaman tanganku.
1874Please respect copyright.PENANAyy4MheoLK1
Aku melepaskan batangku dari mulut Laksmi sebentar agar ia bisa bernapas. Laksmi langsung mengerang keras, suaranya serak dan pecah.
1874Please respect copyright.PENANASyhRQ57G1O
“Aku… cum lagi… Budi… Arkan… kalian berdua… membuatku gila… ahhhhh!!”
1874Please respect copyright.PENANAZ72Cve8sMx
Orgasme keduanya datang lebih kuat. Tubuhnya melengkung hebat, memeknya menyembur cairan yang lebih banyak, membasahi seluruh area persatuan dengan Budi. Air matanya mengalir deras, mulutnya terbuka lebar, lidahnya terjulur karena kenikmatan yang meluap-luap.
1874Please respect copyright.PENANACtagMBJPha
Kami tidak berhenti. Budi menarik batangnya keluar dengan bunyi “plop” basah, lalu membalik Laksmi ke posisi cowgirl menghadapku. Laksmi naik ke pangkuanku, memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah sangat basah dan longgar. Sementara itu, Budi berdiri di belakangnya, mengarahkan batangnya yang masih keras ke lubang memek yang sama.
1874Please respect copyright.PENANAQHeo0blUQt
“Kalian berdua… mau masuk bersamaan?” tanya Laksmi dengan suara gemetar penuh antisipasi.
1874Please respect copyright.PENANAJ2xTUQWPCb
Perlahan, Budi mendorong batangnya di samping kontolku. Memek Laksmi meregang maksimal, bibirnya yang tebal memeluk dua batang sekaligus. Laksmi menjerit panjang, tubuhnya gemetar hebat karena sensasi penuh yang luar biasa.
1874Please respect copyright.PENANAt69C3Ym3bM
“Oh Tuhan… penuh sekali… aku mau robek… ahh… gerak pelan dulu…”
1874Please respect copyright.PENANAVHRBySAFDl
Kami berdua mulai bergerak secara bergantian. Saat aku mendorong ke atas, Budi menarik keluar. Saat Budi mendorong, aku menarik. Payudara Laksmi bergoyang liar di depan wajahku. Aku melahapnya rakus, menghisap putingnya kuat-kuat sambil meremas keduanya.
1874Please respect copyright.PENANApd9IyvVPtF
Laksmi orgasme ketiga, keempat, dan kelima datang berturut-turut dalam posisi double penetration ini. Tubuhnya sudah tak berdaya, hanya bisa gemetar dan mengerang tanpa kata-kata yang jelas. Cairannya terus menyembur, membasahi selangkangan kami bertiga.
1874Please respect copyright.PENANAPbR4GkvJY3
Kami berganti lagi. Laksmi berlutut di lantai, kami berdua berdiri di depannya. Ia bergantian mengisap dua kontol kami, lidahnya menjilat dari satu ke yang lain, air liurnya menetes ke payudaranya yang montok. Budi dan aku bergantian memasuki mulutnya dalam-dalam.
1874Please respect copyright.PENANACcqcpfnCFJ
Akhirnya, kami kembali ke tempat tidur. Laksmi berbaring telentang, kakinya lebar terbuka. Aku memasukinya dari depan dengan irama dalam, sementara Budi memberinya kontolnya untuk diisap lagi. Payudaranya bergoyang hebat di setiap hantamanku.
1874Please respect copyright.PENANAMp8kn2WIPh
Laksmi orgasme lagi dan lagi hingga tubuhnya benar-benar lemas. Suaranya sudah hampir hilang, hanya desahan lemah yang keluar dari mulutnya.
1874Please respect copyright.PENANAZELee8SI0m
Setelah hampir dua setengah jam threesome yang brutal dan penuh kenikmatan, Budi akhirnya meledak pertama di dalam memek Laksmi, menyemburkan sperma panasnya yang banyak dan kental jauh ke dalam rahim. Tak lama kemudian, aku meledak di mulutnya. Laksmi menelan sebanyak yang ia bisa, sisa sperma menetes di dagunya, lehernya, dan payudaranya yang sudah penuh bekas.
1874Please respect copyright.PENANAdAxERCDOcD
Kami bertiga ambruk di tempat tidur, tubuh saling menempel basah, lengket, dan lelah.
1874Please respect copyright.PENANAkBEuBr6NOw
Laksmi berbaring di tengah, memeknya terbuka lebar dan meluap-luap campuran sperma kami berdua, payudaranya naik-turun lelah, matanya setengah terpejam dengan senyum kepuasan yang dalam.
1874Please respect copyright.PENANAZMxCatyh2G
Namun, kedamaian itu hancur seketika.
1874Please respect copyright.PENANAjTwlGRLqJk
Ponsel Laksmi berdering keras di meja samping.
1874Please respect copyright.PENANA8ZbLRKijrZ
Suaminya menelepon lagi.
1874Please respect copyright.PENANAED8QfSfbAU
Dan pesan suaranya kali ini jelas terdengar:
“Sayang, aku sudah landing. Mobil sedang menuju rumah. Sampai dalam kurang dari satu jam.”
1874Please respect copyright.PENANAjp9HAIl5AO
Laksmi membuka matanya lebar, wajahnya pucat seketika meski tubuhnya masih penuh bekas kenikmatan.
1874Please respect copyright.PENANAH3yaQNApCP
“Dia… sudah di jalan…”1874Please respect copyright.PENANAdtT1AUhJqK


