Malam itu setelah makan malam bersama, Merisa duduk di teras belakang rumah sambil menatap langit yang gelap.
466Please respect copyright.PENANA9qGCa7y2KT
466Please respect copyright.PENANAUFKg5fQSia
Pikirannya masih berkeliaran. Proses perceraian mulai berjalan, tapi tekanan dari keluarga Hardian masih ada.
466Please respect copyright.PENANAjkyNVerdIe
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Pesan masuk dari Dirwan.
466Please respect copyright.PENANA9oN4JpEDR6
“Besok malam paman ajak kamu dinner. Hanya kita berdua. Ada yang perlu dibahas soal perceraian dan masa depanmu. Jangan tolak ya, Risa.”
466Please respect copyright.PENANA5omQwDZjuq
466Please respect copyright.PENANABbiNzSdpaa
Merisa membaca pesan itu berkali-kali. Hatinya berdebar aneh. Ia tahu seharusnya ini hanya urusan keluarga, tapi entah kenapa ia merasa gugup.
466Please respect copyright.PENANAoSWzYUxaaz
Akhirnya ia balas secara singkat: “Baik paman, terima kasih.”
466Please respect copyright.PENANAWOddL9lX05
****
466Please respect copyright.PENANAbkRBxDeWML
Keesokan harinya berjalan seperti biasa. Merisa mengurus toko, Rianti di rumah, sedangkan Dita sekolah.
466Please respect copyright.PENANAHvYRANCgz6
466Please respect copyright.PENANAcLb5mIDZFD
Dirwan sibuk dengan urusan bisnisnya yang gelap. Saat sore menjelang, Dirwan mengirim sopirnya menjemput Merisa tepat pukul tujuh malam.
466Please respect copyright.PENANAsiFHuqOt5d
466Please respect copyright.PENANAL1J8LIJuwR
Merisa memilih dress hitam sederhana tapi elegan yang menonjolkan lekuk tubuhnya.
466Please respect copyright.PENANARZ8DDOdFCF
Rambutnya terurai, make up tipis. Saat tiba di kafe privat yang Dirwan pilih, tempat itu benar-benar eksklusif.
466Please respect copyright.PENANA5Ke02EmN3p
Hanya ada beberapa meja di area tertutup dengan pencahayaan redup, musik jazz pelan, dan privasi yang sempurna.
466Please respect copyright.PENANAL2iZUb3mNE
Tidak ada pengunjung lain di ruangan mereka.
466Please respect copyright.PENANAgBwd0qWnoe
Dirwan sudah menunggu dengan setelan jas hitam yang membuatnya terlihat semakin gagah.
466Please respect copyright.PENANAh7s6uiy4W2
Brewoknya rapi, tatapan tajam. Ia berdiri menyambut Merisa dengan senyum lembut.
466Please respect copyright.PENANAVuhUV3Tfwy
“Kamu cantik sekali malam ini, Risa,” pujinya tulus sambil menarik kursi untuk Merisa.
466Please respect copyright.PENANAmZi27reXIK
Merisa tersipu, duduk dengan anggun. “Terima kasih paman. Tempatnya bagus.”
466Please respect copyright.PENANAiOia7pwKkU
Mereka mulai dengan hidangan pembuka. Obrolan ringan tentang perceraian, bukti yang sudah dikumpulkan, dan rencana masa depan Merisa setelah bebas dari Hardian.
466Please respect copyright.PENANACAfA7NI9Oh
Dirwan berbicara tenang, tangannya sesekali menyentuh punggung tangan Merisa saat menenangkannya.
466Please respect copyright.PENANAONQKMPeGPR
Sentuhan itu terasa hangat, membuat Merisa semakin gelisah.
466Please respect copyright.PENANAZ0SqwSox4a
Untuk menghilangkan ketegangan, Dirwan memesan wine terbaik. Awalnya hanya satu gelas untuk mereka minum.
466Please respect copyright.PENANAY0fG4F5HI6
Tapi obrolan mereka semakin lama semakin dalam, Merisa mulai menuang sendiri gelas kedua, ketiga.
466Please respect copyright.PENANA0DWhSLa2Cr
Dirwan melihat itu pun ikut serta minum, meski ia lebih menahan diri.
466Please respect copyright.PENANAhQ5Lwh5D2A
“Paman… aku capek banget menghadapi semua ini,” ucap Merisa setelah gelas keempat.
466Please respect copyright.PENANAzuYINDqDjG
Pipinya sudah merona merah, matanya agak berkaca-kaca.
466Please respect copyright.PENANA9rL2QPNdno
“Lima tahun aku bertahan, tapi akhirnya seperti ini…”
466Please respect copyright.PENANAStjOTlPsK6
Dirwan menuang lagi untuk Merisa, dengan suaranya lembut.
466Please respect copyright.PENANAsS3XHk17lg
“Kamu kuat, Risa. Paman selalu ada di sampingmu. Minum saja malam ini, biar lega pikiran mu sedikit lega.”
466Please respect copyright.PENANA9hziOpmKUv
Merisa tertawa kecil, dia sudah mulai terlihat mabuk. Ia menyandarkan kepala sebentar di bahu Dirwan saat pria itu duduk lebih dekat.
466Please respect copyright.PENANAyeOkxbFjyr
Aroma cologne Dirwan membuat kepalanya pusing sedikit.
466Please respect copyright.PENANAtLyAK9DsPc
“Paman baik sekali… kenapa Hardian tidak seperti paman ya…”
466Please respect copyright.PENANAA95J7R8cgM
Dirwan tersenyum tipis, tangannya mengelus rambut Merisa pelan. Mereka terus minum dengan cara pelan.
466Please respect copyright.PENANA6t8cugpAmZ
466Please respect copyright.PENANA7HVgwWL3jC
Dirwan juga mulai merasakan efek alkohol, tapi ia masih sadar. Merisa semakin terbuka, tertawa lebih lepas, tubuhnya sesekali menyandar ke Dirwan.
466Please respect copyright.PENANAHfiYbh1Sup
Tatapan mereka semakin lama semakin intens.
466Please respect copyright.PENANAdXIGITGgBm
Saat hidangan utama selesai, Merisa sudah sangat mabuk cukup berat, Ia memegang lengan Dirwan erat.
466Please respect copyright.PENANAOHttfVPGQR
466Please respect copyright.PENANAtAv5B2NS0O
“Paman… aku pusing… tapi ini membuat ku tenang… hangat…”
466Please respect copyright.PENANAcKVLME8oWP
Dirwan memanggil pelayan. “Pesan satu kamar VIP di lantai atas. Sekarang juga.”
466Please respect copyright.PENANAHXPmH8stYp
466Please respect copyright.PENANArTFdyF3Zgg
Tak lama kemudian, mereka berdua pun naik ke kamar privat yang mewah.
466Please respect copyright.PENANAZ23TyQO9KA
Kamar itu luas, ada ranjang king size, sofa, dan pencahayaan romantis. Begitu pintu tertutup, Merisa yang mabuk langsung memeluk pinggang Dirwan.
466Please respect copyright.PENANAjWHOYuRbme
466Please respect copyright.PENANAvVHbbySLKY
“Paman… jangan tinggalin aku ya…” bisiknya, wajahnya tersembunyi di dada bidang pria itu.
466Please respect copyright.PENANANVYyfQQKz0
Dirwan mengangkat dagu Merisa. Tatapan mereka bertemu. Kedua yang sudah mabuk akibat Alkohol menambah ketegangan di antara keduanya.
466Please respect copyright.PENANACAf4PhLpFm
466Please respect copyright.PENANAUxWYRwub8Y
Secara tiba-tiba Dirwan mencium bibir Merisa pelan dulu, lalu semakin dalam.
466Please respect copyright.PENANAIvppalW6Z2
Merisa membalas meski sedikit terlihat ragu-ragu, tangannya mencengkeram jas Dirwan.
466Please respect copyright.PENANAgjGBl1ITf2
“Hmm… paman…” desah Merisa di sela ciuman mereka.
466Please respect copyright.PENANAxoqyZLmgd5
Dirwan melepas jasnya, lalu mengangkat Merisa ke ranjang. Ia menindih tubuh wanita itu dengan lembut.
466Please respect copyright.PENANAT9uKUMksuj
466Please respect copyright.PENANAOfqucbOUAM
Tangan besarnya menyusup ke dalam dress, meremas paha mulus Merisa.
466Please respect copyright.PENANA1hJMA70gpd
466Please respect copyright.PENANAqvPbMZ1HUQ
“Risa… kamu cantik… paman sudah lama ingin melindungimu seperti ini,” bisik Dirwan serak.
466Please respect copyright.PENANAaU8cabVyLD
466Please respect copyright.PENANAHNnwXCs2xK
Merisa mabuk dan bergairah. Ia menarik leher Dirwan, menciumnya lebih liar.
466Please respect copyright.PENANA615RfsK1Sb
“Sentuh aku paman… aku ingin lupa semuanya malam ini…”
466Please respect copyright.PENANA2lv8hPFFsI
Dirwan membuka resleting dress Merisa, menurunkannya hingga pinggang.
466Please respect copyright.PENANAdxhxmMNMTP
Bra hitam Merisa terlihat, payudaranya yang kencang naik turun karena napasnya tersengal.
466Please respect copyright.PENANAuzlsfT4tMH
466Please respect copyright.PENANAjOnaYsxAeW
Dirwan menunduk, mencium leher Merisa, lalu turun ke belahan dada.
466Please respect copyright.PENANAEbxKnLCkIk
“Aahh… paman… ughh…” Merisa mendesah.
466Please respect copyright.PENANA5YPpZzCX87
Tangannya meremas rambut Dirwan.
Dirwan melepas bra itu, menghisap puting kiri Merisa dengan rakus sambil meremas payudara kanannya.
466Please respect copyright.PENANAiCb0g9dp5S
466Please respect copyright.PENANAKpNsQJPCkk
Lidahnya berputar di sekitar puting yang mengeras itu.
466Please respect copyright.PENANAEgoW2EC75M
466Please respect copyright.PENANADUaoAQnfDR
Warna cukup menggoda. Ukurannya pun lumayan besar sebanding dengan milik bu Rianti.
466Please respect copyright.PENANATQzCjGVKG7
Kelanjutannya bisa kalian dapatkan melalui lin!k dibawah 👇👇 ini
https://bit.ly/42zj3qJ466Please respect copyright.PENANA9EyBRD1hoS


