Seperti sedang diterkam oleh harimau, pipi Desy terlihat memerah dan tubuhnya bergetar akibat rasa takut yang ia rasakan. Ia baru saja mengalami kekerasan dari suaminya akibat kecerobohannya meninggalkan anaknya sendiri dirumah. Ia tahu hal ini akan terjadi kepadanya, Desy tak bisa mengelak kemurkahan suaminya atas keteledorannya.
526Please respect copyright.PENANAJh1ZcMwMnO
Hingga subuh hari, Desy masih belum bisa tidur. Matanya lebam karena hantaman Gery, badannya menimbulkan bercak biru oleh pukulan yang teramat keras. Ia duduk sembari memegangi pundaknya yang masih terasa ngilu. Rana rumah tangga yang mereka bangun perlahan mulai hancur, ketidak harmonisan beserta masalah ekonomi yang melilit membuat keduanya sudah seperti insan yang tak bisa dipersatukan kembali. Satu-satunya alasan Desy masih bertahan dirumah itu ialah Jafar, anaknya. Ia tak ingin suatu saat nanti dikala anaknya tumbuh besar tak mengenal sosok ayah. Maka dari itu, Desy masih bertahan meski sering kali dapat kekerasan oleh suaminya.
526Please respect copyright.PENANA1uRrPJxR74
Gery juga kini semakin beringas dikala ia mulai kecanduan akan perjudian. Beberapa kali ia mencuri tabungan isterinya yang dihasilkan dari jasa mencuci pakaian. Desy seperti ingin membunuh Gery dikala itu, kemurkahannya mulai menjadi disaat ia tahu bahwa semua tabungan itu ternyata dihabiskan untuk membeli seekor ayam untuk diperjudikan.
526Please respect copyright.PENANAeHVO1rGWI0
Disaat Desy pulang setelah pertemuan dirinya dengan Bimo. Ia terlihat mengendap, mengetuk pintu perlahan. Ia tahu dirinya akan mendapat kemurkahan oleh suaminya, dan benar saja; setelah pintu terbuka, Bimo lantas menyeret isterinya masuk kedalam rumah. Ia mempertanyakan perihal kepergiannya, apa yang merasuki Desy hingga bertindak demikian bodoh. Gery juga menuduh isterinya telah menyeleweng. Desy yang hanya berusaha melindungi diri dari pukulan Gery tak sempat untuk menjelaskan, meskipun ia ingin membela diri, ia tahu bahwa dirinya memang salah dan akan selalu salah dimata suaminya yang tempramen.
526Please respect copyright.PENANAL4noslvBfl
Lelah akan perlakuan kasar yang diterimanya selama ini, sembari terseduh, ia memeluk Jafar dalam tangisnya. 'Jika aku tak meninggalkan kehidupan ini, aku akan gila Jafar' gumam Desy.
526Please respect copyright.PENANAkjjyXyEB0t
Tak ingin tersakiti dan lelah mental akan perlakuan suaminya, dengan berat hati sembari menangis tersedu, Desy menulis catatan di secarik kertas; 'Aku mencintaimu suamiku, tapi aku lelah akan sikap dan perilakumu terhadapku. Biarkan aku pergi untuk setidaknya teap hidup. Jagalah anak kita, Jafar. Aku mencintai kalian berdua. Salam dariku, Desy'
526Please respect copyright.PENANAjoBw4zQZHW
Setengah pukul empat dini hari, Desy mengepak baju dan barangnya seadanya. Memikul ranselnya. Sebelum ia meninggalkan rumah itu, ia berbalik mendekap erat Jafar dengan begitu erat. Ia seperti tak ingin meninggalkan anaknya, namun ia juga merasa lelah akan kekerasan yang diterima oleh suaminya. Dalam tangin yang terseduh Desy berlari meninggalkan anaknya, suaminya dan rumah itu.
526Please respect copyright.PENANAYadaP1qnvw
Hanya satu tujuan yang ia pikirkan kini, menjadi sukses dan kembali bersama anaknya lagi. Dan hal tersebut hanya satu orang yang bisa membantunya untuk mewujudkannya. Diraihnya ponsel dari saku celananya, ditelponnya nomor Bimo. Setelah tak lama menunggu, suara dibalik ponsel tersebut terdengar serak. "halo.. Kenapa menelpon malam-malam begini!"
526Please respect copyright.PENANAOb6sCw3KBU
"Maaf mengganggu tidurmu, tapi aku butuh bantuan om"
526Please respect copyright.PENANAGI7DKytKye
Setelah menceritakan keluh kesah dan masalahnya, Bimo lantas memberitahu alamat rumahnya agar Desy bisa datang. Meski ia adalah mucikari yang beringas, namun setidaknya ia memanusiakan seseorang yang mengharapkan bantuan.
526Please respect copyright.PENANADLqucKcq0F
Sesampainya dirumah megah itu, sekilas Desy mendongak memastikan bahwa ini benar rumah Bimo. Ia memencet bell pintu beberapa kali hingga akhirnya pagar rumah tersebut terbuka secara otomatis. Diteras rumah Bimo telah berdiri sembari mengenakan piyama tidurnya, wajahnya masih terlihat lelah dan juga ngantuk. Ia awalnya merasa terusik akan kehadiran wanita itu, namun seketika terperanjat ketika melihat bekas lebam di mata Desy.
526Please respect copyright.PENANAahjeCbM6su
"Siapa yang telah mengeroyokmu" tanya Bimo dengan nada geram. Ia seperti tak rela barangnya dirusak oleh orang lain. Desy yang mendapat respon prihatin dari mucikarinya hanya bisa tersenyum sembari meletakkan ranselnya yang sudah ia jinjing sedari tadi.
526Please respect copyright.PENANAtpoMVixcjl
"Jangan bilang suamimu yang melakukannya?!" terka Bimo murka. Desy hanya mengangguk pelan.
526Please respect copyright.PENANAOWY5J7vf4s
"Dasar suami bangshat!! beraninya dia memukul barangku, eh! maksud saya temanku!"
526Please respect copyright.PENANACmmScxpQdO
Desy tersenyum getir, ia tahu makud kebaikan Bimo terhadapnya.
526Please respect copyright.PENANAcAW8X0wRN6
"Masuklah dulu, seperti kamu butuh istirahat. Sini, biar saya bawa ranselmu.Kelihatanya berat. Aduh! dan ini memang berat" Bimo lantas melangkah sembari menjenjeng ransel yang penuh dengan pakaian itu, sembari disusul oleh Desy yang mengikutinya sembari tertatih-tatih.
526Please respect copyright.PENANADEKxySjdcG
Bimo mengantar Desy menuju lantai dua, dimana rumah itu terlihat megah dengan lampu ruang tamu tergantung indah memancarkan cahaya layaknya berlian. Desy tak lepas oleh pandangan dan rasa takjub akan rumah megah itu. Lukisan besar dan indah menghiasi dinding-dinding rumah, porselen mahal dan perabot modern yang Desy tentunya tak tahu kegunaannya apa. Beberapa kali fokusnya teralihkan oleh robot kecil yang tengah sibuk berlalu lalang dilantai ruangan. Ia bertanya-tanya akan perihal benda tersebut dan kegunaannya hingga ketika ia tersentak disaat Bimo menunjukan kamarnya.
526Please respect copyright.PENANAUKfiz67hx7
"Beristirahtlah dikamar ini. Kamarnya mungkin agak berantakan tapi setidaknya kamu bisa beristirahat" ujar Bimo sembari membuka pintu kamar. Ruangan tersebut terlihat cukup megah untuk Desy yang biasanya tidur dikamar yang berdinding triplek dan kasur lantai bersama suami dan anaknya. Ranjangnya cukup luas untuk satu orang saja, empuk dan juga bersih. Dindingnya dihiasi oleh beberapa ornamen lampu neon yang sudah mulai terkelupas. Meja rias dan juga lemari tersedia dikamar yang jarang digunakan itu.
526Please respect copyright.PENANA6imfhel8gY
Mendapat perlakuan baik dari sang mucikari, Desy lantas meraih tangan Bimo dan berucap terima kasih. Bimo hanya tersenyum getir seakan hal itu adalah kewajaran. "Sudahlah, kamu adalah kenalanku. Kita adalah teman. Sekarang beristirahatlah"
526Please respect copyright.PENANAku4vjNJij4
Bimo lantas berlalu, meninggalkan Desy yang tengah duduk lesuh di kasur itu. Rasa rindu akan anaknya mulai mengiris hatinya, benaknya mengumpat mencaci dirinya sendiri. Dalam pilu ia menangis, meronta dan akhirnya terlelap akan kelelahan batin dan juga tubuhnya.
526Please respect copyright.PENANAH7MxTpVJkE
Dipagi hari, Bimo yang masih setengah sadar berteriak memanggil isterinya, ia terusik akan suara Jafar yang menangis meronta. "Diaaammm!! anak jaddah!" umpatan yang membuatnya murka. "Desyyyy!! anakmu nangis minta nyusu! kau dimana pel4chur!!" teriak Gery yang sudah terlihat murka.
526Please respect copyright.PENANAVV5RutoApE
Kesal akan teriakan yang diabaikan, iapun bangkit dari kasur lantai itu, menuju dapur untuk mencengkram leher isterinya seperti yang biasa ia lakukan ketika marah. Namun setibanya didapur, ia tak menemukan siapa-siapa. Gery mencarinya ke kamar mandi, halaman belakang rumah dan pekarangan, tak ada sedikit pun tanda-tanda keberadaan isterinya. Gery mulai panik, ia mencari kerumah-rumah tetangga, berharap Desy berada di suatu tempat. Namun nihil, ia tak menemukannya, para tetangga pun ikut mencari keberadaan gadis itu, sementara yang lain juga sibuk merumpi; Menyalahkan Gery atas perlakuannya kepada isterinya yang terlampau kasar. Bahkan setiap Gery sedang mengamuk, memperlkakukan Desy dengan kejam, para tetangga menyumpahi pria itu agar ditinggal oleh isterinya, dan itu sudah terkabulkan, membuat mereka lega terlepas dari keberadaan Desy yang kini telah aman bersama sang mucikari.
526Please respect copyright.PENANA5vIlpoEoR0
Lelah mencari dan diliputi perasaan panik, Gery kemudian menghampiri anaknya yang masih menangis kencang. Setelah meraih anaknya dalam dekapan, ia kemudian melihat secarik kertas yang bertuliskan kalimat perpisahan. Mata Gery mulai berkaca membaca pesan tersebut. Ia tak menyangka bahwa Desy sudah pergi meninggalkannya, meninggalkan anaknya, meninggalkan rumah tangga yang ia cintai. Dipenuhi rasa penyesalan, Gery kemudian mulai menangis terseduh-seduh.
526Please respect copyright.PENANARiEJi5uKik
Sementara itu, Desy yang baru saja selesai mandi berusaha untuk mengobati lebamnya dengan salep pemberian Bimo. Dengan hanya mengenakan handuk putih melilit tubuhnya beserta rambut panjangnya yang basah terurai lepas, ia sesekali menampakan raut wajah meringis, ketika tiba-tiba Bimo mengetuk pintu kamar. ia bangkit dan membuka pintu. Bimo sekilas terkesima dengan bentuk tubuh Desy yang anggun nan seksi yang hanya dibalut handuk, ia memasuki kamar, menerawang sekitar yang ternyata sudah sedikit dibersihkan dan dirubah tata letaknya oleh Desy.
526Please respect copyright.PENANAZOFFQtnTgB
"Ini pakailah. Aku baru saja membelinya." Bimo mengulurkan sekantong plastik pakaian bermerek.
526Please respect copyright.PENANAYAa4iLIqxb
"Tapi aku punya pakaian sendiri"
526Please respect copyright.PENANA0fAyWmNRz3
"Itu yang kau sebut pakaian? itu lebih tepat disebut gundukan sampah" cetus Bimo sambil menunjuk pakaian Desy yang telah dilipat dan diletakkan di meja hias.
526Please respect copyright.PENANAXdWAflCPnQ
"Buang semua pakaian sampahmu. Mulai hari ini aku akan membuatmu terlihat cantik dan anggun." Desy yang merasa sedikit tersinggung hanya bisa diam. "Mulai saat ini kamu tinggalah dirumah ini. Aku tahu kamu butuh tumpangan setelah kabur dari rumah, jadi jangan coba-coba melakukan hal aneh-aneh" Desy mengangguk paham.
526Please respect copyright.PENANA7PXQWHVcRB
"Jadi bagaimana lebammu? apakah sudah tak sakit lagi?" Bimo meraih lengan kecil Desy, memperhatikan lengan itu yang membiru akibat pukulan. "Aku tak menyangka ada pria yang dengan gampangnya menyakiti seorang wanita" gumam Bimo yang diperhatikan seksama oleh Desy.
526Please respect copyright.PENANAiUJtXVsQY7
Desy yang mendapat perlakuan baik tersebut seperti merasa aman. sepintas bibirnya menampakkan senyuman, seolah ia mulai merasa nyaman atas perlakuan bimo kepadanya.
526Please respect copyright.PENANA0C4IsxQs4P
"Kamu begitu kurus. Aku tidak bisa menjualmu jika dagingmu tidak banyak. Selama disini berusahalah menggemukan badan" Desy lantas menarik lengannya dari tangan Bimo, menunjukkan wajah kesal atas candaan pria itu
526Please respect copyright.PENANAMTUenNC8pU
"hahaha... hanya bercanda sayang. Sekarang kenakan pakaianmu, makanan telah siap dilantai bawah"
526Please respect copyright.PENANAIUtNOcGFV1
Sebelum keluar, Desy lantas memanggil pria tersebut "Om Bimo..." Bimo terhenti akan langkahnya, menoleh menatap Desy yang terlihat malu-malu.
526Please respect copyright.PENANAjYSlDNd3st
"Terima kasih atas kebaikannya"
526Please respect copyright.PENANAqLaKji4IQ9
Bimo lantas kembali mendekati Desy, "Semua ini tidak gratis. Ada bayaran untuk semua layanan yang kau sebut baik ini"
526Please respect copyright.PENANA7ScMIFjpoD
"Apa itu?" Desy penasaran. Bimo hanya tersenyum sinis lantas mencium mulut Desy penuh nafsu. Mendapat perlakuan tiba-tiba itu, Desy awalnya berusaha melawan namun akhirnya larut dalam permainan.
526Please respect copyright.PENANALH7odEuxkE
Bimo mulai meraba tubuh Desy. Ciumannya kini beralih ke leher jenjang wanita itu, kecupan demi kecupan dan gigitan kecil membuat Desy terlarut menikmati, agak nakal namun candu. Tangan besar itu meremas bokong, terlihat penuh dalam genggaman. Mendapat perlakuan yang tiba-tiba, Desy sekilas tersentak dan berusaha melepas diri namun ditahan oleh tubuh Bimo yang cukup besar.
526Please respect copyright.PENANAp54zwmemjP
Kini pria itu mulai berani menanggalkan handuk yang dikenakan Desy, kini Desy berdiri tanpa sehelai benang pun, ia berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, namun Bimo dengan sigap melerainya, "Jangan sembunyikan tubuh indahmu sayang"
526Please respect copyright.PENANASIUmm0aDup
Desy tertunduk malu, wajahnya merona. Dalam benaknya seakan momen yang ia alami kini layaknya sepasang pengantin baru yang siap menerima sentuhan kasih dari lelaki yang di sayanginya. Imajinasi itu seakan pudar, ketika Bimo mulai memopongnya menuju kasur. Dibarinkannya wanita tersebut terlentang, lantas melebarkan kedua kakinya dengan sigap. Mendapat perlakuan tiba-tiba itu, Desy seakan terkejut, ia tak menyangka bahwa Bimo tanpa rasa sungkan menikmati area selangkangannya dengan buas.
526Please respect copyright.PENANAAFX0cAdTby
"EEmmm... pelan-pelan aja, jangan digigit" rintih Desy memohon.
526Please respect copyright.PENANAKnwbQ7n694
Bimo seperti sedang asik menelusuri hutan rimba itu yang dipenuhi dengan bulu halus disekitarannya. Sesekali ia membelai, berusaha mencari inti dari lubang karang tersebut. Setelah didapati sebiji kacang berwarna merona, ia lantas menggigitnya sejenak dan kemudian menjilatnya dan mengemutnya layaknya lolipop manis.
526Please respect copyright.PENANAXvtea0iYGe
Desy yang mendapat perlakuan tersebut hanya bisa mengerang, merintih sembari menarik rambut Bimo akan sensasi yang ia rasakan. Sementara tangan yang lainnya mencengkram bantal di sisi kepalanya. Kenikmatan yang diberikan oleh sang mucikari membuatnya merasakan birahi yang teramat sangat. Penolakan yang awalnya ia tunjukan kini berubah menjadi kenikmatan yang tiada tara, bahkan melebihi s3ks pertama kalinya dengan Gery, suaminya.
526Please respect copyright.PENANATw3KQvEdgW
Desy kini mulai merasakn titik puncak. Aliran darahnya mulai ke ubun-ubun. Tubuhnya menggelinjang menekuk disaat ia hampir sampi dan akhirnya menyemburkan cairan k3w4nitaannya dengan deras. "aku keluaaarr!!" pekik Desy dengan nafas tersengal-sengal. Tubuhnya lemah, keringat dingin terlihat di atas pelipisnya. Ia seakan takjub akan permainan yang diberikan Bimo kepadanya.
526Please respect copyright.PENANA6d08GnMGcg
"Suka?" tanya Bimo sembari menyeka cairan yang mengenai mulut dan wajahnya. Desi hanya terdiam malu, namun ia mengangguk tanda mengiyakan.
526Please respect copyright.PENANAIyKSmFCqXz
"Ini baru awal, selanjutnya kita akan memainkan permainan yang lebih gila lagi, sayang"
526Please respect copyright.PENANAB9fQ11zhmX
Bimo lantas mengecup kening Desy dan berlalu meninggalkan wanita itu dengan gagah. Desy melihatnya dari belakang seakan kagum dan juga malu. Ia tahu perasaan ini akan muncul, perasaan dimana ia telah jatuh hati untuk kedua kalinya.
526Please respect copyright.PENANAXkWWpsyOfM
BERSAMBUNG...
Selengkapnya di: https://lynk.id/shark95
526Please respect copyright.PENANA5joqWeNZTg
526Please respect copyright.PENANAHozf1jstAA
526Please respect copyright.PENANAI3lIZvXoNw


